Anda di halaman 1dari 9

Penetapan Kadar -Karoten pada Beberapa Jenis....

(Tri Octaviani, dkk) 101

PENETAPAN KADAR -KAROTEN PADA BEBERAPA JENIS


CABE (Genus Capsicum) DENGAN METODE
SPEKTROFOTOMETRI TAMPAK
DETERMINATION OF -CAROTENE IN SOME TYPES
OF CHILI (Genus Capsicum) USING VISIBLE
SPECTROPHOTOMETRY METHOD
Tri Octaviani, Any Guntarti, Hari Susanti
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Yogyakarta
Email: any_guntarti@yahoo.co.id

ABSTRAK

Beta karoten merupakan provitamin A yang berperan penting bagi pembentukan vitamin
A. Sebagian besar sumber vitamin A adalah -karoten. Dalam tubuh -karoten akan diubah
menjadi vitamin A. Cabe yang dianggap sebagai bahan pangan yang sangat penting merupakan
sumber -karoten yang sangat baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan -
karoten dalam cabe dengan metode spektrofotometri tampak. Cabe segar yang telah dihaluskan
diekstraksi dengan campuran heksana:aseton:etanol (2:1:1) v/v dengan metode maserasi.
Setelah proses ekstraksi selesai ditambahkan akuabidestilata. Hasil ekstraksi berupa fase non
polar dipisahkan, kemudian diuapkan sampai kering. Residu yang diperoleh selanjutnya
digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif -karoten dengan metode
Carr-Price. Penetapan kadar -karoten dilakukan dengan metode spektrofotometri tampak pada
panjang gelombang 452,4 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dalam cabe merah besar
(Capsicum annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth), cabe merah keriting (Capsicum annuum L.
Var. Longum sendt) dan cabe rawit teridentifikasi adanya -karoten. Dari penelitian diperoleh
hasil kadar rata-rata -karoten pada cabe merah besar sebesar (10,540,07) mg/100g, cabe
merah keriting sebesar (5,570,13) mg/100g dan cabe rawit sebesar (0,360,01) mg/100g.
Hasil analisis statistik dengan uji LSD hasil kadar -karoten dalam cabe merah besar, cabe
merah keriting dan cabe rawit adalah berbeda bermakna (P.0,05).

Kata kunci : -karoten, cabe merah besar, cabe merah keriting, cabe rawit, spektrofotometri
visibel.

ABSTRACT

Beta carotene is provitamin essential role for vitamin A formation. Most of vitamin A
sources are -carotene. In the body, -carotene will be converted into vitamin A. Chilies are
considered as one of the essential food. Chillies are known as very good sources of -carotene.
Therefore, it is important to conduct a research in order to observe the content of -carotene in
the chillies using visible spectrophotometry. Fresh chillies were extracted with a mixture of
hexane:acetone:ethanol (2:1:1) v/v using a maceration method. After the extraction process was
complete, aquabidest was added. The extraction result was non-polar phase. It was separated
and evaporated. The residue was further subjected to qualitative and quantitative analysis
102 Pharmaiana, Vol. 4, No. 2, 2014: 101-109

obtained. Qualitative analysis by using Carr-Price method. Determination of -carotene was


conducted using visible spectrophotometry method at 452,4 nm. The qualitative test results
showed that the Capsicum annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth, Capsicum annuum L. Var.
Longum sendt) and Capsicum frutescens L. contain -carotene. From the research, it was
obtained that the average levels of -carotene on the Capsicum annuum L. Var. abreviatum
Fingerhuth was (10,540,07) mg/100g, Capsicum annuum L. Var. Longum sendt was
(5,570,13) mg/100g and Capsicum frutescens L. was about (0,360,01) mg/100g. Statistical
analysis using LSD test of -carotene levels in the Capsicum annuum L. Var. abreviatum
Fingerhuth, Capsicum annuum L. Var. Longum sendt) and Capsicum frutescens L. were
significantly different at P of 0.05

Key words: -carotene, Capsicum annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth, Capsicum annuum
L. Var. Longum sendt, Capsicum frutescens L., visible spectrophotometry.

PENDAHULUAN berbagai macam jenis. Dalam Tabel I


disajikan 3 jenis cabe.
Vitamin merupakan suatu molekul Karotenoid merupakan tetraterpenoid
organik yang sangat diperlukan tubuh untuk (C 40 ), merupakan golongan pigmen yang larut
proses metabolisme dan memelihara lemak dan tersebar luas, terdapat hampir di
kesehatan. Vitamin tidak dapat dibuat oleh semua jenis tumbuhan, mulai dari bakteri
tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, sederhana sampai compositae yang berbunga
oleh karena itu harus diperoleh dari luar yaitu kuning. Pada tumbuhan, karotenoid
dari bahan pangan atau sediaan vitamin mempunyai dua fungsi yaitu sebagai figmen
seperti multivitamin yang dikonsumsi pembantu dalam fotosintesis dan sebagai
(Winarno, 1986). pewarna dalam bunga dan buah (buah palsu
Vitamin A dapat diperoleh dari buah- mawar, tomat dan cabe capsium) (Harborne,
buahan berwarna kuning dan jingga sampai 1996).
merah seperti pepaya, mangga, tomat, jeruk, Saat ini terdapat lebih dari 300
jambu biji, alpukat dan cabe serta sayur- karotenoid yang telah diketahui, yang paling
sayuran hijau. Beta karoten sebagai umum terdapat pada tumbuhan tinggi hanya
provitamin A merupakan unsur yang sangat sedikit, kemungkinan terbesar adalah -
potensial dan penting bagi vitamin A. Karena karoten (Harborne, 1996). Struktur kimia
-karoten merupakan sumber vitamin A maka senyawa -karoten terlihat seperti pada
ketersediaan karoten perlu diketahui (De Man, Gambar 1.
1997). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kandungan -karoten di dalam
cabe.
Cabe adalah salah satu bumbu masak
yang banyak dikonsumsi masyarakat, sering
dianggap bahan pangan yang sangat penting
dan merupakan sumber pro-vitamin A yang Gambar 1. Struktur -karoten (Robinson,
sangat baik (Rubatzky dkk., 1999). Cabe sarat 1995)
-karoten, kadarnya melebihi mangga, nanas,
Karotenoid yang terkenal adalah
papaya, maupun semangka (Rubatzky dkk.,
hidrokarbon tak jenuh turunan likopen atau
1999). Oleh karena itu perlu dilakukan
turunan likopen teroksigenase (ksantofil).
penelitian untuk mengetahui kadar -karoten
Struktur kimia likopen berupa rantai panjang
pada berbagai jenis cabe. Cabe mempunyai
yang terdiri atas delapan satuan isoprena,
Penetapan Kadar -Karoten pada Beberapa Jenis....(Tri Octaviani, dkk) 103

merangkai dari kepala sampai ekor, sehingga Spektrofotometri UV-Vis adalah


terbentuk sistem konjugasi lengkap. metode analisis berdasarkan interaksi antara
Rangkaian ini merupakan kromofor yang radiasi elektromagnetik ultra violet dekat
menghasilkan warna. Isomer -karoten (190-380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm)
misalnya - karoten hanya berbeda pada dengan memakai instrumen spektrofotometer
ikatan rangkapnya dalam satuan ujung siklik dengan suatu materi (senyawa) (Mulja dan
(Harbone, 1996). Beta karoten memiliki Suharman, 1995). Metode ini berdasarkan
aktifitas tertinggi dibandingkan -karoten penyerapan sinar ultraviolet maupun sinar
dan -karoten. Hal ini karena terdapat tampak yang menyebabkan terjadinya transisi
perpanjangan rantai konjugasi sehingga elektron (perpindahan elektron dari tingkat
mempunyai struktur polar yang lebih panjang energi yang rendah ketingkat energi yang
(Prawirokusumo, 1991). lebih tinggi) (Hendayana dkk., 1994).
Ekstraksi adalah proses penarikan Apabila dua buah atom saling berikatan
konstituen yang diinginkan dengan dan membentuk molekul maka akan terjadi
menggunakan pelarut yang dipilih dimana zat tumpang tindih dua orbital dari kedua atom
yang diinginkan dapat larut. Pelarut yang yang masing-masing mengandung satu
digunakan dipilih berdasarkan elektron dan kemudian terbentuk orbital
kemampuannya dalam melarutkan jumlah molekul (Gandjar, 1991). Hukum kuantitatif
yang maksimum dari zat aktif dan seminimum yang terkait dikenal dengan hukum Lambert-
mungkin bagi unsur yang tidak diinginkan Beer. Menurut hukum Lambert-Beer :
(Ansel, 1989).
Maserasi merupakan cara penyarian T = I t /I o = 10 .c.b
yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan A = log I/T = .c.b
cara merendam serbuk simplisia dalam cairan
penyari. Cairan penyari akan menembus Dimana T = transmitan, Io = intensitas
dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel sinar yang datang, It = intensitas radiasi yang
yang mengandung zat aktif, zat aktif akan diteruskan, = absorbansi molar
larut dan karena adanya perbedaan (Lt.mol-1.cm1), c = konsentrasi (mol.Lt-1),
konsentrasi antara larutan zat aktif didalam sel b=tebal larutan (cm) dan A = absorban (Mulja
dengan yang diluar sel, maka larutan pekat dan Suharman, 1995).
didesak keluar. Peristiwa tersebut berulang Beberapa sumber radiasi polikromatik
sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi yang dipakai pada spektrofotometer UV-Vis
antara larutan diluar sel dan didalam sel. adalah lampu deuterium, lampu tungsten dan
Maserasi digunakan untuk penyarian lampu merkuri. Sumber radiasi tersebut akan
simplisia yang mengandung zat aktif yang mengeksitasi benda ke tingkat energi yang
mudah larut dalam cairan penyari, tidak lebih tinggi. Benda atau materi akan kembali
mengandung cairan yang mudah mengembang ke tingkat energi yang lebih rendah atau ke
dalam cairan penyari, tidak mengandung dasarnya, melepaskan foton dengan energi
benzoit, stirak dan lain-lain. Cairan penyari yang sesuai dengan perbedaan energi antara
yang digunakan dapat berupa air, etanol, air tingkat tereksitasi dengan tingkat dasar
etanol, atau pelarut lain (Anonim, 1986). rendah.
104 Pharmaiana, Vol. 4, No. 2, 2014: 101-109

Tabel I. Berbagai jenis cabe dengan gambar, klasifikasi dan kandungan kimianya
Hal Cabe Merah Cabe Keriting Cabe Rawit

Gambar

Kingdom : Plantae Kingdom : Plantae Kingdom : Plantae


Divisi : Spermatophyta Divisi : Spermatophyta Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae Subdivisi : Angiospermae Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotylodenae Kelas : Dicotylodenae Kelas : Dicotylodenae
Ordo : Solanales Ordo : Solanales Ordo : Solanales
Klasifikasi Famili : Solanaceae Famili : Solanaceae Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum Genus : Capsicum Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum Spesies : Capsicum Spesies: Capsicum
annuum L. Var. abreviatum annuum L. Longum sendt frutescens L. (Anonim,
Fingerhuth (Anonim, 2001). 2001).
(Anonim, 2001).
kapsaisin, vitamin C, Kapsaisin, vitamin C, Kapsaisin 0,02%, alkaloid
dammar, zat warna dammar, zat warna atsiri, resin, minyak lemak,
kapsantin, kapsarubin, kapsantin, kapsarubin, vitamin C (Anonim, 1979)
Kandungan zeasantin, kriptosantin, zeasantin, kriptosantin, dan karoten (Dalimarta,
lutein, karoten (Anonim, lutein, karoten (Anonim, 2000).
1979). 1979).

METODE PENELITIAN Merck), heksana p.a (E Merck), aseton p.a (E


Merck), kloroform p.a (E Merck), aquabidest.
Alat
Jalannya Penelitian
Seperangkat alat spektrofotometer UV-
Vis (Pharmaspec UV-1700 Shimadzu, 1. Pembuatan larutan pereaksi untuk
Jepang), magnetik stirer, corong pisah, corong uji kualitatif -karoten
buchner, kertas aluminium foil, timbangan
analitik, glassware. Larutan antimon triklorida 25% :
Larutan antimon triklorida dibuat dengan
Bahan melarutkan 2,5 gram antimon triklorida dalam
kloroform sampai 10 mL (Andarwulan dan
Bahan utama berupa Cabe merah besar Koswara, 1992).
(Capsicum annuum L. Var. abreviatum
Fingerhuth) dari Temanggung dan diperoleh 2. Pengambilan sampel
melalui PT. LION SUPERINDO Jl. Sultan
Agung No.10 Yogyakarta, Cabe merah Sampel yang digunakan dalam
keriting (Capsicum annuum L Var. Longum penelitian ini yaitu cabe merah keriting
sendt) dan cabe rawit (Capsicum frutescens (Capsicum annuum L Var. Longum sendt),
L.) segar yang dipanen langsung dari cabe rawit (Capsicum frutescens L.) berasal
kebunnya di Sleman. Bahan kimia yang dari Sleman dan cabe merah besar (Capsicum
digunakan adalah antimon triklorida p.a (E annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth) yang
merck), -karoten p.a (Sigma), etanol p.a (E berasal dari Temanggung melalui PT. LION
Penetapan Kadar -Karoten pada Beberapa Jenis....(Tri Octaviani, dkk) 105

SUPERINDO Jl. Sultan Agung No.10 aluminium foil pada bagian luar dan
Yogyakarta. terlindungi dari cahaya. Ditambahkan 50 mL
larutan (heksana:aseton:etanol = 2:1:1) v/v,
3. Penyiapan sampel dikocok selama 30 menit dengan magnetic
stirer, dan disaring dengan corong Buchner.
Sejumlah cabe segar dihaluskan dengan Diambil bagian non polar dan selanjutnya
blender, kemudian ditimbang sebanyak 50 digunakan untuk uji kualitatif dan uji
gram, dimasukkan ke dalam Erlenmeyer kuantitatif.
bertutup yang dilapisi dengan kertas
4. Uji kualitatif -karoten e. Pengukuran serapan

Uji kualitatif dilakukan dengan uji Residu dari cabe merah, cabe merah
tabung menggunakan larutan antimon keriting dan cabe rawit dimasukkan ke dalam
triklorida 25% dalam kloroform. Hasil labu takar 5,0 mL kemudian ditambah pelarut
ekstraksi berupa larutan, diambil sejumlah 2 organik (etanol) sampai tanda batas dan
mL, kemudian ditambahkan larutan antimon dibaca serapannya.
triklorida (Andarwulan dan Koswara, 1992).
6. Analisis data
5. Uji kuantitatif -karoten
Data kuantitatif yaitu kadar -karoten
a. Pembuatan larutan baku dalam cabe merah besar, cabe merah keriting
dan cabe rawit diuji statistik dengan uji
Pembuatan larutan baku dibuat dengan Kolmogorov Smirnov untuk mengetahui data
menimbang seksama -karoten standar tersebut terdistribusi normal atau tidak.
dilarutkan dengan etanol absolut p.a. hingga Kemudian dilanjutkan dengan uji Levene
diperoleh konsentrasi larutan induk sebesar untuk mengetahui varian homogen atau tidak.
1mg/mL. Jika data tersebut terdistribusi normal dan
variannya homogen maka dilanjutkan dengan
b. Penetapan operating time uji parametrik ANOVA, jika pada uji
Larutan baku -karoten 50 g/mL ANOVA terdapat perbedaan dilanjutkan
dibaca serapannya pada panjang gelombang dengan Post Hoct Test untuk melihat dimana
452 nm sampai diperoleh waktu serapan yang letak perbedaan tersebut. Jika data tersebut
stabil. tidak terdistribusi normal atau variannya tidak
homogen maka diuji dengan non parametrik
c. Penetapan panjang gelombang Kruskal Wallis. Jika terdapat perbedaan yang
serapan maksimum bermakna dilanjutkan dengan uji Mann
Whitney.
Larutan baku -karoten 50 g/mL
dibaca serapannya pada panjang gelombang HASIL DAN PEMBAHASAN
350-550 nm.
1. Pengumpulan bahan
d. Penentuan kurva baku
Cabe merah keriting (Capsicum
Penentuan kurva baku dibuat seri annuum L Var. Longum sendt) dan cabe rawit
larutan baku -karoten 50 g/mL yaitu (Capsicum frutescens L.) yang digunakan
3,0g/mL, 6,0 g/mL, 9,0 g/mL, 12,0 dalam penelitian ini adalah cabe segar yang
g/mL, 15,0 g/mL, dibaca pada operating dipanen langsung dari kebunnya di Sleman
time dan panjang gelombang serapan sedangkan cabe merah besar (Capsicum
maksimum yang diperoleh. annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth)
106 Pharmaiana, Vol. 4, No. 2, 2014: 101-109

berasal dari Temanggung dan diperoleh Tabel II. Serapan larutan -karoten
melalui PT. LION SUPERINDO Jl. Sultan standar pada beberapa
Agung No.10 Yogyakarta. Cabe merah besar konsentrasi
mudah terkena serangan hama dan penyakit
Serapan
sehingga di Sleman tidak ada yang menanam C (g/mL)
(A)
cabe ini. Tetapi dapat dipastikan cabe yang 3 0,331
diperoleh cabe segar sehingga baik digunakan 6 0,446
untuk penelitian. 9 0,576
12 0,713
2. Preparasi sampel 15 0,855

Cabe yang telah dihaluskan diekstraksi


dengan tujuan untuk memisahkan -karoten Berdasarkan data-data pada Tabel II
dari senyawa lain dan digunakan heksana : diperoleh persamaan regresi linier yang
aseton : etanol karena sifat dari -karoten menyatakan hubungan antara konsentrasi
yang larut dalam pelarut non polar. Hasil larutan -karoten standar dengan serapan
residu dilarutkan dalam etanol dan dilakukan yaitu Y= 0,0483X + 0,1897 dengan r =
pengenceran yang selanjutnya digunakan 0,9992, dimana Y adalah serapan dan X
untuk uji kualitatif dan uji kuantitatif. adalah konsentrasi dalam g/mL. Setelah
dibandingkan dengan koefisien korelasi (r)
3. Uji kualitatif tabel= 0,959 dengan taraf kepercayaan 99%
Uji kualitatif dilakukan dengan Metode ternyata r hitung > r tabel, yang menunjukkan
Carr-Price, dengan prinsip pembentukan bahwa adanya hubungan yang signifikan
warna biru sebagai hasil reaksi antara antara konsentrasi larutan -karoten standar
provitamin A dengan antimon triklorida dengan serapan sehingga dapat digunakan
dalam kloroform terbentuk warna biru. Hasil untuk penetapan kadar -karoten dalam
uji kualitatif disajikan pada Gambar 2. sampel. Hal ini dapat terlihat dari grafik kurva
Uji kualitatif ini diperjelas dengan hasil baku -karoten standar yang berbentuk garis
spektra pada sampel yang menunjukkan lurus.
kemiripan dengan spektra standar terdapat
puncak pada daerah sekitar 350-550 nm.

4. Uji kuantitatif

Uji kuantitatif dimaksudkan untuk


menetapakan kadar -karoten. Hasil tahapan
diperoleh bahwa waktu operasi (operating
time) sangat stabil karena tidak terjadi reaksi
atau reaksi pembentukan warna. Panjang
gelombang serapan maksimum adalah 452,4 Gambar 3. Kurva hubungan antara
nm. Hasil pengukuran kurva baku disajikan konsentrasi larutan -karoten
pada Tabel II. standar dengan serapan
Penetapan Kadar -Karoten pada Beberapa Jenis....(Tri Octaviani, dkk) 107

1 2 3 4
Gambar 2. Hasil uji kualitatif, pembentukan warna dengan antimon klorida , (1) Cabe
rawit (Capsicum frutescens L.), (2) Cabe merah keriting (Capsicum annuum
L Var. Longum sendt), (3) Cabe merah besar (Capsicum annuum L. Var.
abreviatum Fingerhuth), (4) -karoten standar

Tabel III. Hasil penetapan kadar -karoten dalam sampel


Sampel No Kadar (mg/100g) X SD (mg/100g) CV (%)
1 10,59
2 10,62
Cabe merah besar 3 10,55 10,54 0,07 0,66
4 10,50
5 10,45
1 5,71
2 5,57
Cabe merah keriting 3 5,41 5,57 0,13 2,33
4 5,57
5 5,46
1 0,35
2 0,36
Cabe rawit 3 0,35 0,36 0,01 2,77
4 0,36
5 0,36

Kadar -karoten dalam cabe merah cabe, sehingga faktor panen cabe yang
besar (Capsicum annuum L. Var. abreviatum diambil sangat menentukan kadar -karoten.
Fingerhuth), cabe merah keriting (Capsicum Hasil analisis statistik diawali dengan
annuum L Var. Longum sendt) dan cabe rawit uji Kolmogorov Smirnov, hasil menunjukkan
(Capsicum frutescens L.). bahwa data kadar -karoten dalam cabe
Dari hasil penelitian diketahui bahwa - tesebut terdistribusi normal dengan nilai
karoten dalam cabe merah besar > cabe merah asymtot 0,485>0,01. Dilanjutkan dengan uji
keriting dan > cabe rawit. Levene untuk mengetahui homogenitas varian
Hal ini ada hubungan langsung antara dan diperoleh nilai Asymtot 0,737>0,01
derajat kemerahan cabe dengan kadar - sehingga diketahui varian data kadar -
karoten, semakin merah cabe semakin tinggi karoten dalam cabe adalah homogen. Karena
kadar -karoten dan ini dipengaruhi antara terdistribusi normal dilakukan uji parametrik
lain oleh tingkat kematangan cabe. Warna Anova dan diperoleh nilai Asymtot signifikan
merah biasanya seiring dengan kematangan 0,000<0,01 yang menunjukkan bahwa kadar
108 Pharmaiana, Vol. 4, No. 2, 2014: 101-109

12
10.542
10
Kadar rata-rata mg/100g

6 5.544

2
0.356
0
Cabe Merah Besar Cabe Merah Keriting Cabe Rawit

Gambar 4. Grafik kadar -karoten rata-rata sampel dalam cabe dengan berbagai jenis

-karoten antara cabe merah besar KESIMPULAN


(Capsicum annuum L. Var. abreviatum
Fingerhuth), cabe merah keriting (Capsicum Cabe merah besar (Capsicum annuum
annuum L Var. Longum sendt) dan cabe rawit L. Var. abreviatum Fingerhuth), cabe merah
(Capsicum frutescens L.) terdapat perbedaan keriting (Capsicum annuum L Var. Longum
yang bermakna. Dari hasil penelitian sendt) dan cabe rawit (Capsicum frutescens
diketahui bahwa -karoten dalam cabe merah L.) mengandung -karoten. Kadar rata-rata -
besar > cabe merah keriting dan > cabe rawit. karoten pada cabe merah besar sebesar
Hal ini ada hubungan langsung antara (10,540,07) mg/100g, cabe merah keriting
derajat kemerahan cabe dengan kadar - sebesar (5,570,13) mg/100g dan cabe rawit
karoten, semakin merah cabe semakin tinggi sebesar (0,360,01) mg/100g. Kadar -
kadar -karoten dan ini dipengaruhi antara karoten pada cabe merah besar, cabe merah
lain oleh tingkat kematangan cabe. Warna keriting dan cabe rawit adalah berbeda
merah biasanya seiring dengan kematangan bermakna.
cebe, sehingga faktor panen cabe yang
diambil sangat menentukan kadar -karoten. DAFTAR PUSTAKA
Hasil analisis statistik diawali dengan Andarwulan, N., dan Koswara S., 1992, Kimia
uji Kolmogorov Smirnov, hasil menunjukkan Vitamin, Institut Pertanian Bogor, hal
bahwa data kadar -karoten dalam cabe 23-40.
tesebut terdistribusi normal dengan nilai
asymtot 0,485 > 0,01. Dilanjutkan dengan uji Anonim, 1979, Materia Medika Indonesia,
Levene untuk mengetahui homogenitas varian Jilid III, Dep.Kes. R.I., Jakarta, hal 46.
dan diperoleh nilai Asymtot 0,737>0,01 Anonim, 1986, Sediaan Galenik, Direktorat
sehingga diketahui varian data kadar - Jendral Pengawasan Obat dan
karoten dalam cabe adalah homogen. Makanan, Dep.Kes. R.I, Jakarta, hal 10,
Karena terdistribusi normal dilakukan 16, 26.
uji parametrik Anova dan diperoleh nilai
Asymtot signifikan 0,000<0,01 yang Anonim, 1996, AOAC edisi XVI, AOAC
menunjukkan bahwa kadar -karoten antara International, Mayland, USA, hal 638.
cabe merah besar (Capsicum annuum L. Var. Ansel, H. C., 1989, Pengantar Bentuk
abreviatum Fingerhuth), cabe merah keriting Sediaan Farmasi, Edisi 4, UI Press,
(Capsicum annuum L Var. Longum sendt) dan Jakarta, hal 605.
cabe rawit (Capsicum frutescens L.) terdapat
perbedaan yang bermakna.
Penetapan Kadar -Karoten pada Beberapa Jenis....(Tri Octaviani, dkk) 109

De Man, J. M., 1997, Kimia Makanan, edisi Mulja, H. dan Suharman, S., 1995, Analisis
kedua, Penerbit ITB Bandung, Instrumental, Airlangga University
Bandung, hal 397. Press, Surabaya, hal 26-48.
Gandjar, I. G., 1991, Kimia Analisis Prawirokusumo, S., 1991, Biokimia Nutrisi
Instrumental, Dep.Pendd. dan Keb. (Vitamin), edisi I, BPFE, Yogyakarta,
Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta, hal 90-91.
hal 15-25.
Robinson, T., 1995, Kandungan Organik
Harborne, J.B., 1996, Metode Fitokimia tumbuhan tinggi, Penterjemah : Kosasih
Penuntun Cara Modern Menganalisis Padmawinat, Penerbit ITB, Bandung,
Tumbuhan, Edisi II, ITB Bandung, hal hal 163.
21-23, 123-125, 158, 161-164.
Vincent, E., Rubatzky, Mas yamaguchi, 1999,
Hendayana, S., Kodorahman, A., Sumarna, A. Sayuran Dunia 3 , ITB Bandung hal 25.
A., dan Supritra, A., 1994, Kimia
Winarno, F. G., 1986, Kimia Pangan dan
Analitik Instrument, Edisi I, hal 156-
Gizi, Penerbit PT. Gramedia Pustaka
160.
Utama, Jakarta, hal 131-132.