Anda di halaman 1dari 1

20 Ribu Warga Tegal Siap Tolak Full Day School

Tegal, NU Online

Keputusan Menteri Pendidikan terkait penerapan Full Day School masih banyak menuai
tantangan sampai saat ini. Kali ini tantangan datang dari masyarakat Kabupaten Tegal.

Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal Nurkholis Sobari mengatakan bahwa aksi damai yang akan
melibatkan 20 ribu peserta itu akan dilaksanakan pada Jumat, (25/8).

Aksi besok (Jum'at) dalam rangka penolakan Full Day School yang difasilitasi oleh PCNU
Kabupaten Tegal, ungkapnya saat dihubungi oleh NU Online pada Senin, (22/8).

Menurutnya aksi tersebut akan dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan diawali shalat Jumat di
Masjid Agung Slawi. Setelah itu, pukul 13.00 WIB berkumpul di halaman gedung PCNU
Kabupaten Tegal yang tidak jauh dari masjid. Selanjutnya, akan diadakan long march menuju
Taman Rakyat Slawi yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa tuntutan yang akan diajukan hanya satu.

Tuntutan kita tunggal. Cabut Permendikbud No. 23 tahun 2017, tambahnya.

Tuntutan tersebut rencananya akan diberikan kepada Bupati Tegal Enthus Susmono secara
simbolis dengan diakhiri oleh pernyataan dari Bupati untuk menolak Full Day School.

Aksi damai juga menurutnya akan melibatkan Badan Otonom NU seperti GP Ansor, Banser,
Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII, serta beberapa media santri yang lain seperti Santri
Online, ala_nu, dan Galeri Santri.

Selain itu, aksi damai tersebut menurutnya juga akan dibarengi dengan orasi.

Nanti yang akan memberikan orasi ada dua, dari PCNU dan para Masyayikh, pungkasnya.

(M. Ilhamul Qolbi)