Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MAKALAH KISTA

NASOLABIAL CYST

OLEH :

Drg. Rumartha Putri Swari

PPDGS BEDAH MULUT UI 2016


KISTA NASOLABIAL

PENDAHULUAN
Nasolabial cyst pertama kali dijelaskan oleh Zuckerland pada tahun 1882.1-4,8 Nasolabial
cyst merupakan kista jaringan lunak yang jarang dan ditemukan hanya 0,7% dari seluruh kista
pada rahang.2,3,5 Kista ini, tidak sakit, dan terjadi pembengkakan pada sekitar nasal vestibule dan
bibir atas.3 Nasolabial cyst pada awalnya dipercaya sebagai retention cyst atau berasal dari
inflamasi dari mucous glands.2 Pada tahun 1913 Klestadt membuat postulat untuk pertama
kalinya bahwa Nasolabial cyst berasal dari embryonic dan akhirnya Nasolabial cyst biasa disebut
juga dengan Klestadts Cyst.2,3,8 .
Klestadt (1953) letak dan asal jaringan embrional dari kista ini diduga berasal dari epitel
embrional yang terjebak di antara prosesus lateral nasalis dan prosesus maksilaris. Kontruksi
primer dari pembentukan wajah terkait dengan perkembangan prosesus nasofrontal dari forebrain
region. Pada akhir minggu ke-4 intauterin, epitel spesifik menebal pada sudut inferolateral
disebut nasal placodes. Nasal placodes tenggelam ke bawah permukaan sekitarnya karena
proliferasi mesenkim disekitar tepian. Sayap lateral dari elevasi horseshoe-shaped diketahui
sebagai prosesus nasalis lateral. Dinding medial dari nasal pits disebut prosesus nasalis
media.Permukaan ektodermal pada prosesus media dan lateral menyatu secara inferior ke arah
nasal pits dan membentuk septum epitel longitudinal disebut juga nasal finn. 1 atau 2 hari
kemudian, pembentukan barier epitel nasal finn terganggu sehingga sisa epitel tersapu dengan
migrasi ke permukaan karena aktivitas mesenkim. Hal ini menunjukkan bahwa penempatan
sutura sangat berkaitan dengan titik persimpangan prosesus atau tempat fasial cleft terlihat.
Merupakan kebetulan bahwa osifikasi terjadi di sepanjang garis groove yang telah ada. Terdapat
kemungkinan bahwa penyatuan prosesus embrionik menyebabkan terjebaknya epitel.
Secara klinis kista ini memiliki gejala dengan adanya massa yang halus, dan jaringan
lunak yang fluktuan di antara bibir atas dan nasal aperture dengan obliterasi pada nasolabial fold
dan elevasi dari ala nasi.1,7 Lesi ini biasanya terdapat pada jaringan lunak di nasal vestibule,
fossa canina, dan regio sublabial.3 Nasolabial cyst terlihat spherical swelling di bawah ala nasi
dan external jaringan lunak ke tulang.7 Nasolabial cyst kebanyakan terjadi unilateral dan lebih
sering terjadi pada sisi sebelah kiri.2,3 Menurut Allard (1982) Sebagian besar peneliti melaporkan
insidensi pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria. Ratio insidensi yang telah dilaporkan
pria:wanita 1:3.4 s/d 1:4 dari 151 pasien yang telah tercatat 117 adalah wanita dan 34 pria.

a. Gambaran klinis kista nasolabial b. Lokasi kista non odontogenik

Gejala yang dirasakan pasien berupa pembesaran yang lambat yang dapat terjadi selama
bertahun-tahun, dan pasien dapat merasakan sakit jika kista ini terinfeksi.1,2,7 Nasolabial cyst
yang terinfeksi dapat meluas menjadi mimic facial cellulitis, periodontal abcess, acute maxillary
sinusitis, atau nasal furuncule.1 Walaupun nasolabial cyst merupakan kista jaringan lunak dan
lokasinya extraosseus, nasolabial cyst terkadang menyebabkan destruksi tulang.3

Etiologi dari nasolabial cyst diyakini berasal dari embrional nasal epithelium yang
terjebak setelah fusi dari lateral dan medial nasal processes dan maxillary prominence. Teori
yang lain menyebutkan penyebab nasolabial cyst adalah persistensi misplaced epithelial dari
duktus nasolacrimalis.2,6
Nasolabial cyst paling sering ditemukan pada wanita dengan perbandingan 4:1 dan pada
usia dekade keempat sampai kelima.2,4 Untuk diagnosis nasolabial cyst dilakukan tes diagnosis
yang meliputi flexible nasofibroscopy, Computed Tomography (CT), dan Magnetic Resonance
Imaging (MRI).4 Diagnosis awal dan pilihan perawatan biasanya dibuat pada early stages karena
lesi ini menimbulkan masalah pada kosmetik dan dapat berkembang menjadi dimensi yang
besar.5 Pilihan perawatan dapat dilakukan enukleasi atau marsupialisasi.4 Secara histologis
specimen nasolabial cyst menunjukkan respiratory ephitelium (Ciliated pseudostratified
columnar) dengan sel goblet.1 Epitel penyusunnya adalah pseudostratified columnar dengan
keberadaan goblet sel8 .

MRI imaging unilateral nasolabial cyst

Merupakan kista yang paling jarang terjadi yang terdapat di luar tulang pada jaringan lunak,
dalam lipatan nasolabial. Tindakan yang dilakukan adalalah eksisi. 9
REFERENSI

1. Yuen, Heng-Wai.et.al. Nasolabial Cyst : Clinical features, diagnosis, and treatment.


British Journal of Oral and Maxillofacial Surgery 45 (2007) 293-297.
2. Marcoviceanu, Marius P.et.al. Report of rare bilateral nasolabial cyst. Journal of Cranio-
Maxillofacial Surgery : 2009, 37,83-86.
3. Tiago, Romualdo.et.al. Nasolabial cyst : Diagnostic and therapeutical aspects. Brazilian
Journal of Laryngology 74 (1). 2008
4. Sahin, Caner. Case Report : Nasolabial Cyst. Hindawi Publishing Corporation. 2009
5. Aikawa T.et.al. Nasolabial cyst in a patient with cleft lip and palate. Int. Journal
Maxillofacial Surgery. 2008 ; 37:874-876
6. Lee, Jennifer. Bilateral Nasolabial Cyst : A Case report. New Zealand Dental Journal
105, No.2 : 43-46, June 2009
7. Zahiruddin Z. Nasolabial Cyst : Presentation and Management. The Internet Journal of
Otorhinolaryngology. 2009 Volume9, Number 2.
8. Cawson, R.A., Odel,E.W. Essential of Oral Pathology and Oral Medicine. Churchil
Livingstone. Toronto.2002
9. Marx, Robert. Oral and Maksilofasial Pathology. Quintessence Publishing Co, Inc.
Illinois.2003