Anda di halaman 1dari 19

TENTANG

PENGAWAS DAN PENGAWASAN PENDIDIKAN


( Dihimpun oleh H. Ahmad Chaerani)
I. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas :
1. Pasal 8 : Masyarakat berhak berperan serta dalam :
- perencanaan,
- pelaksanaan,
- pengawasan, dan
- evaluasi program pendidikan.
2. Pasal 10 : Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak :
- mengarahkan,
- membimbing,
- membantu, dan
- mengawasi
penyelenggaraan pendidikan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Pasal 39, (1) : Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan :
- administrasi,
- pengelolaan,
- pengembangan,
- pengawasan, dan
- pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
4. Pasal 56 :
(1) Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi:
- perencanaan,
- pengawasan, dan
- evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/
madrasah.
(2) Dewan Pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan
mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan :
- pertimbangan,
- arahan dan
- dukungan tenaga, sarana dan prasarana , serta
- pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi , dan kabupaten/kota yang
tidak mempunyai hubungan hierarkis.
(3) Komite sekolah/madrasah sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam
peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan :
- pertimbangan,
- arahan dan
- dukungan tenaga, sarana dan prasarana , serta
- pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
5. Pasal 66 ayat (1) :
- Pemerintah dan
- Pemerintah Daerah,
- Dewan Pendidikan dan
- Komite Sekolah/Madrasah malakukan pengawasan
- atas penyelenggaraan pendidikan
- pada semua jenjang dan jenis pendidikan sesuai dng kewenangan masing-masing.
1
II. PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP):
1. Pasal 19, (3) Setiap satuan pendidikan melakukan:
perencanaan proses pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan
pengawasan proses pembelajaran
untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
2. Pasal 23 : Pengawasan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat(3)
meliputi :
pemantauan,
supervisi,
evaluasi,
pelaporan, dan
pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
3. Pasal 39, ayat (1) :
Pengawasan pada pendidikan formal dilakukan oleh:
Pengawas satuan pendidikan (Sekolah/Madrasah)
4. Penjelasan atas Pasal 39 ayat 1 :
Tenaga Kependidikan meliputi :
Pengelola satuan pendidikan,
penilik,
pamong belajar,
pengawas,
peneliti,
pengembang,
pustakawan,
laboran, dan
teknisi sumber belajar.
5. Pasal 40 ayat (1) :
Pengawasan pada pendidikan nonformal dilakukan oleh penilik satuan pendidikan.
6. Pasal 55 : Pengawasan satuan pendidikan meliputi :
pemantauan,
supervisi,
evaluasi pelaporan dan
tindak lanjut hasil pengawasan.
7. Pasal 56 : Pemantauan dilakukan oleh :
- pimpinan satuan pendidikan dan
- komite sekolah/madrasah atau
bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan
secara teratur dan berkesinambungan untuk menilai :
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas satuan pendidikan.
8. Pasal 57 : Supervisi yang meliputi :
- supervisi manajerial dan
- supervisi akademik
dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh :
Pegawas atau penilik satuan pendidikan dan
Kepala satuan pendidikan.
2
9. Penjelasan atas Pasal 57 :
Yang dimaksud dengan supervisi manajerial meliputi aspek :
pengelolaan dan
administrasi satuan pendidikan.
Yang dimaksud dengan supervisi akademik meliputi aspek-aspek :
pelaksanaan proses pembelajaran.

III. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010


TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Pasal 188
(1) Peran serta masyarakat meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga,
organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan
dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan.
(2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjadi sumber,
pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan dalam bentuk:
a. penyediaan sumber daya pendidikan;
b. penyelenggaraan satuan pendidikan;
c. penggunaan hasil pendidikan;
d. pengawasan penyelenggaraan pendidikan;
e. pengawasan pengelolaan pendidikan;
f. pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada
pemangku kepentingan pendidikan pada umumnya; dan/atau
g. pemberian bantuan atau fasilitas kepada satuan pendidikan dan/atau penyelenggara
satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.
(3) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dan huruf e tidak
termasuk pemeriksaan yang menjadi kewenangan otoritas pengawasan
fungsional.

BAB XV PENGAWASAN

Pasal 199
(1) Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh
Pemerintah, pemerintah daerah, dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah.
(2) Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 200
(1) Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan mencakup pengawasan
administratif dan teknis edukatif yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(2) Pemerintah melaksanakan:
a. pengawasan secara nasional terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan
tinggi;
3
b. pengawasan secara nasional terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan
anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang menjadi
kewenangannya;
c. pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan Indonesia di luar
negeri;
d. koordinasi pengawasan secara nasional terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan
pendidikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan yang menjadi kewenangan
pemerintah daerah; dan
e. pengawasan terhadap penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara
oleh pemerintah daerah untuk pendidikan.
(3) Pemerintah provinsi melaksanakan:
a. pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan satuan pendidikan
bertaraf internasional atau yang dirintis untuk menjadi bertaraf internasional;
b. pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan satuan pendidikan khusus
dan layanan khusus; dan
c. koordinasi pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak
usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang menjadi kewenangan
pemerintah kabupaten/kota;
(4) Pemerintah provinsi melakukan pembinaan terhadap pengawas sekolah dalam
melaksanakan tugas koordinasi pengawasan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana
dimaksud pd ayat (3) huruf c.
(5) Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan nonformal di wilayah yang menjadi kewenangannya.

Pasal 201
(1) Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, sesuai dengan
kewenangan masing-masing, menindaklanjuti pengaduan masyarakat tentang
penyimpangan di bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(2) Tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk klarifikasi,
verifikasi, atau investigasi apabila:
a. pengaduan disertai dengan identitas pengadu yang jelas; dan
b. pengadu memberi bukti adanya penyimpangan.

Pasal 202
(1) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199 dapat dilakukan dalam
bentuk pemeriksaan umum, pemeriksaan kinerja, pemeriksaan khusus,
pemeriksaan tematik, pemeriksaan investigatif, dan/atau pemeriksaan terpadu
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada instansi
atau lembaga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4
(3) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dilakukan oleh lembaga
pengawasan fungsional yang memiliki kewenangan dan kompetensi pemeriksaan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 203
Dalam melaksanakan klarifikasi, verifikasi, atau investigasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 201 ayat (2) Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota
dapat menunjuk lembaga pemeriksaan independen.

Pasal 204
(1) Dewan pendidikan melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
(2) Hasil pengawasan oleh Dewan Pendidikan Nasional dilaporkan kepada Menteri.
(3) Hasil pengawasan oleh Dewan Pendidikan Provinsi dilaporkan kepada gubernur.
(4) Hasil pengawasan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota dilaporkan kepada
bupati/ walikota.

Pasal 205
(1) Komite sekolah/madrasah melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
(2) Hasil pengawasan oleh komite sekolah/madrasah dilaporkan kepada rapat orang
tua/ wali peserta didik yang diselenggarakan dan dihadiri kepala sekolah/madrasah
dan dewan guru.
KUTIPAN PENTING
Pasal 199
(1) Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh
Pemerintah, pemerintah daerah, dewan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah.
Pasal 202
(1) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199 dapat dilakukan
dalam bentuk pemeriksaan umum, pemeriksaan kinerja, pemeriksaan
khusus, pemeriksaan tematik, pemeriksaan investigatif, dan/atau
pemeriksaan terpadu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 202
(3) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dilakukan oleh
lembaga pengawasan fungsional yang memiliki kewenangan dan
kompetensi pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Pasal 203
Dalam melaksanakan klarifikasi, verifikasi, atau investigasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 201 ayat (2) Pemerintah, pemerintah provinsi, dan
pemerintah kabupaten/kota dapat menunjuk lembaga pemeriksaan independen.

5
IV. PERMENDIKNAS NOMOR 12 TAHUN 2007 tentang :
STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

B. KUALIFIKASI PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH :


1. Kualifikasi Pengawas TK/RA-SD/MI :
a. Berpendidikan minimum S1/D IV;
b. Guru TK/RA-SD/MI, bersertifikat pendidik sbg.guru TK/RA-SD/MI dengan
berpengalaman kerja sbg. Guru TK/RA-SD/MI minimal 8 tahun atau sbg. Kepala
TK/RA-SD/MI minimal 4 tahun;
c. Memiliki pangkat minimum Penata, golongan ruang III/c;
d. Berusian setinggi-tingginya 50 tahun sejak diangkat sbg.pengawas satuan
pendidikan;
e. Memenuhi kompentensi sbg Pengawas Satuan Pendidikan yg dpt diperoleh melalui
uji kompetensi dan atau diklat fungsional pd lembaga yg ditetapkan Pemerintah; dan
f. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.
2. Kualifikasi Pengawas SMP/MTs-SMA/MA-SMK/MAK :
a. Berpendidikan minimum Magister (S2) Kependidikandengan berbasis sarjana ( S1)
dlm rumpun mata pelajaran yang relevan pd Perg.Tinggi yg terakreditasi;
b. 1) Guru SMP/MTs bersertifikat pendidik sbg guru SMP/MTs dengan pengalaman
kerja sbg. guru SMP/MTs minimum 8 tahun dalam rumpun mata pelajaran yang
relevan di SMP/MTs atau sbg. Kepala SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum
4 tahun untuk menjadi Pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata
pelajarannya;
2) Guru SMA/MA bersertifikat pendidik sbg guru SMA/MA dengan pengalaman
kerja sbg. guru SMA/MA minimum 8 tahun dalam rumpun mata pelajaran yang
relevan di SMA/MA atau sbg. Kepala SMA/MA dengan pengalaman kerja minimum
4 tahun untuk menjadi Pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata
pelajarannya;
3) Guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sbg guru SMK/MAK dengan pengalaman
kerja sbg. guru SMK/MAK minimum 8 tahun dalam rumpun mata pelajaran yang
relevan di SMK/MAK atau sbg. Kepala SMK/MAK dengan pengalaman kerja
minimum 4 tahun untuk menjadi Pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata
pelajarannya;
c. Memiliki pangkat minimum Penata, golongan ruang III/c;
d. Berusian setinggi-tingginya 50 tahun sejak diangkat sbg.pengawas satuan
pendidikan;
e. Memenuhi kompentensi sbg Pengawas Satuan Pendidikan yg dpt diperoleh melalui
uji kompetensi dan atau diklat fungsional pd lembaga yg ditetapkan Pemerintah; dan
f. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.

B. KOMPETENSI :
1) Kompetensi Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)
DIMENSI KOMPETENSI :
1. Kompetensi Kepribadian :
1.1 Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan
pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.
6
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya.
Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
2. Kompetensi Supervisi Manajerial :
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah;
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program
pendidikan di sekolah;
2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas
pokok dan fungsi pengawasan di sekolah;
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
program pengawasan berikutnya di sekolah;
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan
berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah;
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di
sekolah.;
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya
untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di
sekolah.;
2.8 Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya
untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.
3. Kompetensi Supervisi Akademik :
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan
perkembangan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan
perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA
atau mata pelajaran di SD/MI;
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK/RA atau
mata pelajaran di SD/MI berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi
dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP;
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui
bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk
tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,
laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap
bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan
media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di
TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/
bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI.
4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan :
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan
di sekolah;

7
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di
SD/MI;
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok
dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/
bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta
menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang
pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI;
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran
di SD/MI;
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru
dan staf sekolah.
5. Kompetensi Penelitian Pengembangan :
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan;
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas;
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif;
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan
perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung
jawabnya;
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif
maupun data kuantitatif;
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang
kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan;
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk
melaksanakan tugas pengawasan di sekolah;
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik
perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah.

6. Kompetensi Sosial :

6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk
dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya;
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

2) Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan


Pengawas Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam Rumpun Mata
Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa, Olahraga Kesehatan, atau Seni Budaya)

DIMENSI KOMPETENSI :
1. Kompetensi Kepribadian :
1.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan
pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.

8
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
1.4 Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
2. Kompetensi Supervisi Manajerial :
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah menengah yang sejenis;
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan
sekolah menengah yang sejenis;
2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok
dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis.;
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis;
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan
berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis;
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah
menengah yang sejenis;
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya
untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di
sekolah menengah yang sejenis.;
2.8 Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya
untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah yang
sejenis.
3. Kompetensi Supervisi Akademik :
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan
tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis;
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan
perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis;
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi, standar
kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP;
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui
mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis;
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap
mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis;
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,
laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis;
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media
pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis;
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan
tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
9
4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan :
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap
mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis;
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis;
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah lainnya dalam melaksanakan
tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan
pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan
di sekolah menengah yang sejenis;
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya
untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis;
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan
pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis;
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf
sekolah di sekolah menengah yang sejenis.
5. Kompetensi Penelitian Pengembangan :
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan;
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.;
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif;
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan
kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya;
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data
kuantitatif;
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan
memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan;
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas
pengawasan di sekolah menengah yang sejenis;
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan
maupun pelaksanaannya di sekolah menengah yang sejenis.
6. Kompetensi Sosial :
6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya;
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

3) Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan


(SMK/MAK) dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa,
Olahraga Kesehatan, Seni Budaya, Teknik dan Industri, Pertanian dan Kehutanan, Bisnis dan
Manajemen, Pariwisata, Kesejahteraan Masyarakat, atau Seni dan Kerajinan)

DIMENSI KOMPETENSI :
1. Kompetensi Kepribadian :
1.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.

10
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan
pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
1.4 Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
2. Kompetensi Supervisi Manajerial :
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah menengah kejuruan;
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi,misi, tujuan dan program pendidikan
di sekolah menengah kejuruan;
2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok
dan fungsi pengawasan di sekolah menengah kejuruan;
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
program pengawasan berikutnya di sekolah menengah kejuruan;
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan
berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah kejuruan;
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah
menengah kejuruan;
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya
untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di
sekolah menengah kejuruan;
2.8 Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya
untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah
kejuruan.
3. Kompetensi Supervisi Akademik :
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan
proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan.
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah kejuruan berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan
kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium,
dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan.
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media
pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan tiap
mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan :

11
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok
dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada
tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya
untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan
pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf
sekolah di sekolah menengah kejuruan.
5. Kompetensi Penelitian Pengembangan :
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan
maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian
kuantitatif.
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan
kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data
kuantitatif.
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan
memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas
pengawasan di sekolah menengah kejuruan.
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun
pelaksanaannya di sekolah menengah kejuruan.
6. Kompetensi Sosial :
6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

V. Kepmendikbud 020/U/1998 tentang Tugas pokok Pengawas Sekolah :


(Dari 23 tugas (lihat table), yang berkaitan dgn supervisi antara lain adalah tugas no.8 s.d. 14.)
PENGAWAS SEKOLAH
NO TUGAS POKOK/URAIAN KEGIATAN ANGKA KETERANGAN
MUDA MADYA
KREDIT
1 Mengolah dan menganalisis hasil X 0,16 Setiap laporan
pengawasan sekolah sebelumnya dalam
rangka menyusun program tahunan
pengawasan sekolah tingkat kabupaten.
2 Merumuskan rancangan program tahunan X 0,24 Setiap program
pengawasan sekolah tingkat kabupaten
3 Menyusun program semester pengawasan X X 0,225 Setiap program
12
sekolah yang menjadi tanggung jawab
pengawas sekolah masing-masing.
4 Menyusun kisi-kisi dalam rangka X 0,225 Setiap perangkat
penyusunan soal/instrument penilaian. kisi-kisi
5 Menyusun butir soal/instrument X 0,15 Setiap perangkat
soal/instrument penilaian
penilaian.
6 Melaksanakan uji coba soal/instrument X 0,06 Setiap laporan per
penilaian sekolah
7 Menyempurnakan butir soal/instrument X 0,113 Setiap perangkat
penilaian soal/instrument
penilaian
8 Melaksanakan penilaian, pengolahan, X X 0,225 Setiap laporan per
dan analisis data hasil semester persekolah
belajar/bimbingan dan kemampuan
guru
9 Mengumpulkan dan mengolah data X X 0,225 Setiap laporan per
sumber daya pendidikan, semester persekolah
PBM/bimbingan siswa, dan lingkungan
sekolah yang berpengaruh terhadap
perkembangan dan hasil
belajar/bimbingan siswa.
10 Melaksanakan analisis sederhana hasil X 0,08 Setiap laporan per
belajar/bimbingan siswa dengan semester persekolah
memperhitungkan berbagai factor
sumber daya pendidikan yang lebih
kompleks termasuk korelasi
kemampuan guru dengan hasil
belajar/bimbingan siswa.
11 Melaksanakan analisis komprehensif X 0,18 Setiap laporan per
hasil belajar/bimbingan siswa dengan semester persekolah
memperhitungkan berbagai factor
sumber daya pendidikan yang lebih
kompleks termasuk korelasi
kemampuan guru dengan hasil
belajar/bimbingan siswa.
12 Memberikan arahan dan bimbingan X 0,045 Setiap laporan per
kepada guru tentang pelaksanaan semester persekolah
PBM/bimbingan siswa.
13 Memberikan contoh pelaksanaan X X 0,068 Setiap laporan per
PBM/bimbingan siswa. semester persekolah
14 Memberikan saran untuk peningkatan X 0,045 Setiap laporan per
kemampuan professional guru kepada semester persekolah
pimpinan instansi terkait.
15 Menyusun laporan hasil pengawasan X X 0,18 Setiap laporan per
sekolah persekolah semester persekolah
16 Melaksanakan evaluasi pengawasan X X 0,765 Setiap laporan per
sekolah yang menjadi tanggung semester persekolah
jawabnya.
17 Membina pelaksanaan pengelolaan X 0,45 Setiap laporan per
sekolah semester persekolah
18 Memantau dan membimbing pelaksanaan X X 0,06 Setiap sekolah
penerimaan siswa baru. pertahun
19 Memantau dan membimbing pelaksanaan X X 0,06 Setiap sekolah
EBTA/EBTANAS. pertahun
20 Memberikan saran penyelesaian kasus X 0,06 Setiap laporan
khusus di sekolah. perkasus
21 Memberikan bahan penilaian dalam X 0,06 Setiap laporan
13
rangka akreditasi sekolah swasta. persekolah
22 Melaksanakan evaluasi hasil pengawasan X 0,6 Setiap sekolah
per mata pelajaran/bimbingan siswa dari pertahun
seluruh sekolah.
23 Melaksanakan kegiatan karya tulis/karya X 4,00 Setiap karya
ilmiah dalam bidang pendidikan sekolah
(dalam bentuk makalah) tidak
dipublikasikan tetapi disimpan di
perpustakaan

1. Surat Keputusan MENPAN No.118 Tahun 1996:


Surat Keputusan MENPAN Nomor 118 tahun 1996 yang diperbaharui dengan SK MENPAN
Nomor 091/KEP/MEN.PAN/10/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan
Angka Kreditnya,
- Pasal 1 ayat (1):
Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan
wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan
pendidikan pada satuan pendidikan prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah.
- Pasal 3 ayat (1);
pengawas sekolah adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis
dalam melakukan pengawasan pendidikan terhadap sejumlah sekolah tertentu yang
ditunjuk/ditetapkan.
- Pasal 5 ayat (1);
Tanggung jawab pengawas sekolah yakni;
a. melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai
dengan penugasannya dan;
b. meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bimbingan dan hasil prestasi
belajar/bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
Tanggung jawab pertama mengindikasikan pentingnya supervisi manajerial sedangkan
tanggung jawab yang kedua mengindikasikan pentingnya supervisi akademik.

VI. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan


Pendidikan oleh Satuan Dikdasmen:
Butir C, Pengawasan dan Evaluasi : Sub butir (j) :
Pengawas Sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada Bupati/Walikota melalui
Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan dan sekolah yang
bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait.

2. PERMENEG PAN DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR: 21 TAHUN 2010


TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA
KREDITNYA
Pasal 4
(1) Pengawas Sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan
akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan.
(2) Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah jabatan karier yang hanya dapat
diduduki oleh Guru yang berstatus sebagai PNS.
Pasal 5
14
Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial
pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan,
pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan
pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas
kepengawasan di daerah khusus.
Pasal 6
(1) Beban kerja Pengawas Sekolah adalah 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam perminggu di
dalamnya termasuk pelaksanaan pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan di sekolah
binaan.
(2) Sasaran pengawasan bagi setiap Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
sebagai berikut:
a. untuk taman kanak-kanak/raudathul athfal dan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah paling sedikit 10
satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) Guru;
b. untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas/madrasah
aliyah/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan paling sedikit 7 satuan pendidikan
dan/atau 40 (empat puluh) Guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran;
c. untuk sekolah luar biasa paling sedikit 5 satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) Guru;
d. untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) Guru bimbingan dan
konseling.
KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB DAN WEWENANG
Pasal 7
Kewajiban Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas adalah:
a. menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksakan evaluasi hasil
pelaksanaan program pengawasan dan membimbing dan melatih profesional Guru;
b. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
c. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama dan etika; dan
d. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Pasal 8
Pengawas Sekolah bertanggungjawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang
dibebankan kepadanya.
Pasal 9
Pengawas Sekolah berwenang memilih dan menentukan metode kerja, menilai kinerja Guru dan
kepala sekolah, menentukan dan/atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan.
INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA
Pasal 10
Instansi pembina jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah Kementerian Pendidikan Nasional.
Pasal 11
Instansi pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib melakukan tugas pembinaan, yang
antara lain meliputi:
a. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional Pengawas Sekolah;
b. penyusunan pedoman formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah
c. penetapan standar kompetensi jabatan fungsional Pengawas Sekolah;
d. pengusulan tunjangan jabatan fungsional Pengawas Sekolah;
e. sosialisasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah serta petunjuk pelaksanaannya;
f. penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Pengawas Sekolah;
g. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Pengawas Sekolah;
h. pengembangan sistem informasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah;

15
i. fasilitasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengawas Sekolah;
j. fasilitasi pembentukan organisasi profesi dan penyusunan kode etik jabatan fungsional Pengawas
Sekolah;
k. melakukan koordinasi antara instansi pembina dengan instansi pengguna dalam pelaksanaan
berbagai pedoman dan petunjuk teknis; dan
l. melakukan pemantauan dan evaluasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah.
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT
Pasal 13
(1) Jenjang jabatan fungsional Pengawas Sekolah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi,
yaitu:
a. Pengawas Sekolah Muda;
b. Pengawas Sekolah Madya; dan
c. Pengawas Sekolah Utama.
(2) Jenjang pangkat Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan jenjang
jabatannya, yaitu:
a. Pengawas Sekolah Muda:
1. Penata, golongan ruang III/c; dan
2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
b. Pengawas Sekolah Madya:
1. Pembina, golongan ruang IV/a;
2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; dan
3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.
c. Pengawas Sekolah Utama:
1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan
2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.
Pasal 14
Rincian kegiatan Pengawas Sekolah sesuai dengan jenjang jabatan, sebagai berikut:
b. Pengawas Sekolah Madya sebagai berikut:
1. menyusun program pengawasan;
2. melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah;
3. memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan
standar penilaian pendidikan;
4. melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah;
5. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;
6. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah di
KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya;
7. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah;
8. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah,
rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan
manajemen;
9. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sek.; dan
10. membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok.
PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL
PENGAWAS SEKOLAH
Pasal 30
Pejabat yang berwenang mengangkat Guru PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah
pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
16
Pasal 31
(1) PNS yang diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. masih berstatus sebagai Guru dan memiliki sertifikat pendidik dengan pengalaman mengajar paling
sedikit 8 (delapan) tahun atau Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah
paling sedikit 4 (empat) tahun sesuai dengan satuan pendidikannya masing-masing;
b. berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang Pendidikan;
c. memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan;
d. memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c;
e. usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun;
f. lulus seleksi calon Pengawas Sekolah;
g. telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional calon Pengawas Sekolah dan memperoleh
STTPP; dan
h. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.
Pembebasan Sementara
Pasal 34
(1) Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah
Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d dibebaskan sementara dari jabatannya
apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki jenjang jabatan/pangkat terakhir tidak
dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
Pemberhentian
Pasal 36
Pengawas Sekolah diberhentikan dari jabatannya apabila:
a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat
lebih rendah selama 3 (tiga) tahun atau pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih
rendah; dan
b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang
ditentukan.
Perda no. 11 tahun 2007 ttg. Penyelenggaraan Pendidikan;
Pasal 1 :
(32). Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang
secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan di sekolah dengan
melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan
pendidikan prasekolah, dasar dan menengah.
(33).Penilik adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang secara penuh
oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan di sekolah dengan melaksanakan
penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan Non
Formal.
Pasal 20, ayat :
(1) Pemerintah Daerah wajib mengusahakan tenaga kependidikan dan pendidik bagi
Sekolah/Madrasah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah.
(3) Tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada jalur Pendidikan Formal
terdiri : Tata Usaha, dan Tenaga Pelaksana.
(4) Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri : pengelola satuan pendidikan,
pustakawan, laboran, guru, teknisi, pamong belajar dan pengawas sekolah.
Pasal 24

17
(1) Pengawas sekolah mempunyai tugas pokok pengawasan, pembinaan dan
evaluasi terhadap sekolah yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan
dalam wilayah yang menjadi tanggungjawabnya.
(2) Penilik mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengawasan dan
evaluasi terhadap pendidikan non formal.
(3) Pengaturan tentang jenis Pengawas dan Penilik sesuai dengan tugas pokok
sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) diatur dengan Keputusan Walikota.
Pasal 25
(1) Pemilihan calon Pengawas dan Penilik berdasarkan peraturan perundang-
perundangan yang berlaku.
(2) Penempatan dan pemindahan Pengawas Sekolah dan Penilik merupakan
kewenangan Walikota.
(3) Pengangkatan dan pemberhentian Pengawas Sekolah dan Penilik ditetapkan
oleh Walikota atas usul Kepala Satuan Kerja.
PENGAWASAN
Bagian Pertama
Umum
Pasal 54
Pengawasan pendidikan dilaksanakan untuk mendukung terwujudnya
penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan yang efektif dan efisien serta
bersih dari praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, sehingga dapat terwujud
pendidikan yang bermutu, merata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagian Kedua
Lingkup Pengawasan
Pasal 55
Lingkup pengawasan pendidikan meliputi kegiatan penyelenggaraan dan
pengelolaan pendidikan formal, pendidikan non formal, pembinaan pemuda,
pembinaan olahraga baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah
maupun oleh masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hasil sampai
dengan dampak kegiatan.
Bagian Ketiga
Kewenangan
Pasal 56
Setiap pimpinan unit, pimpinan Sub unit, Pimpinan satuan Pendidikan Formal
maupun Pendidikan Non Formal dilingkungan Dinas wajib melaksanakan
pengawasan melekat.
Pasal 57
Badan Pengawas Daerah melaksanakan pengawasan fungsional terhadap :
a. pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pengelola Pendidikan baik tingkat
Kota maupun Kecamatan dan Unit Pelaksana Teknis Dinas serta satuan
Pendidikan Formal dan Non Formal;
b. pelaksanaan Administrasi Ketenagaan, keuangan dan perlengkapan Dinas;
c. pelaksanaan Kebijakan Menteri, Gubernur dan Walikota di Bidang Pendidikan.
Pasal 58
Dinas melaksanakan pengawasan teknis terhadap :
a. pelaksanaan administrasi ketenagaan, keuangan, perlengkapan satuan
pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah serta satuan pendidikan non
formal dan budaya;
18
b. pelaksanaan Pembelajaran, dengan segala unsur administrasi pendukungnya
pada satuan pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah serta satuan
pendidikan non formal dan budaya;
c. pelaksanaan kebijakan Menteri, Gubernur dan Walikota, Bidang pendidikan
disatuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun
masyarakat.

IX. PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG


PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH
Paragraf 1 Dinas Pendidikan Pasal 4, ayat
Kelompok Jabatan Fungsional.

IX. PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG


ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN
Paragraf 11 Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 32
Jabatan Fungsional pada Dinas adalah :
- Arsiparis;
- Pranata Komputer;
- Statistisi;
- Guru;
- Pamong Belajar;
- Pengawas Sekolah.
Pemangku Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, dalam melaksanakan
tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.
Dalam hal Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini dipangku oleh lebih dari
seorang Pegawai, dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional.
Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pasal ini, dipimpin oleh
Pegawai yang paling senior;
Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pasal ini, ditetapkan dengan
Keputusan Walikota berdasarkan kebutuhan dan beban kerja Dinas.

WaAllahualam
---AC---

19