Anda di halaman 1dari 24

4.

METODE PENAMBANGAN CAVING

Metode caving adalah metode penambangan secara ambrukan, dimana


penambangan yang memanfaatkan berat bijih, atau tekanan batuan

diatasnya, atau keduanya secara bersamaan, sehingga penambangan

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -1


menjadi lebih murah dan tersedia fasilitas penyanggaan secara otomatis.
Bagian undercut dari cebakan akan runtuh mengisi ruang pada undercut
tersebut, kegiatan peledakan akan berkurang atau hemat. Pada kegiatan
pengambilan bijih,daerah kerja akan diisi oleh batuan diatasnya, sehingga
tidak perlu melakukan penyanggaan terhadap bijihnya.

Semakin besar kecenderungan bijih runtuh dengan sendirinya, maka semakin


mudah batuan diatas bijih untuk runtuh dan mengisi daerah yang kosong,
sehingga semakin sukses penerapan metode runtuhan inikalau sudah diberi
undercut. Endapan bijih harus memiliki cadangan yang besar walaupun
kadarnya rendah.

Yang termasuk dalam metode ini adalah :


(a) Top slicing.
(b) Sub level caving.
(c) Block caving.

4.1. TOP SLICING

Istilah top slicing secara umum diterapkan untuk metode penambangan


dimana bijih diekstraksi (ditambang) dengan cara sepotong demi sepotong
(slice by slice) dimulai dari bagian atas. Slice yang telah ditambang kemudian
dipisang timber, selanjutnya diruntuhkan sebagai capping runtuh (ambruk) ke
lantai slice.

Penambangan pada slice selanjutnya dilakukan tepat di bawah slice yang


telah diruntuhkan sebelumnya, yaitu tepat berada di bawah mat atau gob
yang merupakan akumulasi timber dari slice diatasnya dan broken capping.
Istilah top slicing ini juga diterapkan untuk menambang badan bijih dengan
ketebalan hanya satu slice, kegiatan dilakukan dengan jalan menambang
atau pembuatan timber slice dari satu sisi bergerak ke sisi lainnya, setelah
terlebih dahulu meledakkan timber.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -2


Slice yang telah diledakkan akan meruntuhkan timber dan capping ke
lantai.Adalah suatu cara penambangan untuk endapan-endapan bijih yang
lemah dan batuan penutup (overburden) yang lemah pula, dimana
penambangan dilakukan selapis demi selapis dari atas ke bawah dengan
lombong yang disangga. Bilamana lombong sudah selesai digali, maka
penyangga di atasnya dibiarkan runtuh sedikit demi sedikit. Hal ini akan
menghasilkan perolehan tambang yang tinggi.

Penambangan dilakukan selapis demi selapis dari atas ke bawah pada


lombong yang disanggah. Kalau lombong sudah selesai digali, maka
penyanggah diatasnya dibiarkan runtuh sedikit demi sedikit atau secara
bertahap. Metode ini akan memungkinkan perolehan tambang yang tinggi
walaupun sering terjadi dillution

Pada klasifikasi metode penambangan menurut USBM, top slicing


dimasukkan dalam kelompok metode caving. Secara mendasar, sebenarnya
top slicing berbeda dengan metode caving. Pada metode caving hancurnya
bijih disebabkan oleh runtuhan akibat pembuatan under cutting di bawah bijih.
Sedangkan pada top slicing, hancurnya bijih disebabkan oleh cara yang
umum yaitu pemboran-peledekan dan hanya capping yang hancur karena
runtuhan.
Aplikasi
a. Bijih mempunyai capping lemah yang segera runtuh apabila penyangga
dibawahnya dihancurkan, dengan cara penggalian dibuat galian di
bawahnya (undercut).
b. Dinding-dinding lemah atau kuat. Hangingwall yang lemah sangat cocok
untuk top slicing, karena hangingwall yang kuat akan gagal membentuk
runtuhan yang sempurna
c. Tersedianya pasokan timber yang cukup dan murah
d. Diijinkan terjadinya amblesan dan runtuhan permukaan tanah
e. Mengambil pillar diantara stope pada badly broken ground, sehingga tidak
memungkinkan ditambang secara overhand stoping

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -3


f. Berukuran besar, letaknya boleh mendatar ataumiring, sebaiknya dengan
kemiringan 65o. Untuk ukuran yang tipis, yaitu 2 - 3 meter, dan kemiringan
besar harus mempunyai batuan samping yang agak kuat agar tidak
mudah terjadi dilution.
g. Sebaiknya memiliki bentuk endapan yang teratur, jelas batasnya, dan
tidak memerlukan selective mining.
h. Memiliki nilai yang cukup tinggi, sehingga ongkos penambangan yang
agak tinggi dapat tertutup.
i. Di atas endapan bijih tidak ada bangunan penting, sehingga surface
subsidence tidak merusak bangunan, walaupun akan merusak bangunan
alam dan estitika lingkungan.

Upaya untuk meningkatkan efisiensi sistem penambangan ini adalah :


a. Untuk memperbesar produksi, daerah penggalian diperbesar di
beberapa permukaan kerja (front).
b. Mengurangi jumlah raise berarti jarak antara raise dapat diperbesar.
c. Mengurangi pekerjaan, persiapan harus diimbangi dengan
pengangkutan yang lebih efisien

Untuk menghindari bahaya dan mengurangi keselamatan kerja, proses


ambrukan sebaiknya dibuat secara pelan-pelan agar tidak runtuh dalam skala
besar.

Keuntungan Top Slicing :


a. Merupakan metode yang aman untuk heavy ground, dimana tidak
ekonomis dan aman ditambang secara overhand stoping
b. Ekonomis, khususnya apabila timber tersedia dengan harga murah
c. Ekstraksinya tinggi dan secara teoritis tidak terjadi dilusi dari capping dan
walls
d. Aman, khususnya apabila pengawasan dilakukan dengan memadai
e. Apabila kondisi pasar tidak memungkinkan penambangan lanjutan, maka
stope atau slice dapat diledakkan, sehingga badan bijih tetap berada
dalam kondisi yang baik

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -4


f. Jika batuan samping tidak terlalu lemah, maka pengotoran jarang terjadi.
g. Dapat mengadakan pengambilan conto batuan (sampling) didalam
lombong secara teratur untuk mengetahui batas endapan yang pasti.
h. Dapat menghasilkan produksi yang besar Jika endapan bijih teratur dan
jelas batas-batasnya, maka perolehan tambangnya sangat tinggi (90-95).
i. Setelah development selesai, maka dapat segera dilakukan
penambangan terhadap bijih. Biaya development heading pada top slicing
sekitar 20% dari biaya penambangannya
Kerugian Top Slicing :
a. Jika timber dan lagging tidak dapat dipasok dengan cukup dan
harganya mahal, maka top slicing memerlukan biaya tinggi Lebih
mahal dari metode lainnya yang dapat diterapkan untuk kondisi yang
sama, walaupun metode lain tersebut mempunyai ekstraksi lebih
rendah dan dilusi yang tinggi
b. Tidak cocok untuk kondisi permukaan yang tidak diperkenankan
terjadinya amblesan, walaupun demikian endapan tipis dan kondisi
penambangan yang dalam (deep mining) masih dapat diterapkan
c. Ventilasi sulit, khususnya apabila material telah tebal dan untuk badan
bijih sulfida yang apabila tersingkap pada udara terbuka akan
menghasilkan panas dan gas. Untuk mengatasi ini cukup dengan
memasang booster fan disetiap slice.
d. Akumulasi timber sering menimbulkan bahaya kebakaran, walaupun
demikian kebanyakan aplikasi top slicing pada kondisi bawah atau
lembab dapat mencegah terjadinya kebakaran
e. Untuk mendapatkan output yang besar memerlukan working place yang
besar pula. Periode development sebelum diperoleh produksi relatif
lama. Laju output tidak dapat ditingkatkan dengan segera untuk
memenuhi kebutuhan pasar
f. Kegiatan timbering dan peruntuhannya memerlukan (menyita) waktu,
sehingga mengurangi waktu untuk breaking dan mucking
g. Pengangkutan timber dan lagging, papan-papan dan kabel-kabel
memerlukan biaya yang mahal, mengingat material tersebut diperlukan

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -5


dalam jumlah yang banyak dan kadang-kadang harus dibawa dari
tempat yang sangat jauh
h. Kadang-kadang proses runtuhnya capping dan timber mat di atas suatu
slice tidak lancar dan membentuk rongga besar, sehingga
kemungkinan dapat terjadi runtuhan massa batuan yang besar
i. Tidak dimungkinkan dilakukan sorting terhadap waste pada suatu stope
atau tidak dimungkinkan meninggalkan barren rock di stope
j. Pada saat hujan, air masuk melalui retakan-retakan.
k. Dapat menyebabkan amblesan yang merusak topografi dan tata
lingkungan
l. Ventilasi lombong menjadi sukar, sehingga perlu peralatan khusus.
m. Membutuhkan persiapan kerja yang lama dan banyak

Metode Top slicing dengan penyanggaan kayu

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -6


Metode Top slicing dengan penyanggaan kayu

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -7


Metode Top sluicing menggunakan Powered Roof Support

Metode Top sluicing menggunakan Powered Roof Support

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -8


Powered Roof Support

4.2 SUBLEVEL CAVING

Sub Level Caving merupakan salah satu metode penambangan untuk


tambang bawah tanah yang berproduksi besar, tetapi cukup berbahaya.
Umumnya kecelakaan yang terjadi yaitu tertimpa oleh penyanggah sendiri.

Cara penambangannya tidak berbeda dengan top slicing misalnya dengan


membuat shaft, drift serta raise dan sub level. Perbedaan yang menyolok
adalah tinggi dari pemotongannya ; untuk sub level caving tinggi pemotongan
dapat mencapai 8 meter lebih, sedangkan pada top slicing hanya 4 meter
saja.

Penggalian (pemotongan) mula-mula dilakukan dari sub level paling atas di


bagian ujung menuju ke arah tebal endapan bijih kemudian turun ke sub level
di bawahnya. Hasil penggalian dikirim ke ore chute (ore pass) terdekat dadn
selanjutnya dibawa ke main haulage level

Sub Level Caving merupakan suatu cara penambangan yang mirip top slicing
tetapi penambangan dari sub level artinya penambangan dari atas ke bawah

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) -9


dan setiap penambangan pada suatu level dilakukan lateral atau meliputi
seluruh ketebalan bijih. Endapan bijih antara dua sub level ditambang dengan
cara meruntuhkan atau mengambrukkan. Suatu tumpukan bekas
penyanggah (timber mat) akan terbentuk di bagian atas dari ambrukan,
sehingga akan memisahkan endapan bijih yang pecah dari lapisan penutup di
atasnya.

Sublevel caving dikembangkan dari metode top slicing yang dianggap telah
kuno. Sekarang metode sublevel menjadi sangat populer, karena metode ini
memungkinkan melakukan mekanisasi dengan baik. Salah satu contoh yang
baik dari metode sublevel stoping adalah penambangan Craigmont Mine Ltd.
di British Columbia. Disini, sublevel caving diperkenalkan sejak tahun 1967
untuk menggantikan open pit, setelah diketahui bahwa batuan terlalu lemah
(incompetent) untuk dilakukan peledakan untuk stoping bawah tanah.
Kemudian, ditemukan juga sublevel stoping ternyata lebih ekonomis dan
efesien dibandingkan dengan cut and fill pada batuan yang lemah di
Craigmont.

Dalam penambangan ini dibuat haulage drift yang berjarak 31 feet secara
vertikal dan dihubungkan dengan sistem ram dengan kemiringan 20% untuk
kenderaan ban karet. Drift produksi diperoleh melalui haulage drift yang
dibuat menembus badan bijih dengan interval 25 feet secara horizontal.
Setiap haulage drift dan rangkaian drift produksinya membentuk sublevel
yang terpisah. Semua drift dilayani atau dilengkapi dengan udara, air dan
penyangga atap dengan baut batuan dan shotcreet. Drift produksi
mempunyai ventilasi tekan secara saluran plastik temporer yang dapat
dipasang dan dibongkar secara cepat.

Untuk memulai produksi dibuat slot raise ke atas sepanjang 50 feet yang
menembus bijih disetiap ujung drift produksi. Langkah selanjutnya membuat
pemboran kipas sebanyak 10 12 lubang membentuk sudut 80o mengarah
ke atas (arah runtuhan) dan meledakkan dua buah lubang pemboran kipas
dimulai dari dekat slot raise.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 10


Bijih kemudian ditarik atau diambil dari hasil peledakan sampai habis sampai
sebagian waste ikut terambil (dengan teknik pengambilan bijih yang baik).
Dari drift produksi ini, kemudian bijih ditumpahkan dalam orepass menuju
jalan angkut utama dibawahnya dan akhirnya diangkut keluar dengan
lokomotif trolley 25 ton. Dua kipas pemboran berikutnya diledakkan dan
dimuat, uruturutan ini diulang sampai seluruh sublevel diledakkan, dimuat dan
rongga diisi oleh waste hasil runtuhan opent pit. Sementara itu pada level
lainnya, kegiatan penambangan berlangsung, meliputi developmen, drilling,
blasting dan loading. Disamping itu, Metode ini memungkinkan menghasilkan

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 11


Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 12
dilusi yang minimum.Gambar 4.1 memperlihatkan sublevel caving yang
terletak di bawah suatu open pit di Craigmont.,sedangkan Gambar 4.2
memperlihatkat sublevel caving dimana batuan diatasnya runtuh sementara
penambangan berlangsung dibawahnya

rutan penambangan
a. Membuat drift dan beberapa sub drift sebagai sub level
b. Penambangan dimulai dari level atas, dilanjutkan pada level dibawahnya
secara bertahap.

Aplikasi
Cara ini cocok untuk endapan-endapan bijih yang memiliki sifat-sifat sebagai
berikut :

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 13


a. Ideal untuk bijih besar yang cukup konpeten, dimana tidak cocok untuk
sublevel stoping dan blok caving (karena tidak cukup baik menghasilkan
caving)
b. Untuk badan bijih sempit dengan kemiringan 50o 90o (steeply) dan
mempunyai dimensi vertikal yang besar
c. Pengetahuan dan pemahaman sublevel semakin baik, metode ini dapat
menggantikan cut and fill
d. Cocok untuk badan bijih dengan kedalaman yang bervariasi, karena tidak
tergantung pada dinding batuan kompeten
e. Terjadinya runtuhan yang menerus pada hangingwal selama proses
pengambilan bijih Untuk kondisi yang mengizinkan terjadinya dilusi
dengan waste dan losses
f. Cocok untuk kondisi bijih dimana mineral berharga dan waste rock bis a
secara mudah dipisahkan (misalnya dengan proses pemisahan megnetik
yang sederhana)
g. Metode ini masih baru dan belum secara menyeluruh dimengerti, tetapi
terus dikembangkan khususnya analisis runtuhan yang efektif, peralaman
runtuhan waste untuk mengurangi dilusi

h. Endapan bijih lemah, artinya batuan itu tidak runtuh untuk beberapa waktu
dengan penyanggaan biasa, tetapi endapan ini akan segera runtuh bila
penyangganya diambil. Sedangkan batuan penutupnya dapat pecah
menjadi bongkah-bongkah besar yang akan merupakan tambahan
penyangga bagi penyangga kayu (timber) di bawahnya.
i. Kemiringan endapan tidak begitu penting. Ketebalan bijih sebaiknya > 3
meter. Memiliki nilai endapan bijih yang tinggi atau sedang dan selective
mining tidak perlu dilakukan.
j. Permukaan bumi tidak ada bangunan-bangunan yang penting karena
akan terjadi surface subsidence Bentuk endapan tidak homogen.
k. Kekuatan batuan samping lemah dan dapat pecah menjadi bongkahan
bongkahan dan akan menjadi penyanggah batuan terhadap timber di
bawahnya.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 14


l. Kekuatan bijih lemah tetapi batuan tidak runtuh untuk beberapa waktu
dengan penyanggahan biasa tetapi endapan ini akan runtuh bila
penyanggaan ini diambil.

Keuntungan
a. Mudah dilakukan mekanisasi
b. Tidak ada pillar yang ditinggalkan
c. Operasi penambangan dengan produksi yang besar
d. Memungkinkan seleksi pada bijih dengan berbagai kadar
e. Developmen dilakukan pada badan bijih itu sendiri
f. Merupakan metode penambangan yang paling ekonomis dan aman untuk
batuan inkompeten
g. Development opening tidak harus dipertahankan terus menerus
h. Adanya kecenderungan caving pada dinding akan membantu proses
pengecilan broken ore
i. Kemungkinan terjadinya kebakaran kecil, karena penggunaan
penyanggah kayu sedikit, kecuali pada endapan endapan sulfida.
j. Ventilasi agak lebih baik dibandingkan dengan top slicing.
k. Bisa mengadakan pencapuran dengan memilih penambangan dari
berbagai lombong yang berbeda kadarnya.
l. Pekerjaan persiapan sebagian besar dilakukan pada badan bijih,
sehingga sekaligus dapat berproduksi
Kerugian
a. Dilusi tinggi (sifat inherent), semakin tinggi dilusi yang diperkenankan,
maka semakin tinggi recovery (pada kondisi ideal bisa memperoleh 90%
dan dilusi 10%)
b. Penambangan tidak terkonsentrasi dan pengawasan sulit
c. Sukar untuk mengadakan tambang pilih (selective mining), karena tak
dapat ditambang bagian demi bagian.
d. .Merupakan cara penambangan yang kurang luwes karena terlalu banyak
syarat yang harus dipenuhi dan tidak mudah diubah ke metode lain.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 15


4.3. BLOCK CAVING

Pada blok caving diperlukan pembuatan undercutting pada blok bijih yang
besar, sehingga memungkinkan suatu blok bijih ambruk. Development terdiri
dari pembukaan sejumlah crosscut yang sistematis dibawah suatu badan
bijih.

Bijih kemudian digali bagian bawahnya yang membentuk undercut, sehingga


runtuh dan hancur oleh berat bijih dan berat batuan diatasnya (overlying
capping) membentuk pecahan bijih yang memungkinkan langsung dibawa.
Runtuhan biasanya menerus kepermukaan bumi apabila overbudden sudah
ikut terpengaruh oleh penarikan batuan dalam suatu blok caving. Penarikan
bijih terus berlangsung sampai terlihat material overbudden pada drawpoint.
Saat ini para pekerja tambang telah berhasil menangani kolom atau blok bijih
dengan tinggi 50 350 meter.

Pada kondisi material yang cepat hancur, blok yang besar telah sukses
ditangani dengan perolehan bijih yang baik, dilusi kadar menimum dan
kerusakan relatif kecil terhadap lubang bukaan.

Penambangannya dimulai dengan membagi endapan bijih menjadi blok-blok


dengan ukuran blok tergantung pada sifat-sifat bijih (ore body) dan wall rock-
nya serta ketebalan bijih. Pembagian ini dilakukan pada waktu persiapan
penambangan (development) dengan membuat drift, cross cut serta corner
raises sebagai pembatas ukuran blok.

Penggalian dimulai dari blok teratas. Di bagian bawah blok dibuat under cut
yang tingginya berkisar 2 - 6 meter. Agar under cut tidak runtuh, maka under
cut disangga dengan pilar, setelah penambangan siap untuk beroperasi, baru
diruntuhkan dengan cara meledakkan bagian atas under cut beserta seluruh
pilarnya

Block Caving merupakan suatu cara penambangan yang dimulai dengan


membuat suatu undercat terhadap suatu blok endapan bijih. Sebelum

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 16


undercat diruntuhkan, harus disanggah dulu memakai pillar kemudian pillar
ini di buang, maka blok akan runtuh secara perlahan lahan. Corongan bijih
ore chute harus banyak, agar pengambilan bijih yang pecah (broken ore)
dapat merata dan batas antara bijih dan lapisan penutup teratur, sehingga
kemungkinan terjadinya pengotoran (dillution) karena bercampurnya bijih
dengan lapisan penutup dapat dibatasi atau dikurangi.

Aplikasi
Metode ini cocok untuk endapan bijih yang memilki sifat seperti berikut:
a. Pada umumnya cara ini cocok untuk endapan-endapan pada bijih yang
berukuran besar, dan akan sangat mudah dalam penambangannya jika
batas antara endapan bijih dan lapisan penutupnya teratur, tidak banyak
kantung bijih (pockets) ore shoot, off shoot, dll.
b. Untuk urat yang lebar dan lapisan yang tebal, cebakan masif yang
homogen yang terletak dibawah overbudden bersifat runtuh
c. Bijih bersifat cukup kuat (tidak runtuh) saat berlangsung development
(pembukaan undercut), dan segera runtuh bila undercut diledakkan
d. Daerah bijih relatif kering untuk menghindari terbentuknya lumpur yang
akan mempersulit kontrol penarikan bijih
e. Diperlukan kadar yang terdistribusi cukup seragam, mengingat blok
runtuhan bersifat selektif
f. Kondisi ideal aplikasi block caving adalah cebakan phorphyry copper yang
mempunyai bijih dan capping yang lemah
g. Endapan bijih mudah pecah atau runtuh dan dapat dipisahkan dari block
di sebelahnya. Batuan penutup (capping) juga mudah pecah dan
merupakan bongkahan-bongkahan kecil dan tekanannya akan membantu
memecah endapan bijih di bawahnya. Sebaiknya antara endapan bijih dan
capping ada perbedaan fisik yang mudah dilihat, sehingga dilution pada
draw points dapat dihindari.
h. Kemiringan endapan tidak menjadi soal ; bila berbentuk urat bijih
sebaiknya mempunyai kemiringan 65o.
i. Memiliki cadangan yang besar dan tidak perlu bernilai tinggi. Ketebalan
> 3 meter, sedangkan tinggi vertikalnya minimal 35 meter.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 17


j. Endapan bijih sebaiknya agak homogen, sehingga tidak diperlukan
tambang pilih.
k. Endapan bijih sebaiknya tidak mudah bereaksi dengan udara, oleh sebab
tiu tidak cocok untuk endapan sulfida.

Keuntungan
a. Biaya penambangan cukup rendah
b. Output tinggi 10.000 100.000 ton/hari
c. Bersifat mekanisasi sehingga tenaga buruh sedikit
d. Kebutuhan timber sedikit, sehingga mengurangi bahaya kebakaran
e. Produksi terkonsentrasi sehingga mempermudah pengawasan
f. Kecelakaan tambang rendah
g. Pekerjaan persiapan penambangan hanya terjadi pada permulaan saja,
setelah ambrukan berjalan, maka pekerjaan persiapan umumnya sudah
berakhir.
h. Keamanan karyawan lebih terjamin, kecuali perawatan pada draw point.
i. Dapat berproduksi besar, dan hanya memerlukan sedikit pemboran,
peledakan serta penyanggah, jadi dapat menekan ongkos penambangan.
j. Ventilasi lebih baik, apalagi bila rekahan rekahan di antara bijihnya yang
pecah itu tidak tertutup oleh partikelpartikel halus, jadi biasa terjadi
ventilasi alam.
k. Produksi terpusat pada draw point dan draw point terkumpul pada
grizzly level, sehingga produksi mudah terkontrol.

Kerugian
a. Modal yang diperlukan relatif besar dan periode waktu sebelum tambang
b. berproduksi (development) cukup lama
c. Terjadinya dilusi bijih dengan waste
d. Bijih kadar rendah pada capping dan pada batas badan bijih akan hilang
(tidak terambil)
e. Metode ini tidak fleksibel, tidak memungkinkan merubah ke metode lain
f. Membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama pada tahap pertama
persiapan penambangan.

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 18


g. Perawatan draw point dan saluransaluran yang dilalui bijih (ore passes)
umumnya sulit dan mahal.
h. Pengotoran sering terjadi terutama menjelang akhir penambangan,
sehingga perolehan tambang rendah.
i. Cara penambangan ini sukar diubah ke sistem penambangan yang lain
dan produksi tidak dapat dihentikan terlalu lama, karena dapat
menyebabkan macetnya proses penurunan.
j. Ukuran broken ore tidak dapat dikontrol.

Urutan Penambangan

Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 19


Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 20
Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 21
Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 22
Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 23
Metode Tambang Bawah Tanah (Underground Mining Methods) - 24

Anda mungkin juga menyukai