Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN OKSIGEN

No. Dokumen /SOP/C/0102/IV/2017


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 01 April 2017
Halaman 1 dari 2

PUSKESMAS SUKASARI dr. Gumilar Farto Siswoyo


KECAMATAN CILAKU NIP.198202012010011013

dr. Gumilar Farto


Siswoyo
1. Pengertian Melakukan pemberian oksigen adalah memberikan tambahan oksigen
dari luar ke paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat
khusus pada pasien yang membutuhkan
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk tatalaksana pemberian
oksigen di Puskesmas Kecamatan Pademangan
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukasari Nomor 79 Tahun 2017
Tentang Standar Layanan Klinis
4. Referensi 1. Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat Tahun 1999
2. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
3. Undang-undang No 29 Tahun 2009 Tentang Praktik Kedokteran
5. Alat dan Bahan 1. ATK
2. APD (masker dan Handscoon)
3. Tabung Oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifier
4. Nasal kanul
5. Sungkup/masker wajah
6. Plester
7. Gunting
6. Langkah-langkah 1. Perawat melakukan anamnesa kepada pasien
2. Dokter mengkaji kebutuhan terapi oksigen dan verifikasi (periksa
kembali) instruksi pengobatan
3. Perawat mempersiapkan Pasien
a. Perawat mengatur posisi Pasien semifowler jika memungkinkan.
Posisi ini memungkinkan ekspansi dada lebih mudah sehingga
memudahkan pasien untuk bernafas
b. Perawat menjelaskan bahwa oksigen tidak berbahaya jika
petunjuk keamanan diperhatikan dan akan mengurangi
ketidaknyamanan akibat dispnea. Jelaskan kepada pasien dan
keluarga pasien tentang petunjuk keamanan yang berhubungan
dengan penggunaan oksigen
4. Perawat mengatur peralatan oksigen dan Humidifier
5. Perawat memutar pengatur tekanan oksigen sesuai terapi dan
pastikan alat dapat berfungsi
a. Cek apakah oksigen dapat mengalir secara bebas lewat selang
b. Atur oksigen dengan flow meter sesuai dengan instruksi, misalnya
2-6 L/menit
6. Perawat mencuci tangan dan memakai APD sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
7. Perawat memasang alat pemberian oksigen yang sesuai:
a. Kanul
1) Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan,
biasanya 1- 6 liter/menit
2) Letakkan kanul pada wajah Pasien, dengan lubang kanul
masuk ke hidung dan karet pengikat melingkar ke kepala
b. Sungkup/Masker wajah
1) Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan,
umumnya 6 10 liter/menit
2) Tempatkan masker ke wajah Pasien, dan letakkan dari hidung
hingga ke bawah
3) Atur masker sesuai bentuk wajah sehingga sangat sedikit
oksigen yang keluar melalui mata atau sekitar pipi dan dagu
4) Ikatkan karet pengikat melingkari kepala pasien sehingga
masker terasa nyaman
8. Fiksasi dengan plester jika oksigen sudah mengalir dengan baik
9. Petugas mencuci tangan setelah prosedur dilakukan
10. Perawat mengkaji Pasien secara teratur
a. Secara umum
1) Kaji tingkat kecemasan Pasien, warna mukosa, dan
kemudahan bernapas saat dipasang alat
2) Kaji Pasien dalam 15-30 menit pertama bergantung pada
kondisi Pasien dan setelah itu, kaji secara teratur. Kaji TTV
Pasien, pola napas, dan gerakan dada
3) Kaji secara teratur tanda-tanda klinis, seperti hipoksia,
takikardia, konfusi, dispnea, kelelahan, sianosis
4) Kaji hidung Pasien jika ada iritasi. Beri cairan lubrikasi/ pelumas
jika diperlukan
11. Mengecek peralatan secara teratur:
a. Cek flow meter dan tinggi air pada humidifier dalam 30 menit dan
saat memberikan perawatan pada Pasien
b. Pertahankan tinggi air di humidifier
c. Pastikan petunjuk keamanan diikuti
12. Petugas melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
13. Petugas menuliskan tindakan dan hasil observasi di rekam medis
7. Bagan Alir
8. Hal-hal yang harus
diperhatikan
9. Unit Terkait RGD 24 Jam
10. Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. SOP Kewaspadaan Universal
11. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen

Pemberian Oksigen

SOP/UKP/PAD/IGD/98 2