Anda di halaman 1dari 6

ABSTRAK

Tujuan dari studi ini ialah mengetahui dan memahami bagaimana peranan etika
Kristen dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian seseorang. Dalam penulisan
makalah ini penulis menggunakan metode membaca buku dan pencarian informasi di internet
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan etika Kristen. Hasil dari pencarian informasi ini
adalah pengaruh etika Kristen terhadap pembentukan dan perkembangan kepribadian
seseorang. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa etika Kristen sangat berperan
penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Saran dalam pembahasan ini adalah
dengan etika Kristen seseorang dapat di bentuk kepribadiannya menjadi priadi yang baik dan
menjadi pribadi yang menyenangkan hati Tuhan dan dapat menerapkan etika Kristen dalam
aktivitasnnya sehari- sehari
ISI

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal
mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa; padang rumput, kandang; kebiasaan, adat;
akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berpikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah:
adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah
etika yang oleh filsuf Yunani besar aristoteles sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat
moral. Jadi, jika kita membatasi diri pada asal-usul kata ini, maka etika berarti: ilmu
tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.1

Dalam setiap etika, yang menjadi titik ukur atau objek penilaiannya adalah tingkah
laku manusia itu sendiri. Demikian juga dengan etika Kristen. Dalam hal ini, etika Kristen
menjadikan Alkitab, yang mencakup perintah, hukum dan nasehat-nasehat moral sebagai
pedoman yang menentukan baik bagi kepercayaan maupun bagi kelakuan orang Kristen.
Namun menurut Verne H. Fletcher, sesungguhnya yang menjadi pedoman dalam alkitab itu
sendiri adalah tema alkitab yang paling dasar, yaitu amanat tentang belas kasihan Allah
terhadap dunia ciptaan-Nya. Beliau juga menyatakan bahwa menurut salah satu unsur dalam
pengertian etika menurut alkitab, yaitu bahwa sikap dan tingkah laku manusia dipanggil
untuk berteladan kepada Allah.2
Etika Kristen ini juga didasarkan pada firman Tuhan yang megajarkan kepada kita
untuk saling mengasihi dan ini menjadi pedoman untuk membentuk sebuah kepribadian yang
baik. Etika Kristen adalah etika tanggapan. Perbuatan kita selalu dilakukan sebagai tanggapan
kepada pekerjaan Allah. Etika Kristen berdasarkan kepercayaan bahwa Allah bekerja dalam
dunia dan dalam kehidupan kita. Tuntutan-tututan Allah kepada manusia selalu berdasarkan
atas kasih karuniaNya bagi manusia yang dinyatakan dalam tindakan-tindakannya. 3

Etika Kristen berlaku untuk seluruh kehidupan manusia. Tidak ada bagian kehidupan
yang tidak perlu dibimbing oleh Tuhan. Maka etika Kristen mencari kehendak Tuhan untuk
setiap bagian kehidupan kita. Etika Kristen tidak terbatas kepada hal-hal rohani dan gerejani
saja tetapi juga menyangkut hal-hal duniawi. Etika Kristen tidak terbatas kepada kehidupan
pribadi tetapi juga menyangkut perkara-perkara budaya, ekonomi dan politik. Tanggung
jawab orang Kristen tidak terbatas kepada orang-orang yang seiman atau segolongan, tetapi
meliputi seluruh umat manusiaa.4
Ethos juga berarti rumah di batin manusia, yaitu sikap batinnya, tabiatnya dan
kepribadiannya.Tabiat adalah susunan batin seseorang yang memberi arah dan ketertiban
kepada keinginan, kesukaan dan perbuatan orang itu.Susunan itu dibentuk oleh interaksi
antara diri orang dengan lingkungan sosialnya dan Allah.Tabiat juga mengandung
kecenderungan dan motivasi untuk berbuat selaras dengan susunan batin.4Sehingga tabiat itu
dapat diartikan sebagai sesuatu yang berasal dari diri kita yang mengandung sifat-sifat moral.

Hubungan etika Kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan sekaligus
menjadi orang-orang yang baik karena tabiat yang baik menghasilkan perbuatan-perbuatan
yang baik. tabiat sangat penting dalam etika Kristen. Tabiat dalam istilah Alkitab Perjanjian
Baru adalah hidup baru dimana Kristus tidak hanya memberikan kepada pengikut-
pengikut-Nya hukum baru yang menuntut perbuatan-perbuatan lahiriah, tetapi juga hidup
baru. Hidup baru menghasilkan dan mewajibkan perubahan-perubahan baru dalam diri kita
Yesus menekankan perlunya sifat-sifat seperti kasih, kelemah lembutan, dan kemurahan hati.
Sifat-sifat ini sesuai dengan keprcayaan kepada Allah. Rasul Paulus menasehatkan orang-
orang Kristen undtuk hidup dengan rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Karena sifat-sifat
itu berpadanan dengan penggilan dan hidup baru mereka (Efesus 4:1-2).4

Kepribadian adalah bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu
lain. Atau satu organisasi yang dinamis dari system psikofisik individu yang menentukan
tingkah laku dan pemikiran individu secara khas sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan nya.5 Kepribadian merupakan keseluruhan cara seseorang, di mana seorang
individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering
dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Berbagai
penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk
mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku
individu seseorang. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah
malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik-karakteristik tersebut jika
ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian.

Adanya perbedaan kepribadian setiap individu sangatlah bergantung pada factor-


faktor yang mempengaruhinnya. Kepribadian dibentuk, berkembang, dan berubah seiring
dengan proses sosialisasi yang dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut.

1. Faktor Biologis
Banyak pendapat menyatakan bahwa bawaan biologis berpengaruh dalam penbantukan
kepribadian. Setiap warisan biologis seseorang bersifat unik. Artinya, tidak seorang pun
mempunyai karakteristik fisik yang sama. Faktor biologis yang berpengaruh dalam
pembentukan kepribadian adalah jika terdapat karakteristik fisik unik yang dimiliki
seseorang,misalnya orang yang bertubuh tegap ,dijadikan pemimpin,sehingga orang
berharapan orang tersebut akan menjadi seorang pemimpin.Biologis yang dimaksud
bukan merupakan faktor keturunan,tetapi lebih kepada fisik,sehingga kepribadian tidak
diturunkan secara genetik,karena kepribadian itu terbentuk lewat interaksi dengan orang
lain
2. Faktor Geografis
Factor lingkungan menjadi sangat dominan dalam mempengaruhi pembentukan
kepribadian sesorang. Factor geografis yang dimaksud adalah keadaan lingkungan fisik
(iklim, topografi, sumber daya alam) dan lingkungan sosialnya. Keadaan lingkungan fisik
atau lingkungan social tertentu mempengaruhi kepribadian individu dan kelompok karena
manusia harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebagai contoh, orang-orang
yang tinggal di daerah pantai memiliki kepribadian yang lebih keras dan kuat jika
dibandingkan dengan mereka yang tinggal didaerah pegunungan. Masyarakat di pedesaan
penuh dengan kesesderhanaan dibandingakan masyarakat di kota.
3. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan merupakan hal yang penting terutama dampaknya bagi individu.Kebudayaan
setiap kelompok berbeda-beda satu sama lain,dan bahkan saling bertolak
belakang.Budaya ini sangat penting karena sifatnya mengikat suatu kelompok
tertentu,dan juga dipelajari sejak kecil.Sehingga sangat dalam tertanam di pikiran dan
perbuatan anggota kelompoknnya.
4. Faktor pengalaman kelompok,diantaranya:
Pengalaman kelompok acuan
Sepanjang hidup seseorang kelompok tertentu dijadikan pedoman bagi tingkah laku
mereka.Kelompok yang paling mempengaruhi adalah keluarga,dan teman
sebaya.Pengalaman yang mereka bagikan ,dijadikan tolak ukur untuk berprilaku.
Pengalaman kelompok majemuk
Kelompok majemuk yang dimaksud adalah masyarakat ,pengalaman yang banyak
dialami oleh banyak orang dipelajari hal-hal positif dan tidak dilakukan kembali hal-
hal yang negatif.
5. Faktor Pengalaman unik
Kepribadian itu berbeda beda antara satu dan lainnya karena pengalaman yang yang
dialami seseorang itu unik dan tidak seorang pun mengalami serangkaian pengalaman
yang sama. Sekalipun dalam lingkungan keluarga yang sama tetapi tidak ada individu
yang sama. Karena meskipun berada dalam satu, setiap individu keluarga tidak
mendaoatkan pengalaman yang sama. Pengalaman yang tidak terlupakan,yang
menyakitkan,dan membanggakan,akan membuat motivasi yanng berbeda bagi setiap
orang untuk berprilaku.6

KESIMPULAN

Etika Kristen adalah prinsip-prinsip yang didasarkan dari iman Kristen yang menjadi
dasar tindakan kita, Peranan etika Kristen terhadap pembentukan dan pengembangan
kepribadian sangatlah penting dalam kehidupan seseorang, karena melalui etika Kristen
seorang individu dapat memiliki kepribadian yang baik. pengembangan dan pembentukan
kepribadian yang didasari dengan etika Kristen yang baik akan menjadikan seseorang
menjadi berkat dimana pun orang itu berada karena kepribadain yang didasari oleh etika
Kristen ialah kepribadian yang penuh dengan iman, pengharapan, dan kasih, sehingga dapat
membuahkan hasil yang menyenangkan hati Tuhan. Dan dalam factor-faktor diatas sangat
mendukung pembentukan kepribadian seseorang.