Anda di halaman 1dari 5

Tugas :

ERADIKASI, REDUKSI, DAN ELIMINASI

Oleh :

SATAR
Nim : 201601060

PROGRAM STUDI PASCA SARJANA


STIKES MANDALA WALUYA KENDARI
TA 2016/2017
SURVEILANS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI

A. Pengantar
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular
menjelaskan pada Bab II mengenai Kelompok dan Jenis Penyakit
Menular, Pasal 4 ayat (1) bahwa Berdasarkan cara penularannya,
Penyakit Menular dikelompokkan menjadi:
a. Penyakit menular langsung; dan
b. penyakit tular vektor dan binatang pembawa penyakit.
Penyakit menular langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a terdiri atas:
1) Difteri;
2) Pertusis;
3) Tetanus;
4) Polio;
5) Campak;
6) Typhoid;
7) Kolera:
8) Rubella;
9) Yellow Fever;
10) Influensa;
11) Meningitis;
12) Tuberkulosis;
13) Hepatitis;
14) penyakit akibat Pneumokokus;
15) penyakit akibat Rotavirus;
16) penyakit akibat Human Papiloma Virus (HPV);
17) penyakit virus ebola;
18) MERS-CoV;
19) Infeksi Saluran Pencernaan;
20) Infeksi Menular Seksual;
21) Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV);
22) Infeksi Saluran Pernafasan;
23) Kusta; dan
24) Frambusia.
Jenis penyakit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
sampai dengan huruf p merupakan penyakit menular langsung yang
dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Adapun Jenis penyakit tular vektor dan binatang pembawa penyakit


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
1.) Malaria;
2.) Demam Berdarah;
3.) Chikungunya;
4.) Filariasis dan Kecacingan;
5.) Schistosomiasis;
6.) Japanese Enchepalitis;
7.) Rabies;
8.) Antraks
9.) Pes;
10.) Toxoplasma;
11.) Leptospirosis;
12.) West Nile.

Pada Pasal 8 menjelaskan bahwa :


Berdasarkan prevalensi/kejadian kesakitan dan karakteristik Penyakit
Menular, target program Penanggulangan Penyakit Menular
meliputi:
a. Reduksi;
b. Eliminasi; dan/ atau
c. Eradikasi.
1) Reduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan
upaya pengurangan angka kesakitan dan/atau kematian terhadap
Penyakit Menular tertentu agar secara bertahap penyakit tersebut
menurun sesuai dengan sasaran atau target operasionalnya.
2) Eliminasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan
upaya pengurangan terhadap penyakit secara berkesinambungan di
wilayah tertentu sehingga angka kesakitan penyakit tersebut dapat
ditekan serendah mungkin agar tidak menjadi masalah kesehatan di
wilayah yang bersangkutan.
3) Eradikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan
upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan melalui
pemberantasan dan eliminasi untuk menghilangkan jenis penyakit
tertentu secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan
masyarakat secara nasional. Eradikasi adalah tindakan pemusnahan
terhadap tanaman, organisme pengganggu tumbuhan, dan benda lain
yang menyebabkan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan di
lokasi tertentu. (Pasal 1 Angka 9 UU Nomor 12 Tahun 1992 Sistem
Budidaya Tanaman). Pemusnahan total bagian tanaman (sampai ke
akarnya) yg terserang penyakit atau seluruh inang untuk membasmi
suatu penyakit.

B. Kriteria Mencapai Komitmen Global

Eradikasi polio
Tidak ditemukan Virus polio selama 3 tahun berturut-turut yang
dibuktikan dengan Surveillans AFP sesuai standar sertifikasi
Eliminasi Campak
Tidak ditemukan wilayah endemis campak selama >12 bulan,
dengan pelaksanaan surveillance campak yang adekuat. (Regional
consultation on Measles, SEARO, New Delhi, 25 27 August 2009
& WHA, May 2010)

C. Cakupan Surveilans PD3I saat ini

1. Penyakit Campak
2. Penyakit TN
3. Penyakit Polio
4. Penyakit Diptheria

D. Kriteria mencapai Komitmen Global :

Eradikasi polio
Tidak ditemukan Virus polio selama 3 tahun berturut-turut yang
dibuktikan dengan Surveillans AFP sesuai standar sertifikasi
Eliminasi Campak
Tidak ditemukan wilayah endemis campak selama >12 bulan,
dengan pelaksanaan surveillance campak yang adekuat. (Regional
consultation on Measles, SEARO, New Delhi, 25 27 August 2009
& WHA, May 2010)
Eliminasi TN
Insiden/angka kejadian tetanus pada masyarakat kurang dari 1
tetanus neonatorum (TN) dalam 1000 kelahiran hidup pada setiap
Kabupaten/kota.
Referensi

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014


Tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

http://www.artikata.com/arti-326731-eradikasi.html