Anda di halaman 1dari 5

STUDI LITERATUR

PENILAIAN TINGKAT FERTILITAS DAN


PENATALAKSANAANNYA PADA PRIA

Masrizal Khaidir*

PENDAHULUAN parameter tersebut (terutama jumlah dan motilitas


Sekitar 10% dari pasangan suami-istri spermatozoa) tidak sesuai, maka spermatozoa tidak
mengalami infertilitas. Faktor peyebab infertilitas akan dapat membuahi sel talur. Keadaan seperti ini
berasal dari suami, istri, atau keduanya. Faktor lain disebut infertilitas
dari kedua belah pihak sebesar 30-40%. Menurut
Infertilitas
penelitian yang dilakukan Lim dan Ratnam, faktor
Adalah suatu keadaaan pasangan suami istri
penyebab yang berasal dari suami sebesar 33%,
yang telah kawin satu tahun atau lebih (WHO 2 tahun)
sedangkan hasil penelitian WHO pada 1989 sebesar
dan telah melakukan hubungan seksual secara teratur
40%. Penelitian yang dilakukan Arsyad terhadap 246
dan adekuat tanpa memakai kontrasepsi tapi tidak
pasangan infertil di Palembang menunjukkan
memperoleh kehamilan atau keturunan.
infertilitas yang disebabkan faktor pria sebesar
Dari pengertian infertil ini terdapat tiga faktor
48,4%2.
yang harus memenuhi persyaratan yaitu lama
Laboratorium klinik sangat berperan dalam
berusaha, adanya hubungan seksual secara teratur dan
diagnosis dan penatalaksanaan pria infertil.
adekuat, tidak memakai kontrasepsi.
Pemeriksaan laboratorium yang merupakan tulang
punggung laboratorium andrologi dan laboratorium PEMBAGIAN INFERTILITAS
rumah sakit atau Assisted Reproductive Technology Secara gasris besar infertilitas dapat di bagi dua yaitu:
(ART) adalah analisis sperma dan pemeriksaan 1. Infertilitas primer, suatu pasangan dimana
hormon. isteri Belem hamil walau telah berusaha
Analisis sperma dipakai untuk diagnosis selama satu tahun atau lebih dengen
evaluasi pre/post terapi medikal maupun surgikal hubungan seksual yang teratur dan
infertilitas pria. Analisis sperma dipakai juga di adekuat tanpa kontrasepsi.
laboratorium forensik guna penanggulangan kasus 2. Infertilitas sekunder, bila suatu pasangan
perkosaan, kasus penolakan orangtua terhadap dimana sebelumnya isteri telah hamil,
bayinya, dan untuk menyaring pengaruh bahan racun/ tapi kemudian tidak hamil lagi walau
obat yang toksik pada organ reproduktif. telah berusaha untuk memperoleh
Saat ini, banyak diminta pemeriksaan DNA kehamilan satu tahun atau lebih dan
untuk penanggulangan perkosaan. Dengan demikian, pasangan tersebut. telah melakukan
pada masa mendatang diramalkan permintaan analisis hubungan seksual secara teratur dah
sperma akan meningkat. adekuat tanpa kontrasepsi.
Pada infertilitas sekunder ini sebagian telah
Fertilitas
mempunyai. anak, tapi ada keinginan untuk
Fertilitas barasal dari kata fertil yang berarti menambah anak, baik karena anaknya masih satu
subur. Dalam hal ini fertilitas pria diartikan sebagai atau karena jenis kelamin yang diinginkan belum
kemampuan untuk dapat menghamili wanita.Syarat didapatkan. Dan sebagian lagi memang istri telah
suatu sperma yang baik / normal adalah sesuai dengan pernah hamil mungkin anak yang lahir meninggal atau
parameter spermatozoa normal. Bila bagian besar mengalami keguguran dan sebagainya.

*Staf Pengajar PSIKM FK Unand, Mahasiswa S2 Biomedik FK Unand

30
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2006, I (1)

FAKTOR PENYEBAB INFERTILITAS PRIA merupakan faktor penentu untuk dapat terjadi
A. Faktor umum (umur, frekuensi senggama, lama kehamilan.
berusaha) .
B. Faktor khusus (pre testiku1ar, pest testikular, B. Faktor khusus
testikular, reeksi imunologi dan faktor a. Faktor Pre testikular
1ingkungan) . yaitu keadaan-keadaan diluar testis dan
mempengaruhi proses spermatogenesis.
A. Faktor umum 1. kelainan endokrin. Kurang lebih 2% dari
1. Umur infertilitas pria disebabkan karena adanya
Umur mempengaruhi kesuburan dimana pada kelainan endokrin antara lain berupa:
usia tertentu tingkat kesuburan seorang pria akan a) kelainan paras hipotalamus-hipopise
mulai menurun secara perlahan-lahan. Kesuburan seperti; tidak adanya sekresi
pria ini diawali saat memasuki usia pubertas ditandai gonadotropin menyebabkan
dengan perkembangan organ reproduksi pria, rata- gangguan spermatogenesis
rata umur 12 tahun. Perkembangan organ reproduksi b) kelainan tiroid. menyebabkan
pria mencapai keadaan stabil umur 20 tahun. Tingkat gangguan metabo1isme androgen.
kesuburan akan bertambah sesuai dengan c) kelainan kelenjar adrenal,
pertambahan umur dan akan mencapai puncaknya Congenital adrenal hyperplasi
pada umur 25 tahun. Setelah usia 25 tahun kesuburan menyebabkan gangguan
pria mulai menurun secara perlahan-lahan, dimana spermatogenesis.
keadaan ini disebabkan karena perubahan bentuk dan 2. Kelainan kromosom. Misal penderita
faal organ reproduksi sindroma klinefelter, terjadi penambahan
kromosom X, testis tidak berfungsi
2. Frekuensi sanggama. baik,sehingga spermatogenesis tidak
Fertilisasi (pembuahan) atau peristiwa terjadi.
terjadinya pertemuan antara spermatozoa dan 3. Varikokel, yaitu terjadinya pemanjangan
ovum,akan terjadi bila koitus berlangsung pada saat dan dilatasi serta kelokan-kelokan dari
ovulasi. Dalam keadaan normal sel spermatozoa pleksus pampiriformis yang mengakibatkan
masih hidup selama 1-3 hari dalam organ reproduksi terjadinya gangguan vaskularisasi testis
wanita, sehingga fertilisasi masih mungkin jilka yang akan mengganggu proses
ovulasi terjadi sekitar 1-3 hari sesudah koi tus spermatogenesis;
berlangsung. Sedangkan ovum seorang wanita
umurnya lebih pendek lagi yaitu lx24 jam, sehingga b. Faktor Post testikular
bila kiotus dilakukan-pada waktu tersebut 1. Kelainan epididimis den funikulus
kemungkinan besar bisa terjadi pembuahan. spermatikus, dapat berupa absennya duktus
Hal ini berarti walaupun suami istri deferens, duktus deferens tidak bersambung
mengadakan hubungan seksua tapi tidak bertepatan dengan epididimis, sumbatan dan lain-lain
dengan masa subur istri yang hanya terjadi satu kali 2. Kelainan duktus eyakulatorius, berupa
dalam sebulan, maka tidak akan terjadi pembuahan, sumbatan
dengan arti kata tidak akan terjadi kehamilan pada 3. Kelainan prostat dan vesikula seminalis,
istri yang sering adalah peradangan, biasanya
mengenai kedua organ ini, tumor prostat dan
3. Lama berusaha
prostatektomi
Penyelidikan lamanya waktu yang
4. Kelainan penis / uretra. berupa malformasi
dibutuhkan untuk menghasilkan kehamilan
penis, aplasia, anomali orifisium uretra
menunjukkan bahwa 32,7% hamil dalam satu bulan
(epispadia ,hipospadia). anomali preputium
pertama . 57,0% dalam tiga bulan pertama, 72.1 %
(fimosis), dan lain-lain.
dalam enam bulan pertama. 85,4% dalam 12 bulan
pertama, dan 93,4% dalam 24 bulan pertama. Waktu
c. Faktor testikular
rata~rata yang dibutuhkan untuk menghasi1kan
Atrofi testi primer;gangguan pertumbuhan
kehamilan adaleh. 2,3-2.8 bulan.Jadi lama suatu
dan perkembangan, kriptorkidism, trauma, torsi,
pasangan suami istri berusaha secara teratur

31
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2006, I (1)

peradangan, tumor. Hampir 9% infertilitas pria darah dan analisis sperma.Pemeriksaan


disebabkan karena kriptorkismus (testis tidak turun laboratorium khusus;kadar serum darah,
pada skrotum). FSH, LH, testosteron dan lain-lain bila
ada indikasi.
d. Reaksi imunologis
Dalam hal ini analisis sperma biasanya tidak SPERMATOZOA
menunjukan kelainan, kecuali terlihat adanya Satu spermatozoon terdiri atas kepala dan
aglutinasi spermatozoa yang dapat ditentukan dengan ekor. Kepala lonjong dilihat dari atas dan pyriform
tes imunologis dilihat dari samping, lebih tebal dekat leher dan
menggepeng ke ujung Kepala 4-5 um panjang dan
e. Faktor lingkungan
2,5-;3,5 um lebar.
1. suhu, memegang peranan penting pada
Sebagian terbesar kepala berisi inti, yang
spermatogenesis. Pada mamalia spermatazoa
kromatinnya sangat terkondensasi untuk menghemat
hanya dapat diproduksi bila suhu testis 29-
ruangan yang kecil, dan untuk melindungi diri dari
30C, sedikitnya. 1,5-2. 0C dibawah suhu
kerusakan ketika spermatozoon itu mencari ovum.
dalam tubuh, kenaikan suhu beberapa derajat
Dua pertiga bagian depan inti diselaputi tutup
akan menghambat proses spermatogenesis,
akrosom, berisi enzim untuk menembus dan
sebaliknya suhu rendah akan meningkatkan
memasuki ovum.
spermatogenesis pada manusia.
Gb.1 Spermatozoon Mammalia
2. tempat/dataran tinggi. Atmosfer dataran tinggi
A. keseluruhan
(high altitude) juga menghambat pembuatan
B. pen. lintang bagian tengah
spermatozoa.
3. sinar Rontgen, spermatogonia dan spermatosit
sangat peka terhadap sinar Rontgen, tapi
spermatic dan sel sertoli tidak,banyak
terpengaruh bahan kimia dan obat-abatan
tertentu dapat menghambat proses
spermatogenesis, misal metronidazol,
simetidin dan lain-lain
PEMERIKSAAN INFERTILITAS PRIA
Pada umumnya dilakukan pemeriksaan berupa:
1. wawancara / anamnesis dan pemeriksaan
fisik
2. pemeriksaan dasar
Wawancara / anamnesis meliputi:
1. lama menikah,
2. usia pasangan,
3. pekerjaaan,frekuensi; dan
4. waktu melakukan hubungan seksual C. pen. Iintang bag. Utama
Pemeriksaan lanjutan ac = tutup akrosom
1. Riwayat perkembangan urologis, ax = axonem
pembedahan,hubungan kelamin, kontak cp = leher (connecting piece)
dengan zat-zat toksik, penyakit infeksi ep = bag. ujung ekor (end piece )
alat reproduksi k = kepala
2. Pemeriksaan jasmani pada umumnya mp = bag. tengah (middle piece)
termasuk seks sekunder (penyebaran pp = bag. utama (principal piece)
rambut, ginekomastia dan lain-lain] rsf = rusuk seludang fibrosa
3. Pemeriksaan khusus alat reproduksi sf = seludang fibrosa
(penis,letak lubang uretra, ukuran, smt = seludang mitokondria
konsistensi testis, vas deferens, Ekor dibagi atas:
epididimis dan lain~lain) 1. Leher
4. Pemeriksaan laboratorium rutin; urin, 2. bagian tengah

32
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2006, I (1)

3. bagian utama padat) bersusun 9-9-2 di luar axonem. Di bagian ini


4. bagian ujung mitokondria bersambung-sambung dalam susunan
spiral dan rapat sesama, membentuk selubung
Panjang ekor seluruhnya, sekitar 55 um dan axonem bersama dense fiber. Panjang bagian tengah
tebalnya berbagai, dari 1 urn dekat pangkal ke 0, I 5-7 um, tebal.l um.
urn dekat ujung. Pembagian ekor atas 4 bagian tak Bagian ujung selubung mitokondria ada
dapat dibedakan di bawah mikroskop cahaya. Perlu annulus (cincin), tempat melekat membran flagellum,
tehnik mikroskopis khusus dan mikroskop elektron. dan juga sebagai batas bagian dengan bagian utama.
Leher, bagian penghubung ekor dengan- Bagian utama (principal piece), depan panjang 45 um,
kepalil. Tempat melekat ekor ke kepala disebut tebal 0,5 um, yang secara berangsur kian gepeng ke
implantation fossa, dan bagian ekor yang menonjol ujung. Sebelah luar ada seludang fibrosa (serat
disebut capitulum, semacam sendi peluru pada jaringan ikat), terdiri dari batang longitudinal atas-
kepala. Dekat capitulum terletak sentriol depan bawah, diselaputi rusuk-rusuk fibrosa setengah
(proximal). Sentriol ujung (distal) hanya berupa sisa lingkaran.
pada spermatozoa matang. (Gb. 2). Bagian ujung, (end piece) panjang 5-7 um.
tidak mengandung selaput fibrosa yang berusuk-
Gb.2.Bagian leher spermatozoon
rusuk, sehingga ia berstruktur sama dengan flagellum
ax = axonem flagellum
atau cilium.. Di daerah ini axonem berubah
ca =capitulum
komposisinya. Tidak lagi doublet, tapi jadi singlet.
SEMEN
Lendir yang keluar dari genitalia jantan
waktu eyakulasi disebut semen (mani). Ia terdiri dari
bagian padat dan bagian cair. Bagian padat ialah
spermatozoa, bagian cair disebut plasma semen (air
mani). Spermatozoa dihasilkan testis, plasma semen
dihasilkan ampulla vas deferens, dan kelenjar-
kelenjar prostat, vesicula seminalis, Cowper,dan
Littre.
Semen keluar dari penis biasanya dalam 4 fraksi:
1. fraksi pre-eyakulasi
2. fraksi awal
3. fraksi utama fraksi-fraksi eyakulat
4. fraksi akhir

Fraksi pre-eyakulasi berasal dati kelenjar


cp = bag. leher (connecting piece) Cowper dan Littre.lni dapat keluar dan penis jauh
if = implantation fossa sebelum eyakulasi berlangsung. Dikira berfungsi
k = kepala untuk melicinkan urethra; juga untuk melicinkan
sb = sentriol belakang vagina waktu coitus.Voluma lebih kurang 0,2 ml
sd = sentriol depan Fraksi awal semata-mata hanya lendir,
sf = serat fibrosa berasal dari prostat. Lendir ini mengandung berbagai
sm = seludang mitokondria zat untuk memelihara spermatozoa ketika berada di
luar tubuh jantan. Volume 0,5 ml. Fraksi utama tcrdiri
Bagian tengah (midpiece, middle piece) dari lendir. dan sebagian terbesar spermatozoa yang.
memiliki teras yang disebut axonem, terdiri. dari 9 dikeluarkan dari simpanannya dalam epididymis.
duplet mikrotubul radial dan 2 singlet mikro/tubul Volume lebih kurang 2,0 ml. Sedangkan fraksi akhir
sentral. lni sama betul dengan sitoskeleton yang adalah lendir yang mengandung sedikit spermatozoa,
dimiliki cilia dan flagella di bagian lain tubuh atau yang biasanya yang nonmotil (tak bergerak). Lendir
pada makhluk lain. Susunan axonem ini sama dari fraksi utuma dan akhir berasal dari vesicula seminalis,
pangkal ke ujung ekor. Beda dengan flagellum lain yang fungsinya juga untuk memelihara spermatozoa
ekor spermatozoa mengandung dense fiber (serat ketika berada di luar tubuh jantan. V oluma 0,5 ml.

33
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2006, I (1)

Warna semen waktu baru dieyakulasi seperti pembuahan ini sebagian terdapat di akrosom
warna lem kanji yang encer, atau putih keabu-abuan. spermatozoa (hyaluronidase, protease mirip
Makin gelap wama ini jika makin banyak terkandung tripsin), sebagian terdapat dalam plasma
spermatozoa di dalam. Jika spermatozoa sedikit sekali semen, dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar
atau tak ada di dalam; semen itu bening jernih. (terutama t:rotease mirip kimotripsin). Enzim
Volume normal semen sekali eyakulasi pembuahan ini selama masih berupa eyakulat
sekitar 2,0 sampai 3,0 ml. Ada juga yang sampai 4,5 (artinya belum mendapat reaksi dari saluran
ml. Jika volume kurang dari 1 ml, ada kemungkinan kelamin betina) dalam keadaan nonaktif, oleh
tak beresnya prostat dan vesicula seminalis yang hadirnya dalam plasma semen itu zat inhibitor.
merupakan penghasil utama plasma semen. Bau 5. Inhibitor, dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar
semen itu khas, yang kata orang Barat seperti bau kelainan jantan dan terkandung dalam. plasma
bunga chestnut. Bau itu oleh spermin yang dihasilkan semen. Inhibitor itu terutama terhadap
prostat. hyaluronidase, protease mirip tripsin, dan
Keadaan fisik semen yang baru dieyakulasi protease mirip kimotripsin.
adalah kental. Tapi sekitar l5 menit kemudian akan 6. Hormon: testosteron,. FSH (follicle
mengalami pengenceran, disebut likuifaksi oleh stimulating hormone) dan LH (luteinizing
sminin (enzim lysis) yang dihasilkan prostat.Jika hormone). Ketiganya berasal dari testis; yang
pengenceran tidak wajar berarti ada ketakberesan dua. Belakangan gonadotropin yang datang ke
pada kelenjar itu. testis berasal dari hipofisa.
7. Zat organis lain, seperti asam amino, protein,
KANDUNGAN SEMEN
dan lemak. Asam amino yang utama dan jadi
Zat yang terkandung dalam semen, ialah sebagai
ciri semen ialah tirosin dan asam glutarnat,
berikut:
sedang protein yang utama ialah karnitin. Zat
1. Fruktosa, dihasilkan vesicula seminalis,
organis ini berasal dari testis, saluran dan
berada dalam plasma semen. Untuk sumber
kelenjar. Protein, seperti kamitin, dihasilkan
energi bagi spermatozoa dalam bergerak. Sifat
vesicula seminalis.
pernafasannya ialah anaerobis.
2. Asam sitrat, spermin, seminin, enzimposfatase ANALlSA SPERMA
asam, glukorunidase, lisozim dan amilase. Analisis sperma adalah suatu pemeriksaan
Semua dihasilkan prostat. Asam sitrat belum yang penting untuk menilai fungsi organ reproduksi
jelas peranan, dikira untuk menggumpalkan pria. Untuk mengetahui apakah seseorang pria fertil
semen setelah eyakulasi. Spermin yang atau infertil. Peranan analisa semen penting sekali.
memberi bau khas, seminin untuk merombak Semen diperiksa harus dari seluruh cyakulat. Karena
(lysis);sehingga semen mengencer, dan juga itu mengambilnya dari tubuh harus dengan masturbasi
untuk mengencerkan lendir cervix betina; atau coitus interuptus (bersetubuh dan waktu
sedangkan enzim-enzim lain berperanan eyakulasi persetubuhan dihentikan dan mani
dalam memelihara atau memberi nutrisi bagi ditampung semua).
spermatozoa di luar tubuh jantan. Ada juga dengan bersetubuh memakai
2. Prostaglandin, dihasilkan vesicula seminalis kondom, asal kondom itu yang khusus, bebas dari
dan prostat. Peranannya untuk melancarkan spermatisida. Kondom biasa, biasanya telah diberi
pengangkutan spermatozoa dalam saluran spermatisida, dan ini tak dapat. Dipakai untuk analisa.
kelamin jantan dan betina, di antaranya dengan Abstinensi juga faktor penting, dan yang terbaik ialah
mengurangi gerakan uterus, merangsang sekitar 3 -4 hari. Paling baik jika semen diperiksa
kontraksi otot polos saluran kelamin jantan selambatnya sejam sesudah eyakulasi. Jika sampel
waktu eyakulasi, dan juga untuk vasodilatasi masih dipakai lebih dari 4 jam setelah eyakulasi, agar
(mengembangkan pembuluh darah). disimpan dalam lemari es, dan untuk memeriksanya
3. Elektrolit, terutama Na, K, Zn, Mg. Dihasilkan kembali harus ditaruh dulu dalam suhu kamar.
prostat dan vesicula seminalis. Untuk Yang dianalisa secara rutin ialah
memelihara pH plasma semen. 1. Kualitas dan kuantitas spermatozoa
4. Enzim pembuahan: nyaluronidase, 2. Fungsi sakretoris kalenjar asesoris seks
neuroaminidase, protease mirip tripsin, onia (Onny P3, 1987) .
protease seperti kimotripsin. Enzim

34