Anda di halaman 1dari 4

39

BAB 3

ANALISIS KASUS

3.1 Deskripsi Kasus

Penelitian dilakukan di TKLB/C AKW Kumara II Surabaya.

Dimanakondisianak retardasi mental mengalami keterlamabatan

kemampuan motorik kasar dan motorik halus, keterlambatan kemampuan

motorik kasar yaitu,berdiri 1 kaki 6 detik, berjalan tumit ke jari kaki,

berdiri 1 kaki 5 detik, berdiri 1 kaki 4 detik dan pada keterlambatan

motorik halus yaitu mencontoh, menggambar orang 6 bagian, mencontoh

dan ditunjukkan. Pada penelitian ini akan diambil 2 responden anak

retardasi mental berusia 6 tahun yang mengalami keterlambatan

kemampuan motorik kasar dan motorik halus.

3.2 Desain Penelitian


Dalam penelitian ini mengguanakan rancangan studi kasus. Pada

penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu : (1). Mengidentifikasi

kemampuan motorik kasar dan motorik halus pada anak retardasi mental

ringan. (2). Menganalisis kemampuan motorik kasar dan motorik halus

pada anak retardasi mental ringan (3). Mengevaluasi kemampuan motorik

kasar dan motorik halus pada anak retardasi mental ringan.

Rancangan ini akan mengetahui kemampuan motorik pada anak

retardasi mental usia 6 tahun di TKLB/C AKW Kumara II Surabaya.

Kriteria sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 anak. Anak

retardasi mental yang mengalami keterlambatan dalam motoriknya yaitu

motorik kasar dan motorik halus.


40

3.3 Unit Analisis dan Kriteria Intepretasi


3.3.1 Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Mengidentifikasi kemampuan motorik kasar:


- Berdiri satu kaki 6 detik
- Berjalan tumit ke jari kaki
- Berdiri satu kaki 5 detik
- Berdiri satu kaki 4 detik

(Santoso Heru, 2009).

2. Mengidentifikasi kemampuan motorik halus:


- Mencontoh
- Menggambar anggota tubuh 6 bagian
- Mencontoh dan di tunjukkan
- Memilih garis yang lebih panjang

(Santoso Heru, 2009).

3.3.2 Kriteria Intepretasi


Kriteria Interpretasi dalam penelitian ini adalah dengan

mengobservasi kemampuan motorik kasar dan motorik halus pada anak

retardasi mental dengan menggunakan lembar observasi DDST. Observasi

dimulai dari pengambilan anak usia 6 tahun kemudian anak

mengaplikasikan 4 item yang berada disebelah kiri garis umur dengan di

bimbing oleh peneliti. Setelah mengaplikasikan 4 item tersebut, jika anak

dapat mengaplikasikan sesuai dengan item maka diberi nilai P/Pass (anak

dapat melakukan) dan jika anak tidak dapat mengaplikasikan sesuai

dengan itemmaka diberi nilai F/Fail (anak tidak mampu melakukan).

Dikatakan normal bila tidak ada delay dan 1 caution, dikatakan suspect

bila didapatkan 2/lebih caution atau bila didapatkan 1 atau lebih delay, dan

dikatakan untestable bila ada score menolak satu ataulebih item disebelah

kiri garis umur.


3.4 Etik Karya Tulis Ilmiah
41

Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan permohonan izin kepada

Kepala Sekolah dan guru wali kelas di TKLB/C AKW Kumara II

Surabaya. Setelah mendapatkan persetujuan kegiatan pengumpulan data

bisa dilakukan dengan menekankan masalah etika menurut I Ketut

Swarjana (2012) yang meliputi:

3.4.1 Lembar Persetujuan Menjadi Responden (Informed Consent)

Lembar persetujuan yang diberikan pada responden sebagai subjek

yang akan diteliti. Subjek bersedia diteliti apabila telah menandatangani

lembar persetujuan, sebaliknya jika menolak maka peneliti tidak akan

memaksa diri dan tetap menghormati hak responden. Tujuannya adalah

subjek mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang

diteliti selama pengumpulan data.

3.4.2 Tanpa Nama (Anonimity)

Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak akan

mencantumkan nama responden, alamat lengkap, ciri fisik dan gambar

identitas lainnya yang mungkin dapat mengidentifikasi responden.

3.4.3 Kerahasiaan (Confidentiality)

Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden dirahasiakan

oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang di butuhkan yang akan

disajikan sehingga rahasianya tetap terjaga.

3.4.4 Beneficience dan Non-maleficience


42

Etika penelitian ini menuntut penelitian yang dilakukan

memberikan keuntungan atau manfaat dari penelitian. Proses penelitian

yang dilakukan juga diharapkan tidak menimbulkan kerugian atau

meminimalkan kerugian yang mungkin ditimbulkan. Keuntungan dari

dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik

kasar dan motorik halus pada responden tanpa memberikan terapi selain

dari SLB dan tidak menimbulkan kerugian apapun pada respondens.

3.4.5 Keadilan (Justice)

Prinsip adil pada penelitian diterapkan pada semua tahap

pengumpulan data, misalnya pada pemilihan sampel dan pemberi perlakuan.

Proses pelaksanaan penelitian yang melibatkan beberapa partisipan harus

mendapatkan manfaat yang hampir sama.