Anda di halaman 1dari 77

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH MINAT

MASYARAKAT KE PUSKESMAS BUNTU BATU


KABUPATEN ENREKANG

HASNI.L

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2014
ABSTRAK

HASNI.L, Faktor-Faktor yang Berpengaruh Minat Masyarakat ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang, dibimbing Oleh H. ARIFUDDIN
dan ABIDIN.
Minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang masih
kurang. Masyarakat lebih banyak memilih berobat ke dukun dan pengobatan
tradisional daripada memilih pelayanan kesehatan di Puskesmas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
antara pengetahuan, budaya, dan jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat ke
Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Analitik
dengan menggunakan rancangan Cross Sectional Study yaitu untuk mengetahui
dinamika pengaruh antara variabel bebas (independent variable) dengan variabel
terikat (dependent variable) dikaji pada saat bersamaan. Populasi dalam penelitian
ini sebanyak 175 orang, teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling ,
dengan jumlah sampel 50 responden. Untuk memperoleh data dilakukan survey
sampel dengan menggunakan kuesioner terhadap masyarakat yang telah
menggunakan pelayanan kesehatan rawat inap.
Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan, budaya, dan jarak tempat
tinggal merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat masyarakat ke
Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Kata Kunci: minat masyarakat, pengetahuan, budaya, dan jarak tempat tinggal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH MINAT
MASYARAKAT KE PUSKESMAS BUNTU BATU
KABUPATEN ENREKANG

HASNI.L

Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
Pada
Program Studi Ilmu Kesehatan/
Administrasi Kebijakan Kesehatan

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2014
6
RIWAYAT HIDUP

Penulis di lahirkan di Baraka pada tanggal 02


Februari 1990 buah hati dari Ayah Lenda dan Ibunda
tercinta Delan sebagai anak ke enam dari 8 beraudara.
Penulis mengawali pendidikan di Sekolah Dasar
Negeri (SDN) 105 Baraka dan Tamat 2004. Pada tahun
yang sama melanjutkan pendidikan di Sekolah
Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) Negeri 1 Baraka
dan tamat pada tahun 2007, pada tahun yang 2010 lulus
dari Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri 1 Baraka
dan pada tahun 2010 melanjutkan pendidikan di
perguruan tinggi dengan mendaftar di Universitas
Muhammadiyah Parepare ( UMPAR ), pada Fakultas
Ilmu Kesehatan ( FIKES ), jurusan Administarasi dan kebijakan Kesehatan
Masyarakat (AKK).
PRAKATA

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena berkat dan rahmat dan
hidayah-Nyalah sehingga skripsi dengan judul Faktor-faktor yang berpengaruh
minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat
terselesaikan dengan baik.
Skripsi ini dibuat untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana
Kesehatan Masyarakat (SKM) pada Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Fakultas Ilmu
Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR). Dalam
penulisan skripsi ini, penulis menyadari tidak sedikit pihak yang memberikan
bantuan kepada penulis berupa buah pikiran dan petunjuk yang sangat berharga
dan bermanfaat. Oleh karena itu, penulis menghaturkan ucapan terima kasih dan
memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:
Dr. Syarifuddin Yusuf, M. Si. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Parepare (UMPAR) serta Drs. H. Ramlan,Mpd selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare (FIKES UMPAR).
Drs.H. Arifuddin M,MM Selaku Dosen Pembimbing I dan Drs. Abidin,
SKM, M.Kes Selaku Dosen Pembimbing II, yang senantiasa meluangkan
waktunya membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini.
Drs. Abidin Djalla, SKM, M.Kes Selaku Ketua Program Studi Ilmu
Kesehatan Masyarakat. Para Dosen pengajar dan Staf Universitas
Muhammadiayah Parepare (UMPAR) khususnya pada Fakultas Ilmu Kesehatan
(FIKES).
Kedua orang tua dan saudara-saudara yang selalu tulus mendoaakan
keberhasilan penulis.
Kepada sahabat-sahabatku, terima kasih atas dorongan, kebersamaan dan
perhatiannya selama studi penulis yaitu Jasdar,nuraini,neni,haidir,rahmatia,riani
bubun,nursin,tuti,kayyung dan terkhusus kepada bapak Johansyah.P,S.Pd, MM,
dan Ibu Najniati S.Pd.
Akhir kata penulis, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua
dan semoga amal ibadah pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis
mendapat pahala dari Allah SWT.Amin.

Parepare, Agustus 2014

Hasni.L
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL...................................................................................... ix

DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. x

PENDAHULUAN..................................................................................... 1
Latar belakang.................................................................................. 1
Identifikasi dan Perumusan Masalah................................................ 3
Defenisi Operasional........................................................................ 4
Tujuan dan Kegunaan Penelitian...................................................... 6

LANDASAN TEORI................................................................................. 7
Kajian Teori...................................................................................... 7
Kerangka Pemikiran.........................................................................
21
Hipotesis Penelitian..........................................................................
22

METODE PENELITIAN..........................................................................
..........................................................................................
23
Metode dan Desain Penelitian..........................................................
..........................................................................................................
23
Instrument Penelitian........................................................................
23
Populasi dan Sampel.........................................................................
23
Teknik Pengumpulan Data................................................................
25
Teknik Pengolahan Data...................................................................
..........................................................................................................
26
Penyajian dan Analisis Data.............................................................
27

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.........................................


..........................................................................................
29
Hasil Penelitian dan Pengujian Hipotesis.........................................
29
Kerangka konsep..............................................................................
35

SIMPULAN DAN SARAN.......................................................................


..........................................................................................
41
Kesimpulan.......................................................................................
..........................................................................................................
41
Saran ................................................................................................
41

DAFTAR PUSTAKA................................................................................
...................................................................................................................

42

LAMPIRAN

10
DAFTAR TABEL

Halaman

1. Tabel distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dan tingkat


pendidikan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu
Kabupaten Enrekang............................................................................
30

2. Tabel distribusi responden berdasarkan minat masyarakat,


pengetahuan dan budaya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
Buntu Batu Kabupaten Enrekang........................................................
31

3. Tabel distribusi responden berdasarkan jarak tempat tinggal dengan


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang......................................
32

4. Tabel distribusi pengaruh antara pengetahuan dengan minat


masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang..............
33

5. Tabel distribusi pengaruh antara budaya dengan minat masyarakat


ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.................................
34

6. Tabel distribusi pengaruh antara jarak tempat tinggal dengan minat


masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang..............
35

9
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Kuesioner penelitian faktor-faktor yang berpengaruh minat


masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang..............
45

2. Master tabel hasil penelitian................................................................


49

3. Hasil analisis........................................................................................
51
2
4. Tabel perhitungan X pengetahuan.................................................
57
2
5. Tabel perhitungan X budaya........................................................
58

6. Tabel perhitungan X2 jarak tempat tinggal...................................


59

7. Tabel Chi-Square.................................................................................
61

8. Frequency Table...................................................................................
62

9. Surat izin penelitian dari Lembaga Penelitian Universitas


Muhammadiyah Parepare....................................................................
63

10. Surat izin penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat Pemerintah Kabupaten Enrekang.....................................
64

10
11. Surat keterangan melakukan penelitian dari Kepala Puskesmas
Buntu Batu Kabupaten Enrekang........................................................
65

11
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan Visi Masyarakat Sehat yang mandiri dan

berkeadilan, yang bertujuan untuk terselenggaranya pembangunan kesehatan

secara berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya. Peran Puskesmas sebagai institusi yang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang tingkat pertama yang terlibat

langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Puskesmas bertanggung

jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yaitu

dengan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi

setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujudnya derajat

kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan demikian, akses terhadap pelayanan

kesehatan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat ditingkatkan

melalui peningkatan kinerja Puskesmas (Depkes, 2009).

Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004, menyatakan bahwa

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten atau

Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di

wilayah kerjanya (Depkes,2007).

Goodenough (dalam Kalangie, 1994) mengemukakan, bahwa kebudayaan

adalah suatu sistem kognitif, yaitu suatu sistem yang terdiri dari pengetahuan,

kepercayaan, dan nilai yang berada dalam pikiran anggota-anggota individual

masyarakat. Atau, dengan kata lain, kebudayaan berada dalam tatan kenyataan

1
yang ideasional. Atau, kebudayaan merupakan perlengkapan mental yang oleh

anggotaanggota masyarakat dipergunakan dalam proses orientasi, transaksi,

pertemuan, perumusan, gagasan, penggolongan, dan penafsiran perilaku sosial

nyata dalam masyarakat mereka.

Puskesmas adalah unit utama dari penyelenggaraan pembangunan

kesehatan di Indonesia. Pembangunan kesehatan melingkupi pengertian yang luas,

bukan saja dalam hal fisik. Hal ini didasarkan pada pengertian dari konsep sehat

PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa ), yaitu kondisi sempurna fisik, mental dan

sosial bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan.

Sejalan dengan makin tingginya tingkat pendidikan dan keadaan sosial

ekonomi masyarakat, maka kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan

kesehatan tampak makin meningkat pula. Untuk dapat memenuhi kebutuhan

dan tuntutan tersebut, tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan, kecuali

menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya

(Solikha,2008).

Selain itu untuk mewujudkan derajat kesehatan, Puskesmas

menerapkan berbagai pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang masih

primitif,namun memberikan berbagai kendala di antaranya masih kentalnya

budaya yang di miliki masyarakat setempat.

Jumlah pasien rawat inap di Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

tahun 2011 sebanyak 350 pasien, tahun 2012 sebanyak 327 pasien, tahun 2013

sebanyak 290 dan pada bulan Januari sampai Mei tahun 2014 sebanyak 175. Hal

ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah pasien semakin menurun.

Minimnya minat masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan dalam

hal ini adalah Puskesmas dari tahun ke tahun semakin menurun, hal ini dapat

2
dilihat dari jumlah pasien dari setiap tahunnya (Profil Kesehatan Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang).

Berdasarkan dari latar belakang ini, maka penulis mencoba untuk

melakukan suatu penelitian dengan judul Faktor faktor yang berpengaruh minat

masyarakat di Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Identifikasi dan Rumusan Masalah

Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas diperoleh informasi bahwa

berpengaruh minat masyarakat ke Puskesmas dapat dilihat dari beberapa faktor

yaitu, pengetahuan, budaya, dan jarak tempat tinggal dari Puskesmas.

Berdasarkan uraikan dalam latar belakang maka dirumuskan masalah

pokok penelitian adalah Faktor-faktor yang berpengaruh minat masyarakat ke

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang?

Rumusan masalah

Berdasarkan indentifikasi masalah tersebut diatas maka dirumuskan masalah

sebagai berikut :

1. Apakah ada pengaruh pengetahuan terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang?


2. Apakah ada pengaruh budaya terhadap minat masyarakat ke Puskesmas Buntu

Batu Kabupaten Enrekang?


3. Apakah ada pengaruh jarak tempat tinggal terhadap minat masyarakat ke

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang?

Definisi Operasional

3
Pengaruh minat masyarakat ke Puskesmas bertujuan untuk meningkatkan

kesadaran, kemampuan dan kemauan untuk hidup sehat bagi setiap orang yang

bertempat tinggal di wilayah kerja agar terwujudnya derajat kesehatan yang

setinggi-tingginya.

Minat Masyarakat

Minat masyarakat yaitu suatu keinginan masyarakat akan jasa pelayanan

rawat inap ke Puskesmas yang berkaitan dengan pemanfaatan pelayanan

kesehatan ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Kriteria objektif :

Baik : Jika nilai total jawaban responden 50% dari kuesioner yang

diajukan.

Kurang : Jika nilai total jawaban responden < 50 % dari kuesioner yang

diajukan.

Pengetahuan

Pengetahuan adalah sejumlah informasi yang dipahami oleh masyarakat

tentang Puskesmas serta manfaat Puskesmas itu sendiri.

Kriteria objektif :

Tinggi : Jika nilai total jawaban responden 50% dari kuesioner yang

diajukan.

Rendah : Jika nilai total jawaban responden < 50% dari kuesioner yang

diajukan.

Budaya

4
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki

bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para

anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima

oleh semua masyarakat.( William H. Haviland )

Kriteria objektif :

Tinggi : Jika responden lebih percaya terhadap Dukun/tradisional daripada

pengobatan Puskesmas

Rendah : Jika responden sudah sering berobat ke Puskesmas

Jarak tempat tinggal

Yang dimaksud dengan jarak tempat tinggal pada penelitian ini adalah

jarak yang ditempuh pasien ke Puskesmas Buntu Batu yang dihitung dengan

kilometer.

Kriteria Objektif :

Sangat dekat : Jika jarak tempat tinggal responden < 1 km dari Puskesmas.

Dekat : Jika jarak tempat tinggal responden 1-2 km dari Puskesmas.

Jauh : Jika jarak tempat tinggal responden > 2 km dari Puskesmas.

Kriteria pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala liker

( Sugiono,2004 ), dimana setiap kategori diberikan skor. Setiap responden akan

mendapat nilai terendah dan nilai tertinggi.

a. Jika responden memilih kategori 1 dengan skor 5


b. Jika responden memilih kategori 2 dengan skor 3
c. Jika responden memilih kategori 3 dengan skor 1

Tujuan dan Manfaat Penelitian

5
Tujuan penelitian ini adalah

1. Untuk pengaruh pengetahuan terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

2. Untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

3. Untuk mengetahui pengaruh jarak tempat tinggal terhadap minat masyarakat

ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Manfaat penelitian ini adalah

1. Manfaat Ilmiah : Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan kajian ilmiah

dibidang ilmu Administrasi Kebijakan dan Kesehatan (AKK), khususnya

dibidang pembelajaran tentang Faktor-faktor yang berpengaruh minat

masyarakat ke Puskesmas.
2. Manfaat Pratetis : Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumber dan saran

kepada semua pihak, khususnya kepada pemerintah Kabupaten Enrekang, dan

Puskesmas Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang

6
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Kajian Teori

Tinjauan umum pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi

melalui panca indera manusia, yaknik indera penglihatan, pendengaran,

penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui

mata dan telinga. (Notoatmodjo, 2003)

Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mengandung dua aspek yaitu

aspek positif dan aspek negatif. Kedua aspek inilah yang akan menentukan sikap

seseorang terhadap objek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari objek yang

diketahui maka menimbulkan sikap makin positif terhadap aspek tersebut.

Pelayanan kesehatan yang terlalu jauh lokasinya dengan tempat tinggal

baik jarak secara fisik maupun secara psikologis tentu tidak mudah dicapai.jarak

dapat mempengaruhi frekwensi kunjungan ditempat pelayanan kesehatan, Makin

jauh jarak rumah dengan tempat pelayanan kesehatan makin kecil pula jumlah

kunjungan ke pusat pelayanan kesehatan tersebut. ( Azwar , 1996 ).

Minat masyarakat masih rendah berobat ke Puskesmas dan lebih memilih

berobat ke dukun dari pada Puskesmas.

Menurut Lionton budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan

pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh

anggota suatu masyarakat tertentu.

7
Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi

perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang

berurutan, yaitu :

a. Kesadaran (Awareness). Dimana orang tersebut menyadari dalam arti

mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek).

b. Merasa tertarik (interest). Subyek sudah mulai tertarik terhadap stimulus atau

objek tersebut, disini sikap subjek sudah mulai timbul.

c. Menimbang-nimbang (evaluation). Pada tahap ini klien sudah mulai

menimbang-nimbang baik dan tidak baiknya stimulus tersebut pada dirinya.

Hal ini berarti responden sudah lebih baik lagi.

d. Trial. Dimana subjek sudah mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan

apa yang dikehendaki oleh stimulus.

e. Adaptasi (Adaptation) Dimana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan

pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

Tingkat pengetahuan yang dicakup di dalam kognitif mempunyai 6

(enam) tingkatan, yakni :

Tahu

Tahu diartikan sebagai mengingat kembali suatu materi yang telah

dipelajari sebelumnya. Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat

kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau

rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu merupakan tingkat

pengetahuan yang paling rendah, kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu

8
tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan,

mendiskusikan dan menyatakan.

Memahami

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar

tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi secara benar.

Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan,

menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, terhadap objek yang harus

dipelajari.

Aplikasi

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang

telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat

diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dalam

konteks atau situasi yang lain.

Analisis

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu

objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur

organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lainnya. Kemampuan

analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja : dapat menggambarkan

(membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan.

Sintesis

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

9
Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi-

formulasi yang ada, misalnya : dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat

meringkas, dapat menyesuaikan, terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang

telah ada.

Evaluasi

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi

atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu

berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-

kriteria yang telah ada. Misalnya, dapat membandingkan antara anak-anak yang

cukup gizi dengan anak-anak yang kurang gizi (Notoatmodjo, 2003)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yakni :

Pendidikan

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan

kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup

(Notoatmodjo, 2003). Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi

pendidikan seseorang, makin mudah orang tersebut menerima informasi. Dengan

pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi,

baik dari orang lain maupun media masa, semakin banyak informasi yang masuk,

semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan (Cahyani, 2003

dalam Ernawati, 2010).

10
Pengalaman / Lama Kerja

Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan memberikan

pengetahuan dan keterampilan professional serta pengalaman belajar selama

belajar akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang

merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang

bertolak dari masalah nyata dalam bidang keperawatan. (Cahyani, 2003 dalam

Ernawati, 2010)

Umur

Dua sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup :

1. Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan

semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya.

2. Tidak dapat mengajarkan kepandaian baru kepada orang yang sudah tua

karena mengalami kemunduran baik fisik maupun mental.

Dapat diperkirakan bahwa IQ akan menurun sejalan dengan bertambahnya

usia khususnya pada beberapa jenis kemampuan yang lain, misalnya pengetahuan

umum. Beberapa teori berpendapat bahwa ternyata IQ seseorang akan menurun

cukup cepat sejalan dengan bertambahnya usia. (Cahyani, 2003 dalam Ernawati

2010).

Tinjauan tentang jarak tempat tinggal

Jarak menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1990) adalah ruang atau

sela yang dilihat dari panjang atau jauh antara benda yang satu dengan yang

lainnya atau tempat yang lainnya. Pelayanan kesehatan yang lokasinya terlalu jauh

11
dari tempat tinggal baik jarak secara fisik maupun secara psikologis, tentu tidak

mudah dicapai (Azwar, 1996).

Pelayanan kesehatan yang lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal baik

secara fisik maupun secara psikologis tentu tidak mudah dicapai. Jarak dapat

mempengaruhi frekuensi kunjungan pasien ke pusat pelayanan kesehatan. Makin

dekat jarak tempat tinggal dari tempat pelayanan kesehatan dan begitu pula

jumlah sebaliknya makin jauh jarak rumah dari tempat atau pusat pelayanan

kesehatan maka makin kecil pula jumlah kunjungan yang datang ke pusat

pelayanan tersebut (Azwar, 1996).

Jarak fisik antara tempat tinggal dengan pelayanan kesehatan merupakan

salah satu pertimbangan oleh masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya jika

tempat pemeriksaan mudah dijangkau (ada transportasi) maka akan banyak yang

memanfaatkan Puskesmas. Tidak terjangkaunya Puskesmas dicapai secara fisik

(jauh) akan menurunkan pemanfaatan masyarakat terhadap Puskesmas.

Tinjauan tentang Puskesmas

Puskesmas menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Tahun

2004 adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota yang

bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah

kerja. Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis

operasional Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota dan merupakan unit pelaksana

tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia

(Sulastomo, 2007).

12
Puskesmas hanya bertanggung jawab untuk sebagian upaya pembangunan

kesehatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota sesuai

dengan kemampuannya. Secara nasional, standar wilayah kerja Puskesmas adalah

satu kecamatan. Tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu

Puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar Puskesmas dengan

memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa, kelurahan, dan RW), dan masing-

masing Puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung

kepada Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota.

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah

tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan

sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai

melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup di dalam

lingkungan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau

pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat

kesehatan yang setinggi-tingginya.

Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas adalah

mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional, yaitu:

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan

masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.

2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya

kesehatan yang paripurna, merata, bemutu, dan berkeadilan.

3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan

4. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (Depkes RI, 2010).

13
Adapun fungsi puskesmas sebagai berikut:

a. Sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka

meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.

c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada

masyarakat diwilayah kerjanya. (Depkes, 2007).

Untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu

ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut

Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas Keliling (Depkes, 2007).

Tujuan upaya kesehatan puskesmas

Tujuan umum

Tujuan umum program peningkatan upaya kesehatan Puskesmas adalah

menyelenggarakan upaya kesehatan Puskesmas yang bermutu, merata, terjangkau

dengan peran serta masyarakat secara aktif sehingga tercapai kemampuan hidup

sehat (Depkes, 2009).

Tujuan khusus

Tujuan khusus program kesehatan Puskesmas adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan pencakupan, hasil guna, dan daya guna program. Puskesmas yang

meliputi kegiatan pengembangan, pembinaan, dan pelayanan.

2. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam

bidang kesehatan dan peningkatan peran serta masyarakat, termasuk swasta,

dalam berbagai bentuk upaya kesehatan.

14
3. Peningkatan status gizi masyarakat melalui perbaikan gizi keluarga dan

perubahan perilaku dan gaya hidup yang mendukung tercapainya perbaikan

gizi.
4. Peningkatan mutu lingkungan hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan

hidup, perubahan perilaku, serta gaya hidup.


5. Pengurangan kesakitan, kematian, cacat fisik sebagai akibat penyakit

narkotika dan bahan berbahaya serta pengaruh lingkungan yang tidak sehat,

dan kecelakaan, gangguan jiwa, penyalahgunaan.


6. Pengembangan keluarga sehat sejahtera dengan makin diterimanya norma

keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Depkes, 2009).

Kegiatan pokok Puskesmas

Fungsi pengembangan, pembinaan, dan pelayanan Puskesmas

diselenggarakan melalui berbagai kegiatan pokok Puskesmas yang akan terus

dikembangakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhannya. Di Puskesmas

dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan saat itu yaitu 7

usaha pokok Puskesmas, 12 usaha pokok Puskesmas, 13 usaha pokok Rencana

Pokok Program Pembangunan Jangka Panjang bidang Kesehatan (RP3JPK) yang

kemudian sekarang menjadi 18 usaha pokok Puskesmas yaitu:

a. Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)


b. Keluarga Berencana (KB)
c. Usaha Peningkatan Gizi
d. Peningkatan kesehatan lingkungan
e. Pencegahan, imunisasi, dan pengamatan penyakit
f. Pengobatan, termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan
g. Penyuluhan kesehatatan masyarakat
h. Kesehatan sekolah
i. Kesehatan olah raga
j. Perawatan kesehatan masyarakat
k. Kesehatan kerja
l. Peningkatan kesehatan gigi dan mulut

15
m. Peningkatan kesehatan jiwa
n. Kesehatan mata
o. Pemeriksaan laboratorium sederhana
p. Pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan
q. Kesehatan usia lanjut
r. Pembinaan pengobatan tradisional (Depkes, 2009).

Azas penyelenggaraan Puskesmas

Sebagai sarana pelayanan terdepan tingkat pertama di Indonesia,

pengelolaan program kerja Puskesmas berpedoman pada empat azas yaitu :

Azas pertanggung jawaban wilayah

Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus

melaksanakan azas pertanggung jawaban wilayah artinya Puskesmas harus

bertanggung jawab atas masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kerjanya,

sehingga banyak dilakukan berbagai program pemeliharaan kesehatan dan

pencegahan penyakit yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan

masyarakat. Dengan adanya azas ini maka pelaksanaan program Puskesmas tidak

dilaksanakan secara pasif saja, dalam arti hanya menanti kunjungan masyarakat ke

Puskesmas, melainkan secara aktif yaitu memberikan pelayanan kesehatan

sedekat mungkin kepada masyarakat.

Azas peran serta masyarakat


Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus

melaksanakan azas peran serta masyarakat, artinya berupaya melibatkan

masyarakat dalam menyelenggarakan program kerja tersebut. Bentuk peran serta

masyarakat dalam pelayanan kesehatan banyak macamnya. Salah satunya adalah

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Azas keterpaduan

16
Dalam menyelenggarakan program kerjanya Puskesmas berupaya

memadukan program kegiatan tersebut bukan saja dengan program kesehatan lain

(lintas program) tetapi juga dengan program dari sektor lain (lintas sektor).

Dengan dilaksanakan azas keterpaduan ini, berbagai manfaat akan diperoleh.

Bagi Puskesmas dapat menghemat sumber daya, sedangkan bagi masyarakat lebih

mudah memperoleh pelayanan kesehatan.

Azas rujukan
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, apabila Puskesmas tidak

mampu menangani masalah kesehatan harus merujuk ke sarana kesehatan yang

lebih mampu. Untuk pelayanan kedokteran, jalur rujukan adalah rumah sakit.

Tinjauan tentang pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan menurut Levey (1976) dalam Azwar (1996), ialah

setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau bersama-sama dalam suatu

organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan

menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga,

kelompok ataupun masyarakat.

Sesuai dengan pengertian tersebut di atas dapat dipahami bahwa bentuk

dan jenis pelayanan kesehatan yang dapat ditemukan banyak macamnya karena

kesemuanya itu amat ditentukan oleh (Azwar, 1996):

a. Pengorganisasian pelayanan, apakah dilaksanakan secara sendiri atau secara

bersama-sama dalam suatu organisasi.

17
b. Ruang lingkup kegiatan, apakah hanya mencakup kegiatan pemeliharaan

kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan

penyakit, pemulihan kesehatan atau kombinasi dari padanya.

c. Sasaran pelayanan kesehatan, apakah untuk perseorangan, keluarga, kelompok,

satapun untuk masyarakat secara keseluruhan.

Tersedia dan berkesinambungan

Syarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan

tersebut harus tersedia di masyarakat (available) serta bersifat berkesinambungan

(continuous). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh

masyarakat dan mudah dicapai oleh masyarakat.

Dapat diterima dan wajar

Syarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah apa yang dapat

diterima (acceptable) oleh masyarakat serta bersifat wajar (appropriate). Artinya

pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan adat istiadat, kebudayaan,

keyakinan, kepercayaan masyarakat dan bersifat wajar.

Mudah dicapai

Syarat pokok ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah

dicapai (accessible) oleh masyarakat. Pengertian ketercapaian yang dimaksud di

sini terutama dari sudut lokasi. Dengan demikian untuk mewujudkan pelayanan

kesehatan yang baik, maka pengaturan sarana kesehatan menjadi sangat penting.

18
Mudah dijangkau

Syarat pokok pelayanan kesehatan yang ke empat adalah mudah dijangkau

(affordable) oleh masyarakat. Pengertian keterjangkauan di sini terutama dari

sudut jarak dan biaya. Untuk mewujudkan keadaan seperti ini harus dapat

diupayakan mendekati sarana pelayanan kesehatan dan biaya kesehatan

diharapkan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Bermutu

Syarat pokok pelayanan kesehatan yang kelima adalah yang bermutu

(quality). Pengertian mutu yang dimaksud adalah yang menunjuk pada tingkat

kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, yang di satu pihak

dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan, dan di pihak lain tata cara

penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah ditetapkan.

(Azwar, 1996)

Stratifikasi pelayanan kesehatan yang dianut oleh setiap negara tidak

sama, namun secara umum berbagai strata tersebut menurut Azwar (1996)

dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:

Pelayanan kesehatan tingkat pertama

Yang dimaksud pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health

services) adalah pelayanan kesehatan yang bersifat pokok (basic health services)

yang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat serta mempunyai nilai strategis

untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pada umumnya pelayanan

kesehatan tingkat pertama ini bersifat rawat jalan (out patient services).

19
Pelayanan kesehatan tingkat kedua

Yang dimaksud dengan pelayanan ksehatan tingkat kedua (seconday

health services) adalah pelayanan kesehatan yang lebih lanjut dan setelah bersifat

rawat inap (in patient services) serta untuk menyelenggarakannya dibutuhkan

tempat tidur dan tersedianya tenaga-tenaga medis dan spesialis.

Pelayanan kesehatan tingkat ketiga

Yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health

services) adalah pelayanan kesehatan yang bersifat lebih kompleks dan umumnya

diselenggarakan oleh tenaga-tenaga subspesialis

Kerangka Pemikiran

Berdasarkan landasan teori tersebut maka dapat digambarkan pengaruh

variabel yang akan diteliti sebagai berikut:

Pengetahuan

MINAT MASYARAKAT
PUSKESMAS
Budaya/Culture

Jarak T.Tinggal

20
Keterangan:

: Variabel Bebas (Independent variabl

: Variabel Terikat (Dependent variable)

: Pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat

Gambar 1. Bagan kerangka pemikiran penelitian.

Hipotesis Penelitian

Hipotesis alternatif (Ha)

1. Ada pengaruh pengetahuan terhadap minat masyarakat ke PuskesmasBuntu

Batu Kabupaten Enrekang.

2. Ada pengaruh budaya terhadap minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

3. Ada pengaruh jarak tempat tinggal terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Hipotesis nol (H0)

1. Tidak ada pengaruh pengetahuan terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

21
2. Tidak ada pengaruh budaya terhadap minat masyarakat ke Puskesmas Buntu

Batu Kabuparen Enrekang.

3. Tidak ada pengaruh jarak tempat tinggal dari puskesmas terhadap minat

masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

METODE PENELITIAN

Metode dan Desain Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

Observasional analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional Study

yaitu untuk mengetahui dinamika hubungan antara variabel bebas (independent

variable) dan variabel terikat (dependent variable). Dengan cara pendekatan

observasi yang dikaji pada saat yang bersamaan yang bertujuan untuk mengetahui

faktor-faktor yang berpengaruh minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

Adpun penelitian ini dilaksanakan ke Puskesmas Buntu Batu berlangsung

selama 2 bulan yaitu dari bulan April sampai dengan bulan Mei.

22
Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan kuisioner. kuesioner ini di jadikan pedoman

wawancara (interviuew quide), karena sebagai besar responden berpendidikan

rendah. sebagai instrumen yang ditujukan pada masyarakat yang berpenaruh

rendahnya minat masyarakat ke Puskesmas di Kabupaten Enrekang. Adapun alat

yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Dokumentasi
Dokumentasi yaitu alat pengumpul data dengan dokumen. Dokumentasi

ini digunakan untuk mencatat data yang dibutuhkan dalam penelitian. Data yang

dapat diperoleh dari buku dan profil Puskesmas di Kabupaten Enrekang.

Kuesioner

Lembaran kuesioner yaitu alat pengumpul data yang berupa pertanyaan-

pertanyaan tertulis.

Wawancara
Wawancara menurut Nazir ( 1988 ) adalah proses memperoleh keterapan

untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatapan muka antara si

penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan

menggunakan alat yang dinamakan interview guide ( panduan wawancara ).

Populasi dan Sampel

Populasi
Populasi yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang

bermukim sekitar Puskesmas Buntu Batu di Kabupaten Enrekang, selama bulan

Januari sampai Mei 2014 adalah 175 orang.

Sampel

23
Sampel merupakan bagian dari populasi yang mewakili populasi.

Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Jumlah sampel pada

penelitian ini sebanyak 50 responden. Dengan menggunakan rumus Lameshow

(1997) dalam Notoatmodjo (2005)

2
N .Z .P.O
n= d 2 . ( N1) + Z 2 . P.O
Keterangan :

n = Jumlah sampel

N = Jumlah populasi

Z = Tingkat kemaknaan (1.9)

P = Proporsi (0.1)

Q = (1 P) = (1 0.1) = 0.9

d = Presisi yang ditetapkan (0.05)

N.Z2.P.Q
Jadi, n =
d2. (N 1 ) + Z2.P.Q

175 .(1.9) 2.(0.1).(0.9)


n=
(0.05)2. (175 1) + (1.9) 2.(0.1).(0.9)

56 .86
n= 1. 14
1

n = 50 Orang

Teknik Pengumpulan Data

24
Tahapan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini adalah

dengan menggunakan dua jenis data, sebagai berikut :

Data primer

Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan

lembar kuesioner (daftar pertanyaan) yang bertujuan untuk memperoleh data

responden yang berpengaruh rendahnya minat masyarakat ke Puskesmas di

Kabupaten Enrekang.

Data sekunder

Data sekunder diperoleh dari administrasi berpengaruh rendahnya minat

masyarakat ke Puskesmas di Kabupaten Enrekang.

Teknik Pengolahan Data

Data yang dikumpulkan, dioleh secara manual disajikan dalam bentuk

table distribusi dan narasi. Langkah-langkah pengolahan data adalah sebagai

berikut :

Editing

Hal ini dimaksudkan untuk meneliti apakah isian pada lembaran penelitian

cukup baik dan dapat diproses lebih lanjut.

Coding

Coding adalah usaha untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban atau

hasil-hasil yang ada menurut klasifikasi yang silakukan dengan cara menandai

jawaban dengan kode tertentu.

25
Entry

Data entry adalah memasukan data yang telah dikumpulkan ke dalam

master tabel dari kuesioner.

Tabulating

Tabulating (perhitungan data) adalah data yang diperoleh dan

dikelompokkan sesuai dengan karakterisitik seta tampilan dalam bentuk tabel.

( Budiarto , 2001 ).

Penyajian dan Analisis Data

Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabulasi untuk setiap variabel

tunggal dan Crosstab untuk melihat hubungan setiap variabel terikat ( dependen

variable ) terhadap veariabel bebas ( independent variabel ) dan masing-masing

menggunakan persen baris.

Analisis univariat

Analisis univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian

dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, sehingga menghasilkan distribusi

dan persentase dari setiap variabel penelitian.

Analisis bivariat

Melihat pengaruh antara masing-masing variabel independent dengan

variabel dependen dengan menggunakan uji Chi-Square ( X2 ) dengan rumus

( Sugiono, 2007 ) :

26
Keterangan :

X2 = nilai Chi- Square

Fo = frekuensi yang diobservasi

Fh = frekuensi yang diharapkan

Untuk mencari frekuensi yang diharapkan adalah sebagai berikut :

Keterangan :

Fh = frekuensi yang diharapkan

Fk = frekuensi pada kolom

Fb = frekuensi pada baris

Interpretasi :

1. Ada pengaruh jika X2 hitung > dari X2 tabel atau Ho ditolak dan Ha diterima.

2. Tidak ada pengruh jika X2 hitung < dari X2 tabel atau Ho diterima dan Ha

ditolak.

27
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian dan Pengujian Hipotesis

Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan di wilayah kerja Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang dimana pada penelitian ini yang diteliti adalah

masyarakat yang telah menggunakan pelayanan kesehatan ke Puskesmas Buntu

Batu. Adapun hasil penelitian disajikan sebagai berikut:

Karakteristik responden

Jenis kelamin dan tingkat pendidikan

Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pengetahuan

responden di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat

dilihat pada Tabel 1.

28
Data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 50 responden pada penelitian

ini yaitu jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 28 responden

(56%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 22 responden (44%). Pada

penelitian ini jumlah perempuan laki-laki banyak dibandingkan jumlah

perempuan.

Tingkat pendidikan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang yaitu dari 50 responden pada penelitian ini, jumlah

responden yang tidak tamat SD sebanya 4 responden (8%), jumlah responden

tamat SD sebanyak 16 responden (32%), tamat SMP sebanyak 17 responden

(34%), tamat SMA sebanyak 12 responden (24%), dan jumlah responden yang

berpendidikan perguruaan tinggi sebanyak 1 responden (2%). Data ini

menunjukkan bahwa dari 50 responden, Tamat SMP/Sederajat dan tamat

SD/sederajat cenderung lebih banyak dibandingkan dengan yang lain.

Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan


Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas
Buntu BatuKabupaten Enrekang

Frekuensi Persentase
No. Distribusi responden berdasarkan
(f) (%)

Jenis Kelamin
1 Laki Laki 28 56
Perempuan 22 46
Total 50 100

29
Tingkat Pendidikan
Tidak Tamat SD 4
8
2 Tamat SD 16
32
Tamat SMP 17
34
Tamat SMA 12
24
PT (Perguruan Tinggi) 1
2
Total 50 100

Karakteristik variabel

Minat masyarakat, pengetahuan, dan budaya masyarakat

Dirstribusi responden berdasarkan minat masyarakat, pengetahuan dan

budaya masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Minat Masyarakat, Pengetahuan, dan


Budaya Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Buntu Batu
Kabupaten Enrekang

No Frekuensi Persentase
Distribusi responden berdasarkan
. (f) (%)

Minat Masyarakat
1 Baik 17 34
Kurang 33 66

Total 50 100
Pengetahuan Masyarakat
2 Tinggi 14 28
Rendah 36 72
Total 50 100
Budaya Masyarakat
3 Tinggi 35 70
Rendah 15 30
Total 50 100

30
Data pada tabel 2. Menunjukkan bahwa dari 50 responden pada penelitian

ini yaitu jumlah masyarakat yang memiliki minat ke Puskesmas dengan baik

sebanyak 17 responden (34%) dan yang kurang berminat ke Puskesmas sebanyak

33 responden (66%). Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat berkunjung

atau melakukan pengobatan di Puskesmas sangatlah kurang karena sekitar 66 %

dari 50 responden yang kurang berminat untuk berobat ke Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

Pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel 2. Menunjukkan bahwa dari 50

responden, jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28%

dan jumlah masyarakat yang berpengetahuan rendah sebanyak 72%. Pengetahuan

masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu Kabupaten

Enrekang masih tergolong rendah yakni sekitar 72% dari 55 responden yang

memiliki pengetahuan rendah tentang manfaat pelayanan kesehatan ke

Puskesmas.

Data pada tabel 2 menunjukkan bahwa budaya masyarakat di wilayah

kerja Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dari 50 responden ada 70%

yang memiliki budaya yang tinggi dan hanya 30% yang memiliki budaya rendah.

Mayoritas penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang memiliki budaya yang tinggi. Kebanyakan dari mereka

memilih pengobatan dukun dan tradisional daripada pengobatan yang di berikan

di Puskesmas.

Jarak tempat tinggal

31
Distribusi responden berdasarkan jarak tempat tinggal dengan Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Jarak Tempat tinggal dengan


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Frekuensi Persentase
Jarak Fisik
(f) (%)
Sangat Dekat 16 36
Dekat 16 32
Jauh 18 32
Total 50 100

Pada tabel 3 menunjukkan bahwa dari 50 responden pada penelitian ini

yaitu jumlah responden yang memiliki jarak tempat tinggal dengan Puskesmas

sangat dekat sebanyak 16 responden (32%), jumlah responden dekat jarak

rumahnya dengan Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang sebanyak 16

responden (32%), dan jumlah responden yang memiliki jarak tempat tinggal Jauh

dari Puskesmas sebanyak 18 responden (36%).

Analisis pengaruh antara variabel

Pengaruh pengetahuan dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu


Kabupaten Enrekang

Distribusi pengaruh antara pengetahuan dengan minat masyarakat ke

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Pengaruh antara Pengetahuan Masyarakat dengan Minat Masyarakat ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Pengetahuan Minat Masyarakat ke Puskesmas Total


X2
Masyarakat Baik % Kurang %
Baik 12 2 14

32
2
Kurang 5 31 36 X Hit 20,44

X 2 Tab.
Total 17 33 50 3,841
2
Berdasarkan hasil uji Chi-Square yang telah dianalisis, diperoleh X

2 2
Hitung = 20,44 dan X tabel = 3,841 dengan taraf signifikan 5%, karena X

2
Hitung > X Tabel, hal ini berarti Hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya

pengetahuan masyarakat berpengaruh dengan minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Pengaruh budaya dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten


Enrekang

Distribusi pengaruh antara budaya masyarakat dengan minat masyarakat

ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Pengaruh antara Budaya Masyarakat dengan Minat Masyarakat Ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Budaya Minat Masyarakat Ke Puskesmas 2


Total X
Masyarakat Baik % Cukup %
Tinggi 6 29 35 X 2 Hit. 14,79
2
Rendah 11 4 15 X Tab.
3,841
Total 17 33 50

Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada tabel 5. yang telah di analisis,

2 2
diperoleh X Hitung = 14,79 dan X tabel = 3,841 dengan taraf signifikan

2 2
5%, maka X Hitung > X Tabel, hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis

33
alternatif (Ha) diterima. Ada pengaruh antara budaya masyarakat dengan minat

masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Pengaruh jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu


Batu Kabupaten Enrekang

Distribusi pengaruh antara jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat

ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel 6.

Berdasarkan hasil uji Chi-Square yang telah di analisis, diperoleh X2

2 2
Hitung = 6,30 dan X tabel = 5,991 dengan taraf signifikan 5%, maka X

2
Hitung > X Tabel, hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis alternatif (Ha)

diterima. Hasil dari analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh

antara jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

Tabel 6. Pengaruh antara Jarak Tempat Tinggal dengan Minat Masyarakat Ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Minat Masyarakat Ke
Jarak Tempat
Puskesmas Total X2
Tinggal
Baik % Cukup %
Sangat Dekat 9 7 16 X 2 Hit. 6,30
Dekat 3 13 16
Jauh 4 14 18 2
X Tab.
Total 17 33 50 5,991

Pembahasan

34
Minat masyarakat ke Puskesmas merupakan keinginan masyarakat untuk

memeriksakan kesehatannya di Puskesmas baik berupa proses perawatan pasien,

baik rawat jalan maupun rawat inap. Pasien yang mengalami suatu penyakit yang

memerlukan perawatan yang lebih intensif akan diinapkan di suatu ruangan

pelayanan kesehatan yang biasa disebut dengan ruang perawatan. Pelayanan

perawatan yang baik sangat mempengaruhi keinginan masyarakat untuk

memeriksakan kesehatannya di Puskesmas agar penyakit yang dideritanya dapat

disembuhkan.

Dari hasil penelitian ini diperoleh jumlah masyarakat yang mempunyai

minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dengan baik

sebanyak 17 responden (34%), masyarakat yang kurang berminat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten sebanyak 33 responden (66%).

Pengaruh pengetahuan dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu


Kabupaten Enrekang

Pengetahuan pada penelitian ini merupakan apa yang mereka ketahui

setelah seseorang melakukan menginderaan terhadap suatu objek tertentu serta

sejumlah informasi yang dipahami tentang Puskesmas serta manfaat dari

pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas. Sebagian besar pengetahuan

seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan indera penglihatan. Ada

enam tingkat pengetahuan yang dicakup di dalam suatu kepercayaan seseorang

yang terjadi pada objek tertentu yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis,

dan evaluasi. Pengukuran pengetahuan masyarakat dapat dilakukan dengan

wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur

dari subjek penelitian.

35
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang dengan 50 responden. Maka diperoleh distribusi

hubungan berdasarkan pengetahuan masyarakat dengan minat masyarakat ke

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel 4.

Berdasarkan hasil uji Chi-Square seperti yang tersaji pada Tabel 4.

2 2
diperoleh X Hitung = 20,44 dan X tabel = 3,841 dengan taraf signifikan

2 2
5%, karena X Hitung > X Tabel, maka hal ini berarti Hipotesis alternatif

(Ha) diterima. Interprestasinya adalah ada pengaruh antara pengetahuan dengan

minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Pengetahuan masyarakat yang dimaksud disini adalah mencakup apa yang

diketahui oleh seseorang terhadap pemanfaatan pelayanan rawat inap di

Puskesmas serta apa yang mereka ketahui tentang pelayanan rawat inap yang

diberikan oleh petugas kesehatan yang ada pada Puskesmas itu sendiri. Semakin

baik pelayanan perawatan yang diberikan oleh petugas kesehatan maka semakin

baik pula pengetahuan masyarakat. Hal ini akan meningkatkan keinginan atau

minat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan rawat inap sebaik mungkin.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hari Kusnanto (2008) di

Mumoka, Provinsi Bengkulu, menyatakan bahwa rendahnya penggunaan fasilitas

kesehatan oleh seseorang atau masyarakat karena mempunyai pengetahuan yang

rendah tentang pelayanan kesehatan dan penggunaan fasilitas kesehatan yang

tersedia dan semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi pula

penggunaan fasilitas kesehatan yang tersedia.

36
Pengaruh budaya dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu
Kabupaten Enrekang

Budaya pada penilitian ini merupakan kepercayaan yang dimiliki oleh

anggota masyarakat, yang jika tidak dilaksanakan maka akan berakibat fatal pada

diri orang itu sendiri. Budaya merupakan keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan

pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh

anggota keluarga suatu masyarakat tertentu

Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa dari 50 responden. Maka

diperoleh hasil distribusi responden berdasarkan budaya yang dimiliki oleh

masyarakat itu sendiri. Sekitar 70 % masyarakat memiliki budaya yang tinggi dan

hanya 30% saja yang sudah rendah budayanya. Hal ini dapat dilihat pada tabel 2.

Berdasarkan hasil uji Chi-Square seperti yang tersaji pada Tabel 5.

diperoleh X 2 Hitung = 14,79 dan X 2 tabel = 3,841 dengan taraf signifikan

5%, karena X 2 Hitung > X 2 Tabel, maka hal ini berarti Hipotesis alternatif

(Ha) diterima. Interprestasinya adalah ada pengaruh antara budaya dengan minat

masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada diwilayah kerja

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang masih sangat tinggi, karena sebagian

besar masyarakat di daerah wilayah kerja Puskesmas Buntu Batu Kabupaten

enrekang masih percaya dengan pengobatan alternatif dalam hal ini adalah

pengobatan yang diberikan oleh dukun. Tingginya budaya yang dimiliki

masyarakat membuat kurangnya minat masayarakat dalam memanfaatkan

37
pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Buntu Batu Kabupaten

Enrekang.

Masyarakat yang berada di Desa Kalaciri dan berada jauh dari Puskesmas

lebih memilih pengobatan tradisional dan pengobatan yang diberikan oleh para

normal dalam hal ini adalah dukun. Mereka lebih percaya khasiat pengobatan para

normal daripada pengobatan yang diberikan di Puskesmas. Budaya yang

dimilikinya masih sangat tinggi, mereka percaya dengan mitos dan para leluhur

mereka sehingga apabila ada masyarakat yang mengalami sakit mereka

menganggap itu adalah penyakit yang di sebabkan oleh manusia biasa disebut

dengan penyakit guna-guna. Mereka memilih pengobatan ke Puskesmas apabila

penyakit yang dideritanya sudah sangat parah, namun demikian mereka tetap juga

menggunakan pengobatan alternatif.

Pengaruh jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu


Batu Kabupaten Enrekang

Jarak tempat tinggal yang dimaksud pada penelitian ini adalah jarak

antara rumah masyarakat dengan puskesmas Atau jarak yang ditempuh

masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang yang dihitung dengan kilometer.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada wilayah kerja

Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang dari 50 responden, diperoleh

distribusi jawaban responden berdasarkan jarak tempat tempat tinggal, yaitu 16

responden (32%) dengan jarak < 1 Km atau dengan kategori sangat dekat, 16

38
responden (32%) dengan jarak 1 2 Km atau dengan kategori dekat, dan 18

responden (36%) dengan kategori jauh. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada penelitian ini seperti yang tersaji

pada Tabel 6, diperoleh X 2 Hitung = 6,30 dan X 2 tabel = 5,991 dengan taraf

signifikan 5%, karena X 2 Hitung > X 2 Tabel, maka hal ini berarti Hipotesis

alternatif (Ha) diterima. Interpretasinya adalah ada pengaruh antara jarak tempat

tinggal dengan minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Jarak rumah dapat mempengaruhi frekuensi kunjungan pasien ke tempat

pelayanan kesehatan dalam hal ini adalah Puskesmas. Semakin dekat jarak rumah

masyarakat dari tempat pelayanan kesehatan maka semakin besar pula jumlah

kunjungan yang datang ke Puskesmas, begitu pula sebalinya semakin jauh jarak

rumah masyarakat maka semakin kecil pula jumlah kunjungan yang datang ke

Puskesmas.

Masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang lebih memilih pengobatan tradisional dan pengobatan dukun

daripada pengobatan yang ada di puskesmas. Masyarakat yang berada di daerah

Dusun Bangkan Desa Pasui dekat dari Puskesmas Buntu Batu Kabupaten

Enrekang yang banyak menggunakan pelayanan kesehatan di Puskesmas

sedangkan masyarakat yang berada jauh dari Puskesmas Buntu Batu dan kondisi

jalanan yang kurang memadai membuat masyarakat lebih memilih pengobatan

tradisional daripada pengobatan di Puskesmas.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dewi Suryandi (2008) Surakarta,

Indonesia yang menyatakan bahwa jarak berpengaruh terhadap pemanfaatan

39
pelayanan kesehatan. Hasil penelitiannya yang dilakukan di Pos Kesehatan Desa

(Poskesdes) di Kecamatan Colomadu menunjukkan bahwa pengunjung yang

bertempat tinggal dekat dari Poskesdes cenderung lebih banyak daripada

masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari tempat pelayanan kesehatan dalam

hal ini adalah Poskesdes. Jarak tempat tinggal dengan tempat pelayanan kesehatan

merupakan salah satu pertimbangan masyarakat untuk memeriksakan

kesehatannya. Jika tempat pemeriksaan mudah dijangkau dan tersedia sarana

transportasi maka akan lebih banyak memanfaatkan tempat pelayanan kesehatan.

40
SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Sesuai hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Ada pengaruh pengetahuan terhadap minat masyarakat ke Puskesmas Buntu

Batu Kabupaten Enrekang.

2. Ada pengaruh budaya terhadap minat masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

3. Ada pengaruh jarak tempat tinggal terhadap minat masyarakat ke Puskesmas

Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Saran

1. Diharapkan agar petugas kesehatan di Puskesmas melakukan sosialisasi

kesehatan tentang manfaat pelayanan kesehatan di Puskesmas Buntu Batu

Kabupaten Enrekang.

2. Diharapkan pemerintah daerah melakukan perbaikan jalan agar masyarakat

bisa berobat ke Puskesmas tanpa ada rintangan serta menyediakan sarana dan

prasarana sehingga Puskesmas mudah dijangkau oleh masyarakat yang berada

jauh dari Puskesmas.

41
DAFTAR PUSTAKA

Azwar A. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Bina Aksara.

Budiarto. 2001. Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.


Jakarta: Kedokteran EGC

Depertemen Kesehatan Republik Indonesia. 1991. Pusat Kesehatan Masyarakat.


Jakarta: DEPKES

2007. Pedoman Dasar Puskesmas. Jakarta: DEPKES

2009. Tujuan Pembangunan Kesehatan Diarahkan Pada


Upaya Promotif dan Preventif. Jakarta: DEPKES

2010. Rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun


2010-2014. Jakarta: Depkes

Dinas Kesehatan Provinsinsi (DINKES Prov). 2010. Jumlah Puskesmas di


Sulawesi Selatan. Makassar: DINKES
.
Kurniasari A. 2006. Pelayanan Rawat Inap Puskesmas. Jambi: Working Paper

Ngatimin. Rusli. 2002. Diktat Kuliah Ilmu Perilaku Kesehatan. Yayasan PK3.
Makassar.

Rogers. 1974. Communication of Innovation. New York: The Free Press.

Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta

----------------- . 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka


Cipta.

------------------- . 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka


Cipta.

Puskesmas Pasui. Profil Kesehatan 2009-2010. Enrekang: Puskesmas Pasui.

Sugiono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Nuddin A. 2007. Panduan Penulisan Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat.


Parepare : Fakultas Kesehatan Masyarakat UMPAR.

42
Novianti Rahma. 2010 Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya
Kunjungan Pasien di Puskesmas Perawatan Mitra Kelurahan
Bersemi Lompoe [Skripsi]. Parepare: Universitas Muhammadiyah
Parepare, Fakultas Ilmu Kesehatan

Copyright 200 Metode Penelitian some rigts reserved. Special thanks to Bread
machine/ exercise Equipment/ CTR Theme by Blogger Template.

43
LAMPIRAN
Lampiran 1

KUESIONER
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH MINAT
MASYARAKAT KE PUSKESMAS DI
KABUPATEN ENREKANG

Nomor Responden :

A. Identitas Responden

1. Nama :
2. Umur : ....
3. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan
4. Pendidikan Terakhir :.................................................................
5. Pekerjaan : .

B. Jarak Ke Puskesmas
1. Berapa jarak rumah bapak/ibu dari Puskesmas?
a. < 1 km dari Puskesmas

b. 1-2 km dari Puskesmas

c. > 2 km dari Puskesmas

2. Apakah jarak tempat tinggal bapak / ibu dengan Puskesmas mudah dijangkau?
a. Mudah dijangkau

b. Cukup Terjangkau

c. Sulit terjangkau

3. Kendaraan Apa yang Bapak / Ibu gunakan apabila ingin berobat ke


Puskesmas?
a. Ojek

b. Angkutan Umum

c. Kendaraan Pribadi

C. Pengetahuan

1. Menurut bapak/ibu, apa yang dimaksud dengan Puskesmas ?

45
a. Suatu kesatuan organisasi fungsional yang pusat pengembangan kesehatan

serta memberikan pelayanan kesehatan.

b. Hanya sebagai tempat berobat.

2. Menurut bapak/ibu, apakah peran dari Puskesmas ?

a. Sebagai lembaga kesehatan kesehatan yang menjangkau masyarakat di

wilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat, serta peran aktip

masyarakat dalam penyelenggarakan kesehatan secara mandiri.

b. Melayani masyarakat.

3. Menurut bapak/ibu, apa yang fungsi dari Puskesmas ?

a. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.

b. Tempat para dokter berada.

4. Menurut bapak/ibu, apakah jenis kegiatan yang ada di Puskesmas ?

a. Pengobatan termasuk penanganan darurat karena kecelakan, kesehatan gisi

dan mulut.

b. Hanya perawatan kesehatn.

5. Menurut bapak/ibu, untuk apa dilakukan penukuran tekanan darah di

Puskesmas ?

a. Untuk mengetahui status kesehatan.

b. Untuk data pelengkapan bagi petugas kesehata

D. Budaya
1. Kemana bapak/ibu, jika ingin berobat ?
a. Puskesmas
b. Dukun
2. Mengapa bapak/ibu, lebih memilih berobat ke dukun ?

46
a. Lebih murah
b. Cepat sembuh, jika di dukun
3. Berapa kali bapak / ibu berobat ke dukun?
a. 1 kali
b. sering sekali
4. Menurut bapak/ibu, lebih baik man berobat ke dokter atau berobat ke dukun ?
a. Ke dokter
b. Ke dukun
5. Apakah anggota keluarga bapak/ibu mendukung untuk berobat ke Puskesmas ?
a. Sangat mendukung
b. Tidak mendukung
6. Mengapa Bapak / Ibu memilih berobat ke dukun?
Jawaban:

.......................................................................................

.........................................................................................................
7. Lebih baik mana, berobat ke dokter atau berobat ke dukun ?
a. Ke dokter
b. Ke dukun

E. Minat Masyarakat

1. Bagaimana keyakinan bapak/ibu bahwa pelayanan rawat inap di Puskesmas

dapat mengatasi masalah kesehatan pasien?


a. Yakin dengan pengobatan yang diberikan di Puskesmas
b. Kurang yakin berobat ke puskesmas jadi dipadukan berobat ke dukun dan

tradisional
2. Bagaimana respon bapak/ibu dalam menerima pelayanan yang di berikan oleh

petugas kesehatan?
a. Baik
b. Kurang
3. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap minat masyarakat dalam pemanfaatan

pelayanan rawat di Puskesmas Lapadde?


a. kebanyakan masyarakat berobat ke Puskesmas
b. tidak terlalu berminat dengan pengobatan Puskesmas
4. Bagaimana petugas kesehatan dalam menyelesaikan keluhan bapak/ibu?

47
a. Baik
b. Kurang

Lampiran 2
MASTER TABEL
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH MINAT MASYARAKAT
DI PUSKESMAS BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG
No Nama Umur JK Pend Peg. Mas Budaya Jarak Min. Masy
1 ISA 50 P 2 3 5 5 3
2 ETN 16 P 4 3 3 5 5
3 LND 33 P 3 5 5 1 3
4 ARI 17 L 3 5 3 1 5
5 INH 16 L 3 3 3 5 5
6 JDR 24 L 5 5 5 1 5
7 NNI 20 P 4 5 5 1 5
8 ECA 40 P 1 3 5 3 3
9 DDI 20 L 4 5 3 5 5
10 TTI 56 P 1 3 5 3 3
11 ANW 21 L 4 5 5 5 5
12 INR 57 P 1 3 5 5 3
13 AY 17 P 3 5 3 1 5
14 EVN 18 L 3 3 5 3 3
15 ED 49 L 2 3 5 1 3
16 RSD 37 P 3 5 5 3 5
17 NRN 60 P 1 3 5 3 3
18 YSR 22 L 4 3 3 5 3
19 SRT 47 P 2 3 5 1 3
20 TKA 25 P 4 5 3 5 5

48
21 HKL 55 L 2 3 5 1 3
22 RSA 40 L 2 3 5 3 3
23 YST 27 P 4 5 5 5 5
24 HJR 40 P 3 3 5 1 3
25 NNU 50 P 2 3 5 1 3
26 EWN 58 L 2 3 5 1 3
27 LNA 34 P 3 5 3 5 5
28 INT 47 P 2 3 5 1 3
29 USU 57 L 3 3 5 3 3
30 YST 48 P 2 3 5 1 3
31 YYN 39 L 3 3 5 3 3
32 ISR 25 L 2 3 5 3 3
33 AGN 31 P 2 3 5 3 3
34 WWN 47 L 4 3 5 3 5
35 ZL 58 L 3 3 3 5 3
36 UN 30 P 4 3 3 5 5
37 RN 27 P 3 3 5 1 3
38 DLL 32 P 3 3 3 5 5
39 RHM 50 L 2 3 5 1 3
40 IMR 35 L 4 5 3 5 3
41 RTN 20 P 4 5 3 3 3
42 RST 49 P 2 3 5 3 3
43 MLT 47 P 3 3 5 3 3
44 TNN 51 L 2 3 5 3 3
45 EK 36 P 3 3 3 5 3
46 TNO 29 L 4 5 3 3 5
47 ML 46 P 2 3 5 1 3
48 IN 25 P 3 3 3 5 3
49 FUS 50 L 3 3 5 1 3
50 IKB 57 L 2 3 5 1 3

Keterangan:
No. = Nomor Urut Pend.= Pendidikan
Umur = Umur Responden 1 : Tidak tamat SD
JK = Jenis Kelamin 2 : Tamat SD/Sederajat
L : Laki-laki 3 : Tamat SMP/Sederajat
P : Perempuan 4 : Tamat SMA/Sederajat

Peg. Masy.= Pengetahuan Masyarakat Budaya = Budaya Masyarakat

49
5 : Tinggi 5 : Tinggi
3 : Rendah 3 : Rendah

Jarak = Jarak Rumah dari Puskesmas Mint. Mas = Minat Masyarakat


5 : Sangat Dekat 5 : Baik
3 : Dekat 3 : Kurang
1 : Jauh

Lampiran 3

HASIL ANALISIS

1. Pengaruh antara Pengetahuan Masyarakat dengan Minat Masyarakat ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Tabel 4. Pengaruh antara Pengetahuan Masyarakat dengan Minat


Masyarakat ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Pengetahuan Minat Masyarakat ke Puskesmas Total 2


X
Masyarakat Baik Cukup
2
Baik 12 2 14 X Hit 20,44
Cukup 5 31 36
Total 17 33 50 X2 Tab. 3,841

( fo fh )2
2
X =
a. Rumus fh

b. Mencari frekuensi yang diharapkan (fh) pada setiap sel, yaitu dengan

rumus:

( fk fb )
fh=
T

50
( 14 17 ) ( 36 17 )
fh ( 1 )= fh ( 3 )=
50 = 4,76 50 = 12,24

( 14 33 ) ( 36 33 )
fh ( 2 )= fh ( 4 )=
50 = 3,64 50 = 23,76

c. Memasukkan nilai fh ke rumus Chi-Square :

2 ( fo fh )2
X =
fh

2 ( 12 4,76 )2
X ( 1 )=
4,76 = 11,01

2 ( 5 12,24 )2
X ( 3 )=
12 ,24 = 4,28

2 (2 3, 64 )2 2 (34 23 ,76 )2
X ( 2) = X ( 4)=
3,64 = 0,74 23 ,76 =

4.41

2 2 2 2 2
Jadi X = X ( 1 ) + X (2 ) + X ( 3 ) + X ( 4 )

= 11,01 + 0,74 + 4,28 + 4,41

= 20,44

d. Mencari X 2 tabel dengan rumus

dk = (k 1)(b 1)

= (2 1)(2 1)

51
=1

Jadi X 2 tabel yaitu 3,841 dengan taraf signifikan 5%

2
Maka X Hitung > X 2 Tabel maka Ho di Tolak dan Ha diterima

2. Pengaruh antara Budaya Masyarakat dengan Minat Masyarakat ke Puskesmas


Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Tabel 5. Pengaruh antara Budaya Masyarakat dengan Minat


Masyarakat Ke Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Budaya Minat Masyarakat Ke Puskesmas 2


Total X
Masyarakat Baik Cukup
Tinggi 6 29 35 X 2 Hit.
Rendah 11 4 15 14,79
2
X Tab.
3,841
Total 17 33 50

( fo fh )2
2
X =
a. Rumus fh

b. Mencari frekuensi yang diharapkan (fh) pada setiap sel, yaitu dengan rumus:

( fo fh )
fh=
T

52
( 35 17 ) ( 15 17 )
fh ( 1 )= fh ( 4 )=
50 = 11,9 50 = 5,1

( 35 33 ) ( 33 33 )
fh ( 2 )= fh ( 5 )=
50 = 1,8 50 = 9,9

c. Memasukkan nilai fh ke rumus Chi-Square :

( fo fh )2
X 2=
fh

2 ( 6 11 ,9 )2 2 (29 23 ,1 )2
X ( 1 )= X (2)=
11,9 = 2,93 23 ,1 =

1,51

2 ( 11 5,1 )2 2 ( 4 9,9 )2
X ( 3 )= X ( 4)=
5,1 = 6,83 9,9 = 3,52

Jadi X 2 = X 2 ( 1 ) + X 2 (2 ) + X 2 ( 3 ) + X 2 ( 4 )

= 2,93 + 1,51 + 6,83 + 3,52

= 14,79
2
d. Mencari X tabel dengan rumus

dk = (k 1)(b 1)

= (2 1)(2 1)

=1

Jadi X 2 tabel yaitu 3,841 dengan taraf signifikan 5%

2
Maka X Hitung > X 2 Tabel maka Ho di Tolak dan Ha diterima

53
3. Pengaruh antara Jarak tempat tinggal dengan minat masyarakat ke Puskesmas
Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Tabel 6. Distribusi Pengaruh antara Tempat Tinggal dengan Minat Masyarakat Ke


Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang

Jarak Tempat Minat Masyarakat Ke Puskesmas


Total X2
Tinggal Baik Cukup
Sangat Dekat 9 7 16 X 2 Hit. 6,30
Dekat 3 13 16
Jauh 4 14 18 X 2 Tab.
Total 17 33 50 5,991

( fo fh )2
2
X =
a. Rumus fh

b. Mencari frekuensi yang diharapkan (fh) pada setiap sel, yaitu dengan rumus:

( fo fh )
fh=
T
( 16 17 ) ( 16 33 )
fh ( 1 )= fh ( 4 )=
50 = 5,44 50 = 10,56

( 16 33 ) ( 18 17 )
fh ( 2 )= fh ( 5 )=
50 = 10,56 50 = 6,12

( 16 17 ) ( 18 33 )
fh ( 3 )= fh ( 6 )=
50 = 5,44 50 = 11,88

c. Memasukkan nilai fh ke rumus Chi-Square :

2( fo fh )2
X =
fh

54
2 ( 9 5, 44 )2 2 (13 10 , 56 )2
X ( 1 )= X ( 4)=
5,44 = 2,33 10 ,56 =

0,56

2 (7 10 ,56 )2 2 ( 4 6, 12 )2
X (2) = X ( 5 )=
10,56 = 1,2 6,12 = 0,73

2 ( 3 5, 44 )2 2 ( 14 11,88 )2
X ( 3 )= X ( 6 )=
5, 44 = 1,1 11,88 =

0,38

2 2 2 2 2 2 2
Jadi X = X ( 1 ) + X (2 ) + X ( 3 ) + X ( 4 ) + X ( 5 ) + X ( 6 )

= 2,33 + 1,2 + 1,1 + 0,56 + 0,73 +0,38

= 6,30
2
d. Mencari X tabel dengan rumus

dk = (k 1)(b 1)

= (2 1)(3 1)

=2

Jadi X 2 tabel yaitu 5,991 dengan taraf signifikan 5%

2
Maka X Hitung > X 2 Tabel maka Ho di Tolak dan Ha diterima

Lampian 4

Tabel Perhitungan X 2 Pengetahuan

55
Minat Masyarakat fo fh fo fh ( fo fh )2 ( fo fh )2
fh
Baik 12 4,76 7,24 52,41 11,01
Cukup 2 3,64 -1,64 2,68 0,74

Baik 5 12,24 -7,24 52,42 4,28


Cukup 34 23,76 10.24 104,86 4,41
Total 20,44

56
Lampiran 5

Tabel Perhitungan X 2 Budaya

Pemanfaatan Pelayanan
Rawat Inap
fo fh fo fh ( fo fh )2 ( fo fh )2
fh
Baik 6 11,9 -5,9 34,81 2,93
Kurang 29 23,1 5,9 34,81 1,51

Baik 11 5,1 5,9 34,81 6,83


Kurang 4 9,9 5,9 34,81 3,53
Total 14,79

57
Lampiran 6

Tabel Perhitungan X2 Jarak Tempat Tinggal

Minat Masyarakat Ke fo fh fo fh ( fo fh )2 ( fo fh )2
Puskesmas fh
Baik 9 5,44 3.56 12,67 2,33
Kurang 7 10,56 3,56 12,67 1,2

Baik 3 5,44 -2,44 5,95 1,1


Kurang 13 10,56 2,44 5,95 0,56

Baik 4 6,12 -2,12 4,49 0,73


Kurang 14 11,88 2.12 4,49 0,38
Total 6,30

58
Lampiran 7

TABEL NILAI CHI-SQUARE


Taraf Signifikan
dk
50% 30% 20% 10% 5% 1%
1 0,455 1,074 1,642 2,706 3,841 6,635
2 1,386 2,408 3,219 4,605 5,991 9,210
3 2,366 3,665 4,642 6,251 7,815 11,341
4 3,357 4,878 5,989 7,779 9,488 13,277
5 4,351 6,064 7,289 9,236 11,070 15,086

6 5,348 7,231 8,558 10,645 12,592 16,812


7 6,346 8,383 9,803 12,017 14,067 18,475
8 7,344 9,524 11,030 13,362 15,507 20,090
9 8,343 10,656 12,242 14,684 16,919 21,666
10 9,342 11,781 13,442 15,987 18,307 23,209

11 10,341 12,899 14,631 17,275 19,675 24,725


12 11,340 14,011 15,812 18,549 21,026 26,217
13 12,340 15,119 16,985 19,812 22,362 27,688
14 13,339 16,222 18,151 21,064 23,685 29,141
15 14,339 17,322 19,311 22,307 24,996 30,578

16 15,338 12,899 20,645 23,542 26,296 32,000


17 16,338 14,011 21,615 24,769 27,587 33,409
18 17,338 15,119 22,760 25,989 28,869 34,805
19 18,338 16,222 23,900 27,204 30,144 36,191
20 19,337 17,322 25,038 28,412 31,410 37,566

21 20,337 18418 26,171 29,615 32,671 38,932


22 21,337 19,511 27,301 30,813 33,924 40,289
23 22,337 20,601 28,429 32,007 35,172 41,639
24 23,337 21,689 29,553 33,196 35,415 42,980
25 24,337 22,775 30,675 34,382 37,652 44,314

26 25,336 23,858 31,795 35,563 38,885 45,642


27 26,336 24,939 32,912 36,741 40,113 46,963
28 27,336 26,018 34,027 34,916 41,337 48,278
29 28,336 27,096 35,139 39,057 42,557 49,588
30 29,336 28,172 36,250 40,256 43,773 50,892
Sumber: Prof. DR. Sugiono (2007)

59
Lampiran 8

Frequency Table

Jenis Kelamin
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid lakilaki 28 56 56 56
perempuan 22 44 44 100
Total 50 100 100

Pendidikan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Tamat SD 4 8 8 8
Tamat SD
16 32 32 40
/Sederajat
Tamat
17 34 34 74
SMP/Sederajat
Tamat SMA
12 24 24 98
/sederajat
PT(perguruan
1 2 2 100.0
tinggi)
Total 50 100.0 100.0

60
Minat Masyarakat Ke Puskesmas
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang 17 34 34 34
Baik 33 66 66 100
Total 50 100 100

Pengetahuan Masyarakat
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tinggi 14 28 28 28
Rendah 36 72 72 100
Total 50 100 100

Budaya Masyarakat
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tinggi 35 70 70 30
Rendah 15 30 30 100
Total 50 100 100

61
Jarak Tempat Tinggal
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Jauh 16 36 36 36
Dekat 16 32 32 68
Sangat Dekat 18 32 32 100
Total 50 100 100

62
63
64