Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN LUKA BAKAR

No. Dokumen /SOP/C/0102/IV/2017


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 01 April 2017
Halaman 1 dari 3

PUSKESMAS SUKASARI dr. Gumilar Farto Siswoyo


KECAMATAN CILAKU NIP.198202012010011013

1. Pengertian 1. Penanganan luka bakar adalah serangkaian tindakan medis yang


diberikan pada pasien yang datang dengan luka bakar yang bertujuan
untuk mencegah masuknya kotoran ke dalam luka, mencegah sekresi
yang berlebihan, mengurangi rasa sakit.
2. Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat kontak langsung atau
terpapar dengan benda-benda yang menghasilkan panas (misalnya
api, air panas, listrik) atau zat-zat yang bersifat membakar (misalnya
asam kuat & basa kuat)
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
penanganan pasien luka bakar di Puskesmas Kecamatan Pademangan
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukasari Nomor 79 Tahun 2017
Tentang Standar Layanan Klinis
4. Referensi 1. Kepmenkes no HK 02.02/MENKES/514/ 2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama
2. Fadli, Slamet. 2014. Kumpulan SOP. http://kumpulan sop
keperawatan.blogspot.co.id/2014/11/sop-ppk-perawatan-luka-
bakar.html (diakses pada tanggal 19 April 2016, pukul 17.00)
3. Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit 1999
5. Alat dan Bahan 1. ATK
2. Lembar Konsul Internal
3. APD (Masker dan Handscoon)
4. Pinset Anatomi
5. Pinset Cirrurgis
6. Gunting debridement dan gunting plester
7. Bengkok
8. Kassa steril
9. Verband
10. Plester/micropore
11. Nacl 0,9 %
12. SSD (Silver Sulfa Diacin)
13. Jarum spuit
14. Sphymomanometer
15. Stetoskop
6. Langkah-langkah 1. Menilai Kondisi Umum Pasien (Periksa Circulasi, Airway, Breathing,
Disability)
2. Dokter memeriksa luka bakar pasien dan menentukan derajat serta
luas luka bakar
a) Bila hasil pemeriksaan terjadi luka bakar derajat 1:
1) Petugas mencuci tangan sesuai dengan SOP Kewaspadaan
Universal
2) Mempersiapkan alat dan menempatkan alat di dekat pasien
dengan benar
3) Petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga pasien
4) Menulis lembar konsul interna dan meminta pasien untuk
menyelesaikan biaya administrasi di bagian loket
5) Memakai APD sesuai dengan SOP Kewaspadaan Universal
6) Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
7) Bila luka bakar tertutup pakaian maka minta ijin untuk
membuka pakaian supaya luka terlihat jelas dan membuka
pakaian dengan hati-hati, bila sulit dibasahi dengan NaCl 0,9 %
8) Perawat membersihkan luka dengan cara mengaliri bagian
luka menggunakan Nacl 0,9 % dengan meletakkan bengkok di
bawah luka terlebih dahulu
9) Melakukan debridement bila ada jaringan nekrotik dengan cara
memotong bagian nekrotik dengan menggunakan pinset
cirrugis dan gunting jaringan mulai dari bagian yang tipis
menuju ke bagian tebal
10) Bila ada bula dipecah dengan cara ditusuk dengan jarum spuit
steril sejajar dengan permukaan kulit di bagian pinggir bula
kemudian dilakukan pemotongan kulit bula dimulai dari pinggir
dengan menggunakan gunting dan pinset chirugis
11) Mengeringkan luka dengan cara mengambil kassa steril
dengan pinset anatomis lalu kassa steril ditekankan pelan-
pelan sehingga luka benar-benar kering
12) Memberikan obat topical (silver sulfadiazine) sesuai luas luka
bakar
13) Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verband
dan diplester
14) Merapikan pasien dan membereskan alat yang sudah
digunakan sesuai dengan SOP Dekontaminasi, Pencucian dan
Pembilasan, Sterilisasi Alat
15) Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
16) Dokter membuatkan resep obat dan memberikan kepada
pasien atau keluarga pasien untuk diambil di apotek
17) Dokter memberikan advice kepada pasien dan rencana
pengobatan selanjutnya
18) Menulis lembar konsul internal dan meminta pasien untuk
menyelesaikan biaya administrasi di bagian loket
19) Mencatat kegiatan dan hasil observasi di rekam medis dan
buku tindakan
b) Bila hasil pemeriksaan terjadi luka bakar derajat II & III maka
dilakukan tindakan resusitasi cairan:
1) Pada orang dewasa, dengan luka bakar tingkat II-III 20% atau
lebih sudah ada indikasi untuk pemberian infuse karena
kemungkinan timbulnya syok. Sedangkan pada orang tua dan
anak-anak batasnya 15%

Penanganan Luka bakar

SOP/UKP/PAD/IGD/101 2
2) Formula yang dipakai untuk pemberian cairan adalah formula
menurut Baxter. Formula Baxter terhitung dari saat kejadian
(orang dewasa):
8 jam pertama (4cc x KgBB x %Luas Luka Bakar) Ringer
Laktat
16 jam berikutnya (4cc x KgBB x %Luas Luka Bakar)
Ringer Laktat ditambah 500 1000cc koloid
3) Modifikasi Formula Baxter untuk anak-anak:
Replacement : 2 cc/KgBB/%Luas Luka Bakar
Kebutuhan faali
Umur sampai 1 tahun : 100 cc/KgBB
1- 5 tahun : 75 cc/KgBB
5 15 tahun : 50 cc/ KgBB
4) Mencatat kegiatan dan hasil observasi di rekam medis dan
buku tindakan
c) Bila hasil pemeriksaan terjadi luka bakar derajat II dan III >25 %
maka pasien dirujuk ke rumah sakit sesuai dengan SOP Rujukan
dengan Ambulans
7. Bagian Alir
8. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
9. Unit Terkait RGD 24 Jam
10. Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. SOP Rujukan dengan Ambulans
3. SOP Kewaspadaan Universal
4. SOP Dekontaminasi, Pencucian dan Pembilasan, Sterilisasi Alat
5. Buku Tindakan
11. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen

Penanganan Luka bakar

SOP/UKP/PAD/IGD/101 3