Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN

SUSPENSI TEPUNG BESI

Fenomena Suspensi Tepung Besi

1. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Membuat suspensi tepung besi.
2. Mengetahui pengaruh elektron tunggal pada sifat kemagnetan besi.

2. Landasan Teori

a. Strukut Atom
Atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron berada di dalam inti
atom. Sedangkan elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. semua
elektron bermuatan negatif (-) dan semua proton bermuatan positif (+) sementara itu neutron
bermuatan netral. Elektron yang bermuatan negatif (-) ditarik oleh proton yang bermuatan positif
(+) pada inti atom. Elektron yang tidak berpasangan disebut elektron tunggal.
b. Besi
Besi adalah unsur kimia dengan simbol Fe (dari bahasa Latin: ferrum) dan nomor atom
26. Merupakan logam dalam deret transisi pertama. Ini adalah unsur paling umum di bumi
berdasarkan massa, membentuk sebagian besar bagian inti luar dan dalam bumi. Besi adalah
unsur keempat terbesar pada kerak bumi. Kelimpahannya dalam planet berbatu seperti bumi
karena melimpahnya produksi akibat reaksi fusi dalam bintang bermassa besar, di mana produksi
nikel-56 (yang meluruh menjadi isotop besi paling umum) adalah reaksi fusi nuklir terakhir yang
bersifat eksotermal. Akibatnya, nikel radioaktif adalah unsur terakhir yang diproduksi sebelum
keruntuhan hebat supernova. Keruntuhan tersebut menghamburkan prekursor radionuklida besi
ke angkasa raya.
Seperti unsur golongan 8 lainnya, besi berada pada rentang tingkat oksidasi yang lebar,
2 hingga +6, meskipun +2 dan +3 adalah yang paling banyak. Unsur besi terdapat dalam
meteorit dan lingkungan rendah oksigen lainnya, tetapi reaktif dengan oksigen dan air.
Permukaan besi segar nampak berkilau abu-abu keperakan, tetapi teroksidasi dalam udara
normal menghasilkan besi oksida hidrat, yang dikenal sebagai karat. Tidak seperti logam lain
yang membentuk lapisan oksida pasivasi, oksida besi menempati lebih banyak tempat daripada
logamnya sendiri dan kemudian mengelupas, mengekspos permukaan segar untuk korosi.
Senyawa kimia besi memiliki banyak manfaat. Besi oksida dicampur dengan serbuk
aluminium dapat dipantik untuk membuat reaksi termit, yang digunakan dalam pengelasan dan
pemurnian bijih. Besi membentuk senyawa biner dengan halogen dan kalsogen. Senyawa
organologamnya antara lain ferosen, senyawa sandwich pertama yang ditemukan.

Sifat Fisik Besi

Besi adalah logam dengan penampakan putih silver mengkilap. Ia punya sifat elastis dan
lunak. Elastis berarti logam tersebut mampu ditarik namun tidak putus. Lunak artinya logam
tersebut dapat ditempa dengan berbagai bentuk.
Besi mempunyai kekuatan tarik yang sangat tinggi. Besi dapat ditarik tanpa membuatnya
putus. Besi sangat mudah untuk digunakan dalam berbagai apliaksi. Ia bisa dibengkokkan,
digulung, dipotong, dibentuk, maupun dipadukan dengan logam lain. Besi murni memiliki titik
lebur 1536 C atau sekitar 2797 F dan titik didih 3000 c (5.400 F). Besi punya desitas 7,87
gram/cm3.
Sifat Kimia Besi

Besi adalah logam yang sangat aktif. ia sangat mudah bereaksi dengan oksigen di udara
menghasilkan oksida besi (Fe2O3) yang dikenal sebagai karat. Selengkapnya bisa dibaca di
Korosi Besi. Besi juga berekasi dengan air dan uap pada suhu tinggi menghasilkan gas hidrogen.
Besi juga punya sifat larut dalam larutan asam.

Keberadaan Besi di Alam

Besi adalah unsur di urutan keempat paling banyak di kerak bumi. Kelimpahannya
diperkirakan sekitar 5%. Besi juga ditemukan keberadaannya di matahari, ateroid, dan bintan.
Senyawa besi yang paling sering dijumpai adalah hematit atau besi oksida (Fe2O3), lomit,
manetit, dan siderit. Ada satu lagi sumber besi yang sekarang sedang meningkat yaitu tacnotie.
Tacnotite adalah campuran dari hemaitit dan silica. Ia mengandung kurang lebih 25% besi.
Negara sumber terbesar besi adalah Tiongkok, Rusia, Kanada, Brazil, Australia, dan India.

Isotop Besi

Di alam ada 4 isotop besi yaitu besi-54, besi-56, besi-57, dan besi-58. Isotop adalah dua
atau lebih bentuk dari sebuah unsur. Selengkapnya tentang isotop sobat bisa baca di definisi
isotop. Selain 4 isotop unsur besi juga memiliki 6 isotop radioaktif. Yang dimaksud dengan
isotop radioaktof adalah isotop yang didapat dari pemecahan radiaktif. Isotop ini diproduksi
ketika partikel-partikel kecil ditembakkan pada sebuah atom. Dari 6 isotop radioaktif besi, dua
diantaranya digunakan dalam dunia medis. Mereka adalah besi-55 dan besi-59. Keduanya sering
digunakan terutama sebagai pelacak dalam penelitian darah. Isotop radioaktif dimasukkan dalam
sistem peredaran darah. Ia akan memancarkan radiasi tertentu yang kemudian ditangkap oleh alat
penerima.

Manfaat Besi

Pada umumnya produk berbahan besi yang sangat bermanfaat bagi manusia bisa
dikelompokkan dalam kategori Produk Otomotf, Konstruksi, Shipping, Mesin, Jala Kereta Api,
Perlengkapan listrik, Perkakas rumah., Alat industri berat.
Senyawa Besi
Berikut beberapa senyawa yang mengandung besi dan juga manfaatnya.

Nama Senyawa
Rumus Kimia Kegunaan
Besi

Besi (III) asetat Fe(C2H3O2)3 pencelup kain

Besi arsenat FeAsO4 insektisida,

pemurni air, pengendali limbah cair,


Besi (III) korida FeCl3 pewarna pada cat, fotografi, bahan
untuk pakan hewan.

Besi (III) pigment warna coklat pada karet,


Fe(OH)3
hidroksida pembersih limbah

pupuk, zat adiktif pada makanan


Besi (III) fosfat FePO4
hewan dan manusia

Efek Besi bagi Kesehatan

Besi sangat penting bagi manusia. Hal ini karena ia dibutuhkan dalam tubuh dalam
pembentukan sel darah merah. Sel darah merah inilah yang akan mengikat oksigen dan
membawanya untuk pembakaran pada sel-sel tubuh. Jika anda kekurangan zat besi dapat
menyebabkan penyakit yang serius seperti anemia. Anemia membuat orang mudah lelah dan
letih. Jika sudah parah ia bisa memicu gangguan pernafasan dan bahkan bisa menyebabkan
kematian.
c. Natrium hidroksida (Soda Kaustik)

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, soda api, atau sodium
hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa
Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat
ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu, kertas, tekstil, air minum, sabun dan
deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium
kimia.
Dalam sebuah industri, khususnya industri kimia kaustik soda atau NaOH memiliki
peranan yang sangat penting dalam proses produksi. Dalam pembuatan pulp dan kertas, tekstil,
air minum, sabun dan deterjen dan sebagai pembersih drain, bahan ini (kaustik soda) berguna
sebagai penetralisir sifat keasaman yang di akibatkan dalam pemakaian DDBS. Oleh karenanya
menjadikan kaustik soda sebagai bahan yang memiliki peranan sangat penting dalam industri.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet,
serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50% yang biasa disebut larutan Sorensen. Ia bersifat
lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut
dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan, karena pada proses pelarutannya dalam
air bereaksi secara eksotermis. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan
NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter
dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada
kain dan kertas.
d. Sifat Kemagnetan Bahan

Ketika materi ditempatkan dalam medan magnet, kekuatan magnetik dari bahan yang
elektron tersebut akan terpengaruh. Efek ini dikenal sebagai Hukum Faraday Induksi Magnetik.
Namun, bahan dapat bereaksi sangat berbeda dengan kehadiran medan magnet luar. Reaksi ini
tergantung pada sejumlah faktor, seperti struktur atom dan molekul material, dan medan magnet
bersih terkait dengan atom. Momen magnetik berhubungan dengan atom memiliki tiga asal-usul.
Ini adalah gerakan orbital elektron, perubahan dalam gerak orbit yang disebabkan oleh medan
magnet luar, dan spin dari elektron.
Pada sebagian besar atom, elektron terjadi pada pasangan. Spin elektron dalam pasangan
di arah yang berlawanan. Jadi, ketika elektron dipasangkan bersama-sama, mereka berputar
berlawanan menyebabkan medan magnet mereka untuk membatalkan satu sama lain. Oleh
karena itu, tidak ada medan magnet bersih. Bergantian, bahan dengan beberapa elektron
berpasangan akan memiliki medan magnet bersih dan akan bereaksi lebih untuk bidang
eksternal. Kebanyakan bahan dapat diklasifikasikan sebagai diamagnetic, atau feromagnetik
paramagnetik.
Berdasarkan sifat medan magnet atomis, bahan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu
diamagnetik, paramagnetik dan ferromagnetik. Berikut akan djelaskan tentang ketiga sifat dari
kemagnetan.

Diamagnetik.

Bahan diamagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing
atom atau molekulnya nol, tetapi orbit dan spinnya tidak nol (Halliday & Resnick, 1989). Bahan
diamagnetik tidak mempunyai momen dipol magnet permanen. Jika bahan diamagnetik diberi
medan magnet luar, maka elektron-elektron dalam atom akan berubah gerakannya sedemikian
hingga menghasilkan resultan medan magnet atomis yang arahnya berlawanan.
Sifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh gerak orbital elektron sehingga semua bahan
bersifat diamagnetik karena atomnya mempunyai elektron orbital. Bahan dapat bersifat magnet
apabila susunan atom dalam bahan tersebut mempunyai spin elektron yang tidak berpasangan.
Dalam bahan diamagnetik hampir semua spin elektron berpasangan. Contoh bahan diamagnetik
yaitu: bismut, perak, emas, tembaga dan seng.
Bahan diagmanetik memiliki negatif, kerentanan lemah untuk medan magnet. bahan
Diamagnetic sedikit ditolak oleh medan magnet dan materi tidak mempertahankan sifat magnetik
ketika bidang eksternal dihapus. Dalam bahan diamagnetic semua elektron dipasangkan sehingga
tidak ada magnet permanen saat bersih per atom. sifat diamagnetik timbul dari penataan kembali
dari orbit elektron di bawah pengaruh medan magnet luar.
Diamagnetisme adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika
dikenai medan magnet .Sifat ini menyebabkan efek tolak menolak. Diamagnetik adalah salah
satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki
kekuatan magnet yang kuat.
Semua material menunjukkan peristiwa diamagnetik ketika berada dalam medan magnet.
Oleh karena itu, diamagnetik adalah peristiwa yang umum terjadi karena pasangan elektron,
termasuk elektron inti di atom, selalu menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun
demikian, kekuatan magnet material diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan
magnet material feromagnetik ataupun paramagnetik. Material yang disebut diamagnetik
umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik', termasuk di antaranya air, kayu , senyawa
organik seperti minyak bumi dan beberapa jenis plastik , serta beberapa logam seperti tembaga,
merkuri ,emas dan bismut .Superkonduktor adalah contoh diamagnetik sempurna.

Ciri-ciri dari bahan diamagnetik adalah:

1. Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah


nol
2. Jika solenoida dirnasukkan bahan ini, induksi magnetik yang timbul lebih kecil.
3. Permeabilitas bahan ini: u <> o. Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam
dapur.

Paramagnetik.

Bahan paramagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing
atom/molekulnya tidak nol, tetapi resultan medan magnet atomis total seluruh atom/molekul
dalam bahan nol (Halliday & Resnick, 1989). Hal ini disebabkan karena gerakan atom/molekul
acak, sehingga resultan medan magnet atomis masing-masing atom saling meniadakan. Bahan
ini jika diberi medan magnet luar, maka elektron-elektronnya akan berusaha sedemikian rupa
sehingga resultan medan magnet atomisnya searah dengan medan magnet luar. Sifat
paramagnetik ditimbulkan oleh momen magnetik spin yang menjadi terarah oleh medan magnet
luar. Pada bahan ini, efek diamagnetik (efek timbulnya medan magnet yang melawan medan
magnet penyebabnya) dapat timbul, tetapi pengaruhnya sangat kecil. Contoh bahan
paramagnetik: alumunium, magnesium, wolfram dan sebagainya. Bahan diamagnetik dan
paramagnetik mempunyai sifat kemagnetan yang lemah. Perubahan medan magnet dengan
adanya bahan tersebut tidaklah besar apabila digunakan sebagai pengisi kumparan toroida.
Bahan paramagnetik ada yang positif, kerentanan kecil untuk medan magnet.. Bahan-
bahan ini sedikit tertarik oleh medan magnet dan materi yang tidak mempertahankan sifat
magnetik ketika bidang eksternal dihapus. sifat paramagnetik adalah karena adanya beberapa
elektron tidak berpasangan, dan dari penataan kembali elektron orbit disebabkan oleh medan
magnet eksternal. bahan paramagnetik termasuk Magnesium, molybdenum, lithium, dan
tantalum
Paramagnetisme adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi karena adanya
medan magnet eksternal. Material paramagnetik tertarik oleh medan magnet, dan karenanya
memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain,
suseptibilitas magnetik positif). Meskipun demikian, tidak seperti ferromagnet yang juga tertarik
oleh medan magnet, paramagnet tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet
eksternal tak lagi diterapkan.

Ferromagnetik.

Bahan ferromagnetik adalah bahan yang mempunyai resultan medan atomis besar
(Halliday & Resnick, 1989). Hal ini terutama disebabkan oleh momen magnetik spin elektron.
Pada bahan ferromagnetik banyak spin elektron yang tidak berpasangan, misalnya pada atom
besi terdapat empat buah spin elektron yang tidak berpasangan. Masing-masing spin elektron
yang tidak berpasangan ini akan memberikan medan magnetik, sehingga total medan magnetik
yang dihasilkan oleh suatu atom lebih besar. Medan magnet dari masing-masing atom dalam
bahan ferromagnetik sangat kuat, sehingga interaksi diantara atom-atom tetangganya
menyebabkan sebagian besar atom akan mensejajarkan diri membentuk kelompok-kelompok.
Ferromagnetisme adalah sebuah fenomena dimana sebuah material dapat mengalami
magnetisasi secara spontan, dan merupakan satu dari bentuk kemagnetan yang paling kuat.
Fenomena inilah yang dapat menjelaskan kelakuan magnet yang kita jumpai sehari-hari.
Ferromagnetisme dan ferromagnetisme merupakan dasar untuk menjelaskan fenomena magnet
permanen. Besi, nikel, dan kobalt adalah contoh bahan feromagnetik.. Komponen dengan materi-
materi ini biasanya diperiksa dengan menggunakan metode partikel magnetik.

Ciri-ciri bahan ferromagnetik adalah:

1. Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar.


2. Tetap bersifat magnetik sangat baik sebagai magnet permanen.
3. Jika solenoida diisi bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik sangat besar (bisa
ribuan kali). Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt.

e. Suspensi

Suspensi adalah campuran heterogen antara fase terdispersi dalam medium pendispersi.
Secara umum, terdispersi adalah padatan, sedangkan medium pendispersinya adalah air. Dalam
sistem suspensi dapat dibedakan antara zat terdispersi dan medium pendispersi. Fase terdispersi
dalam bentuk padatan dengan ukuran besar akan terlihat tersebar dalam medium air. Karena
ukuran zat terdispersi besar, fase air tidak mampu lagi menahannya. Oleh karena itu, zat
terdispersi akan mengendap. Ukuran zat terdispersi dalam suspensi lebih dari 10-5 cm. dengan
penyaringan biasa, zat terdispersi dapat disaring. Jadi suspensi adalah dispersi padatan dengan
bentuk fisik heterogen. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat;
apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke
bawah.
Suspensi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Suspensi mempunyai ukuran partikel > 10-5 cm.
Suspensi dapat dilihat dengan mikroskop. Suspensi dapat disaring dengan kertas
saring.
Suspensi bersifat labil artinya tidak tahan lama.
Suspensi mudah mengalami koagulasi.
Suspensi termasuk campuran heterogen.
3. Alat dan Bahan

3.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum reaksi nyala dapat dilihat dalam tabel 3.1.
Tabel 3.1 Alat Praktikum
No Alat Praktikum Ukuran Jumlah (pcs)
1 Cawan Petri Sedang 1
2 Mortar dan Pestle Besar 1 /1
3 Sendok Sedang 1
4 Sebatang Logam - 1

3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum reaksi nyalaantara lain:

No Bahan Praktikum Konsentrasi Jumlah (pcs)


1 Serbuk Besi - 8 Sendok
2 Soda Kaustik 50% 50 mL

4. CaraKerja

Dalam melakukan eksperimen reaksi nyala terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan,
yakni sbb:
1. Masukkan 8 sendok serbuk besi ke dalam Mortar kemudian gerus/giling dengan Pestle
sampai serbuk besi sehalus mungkin (seperti tepung)
2. Masukkan tepung besi tersebut ke dalam cawan petri.
3. Tuangkan soda kaustik 50% ke dalam cawan petri kemudian aduk selama beberapa saat.
4. Ambil sepotong logam dan dekatkan ke dalam cawan petri seperti pada gambar. Amati
apa yang terjadi.
5. Hasil Pengamatan
No. Prosedur Kerja Sebelum reaksi Sesudah reaksi
1. Besi di gerus/di giling

2. Tepung besi dicampur soda


kaustik

3 Sebatang Logam di dekatkan

6. Analisis Data
1. Apa yang terjadi ketika tepung besi dicampurkan dengan soda kaustik?
2. Apa yang terjadi ketika sebatang logam didekatkan ke dalam cawan petri yang berisi
suspense tepung besi ?

Potongan besi yang dijadikan suspensi akan mengikuti arah logam yang didekatkan
dengan serbuk besi tersebut. Hal ini dikarenakan besi memiliki sifat feromagnetik yaitu sifat besi
yang dapat menarik logam lainnya pada saat tidak ada medan magnet di sekitarnya. Sifat
feromagnetik ini lebih kuat dibandingkan dengan sifat paramagnetik sehingga medan yang
dihasilkan dapat bersifat permanen. Medan magnet ini dapat timbul akibat adanya elektron
tunggal atau elektron yang tidak memiliki pasangan.

Besi, banyak memiliki elektron dengan orientasi putaran ke arah yang sama sehingga
bersifat magnetis. Atom besi memiliki 4 elektron tak berpasangan spin yang memiliki orientasi
seragam yaitu pada orbital d
26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 4d6
Elektron pada atom menghasilkan medan magnet saat bergerak, berotasi
mengelilingi inti, dan berputar pada sumbunya sendiri. Jika elektron-elektron
memiliki orientasi putaran yang sama, atom akan bersifat magnetis sehingga
merespon terhadap medan magnet. Tetapi, jika putaran elektron-elektron mengarah
ke orientasi yang beragam, atom tidak bersifat magnetis karena medan magnet saling
menetralkan. Akibatnya, atom tidak merespon terhadap medan magnet lain.

7. Kesimpulan

Potongan besi yang dijadikan suspensi akan mengikuti arah logam yang didekatkan
dengan serbuk besi tersebut. Hal ini dikarenakan karena besi memiliki sifat feromagnetik yaitu
sifat besi yang dapat menarik logam lainnya pada saat tidak ada medan magnet di sekitarnya.
Sifat feromagnetik ini lebih kuat dibandingkan dengan sifat paramagnetik sehingga medan yang
dihasilkan dapat bersifat permanen. Medan magnet ini dapat timbul akibat adanya elektron
tunggal atau elektron yang tidak memiliki pasangan.

8. Rekomendasi
1. Praktikum tentang suspense tepung besi dapat diterapkan pada mata pelajaran Kimia
Kelas XI SMA pada BAB 7 tentang materi koloid dan suspense.

9. Daftar Pustaka

G.1990. Vogel Bagian 1 Buku Teksa Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.
Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka

http://suryastematel.blogspot.co.id/2010/11/aluminium-adalah-logam-yang-berwaarna.html