Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT PADA

RUMAH SEWA WISMA KARTIKA DAN RUMAH WARGA DI


DRAMAGA, BOGOR

ANALYSIS OF SOLID WASTE MANAGEMENT SYSTEM AT


THE RENT HOUSE WISMA KARTIKA AND HOUSE IN
DRAMAGA, BOGOR
Lussiany Bahunta
Selasa Kelompok 8
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Jalan
Raya Dramaga, Bogor, Jawa Barat, 16003
bahuntalussiany@gmail.com

METODOLOGI

Sistem Pengumpulan Sampah


Sistem pengumpulan sampah merupakan sistem yang digunakan untuk
mengangkut sampah dari sumber ke TPS dan dari TPS ke TPA. Metode yang
digunakan pada penelitian ini adalah dengan observasi langsung ke lokasi
penelitian dan tempat pembuangan sementara atau tempat pembuangan akhir.
Observasi meliputi wawancara dengan petugas pengumpul sampah dari lokasi
penelitian ke TPS atau TPA dan ketua RW sehingga data-data dan teknis
pelaksanan pengumpulan dapat diketahui. Setelah teknis pelaksanan diperoleh,
dilakukan kegiatan pengklasifikasian terhadap teknik operasional TPS tersebut.
Jumlah alat pengumpul dengan kapasitas 1 m3 di perumahan dihitung menurut
SNI 3242-2008 tentang Pengelolan Sampah di Permukiman melalui persaman 1.2

(Jumlah sampah anorganik di (A / B / D)) / (Jumlah Ts di C) / (% sampah halaman)


= ... (1.2)
Kk fp Rk

Jumlah alat pengumpul secara langsung dihitung melalui persaman 1.3

( )+(Ts jalan) /
= ............................................................................ (1.3)
Kapasitas Truk1,2Ritasi

Keterangan:
Jp = jumlah alat pengumpul
A = jumlah rumah mewah
B = jumlah rumah sedang
C = jumlah rumah sederhana
D = jumlah jiwa di rumah susun
Ts = timbulan sampah (L/orang atau unit/hari
(kota besar = 3 L/orang/hari; kota kecil = 2.5 L/orang/hari)
Kk = kapasitas alat pengumpul
fp = faktor pemadat alat = 1.2
Rk = ritasi alat pengumpul
Analisis sistem pengumpulan sampah dilakukan dengan metode observasi
langsung melalui pengamatan dan wawancara kepada petugas pengangkut sampah.
Langkah pertama adalah penentuan jenis teknik operasional pengangkutan sampah
(door to door atau communal). Kemudian dilakukan pengamatan peralatan
pendukung dalam proses pengumpuan dan pengangkutan sampah. Apabila jenis
teknik operasional bersifat door to door maka dilanjutkan dengan analisis
pengangkutan. Apabila jenis teknik operasional bersifat komunal, maka dilakukan
tahapan-tahapan seperti skema pada Gambar 6.
Observasi di
lokasi penelitian

Alat
pendukung
pengumpulan
sampah diamati

Ditentukan jenis
teknik operasional

communal Door to
door

Dihitung kebutuhan
jumlah gerobak

Durasi pengumpulan
sampah/hari dihitung

Jenis pola pengangkutan


ditentukan

Dimensi gerobak dihitung

Jumlah petugas
kebersihan ditentukan

Kendala yang dihadapi petugas


kebersihan

Selesai

Gambar 6 Diagram alir kerangka kerja sistem pengumpulan sampah


HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem Pengumpulan Sampah


Pengumpulan sampah adalah aktivitas penanganan yang tidak hanya
mengumpulkan sampah dari wadah individu dan atau dari wadah komunal
(bersama) melainkan juga mengangkutnya ke tempat terminal tertentu, baik dengan
pengangkutan langsung maupun tidak langsung (SNI 19-2454-2002). Menurut
damanhuri dan padmi 2010, Pengumpulan sampah selalu dilakukan dengan proses
pengangkutan melalui dua teknik operasional yaitu:
1. Langsung (Door to Door).
Pada sistem ini, proses pengumpulan dan pengangkutan sampah dilakukan
bersaman. Sampah dari setiap sumber diambil, dikumpulkan, dan langsung
diangkut ke tempat proses pengolahan, atau tempat pembuangan akhir.
2. Tidak langsung (Communal)
Pada sistem communal, sampah dari masing-masing sumber dikumpulkan dahulu
pada gerobak tangan (hand cart) dan sejenisnya untuk diangkut ke TPS. Fasilitas
gerobak masih sangat efektif digunakan, terutama untuk jalan-jalan yang sulit
dilalui kendaran besar, seperti truk pengangkut. Petugas pengangkut mendatangi
bak pengumpul pada setrap rumah atau hanya mendatangi bak pengumpul sampah
secara communal.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan ketua RW 06
yaitu bapak Teguh, diketahui bahwa TPS berada di sebrang gerbang utama IPB,
sekitar gang sampah badoneng, dramaga, Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil
analisis di lapangan, diketahui sistem pengumpulan sampah bersifat komunal.
Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa untuk petugas sampah daerah
jalan raya dramaga, perwira dan sekitarnya menggunakan peralatan pendukung
dalam proses pengumpulan sampah, yaitu gerobak. Jumlah gerobak yang
digunakan untuk mengangkut sampah di kawasan tersebut adalah 1 gerobak untuk
setiap RT.
Daerah pelayanan angkut sampah ini adalah jalan raya dramaga, perwira dan
badoneng. Lokasi penyimpanan gerobak untuk pengumpul sampah kawasan jalan
raya dramaga di dekat rumah bapak RW dan masih menjadi wilayah pelayanan
pengangkutan sampah. Jarak penyimpanan gerobak dengan TPS yaitu sejauh 250
m dari TPS badoneng. Sistem pengangkutan sampah ini adalah saat akan
mengambil sampah gerobak dalam keadaan kosong, kemudian pengambilan
sampah di daerah pelayanan sampai gerobak penuh (dengan durasi 1 jam),
kemudian gerobak dengan sampah tersebut diangkut ke TPS untuk dikosongkan.
Setelah gerobak kosong, petugas sampah mengambil sampah kembali di daerah
pelayanan yang lain, begitu seterusnya hingga sampah di daerah pelayanan habis.
Durasi pengumpulan sampah dalam satu hari adalah 4 jam. Dimensi dari
gerobak sampah adalah 1.5 x 0.3 x 1 m. sedangkan kapasitas dari gerobak sampah
ini adalah 70 kg. Waktu untuk membongkar muat sampah ke TPS adalah 0.5 jam.
Pola pengaturan kerja adalah rute harian, karena setiap dua hari sekali petugas
sampah ini melakukan kegiatan pengangkutan sampah. Di daerah pelayanan ini
hanya terdapat 1 petugas sampah. Kendala yang sering dialami oleh petugas
sampah ini adalah gerobak sering rusak di bagian roda, saat hujan beban pekerjan
menjadi berat, dan peralatan kurang lengkap, serta kondisi gerobak yang kurang
memadai. Sedangkan kendala pada TPS yaitu sampah yang berserakan dan apabila
terjadi hujan maka air lindi cukup banyak dan bau tidak sedap tercium oleh
pengguna jalan. Berikut merupakan gambar dari gerobak pengangkut sampah dan
hasil wawancara dengan narasumber yaitu Bapak Teguh sebagai ketua RW 06:

(a) (b)

Gambar 7 (a) gerobak sampah (b) wawancara dengan Bapak RW

DAFTAR PUSTAKA
Damanhuri, Erni dan Tri Padmi. 2010. Pengelolaan Sampah. Diktat Kuliah
Pengelolaan Sampah. Bandung (ID): ITB Pr.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2002. SNI Nomor 19-2454-2002 Tahun 2002
tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan.
Jakarta (ID): SNI.