Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS STRATEGI MEMENANGKAN DIRI SEBAGAI CALON PESERTA PADA PEMILIHAN

GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2017 YANG BERSTATUS TERGABUNG


SEBAGAI ANGGOTA PARTAI DAN NON PARTAI BERDASARKAN KESESUAIANNYA
DENGAN ETIKA DALAM BERPOLITIK DI NEGARA INDONESIA DISUSUN OLEH: AGNES
SUBRATA NPM : 153 131 350 102 004 MATA KULIAH : FILSAFAT DAN ETIKA
PEMERINTAHAN DOSEN : Dr. Drs. Budi Supriyatno, MM., MSi ANGKATAN 2015 MENARA
JAMSOSTEK, TOWER B (SELATAN) LT. 12 JL. GATOT SUBROTO NO.38, JAKARTA 12710 ii
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat dan karuniaNya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik dan tepat waktu
tentang Analisis Strategi Memenangkan Diri Sebagai Calon Peserta Pada Pemilihan Gubernur
Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 yang Berstatus Tergabung Sebagai Anggota Partai dan Non Partai
Berdasarkan Kesesuaiannya dengan Etika Dalam Berpolitik di Negara Indonesia, meskipun telah
disadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan didalamnya. Penulis juga berterima kasih pada
Bapak Dr. Budi Supriyatno, MM., M.Si selaku Dosen mata kuliah Filsafat dan Etika Pemerintahan
Universitas (Pascasarjana) Satyagama yang telah memberikan tugas ini kepada penulis. Penulis sangat
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita
berkenaan dengan etika politik bernegara kh8ususnya dalam hal ini saat akan diadakan kegiatan
pemilihan kepala daerah. Penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari sempurna, dikarenakan oleh hal tersebut, penulis berharap adanya kritik dan
saran untuk pengembangan karya ilmiah yang akan kami buat berikutnya di masa yang akan datang.
Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan
yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun pihak-pihak lain yang membacanya.
Penulis ucapkan mohon maaf sebelumnya apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan.
Terimakasih. Jakarta, 19 Maret 2016 Agnes Subrata iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL
. i KATA PENGANTAR
. ii DAFTAR ISI
... iii BAB I
PENDAGULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1 1.2.
Perumusan Masalah ... 1 1.3. Tujuan dan Manfaat
Penelitian .. 2 1.3.1. Tujuan Penelitian
. 2 1.3.2. Manfaat Penelitian
... 2 1.4. Sistematika Pembahasan
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian
... 5 2.2. Landasan Etika Politik di
Indonesia ... 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bentuk
Penelitian 9 3.2. Objek Penelitian
.. 9 3.3. Teknik Pengumpulan
Data... 9 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskriptif Obyek Penelitian . 11 4.2. Strategi
Memenangkan Diri yang Dilakukan Sebagai Calon Peserta Pada Pemilihan Gubernur Provinsi DKI
Jakarta Tahun 2017 yang Berstatus Tidak Tergabung Sebagai Anggota
Partai 23 4.3. Kesesuaian Antara Strategi yang Dilakukan
Untuk Memenangkan Diri Sebagai Calon Eksekutif Tingkat Daerah (Gubernur) Provinsi DKI Jakarta
tahun iv 2017 yang Berstatus Sebagai Anggota Partai Maupun Non Partai dengan Kaidah Etika dalam
Berpolitik di Negara Indonesia 25 BAB V PENUTUP 5.1. Penutup
29 5.2. Kesimpulan
....30 DAFTAR PUSTAKA 1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan enjelang diadakannya pilkada tahun 2017,
beberapa nama sudah mulai bergerak mengincar kursi Gubernur (ibu kota sebagai pusat pemerintahan
negara yakni) DKI Jakarta. Beberapa partai politik terang-terangan mengusung kadernya. Sementara
yang lain, masih melihat-lihat keadaan. Tidak jarang dari mereka melakukan berbagai macam cara
guna memenangkan suara dalam pemilihan kepala daerah nanti. Mulai dari menyenangkan warga DKI
Jakarta dengan panggung-panggung hiburan, mencari simpati warga, cara yang tidak halalpun
dilakukan secara cermat terencana dengan modal yang tidak sedikit. Salah satunya adalah dengan
saling menjatuhkan lawan dengan berbagai sindiran-sindiran tajam pada berbagai tayangan media.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dilakukan penelitian dengan Judul, Analisis Strategi
Memenangkan Diri Sebagai Calon Peserta Pada Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017
yang Berstatus Tergabung Sebagai Anggota Partai dan Non Partai Berdasarkan Kesesuaiannya dengan
Etika Dalam Berpolitik di Negara Indonesia. 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan dengan keadaan
latar belakang tersebut di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini ialah: 1. Bagaimana
strategi yang dilakukan untuk memenangkan diri sebagai calon peserta pada pemilihan gubernur
Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 berstatus sebagai anggota partai? 2. Bagaimana strategi yang
dilakukan untuk memenangkan diri sebagai calon peserta pada pemilihan gubernur Provinsi DKI
Jakarta tahun 2017 berstatus sebagai anggota non partai? M 2 3. Apakah strategi yang dilakukan calon
peserta pada pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 yang berstatus tergabung sebagai
anggota partai dan non partai sudah sesuai dengan kaidah etika dalam berpolitik di Negara Indonesia?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini yaitu: 1. Untuk
mengetahui strategi yang dilakukan untuk memenangkan diri sebagai calon peserta pada pemilihan
gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 berstatus sebagai anggota partai 2. Untuk memahami
strategi yang dilakukan untuk memenangkan diri sebagai calon peserta pada pemilihan gubernur
Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 berstatus sebagai anggota non partai 3. Untuk mengetahui kesesuaian
antara strategi yang dilakukan untuk memenangkan diri sebagai calon eksekutif tingkat daerah
(Gubernur) Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 yang berstatus sebagai anggota partai maupun non partai
dengan kaidah etika dalam berpolitik di Negara Indonesia? 1.3.2. Manfaat Penelitian Manfaat
penelitian ini adalah: 1. Warga Negara Indonesia Menambah wawasan penduduk untuk dapat lebih
mengerti etika dalam berpolitik ke dalam lingkup yang lebih luas sehingga dapat memaksimalkan daya
tarik pengetahuan ilmu pemerintahan. 2. Warga Negara Asing Memperkenalkan Indonesia sebagai
negara berkembang dan demokrasi yang memiliki etika dalam berpolitik dengan daya tarik di segala
usia yang cukup tinggi. 3 3. Lembaga Pendidikan Memperkenalkan budaya serta sarana berpolitik
Indonesia melalui lingkungan yang lebih kecil dengan cara pengajaran lisan, leterlek, kunjungan resmi,
dan grup perjalanan sekolah. 4. Perusahaan Pariwisata dapat dijadikan relasi sebagai jembatan
pemasukan kritik dan saran politik yang lebih baik. 5. Pemerintah Perkenalan indonesia dengan
masyarakat dunia luas, sarana pameran keindahan politik bernegara, peningkatan income negara
melalui perjanjian politik sehat dengan luar negeri, membantu program peningkatan lapangan kerja
bagi warga negara dan lain sebagainya. 6. Peneliti selanjutnya Peneliti selanjutnya sudah dapat
memiliki gambaran, memahami, dan mengembangkan etika berpolitik Indonesia yang lebih baik dan
up to date di tahuntahun mendatang. 4 1.4. Sistematika Pembahasan Guna mempermudah proses
pengkajian, dapat disimpulkan, sistematika penelitian ini ialah: BAB I PENDAHULUAN Mengulas
tentang latar belakang permasalahan penelitian, perumusan masalah penelitian, tujuan dan manfaat
penelitian serta sistematika pembahasan yang dilakukan BAB II KERANGKA TEORITIS DAN
PERUMUSAN HIPOTESIS Mengkaji tentang teori-teori yang dijadikan pedoman dasar dalam
penelitian terkait BAB III METODA PENELITIAN Menguraikan tentang bentuk penelitian, obyek
penelitian, sumber atau bahan untuk menganalisis, dan metode analisis data (1.) Plato, 427-347 SM (2.)
Widjaja. H. A. W. Etika Pemerintah. 1997. Jakarta: Bumi Aksara (3.) Aristoteles, 384-322 SM (4.)
(Inggris) Franz Magnis-Suseno. Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. 1991.
Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. Hlm. 3 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian
Pengertian filsafat secara umum mengacu pada pengetahuan tentang segala yang ada atau ilmu
pengetahuan yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli artimya kebenaran yang telah
dibuktikan secara nyata(1). . Pengertian etika secara umum berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethes
yang berarti kesediaan jiwa akan kesusilaan, atau dapat diartikan kumpulan peraturan tentang
kesusilaan. (2) . Pengertian politik secara umum mengacu pada seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan
secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut
pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk
mewujudkan kebaikan bersama(3) . Secara keseluruhan, maka pengertian etika dalam berpolitik adalah
filsafat moral tentang dimensi politis kehidupan manusia, atau cabang filsafat yang membahasa prinsip-
prinsip moralitas politik(4) . Etika politik sebagai ilmu dan cabang filsafat lahir di Yunani pada saat
struktur-struktur politik tradisional mulai ambruk(4). . 2.2. Landasan Etika Politik di Indonesia
Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan Negara yang merupakan satu kesatuan nilai yang tidak
dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing sila-silanya. Karena jika dilihat satu persatu dari
masing-masing sila itu dapat saja ditemukan dalam kehidupan berbangsa yang lainnya. Namun, makna
Pancasila terletak pada nilai-nilai dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tak bias ditukar-
balikan letak dan susunannya. (5) Ilham Fauzi. Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik Indonesia. 2013
6 Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan, melainkan juga
merupakan sumber moralitas terutama dalam hubungannya dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta
kebijakan dalam penyelenggaraan negara. Untuk memahami dan mendalami nilai nilai Pancasila dalam
etika berpolitik itu semua terkandung dalam kelima sila Pancasila(5) . 1.Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama merupakan sumber nilai-nilai moral bagi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.
Berdasarkan sila pertama Negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang mendasarkan kekuasaan
negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi
religius melainkan berdasarkan legitimasi hukum dan demokrasi. Walaupun Negara Indonesia tidak
mendasarkan pada legitimasi religius, namun secara moralitas kehidupan negara harus sesuai dengan
nilai-nilai yang berasal dari Tuhan terutama hukum serta moral dalam kehidupan negara. Oleh karena
itu asas sila pertama lebih berkaitan dengan legitimasi moral. 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua juga merupakan sumber nilai-nilai moralitas dalam kehidupan negara. Bangsa Indonesia
sebagai bagian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama dalam suatu wilayah tertentu, dengan
suatu cita-cita serta prinsip hidup demi kesejahteraan bersama. Manusia merupakan dasar kehidupan
dan penyelenggaran negara. Oleh karena itu asasasas kemanusiaan adalah bersifat mutlak dalam
kehidupan negara dan hukum. Dalam kehidupan negara kemanusiaan harus mendapatkan jaminan
hukum, maka hal inilah yang diistilahkan dengan jaminan atas hak-hak dasar (asasi) manusia. Selain itu
asas kemanusiaan juga harus merupakan prinsip dasar moralitas dalam penyelenggaraan negara. 3.
Persatuan Indonesia Persatuan berati utuh dan tidak terpecah-pecah. Persatuan mengandung pengertian
bersatunya bermacam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Sila ketiga ini
mencakup persatuan dalam arti ideologis, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Indonesia
sebagai negara plural yang memiliki beraneka ragam corak tidak terbantahkan lagi merupakan negara
yang rawan konflik. Oleh karenanya diperlukan semangat persatuan sehingga tidak muncul jurang
pemisah antara satu golongan dengan golongan yang lain. Dibutuhkan sikap saling menghargai dan
menjunjung semangat 7 persatuan demi keuthan negara dan kebaikan besama. Oleh karena itu sila
ketiga ini juga berkaitan dengan legitimasi moral. 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan Negara adalah berasal dari rakyat dan segala
kebijaksanaan dan kekuasaan yang dilakukan senantiasa untuk rakyat. Oleh karena itu rakyat
merupakan asal muasal kekuasaan negara. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara segala
kebijaksanaan, kekuasaan serta kewenangan harus dikembalikan kepada rakyat sebagai pendukung
pokok negara. Maka dalam pelaksanaan politik praktis, hal-hal yang menyangkut kekuasaan legislatif,
eksekutif serta yudikatif, konsep pengambilan keputusan, pengawasan serta partisipasi harus
berdasarkan legitimasi dari rakyat, atau dengan kata lain harus memiliki legitimasi demokratis. 5.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dalam penyelenggaraan negara harus berdasarkan
legitimasi hukum yaitu prinsip legalitas. Negara Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu
keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial) merupakan tujuan dalam kehidupan negara. Dalam
penyelenggaraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan serta pembagian senatiasa harus
berdasarkan hukum yang berlaku. Pelanggaran atas prinsip-prinsip keadilan dalam kehidupan
kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan negara. Pola pikir untuk
membangun kehidupan berpolitik yang murni dan jernih mutlak dilakukan sesuai dengan kelima sila
yang telah dijabarkan diatas. Yang mana dalam berpolitik harus bertumpu pada Ketuhanan Yang Maha
Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan/Perwakilan dan dengan penuh Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia tanpa pandang bulu. Etika politik Pancasila dapat digunakan sebagai alat
untuk menelaah perilaku politik Negara, terutama sebagai metode kritis untuk memutuskan benar (6)
Ilham Fauzi. Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik Indonesia. 2013 8 atau slaah sebuah kebijakan
dan tindakan pemerintah dengan cara menelaah kesesuaian dan tindakan pemerintah itu dengan makna
sila-sila Pancasila. Etika politik harus direalisasikan oleh setiap individu yang ikut terlibat secara
konkrit dalam pelaksanaan pemerintahan negara. Para pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, para
pelaksana dan penegak hukum harus menyadari bahwa legitimasi hukum dan legitimasi demokratis
juga harus berdasarkan pada legitimasi moral. Nilai-nilai Pancasila mutlak harus dimiliki oleh setiap
penguasa yang berkuasa mengatur pemerintahan, agar tidak menyebabkan berbagai penyimpangan
seperti yang sering terjadi dewasa ini. Seperti tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme, penyuapan,
pembunuhan, terorisme, dan penyalahgunaan narkotika sampai perselingkuhan dikalangan elit politik
yang menjadi momok masyarakat. Dalam penerapan etika politik Pancasila di Indonesia tentunya
mempunyai beberapa kendala-kendala, yaitu(6): 1. Etika politik terjebak menjadi sebuah ideologi
sendiri. Ketika seseorang mengkritik sebuah ideologi, ia pasti akan mencari kelemahan-kelemahan dan
kekurangannya, baik secara konseptual maupun praksis. Hingga muncul sebuah keyakinan bahwa etika
politik menjadi satu-satunya cara yang efektif dan efisien dalam mengkritik ideologi, sehingga etika
politik menjadi sebuah ideologi tersendiri. 2. Pancasila merupakan sebuah sistem filsafat yang lebih
lengkap disbanding etika politik Pancasila, sehingga kritik apa pun yang ditujukan kepada Pancasila
oleh etika politik Pancasila tidak mungkin berangkat dari Pancasila sendiri karena kritik itu tidak akan
membuahkan apa-apa. Namun demikian, bukan berarti etika politik Pancasila tidak mampu menjadi
alat atau cara menelaah sebuah Pancasila. Kendala pertama dapat diatasi dengan cara membuka
lebarlebar pintu etika politik Pancasila terhadap kritik dan koreksi dari manapun, sehingga ia tidak
terjebak pada lingkaran itu. Kendala kedua dapat diatasi dengan menunjukkan kritik kepada tingkatan
praksis Pancasila terlebih dahulu, kemudian secara bertahap menurut kepada pemahaman yang lebih
umum hingga ontologi Pancasila menggunakan prinsip-prinsip norma moral. 9 BAB III METODE
PENELITIAN 3.1. Bentuk Penelitian Model Penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah
deskriptif analisis, yang mana penelitian dilakukan untuk mengetahui strategi yang dilakukan untuk
memenangkan diri sebagai calon peserta pada pemilihan gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017
berstatus sebagai anggota partai dan non partai serta kesesuaiannya dengan kaidah etika dalam
berpolitik yang berlaku di Negara Indonesia. 3.2. Objek Penelitian Objek Penelitian dalam penelitian
ini adalah Jalan Medan Merdeka Selatan yang menjadi sasaran pembuangan bungkus kabel. Ibu Kota
Negara Indonesia , DKI Jakarta yang salah satu sumber pendongkrak aktivitas pemerintahan negaranya
berasal dari kegiatan berpolitik, memiliki kantor pemerintahan yang berlokasi Jl. Medan Merdeka
Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Gambir, Jakarta Pusat, Kode Pos 10110, nomor telepon (+6221)3822255,
nomor Fax: (+6221)3822255, serta alamat email di dki@jakarta.go.id 3.3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data penelitian ini adalah berasal dari data literature dan
kunjungan lapangan. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
kawasan pusat pemerintahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia (DKI Jakarta) di Jalan Medan
Merdeka Selatan dan studi kepustakaan (buku-buku teks, UndangUndang bernegara Republik
Indonesia atau Peraturan Pemerintah lainnya). Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain: 1.
Data penyelidikan aparatur negara terkait pelaku pembuangan sampah bungkus kabel pada saluran air
di jalan Medan Merdeka Selatan (kasus Februari 2016) dalam pra 10 pemilihan calon anggota eksekutif
tingkat daerah (Gubernur) Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 2. Data penyelidikan aparatur negara
terkait motif pelaku pembuangan sampah bungkus kabel pada saluran air di jalan Medan Merdeka
Selatan (kasus Februari 2016) dalam pra pemilihan calon anggota eksekutif tingkat daerah (Gubernur)
Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 3. Data yang berkaitan dengan etika dalam berpolitik 4. Dasar Negara
atau pedoman lain yang berkaitan dengan etika dalam berpolitik 3.4. Metode Analisis Data Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah: 1. Menganalisis pelaku pembuangan sampah
bungkus kabel pada saluran air di jalan Medan Merdeka Selatan dalam pra pemilihan calon anggota
eksekutif tingkat daerah (Gubernur) Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 2. Menganalisis motif pelaku
pembuangan sampah bungkus kabel pada saluran air di jalan Medan Merdeka Selatan (kasus Februari
2016) dalam pra pemilihan calon anggota eksekutif tingkat daerah (Gubernur) Provinsi DKI Jakarta
tahun 2017 3. Menganalisis kesesuaian perbuatan pelaku pembuangan sampah bungkus kabel pada
saluran air di jalan Medan Merdeka Selatan dalam pra pemilihan calon anggota eksekutif tingkat
daerah (Gubernur) Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 dengan etika dalam berpolitik di Negara Republik
Indonesia (7) Akbar Buwono.Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD. Situasi Politik Kondusif di
Indonesia Menjadi Daya Tarik Investasi. 2014. Berita Daerah.co.id (8)
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_kepala_daerah_di_Indonesia (9) http://efekgila.com/kandidat-
calon-gubernur-dki-jakarta-2017/ 11 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskriptif Obyek
Penelitian Pemilu (terakhir) yang berlangsung damai dan kondusif di Indonesia(7) dinilai menjadi daya
tarik tersendiri bagi para investor untuk mau berinvestasi di Indonesia, karena hal tersebut merupakan
faktor penting yang harus dipenuhi dalam menciptakan iklim investasi yang baik. Semakin nyaman dan
transparantnya kemudahan iklim berpolitik di Indonesia sebagai negara berkembang yang maju,
membuat berbagai kalangan tertarik untuk bergabung dan tidak sedikit yang berbondong-bondong
untuk mencalonkan diri dan ikut serta mengisi kursi pemerintahan walaupun status dan latar belakang
mereka belum sepenuhnya dikenal baik oleh masyarakat luas. Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau
Pemilukada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi
syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Kepala
daerah dan wakil kepala daerah yang dimaksud mencakup(8): 1. Gubernur dan wakil gubernur untuk
provinsi 2. Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten 3. Wali kota dan wakil wali kota untuk kota
Pilkada atau pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 masih setahun lagi. Namun persaingan sudah
mulai terasa sejak dini. Latar belakang para kandidat pun beragam (namun hingga naskah ini
diturunkan, setidaknya ada beberapa nama yang patut jadi perhatian). Latar belakang mereka pun
macam-macam(9) . (10) http://efekgila.com/kandidat-calon-gubernur-dki-jakarta-2017/ 12 Berikut 6
Kandidat yang dinilai masih memungkinkan untuk berada pada kursi Calon Gubernur DKI Jakarta: 1.
Basuki Tjahaja Purnama(10) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan dirinya akan maju di
Pilgub DKI 2017. Alasan untuk maju lagi adalah untuk membuktikan bahwa dirinya masih berpeluang
menang. Ia masih menjadi salah satu kandidat calon gubernur terpopuler seperti hasil survei Center of
Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis, Senin (25/1). Menurut Peneliti CSIS Arya
Fernandes, tingkat popularitas mantan Bupati Belitung Timur yang akrab disapa Ahok itu mencapai
94%, mengungguli 12 nama calon lain. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi bertema Menakar Peluang
Ahok Maju Sebagai Calon Independen di Press Room Balai Kota. Ia menyarankan Ahok lebih baik
maju dari jalur independen. Karakter Ahok sulit dikompromikan dengan partai politik. Ia tidak akan
terbelenggu dengan berbagai deal dari partai. Arya yakin, Ahok akan mampu mengumpulkan 750 ribu
KTP berikut formulir dukungan warganya. 2. Ridwan Kamil(10) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
mendukung pencalonan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Pilgub DKI 2017, meskipun belum
disampaikan secara resmi. Makin banyak calon, otomatis pesta demokrasi di Ibu Kota bertambah
meriah. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Slamet Nurdin mengatakan, Ridwan Kamil
memiliki tingkat elektabilitas yang lebih tinggi dibanding Ahok. Oleh karena itu, Ridwan atau biasa
dipanggil Emil, punya kesempatan besar bertarung melawan Ahok. 3. Sandiaga Uno(10) Anggota
Fraksi Parta Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik menyebut, nama
pengusaha sekaligus pengamat ekonomi, Sandiaga Uno, cocok menjadi Calon Gubernur DKI. Taufik
meyakini Gerindra akan segera merekomendasikan Sandiaga guna menandingi Basuki Tjahaja
Purnama alias Ahok. (10) http://efekgila.com/kandidat-calon-gubernur-dki-jakarta-2017/ (11)
http://www.lensaindonesia.com/2016/03/10/djan-faridz-jadi-cagub-dki-hajilulung-akan-dapat-
dukungan-rakyat.html 13 4. Tantowi Yahya(10) Salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari
Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengaku sudah menghabiskan lebih dari Rp 1 miliar untuk membiayai
pencalonannya. Tantowi mengaku mengantongi mandat untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta
dari Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Karenanya, ia siap dalam Pilgub DKI tahun depan.
Pak Ical telah mendeklarasikan saya sebagai calon gubernur dari Partai Golkar untuk pilgub DKI
tahun 2017. Sebagai orang yang diberi mandat, tentunya saya harus hitunghitungan dulu, kata Tantowi
di sela acara temu konstituen di Jalan Pahlawan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (2/1). Ia
menyadari untuk mendapatkan kursi DPR di Dapil DKI III saja cukup sulit. Tapi ia tidak gentar
bertarung untuk dalam pilgub DKI. Realitas ini membuat Tantowi berhitung dengan cermat. Kalau
maju sebagai calon gubernur, harus menang. Wajar jika ia rajin melakukan penjajakan ke kantong-
kantong masyarakat untuk melihat langsung bagaimana aspirasi mereka sesungguhnya. 5. Tri
Rismaharini(10) Nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menjadi salah satu sosok yang santer
diberitakan menjadi lawan berat Ahok. Risma masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tinggi,
sekalipun disandingkan dengan Ahok dan Ridwan Kamil. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI-P) berpotensi menjadi kendaraan bagi Risma. Apalagi ia memang menjadi salah satu kader
terbaiknya. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P DKI, Gembong
Warsono. Namun, Gembong juga memberitahu jika keputusan pemilihan Risma, pada akhirnya ada di
tangan Risma sendiri. Apakah Risma mau atau tidak ditarik ke Ibu Kota untuk memperebutkan kursi
DKI 1. 6. Haji Lulung(11) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta
Djan Faridz meyakini, sebagai kandidat calon Gubernur DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji
(12) http://kupang.tribunnews.com/2016/03/11/ partai-nasdem-tidak-menyesalmendukung-ahok
(13)Jessi Carina. PKB DKI: Dari Dulu, Ahok Sudah Masuk ke dalam Penjaringan Kita. 2016.
Kompas.com 14 1. Partai Nasdem (12) Tidak memiliki calon Gubernur, namun secara sukarela
mendukung Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) untuk kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta
periode 2017 2022. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (DPP NasDem) Akbar
Faizal menyatakan partainya tidak menyesal mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Akbar mengakui Ahok cenderung
menyampaikan ucapan yang tegas, keras cenderung kasar namun seharusnya melihat sikap Ahok dari
sudut pandang lain. "Mengapa kita tidak menetapkan sikap Ahok ini sebagai garis demarkasi baru?"
ujar anggota pria asal Sulawesi Selatan itu. "Ini bukanlah hina bagi kami, kejujuran kok dianggap hina?
Justru kami mengajak diri memahami semua peristiwa ini sebagai cermin sekaligus otokritik sebagai
sebuah parpol," tegas Akbar. Akbar menyatakan gerakan penyerahan KTP mendukung Ahok untuk
memenuhi syarat sebagai calon independen harus dipandang sebagai "cubitan" keras bagi partai politik.
Secara etika: (Sindo News.com: Etika Tak Bisa Jadi Alasan Makzulkan Ahok) Meski etika Gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kurang baik, tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk
memakzulkannya. Karena, etika tidak bisa diangketkan. Menurut penulis, Partai nasdem sudah beretika
saat mulai memiliki pandangan bijaksana seperti itu. 2. Partai Kebangkitan Bangsa(13) Ketua DPD
Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas tidak membantah pernyataan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal dukungan PKB terhadap Basuki. Namun, Hasbi mengatakan,
masih ada serangkaian proses yang harus ditempuh untuk memastikan dukungan terhadap Ahok.
Sebab, PKB sampai saat ini masih dalam proses penjaringan. (14) http://www.pks.or.id/content/pks-
dukung-program-pro-rakyat-gubernur-sulut-ollydondokambey 15 Hasbi juga mengatakan bahwa
partainya tidak sedang memusingkan apakah akan mengusung atau sekadar mendukung. Partai koalisi
pun sampai saat ini belum dicari. Mereka hanya fokus pada penjaringan demi mencari orang yang
menurut mereka paling baik. Secara etika: (Pos Kupang: Partai Politik Mulai Lirik Elektabilitas Ahok)
PKB yang mulai terlihat akan mendukung Basuki. Gelagat itu dapat dibaca lewat mulai masuknya
nama Ahok yang bersaing ketat dengan musisi Ahmad Dhani dalam penjaringan bakal calon gubernur
dari PKB. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas,
mengungkapkan nama Ahok sangat kuat di tataran pengurus anak cabang (PAC) PKB atau setara
tingkat kecamatan. "Bukan kuat lagi, sangat kuat," kata Hasbiallah di Jakarta, Kamis 17 Maret 2016
lalu. Padahal, Dhani sebelumnya sudah mengklaim dirinya didukung penuh oleh PKB untuk menjadi
calon gubernur. Namun saat ini, lanjut Hasbi, PKB masih melakukan survei ulang untuk menentukan
pilihan siapa yang akan didukung. Menurut penulis, apa yang diputuskan PKB secara umum ini sudah
memiliki etika berpolitik yang baik, tidak soal siapa pribadi yang dipilih partainya sebagai Gubernur,
PKB mempertimbangkan baik-buruknya, tanpa memperbesar perselisihan emosi yang terjadi antara
kandidat yang ditetapkan dengan salah satu anggota partai yang ingin diangkat sebelumnya. 3. Partai
Keadilan Sejahtera(14) Memfokuskan partainya kepada program Gubernur Sulawesi Utara. Ketua
DPW PKS Sulut, Syarifudin Saafa menegaskan mendukung Program Gubernur Sulut, Olly
Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya,
jika program OD-SK yang memprioritaskan kepentingan masyarakat maka PKS akan terus mendukung
program tersebut selama periode kepemimpinan berjalan. (15)
https://m.tempo.co/read/news/2016/03/12/214753012/alasan-pdip-keluarkan-suratdukung-ahok-djarot-
sampai-tuntas 16 PKS akan berada bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur,
Steven Kandou jika programnya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, karena itu sejalan
dengan perjuangan visi dan misi PKStandas Saafa Kepada Okemanado.com, Selasa (16/2). Anggota
DPRD Kota Manado ini menjelaskan, PKS memiliki 2 Anggota DPRD di Provinsi dan akan konsisten
mengawal dan mendukung program Pro Rakyat gubernur dan wakil gubernur terpilih, Olly
Dondokambey dan Steven Kandousembari mengucapkan selamat atas pelantikan Olly Dondokambey
dan Steven Kandou sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Periode 2015-2020. Secara etika:
(Jakarta KabarNet) Bagaikan duri dalam daging, tidak mematikan, namun menimbulkan rasa sakit
dan tak nyaman. Kurang lebih begitulah yang dirasakan oleh partai-partai politik anggota koalisi
pendukung pemerintah terkait masih bercokolnya Partai Keadilan Sejahtera meski sudah diusir secara
halus. Dalam beberapa kali rapat Setgab, PKS tidak lagi diundang. Bendera PKS di Kantor Setgab
Koalisi, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat juga sudah dicopot. Namun PKS masih saja ndableg tak
mau keluar. Bagi seorang yang peka dan masih memiliki harga diri serta rasa malu, sebetulnya tanpa
diusirpun tindakan tersebut sudah jelas-jelas berarti pengusiran, karena banyak cara untuk mengusir.
Bagi para politisi parpol anggota Setgab Koalisi, PKS dinilai tidak pantas untuk tetap berada di dalam
barisan partai koalisi pendukung pemerintah. Politisi PKS dianggap tidak santun dalam berpolitik, tidak
paham dan hanya ingin mengambil keuntungan secara ekonomi dan politik untuk kepentingan sendiri
dari keberadaan mereka di koalisi. 4. PDI Perjuangan (15) Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Pereira memberikan tanggapan mengenai surat edaran yang
dikeluarkan partainya pada Jumat kemarin. (16)
http://news.metrotvnews.com/read/2016/02/28/491010/pemilihan-gubernur-dkijakarta-partai-golkar-
beri-wewen 17 "Surat dari DPP kemarin menginstruksikan seluruh kader di DKI Jakarta tidak memberi
komentar politik menyangkut pilkada, yang membuat situasi terpolarisasi," katanya di Jakarta, Sabtu,
12 Maret 2016. Ia mengatakan partainya ingin memberi kesempatan kepada Gubernur-Wakil Gubernur
DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias AhokDjarot Saiful Hidayat, melaksanakan tugas
pemerintahan sampai akhir jabatan dengan baik. "Ini akan berimbas dan menguntungkan masyarakat,"
katanya. Secara Etika: (Sindonews.com: Tidak Etis Jika Parpol Minta Izin ke Teman Ahok) DPD PDIP
Jakarta menyatakan tidak etis bila partai politik pemenang pemilu harus meminta izin kepada Teman
Ahok bila ingin mengusung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Pilgub 2017
mendatang. Pernyataan ini diutarakan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI-Perjuangan
DKI Gembong Warsono menanggapi ucapan Ahok yang menyebut PDI-P harus meminta izin kepada
Teman Ahok jika ingin mengusungnya. Menurut penulis, hal itu (masukan Ahok sebagai calon
Gubernur independen) tidaklah melanggar etika baik norma maupun Pancasila. Mengajukan suatu
permintaan izin bukanlah hal yang dapat membuat seseorang, anggota, maupun sekumpulan
masyarakat bangsa menjadi turun derajatnya. Hanya diperlukan sedikit kerendahan hati bagi seseorang
maupun sekumpulan masyarakat untuk dapat mengajukan permintaan izin atas suatu permohonan
maupun niatan hati yang bertujuan baik (terutama bagi kepentingan rakyat). 5. Partai Golongan
Karya(16) Partai politik telah menentukan sikap di dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017
nanti. DPP Partai Golkar telah menyerahkan pengambilan sikap untuk pemilihan Gubernur sepenuhnya
kepada DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Golkar akan mengumumkan siapa yang diusung di Pilgub DKI
pada Juni. DPD I Golkar DKI akan diminta menentukan sikapnya kepada DPP. (17) Nibras Nada
Nailufar. Ini Strategi Sandiaga Uno Dekati Wong Cilik. 2016. Kompas.com 18 Secara etika: (Grup
Pikiran Rakyat : Golkar Ingin Rebut lagi posisi Gubernur) Menurut Tatu, salah satu petinggi Golkar,
kader Golkar banyak yang mumpuni. Untuk penentuan siapa yang akan maju di pemilihan gubernur
2017, pihaknya akan menggunakan tata cara yang ada di partai. Seleksinya dapat dilakukan melalui
survei semua kader yang ada di provinsi, hasilnya DPP yang memutuskan. 6. Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) (17) Pengusaha Sandiaga Uno yang berniat ikut Pilkada DKI 2017, mengaku memiliki
strategi sendiri dalam memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Dia menilai perlu untuk turun
langsung menyapa warga secara rutin. (Baca: Sandiaga Uno Minat Gunakan Kaskus untuk Kampanye).
"Harus betul-betul menyapa warga dari kelompok akar rumput. Dijadwalkan tujuh titik setiap hari,"
kata Sandiaga saat ditemui di kantor Kaskus, Jakarta, Kamis (17/3/2016). Sandiaga juga berencana
turun ke pasar-pasar. Dia menilai pasar sebagai lokasi yang memungkinkan terjadinya banyak interaksi
sosial. "Saya ingin menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga. Soal ketersdiaan pangan dan
juga harga yang melambung tinggi," ujarnya. Dalam kunjungannya ke markas Kaskus, Sandiaga Uno
menyatakan berulang kali pentingnya pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat. Ia
menilai, hadirnya teknologi dapat menambah lapangan kerja. Dia pun mengapresiasi Kaskus yang
menghimpun lebih dari 20.000 komunitas dan 300 forum. (Baca: Sandiaga Uno Dukung Taksi
"Online").Sandiaga berharap, akan ada forum terkait pembahasan bahan pangan di Kaskus nantinya.
"Kalau ada forum bawang merah, forum cabai, forum ayam, forum daging sapi, mudah-mudahan harga
bisa terkontrol," kata Sandiaga. Partai Amanat Nasional (PAN) Secara etika : (Kompasiana. Politik
Penuh Sopan Santun, Moralitas dan Etika) Salah satu pelajaran berharga bisa dipetik dari langkah
politik Ketua Dewan Pimpinan (18) Ihsanuddin. PPP Tak Masalah jika Lulung Ingin Keluar dari Partai.
2016. Kompas.com 19 Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Sosok
familiar itu kerap menegaskan: "kalau semua orang bilang politik itu kotor, maka para politisi mesti
punya sopan santun, moralitas dan etika. Jadi politik ini tergantung siapa yang menggenggam dan
memainkannya." Bahkan ia pernah memilih tidak terlibat aktif berkampanye walaupun untuk istrinya
yang akan menjadi calon legislatif di Sulawesi Tengah. Selain itu, Longki menyebut bahwa ini adalah
bagian dari caranya memberikan pendidikan politik internal kepada para kader dan simpatisan
Gerindra. Kata dia, "politik itu mesti dewasa dan bermartabat. Mesti penuh sopan santun. Mesti
bermoral dan mesti beretika. Pada titik ini, Longki menunjukkan politik yang penuh moral dan etika.
Tidak asal libas. Tidak asal ganti. Bahkan ketika DPC Gerindra Donggala diancam tidak ikut Pemilu
lalu, ia tidak serta merta menyalahkan mereka, ia justru memberi arahan agar DPD mengambil alih
masalah tersebut dan memastikan Gerindra Donggala bisa mengikuti Pemilu. Dan berhasil. Gerindra
Donggala tetap menjadi peserta Pemilu dan meraih kemenangan luar biasa. Sesekali, kemarahan
ditunjukkannya, tapi dasarnya selalu karena ada yang abai atas kerja dan tanggung jawab yang sudah
diberikan. Tentu saja ini hal wajar. 7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)(18) Dewan Pimpinan Pusat
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga saat ini belum memutuskan calon yang layak diusung
untuk bertarung dalam pilgub DKI Jakarta pada 2017, termasuk kemungkinan untuk mencalonkan
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun, jika PPP akhirnya memutuskan untuk mengusung Ahok
sebagai calon petahana, maka tidak boleh ada kader yang mengintervensinya, tak terkecuali Ketua
Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung. Juru Bicara DPP PPP,
Arsul Sani, mengatakan, partainya tidak akan terpengaruh dengan ancaman Lulung yang mengaku akan
keluar dari partai berlambang Kakbah itu. (19) Rikho Jansen. Partai Hanura Dukung Ahok Pilgub DKI
2017 Susul Nasdem. 2016. news.hargatop.com 20 Secara Etika: adalah hak asasi setiap manusia
maupun kelompoknya untuk memelih memiliki calon kandidat pemimpin yang dirasanya pantas
ataupun tidak bagi partai yang diikutinya. 8. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)(19) Ketua DPP
Hanura Miryam S Haryani, mendukung Ahok maju lewat jalur independen. Dalam satu dua hari ini
(akan diumumkan). Arahnya pasti mendukung, kata Hanura Miryam S Haryani dilansir dari Kompas
hari ini Kamis (17/3/2016). Partai Hanura punya alasan kuat kenapa akhirnya mendukung Ahok maju
di pilkada 2017 nanti. Utamanya karena Ahok memiliki rekam jejak yang sudah ada buktinya. Selain
itu Partai Hanura menilai banyak persoalan Jakarta yang selesai di tangan Ahok. Apalagi hasil survei
Partai Hanura memperlihatkan elektabilitas Ahok di DKI sangat tinggi. Secara Etika: (Kabar24.com:
Dulu Ngebet Jatuhkan Ahok, Sekarang Partai Hanura Justru Beri Dukungan) Pernyataan Hanura untuk
mendukung Ahok menimbulkan pertanyaan. Ongen, sapaan akrab Sangaji, dulu merupakan Ketua Tim
Angket DPRD DKI yang berencana melengserkan Ahok dari jabatan DKI 1. Tim Angket sendiri
dibentuk lantaran DPRD DKI menilai Ahok telah melanggar undang-undang karena mengirimkan draf
RAPBD 2015 ke Kemendagri tidak sesuai dengan pembahasan, selain juga terkait etika seorang
Gubernur. "Ya gak gitu. Bedakan dong posisi saya di partai dan DPRD. Kalau Angket kemarin kan saya
diminta teman-teman dewan. Sekarang kan dapat instruksi partai. Kami kan harus ikut keputusan DPP,"
ujarnya sambil tertawa. (20) Putri Adityowati. Apa Skenario Partai Islam Hadang Ahok di DKI 2017?.
2016. Tempo.co 21 Hubungan antara Hanura dan Ahok kembali terjalin setelah perwakilan Partai yang
diinisiasi oleh Wiranto tersebut bertemu dengan Teman Ahok. "Iya sudah ketemuan. Mereka anak-anak
Hebat. Saya salut sama semangatnya. DPD Hanura akan diskusikan lagi soal dukungan seperti apa,"
jelasnya. 9. Partai Damai Aceh (PDA) Partai ini berketerkaitan dengan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
10. Partai Nasional Aceh (PNA) Partai ini berketerkaitan dengan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. 11.
Partai Aceh (PA) Partai ini berketerkaitan dengan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. 12. Partai Bulan
Bintang(20) Sejumlah partai berbasis Islam berencana membentuk koalisi dalam pemilihan Gubernur
DKI Jakarta 2017. Skenario ini dibuat untuk menjaring lawan tanding bagi gubernur inkumben, Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok. Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding menyatakan wacana ini
berkembang dalam pertemuan para pemimpin partai Islam. Beberapa pemimpin pernah bahas itu
secara informal, ujarnya, kemarin. Koalisi partai Islam digagas untuk menyatukan dukungan dari
Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai
Amanat Nasional. Keempat partai itu mewakili 25 persen kursi di parlemen. Dengan modal itu, koalisi
ini memiliki cukup tiket untuk mendukung pasangan calon. Rencana pembentukan koalisi semula
diungkapkan bakal calon gubernur dari PKB, Ahmad Dhani. Dhani berpendapat, koalisi partai Islam
akan menjadi sejarah baru dalam pemilihan Gubernur Jakarta. Sebab, kata dia, koalisi ini akan
menyatukan basis konstituen dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Masyumi. Kami
gabung dalam satu majelis, kata Dhani. (21) http://www.pemilu.com/partai-keadilan-dan-persatuan-
indonesia-pkpi/ 22 Secara Etika: adalah hak asasi setiap manusia maupun kelompoknya untuk memelih
memiliki calon kandidat pemimpin yang dirasanya pantas ataupun tidak bagi partai yang diikutinya. 13.
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)(21) Belum ada info terbaru terkait pendukungan dan
strategi partai untuk calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Secara Etika: adalah hak asasi setiap
manusia maupun kelompoknya untuk memelih memiliki calon kandidat pemimpin yang dirasanya
pantas ataupun tidak bagi partai yang diikutinya. Partai politik yang ada saat ini semestinya mencontoh
Partai Majlis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), partai Islam yang menurutnya dalam sejarah
paling demokratis. (Robigusta Suryanto. Agar Beretika dan Bermoral, Partai Politik Disarankan Contoh
Masyumi. 2014. Hidayatullah.com) Masyumi (partai Islam) itu lebih demokratis daripada partai yang
ada sekarang, ucap Burhanuddin Muhtadi saat menjadi pembicara dalam bedah buku yang diadakan di
auditorium FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta belum lama ini. Padahal, ia melanjutkan, petinggi-
petinggi atau elit partai Masyumi kebanyakan alumni yang berpendidikan dari luar atau Barat. Namun
mereka tetap lebih bermoral daripada partai yang ada saat ini. Meski banyak berpendidikan Barat,
namun etika mereka tetap bermoral, tambahnya dengan tegas. Oleh sebab itu, ia berharap agar partai-
partai yang ada, khususnya partai Islam agar dapat mencontoh perjalanan Masyumi. Dan semestinya
partai yang ada saat ini dapat menjadikan Masyumi sebagai salah satu representasi yang utama. (22)
Thomson Cyrus. Strategi Jitu Ahok, Paksa Lebih Dari 2 Paslon, Yusril Terkunci! 2016. Kompasiana. 23
Masyumi itu layak untuk dijadikan representasi, tutupnya. Perlu diketahui, bahwa partai Masyumi
adalah salah satu partai Islam pertama yang yang lahir pada masa setelah Indonesia merdeka lima
tahun. Pada saat itu Masyumi lahir dari gabungan puluhan ormas Islam. Di antaranya Muhammadiyah
dan Nahdlatul Ulama (NU). Namun usia partai ini tidak lama. Hanya lima belas tahun kurang lebih.
Dibubarkan oleh mantan Presiden Soekarno. 4.2. Strategi Memenangkan Diri yang Dilakukan Sebagai
Calon Peserta Pada Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 yang Berstatus Tidak
Tergabung Sebagai Anggota Partai Berikut ini merupakan strategi memenangkan diri sebagai calon
peserta pada pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 yang berstatus tidak tergabung
sebagai anggota partai: Telah kita ketahui, hingga saat ini, 17 Maret 2016, calon peserta dalam
pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 secara independent resmi yang diketahui oleh berbagai pihak
dari keseluruhan warga Jakarta saat ini ialah Bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Tidak sedikit
lawan dari partai politik lain, yang sudah memberikan kode bahwa ia sanggup mengalahkan Ahok jika
head to head dengan Ahok. Jika hal ini yang terjadi, maka akan ada beberapa kemungkinan seperti:
Pertama, Ahok maju lewat jalur partai, sebelumnya beberapa prediksi yang mengusung adalah PDIP,
Nasdem, Demokrat, Hanura. Lalu di pihak lain, ada kemungkinan memasangkan Yusril dengan
Sandiaga Uno yang didukung oleh Gerindra, PKS, Golkar, sisanya seperti PAN, PKB, melihat arus.
Jika ini yang terjadi, kemungkinan Yusril Sandiaga memenangkan pilkada DKI besar, sebab pemilih
Ahok adalah pemilih dari semua partai yang nasionalis. Artinya Yusril Sandiaga bisa saja meraup suara
dari semua partai yang ada. Kedua, Menyadari itu,Ahok lalu berhitung dan sudah mengenal, siapa
pemilihnya? Pemilih Ahok adalah masyarakat yang sudah merasakan kepuasan atas kinerja Ahok
selama menjadi Gubernur DKI. Oleh karena pemilih Ahok adalah masyarakat yang sudah 24 puas
dengan kinerja Ahok, maka dapat dipastikan mereka sudah fix menentukan pilihan pada Ahok,
siapapun wakil dan isu apapun yang diusung oleh partai lawan, pemilih itu sudah setia kepada Ahok.
Jika demikian halnya, sebenarnya pemilih Ahok itu, sudah agak susah dirayu, diiming imingi,
diarahkan, sebab mereka memilih Ahok bnerdasarkan track record dan kinerja baik Ahok. Survei
terakhir diangka 45% plus minus. Artinya minimal 40 % penduduk Jakarta sudah firm menentukan
suara hanya untuk Ahok. Jika demikian halnya, Ahok butuh sekitar 10 % plus 1 saja untuk dijaga dan
direbut dari suara yang ada. Angka inilah sebenarnya yang sedang dikalkulasi oleh Ahok. Dimana itu
berada. Oleh karena Ahok sudah memetakan dukungan bagi dirinya, sekaligus sudah memetakan
lawannya. Ahok memulai strategi jitunya, yaitu memecah perhatian para lawan politiknya. Di saat
Ahok sudah fix menentukan calon wakilnya, para lawan politiknya masih memilih milih dan
menimang-nimang siapa yang akan diusung. Saat lawannya sibuk konsolidasi, Ahok dan Teman Ahok
sudah kerja sambil sosialisasi pasangan. Strategi jitu Ahok tersebut ternyata menguras energi lawan
politiknya. Hal ini yang menyebabkan para kader PDIP kewalahan. Tadinya ingin bersama dengan
Ahok, sekarang seperti dipaksa untuk maju sendiri. Sebab yang kebayakan dari masyarakat tahu, harga
diri PDIP dirasa terlalu tinggi, ia kemungkinan besar akan mengusung paslon sendiri. PDIP tidak akan
mendukung Yusril sebab hal tersebut hanya akan mencelakai masa depan partai PDIP sendiri. Jika
PDIP mengusung paslon sendiri, itu yang diharapkan Ahok. Suara muslim yang tidak suka dengan
dirinya, akan tergerus oleh paslon PDIP. Semakin baik lagi, apabila PDIP menggandeng partai-partai
lain yang berarti, bisa saja Yusril tidak dapat dukungan partai. Jika demikian halnya, maka Yusril sudah
terkena strategi jitu Ahok. Ahok rela kalah dari paslon PDIP jika PDIP mengusung Risma atau Ganjar.
Asalkan tidak dari Yusril, sebab Ahok dinilai sangat mencintai warga Jakarta. Jika Jakarta dipimpin
oleh Yusril, dirasa bisa dibayangkan kembali bahwa Jakarta akan seperti jaman Fauzi Bowo. Ahok
tidak ingin kinerjanya bersama Jokowi selama ini rusak kembali. Ahok tidak rela estafet kepemimpinan
yang telah dibangun dengan hati yang tulus, harus mundur kembali di tangan orang yang kurang
profesional menurutnya. Ahok sudah bekerja sebagai gubernur, yang lain masih akan menjanjikan ini
dan itu untuk Jakarta. Ahok sudah fix dengan Heru dan sudah bekerja untuk sosialisasi, 25 peserta lain
masih berhitung dan bernego, siapa dapat apa dan siapa akan apa? Masyarakat Jakarta sudah cerdas,
sudah pintar, semua tersaji terbuka di hadapan mereka, seolah tinggal memilih, menu mana yang
mereka akan santap. Masakan yang sudah jadi atau yang masih mentah? Secara etika: strategi ini baik
dijalankan mengingat tidak ada pihak yang merasa dipaksakan hak dan kewajibannya untuk membantu
pemilihan independen yang akan dijalankan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Persaingan adalah
hal yang normal. Tim Teman Ahok berupaya menjalani semua strategi yang direncanakan sejauh ini
masih dalam taraf yang wajar. Jakarta, memalui PEMILU.com, menyatakan bahwa Undang-Undang
nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mengatur calon independen
dinilai sudah cukup baik. Karena itu, revisi UU Pilkada jangan sampai justru menyulitkan mereka
untuk maju dalam Pilkada. Kalau kemudian katakanlah ada usulan perubahan, jangan sampai
perubahan itu dimaksudkan untuk menutup menghalang-halangi calon independen, ujar Sekretaris
Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Rabu (16 Maret 2016). Menurut Pramono, pesta demokrasi di
Indonesia melalui pilkada telah mendapat pujian positif dari dunia internasional. Sehingga peran partai
politik diharapkan tidak sampai mengesampingkan peran perseorangan. Ditambahkannya, calon
independen itu merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi dalam demokrasi. Karena itu, dalam rapat
terbatas mengenai Pilkada, Presiden telah memberi arahan agar setiap kontestan pilkada mendapat hak
yang adil. Posisi pemerintah sampe hari ini menganggap bahwa hal yang berkaitan dengan independen
sudah cukup diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2015, pungkasnya. 4.3. Kesesuaian Antara Strategi
yang Dilakukan Untuk Memenangkan Diri Sebagai Calon Eksekutif Tingkat Daerah (Gubernur)
Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 yang Berstatus Sebagai Anggota Partai Maupun Non Partai dengan
Kaidah Etika dalam Berpolitik di Negara Indonesia (23) http://www.lirikonline.com/2015/02/moral-
dan-etika-dalam-berpolitik-yang.html 26 Fenomena dunia politik Indonesia(23) sepuluh tahun terakhir
ini mengalami banyak perubahan. Perubahan perpolitikan di Indonesia tidak hanya mengubah watak
dan perilaku para politisi, partai politik, elite politik, dan penguasa, tetapi juga mengubah persepsi dan
paradigma berpikir masyarakat Indonesia tentang memaknai hakikat politik itu sendiri. Munculnya
konflik antar lembaga negara, kasus korupsi hingga terseretnya pejabat negara karena narkoba dan
asusila yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif menurut penilaian Kepala Pusat Studi
Pancasila (PSP) UGM, Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si., sebagai cermin hilangnya tatanan etika dan moral
yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.Banyak politisi dan pejabat negara yang sudah tidak ada rasa
malu meskipun terindikasi terlibat kasus seolah tenang-tenang saja sambil menunggu proses hukum
positif, mereka tidak memberikan tanggung jawab secara moral dan menunjukkan rendahnya etika
politik.Sudjito menilai demokrasi yang dibangun dalam dunia perpolitikan saat ini adalah demokrasi
yang bebas nilai yang menyebabkan perilaku politisi dan pejabat Negara jauh dari etika politik. Makna
dan esensi demokrasi direduksi sebagai merebut kekuasaan. Kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat
tetapi di tangan penguasa dan lembaga politik. Lembaga politik seperti partai politik bukan lagi
merepresentasikan kepentingan rakyat tetapi merepresentasikan kepentingan partai dan elite partai.
Yang terjadi, elite partai melanggengkan kekuasaan dengan menggunakan segala cara. Kemudian, etika
dan moral cenderung diabaikan sehingga melahirkan berbagai sindiran politik seperti politik dagang
sapi,politik sapi perah, dan politik jalanan,politik dinasti. Sehingga politik dimaknai sebagai adu
kekuatan dan kepentingan. Menurut Sudjito, berdemokrasi dan berpolitik Pancasila pada dasarnya tidak
hanya berpegang pada kaidah hukum, tetapi juga lebih pada kesadaran dan kepantasan moral yang
mengedepankan etika nilai-nilai Pancasila. Ironisnya, praktik semacam ini seharusnya dilaksankan di
Indonesia justru dilaksanakan di Negara lain. Di jepang, misalnya, seorang pejabat tinggi akan mundur
karena pertimbangan moral ketika gagal melaksanakan tugas, mereka seolah lebih menghayati sila
kemanusiaan Oleh karena itu, etika politik harus dijadikan sarana merefleksikan kualitas moral yang
harus dimiliki oleh para pelaku politik dan para penyelenggara negara. Indikasinya dapat terlihat
sampai sejauh mana para pelaku politik dapat memaknai dan melaksanakan etika 27 politik dan
demokrasi dalam kerangka Pancasila.Dr. Slamet Sutrisno, mengatakan demokrasi pancasila adalah
konsep demokrasi keindonesiaan yang secara internal menegaskan ide kerakyatan dan ide musyawarah
perwakilan dan diresapi oleh nilai-nilai eksternal religiusitas, humanitas, kebangsaaan dan keadilan
sosial. Sedangkan praktek politik demokrasi di era reformasi terkesan lebih menganut filsafat
demokrasi barat liberal yakni supremasi mayoritas. Kendati demokrasi itu muncul akibat protes
terhadap ekstrim musyawarah mufakat artifisial rezim orde baru. Dengan ditetapkannya Pancasila
sebagai dasar negara, kehidupan politik memiliki dimensi etis, bukan sesuatu yang netral. Nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila mendorong warganegara untuk berperilaku etis dalam politik.
Apabila nilai-nilai Pancasila itu dapat ditransformasikan ke dalam ethos masyarakat, maka akan
menjadi pandangan hidup atau Weltanschauung. Pandangan hidup dapat dilihat sebagai suatu cultural
software, suatu perangkat lunak budaya. Pandangan hidup adalah suatu cara memahami dunia dan
kehidupan sosial, suatu kosmologi masyarakat. Sebagai perangkat lunak budaya pandangan hidup
berperan dalam mengkonstruksikan dunia sosial dan politik. Tetapi pandangan hidup itu selalu berada
dalam kontestasi dan negosiasi dengan pandangan hidup lainnya. Cultural software dikopi dalam setiap
individu melalui sosialisasi, interaksi dan komunikasi. Fungsi cultural software mirip dengan apa yang
disebut Gadamer tradisi: tradisi melengkapi kita dengan pra-pemahaman yang memungkinkan kita
membuat penilaian mengenai dunia sosial Sejauh masyarakat memiliki kopi yang kurang lebih sama,
maka pemahaman budaya mereka adalah pemahaman budaya bersama. Secara Keseluruhan,dapat
disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan (masingmasing pihak baik yang tergabung dalam partai
politik maupun tidak) untuk Memenangkan Diri Sebagai Calon Eksekutif Tingkat Daerah (Gubernur)
Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 dengan kaidah etika dalam berpolitik di Negara Indonesia antara lain
(http://www.lirikonline.com/2015/02/moral-dan-etika-dalam-berpolitik-yang.html): 1. Melalui Partai
Politik Tidak seluruh partai maupun anggotanya secara individu memiliki etika yang baik dalam
bersaing. Partai politik yang memiliki toleransi antar peserta calon kepala (24)
http://news.detik.com/berita/3166010/pemerintah-isyaratkan-tak-setuju-syaratcalon-independen-
diperberat). ( 28 daerah, telah memiliki kesesuaian dalam penerapan kehidupan berpolitiknya dengan
falsafah, etika, dan moral Pancasila di Negara Indonesia. 2. Jakarta, memalui PEMILU.com,
menyatakan bahwa Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
yang mengatur calon independen dinilai sudah cukup baik. Karena itu, revisi UU Pilkada jangan
sampai justru menyulitkan mereka untuk maju dalam Pilkada. Kalau kemudian katakanlah ada usulan
perubahan, jangan sampai perubahan itu dimaksudkan untuk menutup menghalang-halangi calon
independen, ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Rabu (16 Maret 2016). Menurut
Pramono, demokrasi di Indonesia sudah berjalan baik dan mendapat pujian dari dunia internasional
karena peran besar dari partai politik, tapi bukan berarti menutup kesempatan bagi calon independen
berlaga di Pilkada. "Kemarin dalam rapat terbatas Presiden memberi arahan terhadap persoalan itu.
Posisi pemerintah sampai hari ini menganggap berkaitan calon independen cukup baik diatur dalam
UU 8/2015," tegas Pramono(24) . (25) http://news.detik.com/berita/3166010/pemerintah-isyaratkan-
tak-setuju-syaratcalon-independen-diperberat). ( 29 BAB V PENUTUP 5.1. Penutup Krisis kehidupan
berbangsa dan bernegara, yang sedang dihadapi bangsa Indonesia(25) , antara lain karena persoalan
etika dan perilaku kekuasaan. Silang pendapat, perdebatan, konflik, dan upaya saling menyalahkan
terus berlangsung di kalangan elite, tanpa peduli dan menyadari bahwa seluruh rakyat kita sedang
prihatin menyaksikan kenyataan ini. Kemampuan membangun harmoni, melakukan kompromi dan
konsensus di kalangan elite politik kita terkesan sangat rendah, tetapi cepat sekali untuk saling
melecehkan dan merendahkan. Padahal untuk mengubah arah dan melakukan lompatan jauh ke depan,
sangat diperlukan kompromi dan semangat rekonsiliasi. Politik bukanlah persoalan mempertaruhkan
modal untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, sebagaimana diyakini oleh sebagian besar
pelaksana money politics di Tanah Air kita. Politik bukanlah semata-mata perkara yang pragmatis
sifatnya, yang hanya menyangkut suatu tujuan dan cara mencapai tujuan tersebut, yang dapat ditangani
dengan memakai rasionalitas. Politik lebih dari pragmatisme, tetapi mengandung sifat eksistensial
dalam wujudnya karena melibatkan juga rasionalitas nilainilai. Oleh karena hal tersebut, politik lebih
dari sekadar matematika tentang hubungan mekanis di antara tujuan dan cara mencapainya. Politik
lebih mirip suatu etika yang menuntut agar suatu tujuan yang dipilih harus dapat dibenarkan oleh akal
sehat yang dapat diuji, dan cara yang ditetapkan untuk mencapainya haruslah dapat dites dengan
kriteria moral. Apabila kesadaran etika berpolitik sangat rendah maka tantangan yang mungkin kita
hadapi kedepan adalah terjadinya feodalisme maupun kapitalisme dalam politik Indonesia yang dapat
mengakibatkan bahwa kemerdekaan nasional justru memberi (26)
http://www.lirikonline.com/2015/02/moral-dan-etika-dalam-berpolitik-yang.html 30 rakyatnya dalam
ketergantungan dan keterbelakangan. Tantangan ini harus kita hadapi dengan penuh kesadaran untuk
selalu berjuang menentang feodalisme dan perjuangan untuk membebaskan diri dari cengkeraman
kapitalisme. Usaha ini sangat ditentukan juga melalui perjuangan partai politik. Partai politik
hendaknya berbentuk partai kader dan bukan partai massa, karena dengan partai kader para anggota
partai yang mempunyai pengetahuan dan keyakinan politik dapat ikut memikul tanggung jawab politik,
sedangkan dalam partai massa keputusan politik diserahkan seluruhnya ke tangan pemimpin politik dan
massa rakyat tetap tergantung dan tinggal dimobilisasi menurut kehendak sang pemimpin partai. Partai
politik sebagai pilar demokrasi haruslah selalu berinteraksi dengan masyarakat sepanjang tahun.
Kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan agenda wajib begitu pula sikap cepat tanggap dalam
menghadapi musibah dan bencana. Para elit politik partai pun sudah seharusnya sering terjun menemui
konstituen, mendengar aspirasi mereka, dan memperjuangkannya. Partai tidak boleh membuat jarak
dengan rakyat. Di sinilah sesungguhnya hakikat dari pendidikan politik yang diterapkan oleh partai
politik dan elitenya. Dengan demikian, maka apapun sikap dan kebijakan partai tidak akan terlepas dari
kehendak masyarakat konstituennya, dan benar-benar menjadi penyambung lidah rakyat. Sehingga
dapat mencegah kehawatiran bahwa partai hanya memperjuangkan kepentingan kelompoknya.
Kegiatan pencerdasan politik masyarakat harus terus dipupuk oleh partai politik melalui respon
terhadap realitas sosialpolitik. Selain itu berpolitik hendaknya dilakukan dengan cara yang santun,
damai, dan menyejukkan. Kemudian kita juga harus mengembangan sistem multipartai agar kehidupan
politik terhindar dari konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar pada diri satu orang atau satu golongan
saja. 5.2. Saran Sejumlah politikus(26) di negara ini terjerat kasus hukum dan sebagian sudah
menjalani hukumannya. Para pejabat publik dan politikus yang terindikasi kasus korupsi lebih baik
mundur. Jangan terus membodohi rakyat dengan mengatasnamakan menunggu 31 proses hukum.
Dalam kehidupan selain hukum, juga ada etika yang harus dijaga. Para Penyelenggara Negara
Indonesia jangan selalu berlindung di balik proses hukum tanpa mempedulikan etika. Contoh
bagaimana politikus senior Jerman yang mundur karena patuh pada etika. Mantan Kanselir Jerman
Barat yang berkuasa puluhan tahun, Helmut Kohl, mundur dari jabatannya karena menerima uang
sebagai ketua umum partai yang berkuasa CDU/CSU sebesar 8.000 DM saat itu atau hanya sebesar Rp
160 juta. Dana itu bukan untuk kepentingan pribadinya, tapi masuk ke kas partainya. "Dia pun mundur
dengan legowo, Mundurnya politisi muda Jerman yang cemerlang dari jabatan Presiden Jerman,
Cristian Wulf, karena mendapatkan kredit rumah dengan bunga keciltapi dia sadar akan resiko sebagai
politisi dan pejabat publik yang tidak boleh melakukan hal-hal yang oleh orang umum sebenarnya biasa
saja. Para Penyelenggara Negara harus mengerti bagaimana politik itu sendiri yang seharusnya
dilaksanakan sesuai dengan etika terlebih amanah pancasila, tudak bertentangan dan bukan bagaimana
pancasila dipolitikkan oleh para penguasa negara khususnya negara Indonesia DAFTAR PUSTAKA
http://www.pustakaskripsi.com/kumpulan-100-judul-judul-skripsi-ekonomi-2559.html
https://rifkaputrika.wordpress.com/2013/03/29/iad/ http://ilmupengetahuan-
biologi.blogspot.com/p/apa-perbedaan-filsafat-dan-filosofis.html https://prezi.com/b8agiqpnvqj4/etika-
berpolitik-dalam-berbangsa-dan-bernegara/ http://budisansblog.blogspot.com/2014/02/contoh-etika-
politik-atau-cacat-moral.html http://ilmumedia.blogspot.com/2014/04/analisis-kasus-politik-uang-
dalam.html @medanbisnis (posted at Twitter) 3 Juni 2013
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/03/32659/etika-politik-caleg/
https://id.wikipedia.org/wiki/Etika_politik
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/03/32659/etika-politikcaleg/#.VuUqhfl97IU
http://weloveblitar.blogspot.com/2013/03/pancasila-sebagai-sumber-etika-politik.html
http://nasional.kompas.com/read/2015/06/18/15000021/Etika.Politik.Dirusak
http://metrojambi.com/read/2015/09/30/3701/etika-politisi-dan-undangundang-pemilukada
http://efekgila.com/kandidat-calon-gubernur-dki-jakarta-2017/
http://nasional.kompas.com/read/2016/03/16/21013031/KPU.Syarat.Calon.Independen.dan.Parp
ol.Tak.Bisa.Disamakan