Anda di halaman 1dari 6

EMBRIOLOGI KULIT

Keterangan : Perkembangan organ kulit. Mula-mula kulit tersusun atas selapis ectoderm dan
mesenkim yang terletak di bawahnya. A) Lalu suatu lapisan tipis peridermis terbentuk di atas
epitel silindris stratum basale. B) Mulai dari bulan ke-3 epidermis lebih berlapis-lapis. C) dan
akhirnya mulai membentuk lapisan tanduk.D). a) Kira-kira bulan pertama, b) kira-kira bulan ke
2, c) kira-kira bulan ke-3, d) mulai bulan ke-5

Dengan pemisahan cakram mudigah dari yolk sac dan terbentuknya tubuh embrio yang
berdimensi-tiga melalui pembentukan mesenkim yang berasal dari somit, embrio mendapatkan
selubung ectoderm di semua sisinya, yang tetap berhubungan dengan amnion melalui tali pusat.
Lapisan epitel selubung ini (peridermis) mula-mula hanya terdiri dari satu lapis dan sangat tipis.
Lapisan ini bertumpu pada lapisan mesenkim yang kaya akan proteoglikan tanpa pembuluh
darah, yang berasal dari segmen dermatom somit di daerah batang tubuh, dari somatopleura di
daerah ekstrimitas dan dari ektomesenkim Krista neuralis di daerah kepala. Mesenkim ini
menginduksi diferensiasi lebih lanjut dari bakal epidermis ektodermal kea rah struktur yang
tipikal untuk setiap daerah tubuh. Contohnya, epidermis dinding perut bersifat tipis dan elastic,
sedangkan epidermis pada telapak tangan dan telapak kaki akan menebal dan tahan terhadap
daya mekanik. Perkembangan pertumbuhan rambut, pembentukan pigmen dan distribusi kelenjar
untuk setiap daerah yang khas ditentukan oleh mesenkim dermis (corium) melalui sekresi factor
yang spesifik.

Pada bulan ke-2 epidermis ektodermal menjadi dua lapis (epitel permukaan dan lapisan basal).
Lapisan sel permukaan (peridermis) terdiri atas sel-sel yang tipis, lebar, pipih dan mampu
membelah, yang menangani pertukaran sejumlah besar zat (air, elektrolit, glukosa, dll) dengan
cairan amnion. Lapisan sel basal bersandar pada suatu membrane basal dan pada bulan ke-3
mulai berproliferasi dengan giat sehingga epidermis menjadi tiga lapis dan beberapa lapis lebih
banyak pada bulan ke-5. Pada bulan ke-5 juga, prose keratinisasi dimulai, yakni terbentuknya
selapis stratum korneum sehingga peridermis akhirnya berdegenerasi.
Keratinosit menyekresi factor penghambat-mitosis (chalone), yang mengurangi
kecepatan mitosis sel basal, sedangkan sel mesenkim dermis menyekresi factor (contoh, factor
pertumbuhan epidermis EGF) yang meningkatkan kecepatan pembelahan epitel. Dengan cara ini,
terbentuk suatu system umpan balik antara lapisan permukaan dan lapisan kulit embrional yang
lebih dalam, dan mencegah terjadinya proses perkembangan atipik setempat dalam satu arah.

Mulai pada bulan ke-3, melanosit juga bermunculan pada epidermis, yang berasal dari
Krista neuralis, namun granula pigmennya (melalui melanosom) tidak disimpan, melainkan
diberikan ke sel epidermis basal (transfer pigmen), yang menimbulkan warna kecoklatan pada
kulit.

Perkembangan organ tambahan kulit (skin appendages) diinduksi oleh mesenkim dermis.
Pada minggu ke-12, penebalan epidermis sudah dimulai di berbagai tempat dan membentuk
bakal rambut epithelial. Tunas epidermal tumbuh ke dalam dan berubah bentuk menjadi seperti
cangkir, yang menampung mesenkim papilla rambut. Melalui proses keratinisasi spesifik, di sini
terbentuk rambut-rambut terminal yang lebih kuat.

Dari bakal rambut epidermal terbentuk kelenjar sebasea dengan sekret yang melapisi
kulit embrio dengan lapisan berminyak tipis, yang disebut verniks kaseosa. Otot penegak rambut
(m. arrector pili) yang terdiri atas sel otot polos berkembang.

Sumber :Rohen Johannes W. Lutjen Drecoll, Elke, Widjaja Harjadi, Frans Dany. Embriologi
Fungsional :Perkembangan Sistem Fungsi Organ Manusia Edisi 2. Jakarta : EGC. 2008

STRUKTUR KULIT

Kulit terbagi atas dua bagian : Epidermis dan dermis. Lapisan epidermis adalah lapisan terluar
dari kulit, terdiri dari epitel skuamosa bertingkat. Dermis adalah lapisan tebal yang terletak di
bawah epidermis, tetapi pada dermis. Lapisan subkutaneus (hypodermis) sebenarnya bukan
merupakan bagian dari kulit. Walaupun begitu, epidermis erat hubungannya dengan fungsi
proteksi kulit. Hipodermis terdiri dari banyak jaringan adipose dan jaringan penghubung areolar.
Struktur tersebut membantu mempertahankan struktur kulit, menyimpan lemak, dan bertindak
sebagai insulator termal dan mekanikal. Karena banyaknya jaringan lemak yang terkandung,
pada orang yang mengalami kenaikan berat badan, lapisan ini akan semakin tebal (spesifik
gender pada orang dewasa, misalnya wanita akan memiliki tumpukan lemak yang lebih tebal
pada pinggul, paha, dan dada, sementara pria pada abdomen.

WARNA KULIT

Dua factor yang menentukan warna kulit : kuantitas dan distribusi dari pigmen melanin
dan karoten pada kulit dan sirkulasi darah. Melanin adalah pigmen kulit yang terbuat dari asam
amino. Melanin memiliki 2 bentuk : kuning hingga merah (pheomelanin) dan coklat hingga
hitam (eumelanin). Walaupun hanya diproduksi oleh oleh melanosit, melanin secara kontinu
dilepaskan melalui eksositosis. Sel-sel di sekitar akan mengakumulasi pigmen dengan
endositosis.

Hal yang paling penting untuk mendeterminasi produksi melanin adalah predisposisi
genetic orang tersebut yang adalah karakteristik spesifik yang diturunkan. Melanosit juga
distimulasi oleh pajanan terhadap sinar matahari. Respon meningkatnya produksi melanin
terhadap pajanan sinar matahari. Respon meningkatnya produksi melanin terhadap pajan sinar
matahari adalah mekanisme yang berfungsi melindungi DNA dari pajanan UV. Bagaimanapun
juga, eksposure yang berlebihan menyebabkan menggumpalnya serat elastin yang dapat
menyebabkan kerutan juga lathery-looking skin. Eksposure terhadap UV juga menurunkan
system imun sementara juga merusak DNA cukup jauh untuk dapat menyebabkan kanker kulit.
Flek kulit adalah penumpukan local melanin pada kulit.

Karoten adalah pigmen kuning-jingga yang dapat mempengaruhi warna kulit. Karoten
dapat ditemukan pada banyak jenis makan termasuk wortel, apricot, dan jeruk. Karoten biasanya
terakumulasi di stratum korneum dan di dalam jaringan lemak dermis. Warna karoten paling
jelas terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.

Sumber : Douglas Light. Cells, Tissues, and skin. 2004. Halaman: 93-113. Chealsea House.

Aging

Tanda Penuaan

Terdapat pengaruh umur pada system yang ada di dalam tubuh kita, salah satunya adalah
kulit. Pubertas yang terjadi selama masa remaja menandai dimulainya maturasi optimal fungsi
tubuh termasuk salah satunya kesehatan kulit. Setelah usia 21 tahun, fungsi kesehatan tubuh
cenderung menurun konstan dan akan menurun dengan perlahan hingga masa tua. Proses
penurunan fungsi tubuh disebut penuaan. Pada umumnya penuaan terjadi pada usia 40 akhir, dan
menyebabkan perubahan-perubahan pada kulit, misalnya:

a) Semua lapisan epidermis akan menipis dan menjadi lebih rapuh karena aktivitas sel
(mitosis) berkurang, membuat orang tua lebih rentan terhadap cidera dan infeksi kulit.1
b) Kulit akan menjadi berkeriput karena serat kolagen dan serat elastin menjadi memburuk/
tidak berfungsi dengan baik lagi. Sistem integument menjadi lebih lemah, kurang elastic,
dan muncul keriput.1
c) Jumlah sel Langerhans berkurang hingga 50% dari jumlah saat pematangan (sekitar usia
21 tahun). Pengurangan jumlah tersebut dapat mengurangi sensitivitas system imun dan
meningkatkan risiko cidera kulit dan infeksi.1
d) Produksi vitamin D berkurang sekitar 75% sehingga mengurangi penyerapan kalsium dan
fosfat, yang dapat mengarah pada kelemahan otot dan reduksi kekuatan dan densitas
tulang.1
e) Aktivitas melanosit menurun, dan pada individu berkulit putih kulitnya menjadi lebih
pucat. Berkurangnya jumlah melanin menyebabkan tubuh lebih sensitive terhadap
paparan sinar matahari dan mengalami luka bakar (sunburn). Terkadang ada melanosit
yang lebih aktif sehingga timbul bercak hitam pada kulit.1
f) Kelenjar sebaseus dan kelenjar keringat akan menjadi kurang aktif. Karena kurangnya
produksi minyak kulit menjadi kering dan rentan terkena infeksi. Kurangnya produksi
keringat menyebabkan regulasi temperature pada keadaan panas akan menjadi lebih
sulit.2Orang yang lebih tua tidak dapat membuang kalor secepat orang yang lebih muda,
maka orang yang lebih tua berisiko lebih besar untuk mengalami overheat pada
lingkungan yang panas.1
g) Jumlah darah ke dermis berkurang. Dinding pembuluh darah menebal dan kurang
permeable, jaringan lemak subkutan berkurang. Pengurangan aliran darah membuat kulit
lebih dingin sehingga merangsang termoreseptor membuat seseorang merasa dingin di
ruangan yang hangat. Penurunan sirkulasi darah dan fungsi kelenjar keringat pada orang
tua mengurangi kemampuan mereka untuk melepas panas.1
h) Folikel rambut berhenti berfungsi dan memproduksi rambut yang lebih halus dan tipis.
Dengan berkurangnya aktivitas melanosit, rambut tersebut menjadi berwarna abu-abu
atau putih.2
Sumber :
1. Martini FH. Fundamentals of Anatomy and Physiology. 7 th ed. San Fransisco: Pearson
Education Inc. 2006
2. Scanlon VC, Sanders T. Essentials of Anatomy and Phisiology. 5th ed. Philadelphia: FA
Davis Company. 2007

Nutrisi

Vitamin

Vitamin A (Retinol)

Peran penting dari vitamin A meliputi: perkembangan, proliferasi epitel, keratinisasi, dan
proses transduksi sinyal visual di retina. Kekurangan vitamin A dapat menurunkan imunitas
terutama dalam produksi antibody, aktivitas natural killer, dll. Kekurangan vitamin A dalam
jumlah besar dapat menyebabkan dermomalacia. Secara histology, kulit yang kekurangan
vitamin A menunjukan gambaran hiperkeratinisasi primer dan hyperplasia epidermis, lapisan
basal mengalami deposisi melanin, kelenjar sebasea mengalami penurunan jumlah, hipofunsional
kelenjar sudorifera, acne impertigo dan carbuncle.

Vitamin B Complex

Vitamin ini berasal dari makanan atau disintetis dari triptofan dengan coenzim piridoksin.

1. Riboflavin
Riboflavin akan dimetabolisme menjadi flavin mononucleotide (FMN) dan flavin-adenin
Nucleotide (FAD). Metabolit ini berperan sebagai coenzim reaksi redoks pembentukan
superoksida, metabolism purin,. Jika mengalami defisiensi, maka akan menimbulkan efek
oro-oculogenital syndrome. Angular stomatitis, cheilosis, dan dermatitis pada scrotum
dan vulva dapat terjadi.
2. Cyanocobalamin
Vitamin ini berperan sebagai kofaktor reaksi perubahan metylmalonyl CoA menjadi
succinyl Coa dan sintesi methionin dari homostein. Akibat defisiensi vitamin ini yaitu
munculnya hiperpigmentasi macula dan patches.
3. Thiamin
Vitamin ini (Thiamin pyrofosfat) berperan dalam metabolism karbohidrat dan menjadi
koenzim untuk jalur pentose monofosfat. Defisiensi vitamin ini dapat menimbulkan beri-
beri. Efek pada kulit yaitu munculnya angular stomatitis dan glossitis.
4. Biotin
Biotin adalah koenzim proses karboksilasi. Umumnya ditemukan pada kuning telur,
legume, dan kacang-kacangan. Defisiensi umumnya terjadi karena terlalu banyak
konsumsi putih telur: avidin yang terkandung menghambat penyerapan biotin. Defisiensi
biotin dapat menimbulkan deskuamasi pada ekstrimitas, dermatitis, dan atrofi lidah.

Vitamin C (Asam Askorbat)

Peran penting vitamin ini yaitu pada pebentukan kolagen. Hidroksilasi prolin dan lisin
memerlukan asam askorbat sebagai kofaktor enzim prolil hidroksilase. Defisiensi ini
menimbulkan scurvy.

Sumber : Freedberg IM, Eisen AZ, Wolf K, Austen KF, et al. Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine 6th ed. McGraww-Hill. 2003

Faktor-faktor penting dalam interaksi antara keratinosit dan melanosit yang menyebabkan
pigmentasi pada kulit:6
1. kecepatan pembentukan granul melanin dalam melanosit
2. perpindahan granul ke dalam keratinosit, dan
3. penempatan terakhirnya dalam keratinosit
Mekanisme umpan balik bisa bertahan selama dalam keratinosit

Ross MH, Kaye GI, Pawlina W. Histology: A Text and Atlas. 4th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams
& Wilkins, 2003:638.

Jenis-jenis kulit

a. Kulit Normal
Kulit jenis ini merupakan kulit yang sehat dimana kelenjar lemak memproduksi minyak tidak
berlebihan, sehingga tidak menimbulkan penyumbatan pada pori-pori kulit. Tanda-tanda kulit normal
antara lain : kulit lembut, halus, segar, bercahaya, sehat, pori-pori tidak kelihatan, tonus (daya
kenyal) kulit bagus. Kulit normal biasanya dijumpai pada anak-anak sampai menjelang remaja.
b. Kulit Berminyak
Kulit berminyak disebabkan oleh sekresi kelenjar sebasea yang berlebihan. Ciri-ciri kulit berminyak
adalah kulit kelihatan basah dan mengkilat, pori-pori jelas terlihat, sering terdapat jerawat atau acne,
kulit terlihat pudar dan kusam. Kulit berminyak umumnya terdapat pada usia remaja dan dewasa.

c. Kulit Berminyak Sensitive (sensitive oily skin)


Kulit jenis ini tanda-tandanya sama dengan kulit berminyak hanya terdapat pembuluh darah
yang melebar dan rusak, sehingga terlihat garis-garis atau guratan-guratan merah disekitar hidung
dan pipi. Penyebab kulit berminyak sensitive adalah kelenjar lemak sangat berlebihan dalam
memproduksi lemak sehingga kadang berkomedo dan bereaksi cepat terhadap panas, dingin dan
iritasi.
d. Kulit Kombinasi (Campuran)
Kulit kombinasi merupakan gabungan lebih dari satu jenis kulit seperti kulit kering dan berminyak.
Tanda-tandanya kulit kelihatan mengkilat pada bagian tengah muka, di sekitar hidung, pipi dan dagu.
Kulit jenis ini umumnya terdapat pada usia dewasa.

e. Kulit Kering
Kulit kering sering terdapat pada orang dewasa dan orang-orang yang telah lanjut usianya.
Penyebabnya adalah akibat ketidakseimbangan sekresi sebum. Ciri-ciri kulit kering antara lain:
bagian tengah muka normal, disekitar pipi dan dahi kering,tidak lembab dan tidak berminyak, halus,
tipis dan rapuh. Kulit kering cepat menjadi tua karena kelenjar lemak tidak berfungsi dengan baik.

f. Kulit Kering Sensitive


Jenis kulit ini sama dengan kulit kering hanya terdapat pembuluh darah yang melebar
disekitar hidung dan pipi sehingga timbul garis-garis atau guratan didaerah tersebut.
g. Kulit gersang ( Dehydrated Skin)
Kulit gersang adalah kulit yang sangat kering. Penyebabnya zat cair atau pelembab didalam
kulit sangat terbatas. Umumnya terdapat pada usia remaja, dewasa ataupun usia lanjut.
Berdasarkan perbedaan genetik yang penting dalam hal kemampuan merespon terhadap radiasi
ultraviolet (UV), maka kulit terbagi atas tipe-tipe tertentu (james, 2009), yaitu:

a. Tipe I : selalu terbakar, tak pernah menjadi coklat


b. Tipe II : mudah terbakar, jarang menjadi coklat
c. Tipe III : kadang-kadang terbakar, mudah menjadi coklat
d. Tipe IV : tidak pernah terbakar, mudah menjadi coklat
e. Tipe V : secara genetik coklat ( India atau Mongoloid)
f. Tipe VI : secara genetik hitam (Kongoid dan Negroid)

Respon pertama terhadap radiasi UV adalah peningkatan distribusi melanosom. Hal ini dengan cepat
dapat meningkatkan pigmentasi pada lapisan basal (stratum basalis), sehingga warna kulit menjadi
coklat karena sinar matahari. Bila stimulasi dihentikan, warna coklat dapat dihentikan, warna coklat
cepat menghilang atau mengelupas seiring dengan pergantian normal epidermis. Bila kulit terpapar
dengan sinar matahari lebih lama, maka produksi melanin meningkat lagi secara permanent.