Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH VARIASI WARNA FLY GRILL TERHADAP KEPADATAN

LALAT DI TEMPAT PENJUALAN IKAN PASAR HYGIENIS


KOTA TERNATE

NASKAH JUDUL
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Mata Kuliah KTI pada Semester VI
Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate

Oleh:

Anjasmoro Abd Samad

NIM 13047

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2016
RUMUSAN JUDUL
Pengaruh variasi warna fly grill terhadap kepadatan lalat di tempat penjualan ikan
Pasar Hygienis Kota Ternate Maluku utara.

LATAR BELAKANG
Pembangunan bidang kesehatan saat ini diarahkan untuk menekan angka kematian
yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang jumlahnya semakin meningkat, Masalah umum
yang dihadapi dalam bidang kesehatan adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka
pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran penduduk yang belum merata. tingkat
pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah. Keadaan ini dapat menyebabkan
lingkungan fisik dan biologis yang tidak memadai sehingga memungkinkan berkembang
biaknya vektor penyakit (Menkes, 2010).
Lalat merupakan salah satu vektor yang termasuk dalam Ordo diptera. Pada saat ini
telah ditemukan tidak kurang dari 60.000 sampai 100.000, spesies lalat. Namun tidak semua
spesies lalat diatas perlu diawasi, karena beberapa diantaranya tidak berbahaya bagi manusia
jika di tinjau dari segi kesehatan, beberapa spesies yang penting dari sudut kesehatan yaitu:
lalat rumah (Musca Domestica), lalat kandang (Stomoxys celeitrans), Lalat hijau (Phenisia),
lalat daging (Sarcophaga), dan lalat kecil (Fannia), (Azwar, 1995)
Kepadatan lalat di suatu tempat perlu diketahui untuk menentukan apakah daerah
tersebut potensial untuk terjadinya fly borne diseases atau tidak. Penularan penyakit terjadi
secara mekanis, dimana bulubulu badannya, kaki-kaki serta bagian tubuh yang lain dari lalat
merupakan tempat menempelnya mikroorganisme penyakit yang dapat berasal dari sampah,
kotoran manusia, dan binatang. Barang-barang Terutama makanan bisa terkontaminasi oleh
kotoran manusia dan binatang, sampah ludah orang sakit, bekas ludah, bangkai binatang dan
lain-lain (Azwar, 1995). Bila lalat tersebut hinggap ke makanan manusia, maka kotoran
tersebut akan mencemari makanan yang akan oleh manusia sehingga akhirnya akan timbul
gejala sakit pada manusia yaitu sakit pada bagian perut serta lemas. Penyakit-penyakit yang
ditularkan oleh lalat antara lain Dysentri, Cholera, Thypus, Diare dan lainnya yang berkaitan
dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk (Depkes, 1991).
Fly grill merupakan salah satu alat sederhana yang banyak digunakan dalam
mengukur kepadatan lalat. Alat ini memiliki cara kerja yang sederhana dalam mengukur
tingkat kepadatan lalat. Keunggulan fly grill ini adalah terbuat dari bahan yang mudah
ditemukan, cara membuatnya sederhana dan murah. Pengukuran kepadatan lalat
menggunakan alat ini akan lebih akurat karena dalam perhitungannya diperhatikan per blok
grill. Selain itu fly grill ini dapat diwarnai dengan berbagai macam warna agar dalam
pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill dengan warna yang lebih baik dan lebih
akurat dalam mengukur kepadatan lalat.
Rozendaal (dalam Sayono dkk, 2005) menyatakan bahwa: kepadatan dan penyebaran
lalat sangat dipengaruhi oleh reaksi terhadap cahaya, suhu dan kelembaban udara, serta warna
dan tekstur permukaan tempat. Lalat merupakan serangga yang bersifat fototrofik (tertarik
pada cahaya). Dalam hal reaksi terhadap warna, menurut Kusnaidi (dalam Sayono. Dkk,
2005), lalat lebih tertarik pada warna kuning. Oleh karena itu, dalam pengukuran kepadatan
lalat dalam penelitian ini digunakan fly grill dengan variasi warna yang bermacam-macam.

RUMUSAN MASALAH
Pengaruh variasi warna fly grill terhadap kepadatan lalat di tempat penjualan ikan Pasar
Hygienis Kota Ternate Maluku utara

TUJUAN PENELITIAN
Ingin Mengetahui pengaruh variasi warna fly grill terhadap kepadatan lalat di Tempat
penjualan ikan Pasar Hygienis Kota Ternate Maluku utara.

KEGUNAAN PENELITIAN
1. Dapat menerapkan/mengaplikasikan ilmu pengendalian vektor dan binatang pengganggu.
2. Memperkaya bahan kajian/Sumber Referensi bidang pengendalian vektor dan binatang
pengganggu.
3. Sebagai Bahan Informasi kepada masyarakat Khususnya pengelola dan penghuni pasar.
KERANGKA KONSEP

Variabel bebas Variabel terikat

1. Warna kuning
2. Warna putih
3. Warna biru Jumlah Kepadatan Lalat
4. Netral

Variabel Pengganggu

1. Suhu
2. Kelembaban
3. Cahaya
4. Kecepatan Angin

KEPUSTAKAAN
Anonim. 2011. Kepadatan lalat. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/
32522/3/Chapter%20II.pdf. Diakses pada tanggal 11 September 2015.

Anonim. 2012. Laporan praktikum pengukuran kepadatan lalat/Flygrill. Http://Wardana-


Sl.Blogspot.Com/2012/06/Laporan-Praktikum-Pengu kuran-Kepadatan.Html.
Diakses pada tanggal 11 September 2015.

Menkes. 2010. Faktor fisik dan biologis dalam pengendalian vektor penyakit. Diakses pada
tanggal 11 September 2015.

WHO. 1972. Tinjauan kepustakaan mengenai lalat. respiratory.usu.ac.id. Diakses pada


tanggal 11September 2015

Modul pengendalian vektor Dan binatang pengganggu (Vector Control Manual). Halaman
72-91 (pengendalian lalat).

Depkes RI. 2008. MDG. Pengukuran kepadatan lalat, Diakses pada tanggal 11September
2015.

Depkes RI. 2000. Lokasi pengukuran kepadatan lalat. kesling1.blogspot.co.id,. Diakses


Tanggal 11September 2015.
Rudianto. 2002. Pengukuran kepadatan lalat. audrywulan.blogspot.co.id, Salatiga Diakses
pada tanggal 11September 2015.

Azwar. 1995. Tinjauan kepustakaan tentang lalat. respiratory.usu.ac.id. Diakses pada tanggal
11 September 2015

Depkes RI. 1991. Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat, Http://Info


.Medion.Co.Id/Index.Php/Artikel/Broiler/Penyakit/Pengendalian-Lala t. Diakses
pada tanggal 11September 2015.

Beri Nilai