Anda di halaman 1dari 4

MATA KULIAH : MANAJEMEN K-3

Dosen : H. Herman, S.Pd., M.Kes


Tugas : SOAL-JAWAB

1. Apa pengertian perencanaan?


Pengertian perencanaan adalah suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilakukan di
masa mendatang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini adalah
keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium.
2. Perencanaan meliputi apa saja?
Identifikasi sumber bahaya, penilaian dan pengendalian faktor risiko.
3. Tuliskan jenis potensial lokasi pekerja yang paling berisiko secara Fisik..
- Bising, laundry, dapur, gedung gensetboiler
- Getaran, ruang mesin-mesin dan peralatan yang menghasilkan getaran (ruang gigi dll)
perawat, cleaning service dll.
- Debu genset, bengkel kerja, laboratorium, gudang rekam medis, incinerator petugas
sanitasi, teknisi gigi, dapur, laundry, incinerator, boiler pekerja dapur, pekerja laundry,
petugas sanitasi, Radiasi, X-Ray, ruang fisioterapi, unit gigi Ahli radiologi, fisioterapi dan
petugas roentgen gigi.
4. Apa saja yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaan hubungan karyawan dan
organisasi?
Adanya organisasi karyawan,
Keterbukaan manajemen,
Dukungan karyawan/ pekerja,
Komitmen pucuk pimpinan,
Pengembangan komunikasi,
Hubungan yang harmonis antara karyawan dan organisasi.
5. Sebutkan 3 hal yang terkait dalam K3!
- Pencegahan
- Perawatan
- Perbaikan
6. Apakah kegunaan P2K3 (Pedoman Pelaksanaan Kesehatan Keselamatan Kerja)?
P2K3 digunakan untuk melindungi kesejahteraan pekerja atau buruh guna
mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan
dan kesehatan kerja.
7. Apa sajakah bahaya-bahaya dalam lingkungan kerja menurut BOHLE & QUINLAND?
Zat-zat kimia berbahaya, antara lain :
Racun, zat mudah terbakar, mudah meledak, berkarat.
Bahaya Fisik (Physical hazard), antara lain:
Suara, getaran, pergantian suhu yang terlalu cepat.
8. Apa yang menyebabkan kecelakaan kerja?
Kejadian yang bersifat kebetulan.
Tindakan-tindakan yang tidak aman.
Kondisi tidak aman.
Karakteristik personal.
Kondisi pekerjaan.
9. Sebutkan contoh-contoh yang termasuk tindakan yang tidak aman!
Membuang bahan-bahan berbahaya.
Bekerja dengan kecepatan yang tidak aman.
Menggunakan peralatan secara tidak aman.
Mengambil posisi kerja yang tidak aman.
10. Apa yang dilakukan jika terjadi kecelakaan?
Personalia membuat laporan kecelakaan kerja.
Disnaker melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan kerja.
11. Perencanaan meliputi apa saja
Identifikasi sumber bahaya
Penilaian
Pengendalian faktor risiko
12. Tujuan perencanaan adalah
Agar tercapai keberhasilan system manajemen K3 dengan sasaran yang jelas dan
dapat diukur.
13. Fungsi perencanaan adalah
suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini adalah keselamatan dan kesehatan
kerja di laboratorium.
14. Dalam perencanaan, kegiatan yang ditentukan meliputi :
a. apa yang dikerjakan
b. bagaimana mengerjakannya
c. mengapa mengerjakan
d. siapa yang mengerjakan
e. kapan harus dikerjakan
f. di mana kegiatan itu harus dikerjakan
15. Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium bertujuan
menyusun garis besar pedoman keamanan kerja laboratorium
memberikan bimbingan, penyuluhan, pelatihan pelaksanaan keamanan kerja laboratorium
memantau pelaksanaan pedoman keamanan kerja laboratorium
memberikan rekomendasi untuk bahan pertimbangan penerbitan izin laboratorium
mengatasi dan mencegah meluasnya bahaya yang timbul dari suatu laboratorium
16. Fungsi pelaksanaan atau penggerakan
adalah kegiatan mendorong semangat kerja bawahan, mengerahkan aktivitas bawahan,
mengkoordinasikan berbagai aktivitas bawahan menjadi aktivitas yang kompak (sinkron),
sehingga semua aktivitas bawahan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
sebelumnya.
17. Kapan pelaksanaan K3 di lakukan
1. Pada saat melakukan kegiatan dan sesuai dengan SOP
2. Ada promosi kesehatan didalam setiap ruangan berupa peringatan atau perhatian,
3. Pemusnahan bahan habis pakai sesuai dengan SOP
4. Pemeriksaan kesehatan secara berkala
5. Ada makanan tambahan
6. Monitoring dan evaluasi
18. Pelaksanaan K3 diawali dengan cara
Mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat
hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian, untuk mengurangi biaya
perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja.
19. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap pelaksanaan
1. Mengenakan peralatan pelindung tubuh dengan baik.
2. Mengambil dan memeriksa peralatan dan bahan yang akan digunakan.
3. Merangkai alat yang digunakan dengan tepat, dan mengambil bahan kimia secukupnya.
4. Penggunaan bahan kimia JANGAN SAMPAI BERLEBIHAN karena dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan.
5. Membuang sisa percobaan pada tempatnya sesuai dengan sifat sisa bahan yang digunakan.
6. Bekerja dengan tertib, tenang dan tekun, catat data-data yang diperlukan.
20. Tahap pasca pelaksanaan
1. Kembalikan peralatan dan bahan yang digunakan sesuai posisi semula.
2. Hindarkan bahaya yang mungkin terjadi dengan mematikan peralatan listrik, kran air, menutup
tempat bahan kimia dengan rapat (dengan tutupnya semula).
3. Bersihkan tempat atau meja dimana kalian bekerja.
4. Melepas APD yang digunakan dan tidak dibawah pulang kerumah.
5. Keluarlah dari laboratorium dengan tertib.

Herwati Kongle
NIS. PO. 71.4.203.12.2.101

Anda mungkin juga menyukai