Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MAKALAH UNIT OPERASI I

SCREW CONVEYOR

Disusun Oleh :

1. Cahya Puji Lestari 21030114120071

2. Charis Achmad Tajuddin 21030114120105

3. Ernisa Ismirani 21030114130202

4. Jayu Setyaningrum 21030114120060

5. Sonya Hakim Raharjo 21030114120075

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2015
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pesawat pemindah material merupakan perangkat yang sangat penting dalam
dunia industri terutama untuk meningkatkan produktivitas keIja dan effisiensi, waktu,
namun pemilihan jenis pesawat pemindah material yang akan digunakan harus
disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang meliputi kapasitas yang dibutuhkan, daerah
pemindahan material (jarak dan tingkat kesulitan medan), dan karakteristik material yang
akan dipindah. Screw conveyor sebagai alat pemindah material mempunyai beberapa
keuntungan antara lain: desain yang sederhana, pemeliharaan mudah, dimensi lebamya
kecil dan lubang pengeluaran dapat dibuat disetiap tempat pada tabung penutup. Kondisi
ini belum menjamin kinerja screw conveyor yang optimal dalam memindah material,
sehingga kemiringan screw conveyor perlu diperhatikan untuk mendapatkan kapasitas
pemindahan material yang dibutuhkan. Penggunaan screw conveyor dengan sudut
inclinasi pada kondisi terbatasnya peralatan dan lokasi penempatan mempengaruhi
kapasitas angkut material yang dipindah.

Material yang diangkut/dipindah dengan screw conveyor terbatas pada material


curah. Namun demikian perencanaan screw conveyor cukup mudah, perawatan cukup
mudah, ukuran tidak terlalu besar, memungkinkan pengeluaran material dari pesawat
(discharge) di berbagai tempat di sepanjang casing. Dengan perencanaan khusus dapat
dipakai untuk pemadatan material dari jenis dust (bubuk).

B. Rumusan Masalah

1. Screw conveyor hanya digunakan untuk memindah material bubuk

2. Diameter screw dan diameter poros yang digunakan

3. Daun screw menggunakan tipe sectional dengan satu alur (single screw), dua alur (double
screw) dan tiga alur (triple screw)

4. Lubang pengeluaran hanya terdapat pada ujung lintasan

5. Kategori screw conveyor yang digunakan adalah jenis incline screw conveyor
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Screw Conveyor


Screw conveyor merupakan salah satu jenis alat pemindah bahan yang
berbentuk ulir. Alat ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi
suatu sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight.
Bagian utamanya adalah poros yang dilengkapi screw yang berputar dalam casing,
poros tersebut diputar oleh motor yang terletak pada sisi luar casing. Fungsinya
adalah untuk mengangkut bahan padat berbentuk halus atau bubur.
Selain sebagai alat pemindah material bisa juga dipakai sebagai pencampur,
penghancur dan pengayak. Selain itu screw conveyor juga bisa dimodifikasi berfungsi
sekaligus pemanas atau pendingin dengan menggunakan jacketed housing.

Komponen Screw Conveyor

B. Jenis-jenis Screw Conveyor


Flight pengaduk ini dibuat dari flight biasa, yaitu dengan cara memotong-
motong flight biasa lalu membelokkan potongannya ke berbagai arah. Untuk
mendapatkan conveyor panjang yang lebih sederhana dan murah, biasanya conveyor
tersebut itu disusun dari conveyor-conveyor pendek. Sepasang conveyor pendek
disatukan dengan sebuah penahan yang disebut hanger dan disesuaikan pasangan
pilinannya. Tiap conveyor pendek mempunyai standar tertentu sehingga dapat
dipasang dengan conveyor pendek lainnya, yaitu dengan cara memasukkan salah satu
poros sebuah conveyor ke lubang yang terdapat pada poros conveyor yang satunya
lagi.

Standard Full Pitch


Digunakan untuk mengangkut material secara horizontal atau sedikit condong.

Half Pitch
Digunakan sebagai screw conveyor pengumpan dan conveyor yang condong lebih
dari 20o

Double Flight Full Pitch


Digunakan dalam conveyor yang membutuhkan pelepasan material.

Ribbon
Digunakan untuk mengangkut material yang lengket.

Cut
Digunakan untuk mencampur material dalam conveyor.

Cut and Fold


Digunakan untuk mencampur material dalam conveyor serta meningkatkan waktu
retensi material dalam conveyor.
Varied Pitch
Digunakan sebagai screw conveyor pengumpan dan untuk mengangkut material yang
jumlahnya sama.

Cone with Consistent Pitch


Digunakan sebagai screw conveyor pengumpan dimana diinginkan pengisian material
di sepanjang inlet.

Cone with Varied Pitch


Digunakan sebagai screw conveyor pengumpan dimana diinginkan pengisian material
yang spesifik di sepanjang inlet.

C. Cara Kerja Screw Conveyor

Alat ini terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang tertancap
pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U (through) tanpa
menyentuhnya sehingga helical fin mendorong material ke trough. Shaft digerakkan
oleh motor gear. Conveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft yang dapat bersatu
untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya bervariasi dari 3 sampai 24 in.

Saluran (through) berbentuk setengah lingkaran dan disangga oleh kayu atau
baja. Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive end yang
kemudian dihubungkan dengan alat penggerak. Elemen screw conveyor disebut flight
. bentuknya helical atau dengan modifikasi tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya
berupa pita memanjang dan dengan alat penyangga pada masing-masing belitan dan
berakhir pada as sentral.

Screw conveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan mekanik


serta membutuhkan biaya yang sedikit. Material bercampur saat melewati conveyor.
Pada umumnya srew conveyor dipakai untuk mengangkut bahan secara horizontal.
Namun bila diinginkan dengan elevasi tertentu bisa juga dipakai dengan mengalami
penurunan kapasitas 25-45% dari kapasitas horisontalnya. Elevasi 10 0 terjadi
penurunan kapasitas 15%, Elevasi 150 terjadi penurunan kapasitas 20% dan Elevasi
200 terjadi penurunan kapasitas 40%.

D. Pemilihan tipe

Untuk pemilihan tipe dari konveyer didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain
yaitu :

1. Kapasitas produksi dan dari bahan yang akan di load

2. Jenis bahan (tekstur, bentuk, ukuran)

3. Kegunaan atau tujuan lain selain untuk mengantarkan matrial misalnya seperti untuk
mixing atau size reducting

4. Ketersediaan ruang operasi

5. Karakteristik produk yang yang diharapkan

Kelebihan Screw Conveyor

1. Dapat dengan mudah dipasang di lokasi industri.


2. Bisa digunakan sebagai alat pencampur material.
3. Dapat mengluarkan material pada berbagai titik yang dikehendaki. Hal ini penting bagi
material yang berdebu(dusty dan material panas, material berbau.
Kekurangan Screw Conveyor

1. Tidak dapat digunakan untuk pemindahan bahan bongkah besar (large-lumped), mudah
hancur (easily-crushed),abrasive,dan material mudah menempel(sticking material).Beban
yang berlebihan akan mengakibatkan kemacetan, merusak poros dan screw berhenti.
2. Screw pada conveyor ini mengakibatkan adanya gesekan material terhadap screw dan
through yang berakibat pada konsumsi daya tinggi. Oleh karena itu conveyor yang
digunakan untuk kapasitas rendah sampai sedang (sampai 100m3/jam) dan panjang
biasanya 30 m sampai 40 m.

E. Pemilihan bahan conveyor

Dalam menentukan bahan yang digunakan dapat disesuaikan terhadap matrial yang
nantinya akan diolah misalnya untuk conveyor yang digunakan sebagai pengolah makanan
bahan yang digunakan merupakan bahan yang tidak bereaksi dengan makana dan tidak
mudah berkarat misalnya stenlisteal, sedangkan di industri semen yang memerlukan
ketahanan akan suhu tinggi dan kekuatan untuk membawa dan melakukan size redicting
bahan matrial diperlukan jenis bahan penyusun conveyor yang sesuai untuk kondisi
tersebut bisa digukana alloy atau paduan logam sehingga sifatnya bisa lebih kuat.
Terkadang screw conveyor juga conveyor dituntut untuk memiliki ketahanan terkadap
tingkat korositivitas yang tinggi ketika mungkin untuk membawa obat atau bahan kimia,
sehingga dapat digunakan bahan dari komposit atau gelas sebagai bahan untuk
conveyornya.
Penentuan diameter conveyor
Pada penentuan diameter flight pada conveyor dapat didasarkan pada bahan atau matrial
apa yang akan diolah, kapasitas pabrik (Agung Seno).

F. Perhitungan Pada Screw Conveyor


Gambar 2.13. Sket Screw conveyor

ds = diameter screw (inchi)


dp = diameter poros (inchi)
Untuk menentukan pitch screw (p) dapat dihitung dengan rumus berikut:
1
p=d tg
2 2

p=2 d tg
2
Bila panjang poros penggerak adalah l (inchi) maka banyaknya screw (n) adalah:
1
n=
p
Sedangkan kecepatan dorong muatan adalah:
p xn
v=
6000
Dimana n adalah putaran poros penggerak conveyor (rpm)
Kapasitas screw conveyor dalam ft3/jam rpm (CEMA-screw conveyor, 1971:25)
C 0.7854 ( Ds2 Dp2 ) P K 60
=
rpm 1728
Dimana:
C = Kapasitas screw conveyor dalam ft3/jam
Ds = diameter screw conveyor (inchi)
Dp = diameter pipa (inchi)
P = pitch dariscrew conveyor (inchi)
K = prosentase dari pembebanan tabung (%)

Kecepatan screw conveyor dapat dihitung dengan rumus (CEMA-screw conveyor,


191:25)
kapasitas yang direncanakan
N (kecepatan ulir)=
kapasitas conveyor per jam per rpm
Daya untuk memutar screw conveyor
Daya yang dibutuhkan adalah daya total dari gesekan conbveyor (HPf) dan daya untuk
memindahkan material pada ukuran terrtentu (HPm) dikalikan dengan factor beban lebih
(FO) dan dibagi efisiensi penggerak total (e) (CEMA-screw conveyor 1971:36):
Ls N Fd Fb
HPf =
100000
Dimana:
L = panjang dari conveyor dalam ft
N = kecepatan screw conveyor dalam rpm
Fd = diameter conveyor factor
Fb = hanger bearing factor
C Ls W Ff Fm Fp
HPm=
100000
Dimana:
C = Kapasitas screw conveyor dalam ft3/jam
W = berat jenis material dalam lbs/ft3
Ff = Flight factor
Fm= Material factor
Fp = Paddle factor
( HPf + HPm ) Fo
HP=
e
Dimana:
Fo = over load factor
E = efisiensi penggerak (%)
HPm= daya untuk memindahkan material (HP)
HPf= daya total karena gesekan conveyor (HP)

Pertanyaan-pertanyaan:
1. Apa saja jenis bahan yang diangkut?
2. Bagaimana pengaruh sistem putar?
3. Mungkinkah jika ada bahan/material yang terselip?
4. Apa peran screw conveyor di bidang industri?

Jawaban:
1. Jenis bahan yang diangkut antara lain bahan-bahan yang berbentuk serbuk, granula,
gumpalan kecil-kecil.
2. Sistem putar tidak mempengaruhi apa-apa, karena hanya berbeda arah putarnya saja, tidak
mempengaruhi proses maupun hasil yang dicapai.
3. Mungkin saja, apabila material bersifat agak lengket ataupun berbentuk granula sehingga
memungkinkan adanya peristiwa tersebut
4. Sebagai alat pemindah.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Screw conveyor merupakan salah satu jenis alat pemindah bahan yang berbentuk
ulir. Selain sebagai alat pemindah material bisa juga dipakai sebagai pencampur,
penghancur dan pengayak.
2. Jenis-jenis dari screw flight diantaranya Standard Full Pitch, Half Pitch, Double
Flight Full Pitch, Ribbon, Cut, Cut and Fold, Varied Pitch, Cone with Consistent
Pitch, Cone with Varied Pitch.
3. Cara kerja dari screw conveyor adalah terdiri dari baja yang memiliki spiral atau
helical fin yang tertancap pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U
(through) tanpa menyentuhnya sehingga helical fin mendorong material ke trough.
Shaft digerakkan oleh motor gear. Conveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft.

4. Untuk pemilihan tipe dari konveyor didasarkan pada kapasitas produksi dan dari
bahan yang akan di load, jenis bahan (tekstur, bentuk, ukuran), kegunaan atau tujuan
lain selain untuk mengantarkan matrial misalnya seperti untuk mixing atau size
reducting, ketersediaan ruang operasi, karakteristik produk yang yang diharapkan.

B. Saran
Pemilihan screw conveyor sebagai alat pemindah bahan dalam dunia industri
sangat tepat karena dapat secara kontinyu dan cepat (bisa diatur kecepatannya) dan
sangat efisien, efektivitasnya yang tinggi dibanding tenaga manusia.