Anda di halaman 1dari 3

1.

Menguasai Teori Dan Praktik Pendidikan

1.1 Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuan

Definisi Ilmu Pendidikan

Ilmu Pendidikan adalah suatu kumpulan ilmu pengetahuan yang


tersusun secara sistematis dengan memiliki metode-metode tertentu yang
ilmiah untuk menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan
bantuan atau didikan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang
yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka
mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna bagi dirinya,
masyarakat dan Pencipta-Nya.

Konsep Ilmu Pendidikan

Ilmu Pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang


pendidikan yang diperoleh melalui riset yang disajikan dalam bentuk
konsep-konsep pendidikan. Konsep-konsep pendidikan tersebut tidak lain
berdasar pada pengalaman yang ditata secara sistematis menjadi suatu
kesatuan yaitu disebut skema konseptual. Dengan demikian isi Ilmu
Pendidikan, terbentuk dari unsur-unsur yang berupa konsep-konsep
tentang variabel-variabel pendidikan, dan bagian-bagian yang berupa
skema-skema konseptual tentang komponen-komponen pendidikan.
Dengan demikian konsep ilmu pendidikan adalah pengetahuan yang
membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan
yang memiliki konsep dasar persyaratan pendidikan sebagai ilmu yaitu:

1. Memiliki objek studi baik baik objek material maupun objek


formal

2. Memiliki sistematika

3. Memiliki metode

Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi atau keterangan tentang


dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan,
jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik
mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa
depannya.

Landasan Keilmuan dalam Bimbingan dan Konseling

1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis memberikan pemikiran-pemikiran tentang hakikat
dan tujuan hidup manusia dipandang dari perspektif filsafat untuk
menemukan hakikat manusia secara utuh mengingat bimbingan
konseling akan selalu berkaitan dengan manusia sebagai objeknya.

2. Landasan Historis

Landasan histories menjelaskan alur/ sejarah kemunculan bimbingan


konseling pertama kali, yang menjadi titik awal lahirnya Bimbingan
konseling untuk dijadikan refleksi bagi bimbingan dan konseling
kedepan dalam rangka menghasilkan pelayanan yang lebih baik lagi.

3. Landasan Religius

Landasan religius menggambarkan sisi-sisi agama yang perlu dikorek,


diaplikasikan kedalam pelayanan bimbingan dan konseling karena
bimbingan dan konseling tidak akan lepas dari manusia sebagai
objeknya dan realitas bahwa manusia merupakan makhluk religius.

4. Landasan Psikologis

Landasan psikologis menggambarkan sisi-sisi psikis individu, sisi


psikis tersebut berkenaan dengan motif, motivasi, pembawaan dan
lingkungan, perkembangan individu, belajar, balikan dan penguatan
dari kepribadian. Mengingat klien memiliki psikis yang berbeda maka
konselor harus memahami tentang landasan psikologis

5. Landasan Sosial Budaya

Landasan sosial budaya menunjukkan pentingnya gambaran aspek-


aspek sosial budaya yang mewarnai kehidupan seseorang. Aspek sosial
budaya inilah yang membentuk individu selain factor pembawaan,
tepatlah jika landasan ini menjadi bahan pertimbangan dalam
memberikan pelayanan bimbingan konseling.

6. Landasan Ilmiah dan Teknologi

Landasan ilmiah dan teknologi membicarakan tentang sifat-sifat


keilmuan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling sebagai
ilmu yang multireferensial menerima sumbangan dari ilmu-ilmu lain
dan teknologi, penelitian dalam bimbingan dan konseling memberikan
masukan penting bagi pengembangan keilmuan Bimbingan konseling.

7. Landasan Pedagogis

Landasan pedagogis mengemukakan bahwa bimbingan merupakan


salah satu bagian dari pendidikan yang amat penting dalam upaya
untuk memberikan bantuan (pemecahan-pemecahan masalah) motivasi
agar peserta didik dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.