Anda di halaman 1dari 3

4.2.

Mekanisme robeknya RPE pada penyakit yang berhubungan dengan PED yang serius
Goldstein dan Pavan pertama kali menyebutkan terlepasnya RPE pada pasien dengan
cental serous chorioretinopathy. Mereka menyatakan bawa penyebabnya adalah tingginya
tekanan hidrostatis pada PED. Pada mata dengan central serous chorioretinopathy, kebocoran
fokal pada angiografi fluoresens bertanggungjawab terhadap rusaknya RPE atau kerusakan kecil
pada fundus autoflourescence dan OCT. Penanganan dengan kortikosteroid bisa memicu
kebocoran dan/atau peningkatan eksudasi fibrin, yang menyebabkan traksi. Seperti central serous
chorioretinopathy, pada PED serous, robeknya RPE terjadi dari tekanan hidrostatik tanpa
kontraksi CNVM. Mekanisme ini mendukung argument bahwa robekan kecil yang disebabkan
oleh tekanan hidrostatik adalah tahap awal dari robekan konvensional karena vFED.
Penulis ini menduga bahwa pada pasien dengan bullous central serous retinopathy, tarikan
sirkumfrensial berperan pada terjadinya robekan konsentris, berlawanan dengan tarikan
tangensial dari CNVM. Pada pasien dengan bullous central serous chorioretinopathy, kerusakan
RPE yang ekstensif dapat mempengaruhi perkembangan dari robeknya RPE secara konsentris.

4.3. Mekanisme robeknya RPE pada penyakit yang berhubungan dengan choroidal swelling
Tidak seperti penipisan choroidal pada robekan yang berkaitan dengan AMD, kelainan
yang mengarah kepada pembengkakan choroidal, seperti efusi choroidal atau tumor choroidal,
dapat menyebabkan secara khusus robekan besar atau sangat besar. Pembengkakan choroidal
yang masif memberikan stres mekanik pada RPE dan meregangkannya. Inflamasi berkontribusi
terhadap pembentukan robekan akibat destruksi dari RPE dan membran Bruch pada skleritis,
panuveitis, dan Vogt-Koyanagi- Harada disease. Torfs dan Leys melaporkan sebuah kasus dari
hipertensi arteri pulmonalis familial yang berkomplikasi terhadap sebuah retina yang terflek,
choroidopathy, dan robekan RPE. Mereka mengobservasi bahwa peningkatan tekanan pada vena
cava superior dan pada vena ophtalamic menyebabkan kongesti dari koroid, yang memicu
sebuah robekan RPE. Tsuda dkk, mencatat sebuah robekan RPE yang sangat besar setelah
dilakukan scleral buckling surgery dengan konsekuensi yang mungkin berupa peningkatan
perlepasan koroid. Pada penyakit dengan pembengkakan koroid, stress mekanis mempengaruhi
daerah yang lebih luas pada RPE di bandingkan dengan penyakit dengan PED. Akibatnya
robekan RPE yang lebih besar terjadi pada penyakit ini.
4.4. Mekanisme robeknya RPE pada penyakit lainnya.
Chang dan Sarraf melaporkan sebuah kasus robeknya RPE pada mata dengan myopia
degenerative. Dugaan awal mereka adalah bahwa penyebab yang mungkin yaitu staphyloma
posterior, yang menyebabkan peregangan atau penipisan dari RPE. Penyebab paling sering dari
robeknya RPE pada atrofi geografik adalah penipisan RPE seperti yang terjadi pada myopia
degeneratif. Sebagai tambahan terhadap menipisnya RPE, kontraksi CNVM dapat
mempengaruhi perkembangan dari suatu robekan pada kebanyakan membrane neovaskular
klasik yang disebabkan oleh AMD eksudatif atau angloid streak. Logiya dan Newsom menemui
sebuah kasus dengan robekan RPE yang sangat besar yang disebabkan oleh tarikan dari
membrane subretinal vitreoretinopathy proliferatif. Sebagai tambahan, tarikan vitreoretinal
adalah penyebab yang mendasari robeknya RPE pada shaken baby syndrome. Gaya yang
diberikan pada RPE adalah penyebab utama dari robekan yang disebabkan oleh trauma tumpul.
Sebuah gaya yang cukup kuat untuk merusak RPE, namun tidak merobek RPE dan membrane
bruch secara bersama, seperti yang terlihat di rupture choroidal menyebabkan robekan RPE yang
traumatik.

4.5 Lokasi histologis dari robekan


Masalah kontroversial lain adalah lokasi sebenarnya dari robekan pada pasien dengan
AMD. Hoskin dkk, menyatakan bahwa terjadinya robekan terjadi pada RPE tanpa disertai
membrane basal pada evaluasi histopatologi dari 2 robekan RPE yang spontan berhubungan
dengan AMD. Bagaimanapun, Toth dkk menunjukkan bahwa kompleks RPE-membran basal
tertekuk berulang kali dan melipat ke arah dalam.