Anda di halaman 1dari 88

Panduan Teknis

SIJARIEMAS
Sistem Informasi Jejaring
Rujukan Maternal dan Neonatal

Edisi 1, September 2014

Panduan Teknis SIJARIEMAS Panduan Teknis SIGAPKU

Panduan Teknis SIJARIEMAS


1
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
Sistem Informasi Jejaring Rujukan
Maternal dan Neonatal
DAFTAR ISI
I Pendahuluan

A. Latar belakang
B. Tujuan Umum
C. Pengertian Umum
E. Dasar Hukum dan Referensi
F. Fitur SIJARIEMAS
G. Mediko Legal

II Implementasi SIJARIEMAS

A. Perumusan Alur Rujukan


B. Standar Prosedur Operasional (SPO)
C. Pengorganisasian Sumber Daya Manusia
D. Pengorganisasian Teknis Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
E. Perluasan Fungsi SIJARIEMAS
F. Skema Jaringan SIJARIEMAS untuk Mendukung Implementasi
Cepat di Kabupaten/Kota.
G. Kebutuhan Perangkat Lunak/Software
H. Format Rujukan
I. Contoh Format SMS
J. Security dan Keamanan Sistem
K. Pembiayaan Teknis
L. Keberlangsungan
M. Monitoring dan Evaluasi

III Langkah-langkah Implementasi

A. Tujuan Umum
B. Tujuan Khusus
C. Output
D. Langkah Kegiatan

IV SIJARIEMAS dalam Mendukung Akuntabilitas dan


Transparansi Pelayanan Kesehatan Publik

A. Sekilas Tentang Dasar Hukum


B. Fitur Umpan Balik SIJARIEMAS
C. SOP Pengelolaan Umpan Balik
D. Promosi dan Sosialisasi
IV Pendampingan

Lampiran
Annex 1. Alur Rujukan SIJARIEMAS Gawat Darurat
Alur Rujukan Terencana
Annex 2. Contoh SPO SIJARIEMAS
Annex 3. Contoh RKA Pembiayaan
Annex 4. Contoh Kebutuhan Biaya Sarana & Prasarana Implementasi
SIJARIEMAS
Annex 5. Alur Data dan Komunikasi Pelaporan Cepat Kematian Ibu dan Bayi
Baru Lahir Melalui SIJARIEMAS
Annex 6. Daftar Tilik Monev
Penilaian Pelaksanaan Sistem Rujukan Sijariemas di Rumah Sakit
Annex 7. Daftar Tilik Monev
Penilaian Pelaksanaan Sistem Rujukan Sijariemas di Puskesmas
Annex 8. Lampiran Perbandingan Jumlah Rujukan di RS dengan Jumlah
SMS Rujukan Sijariemas
Annex 9. Daftar Tilik dan Catatan Kunjungan Pendampingan Sijariemas
di Fasilitas Kesehatan
Annex 10. Daftar Tilik dan Catatan Kunjungan Pendampingan Pengelolaan
Umpan Balik Sijariemas di Fasilitas Kesehatan
Annex 11. Rencana Tindak Lanjut Kunjungan Pendampingan Sijariemas
Annex 12. Ilustrasi Implementasi SIJARIEMAS di Rumas Sakit Jejaring
Annex 13. Contoh Media Promosi
Bagian I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Neonatal atau yang dikenal
dengan SIJARIEMAS adalah sebuah sistem informasi terpadu yang dirancang
khusus untuk mengoptimalkan proses pertukaran informasi dan komunikasi
rujukan gawatdarurat ibu dan bayi baru lahir. SIJARIEMAS bukanlah sebuah sistem
informasi pencatatan dan pelaporan semata namun lebih merupakan sistem
informasi dan komunikasi kegawatdaruratan dan persiapan kegawatdaruratan
yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan dan bayi baru lahir. Dengan
SIJARIEMAS maka komunikasi dan kolaborasi jejaring rujukan dapat menjadi lebih
efektive dan efisien dan data yang terkumpul dapat digunakan untuk peningkatan
kualitas rujukan baik disisi perujuk maupun tempat tujuan rujukan. SIJARIEMAS
khusus dikembangkan guna mendukung program pemerintah Republik Indonesia
dalam percepatan penurunan AKI (angka kematian ibu) and AKB (angka kematian
bayi) di tanah air sesuai dengan amanat MGDs 4 dan 5.

Selama ini faktor keterlambatan yang dikenal sebagai 3 Terlambat (terlambat


deteksi dan mengambil keputusan, terlambat merujuk, terlambat mendapat
pertolongan oleh tenaga profesional) menjadi faktor penyebab kematian ibu dan
bayi baru lahir yang terkait dengan proses pengelolaan rujukan kegawatdaruratan
ibu dan bayi baru lahir. Hal tersebut diperkuat oleh laporan world bank And
Then She Died. Dalam laporan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi
tantangan dalam rujukan yaitu : 1) bidan terlambat untuk merujuk, 2) fasilitas

Panduan Teknis SIJARIEMAS


1
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
penerima rujukan tidak siap baik dalam hal peralatan, ruang maupun tenaga
profesional, 3) ru- jukan yang berkali-kali, 4) pasien dirujuk tanpa stabilisasi, dan
lain-lain. Selain faktor 3T, dikenal juga faktor 4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua,
terlalu sering dan terlalu banyak) yang meningkatkan resiko kegawatdaruratan
tersebut. Faktor terlambat dan terlalu tersebut dapat diminimalisasi apabila
terbangun sebuah mekanisme komunikasi, kolaborasi dan pertukaran informasi
dalam jejaring rujukan (masyarakat, pasien dan keluarga, tenaga kesehatan
perujuk serta fasilitas penerima rujukan). Dengan komunikasi yang baik maka
perujuk akan mendapatkan kepastian tempat tujuan rujukan sehingga tidak
terjadi rujukan yang berkali-kali, pihak rumah sakit akan siap baik tenaga maupun
peralatan untuk menerima rujukan, pasien yang dirujuk akan mendapatkan
tindakan stabilisasi yang sesuai dengan panduan dokter di rumah sakit, dan lain-
lain. Semua itu dapat dimungkinkan dengan dukungan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi.Saat ini perkembangan teknologi informasi komunikasi
sangat pesat khususnya pada teknologi telekomunikasi bergerak. Berdasarkan
atas laporan dari mobile- monday.com, jumlah pengguna telepon bergerak
di Indonesia tahun 2012 tercatat mencapai 220 juta pengguna (92% dari total
populasi 240 juta jiwa). Mayoritas moda / fitur telekomunikasi yang digunakan
adalah SMS (Short Message Service) dan telepon. Sedangkan penggunaan fitur
aplikasi berbasis data (3G) masih terus berkembang (29% dari total pengguna).
Berdasarkan data- data tersebut, maka SIJARIEMAS dikembangkan untuk
menigkatkan efektivitas dan efisiensi sistem rujukan dengan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi yang sudah dimiliki dan digunakan sehari hari
oleh para tenaga kesahatan maupun masyarakat Indonesia.

Rancang bangun SIJARIEMAS dikembangkan dengan mengacu pada pola


komunikasi yang sudah biasa dilakukan oleh tenaga kesehatan selama ini.
Namun dalam SIJARIEMAS informasi dan komunikasi tersebut ditatakelola
sedemikianrupa sehingga lebih terstruktur dan lebih terorganisir. Rancang
bangun tersebut dikembangkan bersama dengan Kementerian Kesehatan
yang dipimpin oleh Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) beserta dengan
mitra baik dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten, Dinas Komunikasi
dan Informatika serta mitra lokal lainnya. Selama proses pengembangannya,
sistem sudah diujicobakan secara teknis untuk memastikan bahwa rancang
bangun dan prototipe sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan, situasi dan
kondisi dilapangan. Sistem informasi tersebut telah diluncurkan di Kementrian
Kesehatan pada bulan Desember 2012 dan sejak itu telah diimplementasikan di
sejumlah kabupaten di tanah air.

Dengan memanfaatkan SIJARIEMAS maka proses rujukan maternal dan


neontal dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sesuai dengan tingkat response
kegawatdaruratan dari seluruh pihak terkait.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


2 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
B. Tujuan Buku Panduan Implementasi

Buku ini diharapkan akan menjadi panduan bagi Dinas Kesehatan kabupaten,
kota dan provinsi untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Jejaring
Rujukan Maternal dan Neonatal (SIJARIEMAS) serta menjadi bahan acuan
bagi lintas sektor terkait dan mas- yarakat dalam melakukan perbaikan dan
peningkatan pelayanan rujukan pada umumnya dan kesehatan maternal dan
neonatal pada khususnya.

Prinsip - Prinsip Dasar Pengembangan

SIJARIEMAS dikembangkan dengan mengacu pada prinsip prinsip sebagai


berikut:
1. Sesuai dengan standar dan strategi e-Health nasional.
2. Dimiliki dan dibangun bersama dengan mitra untuk memperkuat sistem
yang sudah ada.
3. Bersifat cepat, tepat, mudah dan terjangkau untuk diimplementasikan.
4. Berpotensi untuk dapat berkelanjutan secara mandiri.
5. Mudah untuk dikelola.
6. Flexible dan dapat diintegrasikan dengan sistem informasi yang ada.
7. Bersifat open source
8. Berbasis pada bukti dan inovasi

Panduan Teknis SIJARIEMAS


3
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
C. Pengertian Umum

Adalah sebuah gabungan yang terorganisasi


dari sumber daya manusia, perangkat
lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi
dan basis data dalam mempertukarkan,
mengumpulkan, mengubah, dan
menyebarkan informasi untuk meningkatkan
efektivitas dan efisiensi komunikasi dan
kolaborasi sistem rujukan.

D. Dasar Hukum dan Referensi

UU Kesehatan 23/1992.
UU Praktik Kedokteran 29/2004.
SK 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.
Kepmenkes no. 377/MenKes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Perekam
Medis dan Informasi Kesehatan.
Pedoman Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal Kementrian Kesehatan 2007.

E. Fitur SIJARIEMAS

Secara garis besar, fitur SIJARIEMAS dapat dibedakan menjadi 3 bagian besar
yaitu:
a. Pra Persalinan
b. Persalinan
c. Pasca Persalinan

Berikut merupakan ilustrasi skema alur fitur SIJARIEMAS:

Panduan Teknis SIJARIEMAS


4 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Penjabaran sub fitur dari skema tersebut adalah:

Fitur Umum
Pengelolaan Data Tenaga Kesehatan & sub fitur lainnya.
Pengelolaan Data Lembaga Kesehatan & sub fitur lainnya.
Pengelolaan Data Sarana Prasarana RS Jejaring.
Pengelolaan Alur Rujukan.
Pengelolaan pesan.
Laporan Cepat Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir.

Pra Rujukan
Pengelolaan Data Ibu Hamil.
Penyuluhan informasi (KIE) Pra Persalinan (ANC) untuk Bumil.
Pengelolaan Data ibu Hamil Resiko Tinggi.
Pengelolaan Rujukan Terencana.

Rujukan
Pengelolaan Rujukan Gawat Darurat.

Pasca Persalinan
Pengelolaan Rujukan Balik.
Pengelolaan Umpan Balik Pasca Rujukan.
Penyuluhan informasi (KIE) Paska Persalinan (PNC).

(*) Alur Rujukan dapat dilihat di Annex 1.

F. Mediko Legal

Pelayanan gawat darurat mempunyai aspek khusus karena mempertaruhkan


kelangsungan hidup seseorang. Oleh karena itu dari segi yuridis khususnya
hukum kesehatan terdapat beberapa pengecualian yang berbeda dengan
keadaan biasa.

Dipandang dari segi hukum dan medico legal, pelayanan gawat darurat berbeda
dengan pelayanan non-gawat darurat karena memiliki karakteristik khusus.
Beberapa isu khusus dalam pelayanan gawat darurat membutuhkan pengaturan
hukum yang khusus dan akan menimbulkan hubungan hukum yang berbeda
dengan keadaan bukan gawat darurat.

Pada keadaan gawat darurat medik didapati beberapa masalah utama yaitu:
Periode waktu pengamatan/pelayanan relatif singkat

Panduan Teknis SIJARIEMAS


5
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Perubahan klinis yang mendadak
Mobilitas petugas yang tinggi

Hal-hal diatas menyebabkan tindakan dalam keadaan gawat darurat memiliki


risiko tinggi bagi pasien berupa kecacatan bahkan kematian.

Untuk memastikan bahwa fitur-fitur dalam SIJARIEMAS sesuai dengan peraturan


dan hukum yang berlaku maka diadakan sebuah workshop medico legal pada
bulan Juni 2012 di Bandung. Dalam Workshop yang menghadirkan narasumber
pakar hukum, pakar rekam medis dan pakar IT tersebut disimpulkan beberapa
hal sebagai basis pengembangan SIJARIEMAS antara lain :

Prinsip bahwa tindakan medis itu hanya bisa berlangsung kalau ada
kompetensi dan kewenangan.
Kompetensi dinyatakan dengan ijazah atau brevet specialist atau sertifikat
dan Surat Ijin praktek
Kewenangan itu bisa dialihkan, didelegasikan, hanya kewenangan saja,
tanggung jawab tidak.
Kewenangan hanya bisa diserahkan kepada yang kompeten, misalnya
menyuntik. Perawatlah yang menyuntikkan dengan kewenangan dokter. Hal
semacam ini biasa terjadi.
Pelimpahan wewenang, yang penting harus ada supervisi.
Menurut pasal 351 KUHP, wajib menolong orang yang sedang menghadapi
bahaya maut.
Dalam gawatdarurat, peraturan hilang, Kompetensilah yang harus digunakan.
UU Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 24 29 menyampaikan bahwa
diperlukan SOP/ SPO yang baik dan disepakati bersama.
Antar sesama profesi yang menangani pasien, tidak ada rahasia, kecuali
pasien dengan tegas meminta untuk dirahasiakan.
Namun untuk kepentingan pasien, tenaga kesehatan dapat meminta kepada
pasien untuk tidak meminta dirahasiakan.

UU No 29/2004 Praktik Kedokteran:

Pasal 46
Setiap dokter/ dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib
membuat rekam medis (RM).
RM harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan
kesehatan.
Setiap catatan harus dibubuhi nama, waktu dan tandatangan petugas
pemberi layanan.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


6 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Pasal 47
Dokumen RM milik dokter/dokter gigi/ sarana kesehatan, sedangkan isi RM
milik pasien.
RM harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter/dokter gigi dan
pimpinan sarana kesehatan.
Ketentuan lebih lanjut diatur dalam Permenkes.

Penjelasan pasal 46
Ayat (1) : Yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisikan
catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

Ayat (2) : Dalam hal terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan pada rekam
medis, berkas,dan catatan tidak boleh dihilangkan
atau dihapus dengan cara apa pun. Perubahan catatan atau kesalahan dalam
rekam medis hanya dapat dilakukan dengan pencoretan dan dibubuhi paraf
petugas yang bersangkutan.

Ayat (3): Yang dimaksud dengan petugas adalah dokter atau dokter gigi
atau tenaga kesehatan lain yang memberikan pelayanan langsung kepada
pasien. Apabila dalam pencatatan rekam medis menggunakan teknologi
informasi elektronik, kewajiban membubuhi tanda tangan dapat diganti dengan
menggunakan nomor identitas pribadi (personal identification number).

Permenkes no 269/Menkes/Per/III/2008:

Bab II Jenis dan isi rekam medis


(1) Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas atau secara
elektronik.
(2) Penyelenggaraan rekam medis dengan menggunakan teknologi informasi
elektronik diatur lebih lanjut dengan peraturan tersendiri.

Dalam SIJARIEMAS, seluruh data diacak dan diberikan keamanan yang


maksimum sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
mengaksesnya. Siapa saja yang dapat mengakses data-data tersebut harus
disepakati dalam pembahasan mekanisme alur rujukan group mediko legal.
Apabila ada kekhawatiran atas kerahasiaan pasien, maka informasi terkait data
diri pasien dikirimkan ataupun ditampilkan dalam bentuk inisial.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


7
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Bagian II
IMPLEMENTASI
SIJARIEMAS

SIJARIEMAS merupakan sebuat alat /tool untuk meningkatkan komunikasi dan


koordinasi rujukan dalam sebuah jejaring rujukan. Agar SIJARIEMAS dapat
berfungsi dengan optimal maka diperlukan beberapa hal yang perlu untuk
diidentifikasi dan dirumuskan bersama sebagai berikut:

1. Alur Rujukan yang disepakati.


2. SPO yang disepakati baik secara sistem rujukan dan internal.
3. Pengorganisasian Sumber Daya.
4. Pengorganisasian teknis baik perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software), dan jaringan.
5. Biaya.
6. Strategi Keberlanjutan (Sustainibility).
7. Kegiatan.

A. Perumusan Alur Rujukan

Alur Rujukan yang disepakati merupakan nafas dari SIJARIEMAS. SIJARIEMAS


dirancang agar dapat fleksibel dalam mengakomodasi kondisi alur jejaring yang
mungkin berbeda-beda di masing- masing jaringan. Beberapa alur rujukan
antara lain:

Panduan Teknis SIJARIEMAS


9
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
1. Berdasarkan atas regionalisasi rujukan.
Dalam mekanisme ini, rujukan dikelola berdasarkan atas regionalisasi/
jarak terdekat dari Perujuk ke fasilitas yang dapat memberikan stabilisasi
dan penanganan terlepas dari fungsi PONED dan PONEK. Sebagai contoh:
Rujukan dibagi menjadi beberapa wilayah Barat, Timur, Utara, Selatan dimana
tiap-tiap wilayah mempunyai tujuan rujukan prioritas utama, dan selanjutnya
secara berjenjang baik vertikal dan horizontal. Selain dari cakupan wilayah
puskesmas perujuk bisa juga berdasarkan individu perujuk.

2. Berdasarkan atas fungsi dan kewenangan.


Dalam mekasisme ini, alur informasi rujukan dikelola berdasarkan atas fungsi
dari fasilitas, seperti PONED, PONEK. Sebagai contoh: Informasi rujukan
hanya akan terdistribusi pada fasilitas yang sudah ditentukan baik PONED
dan PONEK. Pada umumnya mekanisme ini disesuaikan dengan regionaliasi.

3. Berdasarkan atas kasus rujukan.


Dalam mekanisme ini, alur informasi rujukan ditentukan berdasarkan atas
penegakan diagnosis kasus rujukan, tindakan pra rujuk dan advice dari RS.
Sebagai contoh untuk kasus yang pro SC, rujukan tidak perlu untuk singgah
di PONED ataupun RS yang tidak dapat melayani SC terlebih dahulu (apabila
tidak ada penyulit lainnya yang perlu distabilisasi). Informasi hanya akan
terdistribusi pada RS yang mampu SC saja.

4. Berdasarkan sistem yang terpusat.


Dalam mekanisme ini, alur informasi rujukan SIJARIEMAS akan dikirimkan
ke RS Pusat Rujukan ataupun Call Center SIJARIEMAS Kabupaten untuk
didistribusikan ke RS yang siap untuk melakukan penanganan. Sistem ini
dapat berjalan apabila ada penanggung jawab dan pengelola rujukan yang
bersifat 24/7.

5. Kombinasi dari mekanisme alur di atas.


Alur informasi rujukan tersebut harus disepakati diawal oleh semua
pemangku kepentingan yang terdiri dari :
a. Dinas Kesehatan
b. Fasilitas Kesehatan terkait baik pemerintah maupun swasta
c. Pemangku kepentingan lainnya yang terkait

Penting sekali untuk memastikan bahwa alur rujukan tersebut sesuai dengan alur
rujukan yang sesungguhnya berjalan di kabupaten/kota tersebut. Alur rujukan
tersebut tentunya tidak hanya terdiri dari fasilitas kesehatan pemerintah seperti
RSUD dan Puskesmas namun juga fasilitas swasta seperti Rumah Sakit Swasta,
Klinik Swasta maupun Bidan Prakter Mandiri/Bidan praktek swasta. Keterlibatan
fasilitas swasta tersebut penting sekali karena kematian ibu dan bayi baru

Panduan Teknis SIJARIEMAS


10 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
lahir dapat saja terjadi disemua tempat tidak hanya dari puskesmas maupun
RSUD. Selain itu penentuan alur rujukan ini perlu juga untuk dilihat dari sudut
pandang pembiayaan sebagai contoh untuk pasien dengan jaminan pembiayaan
oleh pemerintah akan melalui alur berjenjang dan berdasarkan regionalisasi,
namun untuk pasien dengan pembiayaan pribadi dapat langsung menunjuk RS
pilihannya. Selain itu, penting juga dirumuskan dalam alur rujukan dan PK terkait
dengan berapa kuota pasien jaminan pembiayaan oleh pemerintah yang dapat
ditanggung oleh fasilitas kesehatan swasta tersebut. Dengan adanya kuota ini,
maka alur rujukan harus juga diatur dengan menimbang hal tersebut sehingga
SIJARIEMAS akan secara otomatis melewatkan prioritas rujukan ke prioritas
lanjutannya. Setelah disepakati maka alur tersebut harus dikukuhkan dalam
sebuah Perjanjian Kerjasama (PK) Jejaring (*Lihat panduan PK). Alur Rujukan
yang telah disepakati tersebut kemudian akan diinput kedalam fitur pengelolaan
prioritas alur rujukan dalam SIJARIEMAS. Dalam SIJARIEMAS, setiap alur rujukan
dapat diatur dengan sangat fleksibel sesuai kesepakatan, sebagai contoh walau
bidan A dan bidan B sama-sama berada dalam wilayah puskesmas A, namun
juga dimungkinkan bahwa bidan A prioritas rujukannya berbeda dengan bidan B
karena faktor jarak terdekat dengan fasilitas Rujukan.

Alur rujukan harus dicetak dan disosialisasikan kepada seluruh tenaga kesehatan
maupun fasilitas kesehatan di kabupaten/kota tersebut. Alur rujukan yang
dicetak juga harus dilengkapi dengan nomor akses gawat darurat untuk
masing-masing fasilitas kesehatan dan juga nomor akses SIJARIEMAS. Alur
rujukan beserta informasi penggunaan SIJARIEMAS harus ditempel di dinding
faskes dan dapat terlihat dengan cepat pada saat situasi gawat darurat.

B. Standar Prosedur Operasional (SPO)

Setelah Alur Rujukan disepakati dan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama (PK)
Jejaring rujukan maka diperlukan sebuah SPO sebagai acuan bagi para petugas
pelaksana. SPO tersebut terbagi menjadi 2 yaitu SPO yang mengatur bagaimana
proses rujukan dari perujuk sampai ke IGD Rumah Sakit Tujukan dan SPO
komunikasi kegawatdaruratan internal di fasilitas tempat rujukan.

SPO proses rujukan SIJARIEMAS berisi beberapa poin kunci antara lain:

1. Menjelaskan Pengertian Umum


2. Menjelaskan Tujuan
3. Alur Rujukan yang disepakati termasuk:
a. Tata cara rujukan
b. Format rujukan
c. Nomor akses

Panduan Teknis SIJARIEMAS


11
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
d. Standar waktu tanggap (Response time)
e. Pengorganisasian tanggung Jawab
f. Alternatif alur
g. Kuota jaminan pembiayaan oleh pemerintah
h. Prioritas rujukan
i. Rujukan dari fasilitas sekunder ke tersier.
j. Dan lain-lain
4. Unit terkait
5. Dokument terkait

Selain SPO yang berbentuk narasi, juga harus ada SPO yang berbentuk alur
atau diagram. SPO berbentuk alur ini harus dicetak dan didistribusikan dan di
tempelkan keseluruh unit yang memanfaatkan SIJARIEMAS baik di tingkat perujuk
maupun di tingkat penerima rujukan. Diagram tersebut wajib untuk dicetak dan
ditempelkan ditempat dimana SIJARIEMAS terpasang (Polindes, Puskesmas,
Klinis, tempat praktek, ruang IGD, ruang Maternal dan ruang Perinatal, ruang Poli,
ruang Administrasi) dan juga di lokasi perujuk bersama dengan poster rujukan
SIJARIEMAS. Hal ini dimaksudkan agar seluruh rujukan dapat sesuai dengan SPO
karena diingat dan dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait.

*) Contoh dari SPO dapat dilihat pada annex 1. SPO harus disesuaikan dengan
kondisi dan situasi sesuai kesepakatan lokal

Untuk SPO komunikasi Internal di RS, pada umumnya sudah ada mekanisme
yang berjalan ditingkat Rumah Sakit (RS) baik yang mengatur bagaimana
komunikasi internal antara bagian maupun komunikasi dengan dokter spesialis
maupun manajemen RS seperti bagian administrasi, bank darah, UTD, dan lain-
lain. SIJARIEMAS mengandalkan pada mekanisme internal RS yang mungkin
akan sangat bervariasi antar masing-masing RS. Namun demikian penting untuk
direview bersama dengan pihak rumah sakit dan dirumuskan dalam bentuk
diagram alur yang dapat dicetak dan ditempel di lokasi-lokasi terkait seperti
(ruang IGD, ruang Maternal dan ruang Perinatal, ruang Poli, ruang Administrasi).

SPO yang disepakati perlu untuk disetujui oleh Kepala Dinas Kesehatan maupun
pimpinan masing-masing RS, Puskesmas dan Klinik baik milik pemerintah
maupun swasta.

C. Pengorganisasian Sumber Daya Ruangan

Berikut merupakan gambaran umum pengorganisasian sumber daya ruangan


di Rumah Sakit. *) tiap Rumah Sakit kemungkinan akan berbeda sesuai dengan
kesepakan SOP komunikasi rujukan internal Rumah Sakit.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


12 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Ruangan Activitas SIJARIEMAS

Ruang IGD 1. Sirene berbunyi (Kasus Maternal) 1. Advice


2. Menerima informasi Rujukan 2. Konfirmasi
3. Berkomunikasi dan konsul dengan 3. Siaga IGD
Dokter Jaga/Dokter Obgyn 4. Penerimaan IGD
4. Berkomunikasi dengan Ruang Bersalin
untuk persiapan rujukan
5. Menjawab dan mengetikkan advice
stabilisasi rujukan
6. Mengetikkan summary medis IGD

Ruang Maternal 1. Sirene berbunyi (Kasus Maternal) 1. Perawatan


2. Menerima informasi Rujukan 2. Rujukan Balik
3. Berkomunikasi dan konsul dengan
Dokter Obgyn
4. Berkomunikasi dengan IGD dan Ruang
Perinatology
5. Menjawab dan mengetikkan advice
stabiliasi rujukan
6. Mengetikkan summary medis perawatan

Ruang 1. Sirene berbunyi (Kasus Neonatus) 1. Perawatan


Perinatologi 2. Menerima informasi Rujukan 2. Rujukan Balik
3. Berkomunikasi dan konsul dengan
Dokter SPA
4. Berkomunikasi dengan IGD
5. Menjawab dan mengetikkan advice
stabiliasi rujukan
6. Mengetikkan summary medis perawatan

Ruang Poly 1. Menerima informasi Rujukan Terencana 1. Rujukan Terencana


2. Berkomunikasi dengan Dokter Obgyn
3. Menjawab dan mengetikkan advise
konsultasi rujukan
4. Berkoordinasi dengan ruang maternal,
perionatology

Selain itu dibutuhkan juga hal-hal berikut di RS agar SIJARIEMAS dapat berjalan
dengan optimal:
Penunjukan Team Penanggung Jawab Rujukan di IGD, Maternal & Perina.
Penyepakatan SOP Sistem Komunikasi Rujukan di RS (Seluruh Unit Terkait).
Penyepakatan SOP dan Mekanisme pemuktahiran data sarana prasarana
Sistem Rujukan.
Sosialisasi dan Orientasi Berkelanjutan.
Dukungan dari Unit IGD, Management RS maupun dari Dokter dan Specialis.
Monitoring dan Evaluasi Rutin.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


13
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
D. Pengorganisasian Sumber Daya Manusia

Agar SIJARIEMAS dapat berjalan sesuai dengan harapan maka diperlukan


pengorganisasian tenaga pelaksana di tingkat perujuk, tujuan rujukan maupun
dinas kesehatan sebagai penanggung jawab kesehatan wilayah sebagai berikut:

Berdasarkan alur komunikasi

Tingkat Perujuk
1. Puskesmas
a. Bidan Desa
b. Bidan Puskesmas
c. Dokter Puskesmas
d. Kepala Puskesmas
2. Klinik Swasta
3. Bidan Praktik Swasta
4. Dokter praktik swasta

Tingkat Penerima Rujukan Rumah Sakit


1. IGD Umum/IGD Maternal dan Neonatal
2. Ruang Kebidanan
3. Ruang Perinatology
4. Poly Kebidanan
5. Dokter Jaga
6. Dokter Spesialis Obgyn
7. Dokter Spesialis Anak

Tingkat Pengawas
1. Petugas Penanggung Jawab Rujukan
2. Petugas Call Center SIJARIEMAS
3. Tenaga Admin Pengelola Konten
4. Bidang YanMed/Kesga Dinas Kesehatan
5. Bidang YanMed RS

Tingkat Teknis
1. IT RS
2. IT Dinkes
3. Bidang Pengelola Data Elektronik (PDE) Diskominfo

Panduan Teknis SIJARIEMAS


14 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Berdasarkan dari fungsi dan tanggung jawab dalam SIJARIEMAS:

Fungsi Tugas Bagian


Super Admin Mengelola sistem dan mengelola KOMINFO, IT DINKES,
hak akses IT RS Yang ditunjuk
Administrator Mengelola Konten SIJARIEMAS Admin RS, Admin Dinkes
(Pengelola program KIA)
Operator Pengelolaan data rujukan maupun Setiap bidang
data penunjang lainnya seperti data
tenaga kesehatan, kelembagaan,
ketersediaan, dan lain lain
Petugas Ruangan Menerima informasi rujukan dan Pejabat berwenang
(IGD, Maternal, memberikan jawaban rujukan, di masing-masing unit
Perina, Poli dan berkoordinasi sesuai dengan SOP terkait.
Admin) yang berlaku.
Pengguna Khusus Memberi advise kasus tertentu Dokter Specialis
melalui mekanisme komunikasi
internal RS ataupun melalui SMS
Rujukan
Pengguna Mengirimkan SMS Rujukan Puskesmas dan bidan
Pengguna Umum Melihat data dan informasi terkait, Masyarakat
kesiapan sarana prasarana, informasi
kesehatan ibu dan anak, dll.

Agar tiap-tiap individu yang terlibat paham dengan tugas dan tanggung
jawabnya maka pengorganisasi sumber data manusia tersebut harus dikuatkan
oleh sebuah surat keputusan (SK) dari Kepala Dinas, Direktur RS serta pimpinan
fasilitas terkait. Sebagai contoh Direktur Rumah Sakit menerbitkan surat
keputusan penunjukan staff penanggung jawab rujukan SIJARIEMAS untuk
ruang IGD, Ruang Kebidanan, dll. Hal ini penting untuk menghindari rujukan
tidak direspon secara cepat karena saling melemparkan tanggung jawab.
Idealnya adalah seluruh Bidan, perawat harus mampu mengoperasikan dan
paham terhadap SOP Kegawatdaruratan SIJARIEMAS.

E. Pengorganisasian Teknis Kebutuhan Perangkat Keras


(Hardware)

Agar SIJARIEMAS dapat diimplementasikan dengan baik maka dibutuhkan


dukungan hardware yang sesuai. Kebutuhan hardware disesuaikan dengan
kondisi dan kemampuan masing-masing kabupaten. Sebagai contoh, kabupaten
yang mempunyai kemampuan lebih dapat mengimplementasikan Call Center
terintegrasi dengan SIJARIEMAS. Dengan Call Center ini maka proses rujukan

Panduan Teknis SIJARIEMAS


15
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
akan lebih termonitor dan dipastikan bahwa semua rujukan akan mendapatkan
tempat di RS Jejaring ataupun dapat juga dilakukan koordinasi dengan RS
diluar Jejaring. Namun demikian mungkin juga tidak semua kabupaten mampu
mengalokasikan sumber daya tersebut, maka cukup dapat mengimplentasikan
SIJARIEMAS dengan Call Center Manual di tiap-tiap RS. Kebutuhan hardware
juga dapat disesuaikan dengan hardware yang sudah eksis di RS maupun
Kabupaten tersebut. Jadi pilihannya sangat fleksibel sesuai kondisi lokal. Berikut
dijabarkan beberapa opsi pemilihan skema hardware dan topologi jaringan
sebagai gambaran umum:

1. Skema Optimal
Call Center Terintegrasi, SIJARIEMAS 5 Titik di RS, SIJARIEMAS di Dinkes,
SIJARIEMAS di Poned
2. Skema Standar (Opsi host di kabupaten/prov, host di nasional dan host di
RS) Call Center Manual RS, SIJARIEMAS 4 Titik di RS, SIJARIEMAS di Dinkes
3. Skema Minimum
Call Center Manual RS, SIJARIEMAS 1 Titik di RS

Skema Optimal

Panduan Teknis SIJARIEMAS


16 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
17
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
18 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
19
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
20 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
21
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
22 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
E. Perluasan Fungsi SIJARIEMAS

SIJARIEMAS dikembangkan dengan prinsip-prinsip open source software


dimana mengedepankan kemampuan untuk dapat diperluas fungsi dasarnya
dengan cara saling bertukar data baik dengan sistem informasi lainnya. Untuk
itu SIJARIEMAS mempersiapkan sebuah mekanisme pertukaran data sesuai
standar dari open source dengan menggunakan teknologi webservice berbasis
XML, HL7. Dengan mekanisme ini, maka SIJARIEMAS dapat disinergikan dengan
hampir semua sistem informasi yang ada (dengan syarat bahwa sistem informasi
pasangannya juga mendukung mekanisme ini). Sinergi dengan menggunakan
webservice ini memungkinkan kedua sistem saling bertukar data tanpa harus
berinteraksi secara langsung dengan basis datanya. Hal ini menjadikan proses
pertukaran data menjadi aman dan mudah tanpa harus khawatir terjadinya
kerusakan pada basis data utama. Dengan webservice ini maka hanya variable
informasi tertentu saja yang terlah disepakati untuk dapat dipertukarkan baik
dari SIJARIEMAS ke Sistem Informasi lainnya. Contoh nyatanya adalah informasi
ketersediaan tempat tidur yang tercata dalam Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) dapat dipertukarkan dengan database SIJARIEMAS
sehingga tidak ada data yang ganda di kedua sistem tersebut. Contoh lainnya
adalah bagaimana data dari ibu dengan resiko tinggi dari SIJARIEMAS dapat
dipertukarkan dengan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang ada di
tingkat Puskesmas seperti SUTERAEMAS.

Berikut merupakan gambaran bagaimana SIJARIEMAS dapat diintegreasikan


dengan sistem informasi lainnya yang mungkin sudah ada di kabupaten
maupun Rumah Sakit seperti SIMRS, SIMPUS, SIKDA, dan lain-lain.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


23
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
F. Skema Jaringan SIJARIEMAS untuk mendukung
implementasi cepat di kabupaten / kota.

Berikut merupakan Skema Jaringan SIJARIEMAS secara umum. Dalam skema


jaringan tersebut tergambar beberapa pilihan deployment sesuai dengan
kemampuan masing-masing daerah/jejaring.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


24 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Penjabaran Skema:
1. Jejaring Pusat memberikan backup secara penuh bagi daerah/jejaring yang
belum siap untuk melakukan deployment secara mandiri. Jejaring pusat yang
dimaksudkan adalah EMAS tingkat nasional untuk diteruskan ke Pusdatin
Kemkes. Fungsi Jejaring Pusat:
a. Host Web & Database SIJARIEMAS Jejaring
b. Host Modem & SIM card untuk SMS SIJARIEMAS
c. Akses SIJARIEMAS di seluruh Jejaring
d. Failover System melalui sistem mirroring data terencrypsi
e. Data Warehouse dari seluruh server jejaring daerah

2. Jejaring Daerah terdiri dari beberapa pilihan set up:


a. Server di host di tingkat daerah: DHO ataupun Kominfo
Kondisi:
(-) Ada IP Publik
(+) Jejaring RS lebih dari 1 RS
(+) Ada jaringan internet untuk akses Web di masing-masing RS

b. Server di host masing0masing RS


Kondisi:
(-) Tidak ada IP Publik (+) Jejaring RS hanya 1
(-) Tidak ada jaringan internet untuk akses Web

c. Server di host menggunakan dukungan/support dari Server Nasional.


Kondisi:
(-) Tidak ada IP Publik
(-) Jejaring RS ada lebih dari 1 RS
(+) Ada jaringan internet untuk akses Web di masing-masing RS.

Pilihan tersebut sangat bergantung pada hasil identifikasi awal SIJARIEMAS,


namun demikian secara bertahap dapat ditingkatkan sesuai dengan kondisi
di masing-masing daerah. Sebagai contoh: Pada saat awal implementasi,
kondisi jaringan disebuah kabupaten tidak memungkinkan untuk melakukan
deployment server karena ketiadaan IP Publik sehingga SIJARIEMAS di host
dengan bantuan Server Nasional. Namun setelah berjalan, IP publik tersebut
dapat diselenggarakan oleh Diskominfo maka data SIJARIEMAS di server
nasional akan dimigrasikan ke server daerah untuk dikelola secara mandiri.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


25
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
G. Kebutuhan Perangkat Lunak/Software

SIJARIEMAS mengadopsi konsep Open Source dimana proses pengembangan


dan implementasinya menggunakan software yang tersedia untuk umum
dalam naungan license GPL. Oleh karena bersifat open source maka SIJARIEMAS
sangat memungkinkan sekali untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan
kondisi masing-masing jejaring kabupaten/kota. Sebagai contoh, pada sebuah
jejaring disepakati bahwa rujukan tidak hanya terbatas pada rujukan maternal
dan neonatal tetapi juga pada rujukan umum, maka tim IT di kabupaten dapat
melakukan modifikasi yang sesuai untuk itu tanpa harus menunggu modifikasi
resmi SIJARIEMAS. Namun demikian untuk menjaga versi yang stabil maka
perlu untuk dikoordinasikan dengan tim pengembang SIJARIEMAS sebelum
modifikasi dilakukan dan diimplementasikan.

Sebagai salah satu exit strategy untuk terus menjaga keberlangsungan


SIJARIEMAS maka perlu untuk dibangun juga komunitas-komunitas
pengembang SIJARIEMAS di masing-masing daerah dimana anggotanya bisa
berasal dari mahasiswa maupun profesional yang memiliki visi dan passion
untuk pengembangan ICT4Health.

Berikut ini merupakan gambaran blok software SIJARIEMAS, dimana terbagi


menjadi beberapa layer:
1. Presentation Layer
2. Business Layer
3. Data Layer

Panduan Teknis SIJARIEMAS


26 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
SIJARIEMAS menggunakan HTTP dan HL7 sebagai protokol pertukaran data
dengan software lainnya. Penggunaan HL7 sesuai dengan standar yang
dikeluarkan oleh Pusdatin Kementerian Kesehatan. Selain itu, SIJARIEMAS
disesuaikan dengan standar data kesehatan Kementerian Kesehatan.

H. Format Rujukan

Berikut dijabarkan contoh format SMS rujukan gawat darurat yang


digunakan dalam SIJARIEMAS dimana masing-masing variabel dipisahkan
dengan menggunakan tanda #. Format diagnosis dan tindakan pra rujukan
menggunakan format/coding yang sudah sangat familiar dan digunakan sehari-
hari dalam menuliskan diagnosis bagi semua Bidan. Format SMS lainnya dapat
dilihat pada Panduan Teknis SIJARIEMAS maupun buku Saku SIJARIEMAS.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


27
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
diagaram tersebut, ICD10 digunakan sebagai klasifikasi/pengkategorian report.
Hal ini dikarenakan oleh tingkat kesulitan ICD10 yang memerlukan kompetensi
seorang koder yang terlatih. Namun untuk Nakes lainnya sangat sulit digunakan.
ICD-10 untuk Pregnancy, childbirth and the puerperium terdiri dari kode O00
O99 dengan tambahan kombinasi kode
Menyulitkan bagi bidan perujuk dalam kondisi gawat darurat
Menyulitkan bagi RS penerima rujukan untuk membaca diagnosis tersebut.
Sangat sulit untuk dihafal dan tidak familiar bagi bidan perujuk
Tidak berisi informasi yang cukup lengkap guna pemberian advice tindakan
stabilisasi
ICD-10 adalah pengklasifikasian statistik

Berikut contoh dari ICTD10.

Berikut adala contoh perbandingan format antara SIJARIEMAS dan ICD-10.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


28 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
I. Contoh Format SMS

Untuk mengirimkan rujukan, bidan cukup mengirimkan SMS singkat seperti di


bawah ini:
Format SMS :

R#[Kode RS]#[Nama Pasien]#[Umur]#[Nama


Suami]#[Asuransi]#[Gol Darah]#[Transport]#[Diagnosis]
#[Tindakan Pra Rujukan]
Atau
R#[Kode RS]#[Nama Pasien],[Umur],[Nama
Suami],[Asuransi],[Gol Darah],[Transport],[Diagnosis],
[Tindakan Pra Rujukan]
Atau
R# [Nama Pasien],[Umur],[Nama Suami],[Asuransi],
[Gol Darah],[Transport],[Diagnosis],[Tindakan Pra Rujukan]

Nb:
*) Kode RS = Kode Rumah Sakit Tujukan apabila diketahui
atau cukup diketik 0 atau dikosongkan untuk mengikuti
alur rujukan yang sudah ditetapkan Dinas Kesehatan
*) Sangat penting mengisi diagnosis dan tindakan pra
rujukan selengkap-lengkapnya namun tetap dalam
format singkat.
*) Format SMS kosong dapat disimpan dalam template
untuk kemudian diisi.

Setelah itu bidan akan mendapakan konfirmasi rujukan dari rumah sakit

Balasan otomatis konfirmasi rujukan sudah diterima di sisi


Rumah Sakit. Waktu ambang batas response time ditentukan
oleh masing-masing Dinas Kesehatan berserta seluruh
stakeholder-nya serta disepakati dalam SOP Komunikasi
Rujukan.
Lamanya waktu bervariasi sesuai tingkat kesanggupan dan
mekanisme SOP internal Rumah Sakit.
ID rujukan adalah ID uniqe tiap-tiap kasus rujukan.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


29
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Setelah Rumah Sakit melakukan komunikasi secara internal
termasuk konsul ke Dokter Jaga/Doker OBGYN maka RS
memberikan Jawaban. Bidan perujukan akan mendapatkan
konfirmasi RS yang siap menerima rujukan serta saran
tindakan stabilisasi.
Ketik : KR#[No ID Rujukan]

Format detail dari keyword dan bagaimana pengoperasian SIJARIEMAS lainnya


dapat dilihat di panduan teknis penggunaan SIJARIEMAS, Video Pemantapan
Puskesmas (SIJARIEMAS) serta buku saku SIJARIEMAS.

Selain menggunakan media SMS, Bidan perujuk dapat juga melakukan


panggilan telepon ke Nomor Gawat Darurat Rumah Sakit Jejaring Rujukan atau
Call Center Gawat Darurat SIJARIEMAS. Terdapat 2 model call center SIJAREMAS:

1. Call Center Gawat Darurat Jejaring Rujukan Terpusat


Call Center ini dikembangkan dan dikelola di tingkat Dinas Kesehatan
dan mengelola rujukan dari seluruh wilayah kabupaten/kota. Nomor yang
digunakan terpusat dan dikawal oleh tenaga operator yang telah dilatih dan
ditunjuk. Call Center ini bersifat 24/7.

2. Call Center Gawat Darurat Rumah Sakit


Di tiap-tiap RS wajib mempunyai 1 buah nomor akses gawat darurat yang
terpisah dari nomor hunting Rumah Sakit. Nomor gawat darurat ini dapat
berupa nomor handphone khusus yang hanya boleh digunakan untuk tanggap
gawat darurat saja dan selalu ada di unit gawat darurat atau ruang kebidanan.

Nomor akses call center gawat darurat tiap-tiap kabupaten ataupun RS


Jejaring dapat dilihat di website jejaring rujukan SIJARIEMAS kabupaten yang
bersangkutan.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


30 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Mengingat saat ini perkembangan Internet di Indonesia khususnya mobile
internet sangat pesat serta semakin terjangkaunya smartphone berbasis Android
maka SIJARIEMAS diperkuat juga oleh aplikasi mobile SIJARIEMAS. Untuk
mempermudah dalam mengirimkan informasi rujukan ataupun memantau
rujukan, maka pengguna SIJARIEMAS dapat mengunduh aplikasi mobile
SIJARIEMAS berbasis Android yang dapat diunduh secara gratis di Google Play.

Secara umum aplikasi ini memiliki Fitur antara lain:


1. Management Rujukan
2. Management Klinik
3. Pusat Pembelajaran
4. Audit Maternal Perinatal
5. Direktori
6. Peta Jejaring
7. Komunikasi

Target pengguna aplikasi mobile ini adalah:


1. Bidan/Dokter/Perawat Perujuk
2. Manajemen Puskesmas (Bidkor, Kapus)
3. Penerima Rujukan Unit IGD, Maternal, Perinatology, Poly RS
4. Manajemen RS (Bidkor, Karu, Direksi)
5. Dokter Spesialis
6. Dinas Kesehatan
7. Ibu
8. Mahasiswa Kebidanan, Perawat, Kedokteran
9. Stakeholder terkait lainnya

Promosi dan Sosialisasi

Untuk mengakselerasi penurunan AKI dan AKB, maka diperlukan pendekatan


dan sosialisasi secara menyeluruh ke seluruh stakeholder terkait khususnya para
tenaga kesehatan perujuk dan penerima rujukan. Beberapa bentuk kegiatan
untuk mempromosikan penguatan jejaring rujukan melalui SIJARIEMAS adalah
sebagai berikut:
1. Dikaitkan dengan program promosi Promkes Dinas Kesehatan, Pemerintah
Kabupaten, dan SKPD lainnya termasuk Rumah Sakit.
2. Melalui media promosi SIJARIEMAS Kartu Nama gawat darurat, poster, stiker,
buku KIA.
3. Melalui media elektronik seperti radio, koran daerah, dll.
4. Melalui Forum Masyarakat untuk mengkoordinir umpan balik dari masyarakat.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


31
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
5. Melalui MKIA kepada para bumil dan masyarakat dampingan
6. Melalui Tenaga Kesehatan di lini depan seperti bidan desa, bidan koordinasi,
bidan praktek swasta.
7. Melalui aparat pemerintah dimasyarakat.
Contoh material promosi dan sosialisasi, silahkan lihat di Annex.

J. Security & Sistem Keamanan

SIJARIEMAS dikembangkan berdasarkan kaedah kaedah yang berlaku tentang


pengambangan sistem informasi yang baik dan benar sesuai dengan SDLC
(Software development life cyle). Dalam pengembangannya telah dilakukan
beberapa revisi baik dalam hal untuk menambahkan atau menyempurnakan fitur
maupun alur pemograman, peningkatan kualitas tampilan dan user interface
maupun meningkatkan relibilitas dan keamanan dari sistem. Pemanfaatan open
source dalam pengembangannya diharapkan dapat memberikan fleksibilitas
ke depan termasuk membangun komunitas pengembang open source untuk
terus mengembangkan SIJARIEMAS menjadi sebuah fitur sistem yang lebih baik
kedepannya. Untuk menjamin keamanan data, SIJARIEMAS menerapkan standar
keamanan antara lain:
1. MD5 encryption security
2. Session
3. User group and User Login
4. MySQL security hardenen
5. Apache security hardenen
6. Close group users
7. SPO terkait keamanan

K. Pembiayaan Teknis

Dalam implementasi SIJARIEMAS dibutuhkan dukungan pembiayaan terutama


untuk pengadaan perangkat keras/ hardware maupun jaringan. Berikut
merupakan gambaran biaya tersebut secara umum:

*) Berikut hanya merupakan gambaran pembiayaan dengan skema optimal.


Dimungkinkan sekali untuk disesuaikan dengan kondisi dan situasi di masing-
masing jejaring kabupaten/kota)

*) Unit harga merupakan ilustrasi

Panduan Teknis SIJARIEMAS


32 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
33
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Biaya di atas dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, dimana mungkin
sudah ada sumber daya yang tersedia seperti komputer ataupun jaringan
internet yang sudah terpasang dan rutin digunakan maka tidak perlu lagi untuk
pengadaan baru akan tetapi dapat memanfaatkan yang sudah ada.

Kebutuhan Server dan Komputer dapat juga digunakan bersamaan dengan SIKDA
Generic, SPGDT (Sistem Penanggulanagan Gawat Darurat Terpadu), SUTERAEMAS,
SIGAPKU (Sistem Informasi Gerbang Aspirasi Pelayanan Kesehatan Publik)
maupun SIPPP (Sistem Informasi Penguatan Pembelajaran dan Performa).

Biaya terkait dengan implementasi tersebut harus diadvokasi untuk dapat


masuk dalam anggaran APBD, kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat masuk
dalam usulan anggaran APBD termasuk APBD Perubahan.

Contoh RAK dapat di lihat dalam Annex.

L. Keberlangsungan

Sebagai langkah keberlangsungan dapat ditempuh beberapa pendekatan antara


lain:

a. Memastikan bahwa hasil dari SIJARIEMAS untuk dievaluasi secara rutin


dan menjadi basis pengambilan keputusan baik di tingkat Dinas Kesehatan
maupun Manajemen Rumah Sakit untuk tata kelola kesehatan yang lebih

Panduan Teknis SIJARIEMAS


34 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
baik. Dengan demikian maka data-data tersebut dapat mendorong proses
advokasi agar masuk dalam anggaran terutama untuk kebutuhan rutin
operasional seperti Pulsa SMS dan Telephone maupun maintenance.

b. Corporate Social Responsibility. Sumber lainnya adalah dari CSR di semua


jejang baik nasional, provinsi dan kabupaten. Namun CSR dari kabupaten lebih
cepat untuk digerakkan apabila didorong oleh tingkat kebijakan kabupaten.
Contohnya untuk pengadaan komputer, dapat dilelang bagi toko/perusahaan/
bank yang beroperasi di daerah tersebut untuk mendukung secara parsial.

c. Close User Group (CGU) adalah solusi dari telkom operator untuk
membangun jaringan komunikasi internal dengan biaya yang terjangkau
dan mendapatkan fitur bebas bicara/free talk dan bebas/free SMS di sesama
jejaring.

d. Biaya dibebankan ke pengguna. Biaya komunikasi dibebankan kepada


perujuk dengan menggunakan tarif sosial di bawah tarif normal SMS.

e. Pembebanan biaya ke biaya pelayanan baik dalam jaminan pembiayaan yang


ditanggung pemerintah ataupun oleh biaya pelayanan di RS.

f. Dan lain-lain sesuai dengan kondisi lokal.

M. Monitoring dan Evaluasi

Untuk menjamin tercapainya pelaksanaan implementasi SIJARIEMAS sesuai


dengan rencana, maka diperlukan kegiatan untuk melakukan monitoring
dan evaluasi untuk dapat memantau dan mengevaluasi proses persiapan,
pelaksanaan dan mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin terjadi dalam
implementasi program. Monitoring dan Evaluasi SIJARIEMAS dibagi menjadi
2 jenis yaitu 1) Monitoring evaluasi yang bersifat teknis sistem 2) Monitoring
evaluasi yang bersifat implementasi program.

Monitoring dan evaluasi yang bersifat teknis sistem dilakukan secara rutin dan
terus menerus mengikuti siklus pengembangan software dan implementasi
SIJARIEMAS oleh tim Teknis Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Tim Teknis.
Hasil dari proses monitoring ini akan digunakan untuk perbaikan teknis software,
hardware dan jaringan SIJARIEMAS. Proses monitoring dilakukan dengan
membandingkan kinerja sistem dengan gambaran ideal arsitektur sistem. Hal
ini dapat dilakukan dengan observasi pemanfaatan SIJARIEMAS berikut log
teknis sistem, buku catatan teknis di RS dan wawancara dengan pengguna kunci
seperti bidan perujuk dan bidan RS. Secara rutin tiap bulan atau 3 bulanan hasil

Panduan Teknis SIJARIEMAS


35
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
dan tantangan teknis tersebut dibahas dalam pertemuan rutin yang melibatkan
tidak hanya sisi teknis namun juga sisi kebijakan. Keterlibatan sisi kebijakan perlu
untuk mengatasi masalah diluar teknis namun terkait erat seperti penempatan
unit komputer, pemasangan jaringan baru, dan lain-lain.

Selain dengan monitoring dan evaluasi yang bersifat teknis sistem, juga sangat
diperlukan monitoring dan evaluasi implementasi program. Monitoring dan
evaluasi akan mengumpulkan data SIJARIEMAS seperti: 1) Jumlah Rujukan
Gawat Darurat, 2) Waktu Tanggap (Response time), 3) kasus rujukan , 4)
diagnosis rujukan versus tindakan pra rujuk versus advis, dan lain-lain. Selain
dari data SIJARIEMAS juga diperlukan masukan dari bidan, dokter, Dinas
Kesehatan serta mitra lainnya melalui observasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil
monitoring dan evaluasi selanjutnya akan dibahas dalam rapat rutin yang terdiri
dari Dinas Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit Jejaring, Kepala Puskesmas serta
mitra swasta dan organisasi profesional. Hasil RTL tersebut digunakan sebagai
masukan (feed-back) untuk implementasi program/aktivitas berikutnya.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


36 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Bagian III
Langkah
Kegiatan
Implementasi

A. Tujuan Umum

Berfungsinya Sistem Informasi Jejaring Rujukan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

B. Tujuan Khusus

Melakukan sosialisasi dan Identifikasi kesiapan sarana prasarana serta


sumber daya pendukung lainnya.
Menyusun SPO Teknis pemanfaatan SIJARIEMAS beserta alur rujukan dan
pengorganisasian tenaga pelaksana dan penanggung jawab.
Melakukan deployment SIJARIEMAS beserta perangkat pendukung lainnya.
Melakukan orientasi kepada target pengguna (perujuk dan penjawab rujukan
di RS).
Memanfaatkan SIJARIEMAS dalam penguatan sistem rujukan.
Melakukan pendampingan teknis, evaluasi & monitoring berkesinambungan.

C. Output

RTL identifikasi kesiapan sarana prasarana.


SPO yang tanda tangani kepala Dinas Kesehatan.
Tim Pelaksana dan penanggung jawab terbentuk disertai SK dari Kepala
Dinas Kesehatan atau Direktur RS.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


37
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Hardware dan software terpasang dan dapat diakses.
Pengguna mampu mengoperasikan SIJARIEMAS.
Laporan pemanfaatan SIJARIEMAS & RTL.

D. Langkah Kegiatan

Contoh TOR Kegiatan dapat dilihat di Annex.

1. Instalasi dan konfigurasi SIJARIEMAS di Server Nasional.


Kegiatan teknis yang dilakukan di tingkat nasional bertujuan agar
SIJARIEMAS dapat diakses tanpa menunggu kesiapan infrastruktur hardware
maupun jaringan dari kabupaten/kota. Hal ini untuk mempercepat
implementasi dan sosialisasi SIJARIEMAS di kabupaten/kota tersebut.

Keluaran: SIJARIEMAS terpasang dan siap digunakan.


Waktu: Q1 Implementasi.

2. Sosialisasi dan Demonstrasi SIJARIEMAS


Kegiatan lokakarya/workshop yang dilakukan di tingkat kabupaten yang
bertujuan untuk mensosialisasikan dan mendemonstrasikan SIJARIEMAS
kepada seluruh unsur terkait baik POKJA ICT, Dinkes, Rumah Sakit, Puskesmas
dan Organisasi Profesi (IBI). Kegiatan ini dapat dilakukan bersamaan dengan
kegiatan sosialisasi awal lainnya seperti Sosialisasi Alat Pantau Kinerja dan
Pedoman Operasional Jejaring Sistim Rujukan Kegawatdaruratan serta
penyusunan Tim Penyelia

Keluaran: SIJARIEMAS tersosialisasikan. Waktu: Q1 Implementasi

3. Identifikasi Kesiapan Sarana Pendukung serta Penyusunan SPO dan Alur


Rujukan
Kegiatan lokakarya/workshop yang bertujuan untuk mengindentifikasi
kesiapan sarana dan prasarana pendukung baik berupa hardware, jaringan,
SDM, Pembiayaan dan sarana pendukung lainnya serta pengorganisasian
sumber daya. Selain itu juga akan dirumuskan dan disepakati alur rujukan dan
SPO. Kegiatan terbagi menjadi 2 tahap lokakarya/workshop (atau disesuaikan
dengan kebutuhan lokal maksimum 4 kali) yaitu identifikasi awal dan
finalisasi rekomendasi. Dalam lokakarya/workshop tersebut dibagi menjadi
beberapa kelompok kecil yang akan ditugaskan sesuai dengan tupoksinya
masing masing. Sebagai contoh ada kelompok yang khusus membahas alur
rujukan, kelompok lainnya membahas SPO, kelompok lainnya membahas
medico legal, dan lain-lain. Sebelum kegiatan awal, diperlukan identifikasi
dan pertemuan pembekalan untuk vocal point masing-masing kelompok.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


38 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Hal ini dilakukan agar dalam proses partisipatif lokakarya/workshop tersebut,
mereka akan membimbing peserta lainnya dan mengarahkan hasil sesuai
dengan yang diharapkan. Diantara setiap lokakarya/workshop, penting sekali
untuk dilakukan rapat kecil dengan vocal point masing-masing kelompok
untuk memastikan bahwa tiap kelompok menjalankan pekerjaan rumahnya
masing-masing. Tiap-tiap kelompok harus membuat RTL dan tiap kelompok
wajib menjalankan RTL tersebut sekembalinya mereka ke tempat kerja. Selain
dari RTL tersebut perlu juga untuk diidentifikasi kegiatan-kegiatan rutin Dinas
Kesahatan maupun mitra yang dapat disinergikan misalnya kegiatan promosi
dinas kesehatan di puskesmas dan bidan, kegiatan orientasi dan pelatihan
bidan, pertemuan rutin IBI, dan lain-lain.

Dalam tiap kegiatan tersebut akan dirumuskan RTL yang selanjutnya akan
ditindaklanjuti oleh DTL. Hasil dari RTL final akan dibahas dalam meeting
POKJA untuk dibuatkan rekomendasi kepada instansi terkait. Selain ke
instansi terkait SPO dan alur rujukan akan dilaporkan ke tim pendamping
klinis untuk selanjutnya bersama-sama disosialisasikan ke tim klinis RS
sesuai jadwal pendampingan klinis. Kegiatan dilakukan di tingkat kabupaten
dengan dihadiri oleh POKJA ICT (termasuk Kominfo), Dinkes, Seluruh RS
Jejaring (Yanmed, IT), seluruh PKM (Kapus/Bidkor) serta IBI.

Keluaran: RTL, SPO, Draft SK Penanggung Jawab Teknis, dan Alur Rujukan.
Waktu: Q1 Implementasi

4. Pembelian dan pemasangan perangkat keras serta migrasi lokal sistem


di Dinkes dan RS Jejaring.
Berdasarkan atas rekomendasi dari RTL identifikasi, proses pembelian
perangkat keras dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Kabupaten
dengan didukung secara teknis oleh EMAS. Hardware yang dibutuhkan
bisa juga menggunakan yang sudah ada di fasilitas. Pemasangan perangkat
maupun jaringan akan dilakukan secara bersama-sama antara IT Dinkes,
Rumah Sakit dan EMAS. Kegiatan merupakan kegiatan teknis di lapangan,
jumlah hari yang dibutuhkan bervariasi tergantung tingkat kesulitan di
lapangan. Dalam kondisi normal apabila semua kebutuhan hardware dan
jaringan tersedia maka dibutuhkan 3 hari kerja untuk menyelesaikan 1 titik
pemasangan.

Keluaran Hardware terpasang dan berfungsi. Waktu: Q1 Implementasi

5. Printing media promosi


Media promosi dihitung berdasarkan jumlah dari Bidan Desa, PKM dan RS
maupun titik promosi lainnya. Media promosi terdiri dari antara lain: poster,
stiker, buku saku, dan lain-lain. Material promosi disiapkan oleh Nasional

Panduan Teknis SIJARIEMAS


39
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
untuk disesuaikan menurut kondisi lokal. Proses penyesuaian tersebut
dilakukan setelah material tersebut disampaikan dengan pihak Dinkes, RS
maupun POKJA ICT untuk selanjutnya disetujui dalam meeting rutin POKJA.
Isi materi dapat juga disinergikan dengan media promosi rutin Dinkes seperti
buku KIA, maupun material promosi Dinkes/RS lainnya.

Keluaran: Media Promosi.


Waktu: Q1 Implementasi Kegiatan dilaksanakan oleh ICT Spesialis, DF

6. Promosi dan Sosialiasi SIJARIEMAS


Kegiatan promosi dilakukan dengan bermacam cara antara lain distribusi
media promosi cetak, sosialisasi pada pendampingan klinis rutin, sosialisasi
di pertemuan rutin bidan di Puskesmas maupun di tingkat Kabupaten (IBI)
serta MKIA untuk pendataan ibu hamil mempunyai faktor resiko.

Keluaran SIJARIEMAS tersosialisasi. Waktu: Q1 Implementasi

7. Orientasi Operator & Pengguna


Kegiatan orientasi dilakukan secara bertahap sebaia berikut:
a. Internal (pemantapan di tim Internal EMAS kabupaten termasuk dengan
CC). Kegiatan dapat dilakukan secara internal di kantor kabupaten EMAS.
b. IT RS & IT Dinkes. Kegiatan dilakukan dalam bentuk lokakarya/workshop 2
hari yang berisi antara lain pengenalan sistem rujukan, pengenalan sistem
informasi rujukan, handson, data inputing report processing dan dasar-
dasar maintenance system.
c. Bidan RS (IGD, Maternal & Neonatal ), Bikor PKM, Perwakilan Bidan
Desa. Kegiatan dilakukan dalam bentuk Lokakarya/workshop 2 hari
yang berisi pengenalan sistem rujukan, pengenalan sistem informasi
rujukan, handson rujukan menggunakan SMS, telepon dan web. Pada
hari ke-1 orientasi akan dilakukan khusus untuk Bidan RS (IGD, Maternal
& Neonatal) sedangkan pada hari ke-2 orientasi dilakukan bersama
dengan Bidan Koordinasi dan Bidan Desa. Orientasi dilakukan dengan
cara handson secara langsung (Bidan RS akan menjadi petugas penjawab
rujukan dan Bikor dan Bidan Desa menjadi bidan perujuk). Bikor yang
hadir dibekali dengan materi promosi dan sosialisasi dan diberikan tugas
untuk menyosialisasikan dan mengajarkannya kembali ke seluruh dokter
dan bidan PKM, maupun bidan desa pada setiap pertemuan rutin bidan
desa. ICT mengkoordinasikan dengan DTL untuk mekanisme pengaturan
dan pengawasannya. Kegiatan dapat dilakukan secara berseri dengan
kegiatan item #2 dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
d. Bidan Desa, MKIA (Tergantung kondisi wilayah dampingan) Kegiatan
dilakukan di tiap PKM pada saat pertemuan rutin bidan desa. Dalam
kegiatan orientasi ini Bidan Desa diminta untuk mengirimkan paling

Panduan Teknis SIJARIEMAS


40 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
tidak 3 SMS rujukan menggunakan HP/mobile phone mereka. Selain
Bidan Desa, MKIA juga perlu untuk dilibatkan dan diorientasi untuk
pengumpulan data ibu hamil maupun RISTI di wilayah dampingan
mereka. Kegiatan ini dapat juga dilakukan oleh ICT, DTL, CC ataupun
POKJA ICT. Kegiatan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi lokal
tergantung jarak, jumlah partisipan.

Keluaran: Pengguna mampu mengoperasikan dan memanfaatkan


SIJARIEMAS. Waktu: Q2 Implementasi

8. Pendampingan dan pemantapan penggunaan SIJARIEMAS


Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan penggunaan SIJARIEMAS oleh
Bidan perujuk. Agar sistem ini dapat berfungsi dengan baik maka perlu
untuk dilakukan proses pendampingan yang terus menerus dan terus
mengingatkan pengguna terhadap tata laksana pemanfaatan SIJARIEMAS.
Kegiatan dapat dilakukan bersama dengan tim Pendamping Klinis maupun
Dinkes (unit penanggung jawab rujukan) di Puskesmas. Kegiatan dapat
dilakukan bersama dengan tim Pendamping Klinis maupun Dinkes (unit
penanggung jawab rujukan) di Puskesmas. Kegiatan dilakukan bersama
dengan pendampingan klinis, pertemuan rutin bulanan di PKM oleh Bikor
dan pertemuan rutin IBI di tingkat kabupaten. Kegiatan dilakukan secara
rutin bulanan atau berdasarkan hasil dari pertemuan POKJA (item #12 dan
#13). Pembiayaan menggunakan dana pendampingan rutin Dinkes ataupun
kontribusi dari EMAS.

Keluaran: Pengguna mampu mengoperasikan dan memanfaatkan


SIJARIEMAS
Waktu: Q2 Implementasi. Pasca implementasi Rutin setiap bulan sesuai
dengan kebutuhan.

9. Ujicoba dan Implementasi Sistem


Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua komponen rujukan
baik SDM maupun teknis sudah siap dan maupun untuk menjalankan
SIJARIEMAS secara baik dan benar. Sub kegiatan adalah sebagai berikut:
a. Pertemuan POKJA persiapan Ujicoba sistem.
b. Ujicoba Sistem.
c. Pertemuan POKJA membahas hasil ujicoba.
d. Pertemuan di RS dengan Wakil Direktur Yanmed, Dokter Spesialis, Kepala
Ruang IGD, Maternal dan Perina, dan Bidan.
e. Instruksi implementasi Sistem.
f. Peluncuran (optional).

Panduan Teknis SIJARIEMAS


41
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Waktu dan mekanisme ujicoba dibahas dalam pertemuan POKJA. Ujicoba
dapat dilaksanakan apabila seluruh petugas Puskemas (bersama Bidan Desa)
dan RS dampingan telah diorientasi menggunakan SIJARIEMAS, hardware
dan Jaringan di RS sudah siap, Alur rujukan sudah disepakati, termuat dalam
PK dan sudah diinput dalam alur rujukan SIJARIEMAS. Berdasarkan atas hasil
meeting POKJA, POKJA ICT merekomendasikan Dinkes untuk mengeluarkan
instruksi kepada seluruh jajarannya untuk mulai mengirimkan rujukan melalui
SIJARIEMAS, dimana Pihak RS akan menanggapinya. Proses ujicoba dilakukan
dalam waktu 2 minggu. Pada akhir minggu ke-2 dilakukan pertemuan POKJA
untuk membahas hasil dari proses ujicoba tersebut. ICT akan mempersiapkan
bahan laporan untuk pertemuan POKJA tersebut dan mempersiapkan
rekomendasi. POKJA selanjutkan memberikan rekomendasi kepada Dinkes
agar Dinkes menginstruksikan implementasi secara nyata SIJARIEMAS. Dalam
perubahannya tergantung situasi masing-masing Kabupaten, dimungkinkan
untuk dilakukan pertemuan khusus dengan SPOG dan Wadir Yanmed RS.

Keluaran: SIJARIEMAS terimplementasi dan berfungsi.


Waktu: Q2 Implementasi.

10. Orientasi Teknis untuk Tim Teknis


Kegiatan ini bertujuan untuk membekali tim IT Dinkes maupun IT RS
dalam hal teknis yang lebih mendalam sehingga mereka akan mampu
untuk menginstal, mengoperasikan, merawat, mengembangkannya, dan
meneruskan/mengajarkannya kepada kabupaten lainnya. Kegiatan orientasi
teknis ini dilakukan selama 3 hari kerja dan diikuti oleh IT Dinkes, IT Rumah
Sakit, IT Puskesmas (apabila ada) dan POKJA ICT.

Keluaran: Tim Teknis IT Dinkes dan RS mampu merawat SIJARIEMAS


Waktu: Q3 Implementasi

11. Monitoring & Evaluasi.


Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan sistem digunakan secara benar dan
secara maksimal. Proses monitoring dapat dilakukan melalui:
a. Melalui data online.
b. Melalui kunjungan berkala ke fasilitas.

Keluaran: Laporan rutin dan RTL. Waktu: Rutin setiap bulan (pasca ujicoba)

Hasil dari monitoring merupakan data online maupun temuan di lapangan


dirangkum untuk disampaikan dalam pertemuan POKJA untuk dirumuskan
rencana tindak lanjutnya (RTL) baik secara teknis maupun non teknis.
Pertemuan POKJA penting untuk dihadiri oleh seluruh penanggung jawab

Panduan Teknis SIJARIEMAS


42 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
teknis di tiap tingkatan termasuk dari RS. Rumusan RTL akan didistribusikan
kepada tim Penanggung Jawab Teknis di tiap tingkatan/fasilitas untuk
dilaporkan kepada pihak manajemen.

Selain dibahas dalam POKJA, laporan kasus rujukan tersebut disampaikan


juga kepada tim pendamping klinis untuk dibahas dalam pertemuan rutin
dengan tim klinis RS sebagai salah satu masukan untuk peningkatan tata
kelola klinis yang baik.

12. Workshop Evaluasi.


Kegiatan ini bertujuan untuk membahas hasil dan tantangan implementasi
SIJARIEMAS baik dari sisi teknis, masukan pengguna perujuk, masukan
dari fasiilitas dirujuk (Rumah Sakit), sosialisasi fitur sistem terbaru serta
merumuskan RTL yang dilakukan tiap kuarter atau bulanan: Lokakarya/
workshop dihadiri oleh POKJA ICT, Manajemen RS, Tim Pendamping Klinis

Keluaran: Laporan rutin dan RTL. Waktu: Rutin setiap 3 bulan.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


43
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
44 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Bagian IV
SIJARIEMAS DALAM
MENDUKUNG
AKUNTABILITAS
DAN TRANSPARANSI
PELAYANAN
KESEHATAN PUBLIK

Terwujudnya pelayanan kesehatan yang prima merupakan harapan semua


masyarakat dalam arti pelayanan yang cepat, tepat, adil, dan akuntable. Untuk
mendukung hal tersebut maka penting sekali untuk mengubah pola pikir,
kapasitas dan kompetensi pengelolaan pelayanan, teknologi, dan budayanya.
Perubahan paradigma pelayanan kesehatan tersebut dimaksudkan agar dapat
mempercepat proses transformasi pelayanan kesehatan menjadi pelayanan
yang lebih kompetitif.

Salah satu pelayanan publik yang menjadi fokus pemerintah adalah sektor
kesehatan. Dalam upaya pencapaian peningkatan kualitas layanan yang
diberikan di pemerintah di sektor kesehatan, maka diperlukan sebuah intervensi
secara langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah
sakit milik pemerintah termasuk mengefisienkan dan mengefektifkan pelayanan
di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan klinik swasta serta
meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat merupakan salah satu kunci utama yang dapat


mendorong pencapaian layanan prima yang seharusnya dilakukan oleh fasilitas
kesehatan. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah mekanisme yang memungkinkan
agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya yang dapat berupa informasi,
keluhan, pertanyaan, usul/saran kepada pemerintah daerah, dinas terkait, rumah
sakit dan fasilitas kesehatan jejaring lainnya berkaitan dengan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang diterimanya. Aspirasi masyarakat tersebut menjadi

Panduan Teknis SIJARIEMAS


45
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
sebuah umpan balik untuk peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.
Karena pentingnya nilai dari aspirasi tersebut makan diperlukan adanya sebuah
sistem informasi terpadu yang dapat mengelola, mendistribusi dan membalas
aspirasi atau Informasi masyarakat tersebut. Dengan adanya sistem yang
transparan maka diharapkan bahwa aspirasi yang disampaikan akan segera
ditanggapi baik berupa jawaban penjelasan dan atau tindakan nyata perbaikan.

Saat ini sudah di banyak kabupaten maupun rumah sakit yang menerapkan
mekanisme umpan balik yang dikelola secara manual seperti kotak saran,
temu warga, dll. Di beberapa tempat lainya juga ditemukan mekanisme
menggunakan elektronik seperti SMS namun dikelola secara internal RS dan
tidak terorganisir sebagai satu kesatuan dengan dinas kesehatan sebagai
penanggung jawab kesehatan di sebuah kabupaten/kota. Dengan fitur umpan
balik masyarakat dalam SIJARIEMAS, maka pengelolaan aspirasi masyarakat
tidak hanya menjadi tanggung jawab sebuah instansi ataupun sebuah fasilitas
kesehatan semata, namun lebih ke sebuah kerja tim antar unit dan antar
fasilitas yang dipimpin oleh Dinas Kesehatan ataupun Pemerintah Daerah.
Mekanisme umpan balik seperti kotak saran maupun fitur umpan balik
SIJARIEMAS bersifat pasif dalam menerima aspirasi, oleh sebab itu penting
sekali mendorong semua unsur agar paham terhadap hak dan kewajibannya
termasuk masyarakat dan fasilitas kesehatan. Diharapkan masyarakat yang akan
berperan aktif untuk menyampaikan aspirasi serta memberikan masukannya
melalui jalur yang disediakan oleh SIJARIEMAS. Dengan SIJARIEMAS, aspirasi
menjadi terbuka tidak hanya dapat diakses oleh Dinas, Faskes namun juga oleh
unsur perwakilan masyarakat yang disepakati. Keterlibatan unsur perwakilan
masyarakat penting untuk memastikan bahwa semua aspirasi diterima, dikelola
dan dilakukan perbaikan oleh pihak yang berwenang. Hal tersebut diperlukan
untuk mewujudkan sebuah mekanisme yang transparan, akuntabel dan dapat
mengukur kinerja masing-masing unit terkait.

Dasar Hukum Umpan Balik Masyarakat


Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 - Pedoman
Penanganan Pengaduan Masyarakat Di Lingkungan Departemen Dalam
Negeri Dan Pemerintah Daerah
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 95/KEP/M.
PAN/11/2001 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Nomor : 63/
Kep/M.PAN/7/2003, TANGGAL: 10 Juli 2003 TENTANG PEDOMAN UMUM
PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Nomor : Kep/26/M.
Pan/2/2004; Tentang Petunjuk Teknis Transparansi Dan Akuntabilitas Dalam
Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


46 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Peraturan Menteri Dalam Negeri, Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Penanganan Pengaduan Masyarakat Di Lingkungan partemen Dalam Negeri
Dan Pemerintah Daerah.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Teknis Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi Dan Kabupaten/Kota.
UU ITE dan keterbukaan informasi.

A. Sekilas Tentang Dasar Hukum

KEPMEN PAN 63/Kep/M.PAN/7/2003, TANGGAL: 10 Juli 2003

Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik


Pengawasan masyarakat yaitu pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat,
berupa laporan atau pengaduan masyarakat tentang penyimpangan dan
kelemahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Prinsip Pelayanan
Kesederhanaan: Prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah
dipahami dan mudah dilaksanakan.
Kejelasan: Persyaratan teknis dan administratif pelayanan publik; Unit kerja/
pejabat yang berwenang dan bertanggungjawab dalam memberikan
pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan/sengketa dalam pelaksanaan
pelayanan publik;
Kepastian Waktu: Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam
kurun waktu yang telah ditentukan.
Akurasi: Produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat, dan sah.
Keamanan: Proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan
kepastian hukum.
Tanggung jawab: Pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat
yang ditunjuk bertanggungjawab atas penyelenggaraan pelayanan dan
penyelesaian keluhan/persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik.
Kelengkapan sarana dan prasarana: Tersedianya sarana dan prasarana kerja,
peralatan kerja dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan
sarana teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika).
Kemudahan Akses: Tempat dan lokasi serta sarana pelayanan yang memadai,
mudah dijangkau oleh masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi
telekomunikasi dan informatika.
Kedisiplinan, Kesopanan dan Keramahan: Pemberi pelayanan harus bersikap
disiplin, sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


47
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
KEPMEN PAN : Kep/26/M.Pan/2/2004

Prosedur Pelayanan
Prosedur pelayanan adalah rangkaian proses atau tata kerja yang berkaitan
satu sama lain, sehingga menunjukkan adanya tahapan secara jelas dan pasti
serta cara-cara yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu
pelayanan.
Prosedur pelayanan publik harus sederhana, tidak berbelit-belit, mudah
dipahami, dan mudah dilaksanakan, serta diwujudkan dalam bentuk Bagan
Alur (Flow Chart) yang dipampang dalam ruangan pelayanan.

Bagan Alur
Bagan Alur sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik karena
berfungsi sebagai:
- Petunjuk kerja bagi pemberi pelayanan
- Informasi bagi penerima pelayanan;
- Media publikasi secara terbuka pada semua unit kerja pelayanan mengenai
prosedur pelayanan kepada penerima pelayanan;
- Pendorong terwujudnya sistem dan mekanisme kerja yang efektif dan efisien;
- Pengendali (control) dan acuan bagi masyarakat dan aparat pengawasan untuk
melakukan penilaian/pemeriksaan terhadap konsistensi pelaksanaan kerja.

PERMENDAGRI NO 25 TAHUN 2007

BAB V Pasal 5 tentang PENANGANAN PENGADUAN


Penanganan pengaduan masyarakat dilakukan oleh Inspektorat Jenderal atau
dilimpahkan. Penanganan pengaduan oleh Inspektorat Jenderal sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan: tim Inspektoratl; tim antar unit kerja di
lingkungan PEMDA; dan tim antar/lembaga/instansi.
Penanganan pengaduan yang dilimpahkan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) disampaikan kepada: unit kerja di lingkungan PEMDA/lembaga/instansi;
dan Bupati.

B. Fitur Umpan Balik SIJARIEMAS

Penjabaran sub fitur dari skema tersebut adalah:


Menerima dan mencatat umpan balik dari Bidan Perujuk saat pasien pulang
Menerima dan mencatat umpan balik dari masyarakat (pasien) saat pasien pulang
Mengelola dan mendistribusikan umpan balik ke Fasilitas Kesehatan/Unit
terkait

Panduan Teknis SIJARIEMAS


48 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Mengukur tingkat kinerja terkait response time umpan balik tiap Faskes
Menjawab umpan balik kembali ke masyarakat
Meningkatkan partisipasi masyarakat (FMM) dalam pengelolaan umpan balik
masyarakat

Perumusan Alur dan Mekansime Umpan Balik


Alur dan mekanisme umpan balik yang disepakati merupakan inti fitur umpan balik
SIJARIEMAS. Dalam alur dan mekanisme umpan balik disepakati terkait dengan:
1. Bagaimana masyarakat dapat menyampaikan umpan balik/aspirasi terkait
pelayanan kesehatan yang mereka terima mengacu pada Maklumat Pelayanan
(MP) yang telah disepakati dengan fasilitas kesehatan. * Penjelasan lebih detail
tentang MP silahkan mengacu pada panduan Maklumat Pelayanan
2. Bagaimana alur mekanisme pengelolaan umpan balik dari masyarakat,
termasuk bagaimana pendistribusian dan follow up terhadap umpan balik
tersebut kepada SKPD maupun Unit terkait. Di sini juga penting untuk
disepakati berapa lama umpan balik tersebut harus ditanggapi. * Penjelasan
lebih detail tentang mekanisme umpang balik silahkan mengacu pada
panduan Mekanisme Umpan Balik
3. Unit Pengelola Pengaduan terbagi menjadi:
a. Unit Pengelola Umpan Balik. Unit ini adalah pengelola di Dinkes. Unit ini
akan bertanggung jawab untuk mengelompokkan dan mendistribusikan
aspirasi yang diterima kepada Faskes dan unit terkait.
b. Unit Pengelola Pengaduan di Faskes. Unit ini adalah unit yang berada di
masing-masing Fasilitas. Unit ini terdiri dari beberapa staf yang diberikan
tanggung jawab untuk menerima dan menjawab aspirasi ataupun masukan
dari SIJARIEMAS. Staff tersebut dikukuhkan dalam sebuah SK yang diterbitkan
oleh pimpinan di SKPD/fasilitas tersebut. Sebagai contoh di Puskesmas, Kepala
puskesmas menunjuk petugas Tata Usaha (TU) menjadi penanggung jawab hal
tersebut. Di Rumah Sakit, Direktur Rumah Sakit menunjuk Humas, dll.

Alur informasi umpan balik tersebut harus disepakati diawal oleh semua
pemangku kepentingan yang terdiri dari:
1. Dinas Kesehatan
2. Fasilitas Kesehatan terkait, puskesmas, Rumah Sakit dan stakeholder terkait
lainnya
3. Pemangku kepentingan lainnya yang terkait seperti masyarakat, forum
masyarakat, media.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


49
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Ilustrasi alur data umpan balik dan contoh respon dari Fitur Umpan Balik
SIJARIEMAS

C. SOP Pengelolaan Umpan Balik

Setelah Alur Mekanisme Umpan Balik disepakati dan dituangkan dalam annex
Perjanjian Kerjasama (PK) Jejaring maka diperlukan sebuah SOP sebagai acuan
bagi para petugas pelaksana. SOP Pengelolaan Umpan Balik SIJARIEMAS secara
umum berisi beberapa poin kunci antara lain:
1. Menjelaskan Pengertian Umum
2. Menjelaskan Tujuan
3. Alur Mekanisme Umpan Balik yang disepakati termasuk:
a. Tata cara pengelolaan umpan balik termasuk alur umpan balik.
b. Format penyampaian pesan aspirasi dan jawaban
c. Alamat pengiriman (SMS, telepone, email, website, Kotak Saran)
d. Standar response time
e. Tanggung jawab masing-masing unit pengelola umpan balik
f. dll
4. Unit Terkait
5. Dokument Terkait

Panduan Teknis SIJARIEMAS


50 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Selain SOP yang berbentuk narasi, juga harus ada SOP yang berbentuk alur atau
diagram. SOP berbentuk alur ini akan di tempelkan dicetak dan distribusikan
ke seluruh unit yang memanfaatkan Umpan Balik SIJARIEMAS baik di tingkat
Dinkes, RS, Puskesmas maupun SKPD lainnya. Diagram tersebut wajib untuk
dicetak dan ditempelkan di tempat dimana Petugas Pengelola Umpan Balik
berada (Yanmed, Humas ataupun TU) dan juga di tempat dimana Maklumat
Pelayanan dan Kotak Saran berada bersamaan dengan poster Pengelolaan
Umpan Balik. Hal ini dimaksudkan agar alur dan mekanisme umpan balik
yang dilaksanakan tersebut dapat sesuai dengan SOP yang disepakati karena
diingat dan dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan dan petugas
penanggung jawab terkait.
*) Contoh dari SOP dapat dilihat pada annex 1

Untuk SOP Internal di masing masing Fasilitas, pada umumnya sudah ada
mekanisme yang berjalan ditingkat Faskes baik yang mengatur bagaimana
komunikasi internal antara dalam merespon aspirasi yan dikirimkan oleh
masyarakat. Mekanisme umpan balik SIJARIEMAS mengandalkan pada
mekamisme internal Humas dan TU yang mungkin akan sangat bervariasi antar
masing-masing Faskes.

SOP yang disepakati perlu untuk ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan
maupun pimpinan masing-masing RS ataupun Faskes terkait.

Promosi dan Sosialisasi

Fitur Umpan Balik SIJARIEMAS merupakan sebuah mekanisme yang bersifat


pasif dimana, sistem tersebut dapat berjalan dengan optimal apabila digunakan
oleh masyarakat secara maskimal. Agar masyarakat mengetahui tentang
layanan publik ini maka diperlukan usaha-usaha untuk mempromosikan dan
menyosialisasikannya antara lain:
1. Dikaitkan dengan program promosi Promkes Dinas Kesehatan, Pemerintah
Kabupaten, dan SKPD lainnya termasuk Rumah Sakit.
2. Melalui media promosi SIJARIEMAS Poster, stiker, Buku KIA.
3. Melalui media elektronik seperti radio, koran daerah, dll.
4. Melalui Forum Masyarakat untuk mengkoordinir umpan balik dari
masyarakat.
5. Melalui MKIA kepada para bumil dan masyarakat dampingan
6. Melalui Tenaga Kesehatan di lini depan seperti bidan desa, bidan koordinasi,
bidan praktek swasta.
7. Melalui aparat pemerintah dimasyarakat.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


51
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Bagian V
PEndampingan

Tim pendamping terdiri dari tenaga yang ditunjuk sebagai berikut:

1. Penanggung Jawab KIA.


2. IT Dinas Kesehatan.
3. IT Rumah Sakit.
4. Dokter Penjawab Rujukan RS.
5. Bidan Penjawab Rujukan RS.
6. Bidan Perujuk/Bidan Koordinator.

Dalam proses pendampingan, pemilihan siapa yang akan membantu


pendampingan di kabupaten baru akan disesuaikan dengan setiap kebutuhan
dan target audience. Sebagai contoh pada proses awal pendampingan akan
lebih banyak yang berperan adalah Dokter dan Bidan sebagai end user dari
SIJARIEMAS. Mereka akan berperan dalam memberikan pemahaman dan
berbagi tentang praktek baik/best practice dari pemanfaatan SIJARIEMAS di
kabupaten mereka sebagai salah satu langkah untuk menekan AKI dan AKB.
Pada kegiatan selanjutnya dimana lebih teknis seperti pendampingan dan
orientasi pengguna SIJARIEMAS maka Bidan pendamping akan dibantu
oleh tenaga IT dari Dinkes ataupun RS sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Berikut adalah fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota:

Panduan Teknis SIJARIEMAS


53
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
54 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 1

Alur Rujukan SIJARIEMAS Gawat Darurat

Penjabaran alur secara garis besar :


1. Perujuk memutuskan untuk melakukan rujukan ibu ataupun neonatus.
2. Perujuk melakukan komunikasi rujukan SIJARIEMAS menggunakan SMS dan
Call Center.
3. Untuk penggunaan telepon, Bidan IGD Maternal dan Neonatal RS wajib
untuk input informasi yang didapatkan kedalam SIJARIEMAS sesuai dengan
form yang ada. Apabila terjadi sesuatu hal sehingga tidak memungkinkan
untuk diinput secara langsung, maka bidan wajib mencatatnya dalam format
manual yang tersedia. *) contoh format terlampir di annex.
4. Apabila bidan tidak menentukan tujuan pertama rujukan, maka secara
otomatis SIJARIEMAS akan mengirimkan informasi rujukan tersebut ke
prioritas tujuan rujukan sesuai dengan alur rujukan yang disepakati. Pada
umumnya, prioritas rujukan diatur sesuai dengan jarak. Untuk kasus khusus,
maka alur rujukan diatur berdasarkan kompentensi dan kesiapan sarana
prasarana gawat darurat.
5. Bidan IGD Maternal dan Neonatal RS melakukan konsultasi dengan
dokter jaga. Untuk kasus-kasus tertentu, dokter jaga atau bidan wajib
mengkonsultasikannya dengan dokter spesialis baik secara langsung tatap
muka ataupun melalui telepon. Untuk konsultasi melalu telepon, bidan wajib
untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan mencatat instruksi
dari dokter spesialis. Selain dicatat, intruksi tersebut wajib untuk dibacakan

Panduan Teknis SIJARIEMAS


55
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
kembali dan mendapat konfirmasi dari dokter spesialis. Konsultasi tersebut
wajib dimasukkan kedalam SIJARIEMAS ataupun kedalam form manual
yang tersedia. Catatan paling tidak berisikan: nama pasien, kasus, tindakan
pra rujuk, dokter spesialis yang dikonsul, waktu konsultasi, instruksi dan
konfirmasi instruksi. Apabila konsultasi dilakukan per telepon, maka bidan
wajib merekap form konsultasi untuk kemudian dimintakan tandatangan
kepada dokter spesialis tersebut pada saat bertemu.
6. Dokter spesialis memberikan advis sesuai kasus rujukan dan memberikan
instruksi persiapan gawat darurat.
7. Bidan IGD Maternal dan Neonatal RS melakukan notifikasi kewaspadaan
kepada unit/staf terkait lainnya seperti bagian administrasi, bagian UPTD,
ambulance, bagian perinasia, bagian kebidanan, dan lain-lain.
8. Bidan IGD Maternal dan Neonatal RS menjawab rujukan (Terima, Alihkan,
Kembalikan) disertai saran tata laksana stabilisasi yang sudah dikonsultasikan
dengan dokter spesialis/dokter jaga. Dalam kasus tertentu bidan senior juga
dapat memberikan advis tata laksana sesuai dengan protap yang berlaku.
9. Bidan perujuk melakukan kofirmasi rujukan gadar, dan membawa pasien ke
lokasi rujukan penerima.
10. SIJARIEMAS merekam setiap proses dan waktu dalam penanganan di IGD
maupun perawatan. Selain itu Bidan di IGD, maupun perawatan wajib untuk
mengisi kesimpulan/summary tindakan di masing-masing bagian/ proses.
11. Pasien pulang hidup, meninggal atau dirujuk kembali ke tujuan rujukan yang
lebih tinggi.
12. Resume medis diinput oleh penanggung jawab di ruang perawatan. Atau
apabila tidak ada fasilitas SIJARIEMAS di maternal, lembar tersebut bisa
diinput kemudian di komputer yang menggunakan SIJARIEMAS.
13. Bidan desa/puskesmas melakukan kunjungan tindak lanjut/follow up dan
follow on.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


56 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Alur Rujukan Terencana

Penjabaran alur secara garis besar:


1. Setiap Bumil termasuk dengan Bumil RISTI yang didata oleh Bidan Desa,
Puskesmas, maupun kaden MKIA didaftarkan ke dalam SIJARIEMAS secara
manual diinput ke dalam sistem oleh penanggung jawab rujukan di tingkat
kabupaten/puskesmas.
2. Bumil juga dapat melakukan registrasi secara mandiri menggunakan SMS.
3. Data Bumil RISTI dijadikan bahan perencanaan di tingkat RS dan Dinkes.
4. Laporan Bumil RISTI dilaporkan ke dokter spesialis untuk diberikan advis
tindakan.
5. SMS berisi informasi kesehatan kehamilan terkirim secara rutin ke Bumil
sesuai umur kehamilan.
6. Untuk Bumil RISTI, SMS akan terkirim ke Bidan Desa, Bikor dan P4K terdaftar
untuk persiapan komplikasi persalinan.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


57
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
58 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
59
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
60 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
61
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
62 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
63
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 4.

Contoh Kebutuhan Biaya Sarana & Prasarana Implementasi SIJARIEMAS:


ANNEX 5.

Alur Data dan Komunikasi Pelaporan Cepat Kematian Ibu dan Bayi Baru
Lahir Melalui SIJARIEMAS
ANNEX 6.

DAFTAR TILIK MONEV


PENILAIAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN SIJARIEMAS DI RUMAH SAKIT

Panduan Teknis SIJARIEMAS


66 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
67
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 7.

DAFTAR TILIK MONEV


PENILAIAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN SIJARIEMAS DI PUSKESMAS

*) Laporan bulanan yang dimaksud terlampir

Panduan Teknis SIJARIEMAS


68 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 8.

LAMPIRAN PERBANDINGAN JUMLAH RUJUKAN DI RS DENGAN JUMLAH


SMS RUJUKAN SIJARIEMAS

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Ttl
JUMLAH
RUJUKAN
MELALUI
SIJARIEMAS
JUMLAH
TOTAL
RUJUKAN
KE RS
JUMLAH
RUJUKAN
DIJAWAB
KURANG
DARI
10 MENIT
JUMLAH
ASPIRASI
DITANGGAPI
OLEH RS

Keterangan :
- Jumlah Rujukan SIJariEMAS dihitung dari data aplikasi Sijariemas atau laporan
Call Center SIJariEMAS Kabupaten.
- Jumlah Total Rujukan dihitung dari Laporan Rujukan misalnya RL3 atau dari
Register Partus.
- Jumlah Rujukan yang direspon kurang dari 10 menit dihitung dari data
aplikasi SIJariEMAS atau dari laporan call center kabupaten.
- Jumlah aspirasi yang ditanggapi dihitung dari data aplikasi SIJariEMAS atau
dari laporan call center kabupaten.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


69
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 9.

DAFTAR TILIK DAN CATATAN KUNJUNGAN PENDAMPINGAN SIJARIEMAS


DI FASILITAS KESEHATAN

Nama Fasilitas Kesehatan :


Tanggal Kunjungan Pendampingan :
Nama Pendamping :

Petunjuk:
Beri tanda centang () pada kotak teks () yang ada di depan teks pada kolom Hasil
Pengamatan/Wawancara jika kondisi yang ada sesuai. Kosongkan kotak teks jika
kondisi yang ada tidak sesuai.
Pada kolom Keterangan/Catatan, tuliskan hal-hal yang mendukung atau informasi
lanjutan terkait isian kotak teks pada kolom Hasil Pengamatan/Wawancara

Daftar tilik ini menjadi salah satu bahan untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut
kegiatan kunjungan pendampingan.

NO MATERI HASIL KETERANGAN/


PENGAMATAN/WAWANCARA CATATAN
1. Alur Komunikasi Rujukan Sudah ada kesepakatan alur komunikasi
rujukan sesuai dengan alur rujukan
sesungguhnya dalam PK
Setting alur komunikasi rujukan dan
prioritas tujuan diatur sesuai dengan
kesepakatan PK
Pengaturan Setting alur komunikasi
rujukan SIJARIEMAS dikerjakan oleh
Petugas di Fasilitas Kesehatan
Dilakukan review setting alur rujukan
secara berkala.
2
Perangkat Akses Perangkat akses SIJARIEMAS tersedia
SIJARIEMAS di semua ruang terkait (IGD, Maternal,
Perinatology, Poly)
Semua perangkat komputer beserta unit
pengeras suara yang digunakan berfungsi
dengan baik/sesuai kebutuhan
Koneksi Internet tersedia untuk
menjalankan aplikasi SIJARIEMAS
Tersedia nomor akses khusus gawat
darurat yang dapat diakses langsung
secara 24/7
3
Petugas/Pengguna Terdapat petugas yang bertanggung jawab
SIJARIEMAS dan berperan mengoperasikan perangkat
akses SIJARIEMAS di setiap ruang terkait
Setiap Shift Petugas Jaga di setiap ruang
terkait terdapat petugas yang bisa
mengoperasikan perangkat untuk akses
SIJARIEMAS
Terjadi komunikasi antarunit terkait pada
saat menjawab permintaan rujukan/
memproses informasi rujukan

Panduan Teknis SIJARIEMAS


70 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Petugas penanggung jawab dan pengelola
SIJARIEMAS mampu mensosialisasikan dan
mendorong seluruh perujuk menggunakan
SIJARIEMAS
4 Petunjuk Penggunaan Tersedia SPO Penggunaan Komunikasi
Rujukan SIJARIEMAS, yang mudah diakses
Tersedia panduan penggunaan SIJARIEMAS
di masing-masing ruang terkait
Tersedia kartu nama gawat darurat/ job
aids/poster/stiker mengenai penggunaan
SIJARIEMAS di tempat-tempat yang
semestinya ada
5 Pengelolaan Aplikasi Semua permintaan rujukan melalui
SIJARIEMAS (Khusus SIJARIEMAS dijawab dan diberikan saran
Rumah Sakit) stabilisasi sesuai SOP klinis yang berlaku
Jawaban rujukan diberikan dibawah
ambang batas waktu response time yang
disepakati
Semua permintaan rujukan yang diterima
dicatat summary medis penanganannya di
IGD
Semua permintaan rujukan yang diterima
dicatat summary medis perawatannya
Semua permintaan rujukan yang diterima
diproses pencatatan rujukan baliknya
Semua informasi rujukan terencana
diterima di Poly dan diberikan advice oleh
petugas terkait / dokter specialist.
SIJARIEMAS diintegrasikan dengan aplikasi
terkait di fasilitas kesehatan
6
Manajeman Implementasi Terdapat penugasan yang jelas (tersurat)
dalam pengelolaan SIJARIEMAS di fasilitas
kesehatan
Manajemen RS maupun Dinas Kesehatn
melakukan monitoring dan evaluasi
penggunaan SIJARIEMAS
Dilakukan latihan (drill) terjadwal dalam
pemanfaatan SIJARIEMAS di fasilitas
kesehatan
Pembiayaan dianggarkan oleh manajemen
RS atau Dinas Kesehatan
7 Praktek Baik Teridentifikasi adanya praktek-praktek baik
yang perlu disebarluaskan ke pihak lain
Praktek baik yang ada ditularkan ke unit
lain di dalam fasilitas kesehatan
8
Tantangan Implementasi Terdapat tantangan-tantangan dalam
penggunaan SIJARIEMAS di fasilitas
kesehatan.
Tantangan-tantangan yang dihadapi
dibahas dengan bagian terkait

Panduan Teknis SIJARIEMAS


71
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 10.

DAFTAR TILIK DAN CATATAN KUNJUNGAN PENDAMPINGAN


PENGELOLAAN UMPAN BALIK SIJARIEMAS DI FASILITAS KESEHATAN

Nama Fasilitas Kesehatan :


Tanggal Kunjungan Pendampingan :
Nama Pendamping :

Petunjuk:
Beri tanda centang () pada kotak teks () yang ada di depan teks pada kolom Hasil
Pengamatan/Wawancara jika kondisi yang ada sesuai. Kosongkan kotak teks jika
kondisi yang ada tidak sesuai.
Pada kolom Keterangan/Catatan, tuliskan hal-hal yang mendukung atau informasi
lanjutan terkait isian kotak teks pada kolom Hasil Pengamatan/Wawancara

Daftar tilik ini menjadi salah satu bahan untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut
kegiatan kunjungan pendampingan.

NO MATERI HASIL KETERANGAN/


PENGAMATAN/WAWANCARA CATATAN
1 Perangkat Akses Perangkat untuk akses mengelola umpan
balik SIJARIEMAS tersedia di ruang unit
terkait
Semua perangkat komputer yang
digunakan berfungsi dengan baik/sesuai
kebutuhan
Koneksi Internet tersedia untuk
menjalankan aplikasi SIJARIEMAS
2 Petugas Terdapat petugas yang berperan menerima
dan mengelola umpan balik melalui
SIJARIEMAS di setiap unit terkait
Terjadi komunikasi antar unit terkait pada
saat memproses dan menindaklanjuti
umpan-balik yang diterima melalui
SIJARIEMAS
3 Petunjuk Penggunaan Tersedia SPO Pengelolaan Umpan Balik
memanfaatkan umpan balik SIJARIEMAS,
yang mudah diakses
Tersedia panduan penggunaan SIJARIEMAS
di masing-masing ruang terkait
Tersedia job aids/poster/stiker mengenai
penggunaan umpan balik SIJARIEMAS di
tempat-tempat yang semestinya ada
4 Pengelolaan Aplikasi Semua data umpan balik yang masuk
melalui SIJARIEMAS dikelola sebagai data
Internal atau Publik
Semua umpan balik yang masuk melalui
SIJARIEMAS diklasiifikasikan.
Semua umpan balik yang masuk melalui
SIJARIEMAS didistribusikan kepada
lembaga/unit terkait

Panduan Teknis SIJARIEMAS


72 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Semua umpan balik yang masuk melalui
SIJARIEMAS yang perlu tanggapan
disampaikan tanggapannya
Semua umpan balik yang masuk melalui
SIJARIEMAS yang perlu tindakan
disampaikan tindakannya
Semua umpan balik yang masuk melalui
SIJARIEMAS yang telah seselai diproses,
dicatat statusnya.
5
Manajeman Implementasi Terdapat penugasan yang jelas (tersurat)
dalam pengelolaan umpan balik
SIJARIEMAS di faskes/Dinkes
Manajemen melakukan monitoring
dan evaluasi penggunaan umpan balik
SIJARIEMAS
Pendanaan/pembiayaan dianggarkan oleh
manajemen
6 Praktek Baik Teridentifikasi adanya praktek-praktek baik
yang perlu disebarluaskan ke pihak lain
Praktek baik yang ada ditularkan ke unit
lain di dalam faskes/Dinkes
7
Tantangan Implementasi Terdapat tantangan-tantangan dalam
penggunaan SIJARIEMAS di faskes/Dinkes.
Tantangan-tantangan yang dihadapi
dibahas dengan bagian terkait

Panduan Teknis SIJARIEMAS


73
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 11.

RENCANA TINDAK LANJUT KUNJUNGAN PENDAMPINGAN SIJARIEMAS

Nama Fasilitas Kesehatan :


Tanggal Kunjungan Pendampingan :
Nama Pendamping :

Panduan Teknis SIJARIEMAS


74 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 12.

Ilustrasi Implementasi SIJARIEMAS di Rumas Sakit Jejaring

Unit SIJARIEMAS beroperasi di IGD RSBK menggunakan 1 unit komputer yang terhubung
dengan layar monitor 32 inch.

Unit SIJARIEMAS beroperasi di IGD RSUD Majalaya menggunakan 1 unit komputer yang
terhubung dengan layar monitor 32 inch.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


75
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Unit SIJARIEMAS beroperasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menggunakan
layar monitor LED 50 inch.

Petugas Call Center SIJARIEMAS kabupaten Bogor menjawab rujukan melalui


SIJARIEMAS.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


76 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Koordinasi antara bidan, dokter Jaga dan dokter Obgyn dalam penanganan kasus gawat
darurat maternal dan neonatus yang difasilitasi oleh SIJARIEMAS.

Impelementasi SIJARIEMAS di IGD RSUD Waled. Unit akses SIJARIEMAS terhubung


dengan layar 43 Inch.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


77
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Dokter Jaga RSUD Karawang memberikan advis / konsul gawat darurat setelah menerima
informasi rujukan melalui SIJARIEMAS.

Petugas IGD RSUD Cibinong mensosialisasikan pemanfaatan SIJARIEMAS ke setiap


perujuk yang belum memanfaatkan fasilitas ini.

Panduan Teknis SIJARIEMAS


78 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
ANNEX 13.

Contoh Media Promosi

Panduan Teknis SIJARIEMAS


79
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
80 Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal
Panduan Teknis SIJARIEMAS
81
Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Noenatal