Anda di halaman 1dari 4

Menurut suriawiria (1985), kehadiran mikroba di dalam air, mungkin akan

mendatangkan keuntungan tetapi juga mungkin mendatangkan kerugian.

1) Mendatangkan keuntungan
a. Banyak plankton, baik yang terdiri dari plankton-tumbuhan (fitoplankton) ataupun plankton-
hewan (zooplankton), merupakan makanan utama ikan-ikan kecil. Sehingga kehadirannya
merupakan tanda kesuburan kolam ikan misalnya, untuk perikanan. Ini misalnya untuk jenis-
jenis microalgae yaitu Chlorella, Scenedesmus, Hydrodiction, Pinnularia, Sinedra, dan
sebagainya.
b. Banyak jenis bakteri atau fungi di dalam badan air berlaku sebagai jasad decomposer.
Artinya jasad tersebut mempunyai kemampuan untuk mengurai atau merombak senyawa yang
berada (masuk) ke dalam badan air. Sehingga kehadirannya telah dimanfaatkan di dalam rangka
pengolahan buangan di dalam air secara biologis.
c. Pada umumnya microalgae mempunyai klorofil, sehingga dapat melakukan proses
fotosintesis dengan menghasilkan oksigen. Di dalam air, kegiatan fotosintesis tersubut akan
menambah jumlah (kadar) oksigen di dalamnya, sehingga nilai kelarutan oksigen (umumnya
disebut DO atau dissolved oxygen) akan naik atau bertambah.
d. Kehadiran hasil uraian senyawa hasil rombakan bakteri atau fungi, ternyata digunakan atau
dimanfaatkan oleh jasad-jasad lain, antara lain oleh microalgae, oleh bakteri atau fungi sendiri.
Sehingga dalam masalah ini jasad-jasad pengguna tersebut dinamakan consumer atau jasad
pemakai. Tanpa adanya jasad pemakai, kemungkinan besar penimbunan (akumulasi) hasil uraian
tersebut dapat mengakibatkan keracunan terhdap jasad lain, khususnya ikan.
e. Penggunaan Bakteri dalam Menguraikan Detergen
Alkil benzil sulfonat (ABS) adalah komponen detergen, yang merupakan zat aktif yang dapat
menurunkan tegangan muka sehingga dapat digunkan sebagai pembersih. ABS mempunyai Na-
sulfonat polar dan ujung alkil non-polar. Pada proses pencucian, ujung polar ini menghadap ke
kotoran (lemak) dan ujung polarnya menghadap ke luar (ke-air). Bagian alkil dari ABS ada yang
linier dan non-linier (bercabang). Bagian yang bercabang ABS-nya lebih kuat dan berbusa, tetapi
lebih sukar terurai sehingga menyebabkan badan air berbuih. Sulitnya peruraian ini disebabkan
karena atom C tersier memblokir beta-oksidasi pada alkil. Hal ini dapat dihindari apabila ABS
mempunyai alkil yang linier. Namun ada beberapa bakteri yang dapat menguraikan ABS
meskipun memakan waktu yang cukup lama. Bakteri pengurai deterjen antara lain Basilus
subtilus, Vibrio coma, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli
2) Mikroorganisme yang merugikan
Yang paling dikhawatirkan adalah kalau di dalam badan air terdapat jasad-jasad mikro penyebab
penyakit, seperti:
a) Salmonella penyebab penyakit tifus adalah bakteri gram negatif berbentuk batang, seperti
gambar 1 tidak membentuk spora namun bersifat patogen, baik pada manusia ataupun hewan.
Dapat menyebabkan demam typhoid (typoid fever). Sebenarnya penyakit demam typoid dapat
dipindahkan dengan perantara makanan yang terkontaminasi dan dengan kontak langsung
dengan si penderita. Namun yang paling umum sebagai fakta penyebab adalah air. Air dapat
terkontaminasi oleh bakteri ini karena kesalahan metode pemurnian air atau kontaminasi silang
(Cros contaminant) antara pipa air dengan saluran air limbah (Tarigan, 1988).

Gambar 1: contoh Salmonella (Tarigan, 1988).


b) Clostridium prefringens adalah bakteri gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan
dalam usus manusia, tetapi kadang-kadang juga ditemukan di luar usus manusia (tanah, debu,
lingkungan dan sebagainya).
c) Escherichia coli adalah bakteri gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora
dan merupakan flora normal di dalam usus. E.coli termasuk bakteri komensal yang umumnya
bukan patogen penyebab penyakit namun bilamana jummlahnya melampaui normal maka dapat
pula menyebabkan penyakit. E. coli merupakan salah satu bakteri coliform. Gambar 1
menjelaskan tentang bakteri E.coli masuk dalam usus manusia dan contoh bakteri
(a) (b)
Gambar 1 :(a) masuknya bakteri E.coli masuk di dalam usus manusia, (b) contoh bakteri (Jacoby
& Sutton, 1976)
d) Leptospira merupakan bakteri berbentuk spiral dan lentur yang merupakan penyebab
penyakit leptosporosis. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang bisa
berpindah ke manusia. Pada umumnya penyebaran bakteri ini adalah pada saat banjir.
e) Shigella dysentriae adalah basil gram negatif, tidak bergerak. Bakteri ini menyebabkan
penyakit disentri (mejan). Spesies lain seperti S. sonnei dan S. paradysentriae juga menyebabkan
penyakit disentri (Dwijoseputro, 1976).
f) Vibrio comma adalah bakteri yang berbentuk agak melengkung, seperti gambar 2 gram negatif
dan monotrik. Bakteri ini menyebabkan penyakit kolera yang endemis di indonesia dan sewaktu-
waktu berjangkit serta memakan banyak korban (Dwijoseputro, 1976).

Gambar 2: contoh bakteri vibrio comma


g) Ascaris penyebab penyakit cacing, dan banyak contoh-contoh lainnya. Juga didalam air
banyak ditemukan mikroba penghasil toksin (racun) yang sangat berbahaya, seperti:
Hidup secara anaerobic seperti Clostridium
Hidup secara aerobic seperti Pseudomonas, Salmonella, Staphylococcus, dan sebagainya.
Toksin juga dihasilkan oleh beberapa jenis microalgae seperti Anabaena dan Microcystis
h). Kelompok bakteri besi (contoh, Crenothrix dan Sphaerotilus) yang mampu mengoksidasi
senyawa besi (II) menjadi besi (III). Akibat kehadiran mikroorganisme tersebut, air sering
mengalami perubahan warna kalau disimpan lama yaitu berwarna kehitam-hitaman, kecoklat-
coklatan, dan lain-lain.

Dapus :

Suriawiria, U . 1985. Pengantar Mikrobiologi Umum. Angkasa. Bandung.224 hal

Jacoby GA, Jacob AE, Hedges RW. Recombination between plasmids of incompatibility
groups P-1 and P-2. J Bacteriol. 1976 Sep;127(3):12781285

Dwijoseputro. 1976. Pengantar mikrobiologi. Bandung: penerbit alumni.

Tarigan, J., 1988, Pengantar Mikrobiologi Umum. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jakarta.