Anda di halaman 1dari 14

Jenis-jenis Ingatan (Memori)

AUGUST 10, 2015 / SDIT QA BAITUSSALAAM


Ingatan atau memori telah menjadi salah satu pokok bahasan dalam psikologi kognitif.
Psikologi kognitif adalah pendekatan psikologi yang memusatkan perhatian pada cara
kita merasakan, mengolah, menyimpan dan merespons informasi. Menurut Richard
Atkinson dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga sistem
penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka
pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).
1. Memori Sensoris Memori sensoris adalah ingatan yang berkaitan dengan
penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera. Setiap pancaindera
memiliki satu macam memori sensoris. Memori Sensoris adalah informasi sensoris
yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada
beberapa macam sensori-motorik, yaitu sensori-motorik visual (penglihatan), sensori-
motorik audio (pendengaran), dan sebaganya. Memori sensorik cukup pendek, dan
biasanya akan menghilang segera setelah apa yang kita rasakan berakhir. Sebagai
contoh, ketika anda melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan selama beberapa
menit. Meskipun perhatian tertuju oleh sesuatu yang anda lihat, itu segera terlupakan
oleh sesuatu yang lain yang menarik perhatian anda di antara sekian banyak yang
ditangkap indera penglihatan.
Ketika kita mendengar sesuatu, melihat sesuatu, atau meraba sesuatu, informasi-
informasi dari indera-indera itu diubah dalam bentuk impuls-impuls neural (bentuk
neuron) dan dikirim ke bagian-bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung
dalam sepersekian detik.
Sebenarnya memori sensoris berkapasitas besar untuk menyimpan informasi, akan
tetapi yang disimpan tersebut cepat sekali menghilang, dikatakan bahwa informasi
tersebut akan menghilang setelah sepersepuluh detik, lalu akan menghilang sama
sekali setelah lewat dari satu detik.
Keberadaan memori sensoris mempunyai peran yang penting dalam hidup manusia.
Orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat.
Dengan begitu ada proses seleksi dari kesadaran, mana informasi yang diperlukan dan
mana yang tidak.
2. Ingatan Jangka Pendek Ingatan jangka pendek atau sering disebut dengan short-
term memory atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memori
sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi
tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan
ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang masuk dalam memori sensoris
diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit
lebih lama dari memori sensoris, selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda
dapat mengingatnya dalam ingatan jangka pendek.
Dari ingatan jangka pendek ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi
diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu
informasi, informasi dari ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan
jangka pendek. Misal, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda
bisa menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda
selama anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu,
maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat sesuatu
berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses mengingat nomor
telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor dari memori jangka
pendek ke memori jangka panjang.
Jumlah informasi yang bisa disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas.
Hanya lima hingga sembilan informasi saja yang dapat berada dalam memori jangka
pendek sekaligus. Setiap kali anda memberikan perhatian ke informasi baru yang
berasal dari memori sensorik, Anda harus mendorong keluar sesuatu yang telah anda
perhatikan sebelumnya. Misalnya, jika ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi
anda ketika berlatih mengulang nomor telepon sebelum informasi nomor tersebut
mencapai ke memori jangka panjang, maka informasi akan terlempar keluar dan anda
harus melihat dan mengingat kembali.
Ingatan jangka pendek terdiri dari tiga unit terpisah; putaran fonologi (phonological
loop), gambaran penglihatan-ruang (visuo-spatial sketchpad), dan pelaksana pusat
(central executive).
Putaran fonologi menyimpan dan mengingat kembali kata-kata yang saat itu sedang
dipikirkan. Baddeley (1975) dalam penelitiannya, meminta partisipan mengingat kembali
beberapa daftar pendek berisi kata-kata secara berurutan. Ia menemukan bahwa
partisipan mampu mengingat kata-kata yang mereka sebutkan dalam dua detik.
Kesimpulannya, putaran fonologi dapat menyimpan kata dengan baik dalam dua detik.
Gambaran penglihatan-ruang adalah ketika kita membentuk citra/gambaran mental
tentang sesuatu. Gambaran penglihatan-ruang juga berperan dalam tugas-tugas
spasial, misalnya mencari jalan memutar dan menentukan jarak.
Ingatan jangka pendek bukan hanya sebuah tempat penyimpanan ingatan sementara,
tetapi juga lokasi berpikir secara aktif, tempat menyaring, memilah, dan
menggabungkan informasi lama dengan informasi yang baru, lalu mengambil
keputusan. Proses ini disebut penemuan mental. Penemuan mental merupakan salah
satu fungsi terpenting dalam ingatan jangka pendek. Misalnya, bayangkan sebuah
segitiga, lingkaran, dan empat persegi panjang. Gabungkan ketiganya, gambarlah objek
yang anda ciptakan tersebut. Kini, secara mental anda telah menciptakan objek baru
yang meungkin menyerupai atau tidak menyerupai objek yang anda kenal. Proses
kreatif ini merupakan versi sederhana seorang seniman atau musisi dalam menciptakan
karyanya.
3. Ingatan Jangka Panjang Ingatan jangka panjang (long term memory) adalah suatu
proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan
sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki ingatan
jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gundangnya informasi
yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka panjang berisi informasi dalam kondisi
psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan, tetapi saat ini tidak
sedang dipikirkan.
Informasi yang disimpan dalam ingatan jangka panjang diduga dapat bertahan dalam
waktu yang panjang bahkan selamanya. Kehilangan ingatan pada ingatan jangka
panjang ini hanya dimungkinkan apabila seseorang mengalami kerusakan fungsional
dari sistem ingatannya.
Proses masuknya informasi ke dalam ingatan jangka panjang tetap melalui tahap
memori sensoris. Pada tahap ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah
menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian
impuls-impuls neural yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka
pendek. Setelah informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi
sedemikian rupa mana yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke
ingatan jangka panjang.
Sebelum masuk ke ingatan jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan
jangka pendek, perlu dilakukan proses semantic atau imagery coding. Dalam proses ini
arti dari informasi dianalisis lebih jauh lagi. Misalnya saat kita mendengar seseorang
yang mengatakan, Atun dihina oleh Nana sampai sakit hati, maka kita tidak hanya
mengerti arti masing-masing kata dalam kalimat tersebut, tetapi kita juga berusaha
mengerti apa yang terjadi sebenarnya dari keseluruhan kalimat tersebut. Sebaliknya
bila kita mendengar kata-kata lain yang unsurnya sama, seperti Nana dihina Atun
sampai sakit hati, maka kita tahu bahwa yang terjadi sekarang berbeda dari yang
pertama. Dalam kedua kalimat tersebut kalau kita mengingat arti dari kata-kata dalam
keseluruhan kalimat itu, maka kita sedang melakukan semantic coding; tetapi kalau kita
membayangkan reaksi dari Atun atau Budi dalam peristiwa itu, maka kita melakukan
imagery coding.
Jadi, ingatan jangka panjang akan melakukan penyaringan informasi berdasarkan arti
dari informasi tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh
karena itu penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen.
Tujuan sebuah informasi dimasukkan ke dalam memori jangka panjang adalah untuk
Anda ingat selamanya. Hebatnya, ingatan yang telah tersimpan dalam ingatan jangka
panjang bisa anda munculkan kembali saat Anda menginginkannya. Kemampuan
mengenang atau menarik ingatan kembali ini disebut recall memory. Ketika seseorang
yang anda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali
kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang Anda. Anda dapat
mengingat dengan sangat detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa Anda telah
menyimpan informasi tersebut. Anda mungkin mengenang tempat di mana Anda
menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau
dan bahkan perasaan dengan akurasi yang mengejutkan.
a) Ingatan Deklaratif dan Ingatan Prosedural Dalam upaya memanggil kembali ingatan
dari Ingatan jangka panjang dibedakan menjadi dua, yaitu ingatan jangka panjang
eksplisit (ingatan deklaratif) dan ingatan jangka panjang implisit (prosedural). Ingatan
jangka panjang eksplisit (ingatan deklaratif) adalah ingatan yang kita munculkan
kembali ke kesadaran untuk digunakan dengan sengaja, artinya ketika berusaha
mengingat sesuatu kita melakukannya dengan sadar. Wilayah dari otak dimana ingatan
deklaratif disimpan adalah lobus temporal. Ada dua bentuk dasar ingatan deklaratif:
episodik dan semantik. Ingatan Episodic dihubungkan dengan waktu tertentu dan
tempat, dan bisa dianggap kenangan pribadi, seperti pengalaman dari peristiwa
tertentu. Ingatan Semantic adalah memori yang berkaitan dengan penyimpanan
informasi faktual yang tidak terkait dengan pengalaman tertentu.
Ingatan jangka panjang implisit (ingatan prosedural) adalah kebalikan dari ingatan
eksplisit, yaitu ingatan yang memungkinkan kita mengerjakan sesuatu tanpa harus
berpikir. Contohnya saat kita berjalan atau berbicara, dalam aktivitas ini kita tidak lagi
direpotkan bagaimana kita me-recall ingatan jangka panjang kita tentang kata-kata,
cara merangkai kata, arti kata, cara melangkah, dan lain sebagainya, hal ini berjalan
secara otomatis tanpa harus menghadirkan kesadaran dari kita.
Ingatan prosedural tidak mudah untuk dijelaskan. Ingatan prosedural ini tidak hanya
dimiliki manusia, melainkan dimiliki oleh semua makhluk yang mempunyai kemampuan
belajar, misalnya binatang yang mengingat bagaimana caranya melakukan akrobat di
sirkus. Dengan ingatan prosedural tanpa sadar dan berpikir kita bisa melakukan
sesuatu. Ingatan prosedural digunakan dalam hal-hal seperti naik sepeda, belajar
mengetik, belajar memainkan alat musik atau belajar berenang. Kita dapat
mengendarai mobil dari satu tempat ke tempat lain sepanjang hari tanpa menyadari
proses mengemudi hampir sepanjang waktu, dan benar-benar aman. Sekali sebuah
ingatan prosedural telah dilatih secara mental atau dipraktekkan secara fisik sampai
dengan kuat dalam ingatan jangka panjang, bisa tahan sangat lama. Sebagai contoh,
anda masih bisa naik sepeda setelah terakhir kali anda melakukannya bertahun-tahun
yang lalu.
b) Ingatan Episodik dan Ingatan Semantik Para ahli di bidang ingatan ini membagi
ingatan jangka panjang menjadi ingatan episodik dan ingatan semantik. Ingatan
episodik adalah ingatan tentang peristiwa-peristiwa, sedangkan ingatan semantik
adalah ingatan atau pengetahuan kita tentang fakta-fakta.
Ingatan episodik (tentang peristiwa) dan ingatan semantik (fakta) diolah di ingatan
bagian otak yang berbeda. Adalah Tulving, seorang ahli di bidang ingatan, membuat
sebuah eksperimen untuk mengetahui bagian otak yang mengolah ingatan episodik dan
ingatan semantik. Dalam eksperimennya, emas radioaktif disuntikkan ke dalam aliran
darahnya sendiri. Lebih dari 250 detektor radiasi ditempatkan di sekitar kepalanya,
sehingga bisa diamati ke mana saja darah yang mengandung radioaktif tersebut
mengalir di dalam otaknya. Ia menemukan bahwa ketika mengingat peristiwa-peristiwa
dalam hidupnya, bagian depan otaknya menjadi lebih aktif, sedangkan ketika ia
mengingat fakta-fakta, bagian belakang otaknyalah yang lebih aktif.
Namun demikian, dalam penelitiannya yang terbaru, Tulving menemukan hubungan di
antara kedua ingatan jangka panjang ini. Salah satu kemungkinannya adalah ingatan
semantik berasal dari ingatan episodik. Misalnya saja jika anda ingat bahwa dua hari
yang lalu anda kehujanan (ingatan episodik; peristiwa kehujanan), maka dengan
sendirinya anda juga akan mengetahui bahwa dua hari yang lalu itu hujan (ingatan
semantik; fakta hujan). Ini menunjukkan bahwa fakta-fakta (ingatan semantik) akan
lebih mudah diingat jika kita mengingat atau menghubungkannya dengan suatu
pengalaman atau peristiwa (ingatan episodik).
Ingatan episodik dan ingatan semantik memiliki perbedaan cara kerjanya dalam
menyimpan dan mengorganisasikan informasi. Ingatan episodik menyimpan informasi
dalam bentuk gambaran (bayangan) yang diorganisasikan berdasarkan pada kapan
dan di mana peristiwa-peristiwa terjadi. Sedangkan ingatan semantik menyimpan
informasi dalam dalam bentuk jaringan hubungan ide yang telah dianalisis.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ingatan Telah disebutkan sebelumnya bahwa diduga
ingatan yang telah masuk ke dalam ingatan jangka panjang akan bertahan lama
bahkan selamanya, dan manusia memiliki kemampuan untuk mengenang atau
memanggil kembali ingatan tersebut saat dibutuhkan. Namun tidak berarti bahwa
semua yang pernah dialami itu akan masuk dan tinggal seluruhnya dalam ingatan. Ada
faktor-faktor yang ternyata dapat mempengaruhi daya kerja ingatan, antara lain :
Faktor usia, ingatan paling tajam pada diri manusia kurang-lebih pada masa kanak-
kanak (10-14 tahun) dan ini berlaku untuk ingatan yang bersifat mekanis yakni ingatan
untuk kesan-kesan penginderaan. Sesudah usia tersebut kemampuan untuk
mencamkan dalam ingatan juga dapat dipertinggi akan tetapi untuk kesan-kesan yang
mengandung pengertian (daya ingatan logis) dan ini berlangsung antara usia 15-50
tahun.
Kondisi fisik, misalnya kelelahan, sakit dan kurang tidur dapat menurunkan daya kerja
atau prestasi ingatan.
Faktor emosi. Dalam hal ini seseorang akan mengingat sesuatu lebih baik, apabila
peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan, sedangkan kejadian yang tidak
menyentuh emosi seringkali diabaikan.
Minat dan Motivasi. Dalam pengalaman sehari-hari, kita sering mengamati remaja yang
tidak lupa suatu lirik lagu walaupun dalam bahasa asing. Orang-orang yang sering
bepergian, mempunyai ingatan tentang ilmu bumi yang jauh lebih baik daripada yang
tidak pernah kemana-mana. Artinya disini seseorang yang mengingat segala sesuatu
tentang hal yang disukainya jauh lebih baik dari pada hal yang tidak disukainya.
Jelaslah minat sangat meningkatkan motivasi dan pada gilirannya akan meningkatkan
daya ingat. Menurut Kurt Lewin (1890-1947), seorang psikolog jerman, minat dan
motivasi berarti konsentrasi energi (forces) pada sektor (region) tertentu dalam
kesadaran. Konsentrasi energi inilah yang menyebabkan suatu hal tidak begitu saja
dilupakan.
Memori merupakan simpanan informasi informasi yang diperoleh dan diserap dari
lingkungan yang kemudian diolah sesuai dengan individu yang bersangkutan. Memory
juga merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali.
Pada dasarnya juga memory adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan
membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya. Memory memberi manusia
kemampuan mengingat masa lalu, dan perkiraan pada masa depan. Memory
merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam
saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di
seluruh bagian otak. Memory yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang
sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan.
TEORI-TEORI MEMORY
Teori yang paling banyak yang digunakan oleh para ahli adalah teori tentang tiga proses
memori, seperti berikut :
1. Enconding
adalah proses dimana informasi sensoris diubah kedalam bentuk yang dapat diingat.
Enconding dapat dilakukan dengan metode chunking, yaitu pengelompokan beberapa
huruf sebagai kata (small chunks), sekelompok kata sebagai frase (larger chunks) dan
serangkaian frase sebagai kalimat (even larger chunks). Proses pengubahan informasi
dapat terjadi dengan dua cara, yaitu :
a. Tidak Sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh indera dimasukkan dengan
tidak sengaja ke dalam ingatannya.Contohnya adalah seorang anak yang
menginginkan barang yang sangat ia mau, apabila tidak dibelikan, ia akan menangis
sekeras- kerasnya. Kelakuan tersebut bisa tersimpan di otak mereka karena dengan
menagis sekeras- kerasnya ia akan dibelikan barang yang ia mau.
b. Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan
pengetahun ke dalam ingatannya. Contohnya adalah seseorang yang sering jalan
kesuatu tempat, ia akan hafal dengan sengaja tempat tersebut.
2. Storage
adalah penyimpanan apa yang telah diproses dalam enconding tersebut. Proses ini
disebut juga dengan retensi yaitu proses mengendapkan informasi yang diterimanya
dalam suatu tempat tertentu. Sistem penyimpanan ini sangat mempengaruhi jenis
memori (sensori memori, memori jangka pendek, atau memori jangka panjang). Setiap
proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak dalam diri seseorang dan jejak ini akan
disimpan sementara dalam ingatannya. Sehubungan dengan masalah retensi dan
kelupaan, ada satu hal penting yang dapat dicata, yaitu interval atau jarak waktu antara
memasukkan dan menimbulkan kembali.
Interval dapat dibedakan atas :
a. Lama Interval yaitu menunjukan tentang lamanya waktu antara pemasukan bahan
sampai ditimbulkan kembali bahan itu. Lamanya berkaitan dengan kekuatan retensi.
b. Isi Interval yaitu aktivitas-aktivitas yang terdapat pada interval. Aktivetas tersebut
akan merusak atau menganggu jejak ingatan sehingga dapat menyebabkan kelupaan.
3. Retrieval
adalah pemulihan kembali apa yang telah disimpan sebelumnya. Proses mengingat
kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan
dalam memori untuk digunakan kembali. Hilgrad (1975) menyebutkan tiga jenis proses
mengingat, yaitu :
a. Recall yaitu mengeluarkan bagian spesifik dari informasi, biasanya diarahkan dengan
menggunakan cues. Selective attention adalah membatasi perhatian pada stimulus
tertentu ketika ada banyak stimulus yang hadir pada situasi tertentu. Individu lebih
memperhatikan karakteristik fisik dari stimulus, contohnya adalah volume dan ritme
suara.
b. Recognition yaitu mengenali bahwa stimulus tertentu telah disajikan sebelumnya.
Contohnya Misalnya dalam soal pilihan berganda, siswa hanya dituntut untuk
melakukan recognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan. Siswa hanya
perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada.
c. Redintegrative yaitu proses meningat dengan menghubungkan berbagai informasi
menjadi suatu cerita yang cukup lengkap. Proses ini terjadi bila seseorang ditanya
sebuah nama, misalnya Susilo Bambang Yudhoyono (presiden RI), maka akan teringat
banyak hal tentang tokoh tersebut.
Perbedaan antara recall dan recognition menunjukan adanya fungsi petunjuk
mengingat dalam recognition. Petunjuk ini membantu organisme mengenali informasi
yang akan diingat khususnya memori jangka panjang.
Pendekatan Information-Processing menyatakan bahwa memori dapat dipahami
melalui tiga proses, yaitu enconding, storage, dan interval. Tapi dalam proses tersebut
terlibat tiga sistem memori yang berbeda, yaitu memori sensorik, memori jangka
pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).
MEMORI SENSORIS
Memori sensoris adalah ingatan sementara dari informasi sensoris setelah suatu
stimulus dihilangkan. Tidak semua informasi yang tercatat dalam Memori Sensoris akan
disimpan lebih lanjut ke Memori Jangka Pendek atau Jangka Panjang, karena manusia
akan melakukan proses selective attention, yaitu memilih informasi mana yang akan
diproses lebih lanjut. Jenis sensori memori ada dua, yaitu auditory sensory memory dan
visual sensory memory. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan oleh Sperling, dapat
disimpulkan bahwa kemampuan memproses informasi melalui penginderaan jauh lebih
baik daripada laporan sederhana secara verbal. Hal ini dikarenakan setelah kita
melakukan scanning suatu data orang itu memberikan image pada data tersebut.
Visual sensory memory tidak dapat bertahan lama dan terjadi sangat cepat yaitu sekitar
seperempat sampai setengah detik. Berdasarkan beberapa penelitian eksperimen,
disimpulkan bahwa individu hanya dapat mengingat empat sampai lima dari duabelas
item yang ditampilkan kepada individu dengan sangat cepat. Apabila kita tidak fokus
atau memberi atensi pada suatu data, maka syaraf penglihatan kita akan dapat
mencatat semua informasi yang dapat kita lihat. Namun, kita hanya dapat
memfokuskan perhatian pada informasi atau data yang terproyeksi pada bagian sentral
mata, yaitu fovea. Sedangkan syaraf peripheral penglihatan kita kurang sensitif dalam
menerima data informasi dalam lingkup yang besar dan dalam memindahkan fokus
penglihatan mata ketika terjadi pergerakan/pergantian data dan ada cahaya yang
dideteksi.
Pada saat kita memberi atensi pada suatu informasi visual, maka informasi tersebut
akan ditransfer ke dalam Memori jangka Pendek (Short Term Memory). Apabila kita
gagal dalam memberi atensi, maka konsep yang didapat dari informasi tersebut akan
hilang atau terlupakan dan akan tergantikan dengan informasi baru yang telah
dikodekan. Walaupun informasi yang didapat tanpa pemberian atensi tersebut akan
cepat hilang, namun informasi tersebut setidaknya dapat dipertahankan lebih lama
dengan cara mempersepsikan informasi yang baru tersebut dengan cara
menggabungkannya dengan informasi lain sebelumnya. Contohnya ketika seseorang
diperlihatkan sekilas cahaya pada sebuah lingkaran dalam suatu ruangan yang gelap,
orang tersebut menghubungkannya dengan lampu mobil di jalan raya. Jadi, memori
tersebut akan muncul sebagai kombinasi antara keduanya dan dihubungkan dengan
satu tema, yaitu kilasan cahaya.
MEMORI JANGKA PENDEK (SHORT TERM MEMORY)
Memori jangka pendek atau sering disebut dengan Short Term memory atau working
memory adalah kemampuan yang paling mendasar dari individu untuk merecall suatu
item atau untuk mengingat asosiasi tidak lama atau secara singkat setelah menerima
informasi tersebut. Memori ini berisi hal-hal yang kita sadari dalam diri kita pada saat
ini. Otak kita dapat melakukan beberapa proses untuk menyimpan apa yang ada di
Memori Jangka Pendek ke dalam Memori Jangka Panjang, misalnya rehearsal
(mengulang-ulang informasi di dalam benak kita hingga akhirnya kita mengingatnya)
atau encoding (proses di mana informasi diubah bentuknya menjadi sesuatu yang
mudah diingat). Salah satu contoh kongkrit proses encoding adalah seperti ketika kita
mengingat nomor telepon, di mana kita akan berusaha membagi-bagi sederetan angka
itu menjadi beberapa potongan yang lebih mudah diingat. Short Term Memory
ditentukan oleh kecepatan penampilan informasi dan jumlah item yang bisa diingat.
STM akan lebih mudah diaktifkan ketika kita dalam keadaan sadar dan memberi atensi
pada informasi yang ditampilkan.
Jadi ketika kita tidak dapat mengingat suatu informasi, berarti kita tidak benar-benar
memberi atensi pada saat itu. STM berhubungan dengan kesadaran atau mengandung
isi kesadaran yaitu apa yang kita pikirkan secara aktif pada waktu tertentu. Jadi
misalnya kita ditanya tentang siapa presiden pertama di Indonesia, maka kita
melakukan pencarian data pada Long Term Memory (LTM) dan kemudian ditampilkan
dalam kesadaran (STM).
Memori pada STM lebih tahan lama dibandingkan dengan sensory memory. Kapasitas
STM ini biasanya kurang lebih dari 7 plus minus dua item. Satu tes klasik untuk
mengukur kapasitas STM adalah digit span test, yaitu tes yang dilakukan dengan cara
membacakan beberapa item pada subyek dengan jeda waktu yang sama kemudian
subyek diminta untuk mengulangi item-item tersebut. Kebanyakan orang dewasa tidak
mengalami kesulitan untuk melakukan hal ini sepanjang item yang diberikan tidak lebih
dari 6 atau 7 item.
Ada 2 cara untuk meningkatkan STM, yaitu:
Rehearsal : adalah pengulangan informasi secara sadar sebagai usaha untuk
mempertahankan informasi dalam STM.
Encoding : adalah proses dimana informasi sensoris diubah kedalam bentuk yang
dapat diingat. Encoding dapat dilakukan dengan metode chunking, yaitu
pengelompokan beberapa huruf sebagai kata (small chunks), sekelompok kata sebagai
frase (larger chunks) dan serangkaian frase sebagai kalimat (even larger chunks).
Retrieval adalah suatu proses untuk menemukan memori yang disimpan dan
membuatnya menjadi dapat digunakan.
Ada 2 jenis retrieval, yaitu:
1. Recognition : adalah mengenali bahwa stimulus tertentu telah disajikan sebelumnya.
2. Recall : adalah mengeluarkan bagian spesifik dari informasi, biasanya diarahkan
dengan menggunakan cues.
Selective attention adalah membatasi perhatian pada stimulus tertentu ketika ada
banyak stimulus yang hadir pada situasi tertentu. Individu lebih memperhatikan
karakteristik fisik dari stimulus, contohnya adalah volume dan ritme suara.
TEORI EKSPERIMEN SERIAL POSITION EFFECT
Serial position effect ada 2 yaitu:
1. Primacy portion
Pada umumnya kita lebih mengacu pada bagian pertama dari list sebagai primary
portion dari serial position curve. Primacy di sini maksudnya adalah bagian pertama dari
list yang dipelajari. Primacy effect biasanya merujuk pada ketepatan untuk merecall
posisi awal dari list. Primacy ada 2 tipe yaitu:
a. A strong primacy effect yaitu tingginya ketepatan untuk merecall item awal dari suatu
list, biasanya karena rehearsal yang cukup.
b. A weak primacy effect yaitu rendahnya ketepatan untuk merecall item awal yang
diakibatkan karena kurangnya rehearsal.
2. Recency portion Merupakan final portion dari serial position effect. Recency effect
biasanya mengacu pada ketepatan untuk merecall item terakhir dari suatu list. Recency
primacy effect adalah pembagian/perbedaan daerah yang benar.
Recency portion ini terdiri dari 2 tipe yaitu:
a. High recency yaitu ketepatan yang tinggi untuk merecall item terakhir dari suatu list.
b. Low recency artinya portion dari list hampir semuanya tidak dapat di recall.
Free recall dilakukan melalui 2 proses yaitu:
a. Active traces/fading vestiges pada item terakhir
b. More durable structural alterations steering recall pada awal dan tengah
Berdasarkan hasil penelitian (Murdock, 1962) bahwa pada middle portion dari list
ketepatan untuk merecall sangat rendah. Pada item pertama rehearsalnya cukup
sehingga dapat merecallnya dari Long Term Memory tetapi pada middle item tidak
punya cukup waktu untuk melakukan rehearsal sehingga ketepatan untuk merecall juga
lemah dan pada item terakhir tidak berpengaruh.
Glanzer dan Cunitz (1966) menunjukkan 15 item pada subeknya kemudian meminta
mereka untuk menghitung mundur selama 10 atau 30 detik dan terakhir meminta
mereka untuk merecall item tersebut. Berbeda dengan grup lain yang diminta untuk
merecall dengan segera ( 0 second delay), grup yang diminta untuk menghitung
sebelum merecall menunjukkan recency yang sangat rendah. Menurut Postman dan
Phillips (1965), delay waktu yang lebih lama hampir menghilangkan memori item akhir
karena mengeliminasi rehearsal pada item akhir tetapi recall pada sisa item lain tidak
terpengaruh. Jadi item awal punya kesempatan besar untuk covertly rehearsed dan
ditransfer ke LTS(Long Term Storage) sementara penghitungan mundur merusak
memori pada item akhir. Adanya jeda waktu akan membantu subyek dalam
membedakan item awal dan akhir serta dia akan memberikan poin yang berbeda.
Primary portion dari list tidak dipengaruhi secara essensial oleh tugas untuk menghitung
tersebut. Item awal dari list diletakkan pada penyimpanan memori jangka panjang untuk
mempertahankan informasi ketika diminta 30 detik menghitung yang ditambahkan
antara pembelajaran dengan recall. Oleh karena itu, hampir semua recent item rentan
terhadap gangguan sehingga harus disimpan pada STM.
Selain itu, Glanzer juga menunjukkan bagaimana 2 portion serial portion curve juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda. Penyediaan waktu yang lebih per item
selama studi sebenarnya tidak berpengaruh pada recency portion dari list tetapi
merubah primary portion dari list tersebut. Penambahan waktu untuk rehearsal tidak
membuat subyek mampu menyimpan item awal lebih lama dalam LTM.
Penelitian yang dilakukan oleh Brown (1958) dan Peterson and Paterson (1959),
menjelaskan bahwa kelupaan bisa terjadi selama mempelajari materi baru. Di dalam
eksperimen yang dilakukan oleh mereka itu, stimulus yang berupa tiga huruf sederhana
diberikan pada subjek. Kemudian diikuti dengan pemberian tiga buah angka. Subjek
dihadapkan pada stimulus, lalu mulai menghitung mundur dua kali per detik. Hal ini
tentu saja mencegah rehearsal dari ketiga huruf tersebut. Sangat mengejutkan bahwa
huruf-huruf dilupakan begitu cepat walaupun STM tidak begitu penuh, yaitu 50%
kehilangan setelah 3 detik. Recall tersebut dapat sempurna apabila delay-nya 0 detik.
Peterson mengemukakan bukti-bukti dari kerusakan sederhana dari fungsi STM.
Dengan bertambahnya periode waktu, maka semakin berkurang informasi yang dapat
bertahan di STM.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya informasi dapat bertahan di STM
yaitu:
1. Rehearsal, jika subyek melakukan rehearsal maka Informasi pada STM dapat
bertahan selama 15-20 menit. Sedangkan bila subyek tidak melakukan rehearsal maka
kemampuannya berkurang menjadi <15>
2. sejauh mana materi yang baru tersebut diasosiasikan dengan informasi yang ada
dalam LTM.
3. Motivasi individu untuk mengingat informasi yang telah diberikan. Pada salah satu
subyek, kapasitas STM yang didapat lebih tinggi karena rasa ingin tahu subyek untuk
mengukur kemampuan memorinya sangat tinggi sehingga ia termotivasi untuk
berusaha mengingat informasi yang telah diberikan.
Contoh Aplikasi Percobaan Sperling (Selective Attention)
a. Pada saat kuliah sedang berlangsung, secara visual mahasiswa dapat atau
menerima stimulus penglihatan semua hal yang ada di sekitarnya. Namun mahasiswa
membatasi perhatiannya terhadap stimulus tertentu saja, yaitu pada dosen yang
sedang mengajar.
b. Di suatu pertunjukan musik atau sebuah konser tunggal seorang penyanyi seperti
Krisdayanti yang diiringi sejumlah alat musik atau orkestra, penonton yang hadir di sana
tidak terlalu memperhatikan permainan dari orkestranya, melainkan perhatian mereka
terpusat pada penampilan Krisdayanti yang sedang bernyanyi.
c. Pada saat seorang siswa sedang belajar sambil mendengarkan musik, seringkali ia
lebih dapat mendengar musik yang ia dengarkan daripada pelajaran yang sedang ia
pelajari. Hal ini disebabkan karena ia lebih memilih memusatkan perhatiannya pada
satu titik fokus yaitu musik yang ia dengarkan.
Contoh Aplikasi Percobaan Miller (Encoding Chunking)
a. Anak-anak kecil yang sedang belajar menghafal ayat-ayat pendek al-Quran. Mereka
menghafal sedikit demi sedikit atau dengan memotong bagian ayat dalam sekali
ucapan, lalu mereka mengulang-ulang potongan ayat tersebut sampai hafal. Lalu
setelah hafal, mereka melanjutkan dengan potongan ayat yang lain, dan setelah semua
potongan dihafal, mereka lalu menghafal secara keseluruhan.Mengelompokan daftar
panjang tujuan untuk mempermudah pengelolaannya. Jika mempunyai banyak daftar
yang harus dilakukan, mungkin akan membuat bingung, tetapi jika dikelompokkan akan
lebih mudah untuk mengelolanya .
Susunan otak terbentuk dari dua jenis sel, Glia dan Neuron [saraf]. Glia berfungsi
menunjang dan melindungi neuron/saraf. Glia-lah pemasok makanan ke otak.
Sedangkan sel saraf membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang dikenal
sebagaipotensialaksi. Dengan mengirim pulsa listrik itulah, antar sel saraf
berkomunikasi. Lewat pulsa listrik itu pula perintah keseluruh tubuh dihantarkan melalui
bahan kimia yg disebut neurotransmitter. Neurotransmitter dikirim pada celah yg
dikenal sebagai sinapsis. Seekor serangga saja mempunyai jutaan sel saraf pada
otaknya, sedangkan pada manusia memiliki 100 milyar neuron.
Otak terdiri dari 5 bagian utama yaitu :
1.Otak besar [serebrum]
Serebrum berfungsi mengatur semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan
kepandaian, ingatan, kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan pusat
semua perintah gerakan, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks. Pada
permukaan otak besar yg berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang, terletak
di belakang area motor, berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespons
rangsangan. Selain itu, terdapat daerah asosiasi yg menghubungkan area motorik dan
sensorik. Asosiasi berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat
kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Disekitar kedua area itu terdapat bagian
yang mengatur kegiatan psikologis yang lebih tinggi. Misalnya, bagian muka merupakan
pusat berpikir, seperti mengingat, menganalisis, berbicara, berkreasi, dan emosi. Pusat
penglihatannya terdapat di bagian belakang.
2.Otak tengah [mesensefalon]
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Bagian atas otak tengah
merupakan lobus optikus, mengatur refleks mata seperti terpejam saat terkena cahaya
berelebihan dan mengontrol pusat pendengaran.
3. Otak kecil [serebelum] Otak kecil berfungsi mengkoordinasi gerakan otot secara
sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan berbahaya, gerak sadar
normal tidak mungkin dilakukan.
4. Sumsum sambung [medulla oblongata] Sumsum sambung menantarkan informasi
dari sumsum tulang belakang ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi refleks
fisiologis seperti detak jantung, tekanan darah, volume, kecepatan bernapas, dan gerak
alat pencernaan. Dia juga mengatur gerak refleks lain seperti bersin, batuk dan
berkedip. Berkedip memang tidak perlu proses belajar, sejak bayi manusia telah biasa
berkedip. Proses belajar dan berpikir memang bukan tugas sumsum sambunng,
melainkan tanggung jawab otak besar.
5. Jembatan varol Jembatan varol ini berisi serabut saraf yg menghubungkan otak kecil
bagian kiri dan otak kecil bagian kanan, dan juga menjembatani otak besar dengan
sumsum tulang belakang.Belajar merupakan kegiatan fisik untuk menadapatkan
pengetahuan. Sedangkan berpikir adalah proses aktif otak untuk menangkap atau
merespon suatu stimulasi dari luar atau lingkungan. Ketika belajar dan berpikir, akan
tumbuh hubungan-hubungan baru antar sel saraf lewat pulsa listrik tadi. Dan
mengedarkan informasi ke seluruh tubuh lewat neurotransmitter. Inilah yg disebut
asosiasi.
Makain banyak asosiasi, makin aktif hubungan antar sel saraf, makin baik pula fungsi
otak. Ini berarti orangnya cerdas dan minim lupa. Jadi kecerdasan dan daya ingat
seseorang tergantung keaktifan kerjasama antar neuron tadi. Ada pula pendapat yg
membagi otak hanya menjadi 2 bagian besar saja yaitu otak kiri dan otak kanan.
Keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan mempengaruhi tingkat kecerdasan
seseorang.
Otak kiri menjadi pusat pengendali fungsi intelektual, seperti daya ingat, bahasa, logika,
perhitungan, daya analisis dan pemikiran. Otak kanan mengedalikan fungsi mental,
spontanitas, intuisi, sikap, dan emosi. Termasuk juga mimpi, warna, hubungan antar
ruang dan dimensi, gambar, musik/irama, gerak dan tari, kesenian, kreativitas,
imajinasi, orisinilitas, daya cipta dan bakat artistik.
Pendek kata otak adalah komputer yg bisa berkreasi. Dia juga bisa menambah atau
mengurangi informasi. Otak memang sering diidentikan dengan komputer. Otak
dipersenjatai 2 memori dasar, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang.
Memori jangka pendek identik dengan RAM pada komputer. Disini informasi hanya
disimpan sementara, setelah komputer dimatikan semua informasi akan hilang.
Informasi yg diterima panca indera mengendap dengan singkat di memori kerja ini.
Memory jangka pendek mungkin untuk mengingat sesuatu buat sementara waktu,
misalnya nomor telepon, usai menelopon, mungkin sudah lupa nomornya. Informasi
baru akan tersimpan dalam jangka panjang setelah diproses lewat perubahan kimia dan
listrik pada sel-sel saraf.
Tingkat kesadaran manusia terbagi dalam 4 tingkatan :
1. Dalam keadaan sadar / terjaga Vibrasi otak berada pada kisaran 14 21 Herts, biasa
disebut tingkat Beta.
2. Dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar atau bermimpi yg disebut tingkat Alpha
dengan vibrasi otak berkisar di angka 7-14 Hz
3. Selanjutnya tingkatan dalam alam bawah sadar dlm vibrasi otak pada kisaran 4-7 Hz
dan disebut Theta. Ditingkat ini sangat efektif untuk hipnotis.
4. Terakhir ditingkat Delta pada kisaran 1,5 4 Hz yaitu keadaan tertidur lelap. Pada
kondidi ini sangat mudah ditanamkan ingatan atau sugesti tanpa penolakan, efektif utk
cuci otak.
CONTOH KASUS
Wahyu senang sekali apabila menceritakan tentang perjalanan hidupnya. Ketika muda,
beliau adalah seorang adipati dengan banyak bawahan. Orang tuanya tergolong orang
yang terpandang di daerahnya. Beliau hafal lokasi yang bersejarah, di masa jayanya.
Namun demikian, untuk masa sekarang, beliau lebih mudah lupa tentang jadwal
makan. Beliau akan menanyakan tentang menu makan siang, padahal makan siang
baru saja selesai beberapa menit yang lalu.
Seorang psikologi menyatakan bahwa kasus seperti Wahyu ini banyak ditemui dalam
kehidupan sehari-hari, dimana terdapat jenis ingatan yang masih mudah digali kembali
namun ada jenis ingatan tertentu yang lebih mudah hilang.
Menurut pendapat kelompok kami daya ingat setiap usia itu berbeda. Contohnya di usia
muda kita masih dapat mengingat ilmu pelajaran, tetapi seiring dengan usia ilmu yang
sudah kita gali akan menjadi nihil bila kita tidak berusaha mengingatnya kembali.
sumber : http://suffibayuweb.blogspot.com/2014/02/jenis-jenis-ingatan-memori.html