Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH TUGAS

OSHA (OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH


ADMINISTRATION) DAN OHSA (OCCUPATIONAL HEALTH
AND SAFETY ASSESMENT)

Dosen Pembimbing : dr. Adib

Disusun Oleh Kelompok 2 :

Vivi Susanti 20160309019 Catur Agus P


Verranisa Setyaninggar 20160309030
20160309020 Sila Happy M
Adi Margaretha A 20160309021 20160309031
Abdul Aziz Bajamal Jemy Oktavia
20160309022 20160309032
Abdul Latif 20160309023 Royhan Azka
Dyah Tri Utami 20160309024 20160309033
Fenny Aztari Leni 20160309034
20160309025 Ridha Yustikasari Y
Ferawati 20160309026 20160309035
Irma 20160309027 Kartika Radianti 20160309036
Fitri Wulandari 20160309028 Diana Vitriani A.S 20160309037
Sujitno Fadi 20160309029
Carla Angeline
20160309038

UNIVERSITAS ESA UNGGUL


PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH
SAKIT
2016

2
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................ 3
C. Tujuan........................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 5
A. Pengertian OSHA......................................................................... 5
B. Fungsi OSHA............................................................................... 5
C. OSHA Process Safety Management............................................. 6
D. Pengertian OHSAS 18001 ........................................................... 8
E. Komponen OHSAS 18001........................................................... 8
F. Metodologi OHSAS 18001........................................................... 9
G. Tujuan OHSAS 18001.................................................................. 10
H. Dasar Hukum SMK3.................................................................... 11
I. Prinsip SMK3................................................................................ 11
J. Perbedaan OHSAS dan SMK3...................................................... 12
BAB III PENUTUP......................................................................................... 13
A. Kesimpulan.................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Derajat kesehatan dan keselamatan yang tinggi di tempat kerja merupakan hak pekerja
yang wajib dipenuhi oleh perusahaan disamping hak-hak normatif lainnya. Perusahaan
hendaknya sadar dan mengerti bahwa pekerja bukanlah sebuah sumber daya yang terus-
menerus dimanfaatkan melainkan sebagai makhluk sosial yang harus dijaga dan diperhatikan
mengingat banyaknya faktor dan resiko bahaya yang ada di tempat kerja. Selain perusahaan,
pemerintah pun turut bertanggungjawab untuk melindungi kesehatan dan keselamatan kerja.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan
yang yang mengatur tentang K3 yaitu UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), Permenaker No.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (SMK3).
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, yaitu unsafe
condition dan unsafe behavior. Unsafe behavior merupakan perilaku dan kebiasaan yang
mengarah pada terjadinya kecelakaan kerja seperti tidak menggunakan APD (Alat Pelindung
Diri) dan penggunaan peralatan yang tidak standard sedang unsafe condition merupakan
kondisi tempat kerja yang tidak aman seperti terlalu gelap, panas dan gangguan-gangguan
faktor fisik lingkungan kerja lainnya. Faktor-faktor tersebut dapat dieliminasi dengan adanya
komitmen perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan peraturan K3 serta didukung oleh
kualitas SDM perusahaan dalam pelaksanaannya.
Rumah sakit sebagai suatu lingkungan kerja yang terdiri dari berbagai bagian dan sub
bagian, dimana antara bagian tersebut memiliki peran dan fungsi masing-masing namun tetap
saling berhubungan untuk menunjang kelancaran operasional secara penuh. Sebagai suatu
lingkungan kerja yang kompleks keselamatan kerja merupakan suatu faktor utama yang harus
diperhatikan. Keselamatan kerja merupakan salah satu faktor yang akan memberikan
pengaruh terhadap kinerja mereka yang bekerja pada lingkungan tersebut.Fasilitas pelayanan
kesehatan khususnya Rumah Sakit telah diidentifikasi sebagai sebuah lingkungan di mana
terdapat aktivitas yang berkaitan dengan ergonomic antara lain mengangkat, mendorong,
menarik, menjangkau, membawa benda, dan dalam hal penanganan pasien.
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan suatu sistem
pengaturan kebijakan-kebijakan institusi yang berfungsi sebagai pengontrol bagi pelaksanaan
kebijakan K3 yang diterapkan oleh institusi. Tujuan dan sasaran dari SMK3 ini adalah
terciptanya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja yang melibatkan
pihak sehingga dapat mencegah dan mengurangi Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) dan
Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Kesehatan, menyatakan bahwa
upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan di semua tempat kerja,
khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit
atau mempunyai karyawan paling sedikit 10 orang. Jika memperhatikan isi dari pasal diatas
bahwa Rumah Sakit (RS) termasuk ke dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman
bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, seperti: penyakit infeksi dan resiko
kecelakaan (tertusuk benda tajam dan sumber-sumber cidera lainnya). Keberhasilan program
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah sakit tidak lepas dari sikap kepatuhan
personal baik dari pihak perawat maupun pihak manajemen atas dalam melaksanaan
peraturan dan kebijakan Peraturan K3 untuk mendukung pencapaian zero accident di rumah
sakit.
Process Safety Management (PSM) adalah merupakan suatu regulasi yang di keluarkan
oleh U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA), tujuannya adalah untuk
mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian seperti kasus Bhopal di India pada tahun 1984.
OSHA mengusulkan suatu standar yang mengatur cara penanganan bahan-bahan kimia
berbahaya dan membuat suatu program secara komprehensif dan terintegrasi ke dalam proses
teknologi, prosedur dan manajemen praktis. Kemudian OSHA mengeluarkan suatu regulasi
tentang penanganan, penggunaan dan proses bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya (Title
29 of CFR Section 1910.119).
Usaha pemerhati K3 dunia untuk menurunkan angka kecelakaan kerja melalui suatu
pedoman terhadap pelaksanaan K3 telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Awalnya adalah
dengan penerbitan suatu pendekatan sistem manajemen yaitu Health and Safety
Management-HS(G)65 yang dikembangkan oleh Health and Safety Executive Inggris yang
diterbitkan terakhir pada tahun 1977. Mei 1996 muncul standar pelaksanaan K3,BS 8800
(British Standard 8800) yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi K3 melalui
penyediaan pedoman bagaimana manajemen K3 berintegrasi dengan manajemen dari aspek
bisnis yang lain. Hingga tahun 1999 muncul standar baru yaitu OHSAS 18001 yang
dikeluarkan sebagai spesifikasi dan didasarkan pada model yang sama dengan ISO 14001,
bersamaan dengan itu diterbitkan pula OHSAS 18002 sebagai pedoman pada penerapan
OHSAS 18001
B. Rumusan Masalah
a) Apa yang dimaksud dengan OSHA (Occupational Safety and Health Administration)?
b) Apakah fungsi dari OSHA (Occupational Safety and Health Administration) ?
c) Apa yang di maksud OSHA Process Safety Management?
d) Apa yang di maksud OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)
18001?
e) Bagaimana komponen dari OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment
Series) 18001?
f) Seperti apa metodologi OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)
18001?
g) Apakah tujuan OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001?
h) Adakah dasar hukum Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)?
i) Apakah Prinsip Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)?
j) Adakah perbedaan OHSAS dan SMK3 ?

C. Tujuan
a) Untuk mengetahui pengertian OSHA (Occupational Safety and Health
Administration).
b) Untuk mengetahui fungsi OSHA (Occupational Safety and Health Administration).
c) Untuk Mengetahui OSHA Process Safety Management.
d) Untuk mengetahui OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)
18001?
e) Untuk mengetahui komponen dari OHSAS (Occupational Health and Safety
Assesment Series) 18001?
f) Untuk mengetahui metodologi OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment
Series) 18001?
g) Untuk mengetahui OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)
18001?
h) Untuk mengetahui dasar hukum Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3)?
i) Untuk mengetahui Prinsip Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3)?
j) Untuk mengetahui perbedaan OHSAS dan SMK3 ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian OSHA (Occupational Safety and Health Administration)
OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah bagian dari Departemen
Tenaga Kerja di Amerika Serikat yang dibentuk di bawah Undang-Undang Keselamatan dan
Kesehatan, yang ditandatangani oleh Presiden Richard M. Nixon, pada 29 Desember 1970.
OHSA memiliki misi mencegah cedera yang terkait dengan pekerjaan, penyakit, dan
kematian dengan menegakkan peraturan (standarisasi) untuk kesehatan dan keselamatan
kerja.

B. Fungsi OSHA (Occupational Safety and Health Administration)


OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah lembaga federal
Amerika Serikat di Departemen Tenaga Kerja. OSHA bertujuan untuk keselamatan dan
kondisi kerja yang sehat bagi karyawan untuk mengurangi kematian dan kecelakaan yang
terjadi di tempat kerja. Dua fungsi utama yang diberikan oleh OSHA yaitu :
1. Fungsi utama dari OSHA adalah untuk menetapkan standar dan melakukan inspeksi
tempat kerja untuk memastikan apakah pengusaha dengan standar dan menyediakan
tempat kerja yang aman dan sehat. Standar OSHA memerlukan praktik akal dan
protektif, metode, dan proses kerja bagi kesejahteraan karyawan. OSHA memastikan jika
persyaratan bagi karyawan disediakan oleh pengusaha atau tidak Menurut OSHA,
pengusaha harus menjadi akrab dengan yang berlaku standar untuk pendirian mereka.
Jika tempat kerja tidak higienis dan berbahaya bagi karyawan untuk bekerja, maka
mereka harus menghilangkan kondisi berbahaya tersebut.
2. Fungsi Kedua dari OSHA pemeriksaan apakah peralatan yang digunakan oleh pengusaha
mempunyai pelindung atau tidak. Karyawan bertanggung jawab untuk mengetahui
semua aturan dan peraturan yang berlaku untuk tindakan mereka sendiri dan perilaku.

C. OSHA Process Safety Management


PSM (Process Safety Management) adalah merupakan suatu regulasi yang di keluarkan
oleh U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA), tujuannya adalah untuk
mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian seperti kejadian yang sangat mengerikan di
India pada tahun 1984, yaitu kasus Bhopal. OSHA mengusulkan suatu standar yang mengatur
cara penanganan bahan-bahan kimia berbahaya dan membuat suatu program secara
komprehensif dan terintegrasi kedalam proses teknologi, prosedur dan manajemen praktis.
Kemudian OSHA mengeluarkan suatu regulasi tentang penanganan, penggunaan dan proses
bahan-bahan Kimia yang sangat berbahaya (Title 29 of CFR Section 1910.119).
PSM ini awalnya dibuat untuk melindungi sejumlah industri yang ditandai dengan kode
SIC, dimana prosesnya melibatkan lebih dari 5 ton bahan mudah terbakar dan 140 bahan
beracun dan reaktif, secara garis besar persyaratan yang dibuat oleh OSHA PSM adalah
sebagai berikut:
1. Melakukan analisa bahaya proses ditempat kerja untuk mengidentifikasi dan mengontrol
bahaya dan meminimalkan konsekuensi dari kecelakan yang sangat parah atau fatal.
2. Menyesuaikan control engineering terhadap fasilitas dan peralatan produksi, proses, dan
bahanbakuuntuk mencegah kecelakaan yang fatal.
3. Mengembangkan manajemen kontrol sistem untuk mengendalikan bahaya, melindungi
lingkungan dan memberikan keselamatan dan kesehatan terhadap pekerja.
4. Membuat administrasi kontrol untuk perubahan fasilitas, prosedur operasi, keselamatan
kerja, training dan sebagainya untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap
keselamatan kerja.
5. Melakukan audit berkala untuk mengukur efektifitas PSM standar.
Elemen-elemen yang terdapat dalam OSHA PSM adalah sebagai berikut:
1. Process Safety Information
Membuat prosedur informasi keselamatan mengenai identifikasi bahaya kimia dan proses
ditempat kerja, peralatan yang digunakan dan teknologi proses yang digunakan.
2. Process Hazard Analysis
Melakukan kajian bahaya ditempat kerja, termasuk identifikasi potensi sumber
kecelakaan dan kejadian kecelakaan yang pernah terjadi serta memperkirakan dampak
terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja.

3. Operating Procedures
Mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur operasi untuk proses kimia,
termasuk prosedur untuk masing tahap operasi, batasan operasi, dan pertimbangan
keselamatan dan kesehatan.
4. Employee Participation
Melakukan konsultasi atau diskusi dengan pekerja atau perwakilan pekerja dalam
mengembangkan dan melakukan kajian bahaya di tempat kerja dan perencanaan
pencegahan kecelakaan dan memberikan kepada mereka akses terhadap standar yang
dibutuhkan.
5. Training
Semua pekerja baik lama atau baru harus di training mengenai prosedur operasi, prosedur
keselamatan, prosedur emergensi dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan ditempat kerja.
6. Contractors
Memastikan kontraktor dan karyawan kontrak diberikan informasi dan training yang
sesuai.
7. Pre-Startup Safety Review
Melakukan pre-startup review pada semua peralatan yang baru di install atau
dimodifikasi.
8. Mechanical Integrity
Membuat system perawatan untuk peralatan-peralatan yang kritikal, termasuk prosedur
tertulis, pelatihan pekerja, inspeksi dan pengujian untuk memastikan semua peralatan
berjalan baik.
9. Hot Work Permit
Hot work permit harus dikeluarkan atau digunakan untuk bekerja diarea panas.
10. Management of Change
Membuat procedur yang mengatur perubahan atau modifikasi proses, teknologi,
peralatan, bahan baku dan prosedur kerja.
11. Incident Investigation
Melakukan instigasi terhadap semua potensi kecelakaan yang berpotensi atau dapat
mengakibatkan kecelakaan besar di tempat kerja.

12. Emergency Planning and Response


Memberikan training atau pelatihan kepada pekerja dan kontraktor dalam mengahdapi
keadaan darurat.
13. Compliance Audits
Melakukan review secara berkala terhadap kajian bahaya ditempat kerja dan sistem
tanggap darurat.
14. Trade Secrete
Menyediakan informasi kepada petugas yang bertanggung jawab atau diberi wewenang
yang berkaitan dengan bahaya proses, kimia, procedur operasi dan lain-lain yang
dibutuhkan termasuk informasi rahasia dagang jika diperlukan.

D. Pengertian OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001


OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001 merupakan standar
internasional untuk penerapan SMK3. Tujuan dari OHSAS ini sendiri tidak jauh berbeda
dengan tujuan SMK3 Permenaker, yaitu meningkatkan kondisi kesehatan kerja dan mencegah
terjadinya potensi kecelakaan kerja dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja karena
kondisi K3 tidak saja menimbulkan kerugian secara ekonomis tetapi juga kerugian non
ekonomis seperti menjadi buruknya citra perusahaan.
Cikal bakal OHSAS 18001 adalah dokumen yang dikeluarkan oleh British Standards
Institute (BSI) yaitu Occupational Health and Safety Management Sistem-Specification
(OHSAS) 18001:1999. OHSAS 18001 diterbitkan oleh BSI dengan tim penyusun dari 12
lembaga standarisasi maupun sertifikasi beberapa negara di dunia seperti, Standards
Australia, SFS Certification dan International Certification Services.
OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001 adalah Standard
internasional untuk sistem manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), yang
memungkinkan organisasi mengendaliakan resiko-resiko yang berkaitan dengan K3 serta
kinerja K3.

E. Komponen Utama Standar OHSAS 18001


Komponen utama standar OHSAS 18001 dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen perusahaan tentang K3
2. Adanya perencanaan tentang program-program K3
3. Operasi dan Implementasi K3
4. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan K3 di perusahaan
5. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan K3 untuk pelaksanaan
berkesinambungan.
Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan SMK3 menurut
OHSAS 18001 melalui 7 tahapan yaitu mengindentifikasi resiko dan bahaya,
mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku, menentukan target dan
pelaksana program, melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang
telah ditentukan, mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat, peninjauan ulang
terhadap target dan para pelaksana system, terakhir yaitu penetapan kebijakan sebagai usaha
untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika
dibandingkan dengan penerapan SMK3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada
perbedaan yang signifikan.

F. Metodologi OHSAS 18001


Standard OHSAS 18001 didasarkan metodologi peningkatan secara terus-menerus atau
yang di sebut PDCA yaitu sebagai berikut :

1. PLAN (Rencanakan)
a. Mengidentifikasikan bahaya, menilai resiko dan menentukan pengendalian
b. Mengidentifikasikan dan memantau persyaratan hukum yang berlaku dan persyaratan
lainnya
c. Menetapkan tujuan-tujuan terukur yang konsisten dengan kebijakan serta
merumuskan program-program untuk mencapai tujuan-tujuan terukur dari K3
2. DO (Laksanakan)
a. Menciptakan struktur manajemen, menetapkan peran dan tanggung jawab dengan
kewenangan yang memadai serta menyediakan sumber daya yang cukup
b. Menjamin bahwa seluruh personal memiliki kompetensi dan kesadaran tentang k3
c. Menetapkan proses
d. Mengembangkan dan memelihara dokumentasi
3. CHECK (Periksa)
a. Melakukan pengukuran kinerja dan melakukan pemantauan
b. Mengevaluasi status kesesuaian
c. Mengendalikan catatan-catatan
d. Melakukan internal audit secara berkala
4. ACT (Bertindak)
a. Melakukan peninjuan ulang manajemen terhadap sistem manajemen K3
b. Mengidentifikasi area untuk perbaikan atau peningkatan sacara terus-menerus
c. Melakukan revisi terhadap ketidak sesuaian dengan implementasi

G. Tujuan OHSAS 18001


1. Menetapkan sistem K3 menghilangkan atau menimalisir resiko terhadap personel,
pihak-pihak lain yang dapat terpapar (eksposed)
2. Menerapkan, memelihara, dan meningkatkan secara terus menerus HSE MS
3. Menjamin Kesesuian dengan kebijakan K3
4. Menunjukkan kesesuaian dengan standard

H. Dasar Hukum Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)


1. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diatur di dalam
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/MEN/1996 tentang SMK3.
2. Penerapan SMK3 dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan Pasal 87.
3. Sebagai pelaksanaan ketentuan UU 13/2003 tersebut, saat ini pelaksanaan SMK3
mengacu pada PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.

I. Prinsip Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)


Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mempunyai 5 prinsip yaitu :

J. Perbedaan OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001 dan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah bagian dari Departemen
Tenaga Kerja di Amerika Serikat yang dibentuk di bawah Undang-Undang Keselamatan dan
Kesehatan, yang ditandatangani oleh Presiden Richard M. Nixon, pada 29 Desember 1970.
OHSA memiliki misi mencegah cedera yang terkait dengan pekerjaan, penyakit, dan
kematian dengan menegakkan peraturan (standarisasi) untuk kesehatan dan keselamatan
kerja.
OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) 18001 adalah Standard
internasional untuk sistem manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), yang
memungkinkan organisasi mengendaliakan resiko-resiko yang berkaitan dengan K3 serta
kinerja K3. OHSAS 18001 adalah dokumen yang dikeluarkan oleh British Standards Institute
(BSI) yaitu Occupational Health and Safety Management Sistem-Specification (OHSAS)
18001:1999. OHSAS 18001 diterbitkan oleh BSI dengan tim penyusun dari 12 lembaga
standarisasi maupun sertifikasi beberapa negara di dunia seperti, Standards Australia, SFS
Certification dan International Certification Services.

DAFTAR PUSTAKA
Bennett S., 1995. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jakarta : PT Pustaka
Binaman Pressindo.
Dodi S, 2006. Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. diakses tanggal 04
Oktober 2016; http://www. katiga-online.com
http://diditnote.blogspot.co.id/2013/01/memahami-keselamatan-kerja-berdasarkan.html
http://k3elind.blogspot.co.id/2011/10/modul-2.html
http://safetytrainingindonesia.blogspot.co.id/
https://mahadewidiahratu.wordpress.com/2015/03/24/osha-process-safety-management/