Anda di halaman 1dari 15

PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat


telah di bangun puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan
kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di
suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai :
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan .
2. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya, puskesmas
dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terdiri dari :
1. Perencanaan tingkat Puskesmas
2. Lokakarya Mini Puskesmas
3. Penilaian Kinerja Puskesmas Dan Manajemen Sumber Daya termasuk alat, obat,
keuangan
dan Tenaga serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan
disebut sistem informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS) dan upaya peningkatan
mutu pelayanan ( antara lain melalui penerapan quality assurance ).

Mempertimbangkan rumusan pokok-pokok program dan program-program


unggulan sebagaimana disebutkan dalam Rencana Strategis Departemen Kesehatan
dan program spesifik daerah, maka area program yang akan menjadi prioritas di suatu
daerah, perlu dirumuskan secara spesifik oleh daerah sendiri demikian pula strategi
dalam pencapaian tujuannya, yang harus disesuaikan dengan masalah, kebutuhan serta
potensi setempat.

Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan,


mempunyai peran cukup besar dalam upaya mencapai pembangunan kesehatan.Untuk
mengetahui tingkat kinerja Puskesmas, perlu diadakan Penilaian Kinerja Puskesmas.

B. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA PUSKEMAS

Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja
/ prestasi Puskesmas.

Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri
karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, kemudian Dinas

PENILAIAN KINERJA 1
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan verifikasi hasilnya.Adapun aspek penilaian


meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan
(khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan mutu pelayanan) atas perhitungan
seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi, dinas kesehatan kabupaten / kota
bersama Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III) sesuai
dengan pencapaian kinerjanya.Pada setiap kelompok tersebut, dinas kesehatan
kabupaten/kota dapat melakukan analisa tingkat kinerja puskesmas berdasarkan rincian
nilainya, sehingga urutan pencapian kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan
pembinaan secara lebih mendalam dan terfokus.
C. TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam
mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan kabupaten / kota.
b. Tujuan Khusus
1). Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan
serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan.

2). Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan
peringkat kategori kelompok puskesmas.

3). Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan masukan dalam
penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota
untuk tahun yang akan datang.

2. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas :

a. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan dibandingkan


dengan target yang harus dicapai.

b. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari


penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di wilayah
kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja puskesmas (out
put dan out come)

c. Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan tingkat


urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan datang
berdasarkan prioritasnya.

PENILAIAN KINERJA 2
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

d. Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan


sumber daya puskesmas dan urgensi pembinaan puskesmas.

D. RUANG LINGKUP PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

Ruang lingkup kinerja puskesmas meliputi penilaian pencapaian hasil pelaksanaan


pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan. Penilaian terhadap
kegiatan upaya kesehatan wajib puskesmas yang telah ditetapkan di tingkat
kabupaten/kota dan kegiatan upaya kesehatan pengembangan dalam rangka penerapan
tiga fungsi puskesmas yang diselenggarakan melalui pendekatan kesehatan masyarakat,
dengan tetap mengacu pada kebijakan dan strategi untuk mewujudkan visi Masyarakat
sehat yang mandiri dan berkeadilan.

PENILAIAN KINERJA 3
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA

A. BAHAN DAN PEDOMAN


Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah hasil pelaksanaan
pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan.Sedangkan dalam
pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil / masalah
sampai dengan penyusunan laporan berpedoman pada Buku Pedoman Penilaian Kinerja
Puskesmas dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan
R.I. tahun 2006.
B. TEKNIS PELAKSANAAN

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja UPTD Puskesmas Motoboi Kecil tahun 2015,
sebagaimana berikut di bawah ini:

1. Pengumpulan Data.

Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil kegiatan


puskesmas tahun 2015 ( Januari s.d Desember 2015 ) dengan variabel dan sub variabel
yang terdapat dalam formulir penilaian kinerja puskesmas tahun 2015.

2. Pengolahan Data.

Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan penghitungan


sebagaimana berikut di bawah ini :

a. Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Cakupan sub variabel (SV) dihitung dengan membagi hasil pencapaian (H)
dengan target sasaran (T) dikalikan 100 atau SV (%) = H x 100%

Cakupan variabel (V) dihitung dengan menjumlah seluruh nilai sub variabel (SV
) kemudian dibagi dengan jumlah variabel ( n ) atau

V (%) = SV

Jadi nilai cakupan kegiatan pelayanan kesehatan adalah rerata per jenis kegiatan.
Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

PENILAIAN KINERJA 4
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil 91 %


Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81 90 %
Kelompok III (kinerja kurang) :Tingkat pencapaian hasil 80 %

b. Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas


Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dikelompokkan menjadi empat
kelompok :
1. Manajemen Operasional Puskesmas
2. Manajemen alat dan obat
3. Manajemen keuangan
4. Manajemen ketenagaan
Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dengan mempergunakan skala nilai
sebagai berikut :
Skala 1 nilai 4
Skala 2 nilai 7

Skala 3 nilai 10

Nilai masing-masing kelompok manajemen adalah rata-rata nilai kegiatan


masing-masing kelompok manajemen.
Cara Penilaian :
1. Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan
dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.
2. Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel
3. Hasil rata rata dari penjumlahan nilai variabel dalam manajemen
merupakan nilai akhir manajemen
4. Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi :
Baik : Nilai rata rata > 8,5
Cukup : Nilai 5,5 8,4
Kurang : Nilai < 5,

c. Penilaian mutu pelayanan

Cara Penilaian :

1. Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan


dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.

2. Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel

PENILAIAN KINERJA 5
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

3. Hasil rata rata nilai variabel dalam satu komponen merupakan nilai akhir
mutu

4. Nilai mutu dikelompokkan menjadi :


* Baik : Nilai rata rata > 8,5
* Cukup : Nilai 5,5 8,4
* Kurang : Nilai < 5,

PENILAIAN KINERJA 6
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

BAB III
HASIL KINERJA UPTD PUSKESMAS MOTOBOI KECIL
TAHUN 2015

Hasil Kinerja Puskesmas Motoboi Kecil Tahun 2015 berdasarkan data tahun 2015 dapat kami
sajikan sebagaimana berikut ini:

A. Hasil kinerja pelayanan kesehatan

1. Upaya Kesehatan Wajib

Tabel 1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Wajib UPTD Puskesmas


Motoboi Kecil Tahun 2015
HASIL CAKUPAN

NO KOMPONEN KEGIATAN UPAYA KESEHATAN WAJIB (%) TINGKAT KINERJA KETERANGAN

1 UPAYA PROMOSI KESEHATAN 78,46% Kurang Kurang 80%

2 UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN 90,62% Cukup Cukup 81-90 %

3 UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB 79,92% Kurang Kurang 80%

4 UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 80,89% Kurang Kurang 80%

UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


91,79%
5 MENULAR Baik Baik 91 %

6 UPAYA PENGOBATAN 100% Baik Baik 91 %

Rata-rata Kinerja 86,94% Cukup Cukup 81-90 %

2. Upaya Kesehatan Pengembangan

Tabel 2. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Pegembangan UPTD Puskesmas


Motoboi Kecil Tahun 2015
N KOMPONEN KEGIATAN UPAYA KESEHATAN HASIL TINGKAT KETERANGA
O PENGEMBANGAN CAKUPAN (%) KINERJA N
1 Upaya Kesehatan Usia Lanjut 92,7% Baik Baik 91 %
Cukup 81-90
100%
2 Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan Baik %
3 Kesehatan Jiwa 100% Baik Kurang 80%
4 Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi 99,90% Baik Baik 91 %
5 Perawatan Kesehatan Masyarakat 100% Baik Baik 91 %
Rata-rata Kinerja 98,52% Baik Baik 91 %

Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah : rata rata nilai upaya
kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan, atau dengan kata lain nilai
pencapaian upaya kesehatan wajib + pengembangan dibagi dua.

Jadi Nilai Kinerja cakupan pelayanan kesehatan UPTD Puskesmas Motoboi Kecil
adalah : 92,73 % (baik)

PENILAIAN KINERJA 7
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

B. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen UPTD PuskesmasMotoboi Kecil

Tabel 3. Hasil Pencapaian Kinerja Manajemen UPTD Puskesmas Motoboi Kecil Tahun
2015
NO KOMPONEN MANAJEMEN CAKUPAN TINGKAT KETERANGAN
. PUSKESMAS KEGIATAN KINERJA
MANAJEMEN baik Baik 8,5
1 9,14
OPERASIONAL
PUSKESMAS
MANAJEMEN ALAT DAN baik Cukup 5,5 8,4
2 10
OBAT
MANAJEMEN KEUANGAN baik Kurang < 5,5
3 10
MANAJEMEN cukup Cukup 5,5 8,4
4 7,75
KETENAGAAN
Rata-rata baik Baik 8,5
9,2

Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen puskesmas Motoboi Kecil tahun 2015 adalah : 9,2
(Kinerja Baik )

1. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan UPT Puskesmas Motoboi Kecil

Tabel. 4. Hasil Pencapaian Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan UPTD Puskesmas


Motoboi Kecil Tahun 2015
Tingkat
No JENIS KEGIATAN Cakupan Nilai
Kinerja
1 Drop out pelayanan ANC (K1-K4)
21,6% 4 Kurang
2 Persalinan oleh tenaga kesehatan
74,5% 7 Sedang
3 Penanganan komplikasi obstetri / resiko tinggi
105% 10 Baik
4 Kepatuhan terhadap standar ANC
100% 4 Kurang
5 Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB Paru
100% 4 Kurang
Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
6
puskesmas 80% 7 Sedang

Rata-rata nilai 80,18 36 Sedang

Dengan melihat tabel diatas hasil kinerja mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Motoboi
tahun 2015 adalah 6 ( termasuk kinerja Sedang )

2. Hasil Total Kinerja Kegiatan di UPT Puskesmas Motoboi Kecil Tahun 2015

PENILAIAN KINERJA 8
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

Tabel. 5. Hasil Total Kinerja Kegiatan UPTD Puskesmas Motoboi kecil Tahun 2015
No. Komponen Kegiatan Pencapaian Tingkat Kinerja Keterangan

1 Pelayanan Kesehatan 86,94 % Cukup

2 Manajemen 9,2 Baik

3 Mutu 6 Sedang
Rata-rata Kinerja

PENILAIAN KINERJA 9
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

BAB IV
ANALISIS HASIL KINERJA

1. Perbandingan Hasil Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2015

Belum dapat dibandingkan karena pada tahun 2014 menggunakan penilaian kinerja
dengan CMI tool.
1. Hasil Kinerja Kegiatan (Upaya Kesehatan Wajib Dan Upaya Kesehatan
Pengembangan) UPTD Puskesmas Motoboi Kecil Tahun 2015
Dari grafik diatas hamper semua kegiatan belum mencapai 100 %, yang
termasuk kurang yaitu : upaya promosi kesehatan (78,46 %), kesehatan ibu dan
anak termasuk kb (79,92), dan upaya perbaikan gizi masyarakat (80,89 %).
Kemudian dapat kita jabarkan lagi ke dalam pencapaian kinerja per kegiatan

Dari grafik di atas terlihat bahwa untuk kegiatan bayi mendapatkan ASI eksklusif
hanya mencapai 15%.
Terlihat bahwa penyuluhan PHBS yang kurang adalah di institusi tempat kerja
Terlihat bahwa kegiatan yang belum mencapai 100 % adalah pembinaan tempat
pegelolaan makanan 73 % dan penyehatan lingkungan pemukiman dan jamban
keluarga 57 %.
Untuk kegiatan KIA dan KB, Kesehatan ibu (79,92 %), Kesehatan Bayi (120%),
Upaya Kesehatan bayi dan Anak Prasekolah (68,94 %), Upaya Kesehatan Anak
Usia Sekolah dan Remaja (61,12 %), Pelayanan Keluarga Berencana (77,68 %).
Untuk kegiatan Kesehatan Ibu, Linakes 74,5%, KN3 66,4 %, dan penanganan
komplikasi resti/ obstetric 105 %.

Untuk program gizi, yang belum mencapai 100 % adalah balita yang naik berat

badannya (44%), dan balita ditimbang 73%.

Kinerja P2M yang belum mencapai 100% adalah angka kesembuhan TB Paru 25

%, pengobatan penderita kusta 50 %.Imunisasi campak pada bayi 78%.

Pencapaian kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan yang belum mencapai 100 %


adalah Upaya kesehatan Usila 92,7 %, kegiatan Askep pada keluarga 0%.

2. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen Puskesmas


PENILAIAN KINERJA 10
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

Kinerja Manajemen dibagi menjadi 4 variabel, yaitu : manajemen operasional


puskesmas, manajemen alat dan obat, manajemen keuangan, dan manajemen
ketenagaan. Berikut ini gambaran pencapaian kinerja manajemen di UPTD
Puskesmas Motoboi Kecil Tahun 2015.

Terlihat bahwa pencapaian kinerja sebagian besar baik (>8,5), tetapi masih ada
yang cukup yaitu manejemen ketenagaan 7,75 dikarenakan belum semua petugas
membuat rencana kerja bulanan.

Untuk kinerja manajemen operasional puskesmas, manajemen alat dan obat,


manajemen keuangan semuanya baik, tidak ada masalah.

3. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan

Untuk kinerja mutu pelayanan kesehatan semua variabel belum bernilai baik.

Hasil Kinerja UPTD Puskesmas Motoboi Kecil Tahun 2015

Tabel 6. Trend Pencapaian Kinerja UPTD Puskemas Motoboi Kecil

Pencapaian
NO Jenis Kegiatan Trend
Tahun 2014 Tahun 2015

1 86,94 %
Cakupan Pelayanan Kesehatan

2 9,2
Manajemen Puskesmas

3 6
Mutu Pelayanan Kesehatan

Trend belum bisa ditentukan karena baru tahun 2015 pedoman penilaian kinerja puskesmas
dipergunakan.
1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN
MASALAH/TINDAK LANJUT PERBAIKAN KINERJA
Dengan melihat gambaran di atas hasil kinerja kegiatan UPTD Puskesmas Motoboi
Kecil tahun 2015 dapat dikategorikan perjenis kegiatan:
1. Kategori Kinerja Baik

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Upaya Pengobatan

PENILAIAN KINERJA 11
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

Upaya Kesehatan Pengembangan

2. Kategori Kinerja Cukup

Kesehatan Lingkungan

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

3. Kategori Kinerja Kurang

Promosi Kesehatan

Kesehatan Ibu dan Anak Termasuk KB

Selanjutnya akan dibahas jenis kegiatan yg termasuk kategori kinerja cukup & kurang.
Menentukan penyebab dengan menelusuri variabel & sub variabel :

I. Penilaian Kinerja Cukup

1. Kesehatan Lingkungan 90,62% Permasalahan :

a. Program atau kegiatan sanitasi kesehatan lingkungan belum disentuh atau


dimengerti oleh pemerintah

b. Belum diperhatikannya alat- alat penunjang profesi sanitasi puskesmas

( kesehatan lingkungan)
c. Pengawasan kwalitas air minum yang tidak layak beraktifitas (DAMIU)
Pemecahan/Tindak lanjut perbaikan :
Adanya kerjasama lintas sector untuk mengadakan alat alat pemeriksaan
kwalitas air minum
2. Upaya perbaikan gizi masyarakat. Pelayanan dasar bagi anak balita berupa
pemantauan petumbuhan dan perkembangan belum mencapai target yaitu
73,44% Permasalahan :
a. Orang tua tidak rutin membawa anak balita datang diposyandu
b. Tidak tersedianya fasilitas (tempat pelayanan posyandu) dibeberapa Desa/
Kelurahan
Pemecahan/Tindak lanjut perbaikan :
Kerjasama Lintas sector yaitu dengan memberikan himbauan pada masyarakat
dari pemerintah setempat, kader posyandu, tim penggerak PKK, dan
meningkatkan jumlah kunjungan balita ke posyandu.
II. Penilaian Kinerja Kurang

PENILAIAN KINERJA 12
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

1. Promosi Kesehatan dengan nilai 78,46% disebabkan cakupan Asi Ekslusif


hanya 15%
Permasalahan :
a. Banyak ibu yang menyusui belum memahami pentingnya Asi Ekslusif
b. Masih banyak masyarakat yang tidak peduli tentang manfaat Asi Ekslusif
dengan memberikan susu formula kepada bayi / balita yang berumur 0 6
bulan.
c. Kinerja petugas yang masih kurang
Pemecahan/Tindak lanjut perbaikan :
Petugas kesehatan lebih proaktif dalam melaksanakan penyuluhan promosi
kesehatan terutama dalam pemberian Asi Eksklusif
2. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB. Kunjungan K4 belum mencapai target
yaitu 63,3%.
Permasalahan :
a. Pada saat memeriksakan kehamilan pertama kali usia kehamilan sudah
memasuki trimester 2
b. Ibu hamil dengan alasan sibuk
c. Pindah tempat tinggal
d. Tinggal di daerah perkebunan
e. Petugas kurang kooperatif melakukan kunjungan rumah
Pemecahan/Tindak lanjut perbaikan :
a. Perlu dilakukan pemetaan ibu hamil baik yang normal maupun yang
beresiko
b. Pengawasan pada kantong persalinan
c. Sweeping ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilan
d. Mengaktifkan kelas ibu hamil diposyandu
e. Mengikuti pelatihan/ pertemuan bagi petugas (bidan) yang diadakan oleh
Dinas Kesehatan/ Instansi lainnya.

PENILAIAN KINERJA 13
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
UPTD Puskesmas Motoboi Kecil telah melaksanakan penilaian kinerja tahun 2015
dengan hasil sebagai berikut :
1. Kinerja cakupan yankes dgn nilai 86,94 % termasuk kategori kinerja Cukup
2. Kinerja kegiatan manajemen puskesmas dgn nilai9,2 termasuk kategori kinerja Baik
3. Kinerja mutu yankes dgn nilai 6 Termasuk kategori kinerja Sedang
Dengan melihat gambaran diatas hasil kinerja UPTD Puskesmas Motoboi Kecil tahun
2015 dapat dikategorikan perjenis kegiatan sebagai berikut :
1. Kategori Kinerja Baik

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Upaya Pengobatan

Upaya Kesehatan Pengembangan

2. Kategori Kinerja Cukup

Kesehatan Lingkungan

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

3. Kategori Kinerja Kurang

Promosi Kesehatan

Kesehatan Ibu dan Anak Termasuk KB

B. Saran dan Usul

o Monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten lebih diaktifkan.

o Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor sertaberbagai upaya untuk
lebih meningkatkan partisipasi masyarakat

PENILAIAN KINERJA 14
PUSKESMAS MOTOBOI KECIL 2016

o Diharapkan untuk tahun tahun ke depan, masing masing program dapat


meningkatkan hasil kinerjanya, terutama untuk program program yang hasil
pencapaian kegiatannya masih di bawah target sasaran.

o Untuk lebih meningkatkan kualiatas pelayanan dan mengantisipasi segala dampak


pembangunan perlu dibuat upaya baru dalam menanggulangi dan menghadapi masalah
masalah yang timbul.

o Sumber daya kesehatan perlu terus ditingkatkan baik kualitas maupun kwantitas.

PENILAIAN KINERJA 15