Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

CEDERA KEPALA

OlehKelompok 3
Isroiyatus Silvia (20154663041)
Shalahuddin Al-Ayobi (20154663026)
NurillaKholidah (20154663039)
Nita Pratiwi (20154663038)
MohHairunnas (20154663046)

Program Pendidikan Profesi Ners


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surabaya
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok Pembahasan : CederaKepala


Sasaran : Pasiendankeluargapasien
Hari/tangga : 30Maret 2016
Tempat : PoliPenyakitDalam
Pukul : 09.00-09.30

A. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan
tentangcederakepalapasienmaupunkeluargapasiendapatmemahami tentang penyakit
cedera kepala.
Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga pasien
mampu :
a. Menyebutkan pengertian dan klasifikasi dari cedera kepala
b. Menyebutkan penyebab cedera kepala
c. Menjelaskan tanda-tanda dari cedera kepala
d. Menjelaskan komplikasi dari cedera kepala
e. Menyebutkan penatalaksanaan dari cedera kepala
f. Menyebutkan penanganan cedera kepala dirumah
g. Menyebutkan pencegahan cedera kepala

B. Pokokbahasan
1. Pengertiancederakepala.
2. Pennyebabcederakepala
3. Tandadantandadaricederakepala.
4. Komplikasicederakepala
5. Penatalaksanaancederakepala
C. Media
Leaflet
PPT
LCD

D. Metode Penyuluhan
Ceramah
Tanya jawab

E. Pengorganisasi
Moderator : Shalahuddin Al-Ayobi
Penyuluh : Moh. Hairunnas
Observer : Nita Pratiwi
Fasilitator : Isroiyatus Silvia, Nurilla Kholidah

F. Setting Tempat

: Moderator

: Penyuluh

: Peserta

: Fasilitator

: Observer
G. Kegiatan Penyuluhan
N Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta
o
1 Pembukaa 1. Memberi salam 1. Menjawab
n 2. Memperkenalkan diri salam
(5 menit) 3. Menjelaskantujuanpenyuluhan 2. Mendengarkan
4. Membuatkontrak dan
5. Menggali pengetahuan audience memperhatikan
tentang cedera kepala. 3. Mendengarkan
dan
memperhatikan
4. Menyetujui
kontrak waktu
5. Menjawab
pertanyaan

2 Kegiatan 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan


Inti Pengertiancederakepala dan
(15 menit) Pennyebabcederakepala. memperhatikan

Tanda-tandadaricederakepala. penjelasan

Komplikasicederakepala. Penyuluh

Penatalaksanaancederakepala
2. Memberikan kesempatan untuk
bertanya
3. Menjawab pertanyaan peserta

2. Aktif bertanya
3. Mendengarkan
3 Penutup 1. Mengevaluasi peserta atas 1. Menjawab
(10 menit) penjelasan yang disampaikan dan pertanyaan yang
penyuluh menanyakan kembali diberikan
mengenai materi penyuluhan
2. Menyimpulkan materi yang
disampaikan oleh penyuluh
3. Salam Penutup
2. Mendengarkan
dan
Memperhatikan

3. Menjawab
salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
1) Kesiapan materi
2) Kesiapan SAP
3) Kesiapan media : leafleat, PPT, dan LCD
4) Peserta hadir ditempat penyuluhan
5) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di PoliPenyakitDalam RS
Petrokimia Gresik
6) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
Suasana penyuluhan tertib
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 orang.
3. Evaluasi Hasil
Klien dan Orang tua/keluarga klien dapat:
a. Menyebutkan pengertian cederakepala.
b. Menyebutkan penyebabcederakepala.
c. Menyebutkan tanda-tandacederakepala.
d. Menyebutkan komplikasicederakepala.
e. Menyebutkanpenatalaksanaancederakepala.
I. Materi
CEDERA KEPALA

A. PENGERTIAN
Cedera kepala adalah trauma pada otak yang diakibatkan oleh kekuatan eksternal
yang menyebabkan gangguan kesadaran tanpa terputusnya kontinuitas otak. Cedera
dapat terjadi di tempat benturan maupun pada dasar tengkorak.
Cedera kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang
tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak
langsung pada kepala (Suriadi & Rita Yuliani, 2001).
Cedera kepala adalah suatu gangguan trauma fungsi yang disertai/tanpa disertai
perdarahan intertitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak
(Syamsuhidayat dan De Jong, 2005).
Cedera kepala merupakan adaya pukulan/benturan mendadak pada kepala dengan
atau tanpa kehilangan kesadaran (Susan Martin, 2003).
Dari beberapa pengertian diatas, bahwa akibat dari cedera kepala adalah :
1. Gangguan kesadaran
2. Injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala
3. Gangguan fungsi otak
4. Perdarahan di dalam otak
B. PENYEBAB CEDERA KEPALA
Penyebab dari cedera kepala, antara lain :
1. Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor / sepeda/ mobil
2. Kecelakaan pada saat berolah raga,
3. Proses kelahiran, seperti vakum, forsep
4. Cedera akibat kekerasan
C. KLASIFIKASI CEDERA KEPALA
1. Berdasarkan Klasifikasinya
Berdasarkan klasifikasinya, cedera kepala dibagi atas cedera kepala tumpul
dan cedera kepala tembus. Cedera kepala tumpul biasanya berkaitan dengan
kecelakaan mobil-motor, jatuh atau pukulan benda tumpul. Cedera kepala tembus
disebabkan oleh peluru atau tusukan. Adanya penetrasi selaput durameter
menentukan apakah suatu cedera termasuk cedera tembus atau cedera tumpul.
2. Beratnya Cedera
a. Cedera Kepala Ringan (CKR).
GCS 13 15, dapat terjadi kehilangan kesadaran ( pingsan ) kurang dari 30
menit atau mengalami amnesia retrograde. Tidak ada fraktur tengkorak, tidak
ada kontusio cerebral maupun hematoma.
b. Cedera Kepala Sedang ( CKS)
GCS 9 12, kehilangan kesadaran atau amnesia retrograd lebih dari 30 menit
tetapi kurang dari 24 jam. Dapat mengalami fraktur tengkorak
c. Cedera Kepala Berat (CKB)
GCS lebih kecil atau sama dengan 8, kehilangan kesadaran dan atau terjadi
amnesia lebih dari 24 jam. Dapat mengalami kontusio cerebral, laserasi atau
hematoma intracranial.
D. TANDA-TANDA CEDERA KEPALA
1. Gangguan kesadaran
2. Kebingungan
3. Ketidaknormalan pupil
4. Perubahan tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan
5. Keluar cairan dari telinga dan hidung
6. Gangguan pergerakan
7. Gangguan penglihatan dan pendengaran
8. Sakit kepala
9. Kejang
10.Pusing
11. Pucat
12.Mual, muntah
13.Gangguan ingatan
14.Terdapat perdarahan di otak (CT-Scan)
15.Sukar dibangunkan

E. KOMPLIKASI CEDERA KEPALA


1. Hemorrhagi
2. Infeksi
3. Edema pulmonal
4. Hernisiasi
5. Bocornya LCS
6. Gangguan mobilisasi
7. Hipovolemi
8. Kejang
9. Hiperthermi
F. PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA
1. Di Rumah Sakit
a. Tindakan terhadap penalaksanaan peningkatan TIK
1. Mempertahankan oksigenasi adekuat.
2. Pemberian manitol untuk menurunkan edema serebral.
3. Hiperventilasi
4. Penggunaan steroid
5. Meninggikan kepala tempat tidur
6. Kemungkinan intervensi bedah neuro untuk evakuasi bekuan darah.
b. Tindakan pendukung lain
1. Ventilasi
2. Pencegahan kejang dengan antikonvulsan
3. Pemeliharaan cairan dan elektrolit
4. Keseimbangan nutrisi
5. Mempertahankan jalan nafas.
Penatalaksanaan Umum
a. Airway
Pertahankan kepatenan jalan napas
Atur posisi : posisi kepala flat dan tidak miring ke satu sisi
untuk mencegah penekanan /bendungan pada vena jugularis.
Cek adanya pengeluaran cairan dari hidung, telinga, dan mulut.
Pengisapan secret (dibatasi bila peningkatan TIK)
b. Breathing
Kaji pola nafas, frekuensi, irama napas, kedalaman
Monitoring ventilasi : pemeriksaan AGD, saturasi O2 , distress pernapasan
Perawatan trakeostomi
c. Circulation
Kaji keadaan perfusi jaringan perifer (akral, nadi, capillary refill, sianosis
pada kuku, bibir)
Monitor tingkat kesadaran, GCS, periksa pupil, ukuran, refleksi terhadap
cahaya.
Monitor TTV
Pemberian cairan dan elektrolit
Monitoring intake dan output
Monitoring EKG
d. Memaksimalkan fungsi serebral / perfusi
Pengaturan posisi anatomis
Mengatasi demam
Meningkatkan sirkulasi serebral
Pembatasan aktivitas
Mengurangi stimulasi eksternal
e. Meminimalkan komplikasi
f. Mengoptimalkan fungsi otak
g. Menyokong proses pemulihan dan koping
Penatalaksanaan Khusus
a. Konservatif : dengan pemberian manitol/glisering, furosemid,
steroid.
b. Operatif : tindakan kraniotomi, pemasangan drein, shunting
prosedur.
c. Monitoring TIK yang ditandai dengan sakit kepala berat,
muntah proyektil dan papil edema.
d. Pemberian nutrisi/diet.
2. Penanganan Cedera Kepala Saat Dirumah
1. Jangan memberikan air minum saat setelah kejadian
2. Atur posisi kepala agak mendongak, jangan pakai bantal, bila muntah
miringkan kepala ke kiri
3. Cek kesadaran, pernafasan, nadi
4. Jika ada luka tutup dengan perban
5. Segera hubungi petugas kesehatan
G. PENCEGAHAN
1. jangan menggunakan HP saat berkrndara
2. Menurunkan kecepatan saat berkendara
3. Selalu waspada di jalan raya
4. Menggunakan helm atau sabuk pengaman
5. jangan berkendara saat mabuk atau ngantuk
6. Menggunakan alat pengaman saat latian atau berolahraga
DAFTAR KEHADIRAN PESERTA PKMRS DI RS PETROKIMIA GRESIK

o Nama Alamat Tandatangan


DAFTAR PUSTAKA
- Hidayat, AAA. (2009). PengantarKebutuhanDasarManusia, AplikasiKonsepdan
Proses Keperawatan. Jakarta :SalembaMedika.

- Smeltzer & Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
EGC.

- Suddarth & Brunner. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta:


EGC.