Anda di halaman 1dari 12

PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MEMBANGUN

KARAKTER BANGSA

Dari Perspektif Pembalajaran Matematika

Berbasis Ekonomi

Disampaikan Oleh:

DARMAWAN, S.Pd., MAB

Pada Seminar di Kegiatan Penyerta

Olimpiade Matematika Seleksi Regional Jawa Barat

Oktober 2010
1

PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA


Dari Perspektif Pembalajaran Matematika Berbasis Ekonomi1
Oleh:
DARMAWAN2

salah seorang penyair berkata:

BILA KEMISKINAN TELAH DATANG,


BERPIKIR MENJADI SULIT.
BUMI DAN LANGIT BISA MENJADI TERASA SANGAT SEMPIT,
BERUBAH MENJADI DUNGU?
SEKALIPUN SEMULA SERBA TAHU…

Latar Belakang

Pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional


(Hardiknas), di Kementerian Pendidikan Nasional (2/5/2010),
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menekankan
pentingnya pendidikan karakter. Sebagai bagian dari upaya
membangun karakter bangsa maka pendidikan karakter
mendesak untuk diterapkan.

“Diantara karakter yang ingin kita bangun adalah karakter


yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang
terbaik, giving the best, sebagai prestasi yang dijiwai oleh
nilai-nilai kejujuran”. Dalam penelitian yang dilakukan oleh
PBB di ketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan

1
Disampaikan dalam acara penyerta Olimpiade Matematika Seleksi
regional Jawa Barat, Oktober 2010.
2
Pegawai Kementerian Agama RI, Dosen FKIP Uninus Bandung dan
Pascasarjana IMNI Jakarta.
2

birokrasi kedua terburuk setelah India, jauh dari posisi


Singapura dan Hongkong sebagai negara dengan kualitas
birokrasi yang sangat baik. Birokrasi Indonesia sangat
lamban, bertele-tele dan dalam beberapa sisi terbukti korup.

Islam menekankan pentingnya kesejahteraan duniawi secara


berimbang dengan kesejahteraan rohani. Dalam konsep
Islam, kemiskinan dianggap mendekati kekufuran. Islam juga
memandang bahwa kemiskinan dan kebodohan merupakan
penyakit kronis umat Islam yang harus dilawan. Oleh karena
itu, Islam telah memaklumatkan perang terhadap
kemiskinan. Dan penanggulangannya harus terfokus,
sistematis, dan terapis (berkelanjutan). Dalam kacamata
Islam, kemiskinan timbul karena berbagai sebab struktural.
Islam menekankan pentingnya jangan miskin karena
kemiskinan mendekatkan manusia pada kekufuran dan
kekufuran itu tempatnya dineraka! Oleh karena itu penting
dalam sistem pengajaran kita, dalam hal ini bidang kita
adalah pembelajaran matematika, untuk menjawab:
“bagaimana pembelajaran matematika mampu membangun
karakter bangsa yang sebelumnya terkenal lamban,
perdebatan yang kosong dalam kehidupan sehari-hari, yang
kemudian mengakibatkan buruk dan korupnya birokrasi
dalam kita berbangsa dan bernegara. Sehingga bangsa kita
menjadi bodoh dan miskin”.

Bencana dan bahaya kemiskinan tidak saja akan mengancam


jiwa dan budi saja, tapi kadangkala akan mengganggu dan
mempengaruhi pikiran seseorang. Mengapa demikian? Coba
renungkan, Seseorang yang tidak sanggup untuk menutupi
3

kebutuhan hidup keluarganya dan anak-anaknya apakah


orang itu dapat tenteram dan berfikir secara jernih? lebih-
lebih kalau tetangga mereka hidup serba mewah dengan
berbagai perlengkapan rumah tangganya seperti mobil
mewah dll. Ada lagi suatu riwayat yang menceritakan bahwa
Imam Abu Hanifah pernah berpesan :"..Janganlah kalian
minta fatwa kepada orang yang didalamnya tidak ada
gandum". Mengapa demikian? tidak menentu dan bingung
dengan urusan dapurnya sehingga pendapatnya tidak lurus.
Ini adalah akibat tidak adanya konsentrasi dan ketenangan
dalam berpikir dikarenakan oleh kekurangan tadi
(kemiskinan)3

Matematika berperan sebagai Ilmu pengetahuan pembantu


yang ampuh bagi ilmu pengetahuan lainnya terutama bagi
ilmu pengetahuan eksak, namun akhir-akhir ini juga bagi ilmu
sosial, termasuk ilmu ekonomi. Peran itu makin luas dan
mendalam. Kesejahteraan ekonomi merupakan pintu masuk
yang akan kita masuki dalam upaya membangun karakter
bangsa, dengan kesejahteraan ekonomi saya berharap
terbangunnya karakter bangsa yang lebih tangguh.
Penanaman kemampuan mengaplikasi dan mengkoneksikan
teorema-teorema matematika dengan kehidupan ekonomi
dan keuangan di harapkan intuisi bisnis akan tumbuh dengan
lebih kuat.

3
Fueed Ahmed, 2006. Ancaman kemiskinan.
4

Pemakaian Matematika dalam Ekonomi

Meluasnya penggunaan matematika juga dalam ilmu sosial


jelas terlihat pada ilmu ekonomi. Sebelum PD II analisis
ekonomi terutama secara verbal. Perlu dikemukakan bahwa
ekonomika verbal pun tidak luput sama sekali dari
pemakaian matematika yaitu bentuk analisis geometri
dengan diagram-diagram, namun pemakaian hitung
diferensial dan integral, persamaan diferensial dan diferensi,
aljabar vektor dan matrik pada umumnya tidak ada.

Penggunaan Matematika dalam analisis ekonomi sangat


menguntungkan: 1. Hubungan-hubungan antara besaran-
besaran dalam ekonomi dapat dinyatakan secara singkat dan
seksama 2. Perubahan-perubahan mudah dilambangkan,
diikuti dan dihitungkan 3. Tersedia teorema-teorema
matematika sebagai alat untuk dipakai 4. Definisi dan asumsi
harus dirumuskan secara tegas serta kesimpulan-kesimpulan
pada setiap langkah dalam proses analisis, sehingga
kekeliruan oleh uraian yang kabur dapat dihindarkan 5.
Penerapan matematika pada suatu teori ekonomi dapat
menampakkan keterbatasan-keterbatasan serta
kemungkinan-kemungkinannya.

Pemakaian Aljabar dalam ekonomi:

Pemakaian ini terinspirasi oleh Teori Maltus dalam buku An


Essay on the Principles of Population (1798):

“saya kira bahwa saya tanpa ragu-ragu dapat mengajukan


dua postulat. Pertama bahwa pangan perlu untuk hidup
5

manusia. Kedua bahwa napsu birahi antara kedua jenis


kelamin perlu dan kiranya akan tetap pada keadaannya yang
sekarang”

Untuk mendalami pernyataan Maltus ini, maka kita akan


gambarkan dalam satu grafik deret aritmetik an = a + (n-1) d
dengan a =12 dan d = 4, dan deret geometri an = arn-1 dengan
a = 1 dan r =2, kemudian kita akan menentukan titik deret
aritmetika terkejar oleh deret geometri.

Jawab:

Kita buat daftar deretnya

I 12 16 20 24 28 32 36

II 1 2 4 8 16 32 64

Dengan contoh ini, maka kita bisa mengembangkan pikiran


kita memahami penomena sosial ekonomi yang lain, seperti;
hutang-piutang, pertumbuhan produksi tahun ke-,
memperkiraan indeks produksi pertanian pada pola deret
tertentu, memahami bunga majemuk. Sampai pada
menjawab masalah; “sebuah mesin dengan harga Rp.
1.000.000,- mampu bekerja selama 8 tahun dan mempunyai
scrap value S = Rp. 100.000,- hitunglah tingkat depresiasi dan
harga bukunya sesudah 4 tahun?” dengan pengetahuan dari
maltus tadi maka kita bisa mengajari murid kita apa gunanya
kita mempelajari deret. Ternyata banyak masalah dalam
kehidupan kita sehari-hari bisa kita selesaikan!
6

Pemakaian Fungsi dalam ekonomi:4

Pemakaian fungsi Linier dalam ekonomi akan dijelaskan


dalam pentingnya matematika dalam memahami kurva
permintaan dan penawaran, kesetimbangan pasar, pajak dan
subsidi, titik impas, dan fungsi konsumsi.

Kesetimbangan pada kurva Penawaran dan Permintaan

Pemakaian fungsi takLinier dalam ekonomi akan dijelaskan


dalam pentingnya matematika dalam memahami kurva
permintaan, penawaran, kesetimbangan pasar, biaya
transpormasi produk dan seterusnya bahkan sampai
menjelaskan Kurva belajar.

Pemakaian Hitung Diferensial dalam ekonomi:5

Pemakaian hitung diferensial bisa kita jelaskan pada para


siswa kita bagaimana diferensial mampu menjelaskan biaya
total sampai laba, elastisitas permintaan dan penawaran,

4
Lihat A. Kronos, Element of Mathematical Economics hal 57-60, ini
merupakan pembahasan dari buku Samuelson, Foundation of
Economic Analisis hal 108-109 ( yang sudah di terjemahkan dalam
bahasa Indonesia (Samuelson & Nordhaus, Erlangga)
5
Lihat Samuelson, Economics hal 443 atau di Mubyarto, Pengantar
Ekonomi Pertanian hal 66
7

penerimaan total dan seterusnya sampai laba pada kondisi


monopoli. Kalau perlu sampai membicarakan ekonomi dan
keuangan negara berupa pendapatan, konsumsi dan
tabungan nasional, penerimaan pajak bahkan kalau perlu
menjelaskan bahwa hitung diferensial bisa membantu
pengusaha dalam memahami modal inventori!

Pemakaian Integral dalam ekonomi:

Pemakaian integral pada ekonomi bisa kita jelaskan pada


siswa bagaimana teorema matematika menjelaskan surplus
konsumen, surplus produsen sampai earnings.

Surplus konsumen Surplus produsen

Pemakaian Persamaan Diferensial dalam ekonomi:6

Pemakaian persamaan Diferensial pada ekonomi bisa kita


jelaskan pada siswa bagaimana teorema matematika
menjelaskan model ekonomi, model domar-harrod dan
model hutang domar.

Pemakaian Aljabar Vektor dan Matrix dalam ekonomi:7

6
Beberapa contoh menarik bisa di lihat di Johanes, H. Matematika
untuk ekonomi hal 371-377
8

Pemakaian Aljabar Vektor dan Matrix pada ekonomi bisa kita


jelaskan pada siswa bagaimana teorema matematika
menjelaskan ekonomi linear, analisis input-output,
programasi linear! Urgensi penggunaan hal ini bisa dilihat
dari taktik perang sekutu yang banyak di analisis oleh ahli
matematika pada PD II8.

Penutup

Apa yang hendak saya jelaskan adalah bahwa pembelajaran


matematika adalah pembelajaran di lorong gelap yang terjal
dan berliku, kemudian setiap pembelajar harus menerima
saja kemudian memunguti setiap obor yang di jumpai dengan
harapan suatu saat kelak akan paham dengan sendirinya
adalah pemikiran yang sangat berbahaya. Saya percaya
pembelajaran matematika tidak lah perlu kering.
Pembelajaran matematika bisa saja jadi menarik, dengan
mengetahui jelas hendak di bawa kemana seorang siswa
dalam mempelajari matematika, maka di harapkan siswa
belajar lebih keras dan optimis, karena dia paham betul
tujuannya. Dan dipilihnya basis ilmu ekonomi agar bangsa
kita kelak bukan lagi bangsa penonton produk kita yang di
jual kembali pada kita dengan label baru, tetapi bangsa yang
penuh keyakinan dan perhitungan yang tidak verbal belaka

7
Pada Ekonomi linear ini terdapat 3 bagian utama; Teori permaian
yang di ajukan Neumann (1928), Analisis input-output oleh Leontief
(1936) dan Programasi linear oleh Dantzig (1947)
8
Coba perhatikan latar belakang pengembangan program linear
atau yang di kenal di lingkungan ekonomi sebagai System Riset
Operasi.
9

berhasil memposisikan dirinya sebagai pencetus ide,


produsen sekaligus distributornya untuk kesejahteraan
bangsa secara umum!

Intuisi bisnis yang ditanam terus menerus dalam


pembelajaran matematika juga akan menumbuhkan
kreatifitas dalam mengaplikasikan pengetahuan lain yang di
dapat pembelajar. Setidaknya bisa menjadi stimulus. Jika
pembelajaran matematika saja bisa sebegitu clear
pemanfaatannya, apalagi pengetahuan lain? Walau
bagaimanapun Jhon von Neumann (1956) mengatakan
bahwa konsep matematika berawal dari pengamatan
empiris, namun begitu konsep tersebut terbentuk terjadilah
kehidupan tersendiri dan terpisah dari sumber empirisnya.
Pengembangan pembelajaran matematika di sekolah dasar
dan menengah kedepan tentu tidak melulu mesti dalam
terapan ekonomi dan keuangan, kita bisa mencari dalam hal
lain seperti; seni budaya, arsitektur dll. Semoga.

Daftar Pustaka

Brocket, R.W. (1972) The Synthesis of Dinamical Systems in


the special issues Symposium on the future of Applied
Mathematics. Quart Appl. Math 30: 41-50.

Kooros, A. (1965) Elements of Mathematical Economics,


Houghton Mifflin, Boston.
10

Lewis, JP. (1959) An Introduction to Mathematical for


Students of Economics, Macmillan, London.

Pratama. (2009) Makro ekonomi dan Micro ekonomi, UI


Press.

Lampiran:

Penyelesaian pada contoh pemakaian aljabar:

Sebuah mesin dengan harga Rp. 1.000.000,- mampu


bekerja selama 8 tahun dan mempunyai harga residu
(scrap value) S = Rp. 100.000,- Hitunglah tingkat
depresiasi dan hrga bukunya sesudah 4 tahun.
Jawab;
Misalkan tingkat depresiasi = d% maka harga buku
mesin sesudah satu tahun C1=C – Cd = C(1-d), maka
sesudah dua tahun C2= C(1-d)2, dan sesudah n tahun
Cn= C(1-d)n
Sesudah n = 8 tahun, maka
C8= C(1-d)8 =S
2
1000000 (1-d) = 100000
6 + 8 log (1-d) = 5
8 log (1-d) = -1
log (1-d) = -0,125
= 0,875 – 1
1 – d = 0,749
d = 0,251
d = 25,1%
11

harga buku sesudah 4 tahun = C4


C4 = C (1-d)4
log C4 = log C + 4 log (1-d)
= 6 + 4 (-0,125)
= 5,5
C4 = Rp. 316.957,-