Anda di halaman 1dari 23

NOVIA FAJARWATI I1A012

032

SKENARIO 1: DADA BERDEBAR-DEBAR

IDENTIFIKASI ISTILAH:

1. Palpitasi atau dalam Bahasa Inggrisnya Palpitation, bila diterjemahkan ke dalam


Bahasa Indonesia adalah Jantung Berdebar atau dengan istilah slang Deg-Degan.
Jantung berdebar-debar - kesadaran yang tidak biasa denyut jantung - merupakan
gejala yang sangat umum. Kebanyakan orang yang mengeluh palpitasi
menggambarkan mereka baik sebagai "melompat" dalam sekejap (yaitu, jeda, sering
diikuti dengan beat yang sangat kuat) atau sebagai periode detak jantung cepat dan
tidak teratur.

2. Takikardi adalah suatu kondisi dimana denyut jantung istirahat seseorang


secara abnormal lebih dari 100 kali per menit

3. Midriasis = pelebaran diameter pupil mata. Pupil midriasis biasanya lebih besar dari
5 mm.

4. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya,
sikapnya acuh tak acuh.

5. Ekstasi, adalah obat-obatan yang memiliki struktur kimia 3-4-Methylene-Dioxy-


Methil-Amphetamine (MDMA) dan efeknya sejenis dengan amfetamin dan bersifat
halusinogen. Ekstasi terdapat dalam bentuk tablet, kapsul, atau serbuk. Berikut ini
adalah nama lain dari ekstasi antara lain Inex, XTC, Dolphin, Black Heart, Gober,
Circle K, dan lain-lain.

KLASIFIKASI ISTILAH:

1. PALPITASI

Fakta Tentang Palpitasi

Jantung membutuhkan kondisi normal bagi sistem elektriknya untuk bekerja. Bila
terjadi di luar dari normal, sistem listrik menjadi kurang berfungsi, maka kemampuan kerja
jantung menurun.

1
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Setiap bagian dari jantung berpotensi untuk terjadikorsleting dan menyebabkan


palpitasi.
Adanya extra heart beat bisa saja normal dan seringnya tidak kita rasakan. Namun
ada yang berakibat fatal baik sifatnya akut mau pun kronis.
Angka kejadian sama pada semua ras di dunia.
Kejadian lebih sering pada dewasa muda dan lebih sering pada wanita.
Denyut jantung abnormal yang terjadi di ventrikel lebih bahaya dari pada yang terjadi
di atrium.

Sistem Perlistrikan Jantung

Sel-sel elektrik khusus yang disebut nodus sino-atrial (SA node) tertanam di dalam otot
atrium jantung yang menghasilkan listrik sebagaipacemaker atau pemicu kerja jantung. Sel-
sel ini mengirimkan sinyal sebanyak 60-80 kali per menit ke seluruh otot atrium yang
menyebabkan mereka berkontraksi secara bersamaan dan menciptakan paruh pertama dari
degupan jantung. Arus listrik ini juga menjalar ke ventrikel, tertahan beberapa saat di nodus
atrio-ventricular (AV node) untuk memberikan waktu ventrikel untuk terisi darah, sebelum
akhirnya juga berkontraksi beberapa saat kemudian, menciptakan paruh terakhir dari degupan
jantung. Saat ventrikel berkontraksi memompa darah, sistem elektrik ini beristirahat beberapa
saat bersiap untuk siklus denyut jantung berikutnya. Kondisi ini memungkinkan darah untuk
kembali dari seluruh tubuh dan mengisi jantung.

Setiap sel otot jantung sebenarnya memiliki potensi untuk menghasilkan sinyal listrik.
Bila SA node gagal, sel di dalam atrium akan mengambil alih tugasnya. Bila ini juga gagal,
maka AV node akan mengambil alih namun dengan frekuensi yang rendah (sekitar 40 kali per
menit). Dan sebagai back upterakhir, bila semua gagal, otot ventrikel akan mengambil alih
dengan frekuensi yang lebih rendah lagi (sekitar 20 kali per menit). Bila semua gagal, maka
akan terjadi henti jantung.

Penyebab Palpitasi

Karena masalah di dalam tubuh, seperti abnormalitas level elektrolit (K, Mg, Ca) dan
anemia.

2
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Karena faktor dari luar, seperticaffeine, asap rokok dan alkohol.


Karena meningkatnya adrenalin, seperti pada kondisi sakit, stress fisik dan stress
psikologis.
Karena penyakit, seperti hyperthyroidism, atherosclerosis, kelainan katup jantung,
penyakit jantung bawaan, dll.
Karena obat-obatan, seperti pseudoefedrin (pada obat flu), albuterol (pada obat asma),
amfetamin, cocaine dan golongan narkotik lainnya.
Pada kondisi fisiologis, seperti pada wanita hamil dan wanita pre, para, dan pasca
menopause.

Jenis-Jenis Palpitasi
1. PAC dan PVC
PAC (Premature Atrial Contraction), seperti namanya, SA node memberikan sinyal sebelum
denyut sebelumnya selesai. Sama halnya dengan PVC (Premature Ventricle Contraction),
otot ventrikel berkontraksi saat masih ada darah tersisa di jantung. PAC dan PVC bila terjadi,
akan terasa seperti ada lompatan atau ketukan kecil di dada. Keduanya merupakan variasi
normal dan tidak berbahaya.
2. SVT (Supraventricular Tachycardia)
Bila sistem listrik di atrium terganggu, akan menyebabkan atrium memompa sangat cepat
(bisa sampai 150 kali per menit). Aliran listrik ini juga menjalar ke ventrikel yang mengikuti
kecepatan pompa atrium. Kondisi ini normal terjadi dalam kondisi stress, pengaruh kopi,
obat pseudoefedrin, dll. Karena semua berawal dari SA node, maka sering dinamakan
sebagaisinus tachycardia.

3. PSVT (Paroxymal Supraventricular Tachycardia)


Dengan cara yang sama, PSVT dapat terjadi antara hitungan detik sampai berjam-jam dan
terjadi karena dipicu oleh tinggi konsumsi kafein atau alkohol, kelebihan thyroid hormon, dan
abnormalitas level elektrolit.

4. Atrial Fibrillation & Atrial Flutter


Terjadi bila seluruh sel otot di atrium menjadi sepertipacemaker, sehingga kontraksi atrium

3
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

menjadi tidak beraturan menyebabkan bentuk detakan yang bergetar seperti agar-agar yang
bergetar. Saat sinyalnya diteruskan ke ventrikel, ventrikel berusaha menyamakan kecepatan
atrium, sehingga terjadilah denyut jantung yang sangat tidak beraturan. Yang terjadi
kemudian, di samping suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh dapat terganggu, darah
sebenarnya tidak benar-benar terpompa keluar dari atrium sehingga dapat terjadi bekuan
darah di dalam atrium. Bekuan ini bisa beredar ke seluruh tubuh dan menciptakan kondisi
medis bahaya lainnya seperti stroke dan penyakit pembuluh darah.

5. VT (Ventricular Tachycardia)& VF (Ventricular Fibrillation)


Ventricular Tachycardia adalah kondisi otot ventrikel berdetak sendiri, tidak mengikuti
detakan atrium. Merupakan jenis palpitasi yang dapat mengancam jiwa. Terjadi karena
penyakit jantung koroner saat otot jantung tidak cukup mendapatkan suplai darah.
Ventricular Fibrillation malah lebih bahaya lagi dari pada VT karena dalam kondisi ini,
jantung tidak berfungsi sama sekali dan dapat menyebabkan kematian seketika seperti yang
terjadi pada sebuah serangan jantung.

Tanda dan Gejala Palpitasi

Terasa seperti jantung kehilangan sebuah detakan.

Dapat juga terasa seperti sebuah ketukan atau lompatan di dada.


Bila terjadi cukup lama kondisi lama, dapat terasa seperti rasa penuh di dada dan
nafas pendek.
Bila terjadi sangat lama dan sering berulang, dapat timbul rasa sakit di dada,
berkeringat, mual dan muntah, pusing dan sakit kepala, sampai kehilangan kesadaran dan
kemudian kematian.

Kapan Mencari Pertolongan Medis

1. Bila merupakan kejadian pertama. Agar ditentukan oleh dokter apakah merupakan
suatu kondisi yang harus mendapatkan perhatian medis.
2. Bila gejala dirasakan, semakin lama semakin sering. Agar dokter dapat mengatasi
penyebabnya sebelum terjadi komplikasi.

4
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

3. Bila terjadi tiba-tiba dan sudah merasakan mual dan muntah, pusing dan sakit kepala,
berkeringat dingin, atau bahkan sakit di daerah dada.

Pemeriksaan Penunjang Diagnosis

1. EKG yang mungkin diteruskan dengan Treadmill dan Echocardiography.


2. Dapat pula dilakukan pemeriksaan EKG yang berdurasi lama (sampai berhari-hari),
dengan tujuan mencari jenis pasti dari palpitasi.
3. Pemeriksaan Hb, hormon-hormon thyroid, kadar elektrolit dalam darah, fungsi ginjal.

Penanganan Palpitasi
Dilakukan Sendiri

Merubah gaya hidup sesuai dengan jenis penyakit yang menyebabkan palpitasi.

Menghentikan konsumsi kafein dan alkohol.


Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.
Membuat jurnal dan mencatat waktu kejadian, lama kejadian, dan keluhan yang
dirasakan. Informasi ini sangat berguna bagi dokter untuk menegakkan diagnosis.

Dilakukan Dokter

Pada kasus SVT atau AF, dokter akan berusaha untuk memelankan frekuensi detak
jantung.

Obat-obatan yang mungkin dipakai dokter adalah adenosine, beta-blocker, dan


calcium channel blocker.
Pasien mungkin diminta untuk dirawat inap dengan tujuan observasi. Untuk kasus
berat bisa ditempatkan di CICU agar tidak kecolongan.
Bila sudah terjadi VF, dokter akan merangsang jantung dari luar
menggunakan electrical shockdengan menggunakan defibrillator. Alat ini sekarang sudah
mulai banyak ditemukan di sarana umum seperti bandara yang dikenal dengan AED
(Automated External Defibrillator).

5
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Pencegahan Palpitasi

1. Bergaya hidup sehat untuk menghindari penyakit yang dapat menyebabkan palpitasi.
2. Menjaga kesehatan jantung dengan rutin berolahraga dan diet sehat.
3. Menghindari kondisi stress yang berlebihan.
4. Tidak mengkonsumsi alkohol dan membatasi konsumsi maksimal kafein hanya 2
cangkir selama 24 jam.

2. PUPIL

Pupil yang berwartna hitam pekat pada sentral iris mengatur jumlah sinar masuk ke dalam
biola mata. Seluruh sinar yang masuk melalui pupil diserab sempurna oleh jaringan dalam
mata. Tidak ada sinar yang keluar melalui pupil sehingga pupil akan berwarna hitam.Seperti
diafragma kamera ukuran pupil dapat mengatur refleks mengecil atau membesarkan untuk
jumlah masuknya sinar atau bayangan. Pengaturan jumlah sinar masuk ke dalam pupil diatur
secara refleks. Pada penerangan yang cerah pupil akan mengecil untuk mengurangkan rasa
silau.

Pada tepi pupil terdapat m. sfingter pupil yang bila berkontraksi akan mengakibatkan
mengecilnya pupil (miosis - konstriksi). Miosis terjadi bila kita melihat dekat atau merasa
silau dan pada saat berakomodasi. Secara radier atau jari-jari roda terdapat m. dilatator pupil
yang bila berkontraksi akan mengakibatkan membesarnya pupil (midriasis). Midriasis akan
terjadi bila kita berada ditempat gelap atau pada waktu melihat jauh.

Fungsi pupil adalah pada system optik untuk mencegah aberasi kromatis dan aberasi sferis
lainnya. Bila mengecil maka dephth of focusbertambah. Refleks pupil tergantung pada
terangsangnya macula yang sangat sensitive, luasnya daerah retina yang terangsang, telah
beradaptasinya mata, adaptasi terang ataupun adaptasi gelap.

Refleks dekat, terjadi miosis pada waktu melihat dekat. Miosis saat melihat dekat berkaitan
dengan konvergensi bersamaan dengan akomodasi.

6
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Refleks pupil dasar


Merupakan refleks yang terjadi pada pupil, seperti : refleks dekat, miosis pada waktu
akomodasi dan konvergensi.
Refleks sinar, dengan sinar kedua pupil mengecil.
Pupil midriasis biasanya lebih besar dari 5 mm.

Secara fisiologik pupil besarnya pupil didapatkan :

Perempuan > laki


Myopia > hipermetropia
Mata biru > mata coklat
Dewasa > anak dan orang tua
Inspirasi > ekspirasi

Efek stimulan/pupil midriasis, bersemangat: Alkohol,Ekstasi/amfetamin, Kokain

Efek depresan/pupil miosis, lemas: Heroin, Opiat/morfin, Ganja

Penyebab pupil melebar

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Penyebab-penyebab tersebut telah
diketahui oleh spesialis mata dan ahli medis di seluruh dunia. Pelebaran pupil biasanya
kondisi yang tidak berbahaya, kecuali jika terjadi untuk waktu yang lama. Dalam hal ini,
paparan sinar berlebihan dapat menyebabkan mata bisa rusak. Beberapa alasan yang
menyebabkan pupil melebar adalah sebagai berikut:

Penyalahgunaan zat
Penggunaan zat-zat atau obat-obatan tertentu oleh seseorang dianggap sebagai salah satu
penyebab yang paling luas untuk kondisi ini. Obat ini mungkin memiliki efek samping lain
juga. Hampir setiap merek obat diketahui menjadi penyebab kondisi ini. Penyalahgunaan
alkohol juga menjadi penyebab pupil yang melebar.

Cahaya
Cahaya mempengaruhi fungsi mata dengan cara tertentu. Ketika seseorang masuk ke daerah

7
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

gelap, pupil meluas dan memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam mata, sehingga
gambar yang lebih jelas dapat terbentuk di dalam otak. Di sisi lain, ketika seseorang
memasuki area terang, pupil menyesuaikan jumlah cahaya yang diperlukan untuk masuk ke
mata. Frekuensi antara terang dan gelap harus seimbang, karena ketidakseimbangan bisa
sangat berbahaya bagi mata.

Racun
Penyebab lain dari pupil melebar adalah paparan beberapa jenis racun biologi atau kimia. Ini
memiliki efek buruk pada tubuh, dan gejala yang paling umum dari yang dihasilkan adalah
pupil melebar. Disamping itu, ini juga salah satu hal yang paling berbahaya, karena racun
dapat memiliki efek lainnya pada tubuh. Jika anda merasa mengalami dilatasi pupil karena
paparan racun dari beberapa jenis, bantuan medis harus segera dicari untuk mencegah racun
menyebar dan mempengaruhi bagian lain dari tubuh.

Gairah
Studi ilmiah menunjukkan bahwa suatu tindakan kegembiraan atau gairah dalam tubuh
manusia ini terkait dengan sistem saraf pusat dalam beberapa cara. Ketika seseorang
terangsang atau melihat seseorang yang mereka anggap menarik, sistem saraf memainkan
bagian yang menyebabkan banyak efek terhadap tubuh. Pelebaran pupil adalah salah satu
efek pada tubuh, karena sistem saraf juga mengendalikan iris.

Cedera otak
Cedera pada otak dalam suatu kecelakaan atau trauma bisa menjadi penyebab spesifik untuk
dilatasi pupil. Diantara pupil saling berhubungan, menuju ke otak dengan bantuan saraf.
Sebuah cedera pada otak yang mempengaruhi saraf-saraf tersebut akan menghasilkan
disfungsi pupil.

Kondisi pupil melebar bukanlah sesuatu yang sangat serius, tetapi jika berlangsung tanpa
disadari untuk jangka lama maka hal itu bisa membuat rusak mata. Dalam keadaan yang
seperti itu, mata harus selalu dilindungi dari sinar matahari yang berlebihan.

3. KESADARAN

Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan
dalam lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya

8
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala. Adanya defisit
tingkat kesadaran memberi kesan adanya hemiparese serebral atau sistem aktivitas reticular
mengalami injuri. Penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan peningkatan angka
morbiditas (kecacatan) dan mortalitas (kematian).

Jadi sangat penting dalam mengukur status neurologikal dan medis pasien. Tingkat kesadaran
ini bisa dijadikan salah satu bagian dari vital sign.

Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan
dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan menjadi :

1. Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya,


dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya..
2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan
sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak,
berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor
yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah
dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon
terhadap nyeri.
6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap
rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga
tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan
dalam lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya
aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala.

Adanya defisit tingkat kesadaran memberi kesan adanya hemiparese serebral atau sistem
aktivitas reticular mengalami injuri. Penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan
peningkatan angka morbiditas(kecacatan) dan mortalitas (kematian).

9
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Jadi sangat penting dalam mengukur status neurologikal dan medis pasien. Tingkat kesadaran
ini bisa dijadikan salah satu bagian dari vital sign.

GCS (Glasgow Coma Scale) yaitu skala yang digunakan untuk menilai tingkat
kesadaran pasien, (apakah pasien dalam kondisi koma atau tidak) dengan menilai
respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan.
Respon pasien yang perlu diperhatikan mencakup 3 hal yaitu reaksi membuka mata , bicara
dan motorik. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (score) dengan rentang angka 1 6
tergantung responnya.

Eye (respon membuka mata) :

(4) : spontan

(3) : dengan rangsang suara (suruh pasien membuka mata).

(2) : dengan rangsang nyeri (berikan rangsangan nyeri, misalnya menekan kuku jari)

(1) : tidak ada respon

Verbal (respon verbal) :

(5) : orientasi baik

(4) : bingung, berbicara mengacau ( sering bertanya berulang-ulang ) disorientasi tempat dan
waktu.

(3) : kata-kata saja (berbicara tidak jelas, tapi kata-kata masih jelas, namun tidak dalam satu
kalimat. Misalnya aduh, bapak)

(2) : suara tanpa arti (mengerang)

(1) : tidak ada respon

Motor (respon motorik) :

(6) : mengikuti perintah

(5) : melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri)

10
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

(4) : withdraws (menghindar / menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi
rangsang nyeri)

(3) : flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada & kaki extensi saat
diberi rangsang nyeri).

(2) : extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal
& kaki extensi saat diberi rangsang nyeri).

(1) : tidak ada respon

Hasil pemeriksaan kesadaran berdasarkan GCS disajikan dalam simbol EVM

Selanjutnya nilai-nilai dijumlahkan. Nilai GCS yang tertinggi adalah 15 yaitu E4V5M6dan
terendah adalah 3 yaitu E1V1M1.

Jika dihubungkan dengan kasus trauma kapitis maka didapatkan hasil :

GCS : 14 15 = CKR (cidera kepala ringan)

GCS : 9 13 = CKS (cidera kepala sedang)

GCS : 3 8 = CKB (cidera kepala berat)

Penyebab Penurunan Kesadaran

Penurunan tingkat kesadaran mengindikasikan difisit fungsi otak. Tingkat kesadaran dapat
menurun ketika

1. Otak mengalami kekurangan oksigen (hipoksia)


2. Kekurangan aliran darah (seperti pada keadaan syok)
3. Penyakit metabolic seperti diabetes mellitus (koma ketoasidosis)
4. Pada keadaan hipo atau hipernatremia
5. Dehidrasi; asidosis, alkalosis
6. Pengaruh obat-obatan, alkohol, keracunan: hipertermia, hipotermia;
peningkatan tekanan intrakranial (karena perdarahan, stroke, tomor otak)
7. Infeksi (encephalitis); epilepsi.

11
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

4. DIAZEPAM
Valisanbe adalah obat golonganbenzodiazepine produksi PT. Sanbe Farma yang mengandung
Diazepam. Diazepam adalah obat penenang dan anti kejang yang berfungsi mengurangi
impuls saraf pada otak. Indikasi resmi obat ini adalah keadaan kejang, status
epileptikus (kejang terus menerus > 30 menit), kontraksi otot berlebih, sedasi (bius),
kecemasan berlebih, dan sindrom putus alkohol. Diazepam dikontraindikasikan pada
penderitamiastenia gravis, glaukoma akut, gangguan hati berat, gangguan jiwa berat
(psikosis), alergi Diazepam, sindrom henti napas saat tidur, gangguan napas, dan bayi di
bawah 6 bulan. Penggunaan saat hamil hanya diperbolehkan pada keadaan yang mengancam
nyawa dan tidak tersedia obat lain yang lebih aman. Penggunaan pada ibu hamil dapat
menyebabkan gangguan detak jantung bayi, kesulitan menyusu, penurunan suhu, dan
gangguan napas. Valisanbe tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu menyusui karena sisa obat
pada air susu dapat mempengaruhi bayi.
EFEK SAMPING
Efek samping yang sering terjadi antara lain penurunan tekanan darah, kelelahan, kelemahan
otot, dan penekanan fungsi pernapasan. Selain itu, dapat terjadi rasa kantuk berlebih,
gangguan koordinasi, dan kemerahan pada kulit. Efek samping yang berat adalah penurunan
kadar sel darah putih. Obat ini dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah dan pelemas
otot karena dapat menghambat efek obat obat tersebut.
DOSIS
Valisanbe tersedia dalam bentuk tablet 2 mg dan 5 mg, serta obat suntik 10 mg/2 ml. Dosis
Valisanbe bervariasi tergantung indikasi pemberian obat. Dosis tablet untuk dewasa adalah 3
x 2 10 mg; dosis anak 6 14 tahun adalah 3 x 2 4 mg; dan anak <6 tahun adalah 3 x 1 2
mg. Obat suntik diberikan pada penderita kejang, status epileptikus, tetanus, atau kejang otot
berlebih. Dosis obat suntik dewasa adalah 5 10 mg dan dosis anak adalah 1 2 mg. Obat
suntik dapat disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravena) atau ke dalam otot
(intramuskular

12
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

DIAZEPAM
Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine dengan rumus molekul 7-kloro-1,3-dihidro-1-
metil-5-fenil-2H-1,4-benzodiazepin-2-on

SEDIAAN

tablet, injeksi dan gel rectal, dalam berbagai dosis sediaan.

Beberapa contoh nama dagang diazepam dipasaran yaitu Stesolid, Valium, Validex dan
Valisanbe, untuk sediaan tunggal dan Neurodial, Metaneuron dan Danalgin, untuk
sediaan kombinasi dengan metampiron dalam bentuk sediaan tablet.

EFEK SAMPING

Efek samping yang sering terjadi, seperti : pusing, mengantuk

Efek samping yang jarang terjadi, seperti : Depresi, Impaired Cognition

Efek samping yang jarang sekali terjadi,seperti : reaksi alergi, amnesia, anemia, angioedema,
behavioral disorders, blood dyscrasias, blurred vision, kehilangan keseimbangan,
constipation, coordination changes, diarrhea, disease of liver, drug dependence, dysuria,
extrapyramidal disease, false Sense of well-being, fatigue, general weakness, headache
disorder, hypotension, Increased bronchial secretions, leukopenia, libido changes, muscle
spasm, muscle weakness, nausea, neutropenia disorder, polydipsia, pruritus of skin, seizure
disorder, sialorrhea, skin rash, sleep automatism, tachyarrhythmia, trombositopenia, tremors,
visual changes, vomiting, xerostomia.

MEKANISME KERJA

Bekerja pada sistem GABA, yaitu dengan memperkuat fungsi hambatan neuron GABA.
Reseptor Benzodiazepin dalam seluruh sistem saraf pusat, terdapat dengan kerapatan yang
tinggi terutama dalam korteks otak frontal dan oksipital, di hipokampus dan dalam otak kecil.
Pada reseptor ini, benzodiazepin akan bekerja sebagai agonis. Terdapat korelasi tinggi antara
aktivitas farmakologi berbagai benzodiazepin dengan afinitasnya pada tempat ikatan. Dengan
adanya interaksi benzodiazepin, afinitas GABA terhadap reseptornya akan meningkat, dan
dengan ini kerja GABA akan meningkat. Dengan aktifnya reseptor GABA, saluran ion
klorida akan terbuka sehingga ion klorida akan lebih banyak yang mengalir masuk ke dalam

13
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

sel. Meningkatnya jumlah ion klorida menyebabkan hiperpolarisasi sel bersangkutan dan
sebagai akibatnya, kemampuan sel untuk dirangsang berkurang.

INDIKASI

Diazepam digunakan untuk memperpendek mengatasi gejala yang timbul seperti gelisah yang
berlebihan, diazepam juga dapat diinginkan untuk gemeteran, kegilaan dan dapat menyerang
secara tiba-tiba. Halusinasi sebagai akibat mengkonsumsi alkohol. diazepam juga dapat
digunakan untuk kejang otot, kejang otot merupakan penyakit neurologi. dizepam digunakan
sebagai obat penenang dan dapat juga dikombinasikan dengan obat lain.

KONTRA INDIKASI

Hipersensitivitas

Sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain

Pasien koma

Depresi SSP yang sudah ada sebelumnya

Nyeri berat tak terkendali

Glaukoma sudut sempit

Kehamilan atau laktasi

Diketahui intoleran terhadap alkohol atau glikol propilena (hanya injeksi)

DOSIS & RUTE

Antiansietas, Antikonvulsan.

PO (Dewasa) : 2-10 mg 2-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat sekali sehari.

PO (anak-anak > 6 bulan) : 1-2,5 mg 3-4 kali sehari.

IM, IV (Dewasa) : 2-10 mg, dapat diulang dalam 3-4 jam bila perlu.

Pra-kardioversi

14
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

IV (Dewasa) : 5-15 mg 5-10 menit prakardioversi.

Pra-endoskopi

IV (Dewasa) : sampai 20 mg.

IM (Dewasa) : 5-10 mg 30 menit pra-endoskopi.

Status Epileptikus

IV (Dewasa) : 5-10 mg, dapat diulang tiap 10-15 menit total 30 mg, program pengobatan ini
dapat diulang kembali dalam 2-4 jam (rute IM biasanya digunakan bila rute IV tidak
tersedia).

IM, IV (Anak-anak > 5 tahun) : 1 mg tiap 2-5 menit total 10 mg, diulang tiap 2-4 jam.

IM, IV (Anak-anak 1 bulan 5 tahun) : 0,2-0,5 mg tiap 2-5 menit sampai maksimum 5 mg,
dapat diulang tiap 2-4 jam.

Rektal (Dewasa) : 0,15-0,5 mg/kg (sampai 20 mg/dosis).

Rektal (Geriatrik) : 0,2-0,3 mg/kg.

Rektal (Anak-anak) : 0,2-0,5 mg/kg.

Relaksasi Otot Skelet

PO (Dewasa) : 2-10 mg 3-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat satu kali sehari. 2-
2,5 mg 1-2 kali sehari diawal pada lansia atau pasien yang sangat lemah.

IM, IV (Dewasa) : 5-10 mg (2-5 mg pada pasien yang sangat lemah) dapat diulang dalam 2-4
jam.

Putus Alkohol

PO (Dewasa) : 10 mg 3-4 kali pada 24 jam pertama, diturunkan sampai 5 mg 3-4 kali sehari.

IM, IV (Dewasa) : 10 mg di awal, keudian 5-10 mg dalam 3-4 jam sesuai keperluan.

REFRENSI

15
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Laurent C. Galichet, 2005, Clarkes Analysis of Drugs and Poisons 3rd Edition (Electronic Version),
Pharmaceutical Press, London.

Sean C. Sweetman, et.all., 2007, Martindale : The Complete Drugs Reference 35th Edition (Electronic Version),
Pharmaceutical Press, London.

Barbara G. Wells, et.all., 2006, Pharmacotherapy Handbook 6th Edition (Electronic Version), Mc Graw-Hill
Book Company, New York.

Ernst Mutschler, 1986, Dinamika Obat ; Farmakologi dan Toksikologi (terjemahan), ITB, Bandung.

Alfred Goodman Gilman, 2006, Goodman & Gilmans The Pharmacological Basis of Therapeutics 11th Edition
(electronic Version), Mc-Graw Hill Medical Publishing Division, New York.

Diazepam oral Index, www.MediciNet.com

Diazepam, www.mentalhealth.com

EKSTASI

Ekstasi adalah nama umum jalanan untuk Methylenedioxymethamphetamine (MDMA).


Ekstasi, yang pada dasarnya adalah stimulan yang memiliki efek halusinogenik, beredar
dalam bentuk pil yang berwarna-warni yang dibedakan oleh cap. Biasanya ditelan, tetapi E
juga bisa dihancurkan atau dihirup.

Ekstasi, adalah obat-obatan yang memiliki struktur kimia 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-


Amphetamine (MDMA) dan efeknya sejenis dengan amfetamin dan bersifat halusinogen.
Ekstasi terdapat dalam bentuk tablet, kapsul, atau serbuk. Berikut ini adalah nama lain dari
ekstasi antara lain Inex, XTC, Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dan lain-lain.

16
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Ekstasi adalah obat ilegal yang bertindak baik sebagai stimulan dan psychedelic,
menghasilkan efek energi, serta distorsi dalam waktu dan persepsi dan kenikmatan
ditingkatkan dari pengalaman taktil. Hal ini umum dikenal sebagai ekstasi.

Ekstasi diberikannya efek utama di otak pada neuron yang menggunakan bahan kimia
serotonin untuk berkomunikasi dengan neuron lainnya. Sistem serotonin berperan penting
dalam mengatur suasana hati, agresi, aktivitas seksual, tidur, dan kepekaan terhadap rasa
sakit.

Strukturnya MDMA:

Struktur MDMA 3D model:

Cara kerjanya:
Stimulan dalam ekstasi memacu sistem syaraf pusat, sementara halusinogen pada obat
tersebut pada saat yang bersamaan bereaksi terhadap persepsi. MDMA mengurangi
kemampuan untuk mengendalikan diri dan menyebabkan penggunanya lebih waspada,
dibangkitkan afeksinya dan lebih energetik. Ekstasi mulai menunjukkan reaksinya dalam

17
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

waktu 20 menit setelah dikonsumsi, yang menghasilkan rasa gembira yang tiba-tiba dan
mencapai puncaknya setelah kurang lebih satu jam. Akibat ini bisa berlangsung sampai
delapan jam, diikuti oleh penurunan yang bisa disertai dengan rasa lelah dan iritasi. Akibat ini
bisa diperparah jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain, termasuk alkohol.

MDMA diberikannya efek utama di otak pada neuron yang menggunakan bahan kimia (atau
neurotransmitter) serotonin untuk berkomunikasi dengan neuron lainnya. Sistem serotonin
berperan penting dalam mengatur suasana hati, agresi, aktivitas seksual, tidur, dan kepekaan
terhadap rasa sakit. MDMA mengikat transporter serotonin, yang bertanggung jawab untuk
mengeluarkan serotonin dari sinaps (atau ruang antara neuron yang berdekatan) untuk
menghentikan sinyal antara neuron, sehingga MDMA meningkatkan dan memperpanjang
sinyal serotonin. MDMA juga memasuki neuron serotonergik melalui transporter (karena
MDMA menyerupai serotonin dalam struktur kimia) dimana hal itu menyebabkan pelepasan
serotonin yang berlebihan dari neuron.MDMA memiliki efek yang serupa pada
neurotransmitter lain, epinephrine, yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan
tekanan darah. MDMA juga melepaskan dopamin, tetapi dalam tingkat yang jauh lebih
rendah.

MDMA dapat menghasilkan kebingungan, depresi, masalah tidur, keinginan obat, dan
kecemasan yang parah. Masalah ini dapat terjadi segera setelah mengonsumsi obat atau,
kadang-kadang, bahkan berhari-hari atau minggu setelah minum MDMA. Selain itu,
pengguna kronis MDMA melakukan lebih buruk daripada yang bukan pengguna pada
beberapa jenis tugas kognitif atau memori, meskipun beberapa efek mungkin karena
penggunaan obat lain dalam kombinasi dengan MDMA. Penelitian pada hewan menunjukkan
bahwa MDMA bisa berbahaya bagi otak, studi pada primata (bukan manusia,mungkin yang
dimaksud kera) menunjukkan bahwa paparan MDMA hanya 4 hari menyebabkan kerusakan
terminal saraf serotonin yang masih jelas 6 sampai 7 tahun kemudian [1]. Meskipun
neurotoksisitas serupa belum menunjukkan secara definitif pada manusia, penelitian pada
hewan menunjukkan MDMA bersifat merusak dan menunjukkan bahwa MDMA bukan obat
yang aman untuk dikonsumsi manusia.

Erowid menyediakan table yang mengorganisir timeline dari MDMA experience:


Duration

18
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Total Duration 3-5jam

Onset 20-90 menit

Come up (muncul) 5-20 menit

Plateau (puncak) 2-3 jam

Menurun 1-2 jam

Setelah efek 2-24 jam

Hangover 2-72+ jam

Drug, 2012, MDMA, http://www.drugs-forum.com/forum/showwiki.php?title=MDMA,


diakses tanggal 23 Maret 2012

Jangka pendek:
Ekstasi meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, serta menaikkan suhu badan. Pengguna
kehilangan nafsu makan dan berkeringat banyak, bahkan mungkin muntah. Beberapa orang
bisa kegerahan, sementara efek samping seperti rahang yang terkatup tanpa sadar, kertak gigi
dan pupil mata yang melebar merupakan hal yang biasa, seperti halnya kecemasan dan
insomnia selama proses penurunan. Mengkonsumsi pil dalam lingkungan yang panas dan
lembab (seperti pesta yang hingar bingar atau arena dansa yang liar) bisa menyebabkan
dehidrasi, dan meskipun jarang, gagal jantung dan kematian. Ada juga kasus-kasus orang
menderita over-hidrasi dan keracunan air yang menyebabkan bengkak pada otak.

Akibat dan kadar toksin untuk masing-masing pil tidak bisa diperkirakan, overdosis
merupakan kemungkinan yang nyata.

19
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Jangka panjang:
Meskipun pada tahap ini belum bisa disimpulkan, semakin banyak bukti yang menyatakan
bahwa penggunaan ekstasi yang berulang-ulang menyebabkan neurotoksin pada otak. Para
pengguna berat melaporkan adanya gejala-gejala depresi (seperti kelesuan dan suasana hati
yang berubah-ubah), kemampuan berkonsentrasi yang menurun dan rusaknya ingatan. Ini
disebabkan oleh serotonin di dalam otak berkurang akibat penggunaan ekstasi. Penelitian
pada binatang menunjukkan bahwa penipisan serotonin ini bisa berlangsung lama (sampai
tiga tahun) dan bahkan bisa menjadi permanen..

Sejak kapankah ekstasi itu ada??


Ecstacy yang dalam rumus kimianya disebut 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine
(MDMA), unsur dasarnya adalah MDA X (3,4-methylenedioxy-phenylisopropylamine) yang
ditemukan pada tahun 1910 oleh ahli kimia Jerman yaitu Dr G Mannish dan Dr W Jacobson.
Namun baru tahun 1939 temuan ini dicoba pada hewan percobaan dan memberikan efek
terhadap susunan saraf pusat.
Pada Perang Dunia II tentara Jerman banyak menggunakan MDA untuk menghilangkan rasa
jenuh dan rasa takut. Pertengaham tahun 1950, Prof Gordon Alles dari University of
California (yang juga menemukan amphetamin tahun 1927), mengembangkan MDA. Setelah
diuji di laboratorium pada kadar 70-150 mg, ternyata efeknya sangat luar biasa dalam
mempengaruhi susunan saraf pusat.
Penemuan selanjutnya yang cukup mengherankan adalah tentang unsur utama MDA yang
ternyata bisa dibuat dari sekitar setengah lusin jenis akar dan buah-buahan. Salah satu yang
paling ampuh adalah minyak buah dan bunga pala. Melalui proses kimia dan direaksikan
dengan amoniak, maka dari sari pati minyak buah dan bunga pala bisa diperoleh MDMA
yang kemudian terkenal dengan nama esctasy yang artinya suatu kenikmatan yang luar biasa
dan penuh pesona.
Saat ini MDMA sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan berbagai unsur kimia lainnya,
sehingga mencapai efek seperti yang diharapkan oleh pembuatnya. Di Belanda misalnya,
sedikitnya ada 16 jenis ekstasi yang kesemuanya menimbulkan rangsangan yang berbeda.
Sebagai contoh, jenis Dlavbov bisa menimbulkan halusinasi, sementara jenis lain bisa
menimbulkan rangsangan tertawa dan gembira. Sedang tango yang banyak beredar di
Indonesia sekarang, sebenarnya lebih banyak mengandung unsur speed, yang membuat
pemakainya selalu ingin menggerak-gerakkan tubuh.

20
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Mengapa ekstasi termasuk obat yang dilarang dan digunakan secara bebas ?
Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih sehingga pengguna akan
terus-terusan melakukan aktivitas sampai batas maksimum sehingga pengonsumsi dapat
mengalami dehidrasi yang sangat tinggi sebagai akibat dari perombakan energi atau tenaga
yang tinggi dan lama. Dalam beberapa kasus, orang yang mengkonsumsi ekstasi ditemukan
meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang berlebihan. Zat-zat
kimia yang berbahaya juga sering dikombinasikan dengan ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan
munculnya suatu reaksi yang dapat membahayakan tubuh dan akan menimbulkan kematian.
Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk
yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan
menimbulkan paranoid dan halusinasi.

Ekstasi masuk golongan narkotik atau psikotropik kah??


Ekstasi termasuk golongan psikotropik, tapi sebelumnya, Anda mengertikah apa itu obat
golongan psikotropik?? Obat golongan psikotropik merupakan suatu zat/obat yang dapat
menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan
perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir,
perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek
stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Pembagian menurut pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat, golongan psikotropika dibagi
menjadi :
A. Depresant
yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat
(Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium,
Mandrak (MX).
B. Stimulant
yaitu yang bekerja mengaktif kerja susunan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-
etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
C. Hallusinogen
yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik
acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline.Disamping itu Psikotropika dipergunakan
karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya

21
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek
yang sama dengan Narkotika.

Bagaimanakah cara kerja dari obat ekstasi itu??


Ekstasi mulai bereaksi pada saat 15 sampai 60 menit setelah dikonsumsi dengan efek
maksimum selama satu 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang, terkadang lengan, kaki
dan rahang terasa kaku, dan mulut kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih
kencang, kadang juga timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas
(untuk itu diperlukan sedikitudarasegar).

Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan
seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang.
Kepala terasa kosong dan rileks. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang
dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah, dehidrasi yang sangat
hebat dan tertekan.

Terus efek apa yang timbul setelah menggunakan ekstasi??

Dari hasil sumber-sumber yang anda, efek dari mengonsumsi ekstasi adalah diare, rasa haus
yang berlebihan (dehidrasi), hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak
terkontrol, detak jantung yang cepat, mual, muntah-muntah, gelisah/tidak bisa diam, pucat &
keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak
terganggu, gangguan lever.

Beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum
akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam
tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang pada tubuh.
Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna
ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang
timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan
menimbulkan paranoia dan halusinasi.
Bagaimana orang bisa terjerat dalam jebakan ektasi

22
NOVIA FAJARWATI I1A012
032

Karena pengaruh pergaulan bebas untuk memakai ekstasi


Rasa ingin coba-coba ekstasi
Merasa dirinya tidak pede, sehingga untuk mendongkrak rasa percaya dirinya dia
mengonsumsi ekstasi
Untuk meningkatkan performa penampilannya
Ingin memperoleh kenikmatan sesaat

Bagaimana mengatakan TIDAK pada ektasi??


Maaf, saya tak mau terjerumus obat-obatan
Tidak, saya masih memilki masa depan yang lebih baik
Maaf, terimakasih
Saya tidak mempunyai waktu untuk hal itu

Sumber :
Anonim, 2010, Fakta Mengenai Narkoba, http://www.ycab.org/ID/facts_drug4.php, diakses tanggal 30 Agustus
2010
Anonim, 2010. Kupas Tuntas Jenis Narkoba Berbahaya, http://aneh22.blogspot.com/2009/03/kupas-tuntas-jenis-
narkoba-berbahaya.html diakses tanggal 30 Agustus 2010
Anonim, 2010, Pengertian dan Penjelasan Narkoba (Ekstasi, Heroin, Ganja, Morfin, Alkohol), http://info.g-
excess.com/id/info/Penjelasan_Narkoba_Heroin_Ganja_Morfin_Alkohol_Narkoba_narkotika.info, diakses
tanggal 30 Agustus 2010
Catur, Dody, 2010, Cara Kerja Pil Ekstasi, http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/08/cara-kerja-pil-
ekstasi.html, diakses tanggal 30 Agustus 2010

23