Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN ANTE NATAL CARE

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Keperawatan Maternitas


Sub Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Pada Ibu Hamil
Sasaran : Ibu Hamil dan Keluarga
Hari/tanggal : Kamis, 02 Oktober 2014
Waktu : 09.00 WITA Selesai
Kontrak Waktu : 1 x 30 Menit
Tempat : Ruang Poliklinik Kandungan RSUD Dr. Moch. H. Ansari Saleh
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di
dalam tubuhnya. Banyak terjadi perubahan atau adaptasi selama wanita hamil, mulai dari
perubahan secara fisiologis, biologis, maupun psikis/mental. Bagi primigravida ,perubahan
tersebut mungkin merupakan hal yang asing bagi dirinya. Maka dari itu dibutuhkan
pengetahuan bagi ibu hamil tentang adaptasi normal dan abnormal yang terjadi selama
kehamilan agar mampu menilai kesehatan diri dan janinnya, sehingga apabila terjadi
abnormalitas selama kehamilan dapat ditangani secara dini.
B. Tujuan Penyuluhan Kesehatan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Melalui kegiatan pendidikan kesehatan ini keluarga mampu memahami konsep dasar
antenatal care (ANC).
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
1. Ibu hamil dan keluarga dapat menjelaskan pengertian ANC.
2. Ibu hamil dan keluarga dapat menjelaskan perubahan-perubahan selama kehamilan.
3. Ibu hamil dan keluarga dapat menjelaskan pemeriksaan kehamilan.
4. Ibu hamil dan keluarga dapat menjelaskan jadwal pemeriksaan kehamilan.
C. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi/tanya jawab
D. Media
1. Leaflet
2. LCD
E. Pengorganisasian Kelompok :
Moderator : Mario Valentino, S.Kep
1. Membuka Acara
2. Menjelaskan Tujuan Penyuluhan dan mengatur jalannya acara penyuluhan
3. Bertanya pada audience
4. Menutup Acara
Penyaji : Jesty Nussy, S.Kep
1. Menggali pengetahuan Audience
2. Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
Fasilitator : Asriansyah, S.Kep
1. Membagikan daftar hadir
2. Membagikan leaflet
Dokumentasi : Sepria Julianata Opatwa, S.Kep
1. Mendokumentasikan kegiatan yang berlangsung
Observer : Nabilla, S.Kep
1. Memantau kegiatan penyuluhan kesehatan
2. Membuat evaluasi dan menyimpulkan hasil penyuluhan kesehatan.
F. Kegiatan Penyuluhan
Uraian Kegiatan
No Kegiatan
Penyuluh Audience
1 Pembukaan - Salam - Menjawab salam
(5 menit) - Perkenalan. - Mendengar
- Kontrak Waktu - Mendengarkan
- Memvalidasi pengetahuan Ibu tentang ANC - Menjawab
- Menjelaskan maksud dan tujuan
- Mendengar
2 Proses - Menjelaskan pokok masalah : ANC - Memperhatikan
(20 menit) - Memberi kesempatan kepada audience untuk - Bertanya
bertanya
3 Evaluasi - Kilas balik : bertanya kepada audience - Menjawab
(5 menit) - Kesimpulan - Mendengarkan
- Mengakhiri dengan salam - Menjawab salam
VII. Evaluasi
1. Jelaskan kembali pengertian ANC ?
2. Sebutkan kembali salah satu perubahan kehamilan ?
3. Jelaskan kembali pemeriksaan kehamilan ?
4. Jelaskan kembali jadwal pemeriksaan kehamilan ?

KONSEP DASAR
ANTE NATAL CARE (ANC)
A. DEFINISI
Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk
mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Sehingga mampu menghadapi
persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi
secara wajar.
B. PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan pertama diharapkan menetapkan data dasar yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin dan kesehatan Ibu sampai persalinan.
Pada kehamilan muda dilakukan pemeriksaan:
1. Periksa dalam, untuk menentukan besarnya rahim
2. Pemeriksaan dengan spekulum untuk menilai keadaan serviks, vagina, dan sekitarnya
3. Pemeriksaan sitologi
Pada pemeriksaan ulang perlu diperhatikan agar puting susu sejak dini mendapat
pemeliharaan yang baik. Puting susu yang belum menonjol ditarik keluar dan dimasase
dengan minyak atau dengan menggunakan pompa susu.
C. TUJUAN ANTENATAL CARE
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang
janin.
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan janin.
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama
hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya
dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh
kembang secara normal.
D. KEUNTUNGAN DARI ANTENATAL CARE
Dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapat
diarahkan untuk melakukan rujukan kerumah sakit.

E. CARA PELAYANAN ANTENATAL CARE


Cara pelayanan antenatal, disesuaikan dengan standar pelayanan antenatal menurut
Depkes RI yang terdiri dari :
1. Kunjungan Pertama
2. Catat identitas ibu hamil
3. Catat kehamilan sekarang
4. Catat riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
5. Catat penggunaan cara kontrasepsi sebelum kehamilan
6. Pemeriksaan fisik diagnostic dan laboratorium
7. Pemeriksaan obstetric
8. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT)
9. Pemberian obat rutin seperti tablet Fe, calsium, multivitamin, dan mineral lainnya serta obat-
obatan khusus atas indikasi
10. Penyuluhan/konseling.
F. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bias mengancam jiwanya.
Oleh karena itu, wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode
antenatal :
1. Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu)
2. Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14 28)
3. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28 36) dan sesudah minggu ke
36)
4. Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dilaksanakan ada gangguan atau bila janin tidak
bergerak lebih dari 12 jam
G. ASUHAN STANDAR MINIMAL 7 T
Pengertian Asuhan Standar Minimal 7T
Pelayanan atau standar asuhan antenatal care 7T yang diberikan pada pemeriksaan
kehamilan, oleh tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai
dengan standar. Kehamilan merupakan suatu proses alamiah dan fisiologis. Setiap wanita
yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan
hubungan seksual dengan seseorang pria yang organ reproduksinya sehat sangat besar
kemungkinan akan mengalami kehamilan. Selama pertumbuhan dan perkembangan dari
bulan ke bulan diperlukan kemampuan seorang ibu hamil untuk beradaptasi dengan
perubahanperubahan yang terjadi pada fisik dan mentalnya (Mandriwati, 2007).

1. (Timbang) berat badan


2. Ukur (Tekanan) darah
3. Ukur (Tinggi) fundus uteri
4. Pemberian imunisasi (Tetanus Toxoid)
5. Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan
6. Tes terhadap penyakit menular sexual
7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. (Saifudin, 2002).
Standar Pelayanan antenatal care 7T
Pelayanan atau standar asuhan antenatal care 7T yang diberikan pada pemeriksaan
kehamilan, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan
standar yaitu : (Kementrian Kesehatan RI, 2012)

1. Timbang berat badan. Timbang berat badan merupakan ukuran yang terpenting,
penimbangan berat badan pada setiap kunjungan antenatal harus dilakukan untuk
mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin. Pertumbuhan berat badan yang
kurang dari 9 kilogram selama kehamilan atau kurang dari 1 kilogram setiap bulannya
menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan janin.
2. Ukur tekanan darah. Pengukuran tekanan darah pada pada setiap kali kunjungan
antenatal dilakukan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah 140/90
mmHg) pada kehamilan dan preeklamsi (hipertensi disertai edema wajah atau tungkai
bawah, dan protein urin). Tekanan darah diastolik merupakan indikator untuk
prognosis penanganan hipertensi dalam kehamilan. Tekanan diastolik mengukur
tahanan perifer dan tidak dipengaruhi oleh keadaan emosi pasien (seperti pada
tekanan sistolik). (Kusmiyati, 2010). Tekanan darah biasa normal kecuali bila ada
kelainan. Bila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, mintalah ibu
berbaring miring ke kiri kemudian ukurlah tekanan darahnya. Bila tekanan darah tetap
tinggi menunjukkan ibu menderita preeklampsia yang harus dirujuk ke dokter. Bila
ibu menderita preeklampsia maka pemeriksaan tekanan darah dilakukan setiap
minggu dan dianjurkan merencanakan kelahiran di Rumah Sakit. (Mufdlilah, 2009)
3. Ukur tinggi fundus uteri. Pengukuran tinggi fundus uteri pada setiap kali kunjungan
antenatal dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak dengan
umur kehamilan. Jika fundus uteri tidak sesuai dengan umur kehamilan, kemungkinan
ada gangguan pertumbuhan janin. Standar pengukuran tinggi fundus uteri
menggunakan pita pengukur (pita centimeter) setelah kehamilan 24 minggu.
4. Pemberian imunisasi TT lengkap. Imunisasi TT adalah imunisasi yang diberikan
kepada ibu hamil untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum. Ibu hamil harus
mendapat imunisasi TT. Pada saat kunjungan antenatal pertama, pemberian imunisasi
TT pada ibu hamil sesuai dengan status imunisasi T ibu saat ini. Ibu hamil minimal
memiliki status imunisasi T2 agar mendapat perlindungan terhadap infeksi tetatus. Ibu
hamil dengan status T5 (TT Long Life) tidak perlu diberikan imunisasi TT lagi.
Jadwal pemberian imunisasi, yaitu : (Wahyuningsih, dkk, 2009).
5. Pemberian tablet besi Pemberian tablet besi adalah sebesar 60 mg dan asam folat
500mg adalah kebijakan program pelayanan antenatal dalam upaya untuk mencegah
anemi dan untuk pertumbuhan otak bayi, sehingga mencegah kerusakan otak pada
bayi. Setiap ibu hamil harus mendapat tablet tambah darah (tablet zat besi) dan asam
folat minimal 90 tablet selama kehamilan yang diberikan sejak pemeriksaan pertama.
Tablet sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi karena akan mengganggu
penyerapan. Jika ditemukan/diduga anemia berikan 2-3 tablet zat besi per hari. Selain
itu untuk memastikannya dilakukan pemeriksaan darah hemoglobin untuk mengetahui
kadar Hb yang dilakukan 2 kali selama masa kehamilan yaitu pada saat kunjungan
awal dan pada usia kehamilan 28 minggu.
6. Tes PMS (Penyakit Menular Seksual) Menganjurkan untuk pemeriksaan Infeksi
Menular Seksual lain pada kecurigaan adanya resiko IMS
7. Temu wicara (konseling) Temu wicara (konseling) dilakukan pada setiap kunjungan
antenatal yang meliputi :

Kesehatan Ibu. Setiap ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya secara
rutin ketenaga kesehatan dan menganjurkan ibu hamil agar beristirahat yang cukup
selama kehamilannya (sekitar 9 -10 jam per hari) dan tidak bekerja keras.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Setiap ibu hamil dianjurkan untuk menjaga
kebersihan badan selama kehamilan misalnya mencuci tangan sebelum makan, mandi
dua kali sehari dengan menggunakan sabun, menggosok gigi setelah sarapan dan
sebelum tidur serta melakukan olah raga ringan.
Peran Suami/Keluarga Dalam Kehamilan. Setiap ibu hamil perlu mendapatkan
dukungan dari keluarga terutama suami dalam kehamilannya. Suami, keluarga, atau
masyarakat perlu menyiapkan biaya persalinan, kebutuhan bayi, transportasi rujukan,
dan calon donor darah. Hal ini penting apabila terjadi komplikasi kehamilan,
persalinan, dan nifas agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Tanda Bahaya Pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas Setiap ibu hamil diperkenalkan
mengenal tanda tanda bahaya baik selama kehamilan, persalinan, maupun nifas
misalnya perdarahan pada hamil muda maupun hamil tua, keluar cairan berbau pada
jalan lahir saat nifas. Mengenal tanda tanda bahaya ini penting agar ibu hamil segera
mencari pertolongan ke tenaga kesehatan.
Asupan Gizi Seimbang. Selama hamil ibu dianjurkan untuk mendapatkan asupan
makanan yang cukup dengan pola gizi yang seimbang karena hal ini penting untuk
proses tumbuh kembang janin dan derajat kesehatan ibu. Misalnya ibu hamil
disarankan minum tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah terjadinya
anemia pada kehamilannya.
Gejala Penyakit Menular dan Tidak Menular. Setiap ibu hamil harus tahu mengenai
gejala gejala penyakit menular dan penyakit tidak menular karena dapat
mempengaruhi pada kesehatan ibu dan janinnya.
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Pemberian ASI Eksklusif. Setiap ibu hamil
dianjurkan untuk memberikan ASI kepada bayinya segera setelah bayi lahir karena
ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang penting untuk kesehatan bayi. Pemberian
ASI dilanjutkan sampai bayi berusia 6 bulan.
KB (Keluarga Berencana) Paska Persalinan. Ibu hamil diberikan pengarah tentang
pentingnya ikut KB setelah persalinan untuk menjarangkan kehamilan agar ibu punya
waktu merawat kesehatan diri sendiri, anak, dan keluarga. .

H. PERUBAHAN SELAMA KEHAMILAN


Perubahan ini terjadi karena:
a. Perubahan fungsi endokrin maternal.
b. Pertumbuhan plasenta yang berfungsi endokrin.
c. kebutuhan metabolisme yang meningkat karena pertumbuhan janin.
Perubahan sistemik meliputi:
1. Sistem Reproduksi
a. Rahim atau Uterus
Menjadi 1000 kali lebih besar, 30 kali lebih berat, aliran darah 60 kali lebih cepat.
Semula sebesar jempol (30 gram), mengalami hipertropi dan hiperplasia menjadi 1000 gram
saat akhir kehamilan.
Tanda Hegar : Perubahan pada istmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak sehingga pada
pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh.
Tanda Piskacek: Pertumbuhan rahim tidak sama ke semua arah tetapi pertumbuhan cepat
didaerah implantasi plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama.
Braxton Hicks: Kontraksi uterus yang disebabkan oleh terjadinya gangguan perimbangan
hormonal dimana estrogen dan progesteron berubah konsentrasinya sehingga progesteron
mengalami penurunan.
b. Vagina.
Tanda Chadwicks : Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena
pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan.
c. Ovarium (Indung Telur)
Ovarium yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya
sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.
d. Payudara
Mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan payudara tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan somatomamotropin.
Penampakan payudara pada ibu hamil antara lain: payudara menjadi lebih besar, areola
hiperpigmentasi (hitam), glandula mongtomery makin tampak, puting susu makin menonjol,
belum mengeluarkan ASI, baru setelah persalinan hambatan prolaktin tidak ada sehingga
pembuatan ASI dapat berlangsung.
2. Sistem Kardiovaskuler
Peredaran darah ibu dipengaruhi oleh beberapa factor:
a. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah
b. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro plasenter
c. Pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang meningkat
Akibat dari faktor-faktor tersebut terjadi perubahan pada sirkulasi darah ibu yaitu:
a. Volume Darah
Meningkat, jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah. Serum darah
bertambah 25 - 30% sedangkan sel darah bertambah 20%. Curah jantung akan bertambah
sekitar 30%.
b. Sel Darah
Meningkat, agar dapat mengimbangi pertumbuhan janin. Sel darah putih meningkat
mencapai 10.000/ml, LED meningkat 4 kali lipat angka normal, protein darah; albumin dan
gamma globulin menurun pada triwulan I sedangkan fibrinogen meningkat. Keluhan yang
sering berkaitan dengan sistem kardiovaskuer antara laian: dispnea, palpitasi, ortopnea,
hipotensi ortostatik.
3. Sistem Respirasi
Terjadi hiperventilasi karena pengaruh hormon progesteron atau karena kebutuhan
metabolisme yang meningkat. Desakan pada diafragma karena dorongan rahim yang besar
menyebabkan sesak nafas sehingga kebutuhan oksigen ibu hamil meningkat sekitar 20 25
% dari biasanya.
4. Sistem Pencernaan
a. Rasa tidak enak di ulu hati karena perubahan posisi lambung dan refkluks
b. Produksi asam lambung menurun
c. Mual muntah karena pengaruh HCG (Human Chorionic Gonadotrophyn)
d. Haemorrhoid karena tekanan venosa
e. Konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat.

Perubahan metabolisme meliputi:


a. Air, terdiri dari darah/uterus/payudara berjumlah 3 liter sedangkan janin/plasenta/air ketuban
3,5 liter
b. Protein, ibu 500 garam, janin dan plasenta 500 gram
c. Karbohidrat cenderung meningkat (diabetes)
d. Lemak, kenaikan semua fraksi lemak
e. Mineral, kebutuhan meningkat
Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5 kg selama hamil atau terjadi
kenaikan berat badan sekitar kg/minggu.
5. Sistem Urinarius
Bertambahnya frekuensi miksi karena pengaruh desakan pada hamil muda dan
turunnya kepala bayi pada hamil tua
6. Sistem Integumen
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigementasi karena pengaruh
melanophore stimulating hormone.
I. NUTRISI YANG BAIK UNTUK IBU HAMIL
Agar perkembangan janin berjalan dengan baik, dan ibu hamil dapat menjalani hari-
hari kehamilannya dengan sehat, makan konsumsi ibu hamil harus mengandung gizi sebagai
berikut:
1. Kalori : Selama kehamilan konsumsi kalori haruslah bertambah dikisaran 300-400 kkal
perharinya. Kalori yang di dapat haruslah berasal dari sumber makanan yang bervariasi,
dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus sebagai acuannya. Baiknya, 55% kalori di
peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak baik nabati maupun
hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta buahan bisa melengkapi.
2. Asama Folat : Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna
pembentukan sel dan sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan
tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan
akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna
dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa
batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang
belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah
dan sayuran hijau.
3. Protein : Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel
merupakan salah satu fungsi protein. Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah
sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein bisa
didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu.
4. Kalsium : Berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan
ada kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit
osteoporosis. Kenapa hal ini bisa terjadi? karena jika ibu hamil tidak memiliki kalsium yang
cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Susu dan produk
olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu memiliki
kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seperti vitamin A, Vitamin D, Vitamin
B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau
merupakan sumber kalsium yang baik juga.
5. Vitamin A : Sangat bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan
kulit. Selain itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Namun
meskipun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun jangan sampai berlebih dalam
mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil mengalami kelebihan vitamin A hal ini dapat
membuat janin terganggu pertumbuhannya.
6. Zat Besi : Berfungsi di dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah
hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Zat besi akan diperlukan pada
saat kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg per
harinya. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.
7. Vitamin C : Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu
vitamin C sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah
melindungi jaringan dari organ tubuh dari berbagai macam kerusakan serta memberikan otak
berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.
8. Vitamin D : Dapat menyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat dalam pembentukan dan
pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur
atau hati ikan.
Jika ibu hamil tidak mengalami berbagai macam gejala seperti anemia, gusi berdarah
dan gejala lainnya, maka ibu hamil tersebut dapat dikatakan telah mencukupi kebutuhan akan
gizi dan nutrisinya.

DAFTAR PUSTAKA

Catatan Kuliah Keperawatan Maternitas, 2005, PSIK FK UGM Jogjakarta, Jogjakarta.


Doenges ME, 2001, Rencana Keperawatan MaternaL/Bayi : Pedoman untuk Perencanaan dan
Dokumentasi Perawatan Klien,Edisi 2 EGC Jakarta.
Helen Farrer, 2001, Perawatan Maternitas, Buku Kedokteran, EGC, Jakarta
Iowa Outcome Project, 2000, Nursing Outcome Classification (NOC), Mosby-Year Book
Iowa Intervention Project, 1996, Nursing Intervention Classification (NIC), Mosby-Year Book
Mochtar Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri f