Anda di halaman 1dari 3

KONSELING GIZI UNTUK LANSIA PENDERITA HIPERTENSI

Membangun Dasar-dasar Konseling


Ahli Gizi : Selamat siang ibu, silakan duduk. Saya Anisa, ahli gizi yang saat ini bertugas
di posyandu ini. Saya bersama ibu siapa?
Klien : Selamat siang mbak, dengan Sri Wahyuningsih.
Ahli Gizi : Baik, Ibu Sri. Apakah ibu mempunyai KMS untuk lansia?
Klien : Oh iya ada, Mbak. Ini kartunya.
Ahli Gizi : Maaf sebelumnya, Bu. Konseling ini akan menyita waktu kurang lebih 15
menit, apakah ibu bersedia?
Klien : Iya, Mbak, saya bersedia.
Ahli Gizi : Baik, Bu. Disini nanti kita akan mencari pemecahan masalah gizi yang dialami
oleh ibu.
Klien : Baik, Mbak.
Ahli Gizi : Berdasarkan data yang ada di kartu ini, tekanan darah ibu tinggi sehingga ibu
dianjurkan untuk menjalani diet rendah garam. Diet rendah garam adalah
pengaturan makanan dengan pembatasan pemberian natrium yang berasal dari
bahan makanan, makanan, garam dapur, penyedap rasa, baking soda, dan
makanan yang diawetkan dengan garam. Jadi, berhubungan dengan pola
makan. Diet ini dapat diberikan kepada pasien tekanan darah tinggi, penyakit
hati dan ginjal tertentu. Jadi, pada konseling ini kita akan mendiskusikan
perubahan pola makan mengikuti anjuran makanan yang boleh dan tidak boleh,
serta jenis dan jumlah yang tepat untuk seseorang yang menjalani diet ini. Jadi,
saya berharap Ibu Sri bersedia bekerjasama untuk keberhasilan proses
konseling ini.

Melakukan Pengkajian Gizi


Ahli Gizi : Berdasarkan data yang tersedia di kartu ini, BB ibu 60 kg, TB ibu 163 cm,
usia ibu 56 tahun, jadi hasil perhitungan IMT ibu 22, 6 kg/m2 dimana
dikategorikan normal. Selain itu, tekanan darah ibu 160/100 mmHg yang
berarti tekanan darah ibu tinggi.
Maaf sebelumnya, Ibu, untuk keseharian ibu di rumah biasanya mengonsumsi
apa saja? Bisa ibu sebutkan mulai dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buahnya.
Klien : Biasanya kalau di rumah saya makan nasi, lauknya oseng-oseng sama ikan
asin dan tempe atau tahu goreng, Mbak. Saya juga masak sop wortel dan bening
bayam tetapi jarang karena saya tidak suka yang berkuah-kuah gitu, Mbak.
Saya juga sangat suka masakan yang berasa gitu jadi saya melebihkan
garamnya dan saya tambahkan Masako. Kalau buah, saya suka saja dengan
semua buah tetapi saya jarang makan buah, Mbak, hanya kalau tersedia di
rumah atau kalau lagi ingin saja.
Ahli Gizi : Untuk garamnya, kira-kira berapa takaran untuk garam dan Masako yang ibu
tambahkan?
Klien : Kalau garam biasanya 4 7 sdm dan Masakonya bisa setengah dari
kemasannya, Mbak.
Ahli Gizi : Kalau untuk cemilannya, biasanya ibu mengonsumsi apa?
Klien : Saya jarang ngemil, Mbak. Kadang seminggu 3 kali saya membuat roti kalau
lagi pingin di rumah, seperti roti bolu, kue kering, pokoknya roti atau kue gitu
lah, Mbak.
Ahli Gizi : Oh, iya, Bu, untuk keluarga ibu, apakah ada yang menderita tekanan darah
tinggi?
Klien : Tidak ada, Mbak.
Ahli Gizi : Baik, Ibu. Setelah mendengar penjelasan tersebut, ibu kelebihan asupan
natrium yang berasal dari konsumsi garam yang berlebihan dan juga sering
menggunakan penyedap rasa. Selain itu, 3 kali seminggu ibu membuat roti atau
kue dimana dalam pembuatan roti atau kue tersebut pasti menggunakan baking
soda. Oleh karena itu, tekanan darah ibu tinggi yang disebabkan oleh kadar
natrium yang berlebih dan natrium yang berlebih membuat darah ibu menjadi
lebih kental sehingga darah dipompa/ditekan lebih kuat yang menyebabkan
tekanan darah ibu naik.

Melakukan Intervensi Gizi


Ahli Gizi : Jadi, mulai saat ini ibu harus berusaha untuk mengurangi penggunanan garam
dan penyedap rasanya ya, Bu. Juga untuk camilannya, ibu bisa menggantinya
dengan buah yang rendah natriumnya. Selain itu, disini ada beberapa makanan
yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penderita tekanan darah tinggi
sehingga ibu bisa memilih makanan yang ibu sukai dan tersedia di lingkungan
ibu.
Klien : Iya, Mbak, saya akan berusaha untuk mengurangi garam dan penyedap
rasanya.
Ahli Gizi : Dari leaflet tersebut, ibu tidak boleh mengonsumsi bahan makanan yang tidak
dianjurkan jadi ibu memilih bahan makanan yang dianjurkan yang mana ibu
sukai. Karena hampir semua bahan makanan yang dianjurkan yang tercantum
di leaflet ini harus mengurangi jumlah takaran garam atau makanan yang di
awetkan dengan garap dapur atau makanan kalengan, jadi ibu bisa
mengonsumsi semua bahan makanan yang ibu sukai dengan ketentuan yang
sudah saya jelaskan. Selain itu, bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk
ibu, yaitu biskuit, krakers, roti tawar, keju, sosis, kecap, tauco, terasi, saos
tomat, petis, margarin dan mentega biasa, baking soda/powder, ikan asin,
dendeng, abon, sayur asin, acar, dan makanan kalengan. Untuk daging, ikan,
dan ayam maksimal 2 potong sedang sehari dan telurnya 1 butir sehari.
Sedangkan bahan makanan yang dianjurkan untuk ibu, yaitu beras, beras ketan,
jagung, kentang, misoa, tepung terigu, kacang hijau, tahu, tempe, bayam,
kacang kapri, kol, buncis, kembang kol, avokad, apel, jeruk, pepaya, kopi, teh,
gula, selai, dan gula merah. Jadi, bahan makanan tersebut bisa ibu konsumsi
setiap hari.
Klien : Baik, Mbak, akan saya coba di rumah. Oh ya, tadi mbak bilang kalau kecap
dan terasi gak boleh ya mbak, jadi kalau saya membuat oseng-oseng tidak perlu
pakai kecap?
Ahli Gizi : Iya, Bu, betul. Ibu tidak perlu pakai kecap kalau membuat oseng-oseng. Dan
juga, kalau ibu membeli makanan kemasan, ibu membaca terlebih dahulu label
yang tertera pada kemasan. Pada label tersebut tercantum kandungan energi
dan zat gizi dari makanan tersebut termasuk natrium yang biasa disingkat
dengan Na. Jadi, kalau bisa ibu memilih makanan yang natriumnya kurang dari
100 mg. Nah, di leaflet juga terdapat contoh menu sehari yang bisa ibu coba di
rumah. Makan pagi terdiri dari nasi, telur dadar, dan tumis kacang panjang,
untuk selingannya yaitu bubur kacang hijau. Makan siang terdiri dari nasi, ikan
acar bumbu kuning, tahu bacem, sayur lodeh, dan pepaya. Makan malam terdiri
dari nasi, daging pesmol, tempe mendoan, cah sayuran dan pisang. Dari menu
tersebut, ibu bisa mengganti bahan makanannya dengan bahan makanan yang
ibu sukai. Untuk penggunaan kecapnya, kalau bisa dikurangi atau dihilangkan,
dan bisa diganti dengan olahan lain. Baik, Ibu. Dari penjelasan saya tersebut,
apakah ada yang ingin ibu tanyakan?
Klien : Tidak ada, Mbak, sudah jelas semuanya.
Ahli Gizi : Baik, Ibu. Sekarang ibu bisa mengulang kembali apa yang sudah saya
sampaikan.
Klien : Saya harus mengurangi garam dan penyedap rasa. Tidak menggunakan kecap
untuk oseng-oseng, tidak boleh makan makanan yang asin-asin, makanan
kalengan, makanan dengan baking soda, dan membaca label kemasan terutama
kandungan natriumnya.
Ahli Gizi : Iya, betul sekali, Ibu. Untuk leafletnya bisa ibu simpan, jadi kalau ibu lupa
atau kurang jelas bisa melihat leaflet tersebut atau menghubungi nomor saya
yang sudah tercantum di leaflet tersebut. Baik, Ibu Sri, terima kasih atas
kunjungannya dan semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi ibu.
Saya mohon maaf jika selama konseling ada perkataan atau perbuatan saya
yang menyinggung perasaan ibu. Sekali lagi terima kasih, Ibu Sri.

Anda mungkin juga menyukai