Anda di halaman 1dari 9

Perbedaan motor diesel terhadap

motor bensin
Motor Diesel:
bahan bakar solar
getaran mesin besar
metode pemberian bahan bakar dengan pompa bahan bakar dan
pengabut
metode pengapian adalah pengapian sendiri
bentuk ruang bakar cukup rumit
pembentukan campuran terjadi setelah kompresi
perbandingan kompresi 15 - 30 kg/ cm 2
proses pembakaran adalah proses sabathe
motor bensin:
bahan bakar yang digunakan adalah bensin
getaran mesin halus
metode pemberian bahan bakar menggunakan karburator
metode pengapian dengan loncatan bunga api listrik sederhana
bentuk ruang bakar sederhana
pembentukan campuran terjadi sebelum kompresi
perbandingan kompresi 6 - 12 kg/cm2
proses pembakaran adalah proses otto
Sistem penyalaan:
Sistem penyalaaan motor diesel terdir atas:
Pengabut ( injection nozzle)
Pompa bahan bakar (fuel injection pump)
Pengatur pompa bahan bakar ( governor pump)
Saringan bahan bakar ( fuel filter)
Katup pembebas (rellief valve)
Pompa pemindah bahan bakar ( fuel transfer pump)
Tangki bahan bakar (fuel service tank )
Pipa pipa aliran bahan bakar ( fuel pipe lines)
Sistem penyalaan motor bensin:
Baterai
Coil pengapian
Distributor (alat pembagi)
Platina dan kondensor
Kabel kabel busi
Busi
Kunci kontak
Ciri ciri motor diesel
Keuntungan dan kerugian motor diesel bila dibandingkan dengan motor
bensin adalah sebagai berikut:

Keuntungan motor diesel


1. Bahan bakar lebih murah, sehingga menghemat biaya operasi
di samping itu daya guna panas lebih baik.
2. Bahaya kebakaran agak kurang disebabkan titik nyala solar 80
derajat celcius.
3. Gas buang tidak beracun
4. Tenaga yang dihasilkan lebih besar disebabkan perbandingan
kompresi lebih tinggi.
Kerugian motor diesel
1. Pompa penekan bahan bakar harganya mahal dan
memerlukan pemeliharaan yang teliti.
2. Sistem pengabut memerlukan pemeliharaan yang teratur.
3. Getaran mesin lebih besar sebab tekanan pembakaran
maximum dua kali lebih besar daripada motor bensin.
4. Karena tekanan kompresi yang tinggi maka dibutuhkan tenaga
starter dengan batere yang lebih besar agar dapat memutarkan
motor.
5. Biaya pemeliharaan mesin lebih mahal dibandingkan motor
bensin.

PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN DAN


MOTOR DIESEL
FEBRUARY 3, 2016 AGUSPRIYANTOBLOG LEAVE A COMMENT

PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN


Mesin mobil merupakan pembangkit tenaga (gerak), pada mesin inilah dibangkitkan
tenaga yang kemudian menlmbulkan gerak putar. Bagian-bagian motor dapat dipisahkan
menjadi dua yakni bagian yang bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada
pada sebuah motor terdiri atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim
pendingin Motor dibedakan dari proses kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2
takt. Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2
yaitu motor bensin dan motor diesel.

Motor bensin dan motor diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik turun pada motor
gerak). Keduanya bekerja pada prinsip 4 langkah dan prinsip ini umumnya digunakan
pada teknik mobil. Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor bensin dengan
menggunakan bahan bakar bensin(premium), sedangkan untuk motor diesel
menggunakan bahan bakar solar atau minyak diesel.

Dalam proses pembakaran tenaga panas bahan bakar diubah ketenaga mekanik melalui
pembakaran bahan bakar didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana
Karbondioksida dan zat air bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran
berlangsung maka diperlukan : a)Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor
b)Bahan bakar dipanaskan hingga suhu tinggi Pembakaran menimbulkan panas dan
menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan tenaga mekanik. Campuran masuk
kedalam motor mengandung udara dan bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira
12-15 berbanding 1 setara 12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon
dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15 % atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan
zat air. Zat lemas (N) tidak mengambil bagian dalam pembakaran. Jika diperhatikan
lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin dan motor diesel:

Perbedaan motor diesel dan bensin:


1. Gas yang diisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan
udarasedangkan pada motor diesel adalah udara murni.
2. Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api busi, sedangkan
pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.
3. Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector
(nozzel)
Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel
Kelebihan :
Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin
motor bensin lebih ringan
Kekurangan :
Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun yang lama sedangkan
diesel
sebaliknya. Dengan medan yang berat
Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistem pengapiannya,
sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi
Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar,
beda dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan bahan bakar dari
berbagai jenis dan mutu.
Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2
tak, dimana
motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahan bakamya
memerlukan
4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol.
PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH

Langkah Hisap
Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan bensin di hisap ke dalam silinder.Katup
hisap membuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu torak bergerak dari titik mati
atas ( TMA ) ke titik mati bawah (TMB), menyebabkan ruang silinder menjadi vakum
dan menyebabkan masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang
disebabkan adanya tekanan udara luar. ( Sumber: New Step 1, hal 3 4)

Langkah Kompresi
Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan. Katup hisap dan
katup buang tertutup. Waktu torak naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas
(TMA), campuran yang dihisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan
temperaturnya akan naik, sehingga akan
mudah terbakar. Saat inilah percikan api dari busi terjadi . Poros engkol berputar satu
kali ketika torak mencapai titk mati atas ( TMA ). ( Sumber : New Step 1, hal 3 -4)

Langkah Usaha
Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Saat
torak mencapai titik mati atas ( TMA ) pada saat langkah kompresi, busi memberikan
loncatan bunga api pada campuran yang telah dikompresikan. Dengan adanya
pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke
bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin.

Langkah Buang
Dalam langkah ini, gas yang sudah terbakar, akan dibuang ke luar silinder. Katup buang
membuka sedangkan katup hisap tertutup.Waktu torak bergarak dari titik mati bawah (
TMB ) ke titik mati atas ( TMA ), mendorong gas bekas keluar dari silinder. Pada saat
akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka sedikit ( valve
overlap ) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan ( campuran udara dan bahan bakar
baru mendorong gas sisa hasil pembakaran ). Ketika torak mencapai TMA, akan mulai
bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya, yaitu langkah hisap. Poros engkol
telah melakukan 2 putaran penuh dalam satu siklus yang terdiri dari empat langkah
yaitu, 1 langkah hisap, 1 langkah kompresi, 1 langkah usaha, 1 langkah buang yang
merupakan dasar kerja dari pada mesin empat langkah.

Proses Kerja adalah keseluruhan langkah yang berurutan untuk terjadinya satu siklus
kerja dari motor. Proses kerja ini terjadi berurutan dan berulang-ulang. Piston motor
bergerak bolak balik dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB) dan dari titik
mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA) pada langkah selanjutnya
Pada motor empat langkah, proses kerja motor diselesaikan dalam empat langkah piston.
Langkah pertama yaitu piston bergerak dari TMA ke TMB, disebut langkah pengisian.
Langkah kedua yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah kompresi.
Langkah ketiga piston bergerak dari TMA ke TMB disebut langkah usaha. Pada langkah
usaha in terjadilah proses pembakaran bahan bakar (campuran udara dan bahan bakar)
didalam silinder motor / ruang pembakaran yang menghasilkan tenaga yang mendorong
piston dariTMA keTMB. Langkah keempat yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA
disebut langkah pembuangan. Gas hasil pembakaran didorong oleh piston keluar silinder
motor. Jadi pada motor empat langkah proses kerja mptor untuk menghasilkan satu
langkah usaha (yang menghasilkan tenaga) diperlukan empat langkah piston. Empat
langkah piston berarti sama dengan dua kali putaran poros engkol.

Pada motor dua langkah proses kerja motornya untuk mendapatkan satu kali langkah
usaha hanya diperlukan dau kali langkah piston. Motor dua langkah yang paling
sederhana, pintu masuk atau lubang masuk dan lubang buang terletak berhadap-hadapan
yaitu berada pada sisi bawah pada dinding silinder motor. Proses kerjanya adalah
sebagai berikut. Piston berada TMB, kedua lubang (masuk dan buang) sama sama
terbuka kemudian campuran udara dan bahan bakar dimasukkan kedalam silinder
melalui lubang masuk. Gerakan piston dari TMB ke TMA, maka lubang masukakan
tertutup dan tertutup pula lubang buang.maka terjadilah langkah kompresi. Pada akhir
langkah kompresi ini terjadilah pembakaran gas bahan bakar. Dengan terjadinya
pembakaran gas bahan bakar maka dihasilkan tenaga pembakaran yang mendorong
piston ke bawah dari TMA ke TMB. Langkah usaha terakhir terjadilah pembuangan gas
bekas begitu terbuka lubang buang. Sesudah itu terbuka pula lubang masuk sehingga
terjadi pemasukkan gas baru sekaligus mendorong mendorong gas bekas keluar melalui
lubang buang. Dengan demikian pada motor dua langkah proses motor untuk
menghasilkan satu kali langkah usaha / pembakaran gas dalam silinder , hanya
diperlukan dua langkah piston . dilihat dari putaran poros engkolnya diperlukan satu kali
putaran poros engkol.

Prinsip Dasar Motor Bensin


Langkah Hisap
Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan bensin ke dalam silinder. Katup hisap
membuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu torak bergerak ke bawah,
menyebabkan ruang silinder menjadi vakum dan menyebabkan masuknya campuran
udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang disebabkan adanya tekanan udara luar.

Langkah Kompresi
Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan. Katup hisap dan
katup buang tertutup. Waktu torak naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas
(TMA), campuran bensin yang dihisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan
temperaturnya akan naik, saat ini percikan api dari busi terjadi sebingga akan mudah
terbakar. Poros engkol berputar satu kali ketika torak mencapai TMA.

Langkah Usaha
Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenga untuk menngerakkan kendaraan. Sesaat
torak mencapai TMA pada saaat langkah kompresi,busi atau meberi loncatan api pada
campuran yang telah dikompresikan. Dengan adanya pembakaran, kekuatan dari tekanan
gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga
mesin.

Langkah Buang
Dalam langkah ini, gas yang terbakar, akan dibuang dalam siinder. Katup buang terbuka
dan torak bergarak dari TMA ke TMB, mendorong gas bekas keluar dari silinder. Ketika
torak mencapai TMA, kan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya, yaitu
langkah hisap. Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam satu siklus yang
terdiri dari empat langkah yaitu, 1 langkah hisap, 1 langkah kompresi, 1 langkah usaha,
1 langkah buang yang merupakan dasar kerja dari pada mesin empat
langkah.http://otomotifototerik.blogspot.co.id/2013/06/prinsip-kerja-motor-bensin.html
PRINSIP MOTOR DIESEL
Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam
(internal combustion engine) (simplenya biasanya disebut mobor bakar saja). Prosip
kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi kimia di
dapatkan melalui proses reakasi kimia (pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan
oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang bakar).
Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada
penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak. Pada
umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.
Prinsip Kerja
Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang
dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat
bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak
rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga
diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.

Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua,
yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang
dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection
yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus
otto).

Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses
pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena
adanya loncatan api listrik yang dihasilkan oleh dua elektroda busi (spark plug),
sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran
udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur nyala. Karena
prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut
compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark ignition engine.
Kendaraan yang melaju di jalanan pada umumnya terbagi menjadi dua bagian besar,
yaitu yang berbahan bakar BENSIN, dan berbahan bakar SOLAR (coba baca lagi disini
). Sebenarnya apa sih perbedaan keduanya yang paling mendasar? Lalu bagaimana
persisnya cara kerja mesin DIESEL yang berbahan bakar SOLAR tadi?

Perbedaan mendasar dari kedua jenis mesin itu adalah, kalau mesin BENSIN atau
disebut juga mesin Otto (motor ledak), di dalam ruang mesin nya terdapat lecutan
listrik/api dari BUSI untuk menyalakan campuran bensin dan udara (oksigen).
Sementara pada mesin Diesel, tidak diperlukan nyala listrik/api dari busi. Koq bisa
sama-sama meledak ya?

Dalam hukum Fisika Thermodinamika (coba tanyakan pada guru kamu di sekolah deh),
terdapat salah satu hukum yang menyatakan : jika volume di kecilkan (di kompresi / di
mampatkan) tekanan udara akan bertambah disertai dengan bertambahnya Temperatur.
Sebagai ilustrasi, barangkali kamu yang pernah menggunakan pompa ban sepeda, saat
digunakan batang pompa nya akan menjadi panas, mengapa? Ya karena udara yang di
mampatkan pada saat kamu memompa ban membuat tekanan udara menjadi tinggi dan
juga suhu nya.

Pada mesin Diesel, dibuat ruangan sedemikian rupa sehigga pada ruang itu akan
terjadi peningkata suhu hingga mencapai titik nyala yang sanggup membakar
minyak bahan bakar. Pemampatan yang biasanya digunakan hingga mencapai kondisi
terbakar itu biasanya 18 hingga 25 kali dari volume ruangan normal. Sementara
suhunya bisa naik mencapai 500 oC (bayangkan ! minyak solar saja dapat meledak
pada suhu 250 oC saja)

Cara kerjanya mudah, minyak solar yang sudah dicampur udara (seperti yang keluar dari
semprotan obat nyamuk) disemprotkan ke dalam ruangan yang telah mampat dan
bersuhu tinggi, sehingga dapat langsung membuat kabut solar tadi meledak dan
mendorong piston yang kemudian akan menggerakkan poros-poros roda, singkatnya
menjadi TENAGA. Kejadian ini berulang-ulang dan tenaga yang muncul pun dapat
dimanfaatkan untuk menggerakkan mobil, generator listrik, dan sebagainya.

Nah secara sederhana begitulah cara kerja mesin Diesel. Pembuat mesin diesel yang
lebih maju tentu menambah di sana sini untuk memberi peningkatan kinerja dan tenaga.
Walau cara kerjanya menjadi lebih rumit, tapi dasarnya tetap tidak berubah.

Ayo, ada yang tertarik menjadi ahli mesin? Rajin belajar dan coba sesekali ikut
mengamati ayah kamu atau montir mengoprek mesin mobilnya.

Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum
Charles), mesin diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot
ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih
tinggi dari rasio kompresi dari mesin bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi
Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead Center), bahan bakar diesel
disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle supaya bercampur
dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan
membakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan
saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan
bahan bakar yang langsung ke ruang bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung
(direct injection) sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus yang
berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan
injeksi tidak langsung (indirect injection).

Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan
cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung
(connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga
linear tadi diubah menjadi tenaga putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen :


Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang
bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada
turbo/supercharger.

Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas
volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan
bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.

Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin
menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di
dalam silinder untuk memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya
menggunakan pemanas resistive grid dalam intake manifold untuk menghangatkan
udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi
pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif memanaskan mesin.

Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan
viscositas dan membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat mempengaruhi sistem bahan
bakar dari tanki sampai nozzle, membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi
sulit. Cara umum yang dipakai adalah untuk memanaskan penyaring bahan bakar dan
jalur bahan bakar secara elektronik.

Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor,
yang mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu para putaran yang
diinginkan. Apabila putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan
akan menurun sehingga peralatan listrik tidak dapat berkerja sebagaimana mestinya,
sedangkan apabila putaran mesin terlalu tinggi maka bisa mengakibatkan over voltage
yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan pengontrolan
elektronik canggih mencapai tujuan ini melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau
elektronik kontrol unit (ECU) yang merupakan komputer dalam mesin. ECM/ECU
menerima sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan
mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan
bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur kecepatan