Anda di halaman 1dari 182

Daftar Isi

Keterangan Tentang Perseroan 3


Ikhtisar Data Keuangan Penting 4
Sambutan Komisaris Utama 5
Pesan Kepada Para Pemegang Saham 7
Manajemen 11
Laporan Manajemen 15
Analisis dan Pembahasan Manajemen 20
Tata Kelola Perusahaan 21
Informasi Perseroan 23
Laporan Auditor Independen 29
Halaman ini sengaja dikosongkan

Laporan Tahunan 2012


2
Keterangan Tentang Perseroan

PT. Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka Perkasa Tbk), didirikan sejak tahun 1984,
merupakan salah satu perusahaan penghasil polyester terkemuka di Indonesia. Perseroan
menjalankan rangkaian proses produksi polyesternya mulai dari bahan baku sampai dengan barang
jadi dengan mengutamakan mutu dan konsistensi. PT Asia Pacific Fibers merupakan satu-satunya
produsen polyester yang terintegrasi di Indonesia. Dengan fasilitas pabrik PTA, Polymer dan fiber
yang terletak di Karawang, Jawa Barat dan fasilitas pabrik Benang Polyester merupakan yang
terbesar di Indonesia terletak di Semarang, Jawa Tengah.

Produk yang dihasilkan Perseroan saat ini meliputi Purified Terephthalic Acid (PTA), polyester chips,
staple fiber, filament yarn dan performance fabrics. Hasil produksi Perseroan dipasarkan baik di
dalam negeri maupun diekspor di pasar internasional.

Berikut ini adalah laporan mengenai perkembangan usaha PT. Asia Pacific Fibers Tbk pada dalam
2012. Istilah "Perseroan" dalam laporan ini digunakan istilah untuk PT. Asia Pacific Fibers Tbk dan
semua anak perusahaan. Istilah "APF" ditujukan untuk induk itu sendiri yaitu PT. Asia Pacific Fibers
Tbk, sedangkan istilah "Texmaco Jaya" ditujukan untuk PT. Texmaco Jaya Tbk.

Laporan Tahunan 2012


3
Ikhtisar Data Keuangan Penting

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 sampai 2012.

Akuntan Publik Perseroan saat ini adalah Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy & Siddharta
(Indonesian Member firm of Kreston International).

31 Desember
(2)
2012 2011 2010 2009 2008
US$ 000 US$ 000 Rp Juta Rp Juta Rp Juta

Aktiva Lancar 237,040 231,660 1,698,564 1,423,994 1,235,848


Aktiva Tetap-Bersih 129.394 184.837 1,775,584 2,290,009 2,802,157
Jumlah Aktiva 403.252 452.635 3,948,489 4,569,624 4,912,990
Kewajiban 1,201,091 1,218,898 11,900,693 12,449,681 13,979,999
Ekuitas (797,838) (766,263) (7.952.202) (7,880,058) (9,067,010)
Penjualan 599,331 635,535 4,455,449 3,511,507 3,740,569
Laba (Rugi) Kotor (5,982) 13,879 331,393 (43,902) (217,811)
Laba (Rugi) Usaha (23,515) (19.863) 14,196 (314,297) (518,217)
Laba (Rugi) Bersih (32,119) (8,840) 334,977 1,182,788 (2,120,676)
Modal Kerja Bersih (1) (931,551) (936,758) (9,522,265) (10,226,269) (11,798,530)
Laba Bersih per saham US$ (0.01) US$ 0.00 Rp141 Rp(498) Rp(245)
Margin Laba Kotor % 0.07 2.18 0.07 (1.3) (5,8)
Margin Laba Bersih % 0.11 1.39 0.08 33.7 (56,7)
Return on Investment % NA NA 8,5 25.9 (43.1)
Imbal Hasil Ekuitas % NA NA NA NA NA
Rasio Lancar 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1
Kewajiban terhadap Aktiva 2.98 2.69 2.98 2.72 2.85
Kewajiban terhadap ekuitas (1.51) (1.59) (1.50) (1.58) (1.54)

Catatan:
(1)
Aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar
(2)
Disajikan kembali

Laporan Tahunan 2012


4
Sambutan dari Komisaris Utama

Pemegang Saham yang terhormat,

Industri polyester telah mengalami penurunan setelah mencapai puncaknya di dua tahun
sebelumnya selama dua tahun berturut-turut 2010 dan 2011. Kekhawatiran dunia dan sebagian
Eropa menunjukkannya dengan jelas dan pemulihan ekonomi AS yang sangat lambat dari yang
diharapkan berpengaruh terhadap perdagangan tekstil global dan menurunnya permintaan. Margin
Polyester terus menurun terutama didorong oleh penurunan margin PTA. Selain adanya tambahan
kapasitas besar di Cina dalam tahun ini dan adanya kelebihan pasokan sangat berpengaruh dalam
situasi saat ini. Kinerja Asia Pasifik Fibers selama 2012 telah mencerminkan penurunan profitabilitas.
Perusahaan telah membukukan EBITDA sebesar US$36,84 juta dari penjualan US$600 juta untuk
tahun ini. Meskipun demikian, Perseroan mampu mempertahankan operasi dari kedua pabrik yang
mendekati kapasitas penuh didukung oleh permintaan pasar domestik yang kuat. Perusahaan
meningkatkan pasokan produknya PSF dan PFY ke pasar domestik dan terus memainkan peran
penting dalam menyediakan bahan baku utama untuk Industri hilir tekstil dan pakaian jadi di
Indonesia.

Meskipun mengalami kendala dibidang keuangan, Perseroan terus melakukan strategi belanja
barang modal capex dengan bantuan keuangan dari kreditur dan pemegang saham mayoritas, untuk
meningkatkan daya saing dan diversifikasi ke produk khusus dan dengan nilai tambah produk guna
memenuhi permintaan pasar.

Kondisi ekonomi dunia terus menunjukkan tanda-tanda perlambatan dalam kuartal ketiga tahun
fiskal 2012 dan periode 31 Maret 2013 sebagai dampak dari kemerosotan ekonomi yang
berkelanjutan di Eropa, telah melemah karena langkah-langkah penghematan, khususnya di Eropa
selatan, dan meluas ke daerah lain. Dampak dari kemerosotan ekonomi Eropa, membalikan
kecenderungan investasi yang berlebihan, serta ketatnya moneter, yang dapat memicu
kekhawatiran lebih besar dari perlambatan di negara berkembang secara keseluruhan.

Namun, perekonomian Indonesia terus mempertahankan tingkat pertumbuhan di atas 6%, sangat
didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan pertumbuhan investasi membantu untuk
melindungi dari gejolak ekonomi global. PDB tumbuh 6,23% pada tahun 2012 dengan melihat tahun
2013 tetap positif sebesar 6,3% menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan
perkembangan tercepat di Asia setelah Cina.

Investasi langsung dari pihak asing di Indonesia tumbuh 26% mencapai US$24,5 milyar pada tahun
2012 di berbagai bidang seperti pertambangan batu bara dan bidang otomotif untuk memanfaatkan
sumber daya alam yang luas dan 240 juta basis konsumen yang kuat. Investasi asing langsung
kemungkinan akan tetap kuat hingga pertengahan tahun setelah Moody`s Investors Service dan
Fitch Ratings menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi investment grade tahun lalu.

Karena kecenderungan penurunan harga komoditas, nilai ekspor di Indonesia telah jatuh ke
US$190,04 milyar pada tahun 2012 dari US$203,6 milyar (-6,61%) dimana sektor tekstil
menyumbang US$12,56 milyar (6,60% dari total ekspor). Di sisi lain impor untuk tahun ini meningkat
menjadi US$191,67 milyar dari US$177,44 milyar (8,02%) sebagai konsekuensi dari laju pergerakan

Laporan Tahunan 2012


5
ekonomi. Impor lebih mengarah pada bahan baku serta barang modal dibandingkan barang
konsumsi.

Upaya berkelanjutan Perusahaan guna menemukan solusi restrukturisasi dengan kreditur terjamin
telah menghasilkan respon positif dari PPA, salah satu kreditur terjamin, secara aktif mengkaji
proposal agar segera dapat tercapai kesepakatan. Setelah selesainya restrukturisasi, akan
memperbaiki posisi keuangan Perseroan secara signifikan dan mampu mengimplementasikan
rencana pertumbuhan jangka panjang.

Dewan Komisaris ingin menyampaikan penghargaan kepada Direksi dan seluruh karyawan APF atas
usaha dan dedikasinya selama tahun 2012 dimana Perseroan dihadapkan pada tantangan
kelangsungan pendanaan dan operasional, sekaligus memperkuat posisi pasar strategis. Perusahaan
terus meningkatkan standar tata kelola perusahaan dan mematuhi berbagai peraturan dan
persyaratan oleh BAPEPAM dan BEI. Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus
kepada pelanggan, pemasok, dan pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan yang terus
diberikan kepada Perusahaan dalam masa transisi yang sulit.

Robert Clive Appleby


Komisaris Utama

Laporan Tahunan 2012


6
Pesan kepada Para Pemegang Saham

Pemegang Saham yang terhormat,

Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjut dengan ketidakpastian di
pasar keuangan global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat selama tahun 2012. PDB
Indonesia tumbuh 6,23 persen pada 2012 dan termasuk dalam negara dengan pertumbuhan
ekonomi tercepat di dunia (yang terbaik kedua setelah Cina di antara anggota G-20). Sementara
banyak negara berkembang lainnya di Asia yang bergantung pada ekspor, lebih dari 60% dari PDB
Indonesia dihasilkan oleh konsumsi domestik, tidak terpengaruh oleh perubahan-perubahan
ekonomi global. Ketahanan Indonesia terhadap perlambatan ekonomi global didorong oleh
konsumsi domestik yang kuat, telah menjadi pemikat bagi investasi asing. Namun, pertumbuhan itu
sedikit di bawah 2011 yaitu 6,5 persen, terutama karena melambatnya pertumbuhan ekspor
komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit ke China. Perlambatan pada kuartal keempat 2012
harus disikapi secara hati-hati untuk masa yang akan datang.

Di sisi lain, Indonesia terus mengalami defisit perdagangan sejak tahun 2012 karena ekspor ke
beberapa mitra dagangnya menurun dalam tahun tersebut, di tengah perlambatan ekonomi global.
Defisit perdagangan yang dimulai tahun 2012, telah memberikan tekanan pada mata uang Rupiah.
Pada tahun Rupiah melemah tajam dan ditutup pada Rp 9.670 per US$ dibandingkan dengan
Rp 9.068 per US$ pada Desember 2011, mengalami depresiasi lebih dari 6,6% dalam tahun tersebut.
Defisit perdagangan US$ 1,65 milyar pada tahun lalu, merupakan defisit pertama dalam sejarah
Indonesia. Ekspor turun mencapai US$ 190,04 milyar, turun sebesar 6,61 persen dari tahun lalu,
melebihi dari perkiraan. Di sisi lain impor melonjak 8,2 persen menjadi US$ 191,67 milyar, didorong
oleh impor barang untuk kebutuhan produksi dalam negeri (73,10 persen), diikuti oleh barang modal
(19,90 persen) dan barang konsumsi (7 persen).

Skenario Global dan Domerstik Industri Polyester:

Setelah mencapai kinerja yang bagus pada tahun 2010 dan 2011 didukung oleh tingginya margin
komoditas, terutama marjin PTA dan efek substitusi positif dari kapas tahun 2012 menjadikan
kondisi ini menguntungkan. Segmen komoditas Asia telah secara signifikan terpuruk oleh gejolak
ekonomi. Penambahan kapasitas besar di PTA, Serat Polyester dan Benang Polyester menyebabkan
penurunan tingkat operasi menyebar ke seluruh jaringan produsen polyester. Dapat ditambahkan,
penurunan tajam harga kapas selama tahun ini juga memberikan tekanan pada harga dan margin
Polyester. Faktor-faktor tersebut telah mempengaruhi kinerja Industri Polyester global.
Kemerosotan ekonomi global yang didorong oleh kekhawatiran utang Eropa dan kekhawatiran
ekonomi AS telah sangat mempengaruhi perdagangan tekstil global dan meredam prospek
permintaan ke depan.

Namun dari sudut pandang produksi industri polyester tetap teratas dengan produksi polimer
polyester keseluruhan mencapai 58,90 juta ton, meningkat sebesar 3,1 juta ton atau 5,5% pada
tahun 2012, sedikit melambat dari 6,0% pada 2011 yang disebabkan terpengaruh oleh ekonomi
global. Tapi pemulihan secara bertahap diperkirakan pada periode 2013-2016 sekitar 6-7% per
tahun, sedikit lebih rendah dari perkiraan tahun lalu. Tingkat pertumbuhan jangka panjang

Laporan Tahunan 2012


7
menunjukkan tren lebih rendah namun tetap terlihat menarik dibandingkan dengan sektor-sektor
bisnis petrokimia terkait. Hal ini diantisipasi bahwa pertumbuhan polyester akan didorong oleh
pertumbuhan baru domestik yang mendasar di Asia terutama seperti Cina, India dan Indonesia
sebagai pergeseran demografi dan ekonomi menyebabkan permintaan lokal yang lebih tinggi untuk
serat. Hal ini pada gilirannya akan merangsang pemutaran arus perdagangan di masa yang akan
datang dengan nilai tambah yang lebih tinggi baik tekstil maupun pakaian jadi.

Melemahnya prospek minyak mentah, meningkatnya kapasitas PTA, didukung oleh PX akan
memastikan struktur harga polyester melemah untuk tahun 2013 -15, sedangkan konsumsi Polyester
diperkirakan akan tetap meningkat. Selain itu, harga kapas diproyeksikan menurun sampai akhir
musim kapas yang juga akan membatasi harga dan marjin Polyester pada tahun 2013. Dengan
demikian harga PSF dan Benang diperkirakan akan tetap melemah dan margin polyester akan berada
di bawah tekanan setidaknya pada tahun 2013. Kekurangan pasokan kapas yang berlanjut hanya
akan menekan proyeksi pertumbuhan dan perolehan marjin.

Pasar domestik terus tetap kuat, terlepas dari penurunan harga, didorong oleh konsumsi domestik
yang kuat dengan konsumsi per kapita naik menjadi 6,18 Kg pada tahun 2012 dari 6,03 Kg pada
tahun sebelumnya. Sementara permintaan domestik untuk serat polyester meningkat sebesar 7%,
permintaan benang filamen juga meningkat sebesar 16% melebihi pertumbuhan produksi sehingga
impor benang filament meningkat secara signifikan. Volume impor benang filamen meningkat
sebesar 45% pada tahun 2012. Menjadikan pertumbuhan yang kuat dalam konsumsi domestik untuk
polyester. Produsen hulu telah menambah kapasitas hingga 1 juta ton masing-masing untuk
kapasitas serat dan benang filamen pada tahun 2014 dari kapasitas sekarang masing-masing sebesar
700 ribu ton dan 850 ribu ton. Didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan
dari 6,23% pada tahun 2012 dan proyeksi pertumbuhan sebesar 6,3% di tahun 2013 dengan inflasi
yang terkendali, tingkat kepercayaan konsumen yang kuat akan mendorong konsumsi domestik.
Konsumsi per kapita tekstil diproyeksikan untuk naik ke 6,60 Kg pada tahun 2013 sejalan dengan
naiknya konsumsi polyester.

Ekspor tekstil dari Indonesia menurun pada 2012 menjadi US$12,56 milyar dibandingkan dengan
US$13,26 milyar pada tahun 2011. Sementara total volume ekspor tekstil meningkat sedikit sebesar
0,5%. Penurunan tersebut disebabkan oleh jatuhnya harga yang dipicu oleh tren resesi global dan
penurunan harga internasional untuk kapas dan polyester. Sedangkan volume impor tekstil tahun
2012 naik secara signifikan sebesar 12,2% terutama didorong oleh impor benang (baik benang spun
dan benang filamen). Namun, dalam hal nilai impor tekstil turun menjadi US$7,94 milyar pada tahun
2012 dibandingkan dengan US$8,53 milyar pada tahun 2011. Penurunan tercatat sebesar 6.9%,
terutama disebabkan oleh tren penurunan harga.

Kinerja Perseroan

Kinerja Perseroan terutama dipengaruhi oleh menurunnya perekonomian global selama tahun 2012,
serta meningkatnya biaya energi ditambah dengan penurunan marjin polyester. Meskipun diredam
oleh kondisi pasar, Perseroan mampu mempertahankan operasi kedua pabriknya dengan kapasitas
yang hampir penuh dengan efisiensi yang tinggi. Perusahaan telah membukukan penjualan sebesar
US$600 juta dibandingkan dengan US$635 juta pada tahun sebelumnya. Meskipun volume produksi
dan penjualan meningkat, total pendapatan dari penjulan menurun dikarenakan oleh penurunan
harga jual untuk semua produk yang dipicu oleh penurunan tajam dalam marjin PTA. Oleh karena itu
perusahaan telah mencatat kerugian operasional sebesar US$23,51 juta dibandingkan dengan
US$19,86 juta untuk tahun sebelumnya. Namun Perseroan masih mampu membukukan EBITDA
sebesar US$36,84 juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan EBITDA sebesar US$77,70 pada tahun

Laporan Tahunan 2012


8
2011. Kinerja Divisi Performace Fabrics meningkat secara signifikan pada tahun 2012 dengan
pendapatan dari penjualan sebesar US$11,32 juta dan EBITDA sebesar US$1,74 juta. Penurunan
profitabilitas ini terutama karena penurunan tajam pada marjin PTA dimana tahun 2012 merupakan
yang terendah pada kuartal terakhir di bawah biaya tunai. Penurunan tajam dalam marjin terutama
didorong adanya penambahan kapasitas PTA dalam jumlah besar di Cina disertai dengan
melemahnya permintaan produk polyester dalam perdagangan tekstil global.

Kami sampaikan bahwa Perusahaan menambah berbagai produk khusus dan nilai tambah produk
yang ada melalui investasi belanja barang modal (Capex) dan berhasil menempatkan produk ini baik
di pasar domestik maupun internasional.

Proyek perluasan fiber di Karawang dengan penambahan kapasitas 54.000 MT per tahun telah
selesai pada tahun 2012 dan produksi komersial dimulai pada bulan Mei 2012, sehingga volume
produksi PSF meningkat sebesar 13% dalam beberapa bulan terakhir. Dari manfaat Capex yang
sedang berjalan yang diperoleh Perusahaan dimulai pada tahun 2013, Perseroan mengharapkan
akan mendapatkan kontribusi yang signifikan terhadap perolehan laba di masa mendatang.

Sesuai dengan PSAK 10 (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), Perseroan telah menyajikan
laporan keuangan dalam mata uang Dolar AS untuk tahun 2012 karena Dolar AS merupakan mata
uang fungsional yang paling dominan.

Harapan di Masa Mendatang

Prospek ekonomi Indonesia tahun 2013 tetap positif meskipun ekonomi global melemah, tetapi
sangatlah penting untuk menjaga pertumbuhan investasi yang kuat. Bank Dunia memproyeksikan
kenaikan PDB menjadi 6,3 persen pada 2013. Proyeksi ini mengasumsikan bahwa konsumsi domestik
dan pertumbuhan investasi tetap kuat, sementara membaiknya pertumbuhan mitra dagang utama
Indonesia sangat mendukung pemulihan ekspor.

Namun, sektor manufaktur domestik berharap dapat menghadapi fase sulit dengan tren
meningkatnya dua biaya utama yaitu, tenaga kerja dan energi. Kedua harga gas dan tarif listrik yang
meningkat pada tahun 2013, dengan peningkatan yang melampaui tahun 2014 tidak seperti yang
diharapkan. Faktor-faktor ini akan menambah tekanan pada daya saing biaya dari produsen dalam
negeri. Perusahaan telah, mengambil serangkaian inisiatif penghematan biaya, terutama
penghematan energi dan rasionalisasi tenaga kerja sebagai upaya untuk mengimbangi kenaikan
biaya. Guna mengamankan pasokan energi dan juga mengoptimalkan biaya energi pabrik di
Karawang, Perseroan aktif menyelesaikan restrukturisasi dan reorganisasi terhadap pemasok listrik
di Karawang.

Perusahaan secara aktif melakukan pembahasan dengan kreditur terjamin guna segera mencari
solusi terhadap restrukturisasi berjaminan yang tertunda cukup lama. Perusahaan telah menyajikan
opsi restrukturisasi alternatif untuk kreditur terjaminnya. Setelah selesainya restrukturisasi,
Perseroan akan memiliki fundamental keuangan yang kokoh dan sehat dengan jumlah utang dibawa
ke tingkat yang layak. Hal ini pada gilirannya akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan
pembiayaan dari pasar uang guna memenuhi investasi jangka pendek dan jangka panjang dalam
mendanai rencana pertumbuhan. Semua upaya ini akan dapat meningkatkan kinerja Perseroan
secara signifikan, dan untuk mengembalikan peran utama Perusahaan di bidang industri polyester
dengan jalan memperluas jangkauan pasar, inovasi dan integrasi, menjadikan kinerja yang unggul
dan memiliki reputasi yang baik.

Laporan Tahunan 2012


9
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada para Pemegang Saham, Pelanggan,
Pemasok, Bankir, dan Karyawan yang terus mendukung perusahaan dalam tahap penting dari
restrukturisasi dan menjadikan sebagai produsen polyester terkemuka yang berkualitas tinggi.

V. Ravi Shankar
Direktur Utama

Laporan Tahunan 2012


10
Manajemen

Komisaris dan Direksi

Menurut akte pendirian, APF dipimpin oleh Dewan Direksi dibawah pengawasan Dewan Komisaris.
Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direktur dipilih dan ditunjuk oleh para pemegang saham
PT. Asia Pacific Fibers Tbk pada Rapat Umum Tahunan. Akte pendirian mengizinkan Direktur Utama
untuk bertindak sendiri, atau bila Direktur Utama berhalangan, maka dua direktur akan bertindak
mewakili Dewan Direktur.

Anggota Dewan Komisaris PT. Asia Pacific Fibers saat ini adalah sebagai berikut:

Nama Umur Jabatan dan Latar Belakang Profesi

Robert Clive Appleby 50 Komisaris Utama Perseroan sejak 2007. Direktur dan
Chief Investment Officer di Asia Debt Management
Hongkong Limited (ADM), Direktur pada Divisi Income
pada Credite Agricole Indosuez khususnya menangani
restrukturisasi di Kawasan Asia.

Christopher Robert Botsford 51 Komisaris APF sejak 2007. Chief Executive Officer dan
Director of Asia Debt Management Hongkong Limited
(ADM). Sebelum mendirikan ADM, beliau menjalankan
regional debt untuk Kawasan Asia-Pacific dan operasi
derivative pasar pada Republic National Bank of New
York yang memberikan Lindung Nilai dan Manajemen
restrukturisasi hutang di kawasan.

Robert McCarthy 58 Komisaris APF sejak Juni 2008. Menyandang gelar


Master in Business Administration dari Yale School of
Management, dan Master dalam bidang Medieval
History dari Columbia University. Mengelola Investasi
bermasalah pada Spinnaker Funds. Beliau merupakan
Founding Director Morgan Grenfell dan pernah
menjabat sebagai Direktur Deutsche Bank.

Dono Iskandar Djojosubroto 68 Komisaris APF sejak Juni 2008. Menyelesaikan S1 di


Universitas Indonesia dan MA serta Phd dalam bidang
Ekonomi di University of Illinois, AS. Beliau pernah
menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Departemen
Keuangan RI, Deputi Gubernur Bank Indonesia dan

Laporan Tahunan 2012


11
Direktur Eksekutif IMF yang mewakili 12 Negara Asia.
Beliau juga pernah menjadi anggota dewan komisaris
dan badan pengawas pada berbagai institusi Pemerintah
seperti PT. Jasindo, PT. Jasa Marga, Bank BRI dan Bank
BTN.

Timbul Thomas Lubis SH, LLM 60 Komisaris APF sejak 1990. Partner pada Lubis Ganie &
Surowidjojo Kantor Pengacara sejak 1982. Lulusan
Universitas Indonesia dan Washington University.

Kamun Cheong 33 Komisaris APF sejak 2012. Pemegang gelar sarjana di


Commerce (Honours) dari University of Melbourne.
Analis investasi ekuitas, kredit dan privatisasi untuk
kawasan Asia Tenggara di Spinnaker Capital Fund.
Sebelum bergabung dengan Spinnaker beliau bekerja di
Deloitte Touche serta Financial Adivisor dan Manajemen
Hutang/Investasi di ABN.

Laporan Tahunan 2012


12
Anggota Dewan Direksi PT Asia Pacific Fibers saat ini adalah sebagai berikut:

Nama Umur Jabatan dan Latar Belakang Profesi

V. Ravi Shankar 49 Direktur Utama APF sejak 2002. Lulusan Production


Engineering, dan juga menyelesaikan Advance Management
Programme dari Harvard University pada tahun 2004.
Sebelum bergabung dengan APF, beliau memimpin Divisi
Tekstil dari anak perusahaan APF dan industri permesinan di
Indonesia dan India.

Masjhud Ali, MBA 71 Direktur APF sejak 2002. Lulusan Universitas Trisakti.
Direktur PT. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sejak
1991 sampai 1994. Direktur PT. Bank Putera sejak 1995
sampai 2000.

S. Jegatheesan 63 Direktur APF sejak 2002. Lulusan Electrical Engineering dan


bergabung dengan APF sejak tahun 1989. Sebelum
bergabung dengan APF, beliau sebagai General Manager
dari perusahaan pemintalan benang dan Project Manager
sebuah perusahaan di India.

Peter Vinzenz Merkle 55 Direktur APF sejak 2007. Beliau bergabung dengan APF
sejak tahun 2000 sebagai Pimpinan Pabrik Karawang yang
memproduksi PTA, Polymer dan Fiber. Sebelum bergabung
dengan APF, beliau bekerja di beberapa perusahaan Kimia
dan Fiber seperti Trevira Group and Hoechst AG sebagai
Kepala Divisi R&D, Divisi Pengembangan Teknik. Pemegang
MSc di bidang Chemical Engineering dari University of
Stuttgart, Germany jurusan Proses Polymer Processing dan
Teknologi Lingkungan.

Laporan Tahunan 2012


13
Laporan Tahunan 2012
14
Laporan Manajemen

Gambaran Umum Industri Polyester


Tahun 2012 merupakan tahun yang menantang bagi industri polyester. Pertumbuhan produksi
polyester melambat mencerminkan kondisi ekonomi tetapi industri terus menambah kapasitas yang
signifikan hingga mencapai lebih dari 30 juta ton kapasitas polimer baru dan masih akan terus
bertambah dalam jangka waktu 2012-2015, yang sebagian besar dibangun di Asia dan tentu saja
didominasi oleh China. Hal ini mendorong pertumbuhan produksi agak lebih tinggi dibanding
permintaan yang ada dan telah sangat nyata terbukti pada barang jadi yang terkait dengan
polyester.

Harga minyak global menunjukkan kecenderungan menurun pada tahun 2012 dan ditutup kurang
stabil di US$88/barrel (WTI) pada tanggal 12 Desember rata-rata sebesar US$94/barrel. Sedangkan
harga bahan baku utama Perusahaan, Paraxylene dan MEG, mengalami hal sebaliknya, terus
mengikuti volatilitas yang dipicu oleh ketatnya pasokan. Kecenderungan volatilitas berlanjut hingga
memasuki tahun 2013, dengan kondisi pasokan yang masih ketat.

Tahun 2012 menunjukkan perlambatan dalam produksi polimer, pertumbuhan 3,1 juta ton atau
5,5%, yang merupakan tren garis pertumbuhan sedikit di bawah normal dengan total produksi
mencapai sekitar 58,9 juta ton. Pasar Asia khususnya telah mengalami penurunan yang signifikan
dan akan memerlukan beberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan tren pertumbuhan baru
terutama di China dan India. Namun, produksi polimer pada 2013 diperkirakan tumbuh pada kisaran
7% dengan kenaikan tahunan sebesar 4,1 juta ton. Pada jangka panjang, industri akan didorong oleh
pertumbuhan yang mendasar dalam Negara-negara utama di Asia seperti Cina, India dan Indonesia,
wujud dari pergeseran kondisi demografi dan perekonomian yang menyebabkan permintaan dalam
negeru yang lebih tinggi untuk produk kapas. Kenaikan lebih lanjut dalam permintaan Polyester akan
memungkinkan terjadinya kekurangan kapas seperti yang diperkirakan oleh para ahli. Total ekspor
Indonesia dari semua barang mencapai Rp 190,04 milyar pada tahun 2012, dibandingkan dengan
US$203,50 miliar pada tahun 2011. Sementara ekspor produk tekstil menyumbang US$12,56 milyar,
dibandingkan dengan US$13,26 milyar pada tahun 2011. Penurunan ekspor tekstil pada tahun 2012
terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas.

Pasar domestik masih tetap menguat dengan konsumsi per kapita meningkat menjadi 6,18 Kg dari
6,03 Kg kg pada 2011. Permintaan domestik untuk dua jenis produk yaitu polyester dan benang
filamen meningkat secara signifikan sebesar 7% dan 16% masing-masing pada tahun 2012. Tingginya
permintaan atas benang filamen dan adanya peningkatan impor dengan harga yang relatif lebih
rendah mengakibatkan tekanan pada harga domestik. Dengan investasi berkelanjutan untuk
ekspansi ke industri, kapasitas polyester dan benang filamen diperkirakan akan meningkat hingga
masing-masing 1 juta ton pada 2014. Sementara permintaan domestik untuk polyester diharapkan
tumbuh dalam waktu dekat, tingkat harga dan keuntungan akan berada di bawah tekanan akibat
persaingan yang ketat dan impor produk murah dari China dan Malaysia.

Laporan Tahunan 2012


15
PTA (Pure Therepthalic Acid) & Polymer
Produksi PTA global pada tahun 2012 tumbuh sekitar 5,4% atau lebih dari 2,6 juta ton menjadi
50,2 juta ton. Pasar sedang dipengaruhi oleh besarnya investasi baru produk PTA yang terjadi secara
global pada paruh kedua dalam jangka waktu 2012-2017. Kami memperkirakan Total kapasitas PTA
akan tumbuh sebesar 34,5 juta ton dari 58,8 juta ton pada 2012 menjadi sekitar 93,3 juta ton pada
tahun 2017.

Staple Fiber
Produksi serat stapel polyester global pada 2012 diperkirakan 15,23 juta ton dibandingkan dengan
14,51 juta ton pada 2011, mencatat pertumbuhan sebesar 5% dibanding 2011. Produksi serat stapel
Perseroan pada tahun 2012 meningkat sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya terutama
disumbang oleh peningkatan kapasitas dan didukung oleh stabilnya permintaan di pasar domestik.

Benang Polyester
Pada tahun 2012, produksi benang polyester filamen global diperkirakan mencapai 26,68 juta ton
dibandingkan dengan 25,13 juta ton pada tahun 2011, sehingga mencatat pertumbuhan lebih dari
6%. Produksi benang filamen Perusahaan terus tetap pada tingkat optimal dan meningkat 5%
didorong oleh permintaan pasar yang kuat.

Performance Fabric
Divisi Performance Fabrics tetap dioperasikan melalui dana talangan dari induk perusahaan kepada
Texmaco Jaya, dan dana talangan tersebut masih tetap dilanjutkan dengan persetujuan dari
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Produksi dan penjualan performance fabrics dioptimalkan sepanjang
tahun 2012.

Jenis Produk
Jenis produk Perseroan meliputi:

Product Type Utilization


1. PTA (Purified Therepthalic Acid) Bahan baku polyester Chips
2. Polyester Chips Semi-Dull Benang filament/staple fiber
Super Bright Benang filament/staple fiber
Optical Bright Polyester Staple Fiber
Benang filament
3. Polyester Staple Fiber Normal Spun Yarn
Non Woven
Fiber Fill
4. Polyester Filament Yarn Normal Pakaian jadi Formal dan Kasual
Micro Filament Super fine apparel fabrics with cotton
tencel feel
Hi filament Fine apparel fabrics
Differential Fine apparel fabrics
Shrinkage
5. Fabrics High Pakaian olah raga, pakaian musim dingin,
performance pakaian sehari-hari
fabrics

Laporan Tahunan 2012


16
Distribusi Pemasaran
APF adalah mitra jangka panjang terpercaya bagi konsumen global yang memproduksi kain tekstil
untuk pakaian, produk tekstil perangkat rumah, otomotif, alas kaki, pakaian olahraga, kebersihan,
dan perawatan kesehatan dan berbagai aplikasi lainnya.
Perusahaan ini memiliki jaringan pemasaran yang sangat kuat dan manajemen jaringan pasokan
yang membedakannya dari para pesaingnya. Memelihara kerjasama yang sangat erat dengan
pelanggan melalui penyesuaian dan inovasi produk unik bermerek untuk APF dan memiliki tingkat
loyalitas pelanggan yang tinggi. Sebagai langkah strategis, tim pemasaran memfokuskan pada inovasi
produk dan aplikasi untuk menyesuaikan produk untuk meningkatka nilai produk. APF baru-baru ini
mengembangkan portofolio produk khusus dengan merek premium yang memberikan kenyamanan
dalam kinerja, estetika dan beberapa keuntungan lainnya.

APF terus memfokuskan upaya untuk mempertahankan posisi kepemimpinan di pasar domestik dan
meningkatkan pangsa pasar untuk produk benang filamen dan staple fiber. Perusahaan telah
mengalokasikan kenaikan volume produksi untuk pasar domestik untuk memenuhi peningkatan
kebutuhan pelanggan. Proporsi penjualan domestik telah meningkat menjadi 83% pada 2012
dibandingkan dengan 78,8% di tahun sebelumnya.

Sumber Daya Manusia


Asia Pacific Fibers memahami bahwa sumber daya manusia merupakan aset inti dari perusahaan dan
terus berupaya untuk memelihara dan mengembangkan bakat dan keterampilan untuk
mengimbangi kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan pelanggan. Karyawan diikut-sertakan
pada pelatihan khusus untuk meng-upgrade tingkat keahlian mereka dengan maksud untuk
memberikan peluang pertumbuhan karir. Sebuah penilaian kinerja yang terstruktur dan skema
insentif adalah sarana untuk meningkatkan motivasi karyawan. Para karyawan didorong untuk
berpartisipasi dalam proses kolektif pengambilan keputusan melalui saluran komunikasi yang mapan
di seluruh organisasi dan berkontribusi pada penciptaan nilai. Upaya Perusahaan untuk menjaga
hubungan industrial yang harmonis dan menerapkan sejumlah langkah-langkah untuk meningkatkan
kesejahteraan seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan sosial untuk meningkatkan status sosial
mereka. Perseroan juga telah merumuskan program ESOP untuk menghargai kinerja dan
meningkatkan rasa ikut memiliki diantara karyawan.

Lingkungan
Dengan komitmen yang kuat pada pelestarian dan perlindungan lingkungan, Perseroan secara ketat
mengikuti norma emisi ketat atas limbah yang dihasilkan. Perusahaan ini sepenuhnya sesuai dengan
semua standar lingkungan yang berlaku di Indonesia, dengan regulasi dari Badan Pengendali
Lingkungan (Bapedal) sebagai pemilik otoritas. Perusahaan juga telah memasang fasilitas daur ulang
limbah 100% di Karawang ("Glikolisis") untuk mengkonversi semua limbah menjadi 'label produk
hijau' dan untuk memastikan NOL limbah dari fasilitas produksi.

Lokasi dan Jenis Aktiva Tetap Yang Bernilai Lebih Dari 5% dari Total Aktiva
Perseroan memliki beberapa aktiva yang bernilai lebih dari 5% dari jumlah aktiva Perseroan. Untuk
APF, aktiva yang sebagian besar berbentuk tanah, mesin, dan bangunan, termasuk pabrik PTA,
fasilitas polymer, mesin fiber dan alat-alat pembuat benang ini, berlokasi di Kaliwungu, Jawa Tengah,
dan Karawang, Jawa Barat.

Laporan Tahunan 2012


17
Aktiva Tetap Yang Dijaminkan
APF memiliki fasilitas produksi di Karawang dan Kaliwungu. Tanah seluas 15,9 hektar, dengan
bangunan, pabrik dan peralatan dan fasilitas yang terletak di Kaliwungu, yang dijaminkan ke BPPN
(Badan Penyehatan Bank Indonesia). Tanah seluas 26,62 hektar, dengan bangunan, dan fasilitas
produksi di Karawang ini dijamin dengan Obligasi Berjaminan.

Kebijakan Dividen
Di masa lalu pembayaran dividen dilakukan oleh Perseroan setelah mendapat persetujuan dari
pemegang saham dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham. Akan tetapi mengingat kondisi
keuangan Perseroan saat ini, maka APF tidak membagikan dividen dalam tahun 2012.

Kinerja Harga Saham

Kuartal 1 Kuartal 2 Kuartal 3 Kuartal 4

2012
Tertinggi (Rp) 485 480 315 245
Terendah (Rp) 330 220 188 196
Volume (Saham) 10,158,900 14,103,900 8,344,200 11,564,500
2011
Tertinggi (Rp) 245 540 810 590
Terendah (Rp) 170 180 365 310
Volume (Saham) 4,343,500 38,711,200 70,257,100 33,241,900

Kegiatan Pembiayaan dan Status Restrukturisasi


Restrukturisasi hutang berjaminan masih dalam pembahasan dengan kreditur mayoritas dan PPA.
Setelah beberapa kali melakukan pembicaraan antar Perseroan dan kreditur berjaminan, tanggapan
akhir dalam bentuk kontra-proposal masih ditunggu dari PPA. Sementara itu, Damiano Investments
BV, pemegang saham mayoritas yang juga merupakan pemegang mayoritas utang berjaminan selain
porsi PPA, telah memberikan modal kerja dan fasilitas Letter of Credit untuk pengadaan bahan baku.
Hal ini terutama membantu Perusahaan yang beroperasi secara berkelanjutan dan menjaga
optimalisasi kapasitas fasilitas produksi. Damiano Investments BV juga telah memperpanjang
pinjaman Capex untuk mendanai proyek belanja modal yang sangat penting untuk meningkatkan
daya saing perusahaan.

Dalam tinjauan posisi modal kerja yang ketat dan tidak adanya penyelesaian restrukturisasi hutang
berjaminan, pada Januari 2011 APF mencari dan menerima persetujuan dari kreditur konkuren
untuk penundaan pembayaran angsuran pertama untuk utang tanpa jaminan Surat Hutang Baru
yang jatuh tempo pada 15 Februari 2010 sampai 15 Februari 2012. Mayoritas pemegang Surat

Laporan Tahunan 2012


18
Hutang Baru telah menyetujui permintaan Perseroan untuk menunda pembayaran sampai (dan
dimulai pada) Februari 2012.

Selanjutnya pada Januari 2012, Perusahaan kembali mencari dan memperoleh persetujuan dari
kreditur konkuren untuk perpanjangan waktu 3 tahun dan penjadwalan ulang pembayaran pokok
terhitung sejak Februari 2015 bukan lagi Februari 2012 sebagaimana yang telah disetujui
sebelumnya. Mayoritas pemegang Surat Hutang Baru telah menyetujui permintaan Perusahaan
dalam pertemuan mereka yang diadakan pada tanggal 16 Januari 2012 di Singapura. Perseroan
sudah mulai pembayaran bunga atas Surat Hutang Baru sejak 15 Mei 2012 dan sejauh ini telah
membayar bunga dalam tiga kwartal pada tahun 2012.

Perseroan memiliki empat anak perusahaan: PT Texmaco Jaya Tbk. (Pailit dalam likuidasi),
Polysindo International Finance Company BV. (PIFC), Polysindo Mauritius Ltd., and PT Eastindo
Polymertama (Eastindo).

PT Texmaco Jaya Tbk (Pailit Dalam Likuidasi)


PT Texmaco Jayas telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan niaga Jakarta Pusat pada tanggal 19
Agustus 2011 sesuai dengan putusan Pengadilan Niaga No. 10/PKPU/2010/PN.NIAGA.JKT.PST. Jo No:
71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST. engadilan juga menunjuk Dr. MARSUDIN NAINGGOLAN SH.,
sebagai Hakim pengawas dan Peter Kurniawan, SH., M.Kn., Lili Badrawati, SH., serta Permata N.
Daulay, SH. MH. Sebagai tim kurator proses likuidasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Setelah selesai verifikasi atas utang-utangnya, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah
menyatakan PT Texmaco Jaya Tbk bangkrut dan memerintahkan untuk dilikuidasi melalui Putusan
no 71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 26 September 2011. Saat ini Perusahaan sedang
dalam proses likuidasi.

Sementara itu, Majelis Hakim telah menyetujui untuk melanjutkan kelangsungan operasional divisi
Fleece dengan maksud untuk menjaga nilai harta pailit. Sesuai dengan persetujuan pengadilan dan
sesuai dengan perjanjian makloon antara tim kurator dan PT Asia Pasifik Fibers, divisi Fleece terus
dioperasikan dengan fasilitas makloon.

Polysindo International Finance Company B.V (Polysindo Finance) dan Polysindo (Mauritius) Ltd.
Polysindo Finance dan Polysindo Mauritius adalah anak perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki
oleh PT. Asia Pacific Fibers Tbk dan berfungsi sebagai institusi pendanaan bagi perseroan. Perjanjian
Penghindaran Pajak Berganda (P3B) antara Indonesia dan Mauritius saat ini telah berakhir. Oleh
karena itu, Perseroan sedang melakukan upaya likuidasi terhadap Polysindo (Mauritius) Ltd.

PT Eastindo Polymertama (Eastindo)


Eastindo pada awalnya didirikan untuk mengembangkan produksi PTA dan Polymer di Karawang,
yang kemudian pelaksanaannya berubah langsung dilakukan oleh APF sendiri. Karena Eastindo tidak
melakukan kegiatan apapun maka Perseroan berencana akan menutup Eastindo.

Laporan Tahunan 2012


19
Analisis dan Pembahasan Manajemen

Umum

Pendapatan perusahaan berasal dari penjualan benang filament, staple fiber, polyester chips, dan
performance fabrics, baik di pasar domestik dan ekspor. Total penjualan pada tahun 2012
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya terutama disebabkan penurunan harga jual untuk
semua produk sepanjang tahun. Meskipun volume penjualan meningkat sehubungan dengan serat
fiber dan benang filamen, penurunan harga karena penurunan margin produk-produk polyester
telah menyebabkan penurunan pendapatan penjualan. Rupiah melemah sepanjang tahun dan
ditutup pada Rp 9.670/US$ per 31 Desember 2012, dibandingkan dengan Rp 9.068/US$ pada tahun
2011.

Sesuai dengan standar akuntansi Indonesia 10 (PSAK 10), Perusahaan telah merubah mata uang
pelaporan dari Rp menjadi US$ mulai 1 Januari 2012 dan telah menerbitkan laporan keuangan dalam
mata uang Dolar AS. Akibatnya akun-akun yang dalam aset dan kewajiban Perusahaan dihitung
kembali dan disajikan kembali sesuai dengan yang diharuskan.

Pendapatan

Pada 2012, penjualan bersih sebesar US$599,33 juta dibandingkan dengan US$635,53 juta pada
tahun 2011. Penurunan penjualan bersih pada tahun 2012 terutama karena penurunan harga jual
untuk semua produk sepanjang tahun, meskipun volume penjualan mengalami peningkatan.
Penurunan harga jual karena penurunan yang signifikan dalam marjin produk-produk polyester yang
dipicu oleh turunnya harga dan marjin PTA. Penjualan ekspor sebesar US$101,79 juta atau 16,98%
dari penjualan bersih, dan penjualan domestik sebesar US$497,54 juta atau 83,04% dari penjualan
bersih. Pendapatan operasional lainnya sebesar US$1,20 juta, diperoleh dari hasil penjualan bahan
pembantu.

Laba/(Rugi) Kotor
Perusahaan mengalami kerugian kotor sebesar US$5,98 juta pada tahun 2012, dibandingkan dengan
keuntungan sebesar US$13,88 juta pada tahun 2011. Kerugian ini terutama disebabkan oleh
penurunan yang signifikan pada realisasi harga dan marjin untuk semua produk sepanjang tahun
yang disebabkan oleh kondisi pasar yang lemah ditambah dengan jatuhnya margin produk-produk
polyester seperti yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya.

Laba/(Rugi) Usaha
Operasional perusahaan mengalami kerugian pada tahun 2012 sebesar US$17,53 juta dibandingkan
dengan US$19,86 juta pada tahun 2011. Rugi usaha dibukukan setelah memasukkan komponen laba
kurs sebesar US$11,82 jura pada tahun 2012 dan kerugian US$2,16 juta pada 2011. Biaya Penjualan
dan Administrasi Umum pada tahun 2012 adalah US$31,89 juta dibandingkan dengan US$32,45 juta
pada tahun 2011. Penurunan biaya penjualan dan administrasi umum terutama disebabkan
penurunan volume penjualan ekspor selama tahun 2012.

Laba Bersih

Laporan Tahunan 2012


20
Perusahaan mengalami rugi bersih sebesar US$32,12 juta pada tahun 2012, dibandingkan dengan
rugi bersih sebesar US$8,84 juta pada tahun 2011. Namun, Perseroan membukukan EBITDA sebesar
US$36,84 juta pada tahun 2012, dibandingkan dengan EBITDA sebesar US$77,85 juta pada tahun
2011.

Resiko Usaha

Daya tahan dan marjin keuntungan yang tinggi pada tahun 2011 untuk produk polyester mengalami
tren penurunan pada tahun 2012, marjin PTA dan harga kapas turun drastis. Gejolak pada harga
bahan baku Paraxylene dan MEG dan harga PTA menimbulkan ketidakpastian sehubungan dengan
harga jual produk polyester. Ekspansi produk polyester di Indonesia tampak tertahan dengan
ketidakpastian kondisi pasar. Peningkatan volume impor benang polyester filamen ke Indonesia
memberikan tekanan pada harga domestik, China dan India sedang menggelontorkan produksi
mereka di Indonesia. Saat ini harga minyak (WTI Crude) yang melambung diatas US$ 100/barel.
Sementara biasanya harga mengikuti tren harga minyak, dalam beberapa bulan terakhir harga untuk
PX adalah lebih untuk pasokan/ ermintaan industri. Pasokan PX telah seimbang dengan ketat selama
tahun 2012 dan diperkirakan akan tetap ketat selama semester I 2013. Perusahaan masih
tergantung pada fasilitas pre-financing, selain fasilitas modal kerja yang disediakan oleh pemilik
mayoritas, untuk pengadaan bahan baku dan tidak adanya sumber dana modal kerja konvensional
melalui perbankan biasa. Suatu pinjaman modal kerja melalui bank akan mungkin hanya ketika
utang yang dijamin direstrukturisasi.

Restrukturisasi Utang
Restrukturisasi utang yang berjaminan belum selesai, karena Perseroan masih menunggu tanggapan
dari PPA. Damiano Investments BV, pemegang saham mayoritas juga merupakan pemegang
mayoritas dari utang berjaminan, selain porsi PPA. Damiano Investments BV terus memberikan
pinjaman modal kerja dan fasilitas Letter of Credit untuk pengadaan bahan baku. Hal ini telah
membantu Perseroan untuk mempertahankan utilisasi kapasitas yang optimal dari fasilitas produksi
Perseroan.

Dengan modal kerja yang ketat dan belum adanya penyelesaian restrukturisasi utang berjaminan,
pada Januari 2012, Asia Pacific Fibers (APF) mencari dan menerima persetujuan dari kreditur tidak
beejaminan untuk perpanjangan jadwal pembayaran pokok dengan 3 tahun dan sesuai angsuran
pertama akan jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2015.

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Perseroan berusaha memenuhi berbagai persyaratan dan ketentuan Undang-Undang Perseroan


Terbatas, Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek.

Dewan Komisaris Perseroan merupakan respresentasi dari beberapa orang terpilih dengan latar
belakang keuangan, ekonomi dan hukum disamping dari pemegang saham mayoritas. Dewan
komisaris mengadakan pertemuan rutin triwulanan untuk melakukan penelaahan terhadap kinerja
Perseroan dan pengawan terhadap kinerja Direksi.

Bagian Internal Audit Perseroan dikepalai oleh Sdr. Yohanes Baptis Galuh Adjar Pamungkas, dengan
dibantu beberapa staf berpengalaman. Internal Audit dalam beberapa fungsinya melaporkan hasil
kerjanya kepada Komisaris Independen dan Direksi secara berkala guna pengambilan langkah-
langkah perbaikan.

Laporan Tahunan 2012


21
Perseroan mempunyai Bagian Corporate Secretary yang dikepalai oleh Sdr. Tunaryo dan dibantu
beberapa staf berpengalaman dibidang keuangan dan hukum.

Perseroan telah mengungkapkan informasi material kepada para pemegang saham, stakeholder, dan
masyarakat umum. Perusahaan akan terus berusaha untuk lebih transparan dan jujur dalam
pelaporan kepada pemegang saham, pemangku kepentingan, dan masyarakat umum.

Corporate Social Responsibility (CSR)


Perusahaan terus dan konsisten berpartisipasi dalam program pengembangan masyarakat melalui
Program Corporate Social Responsibility (CSR) selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari
komitmennya untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. APF telah aktif terlibat, sebagai
bagian dari kewajiban sosial untuk menciptakan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik di dan
sekitar fasilitas operasional. Titik berat utama APF adalah dalam bidang pendidikan, kesehatan,
pengendalian lingkungan, fasilitas sipil, infrastruktur dan pengembangan keterampilan kejuruan. APF
telah melaksanakan kegiatan CSR dengan cara yang lebih tersalur dan terfokus melalui "Yayasan
Asia Pacific Fiber". Beberapa kegiatan dan inisiatif utama yang diberikan antara lain:

Program Pendidikan:
a) Pembangunan gedung Sekolah Dasar di Desa Blendung, Kecamatan Klari, Kabupaten
Karawang
b) Pemberian beasiswa di Karawang dan Kaliwungu

Program Kesehatan:
a) Pengobatan gratis untuk masyarakat Sumberejo dan Nolokerto, Kaliwungu, Kendal
b) Pembangunan ruang rawat inap di Puskesmas Klari

Kegiatan Keagamaan dan Budaya:


a) Pembangunan Pondok Pesantren dan Sarana Ibadah di Karawang dan Kaliwungu
b) Ikut mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan di lingkungan perusahaan untuk
meningkatkan kerukunan sosial

Program Pelestarian Lingkungan:


a) Mendukung program Go Green menjalin kerjasama penghijauan dengan Himasela
(Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumber daya Lahan) dari Universitas Jenderal
Sudirman Purwokerto
b) Penanaman Jati Kebon di Kaliwungu

Program Penanggulangan Bencana:


a) Pembangunan 2 (dua) lokal gedung sekolah yang tertimpa bencana di Mangkang Kulon,
Semarang
b) Memberikan bantuan pada korban bencana alam di Magelang dan Padang

Pemberdayaan sosial dan ekonomi:


a) Bantuan modal kerja bagi UKM di sekitar wilayah pabrik
b) Promosi unit proses limbah fiber di wilayah sekitar pabrik ini untuk menyediakan
lapangan kerja mandiri bagi masyarakat lokal

Laporan Tahunan 2012


22
Informasi Perseroan

Tanggal Pendirian
15 February 1984

Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia

1. Penawaran Umum pada bulan Februari 1991


Pencatatan terbatas (partial listing) untuk 24.000.000 saham pada tanggal 12 Maret 1991 di
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
2. Pencatatan di Bursa pada bulan Januari 1992
Perseroan mencatatkan seluruh saham sejumlah 68.000.000 saham pada tanggal 3 Januari 1992
di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Jumlah keseluruhan saham Perseroan yang
tercatat adalah 92.000.000 saham.
3. Penawaran Umum Terbatas I pada bulan Oktober 1993
Antara tanggal 1 Nopember 1993 dan 3 Januari 1994, Perseroan melakukan Penawaran Umum
Terbatas perdana dengan menawarkan 184.000.000 saham. Setelah Penawaran Umum ini,
jumlah saham Perseroan yang tercatat adalah sebesar 276.000.000 saham.
4. Pemecahan Saham pada bulan Maret 1995
Dengan adanya pemecahan saham pada tanggal 27 Maret 1995, jumlah saham yang tercatat di
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya adalah sebesar 552.000.000 saham.
5. Saham bonus dan saham dividen pada bulan April 1995
Pada tanggal 12 April 1995 dan 17 April 1995, sejumlah 552.000.000 saham bonus dan saham
dividen telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Dengan demikian,
jumlah saham yang tercatat pada kedua bursa tersebut adalah sebesar 1.104.000.000 saham.
6. Penawaran Umum Terbatas II pada bulan Juni 1996
Melalui Penawaran Umum Terbatas II pada tanggal 10 Juni 1996, Perseroan mencatatkan
1.104.000.000 saham di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, sehingga total saham yang
tercatat adalah 2.208.000.000 saham.
7. Penawaran Umum Terbatas III pada bulan Desember 1997
Pada tanggal 24 Desember 1997, Perseroan menawarkan 2.185.920.000 saham di Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Setelah Penawaran Umum Terbatas III ini, total saham yang
tercatat adalah sejumlah 4.393.920.000 saham.
8. Konversi Hutang menjadi saham pada bulan September 2006
APF telah memperoleh persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM untuk menerbitkan
43.144.238.750 saham kepada kreditur yang tidak berjaminan yang merupakan bagian dari
konversi hutang yang telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Niaga. Hingga tanggal 31
Desember 2006, APF telah mengeluarkan 36.093.831.290 saham kepada kreditur yang tidak
berjaminan yang telah mengajukan permintaan penukaran saham kepada Perseroan. APF juga
telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM untuk menerbitkan
40.340.241.250 saham yang akan dikeluarkan kepada kreditur berjaminan sesuai dengan

Laporan Tahunan 2012


23
proposal restrukturisasi bagi kreditur berjaminan (SDRP). APF belum mengeluarkan saham-
saham tersebut hingga tanggal 31 Desember 2007.
9. Reverse Split Saham pada bulan Februari 2008
APF melakukan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dilakukannya reverse split saham yang
dilakukan dengan rasio 20:1 dan meurut akta notaris Sutjipto, SH No, 91 tanggal 21 Februari
2008 tentang perubahan anggaran dasar perusahaan, modal saham perseroan sebesar
Rp 16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham.
10. Perseroan telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham Perseroan melalui Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 24 Maret 2009, penerbitan 5%
(118.845.397 saham) dari modal ditempatkan dan Disetor saham seri 'C' tanpa hak memesan
efek terlebih dahulu, untuk memberikan opsi saham kepada manajemen dan karyawan
Perusahaan (Program Opsi Saham Manajeman dan Karyawan).
11. Perseroan memperoleh persetujuan atas perubahan nama menjadi PT Asia Pasifik Fibers Tbk
dari Menteri Kehakiman tanggal 10 November 2009 dan Indonesia Badan Koordinasi
Penanaman Modal / BKPM pada tanggal 2 Desember 2009.
12. Berdasarkan akta Notaris Aryanti Artisari, SH, M.Kn. Tidak ada 107 tanggal 23 Februari 2012,
pemegang saham menyetujui untuk program Manajemen Stock Option Program (MESOP). Dan
ini berhubungan dengan akta notaris Sutjipto, SH No 91 tanggal 24 Maret 2009 tentang
penerbitan 118.845.397 saham baru seri C yang berwenang (5% dari modal ditempatkan dan
disetor) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan nilai nominal Rp 40 setiap . Harga
Pelaksanaan pada 5 Maret 2012 adalah sebesar Rp 45 masing-masing, dan memiliki saham telah
disetor penuh pada tanggal 20 Februari 2012 dan 21 Februari 2012. Saham juga terdaftar di
Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman No. Peng-P-00032/BEI.PPR/03-2012 tanggal 5 Maret
2012 dan No. Peng-P-00033/BEI.PPR/03-2012 tanggal 7 Maret 2012.

Jumlah saham yang tercatat per 31 Desember 2012


2,495,753,347

Susunan Modal per 31 December 2012


Serie A
Modal Dasar Rp 8,500,000,000,000
Nilai Nominal per Saham Rp 10,000
Modal Disetor Rp 2,196,960,000,000

Serie C
Modal Dasar Rp 166,968,960,000
Nilai Nominal per Saham Rp 40
Modal Disetor Rp 91,042,293,920

Pemegang Saham
Damiano Investment 51.65%
KYOA Investment Limited 6.04%
PT. Multikarsa Investama* 5.26%
Masyarakat 37.05%

* Pemindahan saham-saham dari PT. Multikarsa Investama kepada PT. Bina Prima Perdana dalam
rangka restrukturisasi dengan pihak BBPN. Pencatatan pada PT. Bursa Efek Indonesia masih belum
diselesaikan.

Laporan Tahunan 2012


24
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Robert Clive Appleby
Komisaris Kamun Cheong
Komisaris Christopher Robert Botsford
Komisaris Robert McCharthy
Komisaris Independen Timbul T. Lubis, SH, LLM
Komisaris Independen Dono Iskandar Djojosubroto

Dewan Direksi
Direktur Utama Vasudevan Ravi Shankar
Direktur Drs. Masjhud Ali, MBA
Direktur Seeniappa Jegatheesan
Direktur Peter Vinzenz Merkle

Kegiatan Perseroan
Bergerak pada industri PTA, Polymer, Polyester Fiber, Benang Filament dan kain sintetis dan pakaian
jadi.

Kapasitas Produksi per 31 Desember 2012


Purified Terepthalic Acid (PTA) 340.000 ton/tahun
Polyester Chips 330.400 ton/tahun
Polyester Staple Fibre 198.000 ton/tahun
Polyester Filament Yarn 140.000 ton/tahun

Kantor Perwakilan
The East Building Lantai 35 Unit 5-6-7
Jl. Lingkar Mega Kuningan Blok E3.2 Kav 1
Jakarta 12950
Tel : (62-21) 579-38555
Fax : (62-21) 579-38565

Kantor Terdaftar
Desa Nolokerto
Kecamatan Kaliwungu, Kendal
Tel : (62-24) 866-0272
Fax : (62-24) 866-0275

Fasilitas Pabrik
Pabrik 1: Pabrik 2:
Desa Kiara Payung, Jl. Raya Kaliwungu Km. 19
Kecamatan Klari, Karawang Kaliwungu, Kendal,
Jawa Barat-Indonesia Jawa Tengah-Indonesia
Tel : (62-267) 431-971 Tel : (62-24) 866-0272
Fax : (62-267) 431-970 Fax : (62-24) 866-0275

Laporan Tahunan 2012


25
Biro Administrasi Efek
PT. Datindo Entrycom
Wisma Dinners Club Anex
Jl. Jend. Sudirman 34-35
Jakarta 10220

Kantor Akuntan Publik Terdaftar


Hendrawinata, Eddy & Siddhartha
(Indonesian Member Firm of Kreston International)
Intiland Tower Lt.18
Jl. Jend. Sudirman Kav.32
Jakarta 10220, Indonesia
Tel : (62-21) 571-2000
Fax : (62-21) 570-6118

Laporan Tahunan 2012


26
SURAT PERNYATAAN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2012
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk.

Kami, yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan
tahunan PT Asia Pacific Fibers Tbk. tahun 2012 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab
penuh atas kebenaran isi laporan tahunan perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta, 23 April 2013

Robert Clive Appleby Vasudevan Ravi Shankar


Komisaris Utama Direktur Utama

Kamun Cheong Drs. Masjhud Ali MBA


Komisaris Direktur

Christopher Robert Botsford Seeniappa Jegatheesan


Komisaris Direktur

Robert McCarthy Peter Vinzenz Merkle


Komisaris Direktur

Laporan Tahunan 2012


27
Timbul Thomas Lubis, SH LLM Dono Iskandar Djojosubroto
Komisaris Independen Komisaris Independen

Laporan Tahunan 2012


28
Laporan Keuangan Konsolidasian dan
Laporan Auditor Independen
PT Asia Pacific Fibers Tbk
Dan Entitas Anak
31 Desember 2012, 31 Desember 2011
dan 1 Januari 2011
DAFTAR ISI

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen


Halaman
Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6

Laporan Arus Kas Konsolidasian 7

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8

Lampiran

Informasi Keuangan Tambahan 16


PT. Asia Pacific Fibers Tbk.

The EAST, 35'h Floor Unit 5-6-7


Jl. DR. lde Anak Agung Cde Agung
Kav. E3.2 No. 1
Jakarta'l 2950 - INDONESIA
Phone : +62 21 57938555
ASIA PACIFIC FIBERS Fax. : +62 21 57938565
E-mail : info@apf.co.id

SURAT PERi\YATAAN DIREKSI


TENTAI\G
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012,31 DESEMBER 20tt DAN 1 JANUARI 2011
SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2lrr
PT ASIA PACIFIC FIBERS TbK DAN ENTITAS ANAK

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :


1. Nama : Vasudevan Ravishankar
Alamat kantor : The East 35ft floor lJnit 5-6-7
Jln. Lingkar Mega Kuningan Block E3-Z Kav.l
Jakarta 12950
Alamat Rumah/Sesuai KTP Jl Jambu No. 30 RT.005/002
Godangdia - Menteng
Jakarta - Pusat
Nomor Telpon 02t-57938555
Jabatan Presiden Direktur

2. Nama Peter Yinzerz Merkle


Alamat kantor The East 35ft floor lJnit 5-6-7
Jln. Lingkar Mega Kuningan Block E3-2 Kav.l
Jakarta 1,2950
Alamat Rumah/Sesuai KTP Ap arteme n Plaza S enayan
Jl. Tinju No. I Pintu Satu Senayan
Jakarta
Nomor Telpon 021-s7938s55
Jabatan Direktur

Menyatakan bahwa :

1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Asia pacific Fibers Tbk dan
Entitas Anak.
2. Iaporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak telah di
muat secam lengkap dan benar,
b. Laporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak tidak mengandung infornasi atau
fakta material yang tidak benar, 'lm lidak menghilangkan informasi atau fakta matrial.
4. Bertanggungjawab atas system pngendalian intemal dalam PT Asia Pacific Fibers Tbk d.n Entitas Anak.

Dernikian pemyataan ini dibuat dengan sebenamya

Jakarta, 18 Maret 2013


Direktur

rBERsr7-^az
Vasudevan Ravi Shankar Peter Vinzenz Merkle

Registered Office: Jl. Raya Kaliwungu Km.19, Nolokerto Kaliwungu Kendal 513372 CentralJava - INDONESIA
Phone: +62 24 8660272 Fax.: +62 248660275
E Kreston lnternational
A global network of independent accounting firms
fiENDRAWINATA
EDDY/ SIDDHARTA
Registered Public Accountants

No. : 044/02lISS/IV13

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi


PT ASIA PACIFIC FIBERS TbK

Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk ("Perusahaan") dan
Entitas Anak tanggal 31 Desember 2012,31 Desember 20ll dan 1 Januari 2011, serta laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian, laporan perubaha4,ekuitas konsolidasian, dan laporan arus kas konsolidasian
- untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 201I. Laporan keuangan
konsolidasian adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada
pernyataan pendapat atas laporan keuangan konsolidasian berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas
dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa
audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut diatas menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak
tanggal 3 1 Desember 2012, 3 I Desember 20II dan 1 Januan 2011, Serta hasil usaha konsolidasian serta arus
kas konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan20ll sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Seperti yang diungkapkan pada Catatan 4 atas laporan keuangan konsolidasian, sejak tanggal I Januari2012,
Perusahaan mengubah nrata uang pelaporannya dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat dengan
menerapkan Standar Akuntansi Keuangan No. 10 (Revisi 2010) "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing".
Sebagai hasilnya, laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 20ll dan 1 Januari 2011 dan
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian, dan laporan arus kas
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2}ll, yang sebelumnya disajikan dalam
Rupiah, telah diukur kernbali ke dalam Dolar Amerika Serikat.

Seperti yang diungkapkan pada Catatan 55 atas laporan keuangan konsolidasian, manajemen Perusahaan
telah membuat penyesuaian atas saldo aset tetap dan saldo awal akumulasi defisit yang dinyatakan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian yang sebelumnya telah dilaporkan di dalam laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januart 2011. Sebagai
hasilnya, laporan keuangan konsolidasian tahun 2011 disajikan kembali. Menurut pendapat kami,
penyesuaian tersebut telah memadai dan dilakukan dengan benar. Sebagai tambahan, seperti yang
diungkapkan pada Catatan 56 atas laporan keuangan konsolidasian, akun-akun tertentu di laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20ll dan 1 Januari 2011 telah
direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang telah sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7, yang terlampir dalam surat keputusan
No. KEP-34718L12012.
License: 1095/KM .L/ ?ALI License: L2L2/ l\M.t/ Zfr 11" License: 1.220 / t<M.L/ ZALL
Ariobinro Sentral 3rd floor lntiland Tower l8tn floor Kreston Building
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5 Jl. Jend. Sudirnran Kav. 32 Jl" Palang Merah No, 4O
Jakarta 12950. lndonesia Jakarta l-0220. lndonesia Medan 2OLLL.lndonesia
Tel. : 62-2:.5290 CI918 Tel.: 62-21 571 20CI0 Tel.: 62-61 455 7925, 4LS 7295
Fax" : 62-21 5290 0917 Fax.: 62-21570 6118, 571 1818 Fax": 62-61- 451 3159
e-nra : hes-ku n nga n@ kreston-i
i I i ndon esia.co. id e-ma i I : hes-sud i rma n @kresto n-i ndonesia.co. id e-ma il : hes-meda n@kreston-i ndonesia.co. id

www. kreston-i ndonesia.co. id


E Kreston lnternational
A global network of independent accountingfirms
fiENDRAWINATA
EDDY S SI DDHARTA

Halaman 2

Laporan keuangan konsolidasian terlampir disusun dengan asumsi bahwa Perusahaan dan Entitas Anak akan
melanjutkan usahanya secura berkesinambungan. Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan
keuangan konsolidasian, pada tanggal 31 Desember 2012, 31 Desember 20ll dan 1 Januari 2011,
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki saldo ekuitas negatif masing-masing sebesar US$ 797,838,849,
US$ 766,263,067 dan US$ 773,804,972, sertajumlah kewajiban lancar Perusahaan dan Entitas Anak telah
melebihi jumlah asetnya masing-masing sebesar US$ 765,339,239, US$ 714,783,22'1., dan US$ 690,782,523.
Kewajiban lancar Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar US$ 1,000,263,703
atau sebesar 86Vo danjurnlah kewajiban lancar merupakan utang tedamin. Sampai dengan tanggal laporan,
salah satu kreditur terjamin Perusahaan (28Vo) yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) belum menyetujui
Rencana Restrukturisasi yang diusulkan oleh Perusahaan. Namun, Damiano Investments BV., Belanda
pemegang saham mayoritas (kepemilikan 5l,65%o) dan pemegang mayoritas hutang terjamin (66Vo) masih
terus menyediakan fasilitas pinjaman modal kerja sebesar US$ 17,340,000 dan fasilitas I-etter of Credit
sebesar US$ 78,752,462 kepada Perusahaan untuk pembelian bahan baku. Damiano Investments BV.,
Belanda masih menyediakan dana yang diperlukan Perusahaan untuk program belanja modal untuk tahun
yang akan datang melalui Third Loan Agreement. Manajemen Perusahaan masih berusaha dan
mengharapkan penyelesaian restrukturisasi atas hutang terjaminnya dapat segera diperoleh hasilnya,
sehingga Perusahaan dapat memperoleh pinjaman modal kerja dari bank. Laporan keuangan konsolidasian
terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari kondisi tersebut.

Audit kami atas laporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak tanggal
31 Desember 2012, 31 Desember 20Il dan 1 Januari 20lI dan tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 dan20Il dilaksanakan dengan tduan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan. Informasi keuangan tambahan PT Asia Pacific Fibers Tbk (Entitas Induk
saja) pada tanggal 31 Desember 2012,31 Desember 2}ll dan I Januari 2011 dan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 201,2 dan 20ll yang terdapat pada lampiran 1 sampai dengan lampiran 6
disajikan untuk analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan konsolidasian pokok yang
diharuskan menurut Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi keuangan tambahan tersebut telah
menjadi objek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian pokok,
dan menurut pendapat kami telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, berkaitan dengan
laporan keuangan konsolidasian pokok secara keseluruhan.

HENDRAWINATA, EDDY & SIDDHARTA

Iskarimhn Supardjo
License No. AP. 0336

18 Maret 2013
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


Catatan 2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3g,i,6 9.793.989 3.438.164 9.775.651
Piutang usaha, setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai sebesar
US$ 15.657.945 pada tahun 2012
pada tahun 2011 dan US$ 6.839.009
pada tahun 2010
Pihak ketiga 3h,i,7 57.988.028 50.095.415 46.948.272
Pihak berelasi 3h,i,7 27.789.291 29.634.147 29.887.938
Piutang lain-lain, setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai sebesar
US$ 36.721.575 pada tahun 2012
dan 2011 dan US$ 56.805.405
pada tahun 2010
Pihak ketiga 3h,i,8 3.300.907 2.529.473 492.869
Aset keuangan lancar lainnya 3h,i,9 7.720.808 6.067.345 3.055.625
Persediaan 3j,10 79.954.633 87.677.359 51.397.186
Uang muka pembelian 11 34.605.192 37.846.870 32.373.354
Pajak dibayar dimuka 3t,29a 14.786.048 13.202.393 14.070.762
Biaya dibayar dimuka 3k,12 1.101.627 1.169.786 894.164

Jumlah Aset Lancar 237.040.523 231.660.952 188.895.821

ASET TIDAK LANCAR


Piutang jangka panjang kepada pihak
berelasi, setelah dikurangi dengan
penyisihan penurunan nilai sebesar
US$ 111.962.653 pada tahun 2012
dan 2011, dan US$ 5.551.941 pada
tahun 2010 3h,i,14 32.474.040 34.996.344 47.392.149
Aset keuangan tidak lancar lainnya 3h,i,15 1.113.711 1.140.893 1.905.194
Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
US$ 1.658.522.816 pada tahun 2012,
US$ 1.588.852.556 pada tahun 2011, dan
US$ 1.895.950.101 pada tahun 2010 3l,m,n,16 129.394.646 184.837.123 304.460.819
Aset tidak berwujud 3o,17 12.750
Aset pajak tangguhan 3t,29d 3.216.621 14.570.331

Jumlah Aset Tidak Lancar 166.211.768 220.974.360 368.328.493

JUMLAH ASET 403.252.291 452.635.312 557.224.314

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

1
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


Catatan 2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI)

LIABILITAS LANCAR
Utang usaha
Pihak ketiga 3q,18 22.942.334 23.798.883 24.811.511
Pihak berelasi 3q,18 7.150
Biaya yang masih harus dibayar 3q,19 43.319.170 45.606.299 77.375.906
Utang pajak 3t,29b 1.751.095 1.937.308 2.523.059
Utang bank 3q,20 78.752.462 70.339.624 48.046.644
Utang terjamin 3q,21 1.000.263.703 1.012.928.220 1.012.905.635
Pinjaman jangka pendek 3q,22 36.054.041
Wesel bayar 3q,23 20.259.235
Bagian lancar dari liabilitas
jangka panjang :
Pinjaman modal kerja 3q,25 17.340.000 8.500.000 4.333.000
Utang kredit pembiayaan 3p,26 64.651 57.035 52.884
Liabilitas sewa pembiayaan 3p,27 4.300.981
Liabilitas keuangan lancar lainnya 3q 4.150.965 4.251.161 17.343.941

Jumlah Liabilitas Lancar 1.168.591.530 1.167.418.530 1.248.006.837

LIABILITAS TIDAK LANCAR


Pinjaman dari institusi keuangan lain :
Utang tidak terjamin dan wesel bayar 3q,24 22.169.338 21.945.011 21.077.129
Pinjaman modal kerja 3q,25 14.500.000 36.277.862
Utang kredit pembiayaan 3p,26 55.535 48.524 77.437
Imbalan Pasca Kerja Jangka Panjang 3s,28 10.274.737 8.561.749 8.189.736
Liabilitas Pajak Tangguhan 3t,29d 6.424.565 17.400.285

Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 32.499.610 51.479.849 83.022.449

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

2
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


Catatan 2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI)

EKUITAS (DEFISIENSI)
Modal Saham
Modal dasar 12.357.255.040 saham
dengan nilai nominal Rp 10.000
per lembar saham untuk Seri A,
Rp 1.000 per saham untuk Seri B,
Rp 40 per saham untuk Seri C pada
tahun 2012, 2011 dan 2010
Modal ditempatkan dan disetor penuh
219.696.000 saham Seri A dan
2.276.057.347 saham Seri C pada
tahun 2012 dan 2.157.211.950
saham seri C pada tahun 2011
dan 2010 30 635.689.316 635.165.191 635.165.191
Tambahan modal disetor 3u,31 624.344.507 624.325.603 624.325.603
Komponen ekuitas lainnya 1c (21.339) (21.339) (21.339)
Saldo laba (akumulasi deficit)
Ditentukan penggunaannya 32 2.345.301 2.345.301 2.345.301
Tidak ditentukan penggunaannya (2.060.196.634) (2.028.077.823) (2.019.125.048)

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan


Kepada Pemilik Entitas Induk (797.838.849) (766.263.067) (757.310.292)
Kepentingan nonpengendali 33 (16.494.680)

Jumlah Ekuitas (Defisiensi) (797.838.849) (766.263.067) (773.804.972)

JUMLAH LIABILITAS DAN


EKUITAS (DEFISIENSI) 403.252.291 452.635.312 557.224.314

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

3
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

Notes 2012 2011


(Disajikan kembali)
US$ US$
Operasi yang dilanjutkan :
PENDAPATAN
Pendapatan bersih 3v,37 599.330.876 635.534.718
Pendapatan usaha lainnya 3v,38 1.200.875 533.044
Jumlah pendapatan 600.531.751 636.067.762

BEBAN POKOK PENJUALAN 3v,39 (606.514.179 ) (622.188.564)

LABA (RUGI) KOTOR (5.982.428 ) 13.879.198


Beban penjualan 3v,41 (14.052.194 ) (13.725.399)
Beban umum dan administrasi 3v,42 (17.843.646 ) (18.726.822)
Penyelesaian atas klaim asuransi, bersih 3v,36 1.667.691 86.182
Laba (rugi) selisih kurs, bersih 3c 11.816.164 (2.158.190)
Pendapatan lain-lain, bersih 3v,44 879.907 782.045
(17.532.078 ) (33.742.184)
RUGI USAHA (23.514.506 ) (19.862.986)
Beban keuangan 43 (18.245.491 ) (16.315.341)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (41.759.997 ) (36.178.327)
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK 3t
Kini 29e
Tangguhan 29e 9.641.186 9.892.352
Jumlah Pendapatan Pajak 9.641.186 9.892.352
JUMLAH RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN (32.118.811 ) (26.285.975)

Operasi yang dihentikan :


Rugi bersih dari operasi yang dihentikan 3b,45 (6.396.381)
Keuntungan dari pelepasan Entitas Anak 3b,45 23.841.586
JUMLAH LABA BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN 17.445.205

JUMLAH RUGI TAHUN BERJALAN (32.118.811 ) (8.840.770)

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN,


SETELAH PAJAK

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (32.118.811 ) (8.840.770)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

4
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

Catatan 2012 2011


(Disajikan kembali)
US$ US$

JUMLAH RUGI BERSIH DIATTRIBUSIKAN


KEPADA :
Pemilik Entitas Induk (32.118.811) (8.952.775)
Kepentingan Nonpengendali 112.005

Jumlah Rugi Bersih (32.118.811) (8.840.770)

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF


DIATRIBUSIKAN KEPADA ;
Pemilik Entitas Induk (32.118.811) (8.952.775)
Kepentingan Nonpengendali 112.005

Jumlah Rugi Komprehensif (32.118.811) (8.840.770)

LABA (RUGI) PER SAHAM 3w


Dasar 34a (0,01 ) (0,00)
Dilusian 34b (0,01 ) (0,00)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

5
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

Komponen Saldo laba Jumlah


Ekuitas Lain (akumlasi defisit) Ekuitas
(defisiensi)
Yang dapat
Selisih diatribusikan
restrukturisasi Tidak kepada
Tambahan entitas Ditentukan ditentukan Pemilik Entitas Kepentingan Jumlah ekuitas
Catatan Modal Saham modal disetor sepengendali Penggunaannya Pengunaannya Induk nonpengendali (defisiensi)

US$ US$ US$ US$ US$ US$ US$ US$

Saldo per 1 Januari 2011 (Disajikan Kembali) 635.165.191 624.325.603 (21.339) 2.345.301 (2.019.125.048) (757.310.292) (16.494.680) (773.804.972)

Reklasifikasi karena hilangnya pengendalian 33 16.382.675 16.382.675

Jumlah rugi tahun berjalan (8.952.775) (8.952.775) 112.005 (8.840.770)

Pendapatan komprehensif lain

Saldo per 31 Desember 2011


(Disajikan Kembali) 635.165.191 624.325.603 (21.339) 2.345.301 (2.028.077.823) (766.263.067) (766.263.067)

Penerbitan modal saham 30,31 524.125 18.904 543.029 543.029

Jumlah rugi tahun berjalan (32.118.811) (32.118.811) (32.118.811)

Pendapatan komprehensif lain

Saldo per 31 Desember 2012 635.689.316 624.344.507 (21.339) 2.345.301 (2.060.196.634) (797.838.849) (797.838.849)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

6
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

Catatan 2012 2011


(Disajikan Kembali)
US$ US$

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan dari pelanggan 634.181.470 646.901.210
Pembayaran kepada pemasok (107.539.191) (121.707.320)
Pembayaran gaji (16.579.363) (15.571.185)
Pembayaran kas operasi lainnya, bersih (61.251.557) (38.847.286)

Kas yang diperoleh dari operasi 448.811.359 470.775.419


Penghasilan bunga 31.754 21.064
Beban bunga dan administrasi bank (17.979.160) (15.781.720)
Penerimaan dan penyelesaian atas klaim asuransi 36 1.667.691 86.182
Pembayaran pajak penghasilan 29 (4.911.388) (11.407.441)
Penerimaan hasil restitusi pajak 29 5.940.924 7.119.722

Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 433.561.180 450.813.226

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Pembelian aset tetap 16 (13.295.299) (9.005.981)
Penambahan aset keuangan lancar lainnya 9 (521.237) (233.946)
Pembayaran piutang kepada pihak berelasi 14 (2.224.168) (2.825.916)

Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (16.040.704) (12.065.843)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penerimaan dari penerbitan saham 30 591.434
Pembayaran utang bank 20 (404.619.673) (428.449.261)
Penerimaan pinjaman modal kerja 25 12.940.000 8.500.000
Pembayaran pinjaman modal kerja 25 (18.600.000) (26.110.862)
Penerimaan utang kredit pembiayaan 27 83.316 35.069
Pembayaran utang kredit pembiayaan 27 (68.689) (59.831)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (409.673.612) (446.084.885)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH


KAS DAN SETARA KAS 7.846.864 (7.337.502 )

PENGARUH SELISIH KURS (1.491.039) 1.035.533

SALDO KAS DAN SETARA KAS ENTITAS


ANAK YANG TIDAK DIKONSOLIDASI 45 (35.518 )

SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 6 3.438.164 9.775.651

SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 6 9.793.989 3.438.164

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian secara keseluruhan

7
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Asia Pacific Fibers Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman
Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, jo. Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta
No. 22 tanggal 15 Pebruari 1984 dari Januar Tirtaamidjaja, S.H., notaris di Jakarta. Undang-
undang diatas telah diubah dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.
Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-6107.HT.01.01.TH.84 tanggal 26 Oktober 1984 dan diumumkan dalam
Tambahan No. 3247 Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 7 September 1990.

Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No.92 tanggal 24 Maret 2009 oleh
notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan
Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar
Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0052618.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009.

Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 50 tanggal 10 September
2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan nama Perusahaan dari
PT Polysindo Eka Perkasa Tbk menjadi PT Asia Pacific Fibers Tbk. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-54294.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 10 Nopember 2009 dan diumumkan
dalam Tambahan No. 21449 Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal
24 September 2010.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta
No. 107 tanggal 23 Februari 2012 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta,
mengenai implementasi dari program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan
Perusahaan (MESOP) berdasarkan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) No. IX.D.4. Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-0018443.AH.01.09.Tahun 2012 dated
February 29, 2012.

Pada tanggal 4 Pebruari 2011, Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Surat Keputusan No. 2/B/II/PMDN/2011 tentang
persetujuan pembatalan surat keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
No. 249/II/PMDN.1997 tertanggal 2 Desember 1997.

Kemudian, Perusahaan juga telah menerima persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) untuk melakukan ekspansi terhadap kapasitas fiber di Karawang melalui surat
persetujuan No. 2/B/II/PMDN/2011 tanggal 24 Pebruari 2011. Proyek ini dimulai pada kuartal
kedua tahun 2012.

8
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan)

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
meliputi industri kimia dan serat sintetis, pertenunan dan perajutan serta industri tekstil lainnya.
Perusahaan berkedudukan di Kendal, Jawa Tengah dengan pabrik yang berlokasi di Kendal, Jawa
Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Kantor perwakilan Perusahaan berlokasi di Gedung The
East, Lantai 35, Jl. Lingkar Mega Kuningan Kav. E-3 No. 1, Jakarta. Perusahaan mulai
berproduksi secara komersial pada tahun 1986. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan didalam dan
diluar negeri, diantaranya ke Eropa, Amerika Serikat, Asia, Australia dan Timur Tengah.

Perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar 2 (dua) lokasi pabrik
yang terletak di Karawang dan Semarang, dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam upaya untuk mendukung kegiatan ini dengan lebih
efektif, Perusahaan telah mendirikan yayasan yang bernama Yayasan Asia Pasific Fibre pada
tanggal 15 Januari 2010. Persetujuan pendirian yayasan ini telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan
No. AHU-960.AH.01.04.Tahun 2010 tanggal 15 Maret 2010.

Entitas induk langsung Perusahaan adalah Damiano Investments BV., yang didirikan di Belanda,
sedangkan entitas induk utama Perusahaan adalah ADM Capital and Spinnaker Capital Group,
yang juga didirikan dan berdomisili di Hong Kong dan Inggris.

b. Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan dan Entitas Anak

Pada tanggal 14 Desember 1990, Perusahaan menawarkan 12.000.000 sahamnya kepada


masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, sekarang dikenal dengan Bursa Efek
Indonesia.

Pada tanggal 8 Oktober 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), dengan suratnya No S-1738/PM/1993, untuk
melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar
184.000.000 saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa
Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 1 Nopember 1993.

Pada tanggal 15 Desember 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM, No S-2027/PM/1994, perihal perubahan nilai nominal per saham dari Rp 1.000
menjadi Rp 500 per saham.

Pada tanggal 20 Mei 1996, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM, dengan suratnya No S-778/PM/1996, untuk melakukan Penawaran Umum
Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 1.104.000.000 saham kepada
pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya pada tanggal 10 Juni 1996.

9
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

b. Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan dan Entitas Anak (Lanjutan)

Pada tanggal 11 Desember 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM, dengan suratnya No S-2844/PM/1997, untuk melakukan Penawaran Umum
Terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 2.185.920.000 saham kepada
pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya pada tanggal 5 Januari 1998.

Pada tahun 1994, Perusahaan menerbitkan Unsecured Senior Notes sebesar US$ 125.000.000
yang dicatat di Bursa Efek Luxembourg. Pada tahun 1996, Perusahaan menawarkan kepada
pemegang Unsecured Senior Notes untuk menukarkan Notes tersebut dengan Guaranteed
Senior Notes sebesar US$ 125.000.000 yang diterbitkan oleh PIFC dimana Perusahaan
bertindak sebagai penjamin. Wesel ini dicatat di Bursa Efek Luxembourg.

Pada tahun 1996, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Secured Floating
Rate Notes sebesar US$ 50.000.000 dan Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 260.000.000
yang tercatat di Bursa Efek Luxembourg.

Pada tahun 1997, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Guaranteed
Secured Notes sebesar US$ 250.000.000 yang tercatat di Bursa Efek Luxembourg.

Sebelum Januari 2000, wesel bayar yang dikeluarkan oleh PIFC sudah tidak tercatat (delisted)
dari Bursa Efek Luxembourg.

Mulai bulan Desember 2004, seluruh saham Perusahaan sejumlah 4.393.920.000 disuspensi
sehubungan dengan tuntutan pailit terhadap Perusahaan dan keterlambatan menyerahkan
laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. Saham-saham Perusahaan tetap disuspensi
walaupun Perusahaan telah lepas dari pailit. Akan tetapi Perusahaan berusaha untuk keluar
dari suspensi ini dengan menyerahkan rencana langkah-langkah yang akan dilakukan oleh
Perusahaan. Kemudian, pada bulan Juli 2006, saham-saham Perusahaan telah diperdagangkan
kembali.

Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan konversi atas utang tidak terjamin sebagai
bagian dari implementasi perjanjian perdamaian yang telah diputuskan oleh Pengadilan Niaga
Jakarta Pusat dengan menerbitkan sebanyak 43.144.238.750 lembar saham dimana sesuai
dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia, saham tersebut tidak dapat diperdagangkan dalam
waktu 1 tahun. Kemudian, pada bulan Oktober 2007, saham baru tersebut telah
diperdagangkan.

Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal
21 Pebruari 2008, para pemegang saham menyetujui untuk melakukan penggabungan nilai
nominal saham (reverse stock split) dengan rasio 20 berbanding 1 yang artinya 20 saham lama
akan menjadi 1 saham baru. Reverse stock ini dilakukan agar saham Perusahaan lebih likuid
dan sesuai dengan kinerja Perusahaan. Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 3 Maret 2008.

10
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

b. Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan dan Entitas Anak (Lanjutan)

Selanjutnya, menurut akta notaris Sutjipto, S.H. No. 122 tanggal 27 Pebruari 2008 tentang
perjanjian pembelian sisa saham hasil reverse stock Perusahaan, dinyatakan bahwa
PT Trimegah Securities Tbk sebagai pembeli siaga. Disamping itu, jumlah saham hasil
reverse stock telah diperdagangkan di Pasar Reguler pada tanggal 14 Maret 2008.

Pada tanggal 10 Oktober 2008, saham dari Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) sudah tidak
tercatat (delisted) di Bursa Efek Indonesia melalui surat keputusan
No. S-04741/BEI.PSR/09/2008 dan Peng-004/BEI.PSR/DEL/09-2008 akibat suspensi saham
PT Texmaco Jaya Tbk dari perdagangannya dan masalah kelangsungan hidupnya.

Sejak tanggal 2 Desember 2009, saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia sudah diganti
dengan menggunakan nama Perusahaan yang baru.

Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal
24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Sutjipto, S.H., No 91 tanggal
24 Maret 2009, notaris di Jakarta, Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan
modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada
manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme /
MESOP) sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C (5% dari jumlah saham yang
ditempatkan dan disetor). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0052619.AH.01.09.Tahun
2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke
Bursa Efek Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini akan
diimplementasikan pada akhir periode (1 Pebruari 2012).

Kemudian, berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 107 tanggal
23 Pebruari 2012, notaris di Jakarta, program pemberian hak opsi kepada manajemen dan
karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme/ MESOP) telah
diimplementasikan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 45 per saham. Semua saham telah
disetor penuh melalui rekening bank Perusahaan pada tanggal 20 Pebruari 2012 dan
21 Pebruari 2012, dan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman
No. Peng-P-00032/BEI.PPR/03-2012 tanggal 5 Maret 2012 dan No. Peng-P-
00033/BEI.PPR/03-2012 tanggal 7 Maret 2012.

Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal
18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 88
tanggal 18 Juni 2012, notaris di Jakarta, Pemegang Saham setuju untuk melakukan
penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi
kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option
Programme / MESOP) sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham
yang ditempatkan dan disetor). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan belum
menggeluarkan saham menurut skema yang ditentukan. Namun, Perusahaan telah
menginformasikan kepada Bapepam / IDX mengenai penundaan atas penerbitan saham
melalui surat tertanggal 3 Desember 2012.

11
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

c. Entitas Anak Yang Dikonsolidasi

Perusahaan menguasai baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara di Entitas
Anak berikut ini :

Operasi Persentase Jumlah Aset


Entitas Anak Lokasi Kegiatan usaha Komersial kepemilikan 2012 2011 2010
% US$ US$ US$
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan)

PT Texmaco Karawang Perdagangan, 1972 92.00 *) *) 68


Jaya Tbk (TJ) pertenunan,
perajutan
dan pemrosesan

PT Texmaco Graha Jakarta Perdagangan tekstil 1994 91.08 *) *) 19


Busana (TGB), dan produksi
(dimiliki TJ dengan pakaian jadi dan
Kepemilikan 99%) asesoris

Polysindo International Belanda Jasa keuangan 1994 100.00 759 759 759
Finance Company
BV (PIFC)

Polysindo (Mauritius) Mauritius Jasa keuangan Pra- 100.00


Ltd. (PML) operasi

*) Tidak berlaku dikarenakan PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) dan PT Texmaco Graha Busana (TGB)
sudah tidak dikonsolidasi (Catatan 45).

Pada tahun 2001, Perusahaan mengakuisisi 10.000 saham yang merupakan 100% kepemilikan
di Polysindo (Mauritius) Ltd (PML). Saham yang diperoleh sejumlah US$ 10.000. Perbedaan
antara harga perolehan dengan aktiva bersih dari PML sejumlah Rp 221.924.188 (setara
dengan US$ 21.339) dicatat pada akun selisih restrukturisasi entitas sepengendali sebagai
bagian dari komponen ekuitas lainnya di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Tidak terdapat transaksi antara Perusahaan dengan Polysindo (Mauritius) Ltd. dan Polysindo
International Finance Company BV. selama tahun 2012, 2011 dan 2010. Perusahaan berniat
untuk menutup kegiatan Entitas Anak tersebut bersama dengan proses restrukturisasi
Perusahaan.

Terhitung bulan April 2008, operasional divisi fleece pada PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) telah
dioperasikan oleh Perusahaan dengan sistem maklon.

Sejak semester kedua tahun 2004, PT Texmaco Graha Busana sudah menghentikan
operasional bisnisnya.

12
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

d. Karyawan, Direksi dan Komisaris

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010

Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Bapak Robert Clive Bapak Robert Clive Bapak Robert Clive
Appleby Appleby Appleby
Komisaris Independen : Bapak Dono Iskandar Bapak Dono Iskandar Bapak Dono Iskandar
Djojosubroto Djojosubroto Djojosubroto
Bapak Timbul Thomas Bapak Timbul Thomas Bapak Timbul Thomas
Lubis SH Lubis SH Lubis SH
Komisaris : Ibu Cheong Kamun Bapak Antonitris Bapak Antonitris
Bapak Christopher Bapak Christopher Bapak Christopher
Robert Botsford Robert Botsford Robert Botsford
Bapak Robert Mc Carthy Bapak Robert Mc Carthy Bapak Robert Mc Carthy

Dewan Direksi :
Direktur Utama : Bapak Vasudevan Bapak Vasudevan Bapak Vasudevan
Ravi Shankar Ravi Shankar Ravi Shankar
Direktur : Bapak Masjhud Ali Bapak Masjhud Ali Bapak Masjhud Ali
Bapak Seeniappa Bapak Seeniappa Bapak Seeniappa
Jegatheesan Jegatheesan Jegatheesan
Bapak Peter Vinzenz Bapak Peter Vinzenz Bapak Peter Stanley
Merkle Merkle Grant
Bapak Peter Vinzenz
Merkle

Bapak Antonitris, salah satu Komisaris Perusahaan, mengundurkan diri dari susunan
Komisaris berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 87 pada tanggal 18 Juni
2012.

Bapak Peter Stanley Grant, salah satu Direktur Perusahaan, mengundurkan diri dari susunan
Direktur berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diadakan pada tanggal 10 Pebruari 2011.

Komite Audit dibentuk berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.1.5 tentang Pembentukan dan
Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit untuk memenuhi ketentuan Bapepam-LK, Dewan
Komisaris telah membentuk komite audit.

Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah
sebagai berikut :

Ketua : Bapak Timbul Thomas Lubis, S.H.


Anggota : Bapak Drs. Heroe Pramono
Bapak Djati Suara

13
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

1. U M U M (Lanjutan)

d. Karyawan, Direksi dan Komisaris (Lanjutan)

Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah
Bapak Tunaryo.

Pada bulan Pebruari 2009, Perusahaan telah membentuk departemen internal audit untuk
memenuhi ketentuan Bapepam-LK. Ketua internal audit adalah Bapak Yohanes Baptis Galuh
Adjar Pamungkas.

Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-
masing sebanyak 3.507 ; 3.366 dan 3.158 orang (Tidak Diaudit). Jumlah karyawan tetap
Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing sebanyak Nihil,
Nihil dan 238 orang (Tidak Diaudit).

e. Penyajian dan tanggung jawab atas laporan keuangan konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian diotoriasi oleh Dewan Direksi pada tanggal 18 Maret 2013.

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI

a. Kelangsungan Hidup

Setelah kinerja yang kuat pada tahun 2011 yang didukung oleh marjin komoditas yang bagus,
terutama untuk marjin PTA dan dampak pengganti dari kapas, pada tahun 2012 justru terjadi
pembalikan dari semua faktor-faktor yang menguntungkan tersebut. Marjin PTA terus menurun
sepanjang tahun hingga batas terendah pada akhir tahun 2012. Harga kapas juga menurun tajam
selama tahun berjalan hingga memberikan tekanan terendah pada harga polyester dan harga
polyester staple fiber pada khususnya. Faktor-faktor ini juga telah mempengaruhi kinerja industri
polyester secara keseluruhan. Kemerosotan ekonomi global yang didorong oleh kekhawatiran
utang Eropa dan kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat juga telah mempengaruhi perdagangan
tekstil secara keseluruhan, dan meredam tingkat permintaan yang ada. Penambahan kapasitas
secara besar-besaran di PTA, polyester fiber dan polyester filament telah menyebabkan tingkat
operasional yang rendah, serta memberikan tekanan lebih lanjut mengenai marjin dari rantai
polyester.

Meskipun kondisi pasar menurun, Perusahaan mengoperasikan pabrik nya untuk kapasitas yang
mendekati full capacity dengan didukung oleh permintaan yang berkelanjutan dari pasar domestik.
Perusahaan juga terus merencanakan pengeluaran modal untuk investasi dan menyelesaikan
beberapa proyek strategis yang penting selama tahun 2012. Perluasan pada divisi fiber sudah
sepenuhnya beroperasional dan instalasi lima (5) mesin baru texturing juga telah selesai sehingga
produksi komersial sudah dapat berjalan pada tahun ini. Damiano Investments BV., Belanda telah
menyediakan dana yang diperlukan untuk pengeluaran modal tersebut dibawah fasilitas Third
Loan.

14
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

a. Kelangsungan Hidup (Lanjutan)

Sementara posisi pasokan dan harga paraxylene yang cukup kuat, harga PTA justru terus menurun
sepanjang tahun sehingga menyebabkan jatuhnya marjin hingga titik terendah pada akhir tahun
ini. Akibat dari harga jual PSF dan PFY yang berada dibawah tekanan di sepanjang tahun yang
diikuti dengan menurunnya marjin ke titik terendah pada semester kedua tahun ini, maka
pendapatan Perusahaan mengalami penurunan menjadi US$ 600 juta dibandingkan dengan
US$ 636 juta untuk tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan volume produksi dan
penjualan.

Peningkatan dalam biaya gas memiliki efek terhadap biaya produksi yang selanjutnya berdampak
pada tingkat keuntungan Perusahaan. Laba tunai juga merosot ke US$ 36 juta dari sebelumnya
sebesar US$ 78 juta. Dengan hasil posisi profitabilitas kas yang rendah, namun arus permintaan
tetap kuat sepanjang tahun. Ketersediaan modal kerja telah membantu Perusahaan untuk melewati
tahap yang sulit dan juga membantu Perusahaan dalam mengoperasikan pabriknya mendekati full
capacity sehingga dapat memenuhi semua komitmen yang tanpa suatu kegagalan sedikitpun.
Damiano Investments BV., Belanda terus mendukung Perusahaan dengan meningkatkan fasilitas
letter of credit menjadi sekitar US$ 84 juta.

Meskipun ketatnya posisi modal kerja, Perusahaan telah melunasi beban bunga kepada kreditur
tidak terjamin (New Notes) yang efektif mulai bulan Mei 2012. Bunga atas pinjaman modal kerja
(CAPEX loan) dan fasilitas letter of credit juga telah dilunasi selama tahun berjalan.

Marjin rantai polyester yang keluar pada kuartal keempat pada tahun 2012, diharapkan memasuki
tahap pemulihan pada kuartal kedua di tahun 2013 yang didukung oleh permintaan domestik yang
kuat dari China. Meskipun terjadi fluktuasi harga, sektor polyester akan tetap tumbuh sekitar 6%
untuk tiga (3) tahun kedepan. Penguatan harga kapas yang diantisipasi oleh kekurangan jumlah
produksi diharapkan akan menstabilkan harga dan permintaan polyester di sepanjang tahun.

Perusahaan dengan kapasitasnya dalam meningkatkan volume produk khusus dan efektivitas dari
biaya produksi atas produk komoditi, akan mampu menghadapi persaingan dan mempertahankan
pangsa pasarnya serta mampu membuat segmen pasar baru. Hal ini pada gilirannya akan
memungkinkan Perusahaan untuk mempertahankan kinerja keuangannya pada jangka panjang.

Sampai bulan Maret 2013, Secured Debt Restructuring Plan (SDRP) masih belum disetujui,
terutama dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang memiliki sekitar 28% dari total utang
terjamin karena beberapa kondisi dibawah SDRP yang belum disetujui oleh PPA. Perusahaan dan
pemegang saham mayoritas terus meminta PT PPA untuk menyetujui restrukturisasi utang
terjaminnya. Setelah proses restrukturisasi ini selesai, dan berakhir dengan perubahan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan yakin akan mendapatkan pinjaman modal
kerja dari bank konvensional.

Pokok-pokok utama isi SDRP tersebut adalah sebagai berikut :

Diusulkan
Tanggal Restrukturisasi 1 Juli 2007

15
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

a. Kelangsungan Hidup (Lanjutan)

Tingkat Suku Bunga Pinjaman Bunga akan terutang triwulanan di muka atas surat utang baru
atas Surat Utang Baru: dan dihitung atas dasar jumlah pokok terutang selama triwulan
yang bersangkutan dengan tingkat suku bunga per tahun masing-
masing sebagai berikut
Thn1 Thn2 Thn3 Thn4 Thn5 Thn6 Thn7 Thn8 Thn9
0,0% 2,0% 2,0% 2,0% 4,0% 4,0% 4,0% 4,0% 4,0%
Amortisasi: Pembayaran-pembayaran pokok utang akan dilaksanakan pada
akhir periode setiap 12 bulanan dimulai pada ulang tahun
keempat Tanggal Restrukturisasi. Jumlah yang harus dibayar
akan sebesar persentase berikut dari pokok utang yang telah
direstrukturisasi
Thn1 Thn2 Thn3 Thn4 Thn5 Thn6 Thn7 Thn8 Thn9
0% 0% 0% 5,0% 17,5% 17,5% 17,5% 20,0% 22,5%
Restrukturisasi Utang Surat Utang Baru akan ditukar pada harga 10,73 cent per Dollar
Amerika Serikat. 40,90% dari modal yang ditingkatkan akan
dibagikan kepada para kreditur terjamin sebagai konversi utang
ke saham (Debt/Equity Swap) sebagaimana disebutkan dalam
SDRP.

Disamping itu, kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tahun 2012
mencerminkan keadaan berikut :

Rugi komprehensif bersih sebesar US$ 32.118.811.


Modal kerja negatif sebesar US$ 931.551.007.
Defisiensi modal sebesar US$ 797.838.849.

Pada tahun 2012, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemanfaatan kapasitas yang ada di
Karawang dan Semarang. Sampai dengan saat ini, Perusahaan telah mencapai tingkat pemanfaatan
kapasitas lebih dari 95% di kedua lokasi tersebut.

Operasional Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) :

Sebagai konsekuensi dari pernyataan pailit PT Texmaco Jaya Tbk berdasarkan keputusan
Pengadilan pada tanggal 19 Agustus 2011 dengan mengacu pada putusan pengadilan
No. 10/PKPU/2010/PN.NIAGA.JKT.PST. j.o. No: 71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST, Hakim
pengawas telah menunjuk penegak proses likuidasi yang berada dibawah tim kurator. Selanjutnya,
kurator telah melakukan verifikasi utang dan proses pendaftaran sesuai dengan ketentuan hukum
dan daftar utang terakhir adalah sebagai berikut :

16
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

a. Kelangsungan Hidup (Lanjutan)

Operasional Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) (Lanjutan) :

No. Kelompok Jumlah Utang Jumlah Kreditur


1 Kreditur preferen 15.478.161.747,06 4
2 Kreditur terjamin 602.914.924.862,14 3
3 Kreditur tidak terjamin 1.515.354.797.944,92 47
Jumlah 2.133.747.884.554,12 54

Setelah proses verifikasi utang selesai, Pengadilan menyatakan bahwa PT Texmaco Jaya Tbk
dalam kondisi pailit dan memerintahkan untuk dilikuidasi sesuai dengan keputusan Pengadilan
No. 71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 26 September 2011.

Jumlah piutang Perusahaan kepada PT Texmaco Jaya Tbk sebesar Rp 1.106.832.761.717 diakui
dan didaftarkan sebagai utang tanpa jaminan kepada kurator.

Namun, karena divisi fleece masih beroperasi dibawah perjanjian maklon dengan Entitas Induk
(PT Asia Pacific Fibers Tbk), maka Pengadilan menyetujui untuk melanjutkan operasional dari
divisi fleece yang berlokasi di Karawang dengan tujuan untuk menjaga nilai dari aset pailit.
Operasional dan arus kas dari PT Texmaco Jaya Tbk dimonitor oleh tim kurator yang telah
ditunjuk oleh Pengadilan.

Berdasarkan PSAK 10 (Revisi 2010), Perusahaan dan Entitas Anak telah menentukan Dolar
Amerika Serikat sebagai mata uang fungsionalnya karena transaksi keuangan yang dominasi dari
Penjualan, Pembelian, Harga, dan lain sebagainya yang ditransaksikan dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat. Dengan demikian, Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih untuk
mempersiapkan dan menyajikan laporan keuangan konsolidasian dalam mata uang Dolar Amerika
Serikat yang efektif mulai Januari 2012. Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 telah disusun sesuai dengan pedoman yang diatur oleh
PSAK 10 dan dihitung ulang / disajikan kembali untuk aset dan liabilitas yang diperlukan.

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan asumsi Perusahaan dan Entitas Anak akan
melanjutkan usahanya secara berkesinambungan dan belum mencakup penyesuaian-penyesuaian
yang mungkin timbul dari ketidakpastian tersebut. Efek yang timbul akan dilaporkan pada laporan
keuangan konsolidasian pada saat diketahui dan dapat diperkirakan. Perusahaan dalam
menjalankan kegiatan usahanya sampai sekarang dengan dukungan prefinance dari pelanggan
Perusahaan, fasilitas Letter of Credit dan pinjaman modal kerja dari Damiano Investments BV.,
Belanda serta melalui kepercayaan serta pengertian dari para kreditur dan pelanggannya. Damiano
Investments BV., Belanda juga telah meningkatkan fasilitas utang bank untuk pengadaan bahan
baku dari US$ 80 juta menjadi US$ 100 juta. Damiano Investments BV., Belanda telah dan masih
menyediakan dana yang diperlukan untuk program belanja modal (capital expenditure) pada tahun
2012 dan tahun berikutnya melalui fasilitas Third loan.

17
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

b. Restrukturisasi Utang

Perusahaan telah mengadakan perjanjian restrukturisasi dengan para kreditur utang tidak terjamin
yang disetujui oleh para kreditur dan diratifikasi oleh Pengadilan. Dengan demikian, jumlah utang
kepada kreditur tidak terjamin setelah restrukturisasi adalah sebesar US$ 18.670.630 ditambah
utang bunga yang dikapitalisasi sampai dengan bulan Pebruari 2012 sebesar US$ 3.498.708
sehingga jumlah seluruhnya adalah sebesar US$ 22.169.338. Perusahaan juga telah mengirimkan
usulan restrukturisasi kepada para kreditur terjamin (SDRP). Kemudian pada bulan Maret 2007,
Perusahaan mengirimkan kembali usulan restrukturisasi yang baru kepada para kreditur terjamin
(SDRP) termasuk PPA, karena SDRP yang sebelumnya telah melampaui batas waktu yang
ditentukan. Namun tidak ada respon dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) atas usulan ini.
Usulan restrukturisasi telah didukung oleh Damiano Investments BV., Belanda sebagai pemegang
mayoritas utang terjamin lainnya.

Perusahaan telah melaksanakan semua langkah-langkah yang diharuskan ke arah diterapkannya


Rencana Perdamaian (Composition Plan) sebagaimana disetujui oleh para kreditur tidak terjamin
Perusahaan dan telah diratifikasi oleh Pengadilan Niaga. Langkah-langkah tersebut meliputi
penerbitan surat-surat utang baru sebagai ganti surat-surat utang tidak terjamin yang lama serta
penerbitan saham-saham untuk pengurangan jumlah pokok utang sesuai dengan syarat-syarat
didalam Rencana Perdamaian. Perusahaan telah menurunkan utang-utang tidak terjaminnya sesuai
Rencana Perdamaian dan meningkatkan modal sahamnya sebagai tambahan modal disetor.
Perusahaan telah menunjuk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Hong
Kong untuk bertindak sebagai Fiscal Agent, Paying Agent dan Trustee untuk surat utang tidak
terjamin baru yang eurocleared.

Pada bulan Januari 2012, Perusahaan juga telah menerima dan mendapatkan persetujuan untuk
penundaan tanggal jatuh tempo atas Surat Utang Baru yang terkait dengan utang tidak terjamin
dari Pebruari 2012 menjadi Pebruari 2015 dengan rincian sebagai berikut :

Tabel Pengembalian (Revisi untuk PIK)


Tanggal
Permintaan Jumlah Jumlah %
Pengembalian
PIK terhutang Pengembalian Pengembalian

15 Pebruari 2005 US$ 18.670.630,00 US$ 18.670.630,00 0,00%


to 15 Mei 2012 US$ 3.498.707,77 US$ 22.169.337,77 0,00%
15 Pebruari 2015 US$ 21.080.870,88 (US$ 1.108.466,89) 5,00%
15 Pebruari 2016 US$ 17.181.236,77 (US$ 3.879.634,11) 17,50%
15 Pebruari 2017 US$ 13.301.602,66 (US$ 3.879.634,11) 17,50%
15 Pebruari 2018 US$ 9.421.968,55 (US$ 3.879.634,11) 17,50%
15 Pebruari 2019 US$ 4.988.101,00 (US$ 4.433.867,55) 20,00%
15 Pebruari 2020 US$ 0,00 (US$ 4.988.101,00) 22,50%

US$ 22.169.337,77 US$ 22.169.337,77 100,00%

18
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

b. Restrukturisasi Utang (Lanjutan)

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mengumumkan program penjualan aset dan saham Grup
Texmaco, termasuk pabrik Perusahaan di Semarang dan pabrik Entitas Anak pada bulan
Desember 2010. Namun, program tersebut kemudian dibatalkan. Saat ini, PT Asia Pacific Fibers
Tbk sedang melakukan diskusi aktif dengan PPA untuk merestrukturisasi Perusahaan dan sedang
menunggu jawaban dari PPA sesegera mungkin.

c. Kondisi Ekonomi

Meskipun lambatnya pertumbuhan global dan ketidakpastian yang berkelanjutan terhadap pasar
keuangan global, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan tetap kuat sepanjang tahun 2012.
Pendapatan domestik bruto di Indoensia meningkat sebesar 6,20% pada tahun 2012, sedikit
menurun dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 6,50%. Hal ini diakibatkan karena
melambatnya pertumbuhan ekspor sebagai dampak dari perlambatan permintaan di China terhadap
komoditas di Indonesia seperti batubara dan minyak sawit. Ketahanan Indonesia terhadap
perlambatan ekonomi global dan konsumsi domestik terus mendorong pertumbuhan ekonomi
yang kuat dan telah menjadi magnet bagi investasi asing dalam beberapa tahun terakhir, tetapi
defisit perdagangan negara di tahun 2012 telah memberikan tekanan pada mata uang Rupiah.

Sementara banyak negara berkembang lainnya di Asia yang bergantung pada ekspor, lebih dari
60% dari pendapatan domestik bruto di Indonesia dihasilkan oleh konsumsi domestik, yang
merupakan bagian dari perubahan ekonomi global. Tingkat pertumbuhan di Indonesia sebesar
6,23% pada tahun lalu merupakan indikasi bahwa negara tetap berada diantara pertumbuhan
tercepat di dalam dunia ekonomi (terbaik kedua setelah China diantara anggota G-20).
Perlambatan pada kuartal keempat di tahun 2012 tetap memberikan pendekatan ekstra untuk masa
yang akan datang.

Namun disisi lain, Indonesian untuk pertama kalinya mengalami defisit perdagangan pada tahun
2012 yang disebabkan karena transaksi ekspor untuk sebagian besar mitra dagangnya menurun di
sepanjang tahun akibat adanya perlambatan ekonomi global. Defisit perdagangan mencapai
US$ 1,65 juta pada tahun 2012 dan mencetak sejarah dalam defisit perdagangan di Indonesia.
Ekspor turun menjadi US$ 190.040.000.000, atau turun jauh dari perkiraan yaitu sebesar 6,61%
jika dibandingkan dengan tahun lalu. Disisi lain, impor melonjak sebesar 8,20% menjadi
US$ 191.670.000.000 yang umumnya didorong oleh import barang-barang perantara produksi
dalam negeri (73,10%), yang diikuti oleh barang modal (19,90%), dan barang konsumsi (7,00%).
Rupiah kembali melemah di sepanjang tahun 2012 dan ditutup pada level Rp 9.670 per US$ 1
dibandingkan dengan Rp 9.068 per US$ 1 pada tanggal 31 Desember 2011 (depresiasi lebih dari
6,60% di sepanjang tahun).

Prospek ekonomi di Indonesia pada tahun 2013 dalam menjaga pertumbuhan investasi tetap
positif meskipun terjadi pelemahan ekonomi global. Bank Dunia memproyeksikan adanya
kenaikan marjinal di produk domestik bruto sebesar 6,30% pada tahun 2013. Proyeksi ini
mengasumsikan bahwa konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi akan tetap kuat, sementara
pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia juga mendukung pemulihan dalam bidang ekspor.

19
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

2. KELANGSUNGAN HIDUP, RESTRUKTURISASI UTANG DAN KONDISI EKONOMI


(Lanjutan)

c. Kondisi Ekonomi (Lanjutan)

Namun, lingkungan domestik untuk sektor manufaktur diharapkan akan melewati tahap sulit
dengan adanya tren escalatory di dua (2) unsur penting yaitu biaya tenaga kerja dan biaya energi.
Harga gas dan tarif listrik yang mengalami peningkatan pada tahun 2013, akan berlanjut pada
tahun 2014 yang tidak sepenuhnya berdasarkan pada aturan. Faktor-faktor ini akan menambah
tekanan pada daya saing dari produsen dalam negeri.

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

Kebijakan akuntansi penting yang diterapkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian dijelaskan di bawah ini.

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia (PSAK) dan interpretasinya (ISAK) yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI), Peraturan BAPEPAM dan LK No. VIII G.7 tentang Pedoman Penyajian
Laporan Keuangan yang terdapat dalam lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) No. KEP-347/BL/2012 dan surat edaran No. SE-
17/BL/2012 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan untuk Perusahaan
Publik Industri Manufaktur, dan menggunakan checklist untuk Pengungkapan Laporan Keuangan
untuk semua industri di Pasar Modal Indonesia

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak telah disusun sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia tanpa pengecualian.

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009),
Penyajian Laporan Keuangan. Menurut PSAK No 1 (Revisi 2009), laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian harus disajikan di dalam laporan keuangan konsolidasian. Perusahaan
dan Entitas Anak memilih untuk menyajikan semua pendapatan dan beban dalam laporan tunggal
(Single Statement).

Pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga mengumumkan bahwa Entitas Anak
(PT Texmaco Jaya Tbk) telah pailit dan insolven yang efektif per tanggal 26 September 2011.
Terhitung tanggal tersebut, pengendalian atas Entitas Anak berada dibawah Pengadilan, dan
menyebabkan Perusahaan hilang pengendalian atas Entitas Anak. Sebagai konsekuensinya, jumlah
laba komprehensif dari Entitas Anak sampai dengan tanggal 19 Agustus 2011 akan
diklasifikasikan sebagai Operasi yang dihentikan dan saldo kepentingan nonpengendali pada
Entitas Anak sebesar Rp 140.217.500.266 dihapuskan dari laporan posisi keuangan konsolidasian
dan dikoreksi ke saldo laba (akumulasi defisit).

20
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)

Sehubungan dengan PSAK No. 4 (Revisi 2009), Laporan keuangan konsolidasian dan Laporan
Keuangan Tersendiri, Perusahaan telah mengukur investasi pada Entitas Anak menggunakan
metode biaya, yang mana pada tahun sebelumnya diperhitungkan dengan menggunakan metode
ekuitas.

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak disusun dengan dasar pengukuran
biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas
konsolidasian.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dengan
mengelompokkan arus kas konsolidasian atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
adalah Dolar Amerika Serikat, yang juga merupakan mata uang fungsional dan mata uang
penyajian. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak disajikan dengan
menggunakan Dolar Amerika penuh, kecuali dinyatakan lain.

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan telah mengganti mata uang penyajiannya dari Rupiah
menjadi Dolar Amerika Serikat (Catatan 4).

b. Prinsip-prinsip Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang
dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan
mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk
memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Hasil dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif
akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan.

Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi
yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.

Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat
konsolidasian.

Kepentingan nonpengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam
ekuitas. Efektif 1 Januari 2011, kepentingan nonpengendali pemegang saham pada awalnya boleh
diukur pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset
bersih teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat pada saat akuisisi
dengan dasar akuisisi.

21
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

b. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)

Setelah akuisisi, nilai tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan


nonpengendali pada pengakuan awal ditambah dengan proporsi kepentingan nonpengendali atas
perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif diatribusikan pada
kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali
mempunyai saldo defisit.

Sebelumnya, kepentingan nonpengendali diukur pada pengakuan awal pada proporsi kepemilikan
kepentingan nonpengendali dalam biaya historis dari aset bersih yang dapat diidentifikasi dari
pihak yang diakuisisi. Bila kerugian dari kepentingan nonpengendali melebihi kepentingannya
dalam ekuitas entitas anak, kelebihan dan setiap kerugian lebih lanjut yang diatribusikan kepada
kepentingan nonpengendali dibebankan kepada pemegang saham mayoritas, kecuali kepentingan
nonpengendali tersebut mempunyai liabilitas mengikat dan dapat menanggung rugi tersebut.

Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat pada kepentingan entitas
anak dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian
kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali
disesuaikan dan nilai wajar yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik entitas induk.

Menurut PSAK No. 4 (Revisi 2009), ketika Perusahaan hilang pengendalian atas Entitas Anak,
Perusahaan harus menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas Entitas Anak
sebesar nilai tercatat pada saat hilangnya pengendalian. Perusahaan juga harus menghentikan
pengakuan kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya
pengendalian (termasuk setiap komponen pendapatan komprehensif lain yang diatribusikan pada
kepentingan nonpengendali).

Perusahaan telah memilih untuk menyajikan sebagai bagian yang terpisah dalam ekuitas, sisa
saldo yang berkaitan dengan pengaruh transaksi modal tahun sebelumnya dari entitas anak dengan
pihak ketiga.

c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Mata uang fungsional dan penyajian

Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan setiap Perusahaan dan Entitas Anak diukur
menggunakan mata uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama dimana entitas
beroperasi (mata uang fungsional).

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam US Dollar, yang merupakan mata uang
fungsional dan mata uang penyajian Perusahaan dan Entitas Anak.

22
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing (Lanjutan)

Transaksi dan saldo

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang US Dollar dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset
dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang US Dollar
menggunakan kurs penutup. Kurs yang digunakan sebagai acuan adalah kurs yang dikeluarkan
oleh Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian
transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Mata uang asing 2012 2011 2010


Rp Rp Rp

US$ 1 9.670 9.068 8.991


JPY 1 112 117 110
HKD 1 1.247 1.167 1.155
NOK 1 1.736 1.313 1.330
CHF 1 10.597 9.636 9.600
SGD 1 7.907 6.974 6.981
GBP 1 15.579 13.969 13.894
EUR 1 12.810 11.739 11.956
SEK 1 1.488 1.314 1.331

d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak bereleasi seperti yang
didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Pihak-pihak
berelasi adalah:

(i) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut :
Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor.
Memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor.
Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
(ii) Suatu entitas berelasi entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).
Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.

23
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)

Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (i).
Orang yang diidentifikasi dalam huruf (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada Catatan 46.

e. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi

Pada tahun 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan beberapa revisi standar akuntansi
yang mulai berlaku untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2012:

PSAK 10 (Revisi 2009) : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing


PSAK 16 (Revisi 2011) : Aset Tetap
PSAK 24 (Revisi 2010) : Imbalan Kerja
PSAK 26 (Revisi 2011) : Biaya Pinjaman
PSAK 30 (Revisi 2011) : Sewa
PSAK 46 (Revisi 2010) : Pajak Penghasilan
PSAK 50 (Revisi 2010) : Instrumen Keuangan : Penyajian
PSAK 55 (Revisi 2011) : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 56 : Laba Per Saham
PSAK 60 : Instrumen Keuangan : Penyajian
ISAK 25 : Hak atas Tanah

Dibawah ini merupakan pengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian atas beberapa revisi
standar akuntansi tersebut.

(i) PSAK 10 (Revisi 2009) : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. PSAK 10 mewajibkan
entitas untuk menentukan mata uang fungsionalnya dan mengukur hasil operasi dan posisi
keuangannya dalam mata uang tersebut. Selanjutnya, standar ini juga mengatur cara untuk
menyertakan transasi mata uang asing dan operasi luar negeri dalam laporan keuangan
konsolidasian dan mentranslasikan laporan keuangan konsolidasian kedalam mata uang
penyajian.

24
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

e. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan)

(ii) PSAK 16 (Revisi 2011) : Aset Tetap.PSAK 16 menyatakan bahwa entitas diwajibkan untuk
menerapkan prinsip-prinsip dari revisi ini terhadap item-item aset tetap yang digunakan
untuk mengembangkan atau mengelola (a) aset-aset biologis dan (b) hak dan cadangan
mineral-mineral seperti minyak bumi, gas alam dan sumber daya alam tidak terbaharukan
sejenis. Lingkup dari standar yang telah direvisi ini mencakup (1) aset yang sedang
dibangun atau dikembangkan untuk keperluan properti investasi di masa mendatang ; (2)
penerapan akuntansi atas aset tetap yang diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual;
dan (3) pengakuan aset tetap atas hibah pemerintah.

(iii) PSAK 24 (Revisi 2010) : Imbalan Kerja. PSAK 24 memberikan petunjuk untuk
penghitungan dan penambahan pengungkapan untuk imbalan kerja dengan beberapa transisi
cadangan, yang mencakup imbalan kerja jangka pendek dan imbalan kerja jangka panjang.
Standar ini menyediakan pilihan pengakuan laba atau rugi aktuarial sebagai alternatif atas
penggunaan pendekatan koridor 10%, dimana laba atau rugi aktuarial diakui pada periode
berjalan sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya. Standar yang direvisi ini
mengemukakan beberapa persyaratan pengungkapan, antara lain : (a) Persentase atau jumlah
setiap kategori utama yang membentuk nilai wajar dari aset program ; (b) Deskripsi naratif
mengenai dasar yang digunakan untuk menentukan ekspektasi tingkat imbal hasil aset
program keseluruhan ; (c) Jumlah atas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset
program untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya ; dan (d)
Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program dan aset program
untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya.

(iv) PSAK 26 (Revisi 2011) : Biaya Pinjaman. PSAK 26 menyatakan bahwa biaya pinjaman,
baik yang secara langsung maupun tidak langsung digunakan untuk mendanai suatu proses
pembangunan aset kualifikasian tertentu dikapitalisasi hingga saat proses pembangunannya
selesai. Untuk pinjaman yang secara khusus digunakan untuk perolehan aset kualifikasian,
jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama periode
berjalan, dikurangi dengan pendapatan investasi jangka pendek dari pinjaman tersebut.
Untuk pinjaman yang tidak secara khusus digunakan untuk perolehan aset kualifikasian,
jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat
kapitalisasi tertentu terhadap pengeluaran untuk aset kualifikasian tersebut. Seluruh biaya
pinjaman lain dibiayakan pada saat terjadinya.

(v) PSAK 30 (Revisi 2011) : Sewa. Berdasarkan PSAK 30, ketika sewa mengandung elemen
tanah dan bangunan sekaligus, entitas harus menelaah klasifikasi untuk setiap elemen secara
terpisah apakah sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Sebagai hasil dari penelaahan
terpisah yang dilakukan oleh entitas dengan mempertimbangkan perbandingan antara masa
sewa dengna umur ekonomis yang ditelaah ulang dari masing-masing elemen dan faktor-
faktor lainnya yang relevan, setiap elemen mungkin akan menghasilkan klasifikasi sewa
yang berbeda.

25
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

e. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan)

(vi) PSAK 46 (Revisi 2010) : Pajak Penghasilan. PSAK 46 menggambarkan perlakuan akuntansi
untuk pajak penghasilan kini dan mendatang sebagai konsekuensi dari pemulihan
(penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian. Sebagai tambahan, Perusahaan juga mencatat bunga dan
denda untuk kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, sebagai bagian
dari pendapatan (beban) pajak penghasilan kini dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian

(vii) PSAK 50 (Revisi 2010) : Instrumen Keuangan : Penyajian. PSAK 50 berisi persyaratan
penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan.
Persyaratan pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif
penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian
yang terkait suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset
keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan
pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu
dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen
keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut.

(viii) PSAK 55 (Revisi 2011) : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran. PSAK 55
mengatur prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan dan
beberapa kontrak pembelian atau penjualan item non-keuangan. PSAK ini, antara lain,
menyediakan definisi dan karakteristik derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan
dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.

(ix) PSAK 56 : Laba Per Saham. PSAK 56 meminta perbandingan kinerja antara entitas yang
berbeda di suatu periode yang sama dan antara periode pelaporan yang berbeda untuk suatu
entitas yang sama. Laba per saham dihitung dengan membagi laba yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang beredar
dalam suatu periode.

(x) PSAK 60 : Instrumen Keuangan : Pengungkapan. PSAK 60 memperkenalkan pengungkapan


baru untuk meningkatkan informasi mengenai instrumen keuangan. PSAK ini mewajibkan
pengungkapan secara luas mengenai signifikansi pengaruh instrumen keuangan terhadap
posisi keuangan dan kinerja perusahaan, dan pengungkapan kuantitatif dan kualitatif atas
risiko yang timbul dari instrumen keuangan, serta menentukan pengungkapan minimum
mengenai risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar, dan juga analisis sensitivitas atas
risiko pasar. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan terkait dengan pengukuran nilai
wajar menggunakan tiga tingkat hirarki nilai wajar dimana mencerminkan signifikansi input
yang digunakan dalam mengukur nilai wajar dan memberikan arahan dalam bentuk
pengungkapan kuantitatif mengenai pengukuran nilai wajar dan mewajibkan informasi yang
diungkapkan dalam format tabel kecuali terdapat format lain yang lebih sesuai.

26
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

e. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan)

(xi) ISAK 25 : Hak atas Tanah. Berdasarkan ISAK 25, biaya perolehan hak atas tanah dalam
bentuk Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai diakui sebagai Aset Tetap.
Hal ini juga mencakup mengenai biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
memperoleh Hak atas Tanah, seperti biaya untuk mengurus hak legal untuk tanah ketika
tanah tersebut pertama kali diperoleh. Hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha, Hak
Guna Bangunan dan Hak Pakai tidak disusutkan, kecuali terdapat bukti yang
mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah tersebut kemungkinan
besar atau pasti tidak diperoleh. Namun, biaya perpanjangan atas hak atas tanah diakui
sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak atau umur ekonomis tanah
mana yang lebih pendek.

Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan bahwa penerapan beberapa standar baru dan revisi
tersebut diatas, kecuali untuk PSAK 10 (Revisi 2010), tidak berdampak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian. Sebagai tambahan, Perusahaan dan Entitas Anak juga mengungkapkan
beberapa informasi sehubungan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian dan
pengungkapan yang relevan.

Berikut adopsi beberapa standar akuntansi baru, revisi standar akuntansi dan interpretasi yang
tidak memberikan pengaruh yang signifikan atas laporan keuangan konsolidasian :

PSAK 13 (Revisi 2011) Properti Investasi


PSAK 18 (Revisi 2010) Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya
PSAK 28 (Revisi 2010) Akuntansi untuk Asuransi Kerugian
PSAK 33 (Revisi 2010) Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum
PSAK 34 (Revisi 2010) Kontrak Konstruksi
PSAK 36 (Revisi 2010) Akuntansi untuk Asuransi Jiwa
PSAK 45 (Revisi 2010) Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba
PSAK 53 (Revisi 2010) Pembayaran Berbasis Saham
PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan
Pemerintah
PSAK 62 Kontrak Asuransi
PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hyperinflasi
PSAK 64 Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan
Sumber Daya Mineral
ISAK 15 Batasan Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan
Minimum dan Interaksinya
ISAK 16 Perjanjian Konsesi Jasa
ISAK 18 Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan
Aktivitas Operasi
ISAK 19 Aplikasi Pendekatan Penyajian Kembali pada PSAK 63 :
Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hyperinflasi
ISAK 20 Pajak Penghasilan Perubahan dalam Status Pajak Entitas
atau Para Pemegang Saham

27
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

e. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan)

ISAK 22 Perjanjian Konsesi Jasa : Pengungkapan


ISAK 23 Sewa Operasi Insentif
ISAK 24 Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan
suatu Bentuk Legal Sewa
ISAK 26 Penilaian Ulang Derivatif Melekat

f. Aset Keuangan

Aset keuangan meliputi kas dan instrumen keuangan lainnya. Aset keuangan, selain instrumen
lindung nilai, diklasifikasikan ke dalam kategori berikut : Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki
hingga jatuh tempo dan aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Aset keuangan ditentukan ke
dalam berbagai kategori oleh manajemen pada saat pengakuan awal, tergantung pada tujuan
dilakukannya investasi tersebut. Penentuan aset keuangan dievaluasi kembali pada setiap tanggal
pelaporan dimana pada tanggal tersebut, pemilihan klasifikasi atau metode penerapan
akuntansinya harus taat terhadap ketentuan khusus dari standar akuntansi yang berlaku.

Pembelian dan penjualan aset keuangan secara rutin diakui pada tanggal perdagangan. Semua aset
keuangan yang tidak diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awalnya
diakui sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan yang
dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan
biaya transaksi dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Pinjaman yang diberikan dan piutang merupakan aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Hal ini timbul ketika
entitas menyediakan uang, barang atau jasa secara langsung kepada debitur dan tidak bermaksud
untuk memperdagangkan piutang tersebut. Dengan demikian, ini diklasifikasikan sebagai aset
lancar, kecuali untuk yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian akan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Pinjaman yang diberikan dan piutang untuk selanjutnya akan diukur pada biaya perolehan setelah
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif serta dikurangi dengan rugi
penurunan nilai, jika ada. Setiap perubahan nilai diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

Rugi penurunan nilai dibentuk ketika ada bukti obyektif bahwa entitas tidak dapat menerima
semua pinjaman yang diberikan dan piutang sesuai dengan ketentuan asli dari piutang tersebut.
Jumlah kerugian dari penurunan nilai ditentukan sebagai selisih antara jumlah aset yang tercatat
dengan nilai kini dari estimasi arus kas.

28
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

f. Aset Keuangan (Lanjutan)

Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak dikategorikan sebagai pinjaman yang diberikan dan
piutang, yang disajikan sebagai kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset keuangan
lancar lainnya, piutang kepada pihak berelasi, dan aset keuangan tidak lancar lainnya di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.

Semua pendapatan dan biaya, termasuk rugi dari penurunan nilai, yang berkaitan dengan aset
keuangan diakui dan disajikan sebagai beban keuangan pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

Penghasilan bunga tidak majemuk, pendapatan dividen dan arus kas lainnya yang dihasilkan dari
aset keuangan yang dimiliki diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada
saat diperoleh, yang terlepas dari bagaimana nilai tercatat dengan aset keuangan tersebut diukur.

Penghentian dari pengakuan aset keuangan terjadi ketika hak untuk menerima arus kas dari
instrumen keuangan berakhir atau ketika seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan secara
substansial telah dialihkan.

g. Kas dan setara kas

Kas dan setara kas mencakup saldo kas, bank, dan investasi likuid lainnya yang jatuh tempo dalam
kurun waktu tiga bulan atau kurang, dan dapat dengan segera dikonversi menjadi uang tunai serta
memiliki risiko yang tidak signifikan dari setiap perubahan nilai.

h. Piutang Usaha dan Lain-lain

Piutang usaha merupakan jumlah terhutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau
jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun
atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai
aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.

Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman
yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan dan Entitas Anak.

Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila
dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.

Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui
tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi niali tercatatnya. Akun penyisihan
digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa entitas tidak dapat menagih seluruh nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.

29
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

h. Piutang Usaha dan Lain-lain (Lanjutan)

Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan
indikator yang dianggap dapat menunjukkan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan
nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa
depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan
disajikan dalam beban umum dan administrasi. Ketika piutang usaha dan piutang non-usaha,
yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka
piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun penyisihan. Jumlah yang selanjutnya
dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
pendapatan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

i. Penurunan Nilai atas Aset Keuangan

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, entitas mengevaluasi apakah terdapat
bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan
nilai. Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi,
Perusahaan dan Entitas Anak terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai
penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara
kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

Jika entitas menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan
yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset
tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit
yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan
nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui,
tidak termasuk penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut
diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas di masa yang
akan datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas di masa yang akan datang didiskontokan dengan mengunakan suku bunga efektif
awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel,
maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah
suku bunga efektif yang berlaku.

Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan
jumlah kerugian yang terjadi diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan
tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta
dengan penurunan nilai terkait akan dihapuskan ketika adanya prospek pemulihan di masa yang
akan datang dan sebuah jamin dapat direalisasikan atau ditransfer ke Entitas.

30
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

i. Penurunan Nilai atas Aset Keuangan (Lanjutan)

Jika pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau
berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan
nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan
penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut terpulihkan, maka pemulihannya
harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

j. Persediaan

Barang jadi, barang dalam proses, bahan baku dan bahan pembantu diukur berdasarkan biaya atau
nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang. Harga perolehan meliputi semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada
proses produksi dan bagian yang sesuai atas overhead produksi terkait, berdasarkan kapasitas
operasi normal. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal
dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan
penjualan tersebut.

Penyisihan penurunan nilai ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-
masing jenis persediaan pada masa mendatang. Jumlah setiap penurunan nilai persediaan menjadi
nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya
penurunan atau kerugian tersebut. Jumlah setiap pemulihan kembali atas penurunan nilai persediaan
yang timbul dari meningkatnya nilai realisasi bersih, diakui sebagai pengurang terhadap jumlah
inventory yang diakui dan diakui sebagai beban pada periode pemulihan kembali terjadi.

k. Biaya yang dibayar di muka

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.

l. Aset Tetap

Awalnya suatu aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, yang terdiri dari harga perolehannya dan
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke alokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen, serta
estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.

Biaya-biaya setelah perolehan awal seperti penggantian komponen dan inspeksi yang signifikan,
diakui dalam jumlah tercatat aset tetap jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan
akan mengalir ke entitas dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Sisa jumlah tercatat biaya
komponen yang diganti atau biaya inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya. Biaya perawatan
sehari-hari aset tetap diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

31
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

l. Aset Tetap (Lanjutan)

Penyusutan diakui dengan menggunakan metode garis lurus untuk menyusutkan nilai aset tetap.
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:

Tahun

Bangunan dan prasarana 20


Mesin dan peralatan 3 20
Kendaraan 5
Peralatan kantor 5
Peralatan toko 5

Tanah dinyatakan berdasarkan harga perolehan dan tidak disusutkan.

Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah ulang setiap akhir tahun buku untuk
memastikan bahwa nilai residu, umur manfaat dan metode depresiasi yang diterapkan telah
konsisten dan sesuai dengan pola ekspektasi dan manfaat ekonomis dari aset tersebut.

Penyusutan aset dimulai pada saat tersedia untuk digunakan, yaitu pada saat berada di lokasi dan
dalam kondisi yang siap untuk melakukan operasional sesuai dengan yang dikehendaki oleh
Manajemen. Penyusutan tidak berhenti pada saat aset tersebut tidak digunakan atau dihentikan
dari penggunaannya, kecuali aset tersebut telah disusutkan penuh. Aset yang telah disusutkan
penuh akan dipertahankan di dalam rekening ini sampai aset tersebut tidak lagi digunakan dan
tidak ada biaya lagi untuk penyusutan atas aset tersebut.

Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang
dapat diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan
serta akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun tersebut. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset tetap akan dimasukkan dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

Aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, sejak Perusahaan dan Entitas Anak
memilih untuk menerapkan metode biaya.

m. Aset dalam penyelesaian

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi penyusutan akan direklasifikasi ke aset tetap ketika konstruksi telah
diselesaikan dan aset sudah siap untuk digunakan.

32
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

n. Penurunan Nilai Aset Tetap

Aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak telah ditelaah untuk menentukan apakah terdapat indikasi
penurunan nilai ketika ada peristiwa atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
tidak mungkin diperoleh kembali.

Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil dan
menghasilkan arus kas terpisah. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai
tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat
diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual netto dan nilai pakai aset.

o. Aset Tidak Berwujud

Biaya perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah, diakui sebagai aset tidak berwujud dan akan
diamortisasi selama 20 tahun mulai dari April 2012.

p. Sewa

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan
substansi perjanjian itu sendri dan penilaian apakah pemenuhan atas perjanjian bergantung dari
penggunaan aset tertentu atau aset, dan apakah perjanjian memberikan hak untuk menggunakan
aset.

Sewa dimana sebagian besar risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan dipertahankan
oleh lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi (dikurangi insentif
yang diterima dari lessor) dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan
menggunakan metode garis lurus selama periode sewa.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan sehingga menghasilkan
tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. Kewajiban sewa yang terkait,
dikurangi dengan beban keuangan, dimasukkan ke dalam Utang Sewa Pembiayaan. Elemen
bunga dari beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian selama
periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodic yang konstan untuk saldo liabilitas
yang tersisa pada setiap periode.

q. Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan mencakup Utang Usaha, Biaya yang masih harus dibayar, Utang Bank, Utang
Terjamin, Pinjaman Jangka Pendek, Wesel Bayar, Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya, Pinjaman
dari Institusi Keuangan Lain (seperti : Utang Tidak Terjamin dan Wesel Bayar, Utang Kredit
Pembiayaan, Pinjaman Modal Kerja, dan Liabilitas Sewa Pembiayaan), yang diukur sebesar nilai
amortisasi dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif.

33
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

q. Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Liabilitas keuangan diakui ketika entitas menjadi salah satu pihak yang ada di dalam perjanjian
kontrak dari suatu instrumen keuangan. Semua beban bunga yang terkait diakui sebagai beban di
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Utang Bank, Utang Terjamin, Pinjaman Jangka Pendek, Wesel Bayar dan Pinjaman dari Institusi
Keuangan Lain diterima untuk mendukung pendanaan jangka pendek atas operasional. Hal ini
diakui sebesar jumlah yang diterima, setelah dikurangi dengan biaya perolehannya secara
langsung.

Utang Kredit Pembiayaan dan Liabilitas Sewa Pembiayaan diukur pada saat nilai perolehan awal
setelah dikurangi dengan faktor perhitungan pembayaran sewa kembali.

Utang Usaha, Biaya yang masih harus dibayar, dan Liabilitas keuangan lancar lainnya pada
awalnya diakui sebesar nilai wajarnya, dan setelah itu diukur sebesar nilai amortisasi yang
dikurangi dengan pelunasannya.

Liabilitas keuangan dihapuskan dari laporan posisi keuangan konsolidasian hanya jika liabilitas
tersebut dibatalkan atau kadaluarsa.

r. Penentuan Nilai Wajar

Nilai wajar merupakan jumlah pada instrumen keuangan yang bisa dipertukarkan dalam transaksi
saat ini dengan pihak-pihak yang tersedia, selain penjualan secara paksa atau likuidasi. Nilai wajar
diperoleh dari harga pasar atau diskonto arus kas, yang mana yang lebih sesuai.

Nilai wajar dikurangi estimasi penyesuaian kredit untuk aset dan liabilitas keuangan dengan waktu
jatuh tempo kurang dari setahun diasumsikan akan mendekati nilai wajarnya. Nilai wajar dari
liabilitas keuangan untuk tujuan pelaporan diestimasikan dengan cara mendiskontokan arus kas
kontraktual di masa yang akan datang dengan tingkat bunga pasar kini atas instrumen keuangan
yang serupa bagi entitas.

s. Imbalan Kerja

(i) Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terhutang kepada karyawan berdasarkan metode
akrual

34
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

s. Imbalan Kerja (Lanjutan)

(ii) Imbalan Pasca Kerja

Hak karyawan atas uang jasa dan ganti rugi yang berhubungan dengan pengunduran diri
karyawan secara suka rela harus diakui. Liabilitas yang estimasi dibuat sebagai hasil dari jasa
yang diberikan oleh karyawan sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian dan
dihitung sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia pada bulan April 2003.

Perhitungan imbalan manfaat paska kerja ditentukan dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian yang belum diakui dan yang melebihi 10%
dari nilai kini kewajiban entitas dibebankan dengan metode garis lurus selama sisa masa kerja
rata-rata yang diharapkan dari karyawan tersebut. Biaya jasa lalu diakui secara langsung
apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diamortisasi dengan
metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Kewajiban imbalan manfaat yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti yang telah disesuaikan dengan keuntungan dan
kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk terus menggunakan pendekatan koridor di dalam
mengakui keuntungan /(kerugian) aktuarial.

(iii) Termination benefits


Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika entitas memberhentikan hubungan kerja
sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran
mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Entitas pengakui
pesangon pemutusan kontrak kerja ketika dapat ditunjukkan bahwa Entitas berkomitmen
untuk melakukan pemberhentian yang ditunjukkan dengan adanya perencanaan yang rinci dan
formal untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan. Dalam hal menyediakan
pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan
kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran
tersebut. Imbaalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan
didiskontokan menjadi nilai kini.

(iv) Bonus
Entitas mengakui liabilitas dan beban untuk bonus berdasarkan rumusan yang
mempertimbangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham setelah
penyesuaian tertentu. Entitas mengakui provisi ketika diwajibkan secara kontrak atau terdapat
praktik masa lalu yang menyebabkan kewajiban konstruktif.

35
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

t. Pajak Penghasilan

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian
yang diakui di pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas.

Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, di negara dimana Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dan menghasilkan
pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodic mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

Pajak penghasilan tangguhan diakui, dengan menggunakan metode balance sheet liability untuk
semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai
tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun, liabilitias pajak penghasilan tangguhan
tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi selain
kombinasi bisnis pada saat transaksi tersebut tidak mempengaruhi laba rugi akuntansi dan laba
rugi kena pajak. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan
diterapkan ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan
tangguhan diselesaikan.

Aset pajak penghasilan tangguhan diakui hanya jika besar kemungkinan jumlah penghasilan kena
pajak di masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih
dapat dimanfaatkan.

Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak
kini dan apabila aset dan liabilitas pajak tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama,
baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.

Revisi atas kewajiban perpajakan diakui ketika surat ketetapan diterima atau, ditunda ketika
entitas mengajukan keberatan hingga hasil dari keberatan tersebut ditentukan.

u. Tambahan Modal Disetor

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan emisi saham kepada masyarakat ditangguhkan dan
diamortisasi dalam jangka waktu sepuluh tahun berdasarkan metode garis lurus. Pada tahun 1997,
Perusahaan mempercepat jangka waktu amortisasi menjadi lima tahun. Berdasarkan Surat
Keputusan BAPEPAM KEPNo.06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, beban emisi saham secara
retrospektif dibukukan pada akun Tambahan Modal Disetor.

36
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

v. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi akan mengalir kepada
entitas dan pendapatan tersebut harus dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan secara khusus
harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui.
(i) Penjualan barang Pendapatan diakui pada saat risiko dan manfaat dari kepemilikan barang
berpindah kepada pembeli, biasanya pada saat barang telah diserahkan kepada pelanggan.
(ii) Pendapatan bunga Pendapatan diakui sebagai pendapatan bunga berdasarkan metode efektif
dari aset tersebut.

Pendapatan diukur dengan mengacu pada nilai wajarnya dengan mempertimbangkan penerimaan
piutang atas barang yang diproduksi oleh entitas.

Beban diakui pada saat pemanfaatan jasa atau pada tanggal terjadinya.

w. Laba (Rugi) Per Saham

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang tersedia bagi
pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada
periode berjalan.

Laba (rugi) per saham dilusian dihitung dengan menyesuaikan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar.

x. Informasi Segmen

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan
kepada pengambil keputusan operasi utama. Pengambil keputusan operasi utama, yang
bertanggung jawan mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah
diidentifikasi adalah Dewan Direksi sebagai mengambil keputusan strategis.

Suatu segmen operasi merupakan suatu komponen di dalam entitas :

1. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama).
2. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya, dan
3. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

37
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

4. PERUBAHAN MATA UANG PELAPORAN

Pada tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan mengubah mata uang pelaporan dari Rupiah ke Dolar
Amerika Serikat, mata uang fungsionalnya, karena secara substansial, jika tidak semua :

a. Penjualan dan penerimaan Perusahaan dalam Dolar Amerika Serikat.


b. Pembelian Perusahaan dalam Dolar Amerika Serikat.
c. Aktivitas Pendanaan Perusahaan dalam Dolar Amerika Serikat.

Dengan demikian, Dewan Direksi berpendapat bahwa perubahan mata uang pelaporan akan
menghasilkan penyajian transaksi Perusahaan yang lebih tepat dalam laporan keuangan konsolidasian.
Perubahan mata uang pelaporan Perusahaan sesuai dengan PSAK No. 10 (Revisi 2010) Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing yang diterapkan pada tanggal 1 Januari 2012.

Untuk tujuan komparatif, laporan keuangan konsolidasian dan catatan yang terkait pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 telah dinilai kembali, seolah-olah
Dolar Amerika Serikat adalah mata uang pelaporan dalam tahun-tahun tersebut, dengan menggunakan
prosedur sebagai berikut :

a. Pos moneter Perusahaan di konversi menjadi Dolar Amerika Serikat menggunakan kurs akhir
tahun, sedangkan pos non-moneter termasuk ekuitas dikonversi menggunakan kurs yang berlaku
pada tanggal transaksi, dan
b. Penghasilan dan beban dikonversi menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.

Berikut ini adalah laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
yang disajikan dalam mata uang Rupiah.

31 Desember 31 Desember
2011 2010
Rp Rp

ASET LANCAR
Kas dan setara kas 31.177.273.662 87.892.873.462
Investasi jangka pendek 3.000.000.000 1.000.000.000
Piutang usaha
Pihak ketiga 454.265.227.439 422.111.905.807
Pihak berelasi 268.722.447.175 268.722.447.175
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 22.937.261.126 4.431.384.634
Persediaan 795.058.287.598 462.112.098.195
Uang muka pembelian 343.195.422.233 291.068.826.915
Pajak dibayar dimuka 119.411.500.545 126.510.220.118
Biaya dibayar dimuka 10.588.262.122 8.241.335.214
Uang muka investasi dalam proyek
perusahaan patungan
Aset lancar lainnya 52.018.685.430 26.473.126.432

Jumlah Aset Lancar 2.100.374.367.330 1..698.564.217.952

38
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

4. PERUBAHAN MATA UANG PELAPORAN (Lanjutan)

31 Desember 31 Desember
2011 2010
Rp Rp

ASET TIDAK LANCAR


Piutang kepada pihak berelasi 317.368.061.827 425.918.780.239
Rekening bank yang dibatasi penggunaanya 10.345.623.643 17.129.600.731
Aset tetap 1.255.117.683.754 1.775.584.133.376
Aset pajak tangguhan 31.293.233.848

Jumlah Aset Tidak Lancar 1.582.831.369.224 2.249.925.748.194

JUMLAH ASET 3.683.205.736.554 3.948.489.966.146

LIABILITAS JANGKA PENDEK


Utang bank 637.839.711.337 431.987.380.441
Utang terjamin 9.185.233.096.043 9.107.034.576.501
Pinjaman jangka pendek 324.161.880.678
Wesel bayar 182.150.784.488
Utang usaha
Pihak ketiga 215.808.272.379 223.080.294.936
Utang pembelian aset tetap 274.011.964
Utang pajak 17.567.520.945 22.684.826.196
Biaya yang masih harus dibayar 413.557.919.140 695.686.772.082
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun :
Pinjaman Modal Kerja 77.078.000.000 38.958.003.000
Liabilitas Sewa Pembiayaan 38.670.122.950
Utang Kredit Pembiayaan 517.187.846 475.480.013
Utang lancar lainnya 38.573.261.263 155.665.338.586

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 10.586.174.968.953 11.220.829.471.835

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun :
Utang Tidak Terjamin dan Wesel Bayar 198.997.359.748 189.504.468.044
Pinjaman Modal Kerja 131.486.000.000 326.174.259.309
Utang Kredit Pembiayaan 440.023.412 696.228.253
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 77.637.935.506 73.633.912.844
Liabilitas pajak tangguhan 30.516.083.167 89.854.542.024

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 439.077.401.833 679.863.410.474

39
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

4. PERUBAHAN MATA UANG PELAPORAN (Lanjutan)

31 Desember 31 Desember
2011 2010
Rp Rp

EKUITAS (DEFISIENSI)
Modal Saham
Modal dasar 12.357.255.040 saham dengan nilai
nominal Rp 10.000 per saham untuk Seri A,
Rp 1.000 per saham untuk seri B dan Rp 40 per
saham untuk Seri C pada tahun 2011 dan 2010
Modal ditempatkan dan disetor penuh 219.696.000
saham Seri A dan 2.157.211.950 saham
Seri C pada tahun 2011 dan 2010 2.283.248.477.500 2.283.248.477.500
Tambahan modal disetor 5.586.506.149.053 5.586.506.149.053
Komponen ekuitas lainnya 12.075.095.048 12.232.185.356
Saldo laba (akumulasi defisit)
Ditentukan penggunaannya 8.280.000.000 8.280.000.000
Tidak ditentukan pengunaannya (15.232.156.355.833) (15.701.308.253.547)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (7.342.046.634.232) (7.811.041.441.638)
Kepentingan nonpengendali (141.161.474.525)
Jumlah Ekuitas (Defisiensi) (7.342.046.634.232) (7.952.202.916.163)
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS (DEFISIENSI) 3.683.205.736.554 3.948.489.966.146

Berikut ini adalah laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011 yang disajikan dalam mata uang Rupiah.

2011
Rp

PENDAPATAN USAHA
Penjualan bersih 5.577.223.233.050
Pendapatan usaha lainnya 4.673.888.541
Jumlah pendapatan usaha 5.581.897.121.591

BEBAN POKOK PENJUALAN (5.191.343.118.311)

LABA KOTOR 390.554.003.280

Beban penjualan (120.468.271.917)


Beban umum dan administrasi (164.956.335.861)
Penyelesaian atas klaim asuransi, bersih 755.425.253
Rugi kurs, bersih (83.939.034.346)
Pendapatan lain-lain, bersih 6.804.776.757

(361.803.440.114)

40
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

4. PERUBAHAN MATA UANG PELAPORAN (Lanjutan)

2011
Rp

RUGI USAHA 28.750.563.166

Beban keuangan (142.618.575.240)

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (113.868.012.074)

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK


Kini
Tangguhan 59.286.095.421

Jumlah Pendapatan Pajak 59.286.095.421

Total rugi bersih tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan (54.581.916.653)

Operasi yang dihentikan :


Laba dari operasi yang dihentikan 8.301.337.613
Keuntungan dari pelepasan Entitas Anak 656.593.951.279

Total laba bersih tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 664.895.288.892

TOTAL RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN 610,313,372.239

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA, SETELAH PAJAK :


Selisih kurs penjabaran mata uang asing (209.453.744)
Pajak penghasilan terkait 52.363.436

Jumlah Pendapatan Komprehensif Lainnya Setelah Pajak (157.090.308)

JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF


TAHUN BERJALAN 610.156.281.931

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada :


Pemilik Entitas Induk 609.369.397.980
Kepentingan Nonpengendali 943.974.259

Jumlah Laba Bersih Tahun Berjalan 610.313.372.239

Jumlah pendapatan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :


Pemilik Entitas Induk 609.212.307.672
Kepentingan Nonpengendali 943.974.259

Jumlah Pendapatan Komprehensif 610.156.281.931

LABA PER SAHAM DASAR 257

41
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

5. KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian
yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat
berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

Estimasi dan asumsi yang mendasarinya direview dengan dasar kesinambungan. Revisi terhadap
estimasi akuntansi diakui dalam suatu periode dengan merevisi estimasi dan efeknya di periode yang
akan datang.

Informasi tentang pertimbangan dan estimasi kritis dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang
memiliki efek signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian adalah
sebagai berikut :

Functional currency

Mata uang fungsional dari Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
utama dimana entitas beroperasi. Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan beberapa faktor
dalam menentukan mata uang fungsionalnya seperti mata uang yang mempengaruhi pendapatan, biaya
dan aktivitas pendanaan serta mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya
ditahan.

Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Perusahaan dan Entitas Anak, mata
uang fungsional telah ditentukan berupa Dolar Amerika Serikat (US$), karena hal ini berkaitan dengan
fakta bahwa mayoritas bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dipengaruhi oleh penetapan harga di pasar
komoditas international dengan lingkungan ekonomis Dolar Amerika Serikat (US$)

Penurunan nilai

Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana aset atau uang tunai yang menghasilkan jumlah unit
tercatat melebihi nilai yang dapat dipulihkan. Untuk menentukan jumlah yang dapat dipulihkan,
manajemen memperkirakan arus kas di masa yang akan datang yang diharapkan dapat diperoleh dari
masing-masing unit penghasil kas dan menentukan tingkat bunga yang sesuai untuk menghitung nilai
sekarang dari arus kas tersebut. Dalam proses pengukuran arus kas yang diharapkan di masa yang
akan datang, manajemen membuat asumsi tentang hasil operasional di masa yang akan datang. Asumsi
ini berhubungan dengan kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. Hasil yang sebenarnya dapat
bervariasi, dan dapat menyebabkan penyesuaian yang signifikan terhadap Perusahaan dan Entitas
Anak di tahun berikutnya. Dalam beberapa kasus, penentuan tingkat diskonto yang berlaku melibatkan
estimasi atas penyesuaian risiko pasar dan penyesuaian terhadap faktor risiko mengenai aset yang
memadai.

42
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

5. KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)

Pensiun dan imbalan kerja

Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak
bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung
jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak yang
memiliki pengaruh lebih dari 10% kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara
garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan dan Entitas Anak
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak dapat
mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan
kerja neto.

Umur manfaat dan penyusutan aset tetap dan aset tidak berwujud

Manajemen menentukan estimasi masa manfaat dari aset tetap dan biaya penyusutannya serta aset
tidak berwujud dan biaya amortisasinya berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Ini
adalah masa manfaat yang diekspektasi dan diterapkan di dalam industri dimana Perusahaan dan
Entitas Anak melakukan bisnisnya. Hasil yang sebenarnya mungkin dapat bervariasi karena keusangan
teknik. Perubahan di dalam tingkat kegunaan yang diharapkan dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai residu dari aset tersebut, dan biaya penyusutan di
masa yang akan datang harus direvisi.

Nilai wajar dari instrumen keuangan

Manajemen menggunakan teknik penilaian untuk mengukur nilai wajar dari instrumen keuangan
dimana penawaran pasar aktif tidak tersedia. Dalam menerapkan teknik penilaian, manajemen
menggunakan data pasar, dan membuat estimasi serta asumsi dengan berdasarkan padanya, sejauh
mungkin, sesuai dengan data yang dapat diobservasi bahwa pelaku pasar akan digunakan dalam
penentuan harga instrumen. Bila data yang berlaku dipasar tidak dapat diobservasi, manajemen
menggunakan estimasi terbaik dari asumsi yang akan dibuat oleh pelaku pasar. Estimasi ini dapat
berbeda dari harga sebenarnya yang akan dicapai dalam melakukan transaksi pada tanggal pelaporan.

Menilai pajak penghasilan dan realisasi dari aset pajak tangguhan

Menentukan provisi atas pajak penghasilan badan mewajibkan pertimbangan signifikan oleh
manajemen. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak
pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan. Jika hasil
pajak final berbeda dengan jumlah yang sudah dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan
liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode ditentukannya hasil pajak tersebut.

Perusahaan dan Entitas Anak menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan
mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.

43
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

5. KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)

Menilai pajak penghasilan dan realisasi dari aset pajak tangguhan (Lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak juga menelaah pengakuan aset pajak tangguhan untuk menyesuaikan
pemulihan dari perbedaan temporer berdasarkan level dan waktu dalam estimasi pendapatan pajak di
periode pelaporan yang akan datang. Estimasi didasarkan pada pengalaman Perusahaan dan Entitas
Anak di masa lampau dan harapan di masa yang akan datang terhadap pendapatan dan pengeluaran,
seperti strategi perencanaan pajak di masa yang akan datang. Tetapi tidak ada kepastian bahwa
Perusahaan dan Entitas Anak dapat menghasilkan pendapatan kena pajak yang memadai untuk
digunakan sebagai bagian atau seluruhnya dari aset pajak tangguhan.

6. KAS DAN SETARA KAS


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Kas :
Rupiah 37.789 41.957 41.281
Dolar Amerika Serikat 27.650 33.635 33.113
Dolar Singapura 6.644 6.354 2.223
Euro Eropa 8.315 3.039 719
Kron Norwegia 170 161 164

80.568 85.146 77.500

Bank :

Pihak Ketiga :

Deutsche Bank
Rekening Dolar Amerika Serikat 7.780.057 1.447.706 7.408.441
Rekening Rupiah 935.461 1.133.745 1.275.831

PT Bank CIMB Niaga Tbk


Rekening Dolar Amerika Serikat 50.152 86.338 12.190
Rekening Rupiah 359.146 179.040 103.022

PT Bank Central Asia Tbk


Rekening Dolar Amerika Serikat 271.211 293.405 713.036
Rekening Rupiah 103.049 59.989 49.732

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk


Rekening Rupiah 214.345 152.795 132.151
Rekening Dolar Amerika Serikat 1.691

Dipindahkan 9.713.421 3.353.018 9.696.094

44
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

6. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Bank :
Pihak Ketiga :
Pindahan 9.713.421 3.353.018 9.696.094
PT Bank Mandiri Tbk
Rekening Rupiah 1.160
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Rekening Rupiah 897

9.713.421 3.353.018 9.698.151

Jumlah 9.793.989 3.438.164 9.775.651

Kas di bank dapat ditarik setiap saat. Kas di bank secara umum memperoleh bunga berdasarkan
suku bunga bank harian.

Tidak terdapat penempatan kas dan setara kas pada pihak yang berelasi.

Saldo kas Perusahaan dilindungi oleh asuransi PT Asuransi Rama Satria Wibawa terhadap
kerugian dari kehilangan kas dan cek sebesar Rp 3.900.000.000 (setara dengan US$ 403.309 pada
tahun 2012, US$ 430.084 pada tahun 2011 dan US$ 433.767 pada tahun 2010), yang mana
menurut pendapat manajemen cukup memadai untuk menutup kerugian-kerugian yang mungkin
timbul.

Saldo nilai tercatat bersih pada kas dan setara kas dipertimbangkan telah mendekati nilai
wajarnya.

7. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari :
Pihak ketiga :
2012 2011 2010
US$ US$ US$
Pelanggan dalam negeri 51.373.330 44.356.060 48.239.699
Pelanggan luar negeri 6.614.698 5.739.355 5.547.579
Jumlah 57.988.028 50.095.415 53.787.278
Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai (6.839.006)
Bersih 57.988.028 50.095.415 46.948.272

45
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

7. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga yang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai
berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Sampai dengan 1 bulan 43.545.691 38.252.438 37.065.253


> 1 bulan 3 bulan 14.145.445 11.725.493 9.651.522
> 3 bulan 6 bulan 204.355 25.509 231.497
> 6 bulan 1 tahun 92.537 91.975
> 1 tahun 6.839.006

Jumlah 57.988.028 50.095.415 53.787.278

Mutasi penyisihan penurunan nilai dari pihak ketiga adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Saldo awal 6.839.006 6.839.006


Saldo Entitas Anak yang tidak dikonsolidasi (6.839.006)
Perubahan selama tahun berjalan :
Penambahan penyisihan
Pengurangan penyisihan

Saldo akhir 6.839.006

Piutang usaha dari pihak ketiga merupakan piutang jangka pendek dan tidak dikenakan bunga.

Seluruh jumlah piutang usaha kepada pihak ketiga telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi
penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap status dari piutang usaha kepada pihak ketiga
secara individual pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, manajemen Perusahaan berpendapat
bahwa tidak perlu membuat penyisihan piutang usaha dari pihak ketiga karena semua piutang usaha
dari pihak ketiga tersebut dapat diperoleh. Dan berdasarkan hasil penelaahan terhadap status dari
piutang usaha kepada pihak ketiga secara individual pada tanggal 31 Desember 2010, manajemen
Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa penyisihan piutang usaha dari pihak ketiga cukup
memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dari
pihak ketiga tersebut karena adanya kesulitan keuangan dari para pelanggan Entitas Anak.

Saldo nilai tercatat bersih pada piutang usaha dari pihak ketiga dipertimbangkan telah mendekati nilai
wajarnya.

46
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

7. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 57.779.157 50.084.099 47.394.372

Rupiah
Rp 2.019.778.766 pada tahun 2012,
Rp 102.616.673 pada tahun 2011, dan
Rp 57.478.608.468 pada tahun 2010 208.871 11.316 6.392.906

Jumlah 57.988.028 50.095.415 53.787.278

Pihak-pihak yang berelasi :


2012 2011 2010
US$ US$ US$

PT Multikarsa Investama 27.789.291 29.634.147 29.887.938


PT Texmaco Jaya (dalam pailit) 15.657.945 15.657.945

Jumlah 43.447.236 45.292.092 29.887.938


Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai (15.657.945) (15.657.945)

Bersih 27.789.291 29.634.147 29.887.938

Rincian umur piutang usaha dari pihak-pihak yang berelasi dihitung sejak tanggal faktur adalah
sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Sampai dengan 1 bulan


> 1 bulan 3 bulan
> 3 bulan 6 bulan
> 6 bulan 1 tahun
> 1 tahun 43.447.236 45.292.092 29.887.938

Jumlah 43.447.236 45.292.092 29.887.938

47
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

7. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

Mutasi penyisihan penurunan nilai untuk piutang usaha dari pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai
berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Saldo awal periode 15.657.945


Perubahan selama periode berjalan :
Penambahan penyisihan 15.657.945
Pengurangan penyisihan

Saldo akhir periode 15.657.945 15.657.945

Piutang usaha dari pihak-pihak yang berelasi merupakan piutang usaha jangka pendek dan tidak
dikenakan bunga.

Penambahan penyisihan penurunan nilai pada tahun 2011 sebesar US$ 15,657,945 (setara dengan
Rp 141.986.246.529) disebabkan karena adanya penurunan nilai atas tidak tertagihnya piutang usaha
dari PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), dan telah dieliminasi dengan laporan keuangan atas operasi
yang dihentikan dari Entitas Anak (Catatan 45).

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang usaha kepada pihak-pihak yang berelasi,
manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat diperkirakan telah mendekati nilai wajar. Penyisihan
penurunan nilai tidak perlu dibuat karena pihak yang berelasi, PT Multikarsa Investama, berada
dibawah program restrukturisasi utang dan penyelesaian atas piutang usaha dari pihak yang berelasi
tersebut akan dilakukan ketika program restrukturisasi utang selesai.

Rincian piutang usaha dari pihak-pihak menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 15.657.945 15.657.945

Rupiah
Rp 268.722.447.174 pada tahun 2012,
2011 dan 2010 27.789.291 29.634.147 29.887.938

Jumlah 43.447.236 45.292.092 29.887.938

Saldo nilai tercatat bersih pada piutang usaha dari pihak-pihak yang berelasi dipertimbangkan telah
mendekati nilai wajarnya.

48
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

7. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

Pada tahun 2012 dan 2011, seluruh piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan
pinjaman modal kerja Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano Investments BV., Belanda
(Catatan 20 dan 25). Dan pada tahun 2010, seluruh piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas
utang bank, pinjaman modal kerja Perusahaan serta pinjaman jangka pendek Entitas Anak yang
diperolehnya dari Damiano Investments BV., Belanda (Catatan 20, 22 dan 25).

8. PIUTANG LAIN-LAIN
2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pihak ketiga :
Piutang dari potongan pembelian 646.363 225.314
Piutang dari transaksi impor 144.976 190.169 116.174
Piutang MESOP 341.499
Piutang karyawan 33.612 38.283 93.509
Piutang bunga dari deposito berjangka 4.486 735 201
Lain-lain 369.615 291.902 282.985

1.540.551 746.403 492.869

Pihak ketiga lainnya :


Uang muka operasional kepada :
PT Wastra Indah 15.812.049 15.823.861 18.248.643
PT Texmaco Perkasa Engineering Tbk 5.679.940 5.694.585 8.855.883
PT Wahana Perkasa Auto Jaya 5.579.991 5.579.991 5.650.035
PT Sumatex Subur 3.192.784 3.192.784 3.811.313
PT Texmaco Taman Synthetics 3.094.847 3.114.230 4.123.251
Drapper Texmaco Inc. Co., USA 2.065.103 2.065.103 2.065.103
Norfil Ltd., Inggris 728.191 728.191 728.191
PT Bina Prima Perdana 583.812 515.892
Commonwealth Holdings Pte. Ltd.,
Singapore 496.867 496.867 496.867
PT Jaya Perkasa Engineering 442.916 472.320
PT Perkasa Heavyndo Engineering 194.587 194.587 209.491
PT Wismakarya Prasetya 181.639 193.698
PT Raja Busana Mahameru 136.945 136.945 3.423.049
PT Supermitory Utama Tbk 93.407 93.407 287.251
PT Saritex Jaya Swasti 68.868 72.199 737.959
PT Merauke Rayon Raya 49.883 49.883 49.883
PT Devrindo Widya 25.434 25.434 36.957
PT Perkasa Indobaja 15.816 15.816 101.539

Dipindahkan 38.443.079 38.465.793 48.825.415

49
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

8. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pindahan 38.443.079 38.465.793 48.825.415

PT Perkasa Indosteel 13.327 13.327 173.041


PT Wahana Jaya Perkasa 11.102 11.102 11.102
PT Sarana Daycrown Industri 11.102 11.102 11.102
PT Bina Peranan Busana 2.336 2.336 2.336
PT Citra Indah Textile 985 985 2.030
PT Mutiara Persada Inti 3.231.099
Polysindo (UK) Ltd., England 2.471.054
Coastal Group Ltd., South Africa 867.530
PT Ungaran Sari Garments 309.316
Polysindo (USA) Inc., America 266.231
PT Elok Prima Mitra Busana 217.937
PT Citra Abadi Sejati 150.638
PT Cipta Busana Jaya 97.725
PT Kreasi Indah Textile 81.050
PT Busana Perkasa Garments 45.777
PT Mahkota Indah Sentosa 42.022
Jumlah 38.481.931 38.504.645 56.805.405
Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai (36.721.575) (36.721.575) (56.805.405)
Bersih 1.760.356 1.783.070

Jumlah 3.300.907 2.529.473 492.869

Piutang lain-lain dari perusahaan-perusahaan diatas merupakan pinjaman dan uang muka untuk tujuan
modal kerja. Pinjaman dan uang muka ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditetapkan jangka waktu
pembayarannya. Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut diatas belum dapat membayar
utangnya kepada Perusahaan dan Entitas Anak karena masih mengalami kesulitan keuangan. Beberapa
perusahaan-perusahaan pelanggan tersebut sudah tidak beroperasi dan masih berada dalam program
restrukturisasi utang dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sampai bulan Maret 2013, proses
restrukturisasi utang tersebut belum selesai.

Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$
Saldo awal 36.721.575 56.805.405 56.771.705
Saldo Entitas Anak yang tidak dikonsolidasi (20.053.331)
Perubahan selama tahun berjalan :
Penambahan penyisihan 33.700
Pengurangan penyisihan (30.499)
Saldo akhir 36.721.575 36.721.575 56.805.405

50
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

8. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

Pengurangan dalam penyisihan penurunan nilai pada tahun 2011 sebesar US$ 30,499 (setara dengan
Rp 274.213.845) merupakan pembalikan penyisihan penurunan nilai akibat dari tertagihnya piutang
lain-lain, dan disajikan sebagai bagian dari pendapatan (beban) lain-lain, bersih pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian (Catatan 44).

Penambahan dalam penyisihan penurunan nilai pada tahun 2010 sebesar US$ 33,700 (setara dengan
Rp 303.000.000) diakui akibat adanya penambahan piutang lain-lain yang tidak tertagih, dan disajikan
sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Piutang MESOP merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan tertentu untuk membeli saham
Perusahaan sehubungan dengan program MESOP (Catatan 30). Jumlah tersebut akan diterima kembali
dari karyawan selama satu (1) periode.

Piutang lain-lain dari karyawan merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Pinjaman ini
tidak dikenakan bunga dan pembayarannya dilakukan berdasarkan skedul pembayaran yang telah
ditentukan.

Seluruh piutang lain-lain telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan
penelaahan terhadap status dari piutang lain-lain secara individual, manajemen Perusahaan dan Entitas
Anak berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai dari piutang lain-lain adalah cukup untuk
menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain tersebut.

Rincian piutang lain-lain menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 37.925.716 37.242.664 56.805.405

Rupiah
Rp 20.275.727.220 pada tahun 2012,
Rp 18.212.026.112 pada tahun 2011, dan
Rp 4.431.385.179 pada tahun 2010 2.096.766 2.008.384 492.869

Jumlah 40.022.482 39.251.048 57.298.274

Saldo nilai tercatat bersih dari piutang lain-lain dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

51
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

9. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

Akun ini terdiri dari :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Deposito Berjangka :
Pihak ketiga :
Deutsche Bank, Jakarta 827.301 330.834 111.222

Bank garansi / SBLC 6.654.903 5.483.630 2.696.000

Uang Jaminan :
Pihak ketiga :
Uang jaminan atas listrik 181.489 193.538 195.195
Uang jaminan atas sewa 51.357 54.361 48.183
Lain-lain 5.758 4.982 5.025

Jumlah uang jaminan 238.604 252.881 248.403

Jumlah 7.720.808 6.067.345 3.055.625

a. Deposito Berjangka

Pada tahun 2012, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 2.000.000.000
(setara dengan US$ 206.825) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku
bunga sebesar 5,00% setahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2013.

Pada tahun 2012, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 3.000.000.000
(setara dengan US$ 310.238) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku
bunga sebesar 5,10% setahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 September 2013.

Pada tahun 2012, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 1.000.000.000
(setara dengan US$ 103.413) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku
bunga sebesar 4,50% setahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 Mei 2013.

Pada tahun 2012 dan 2011, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta masing-masing
sebesar Rp 2.000.000.000 (setara dengan US$ 206.825 dan 220.556) merupakan deposito
berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku bunga sebesar 5,80% setahun dan jatuh tempo
pada tanggal 10 Desember 2013.

Pada tahun 2011, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 1.000.000.000
(setara dengan US$ 110.278) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku
bunga sebesar 6,25% setahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Mei 2012. Deposito berjangka
ini telah dicairkan pada tanggal 21 Mei 2012.

52
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

9. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (Lanjutan)

a. Deposito Berjangka (Lanjutan)

Pada tahun 2010, deposito berjangka pada Deutsche Bank sebesar Rp 1.000.000.000 (setara
dengan US$ 111.222) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku bunga
sebesar 6,25% setahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Mei 2011. Deposito berjangka ini
telah dicairkan pada tanggal 18 Mei 2011.

b. Bank Garansi / SBLC

Berdasarkan perjanjian jual beli gas No. 001016.PK/HK.02/USH/2010 antara Perusahaan,


PT Perusahaan Gas Negara (Persero) dan PT Wismakarya Prasetya, Perusahaan harus
menyediakan bank garansi untuk memasok gas yang kira-kira setara dengan dua (2) bulan nilai
konsumsi gas tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan telah
menyediakan bank garansi (SBLC) melalui Deutsche Bank, Jakarta yang masing-masing sebesar
US$ 3.793.043 ditambah Rp 16.498.800.000 (setara dengan US$ 5.499.227), US$ 2.915.282
ditambah Rp 14.248.812.000 (setara dengan US$ 4.486.611) dan US$ 1.466.368 ditambah
Rp 7.124.400.000 (setara dengan US$ 2.258.760), yang merupakan konsumsi selama dua (2)
bulan. Bank garansi memiliki jangka waktu selama tiga (3) dan sembilan (9) bulan setelah tanggal
pelaporan, dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2013 dan 30 September 2013. Untuk
memperoleh SBLC tersebut, pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan telah
mendepositkan uangnya yang masing-masing sebesar US$ 6.654.903, US$ 5.483.630 dan
US$ 2.696.000 di Deutsche Banks, Hong Kong sebagai jaminan melalui rekening Kyoa.
Jaminannya kira-kira sebesar 120% dari nilai SBLC.

Rincian aset keuangan lancar lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 6.661.003 5.489.730 2.696.000

Rupiah
Rp 10.248.315.332 pada tahun 2012,
Rp 5.237.815.332 pada tahun 2011, dan
Rp 3.233.390.432 pada tahun 2010 1.059.805 577.615 359.625

Jumlah 7.720.808 6.067.345 3.055.625

Tidak terdapat aset keuangan lancar lainnya kepada pihak yang berelasi.

Saldo nilai tercatat bersih dari aset keuangan lancar lainnya dipertimbangkan telah mendekati nilai
wajarnya.

53
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

10. PERSEDIAAN
2012 2011 2010
US$ US$ US$

Barang jadi 34.787.985 35.079.711 19.839.474


Barang dalam proses 6.073.039 6.781.122 4.824.283
Bahan baku 19.078.632 28.114.454 10.607.108
Bahan pembantu 20.014.977 17.702.072 16.126.321

Jumlah 79.954.633 87.677.359 51.397.186


Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai

Bersih 79.954.633 87.677.359 51.397.186

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan
Entitas Anak berpendapat bahwa tidak perlu membentuk penyisihan penurunan nilai.

Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, persediaan Perusahaan dilindungi oleh asuransi
PT Asuransi Indrapura terhadap kerugian yang disebabkan oleh kebakaran dan resiko-resiko kerugian
lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 79.500.000, US$ 68.000.000 dan
US$ 51.000.000, yang mana menurut pendapat manajemen cukup memadai untuk menutup kerugian-
kerugian yang mungkin timbul. Pada tanggal 31 Desember 2010, persediaan Entitas Anak tidak
dilindungi oleh asuransi kebakaran dan risiko lainnya.

Pada tahun 2012 dan 2011, seluruh persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan
pinjaman modal kerja Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano Investments BV., Belanda
(Catatan 20 dan 25). Dan pada tahun 2010, seluruh persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang
bank dan pinjaman modal kerja Perusahaan serta pinjaman jangka pendek Entitas Anak yang
diperolehnya dari Damiano Investments BV., Belanda (Catatan 20, 22 dan 25).

11. UANG MUKA PEMBELIAN


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pihak ketiga :
Pembelian aset tetap 1.865.844 5.462.897 2.860.793
Pembelian persediaan 4.680.032 4.494.903 3.403.251
Pembelian suku cadang turbin 1.109.367 860.912 127.212

7.655.243 10.818.712 6.391.256

Pihak ketiga lainnya :


PT Wismakarya Prasetya 26.949.949 27.028.158 25.982.098

Jumlah 34.605.192 37.846.870 32.373.354

54
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

11 UANG MUKA PEMBELIAN (Lanjutan)

Pada tahun 2012, total uang muka pembelian aset tetap sebesar US$ 1.865.844 (setara dengan
Rp 17.513.121.317) merupakan uang muka yang berkaitan dengan pembelian mesin dan perlengkapan
pada divisi benang filamen dengan total sebesar US$ 1.055.555 (setara dengan Rp 10.065.798.027)
dan pembelian mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total
sebesar US$ 810.289 (setara dengan Rp 7.447.323.290). Mesin dan perlengkapan tersebut akan
diterima pada tahun 2013.

Pada tahun 2011, total uang muka pembelian aset tetap sebesar US$ 5.462.897 (setara dengan
Rp 49.537.553.869) merupakan uang muka yang berkaitan dengan pembelian mesin dan perlengkapan
dengan total sebesar US$ 1.843.567 (setara dengan Rp 16.717.469.383) pada divisi benang filamen
dan pembelian mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total
sebesar US$ 3.619.330 (setara dengan Rp 32.820.084.486). Mesin dan perlengkapan tersebut telah
diterima pada tahun 2012.

Pada tahun 2010, total uang muka pembelian aset tetap sebesar US$ 2.860.793 (setara dengan
Rp 25.721.389.072) merupakan uang muka yang berkaitan dengan pembelian mesin dan perlengkapan
dengan total sebesar US$ 608.052 (setara dengan Rp 5.466.999.072) pada divisi benang filamen dan
ekspansi Batch Poly (chip) dengan total sebesar US$ 2.252.741 (setara dengan Rp 20.254.390.000).
Mesin dan perlengkapan tersebut telah diterima pada bulan April 2011 dan Mei 2011.

Pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan kepada PT Wismakarya Prasetya merupakan kelebihan
pembayaran atas jumlah yang tertera di dalam tagihan yang dianggap sebagai uang muka kepada
PT Wismakarya Prasetya sehubungan dengan adanya perjanjian antara PT Wismakarya Prasetya
dengan Perusahaan pada tanggal 16 Nopember 2006, dan modal kerja yang diberikan kepada
PT Wismakarya Prasetya di masa lalu untuk pembayaran kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) /
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan perpajakan.

12. BIAYA DIBAYAR DIMUKA


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Asuransi dibayar dimuka 1.061.627 1.081.786 850.592


Sewa dibayar dimuka 40.000 88.000 43.572

Jumlah 1.101.627 1.169.786 894.164

55
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

13. UANG MUKA INVESTASI DALAM PROYEK PERUSAHAAN PATUNGAN

Akun ini merupakan uang muka investasi Perusahaan dalam bentuk tanah yang akan digunakan untuk
proyek perusahaan patungan (joint venture) dengan Eastman Kodak Company, Amerika Serikat dalam
bidang produksi polyester chips dan fiber di Karawang Jawa Barat. Jumlah uang muka tersebut
adalah 17% dari jumlah modal perusahaan patungan yang ditempatkan. Kelanjutan dari joint venture
ini sedang dipertimbangkan kembali oleh kedua belah pihak. Dan karena tidak ada kemungkinan akan
dimulainya proyek perusahaan patungan ini, maka manajemen Perusahaan mempertimbangkan untuk
membuat penurunan nilai di tahun 2010.

14. PIUTANG TIDAK LANCAR KEPADA PIHAK-PIHAK BERELASI


2012 2011 2010
US$ US$ US$

PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 106.410.712 106.410.712


PT Multikarsa Investama 38.025.981 40.548.285 52.944.090

Jumlah 144.436.693 146.958.997 52.944.090


Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai (111.962.653) (111.962.653) (5.551.941)

Bersih 32.474.040 34.996.344 47.392.149

Piutang tidak lancar dari PT Multikarsa Investama berasal dari penerimaan AR International Limited,
Hong Kong sebesar Rp 51.421.394.625 (setara dengan US$ 5.317.621 pada tahun 2012,
US$ 5.670.643 pada tahun 2011 dan US$ 5.719.208 pada tahun 2010) untuk pengembalian uang muka
pembelian aset tetap (mesin dan peralatan) dan sisanya masing-masing sebesar US$ 32.708.360,
US$ 34.877.642 and US$ 47.224.882 pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 merupakan
pinjaman untuk uang muka gaji karyawan dan biaya lainnya.

Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Saldo awal 111.962.653 5.551.941 5.551.941


Perubahan selama tahun berjalan :
Penambahan penyisihan 106.410.712
Pengurangan penyisihan

Saldo akhir 111.962.653 111.962.653 5.551.941

Penambahan penyisihan penurunan nilai pada tahun 2011 sebesar US$ 106.410.712 disebabkan karena
adanya penurunan nilai atas tidak tertagihnya piutang dari PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), dan
telah dieliminasi dengan laporan keuangan atas operasi yang dihentikan dari Entitas Anak (Catatan
45).

56
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

14. PIUTANG TIDAK LANCAR KEPADA PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang kepada pihak-pihak berelasi, manajemen
berpendapat bahwa nilai tercatat diperkirakan telah mendekati nilai wajarnya. Tambahan atas
penyisihan penurunan nilai tidak dibuat karena pihak yang berelasi, PT Multikarsa Investama, berada
dalam program restrukturisasi utang dan penyelesaian atas piutang kepada pihak berelasi ini akan
dilakukan ketika program restrukturisasi utang selesai.

Rincian piutang tidak lancar kepada pihak-pihak berelasi menurut jenis mata uang adalah sebagai
berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 109.297.108 109.297.108 2.886.396


Rupiah
Rp 339.799.791.085 pada tahun 2012,
Rp 341.518.009.452 pada tahun 2011, dan
Rp 450.068.726.754 pada tahun 2010 35.139.585 37.661.889 50.057.694
Jumlah 144.436.693 146.958.997 52.944.090

15. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Rekening bank yang dibatasi penggunaanya :


IBRA (PPA) :
PT Bank Dharmala
Rekening Rupiah 2.799 2.985 7.125
PT Bank Putera Multikarsa
Rekening Rupiah 402.735 429.470 619.467
Rekening Dolar Amerika Serikat 702.330 702.330 1.272.458

PT Bank Papan Sejahtera


Rekening Rupiah 3.863 4.120 4.155

PT Bank Umum Nasional


Rekening Dolar Amerika Serikat 1.927 1.927 1.927

PT Bank Asia Pacific


Rekening Rupiah 57 61 62

Jumlah 1.113.711 1.140.893 1.905.194

57
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

15. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA (Lanjutan)

Karena Perusahaan dan Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi oleh Badan Penyehatan
Perbankan Indonesia (BPPN), maka keseluruhan saldo rekening bank dibatasi penggunaannya oleh
BPPN.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (IBRA) menghentikan izin
operasi PT Bank Putera Multikarsa, yang merupakan pihak yang berelasi, pada tanggal 28 Januari
2000; PT Bank Dharmala, PT Bank Asia Pacific dan PT Bank Papan Sejahtera pada tanggal 13 Maret
1999; dan PT Bank Umum Nasional pada tanggal 21 Agustus 1998. Akibatnya, saldo sejumlah
US$ 1.113.711, US$ 1.140.893 and US$ 1.905.194 yang ada di bank tersebut disajikan sebagai aset
keuangan tidak lancar lainnya di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010.

Penurunan pada tahun 2011 merupakan penurunan atas saldo rekening bank yang dibatasi
penggunaannya dimana laporan keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi
pada tahun 2011 akibat Entitas Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan telah
kehilangan pengendaliannya (Catatan 45).

Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa saldo rekening bank yang dibatasi
penggunaanya tidak perlu diturunkan nilainya, karena rekening bank yang dibatasi penggunaannya ini
akan dikompensasikan dengan pinjaman Perusahaan dan Entitas Anak pada saat penyelesaian
restrukturisasi utang dengan para kreditur dan PPA. Oleh karena itu, saldo nilai tercatat bersih dari kas
yang dibatasi penggunaannya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

16. ASET TETAP


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Pemilikan langsung 1.784.685.143 1.770.504.803 2.185.541.688
Aset sewa pembiayaan 13.071.160

Jumlah nilai tercatat 1.784.685.143 1.770.504.803 2.198.612.848

Akumulasi penyusutan :
Pemilikan langsung 1.658.522.816 1.588.852.556 1.882.878.941
Aset sewa pembiayaan 13.071.160

Jumlah akumulasi penyusutan 1.658.522.816 1.588.852.556 1.895.950.101

Nilai buku 126.162.327 181.652.247 302.662.747

Aset dalam penyelesaian 3.232.319 3.184.876 1.798.072

Jumlah 129.394.646 184.837.123 304.460.819

58
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut :

Pemilikan langsung :

2 0 1 2 Perubahan selama periode berjalan


Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Tanah 15.529.702 15.529.702
Bangunan dan prasarana 47.221.395 47.221.395
Mesin dan peralatan 1.699.859.778 3.864.156 10.190.189 1.713.914.123
Kendaraan 5.038.480 107.454 5.145.934
Peralatan kantor 2.855.448 18.541 2.873.989

1.770.504.803 3.990.151 10.190.189 1.784.685.143

Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 39.518.357 1.767.285 41.285.642
Mesin dan peralatan 1.541.723.603 67.807.126 1.609.530.729
Kendaraan 4.756.473 93.275 4.849.748
Peralatan kantor 2.854.123 2.574 2.856.697

1.588.852.556 69.670.260 1.658.522.816

Nilai buku 181.652.247 126.162.327

2 0 1 1 Perubahan selama periode berjalan


Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Tanah 47.994.266 32.464.564 15.529.702
Bangunan dan prasarana 87.838.121 211.434 40.828.160 47.221.395
Mesin dan peralatan 2.028.307.217 5.562.433 335.807.944 1.798.072 1.699.859.778
Kendaraan 8.529.463 46.934 3.537.917 5.038.480
Peralatan kantor 10.800.334 304 7.945.190 2.855.448
Peralatan toko 2.072.287 2.072.287

2.185.541.688 5.821.105 422.656.062 1.798.072 1.770.504.803

Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 68.494.097 3.432.065 32.407.805 39.518.357
Mesin dan peralatan 1.793.371.132 83.975.302 335.622.831 1.541.723.603
Kendaraan 8.144.799 98.534 3.486.860 4.756.473
Peralatan kantor 10.796.626 1.659 7.944.162 2.854.123
Peralatan toko 2.072.287 2.072.287

1.882.878.941 87.507.560 381.533.945 1.588.852.556

Nilai buku 302.662.747 181.652.247

59
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Perubahan selama periode berjalan


2010 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Tanah 47.994.266 47.994.266
Bangunan dan prasarana 87.838.121 87.838.121
Mesin dan peralatan 2.026.820.002 1.487.215 2.028.307.217
Kendaraan 8.412.632 342.333 225.502 8.529.463
Peralatan kantor 10.798.613 1.721 10.800.334
Peralatan toko 2.072.287 2.072.287

2.183.935.921 1.831.269 225.502 2.185.541.688

Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 64.455.940 4.038.157 68.494.097
Mesin dan peralatan 1.709.318.037 84.053.095 1.793.371.132
Kendaraan 8.313.091 57.210 225.502 8.144.799
Peralatan kantor 10.791.548 5.078 10.796.626
Peralatan toko 2.072.287 2.072.287

1.794.950.903 88.153.540 225.502 1.882.878.941

Nilai buku 388.985.018 302.662.747

Aset sewa pembiayaan :

Perubahan selama periode berjalan


2011 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Mesin dan peralatan 13.071.160 13.071.160

13.071.160 13.071.160

Akumulasi penyusutan :
Mesin dan peralatan 13.071.160 13.071.160

13.071.160 13.071.160

Nilai buku

Perubahan selama periode berjalan


2010 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Nilai tercatat :
Mesin dan peralatan 13.071.160 13.071.160

13.071.160 13.071.160

60
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Perubahan selama periode berjalan


2010 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$

Akumulasi penyusutan :
Mesin dan peralatan 13.071.160 13.071.160

13.071.160 13.071.160

Nilai buku

Aset dalam penyelesaian :

2 0 1 2 Perubahan selama periode berjalan


Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$
Nilai tercatat :
Mesin dan peralatan 3.184.876 10.237.632 10.190.189 3.232.319

2 0 1 1 Perubahan selama periode berjalan


Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$
Nilai tercatat :
Mesin dan peralatan 1.798.072 3.184.876 1.798.072 3.184.876

2 0 1 0 Perubahan selama periode berjalan


Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
US$ US$ US$ US$ US$
Nilai tercatat :
Mesin dan peralatan 1.798.072 1.798.072

2012 2011
US$ US$
Beban penyusutan dialokasikan pada :

Pemilikan langsung :
Operasi normal
Beban pabrikasi (Catatan 40) 69.574.411 86.134.534
Beban umum dan administrasi (Catatan 42) 95.849 91.527

69.670.260 86.226.061

Operasi yang dihentikan (Catatan 45) :


Beban pabrikasi 48.416
Beban umum dan administrasi 8.665
Pendapatan (beban) lain-lain 1.224.418

1.281.499

Jumlah 69.670.260 87.507.560

61
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Pada tahun 2012 dan 2011, Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Karawang
dan Kendal seluas 751.357,40 M dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang
berjangka waktu 20 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2029. Dan pada tahun
2010, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Karawang,
Kendal dan Pemalang seluas 1.265.486.40 M dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB)
yang berjangka waktu 20 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2029. Sertifikat
HGB atas tanah yang berlokasi di Semarang seluas 78.111 M sudah diperpanjang hingga
29 Nopember 2027. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan sertifikat
hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang
memadai. Pada tahun 2002 dan 2001 penambahan tanah sebesar Rp 220.685.580 dan
Rp 1.753.645.426 terdiri dari tanah yang berlokasi di Semarang seluas 24.120 M dan di Karawang
seluas 1.962.60 M. Sertifikat hak atas tanah tersebut masih dalam proses.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan aset tetap dimana laporan keuangan Entitas
Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat Entitas Anak dinyatakan
pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya (Catatan 45).

Sebagian tanah Perusahaan di Karawang, dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) No. 13
seluas 33.630 M dan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 14 seluas 35.380 M, dijaminkan kepada
PT Bank Negara Indonesia (BNI) atau PT Bina Prima Perdana (BPP) atas utang terjamin milik
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) (Catatan 49).

Tanah Perusahaan seluas 166 M senilai US$ 68,347 dan bangunan senilai US$ 96.441 merupakan
harga perolehan atas tanah dan bangunan Perusahaan di Bandung. Pada tahun 1995, Perusahaan
membelinya seharga Rp 380.000.000 (dengan rate konversi sebesar Rp 2.306). Nilai wajar atas tanah
(166 M) berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah sebesar Rp 514.600.000 (setara dengan
US$ 53.216) dan nilai wajar atas bangunan (529 M) berdasarkan NJOP adalah sebesar
Rp 726.124.000 (setara dengan US$ 75.090). Nilai tercatat dari bangunan tersebut sudah disusutkan
penuh.

Pada tahun 2012, bagian dari penambahan mesin dan peralatan sebesar US$ 932.483 (setara dengan
Rp 8.519.168.000) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk overhaul mesin PTA dan diperkirakan
akan menambah masa manfaat dari mesin dan peralatan tersebut selama tiga (3) tahun kedepan.

Pada tanggal 31 Desember 2012, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 3.232.319
berhubungan dengan peningkatan kapasitas benang filament Perusahaan. Sampai dengan tanggal
31 Desember 2012, persentase penyelesaian untuk proyek-proyek tersebut adalah sekitar 33% dan
akan diselesaikan pada tahun 2013. Managemen yakin bahwa tidak ada indikasi halangan terhadap
penyelesaian dari aset dalam penyelesaian ini.

Pada tanggal 31 Desember 2011, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 3.184.876
berhubungan dengan peningkatan kapasitas benang filament dan fiber Perusahaan. Proyek ini telah
diselesaikan pada tahun 2012.

Pada tanggal 31 Desember 2010, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 1.798.072
berhubungan dengan pengembangan Perusahaan atas produk benang baru (merek SILKRA) dan
meningkatkan kapasitas Batch Poly. Proyek ini telah diselesaikan pada bulan Agustus 2011 dan
December 2011.

62
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Seluruh aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada
PT Asuransi Rama Satria Wibawa sebagai pemimpin dari perusahaan asuransi terhadap resiko
kerugian dan resiko lainnya termasuk gempa bumi dengan jumlah pertanggungan masing-masing
sebesar US$ 605.070.000 plus Rp 609.000.000 pada tanggal 31 Desember 2012, US$ 561.520.000
pada tanggal 31 Desember 2011 dan US$ 571.850.000 ditambah Rp 2.813.350.000 pada tanggal
31 Desember 2010. Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup memadai untuk menutupi kerugian-kerugian yang mungkin timbul.

Pada tanggal 31 Desember 2011, nilai wajar atas tanah (762.538 M) berdasarkan NJOP (Nilai Jual
Objek Pajak) adalah sebesar Rp 224.888.000.000 (setara dengan US$ 23.256.256) dan nilai wajar atas
bangunan (210.582 M) berdasarkan NJOP adalah sebesar Rp 219.324.000.000 (setara dengan
US$ 22.680.869).

Berdasarkan laporan jasa penilai KJPP Wilson dan Rekan tanggal 30 Januari 2012, jumlah nilai pasar
atas tanah, bangunan dan prasarana Perusahaan adalah sebesar Rp 444.212.000.000. Dan berdasarkan
laporan jasa penilai Nirboyo A., Dewi A. & Rekan tanggal 19 Januari 2012, jumlah nilai pasar atas
mesin dan kendaraan Perusahaan di Karawang adalah sebesar US$ 274.860.902.

Berdasarkan laporan jasa penilai Nirboyo A., Dewi A. & Rekan tanggal 20 Januari 2010, jumlah nilai
pasar dari aset tetap Perusahaan (kecuali peralatan kantor) adalah sebesar US$ 591.782.199.

Penilaian, yang sesuai dengan Standar Penilaian Internasional, ditentukan berdasarkan transaksi pasar
terkini yang dilakukan dalam ketentuan-ketentuan yang wajar. Metode penilaian yang digunakan
adalah Metode Pendekatan Data Pasar. Elemen-elemen yang digunakan dalam perbandingan data
untuk menentukan nilai wajar aset, antara lain ;

a. Jenis hak yang melekat pada properti


b. Kondisi pasar
c. Lokasi
d. Karakteristik fisik dan tanah
e. Karakteristik dalam menghasilkan pendapatan

Seluruh aset tetap yang ada pada tanggal pelaporan digunakan untuk menunjang aktivitas operasi
Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, jumlah nilai tercatat atas aset tetap yang sudah
tidak memiliki nilai buku (sudah didepresiasikan secara penuh) masing-masing sebesar
US$ 742.492.712 dan US$ 702.128.695, akan tetapi Perusahaan masih menggunakannya untuk
kegiatan operasional.

Manajemen berpendapat bahwa estimasi nilai perolehan kembali dari aset tetap tersebut sudah
melebihi nilai bukunya sehingga tidak perlu dilakukan penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal
pelaporan.

Pada tahun 2012 dan 2011, seluruh tanah, mesin dan peralatan Perusahaan digunakan sebagai jaminan
atas utang obligasi terjamin dan pinjaman modal kerja yang diperoleh dari Damiano Investments BV.,
Belanda dan PT Bina Prima Perdana (BPP) / PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Catatan 21 dan
25).

63
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

16. ASET TETAP (Lanjutan)

Dan pada tahun 2010, seluruh tanah, mesin dan peralatan Perusahaan dan Entitas Anak digunakan
sebagai jaminan atas pemegang utang obligasi terjamin, pinjaman modal kerja dan wesel bayar yang
diperoleh dari Damiano Investments BV., Belanda dan PT Bina Prima Perdana (BPP) / PT Perusahaan
Pengelola Aset (PPA) (Catatan 21, 23 dan 25).

17. ASET TIDAK BERWUJUD


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Biaya proses legal hak atas tanah 13.247


Dikurangi : akumulasi amortisasi (497)

Bersih 12.750

Beban amortisasi dialokasikan pada :

Beban umum dan administrasi (Catatan 42) 497

Aset tidak berwujud merupakan biaya legal sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah yang
berlokasi di Bandung (166 M) dan diamortisasi sepanjang masa manfaat (Hak Guna Bangunan)
selama 20 tahun.

18. UTANG USAHA

Akun ini terdiri dari:

Pihak ketiga :
2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pemasok lokal 10.537.328 16.123.355 12.313.277


Pemasok luar negeri 12.405.006 7.675.528 12.498.234

Jumlah 22.942.334 23.798.883 24.811.511

64
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

18. UTANG USAHA (Lanjutan)

Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga yang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai
berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Sampai dengan 1 bulan 18.541.840 19.161.428 15.659.849


> 1 bulan 3 bulan 2.697.906 2.811.274 2.464.002
> 3 bulan 6 bulan 565.265 356.290 529.857
> 6 bulan 1 tahun 612.648 492.350 426.336
> 1 tahun 524.675 977.541 5.731.467

Jumlah 22.942.334 23.798.883 24.811.511

Rincian utang usaha kepada pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 18.551.978 19.653.155 11.091.004

Rupiah
Rp 30.425.613.348 pada tahun 2012,
Rp 35.088.919.356 pada tahun 2011, dan
Rp 117.868.634.044 pada tahun 2010 3.146.392 3.869.532 13.109.625

Euro Eropa
EUR 284.392 pada tahun 2012,
EUR 136.455 pada tahun 2011, dan
EUR 419.905 pada tahun 2010 376.738 176.648 558.379

Yen Jepang
Yen 4.780.473 pada tahun 2012,
Yen 3.779.861 pada tahun 2011, dan
Yen 1.431.156 pada tahun 2010 55.368 48.770 17.509

Poundsterling Inggris
GBP 16.660 pada tahun 2011, dan
GBP 11.788 pada tahun 2010 25.665 18.216

Dolar Singapura
SGD 27.904 pada tahun 2012,
SGD 32.654 pada tahun 2011, dan
SGD 20.022 pada tahun 2010 22.817 25.113 15.546

Dipindahkan 22.153.293 23.798.883 24.810.279

65
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

18. UTANG USAHA (Lanjutan)

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Pindahan 22.153.293 23.798.883 24.810.279

Krona Swedia
SEK 5.128.579 pada tahun 2012 789.041

Franc Swiss
CHF 1.154 pada tahun 2010 1.232

Jumlah 22.942.334 23.798.883 24.811.511

Pihak-pihak yang berelasi :


2012 2011 2010
US$ US$ US$

PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 7.150

Rincian umur utang usaha kepada pihak-pihak yang berelasi yang dihitung sejak tanggal faktur adalah
sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Sampai dengan 1 bulan 7.150

Rincian utang usaha kepada pihak-pihak yang berelasi menurut jenis mata uang adalah sebagai
berikut:

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Rupiah
Rp 69.142.248 pada tahun 2012 7.150

Utang usaha pihak ketiga pemasok lokal dan luar negeri merupakan utang atas pembelian bahan baku
dan bahan pembantu. Utang ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditentukan jangka waktu
pelunasannya.

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

Tidak terdapat utang usaha yang dijaminkan.

66
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

19. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Bunga 39.768.727 42.083.898 72.752.046


Listrik 1.925.678 2.058.155 2.437.592
Transportasi 948.570 748.081 923.795
Gaji 365.393 349.969 962.337
Sewa 117.671 133.709 122.107
Jasa professional 81.000 75.000 70.000
Lain-lain 112.131 157.487 108.029

Jumlah 43.319.170 45.606.299 77.375.906

Biaya bunga atas utang terjamin, pinjaman jangka pendek dan wesel bayar merupakan beban bunga
yang telah diakui sejak tahun 2001, 2002, dan 2003, dimana seluruh jumlah tersebut belum dibayarkan
dan hutang bunga sampai dengan tahun 2000 telah dihapuskan berdasarkan MOA. Beban bunga
setelah tahun 2003 tidak dicatat oleh Perusahaan dan Entitas Anak karena proses restrukturisasi belum
selesai (Catatan 21).

Pada bulan Pebruari 2010, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengajukan tuntutan dalam
Pengadilan Tinggi Jawa Tengah terhadap Entitas Anak untuk pengembalian utang listrik selama bulan
Desember 2003 sampai dengan September 2004 sebesar Rp 2.821.800.525. Sampai dengan tanggal
19 Agustus 2011, utang tersebut belum dibayarkan oleh Entitas Anak.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan biaya yang masih harus dibayar dimana
laporan keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat
Entitas Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya
(Catatan 45).

Rincian biaya masih harus dibayar menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 592.330 278.033 19.789.653

Rupiah
Rp 413.168.541.805 pada tahun 2012,
Rp 411.036.714.332 pada tahun 2011, dan
Rp 517.758.000.723 pada tahun 2010 42.726.840 45.328.266 57.586.253

Jumlah 43.319.170 45.606.299 77.375.906

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

67
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

20. UTANG BANK


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pihak yang berelasi :


Damiano Investment BV., Belanda 78.752.462 70.339.624 48.046.644

Menurut pembaharuan perjanjian pinjaman tanggal 3 Maret 2006 dan 31 Agustus 2006 antara
Perusahaan (Peminjam), Damiano Investments BV., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier
Hodgson (Monitoring Agent), Pemberi pinjaman menyetujui untuk menyediakan fasilitas letter of
credit dengan jumlah keseluruhan sebesar US$ 50.000.000. Dengan demikian, Perusahaan juga dapat
menggunakan nama pemberi pinjaman sebagai penjamin untuk membuka Letter of Credit di Barclays
Bank Plc, Hong Kong (Barclays). Disamping itu, Perusahaan juga membayar biaya pendanaan sebesar
2,25% sebulan atas jumlah penggunaan fasilitas di Barclays kepada Damiano Investments BV.,
Belanda.

Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian pinjaman tanggal 1 Januari 2009 antara Perusahaan
(Peminjam), Damiano Investments BV., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson
(Monitoring Agent), maka sejak tanggal 3 April 2009, semua fasilitas Letter of Credit di Barclays
dipindahkan ke Deutsche Bank AG : Fasilitas Letter of Credit. Total biaya pendanaan yang
dibebankan oleh Damiano Investments BV., Belanda untuk fasilitas ini adalah sebesar 1,50% per
bulan.

Fasilitas Letter of Credit ini selalu berubah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan untuk pembelian
bahan baku. Berdasarkan perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 8 April 2011 antara Perusahaan
(Peminjam), Damiano Investments BV., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson
(Monitoring Agent), Pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari
jumlah sebesar US$ 50.000.000 menjadi US$ 80.000.000.

Kemudian, berdasarkan perubahan perjanjian terakhir pada bulan Juli 2012 antara Perusahaan
(Peminjam), Damiano Investments BV., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson
(Monitoring Agent), Pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari
jumlah sebesar US$ 80.000.000 menjadi US$ 100.000.000.

Fasilitas yang tersedia per 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing sejumlah
US$ 84.019.693, US$ 76.934.921 dan US$ 50.717.707. Dan Letter of Credit yang telah digunakan
oleh Perusahaan untuk membeli bahan baku sejumlah US$ 78.752.462 pada tahun 2012,
US$ 70.339.624 pada tahun 2011 dan US$ 48.046.644 pada tahun 2010. Seluruh utang bank
dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011, biaya pendanaan atas fasilitas Letter of
Credit yang telah dibukukan masing-masing sebesar US$ 13.969.873 and US$ 10.433.384, dan
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
(Catatan 43).

68
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

20. UTANG BANK (Lanjutan)

Seluruh utang bank dari Damiano Investments BV., Belanda dijamin dengan piutang usaha dan
persediaan milik Perusahaan (Catatan 7 dan 10).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

21. UTANG TERJAMIN


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Obligasi :
13% Guaranteed Secured Notes 122.526.000 122.526.000 122.526.000
Secured Floating Rate Notes 50.000.000 50.000.000 50.000.000
9,375% Guaranteed Secured Notes 250.000.000 250.000.000 250.000.000
11,375% Guaranted Secured Notes 260.000.000 260.000.000 260.000.000

682.526.000 682.526.000 682.526.000

PT Bina Prima Perdana :


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
IDR 1.302.583.907.331 134.703.610 143.646.218 144.876.422
Dolar Amerika Serikat 29.055.834 29.055.834 29.055.834
EUR 849.872 1.125.826 1.100.204 1.130.119
YEN 3.001.711.400 34.756.139 38.664.463 36.819.558

199.641.409 212.466.719 211.881.933

Bank :
Damiano Investments BV., Belanda
(Eks. PT Bank Finconesia)
EUR 7.471.539 9.897.556 9.672.290 9.935.285
Damiano Investments BV., Belanda
(Eks.Union Europeene de CIC, Singapura)
EUR 5.941.395 7.870.573 7.691.440 7.900.575
Damiano Investments BV., Belanda
(Eks.Credit Agricole Indosuez, Singapura) 12.117.088 12.117.088 12.117.088
Damiano Investments BV., Belanda
(Eks. Bangkok Bank, Singapura) 3.303.097 3.303.097 3.303.097

33.188.314 32.783.915 33.256.045

69
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

21. UTANG TERJAMIN (Lanjutan)


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Menteri Keuangan (Eks. BNI LC) :


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat 78.628.322 78.628.322 78.628.322
IDR 41.968.807.083 4.340.104 4.628.232 4.667.869
EUR 1.426.173 1.889.252 1.846.253 1.896.454
CHF 45.902 50.302 48.779 49.012

84.907.980 85.151.586 85.241.657

Total secured debts 1.000.263.703 1.012.928.220 1.012.905.635

Pada tanggal 30 Nopember 2001, Perusahaan telah menandatangani Definitive Memorandum of


Agreement (MOA) dengan para pemegang wesel sehubungan dengan rencana restrukturisasi dari
Perusahaan. Akan tetapi, hal ini belum dilaksanakan oleh Perusahaan dan MOA ini secara otomatis
dihentikan. Kemudian, pada tanggal 14 Maret 2007, Perusahaan telah mengirimkan kembali usulan
restrukturisasi yang baru kepada para kreditur terjamin (SDRP) untuk merestrukturisasi utang
terjaminnya termasuk obligasi. Sampai dengan bulan Maret 2013, belum diperoleh persetujuan dari
para kreditur terjaminnya, terutama dari PPA (28% dari total utang terjamin) masih belum
memberikan keputusan soal penyelesaian restrukturisasi utang.

Pada bulan Juli 2007, Perusahaan mengajukan Secured Debt Restructure Plan (SDRP) kepada kreditur
terjaminnya yang terdiri dari pemegang obligasi terjamin dan PPA. SDRP ini belum disetujui oleh
PPA hingga Maret 2012, dimana hal tersebut telah disetujui oleh Damiano Investments BV., Belanda.
Damiano Investments BV., Belanda memiliki sekitar 93% utang terjamin yang berupa obligasi dan
bank selain PPA. Pada bulan November 2010 dan Desember 2010, PPA mengumumkan program
Penjualan aset dan saham Grup Texmaco yang meliputi pabrik di Semarang. Namun karena
beberapa alasan di bulan Desember 2010, program ini kemudian dibatalkan.

A. 13% Guaranteed Secured Notes, US$ 122.526.000.


Pada bulan Juni 1994, Perusahaan menerbitkan Unsecured Senior Notes sebesar US$ 125.000.000
dengan tingkat bunga sebesar 13% per tahun. Wesel ini akan jatuh tempo pada tahun 2001. Pada
bulan Mei 1996, Perusahaan menawarkan kepada para pemegang Unsecured Notes untuk
menukarkan wesel mereka ke Guaranteed Secured Notes dengan tingkat bunga 13% per tahun dan
jatuh tempo pada tahun 2001 yang terdaftar pada Bursa Efek Luxembourg dan diterbitkan oleh
PIFC dengan Perusahaan sebagai penjamin.
Seluruh pemegang Unsecured Notes menukar Unsecured Notes menjadi Secured Notes, kecuali
pemegang Unsecured Notes sebesar US$ 2.474.000. Pada bulan Agustus 1997, Perusahaan
membayar sebagian Unsecured Senior Notes dengan tingkat bunga 13% sejumlah US$ 1.250.000.

70
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

21. UTANG TERJAMIN (Lanjutan)

B. Secured Floating Rates Notes, US$ 50.000.000.


Pada bulan Pebruari 1996, PIFC menerbitkan Secured Floating Rate Note sebesar
US$ 50.000.000, dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin yang tercatat pada Bursa Efek
Luxembourg dengan tingkat bunga 3% di atas LIBOR per tahun yang jatuh tempo pada tahun
1999.

C. 9,375% Guaranteed Secured Notes, US$ 250.000.000.


Pada bulan Juli 1997, PIFC menerbitkan Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 250.000.000
yang tercatat pada Bursa Efek Luxembourg, dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin
dengan tingkat bunga 9,375% per tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2007. Dana dari wesel
ini digunakan untuk mendanai sebagian dari program pengembangan yang baru tahap I.

D. 11,375% Guaranteed Secured Notes, US$ 260.000.000.


Pada bulan Juni 1996, PIFC menerbitkan Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 260.000.000
yang tercatat pada Bursa Efek Luxembourg, dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin
dengan tingkat bunga 11,375% per tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2006. Dana dari wesel
ini digunakan untuk melunasi utang bank dan utang lainnya.

Saat ini, wesel-wesel tersebut di atas tidak tercatat pada Bursa Efek Luxemburg dan dijamin oleh hak
gadai dengan jaminan real property, aset-aset bergerak (selain dari persediaan) dan hasil dari
penjualan jaminan tersebut secara pari-passu dengan wesel bayar dan liabilitas lainnya dari
Perusahaan (Catatan 16).

Pinjaman kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) merupakan pinjaman pada PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk yang telah jatuh tempo dan administrasinya telah dialihkan ke BPPN. Kemudian sesuai
dengan skema restrukturisasi utang yang termuat dalam Master Restructuring Agreement (MRA)
tertanggal 23 Mei 2001, pada tahun 2002 utang Perusahaan berdasarkan program restrukturisasi
dengan BPPN telah dialihkan kepada BPP. Untuk pengalihan tersebut, BPP menerbitkan
Exchangeable Bond (EB) kepada BPPN. Akan tetapi, pada tanggal 26 Pebruari 2004, BPPN
mengeluarkan pernyataan pemberitahuan default kepada PT Bina Prima Perdana. Di dalam surat
tersebut dinyatakan bahwa PT Bina Prima Perdana sebagai holding company tekstil telah gagal
membayar kupon Exchangeable Bond (EB) yang jatuh tempo tanggal 18 Agustus 2003.

Perusahaan tidak mengakui adanya beban bunga atas utang terjamin sejak tahun 2004 dimana
Perusahaan masih dalam proses restrukturisasi, dan utang bunga tidak akan diperhitungkan nantinya.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan mempunyai utang bunga sebesar
Rp 380.648.007.290 (setara dengan US$ 39.363.806 pada tahun 2012, US$ 41.977.063 pada tahun
2011 dan US$ 42.336.560 pada tahun 2010), dan disajikan sebagai bagian dari biaya yang masih harus
dibayar di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 19).

71
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

21. UTANG TERJAMIN (Lanjutan)

Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 805.630.341 805.630.341 805.630.341


Euro Eropa
(EUR 15.688.979 pada tahun 2012,
2011 dan 2010) 20.783.207 20.310.187 20.862.433
Yen Jepang
(JPY 3.001.711.400 pada tahun 2012,
2011 dan 2010) 34.756.139 38.664.463 36.819.558
Franc Swiss
(CHF 45.902 pada tahun 2012, 2011 dan 2010) 50.302 48.779 49.012
Rupiah
(Rp 1.344.552.714.414 pada tahun 2012,
2011 dan 2010) 139.043.714 148.274.450 149.544.291
Jumlah 1.000.263.703 1.012.928.220 1.012.905.635

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Fasilitas Pinjaman Modal Kerja :


PT Bina Prima Perdana :
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Cabang Hong Kong 18.587.500
Cabang Pekalongan
(Rp 53.122.755.829) 5.908.437
Cabang Karawang (Rp 88.695.795) 9.865
PT Bank Dharmala (Rp 8.000.000.000) 889.779
PT Bank Putera Multikarsa
(Rp 1.197.490.480) 133.188
Catora International BV., Belanda 400.000
Damiano Investments BV., Belanda 200.000
Jumlah pinjaman modal kerja 26.128.769

72
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Fasilitas Letter of Credit :

PT Bina Prima Perdana :


PT Bank Duta (Rp 28.175.026.153) 3.133.692
PT Bank Putera Multikarsa 1.670.669

Jumlah 4.804.361

Lain-lain :
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 1.906.484
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(US$ 198.595 and Rp 27.115.346.119) 3.214.427

Jumlah lain-lain 5.120.911

Jumlah fasilitas letter of credit 9.925.272

Jumlah pinjaman jangka pendek 36.054.041

Pinjaman kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) merupakan pinjaman pada PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, PT Bank Dharmala dan PT Bank Putera Multikarsa yang telah jatuh tempo dan
administrasinya telah dialihkan ke BPPN. Kemudian sesuai dengan skema restrukturisasi utang yang
termuat dalam Master Restructuring Agreement (MRA) tertanggal 23 Mei 2001, utang Entitas Anak
dengan BPPN telah dialihkan kepada BPP pada tahun 2002. Untuk pengalihan tersebut, BPP
menerbitkan Exchangeable Bond (EB) kepada BPPN.

Pada tanggal 30 Nopember 2001, Entitas Anak telah menandatangani Definitive Memorandum of
Agreement (MOA) dengan para pemegang wesel dan BPPN sehubungan dengan rencana
restrukturisasi dari Entitas Anak. Akan tetapi, hal ini belum dilaksanakan oleh Entitas Anak dan MOA
ini secara otomatis dihentikan.

Pada tanggal 26 Pebruari 2004, BPPN mengeluarkan pernyataan pemberitahuan default kepada
PT Bina Prima Perdana. Di dalam surat tersebut dinyatakan bahwa PT Bina Prima Perdana sebagai
holding company tekstil telah gagal membayar kupon Exchangeable Bond (EB) yang jatuh tempo
tanggal 18 Agustus 2003.

Pada tanggal 27 Pebruari 2004, BPPN dibubarkan oleh Pemerintah. Permasalahan-permasalahan yang
sedang ditangani oleh BPPN dan belum terselesaikan, dialihkan kepada suatu lembaga baru
pemerintah yang disebut Perusahaan Pengelola Asset (PPA) dibawah pengawasan Menteri Keuangan.

Berikut adalah informasi penting sehubungan dengan pinjaman :

73
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

a. Fasilitas Kredit Modal Kerja

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Entitas Anak tidak mencatat beban bunga pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang dalam proses
restrukturisasi, dimana pada saat restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan diperhitungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga yang masih harus dibayar
sebesar Rp 50.280.187.912 ditambah US $ 9.031.692,27 (setara dengan US$ 14.623.972), yang
disajikan sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.

PT Bank Dharmala

Entitas Anak tidak mencatat beban bunga pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Dharmala
sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi, dimana pada saat
restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan diperhitungkan. Pada tanggal 31 Desember 2010,
Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar Rp 7.856.714.054 (setara dengan US$ 873.842), dan
disajikan sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.

PT Bank Putera Multikarsa

Entitas Anak tidak mengakui adanya beban bunga dari pinjaman jangka pendek kepada PT Bank
Putera Multikarsa sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi
utang, dimana pada saat restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan diperhitungkan. Pada
tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar Rp 98.149.297 (setara
dengan US$ 10.916), dan disajikan sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.

Catora International BV., Belanda

Pada tanggal 27 Januari 2006, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit modal kerja sebesar
US$ 500.000 dari Catora International BV., Belanda (CIBV) untuk pembelian bahan baku
(impor dan lokal) dan memenuhi kebutuhan operasional seperti pembayaran gaji, tagihan listrik
dan lain-lain. Fasilitas kredit modal kerja ini dibebani bunga sebesar 18% per tahun dengan jatuh
tempo pembayaran pada tanggal 31 Agustus 2006, dan dijamin dengan persediaan senilai
US$ 750.000. Kemudian, fasilitas kredit modal kerja tersebut telah diamandemen pada bulan
Agustus 2006 untuk menyediakan tambahan fasilitas kredit dengan total fasilitas menjadi senilai
US$ 750.000 dan jatuh tempo pembayaran akhir adalah pada tanggal 31 Mei 2007. Entitas Anak
telah membayar US$ 200.000 pada tanggal 14 Agustus 2007, US$ 100.000 pada tanggal
13 September 2007, dan US$ 50.000 pada tanggal 9 April 2008.

Kemudian, pinjaman ini dipindahkan kepada Bapak Marimutu Sinivasan sesuai dengan perjanjian
pengalihan tertanggal 29 Juli 2008.

74
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

a. Fasilitas Kredit Modal Kerja (Lanjutan)

Catora International BV., Belanda (Lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak belum membayar sisa pinjamannya sebesar
US$ 400.000 yang telah jatuh tempo karena kesulitan keuangan atau masalah arus kas. Disamping
itu, Entitas Anak belum memperbaharui perjanjian pinjaman ini.

Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar US$ 149.946 (setara
dengan Rp 1.348.164.450), dan disajikan sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.

Untuk periode yang berakhir pada tanggal 19 Agustus 2011, beban bunga atas pinjaman jangka
pendek dari Catora International BV., Belanda sebesar US$ 51.333 (setara dengan
Rp 425.399.333), dan disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan Entitas Anak dari operasi
yang dihentikan (Catatan 45).

Damiano Investment BV., Belanda

Berdasarkan perjanjian tanggal 8 Januari 2008 antara Entitas Anak (Peminjam), dan Damiano
Investment BV., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson (Monitoring Agent),
pemberi pinjaman setuju untuk menyediakan fasilitas kredit modal kerja sebesar US$ 1.000.000.
Bunga atas pinjaman ini sebesar 25% per tahun dan harus dibayar kembali selama 6 bulan setelah
disetujui atau pada bulan Agustus 2008. Pada tanggal 14 Agustus 2008 dan 1 September 2008,
Entitas Anak telah membayar masing-masing sebesar US$ 700.000 dan US$ 100.000. Dan pada
tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak belum membayar sisa pinjaman masing-masing sebesar
US$ 200.000 tersebut karena kesulitan keuangan atau masalah arus kas.

Untuk periode yang berakhir pada tanggal 19 Agustus 2011, jumlah beban bunga atas pinjaman
jangka pendek dari Damiano Investments BV., Belanda sebesar US$ 35.645 (setara dengan
Rp 287.763.423), dan disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan Entitas Anak dari operasi
yang dihentikan (Catatan 45).

b. Fasilitas Letter of Credit

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Pada bulan Agustus 2000, Entitas Anak memperoleh fasilitas Letter of Credit dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan maksimum kredit sebesar US$ 100.000.000 untuk
mengimpor bahan baku, supplies dan bahan pembantu untuk tekstil dan industri kimia. Fasilitas
Letter of Credit dari BNI yang dijamin BPPN tersebut telah dihentikan oleh BNI pada bulan Maret
2003.

75
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

b. Fasilitas Letter of Credit (Lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (Lanjutan)

Entitas Anak tidak mengakui adanya beban bunga dari pinjaman jangka pendek kepada PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang dalam proses
restrukturisasi utang, dimana pada saat restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan
diperhitungkan. Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar
Rp 17.414.256.284 ditambah US$ 56.730,30 (setara dengan US$ 1.993.585), dan disajikan
sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT Bank Duta dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

Entitas Anak tidak mengakui adanya beban bunga dari pinjaman jangka pendek kepada PT Bank
Duta dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang
dalam proses restrukturisasi utang, dimana pada saat restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan
diperhitungkan. Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar
Rp 22.512.136.671 plus US$ 89.072,89 (setara dengan US$ 2.592.925), dan disajikan sebagai
bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Fasilitas Letter of Credit dari PT Bank Duta dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
dikategorikan sebagai Utang BPPN/PPA dengan Jaminan.

PT Bank Putera Multikarsa

Entitas Anak tidak mengakui adanya beban bunga dari pinjaman jangka pendek kepada PT Bank
Putera Multikarsa sejak tahun 2004 karena Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi
utang, dimana pada saat restrukturisasi utang, beban bunga tidak akan diperhitungkan. Pada
tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar US$ 73.997,97, dan
disajikan sebagai bagian dari biaya masih harus dibayar pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.

Fasilitas Letter of Credit dari PT Bank Putra Multikarsa dikategorikan sebagai Utang BPPN tanpa
jaminan.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan pinjaman jangka pendek dimana laporan
keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat Entitas
Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya (Catatan 45).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

76
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

22. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)

Seluruh pinjaman jangka pendek tersebut di atas dijamin dengan piutang usaha, persediaan, aset tetap,
jaminan pribadi direksi Entitas Anak dan penggadaian saham Entitas Anak sejumlah 5.000.000 lembar
(Catatan 7, 10 dan 16).

23. WESEL BAYAR


2012 2011 2010
US$ US$ US$

PT Bina Prima Perdana :


Dolar Amerika Serikat 5,.000.000
Rupiah (Rp 37.026.286.647) 4.118.150

9.118.150

Lain-lain :
Dolar Amerika Serikat 11.141.085

Jumlah 20.259.235
Dikurangi : wesel bayar yang jatuh tempo
dalam satu tahun (20.259.235 )

Wesel bayar jangka panjang

2012 2011 2010

Tingkat bunga diskonto :


Rupiah 18,75%
Dollar Amerika Serikat 10,50%

Akibat dihentikannya operasi beberapa bank pemegang wesel bayar ini pada tahun 1999,
administrasinya telah dialihkan kepada BPPN. Sesuai dengan skema restrukturisasi utang yang
termuat dalam Master Restructuring Agreement (MRA) tertanggal 23 Mei 2001, pada tahun 2002
utang Entitas Anak berdasarkan program restrukturisasi dengan BPPN telah dialihkan kepada
perusahaan induk (holding company) untuk divisi tekstil yang baru dibentuk (NewCo) yaitu PT Bina
Prima Perdana. Untuk pengalihan tersebut, PT Bina Prima Perdana mengeluarkan Exchangeable Bond
(EB) kepada BPPN.

Wesel bayar tersebut di atas tidak mempunyai jaminan. Bertindak sebagai arranger dari wesel bayar
ini adalah PT Asia Kapitalindo Securities.

Pada tanggal 26 Februari 2004, BPPN mengeluarkan surat pemberitahuan default kepada PT Bina
Prima Perdana. Surat tersebut menyatakan bahwa PT Bina Prima Perdana sebagai perusahaan induk
divisi tekstil telah gagal membayar kupon Exchangeable Bond (EB) yang jatuh tempo pada tanggal
18 Agustus 2003.

77
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

23. WESEL BAYAR (Lanjutan)

Pada tanggal 27 Februari 2004, BPPN dibubarkan oleh Pemerintah. Permasalahan-permasalahan yang
sedang ditangani oleh BPPN dan belum terselesaikan dialihkan kepada suatu lembaga baru pemerintah
yang disebut Perusahaan Pengelola Asset (PPA) dibawah pengawasan Menteri Keuangan.

Entitas Anak tidak mengakui adanya beban bunga dari wesel bayar sejak tahun 2004 karena Entitas
Anak sedang dalam proses restrukturisasi utang, dan beban bunga tidak akan diperhitungkan. Pada
tanggal 31 Desember 2010, Entitas Anak memiliki utang bunga sebesar US$ 732.349 ditambah
Rp 3.082.246.608 (setara dengan US$ 1.075.164), dan disajikan sebagai bagian dari biaya yang masih
harus dibayar pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan wesel bayar dimana laporan keuangan Entitas
Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat Entitas Anak dinyatakan
pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya (Catatan 45).

Wesel bayar diatas dijamin dengan aset tetap Entitas Anak (Catatan 16).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka pendek tidak ditentukan secara individual karena nilai
tercatatnya dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

24. UTANG TIDAK TERJAMIN DAN WESEL BAYAR


2012 2011 2010
US$ US$ US$

The Hongkong and Shanghai Banking


Corporation Limited 22.169.338 21.945.011 21.077.129

Perusahaan telah mengambil langkah untuk implementasi Rencana Perdamaian (Composition Plan)
yang telah disetujui oleh para kreditur tidak terjamin Perusahaan dan diratifikasi oleh Pengadilan
Niaga. Pada tanggal 29 September 2006, utang tidak terjamin yang terdiri dari Bank, PT Bina Prima
Perdana, sewa guna usaha dan wesel bayar sebesar US$ 18.670.630 telah direstrukturisasi ke dalam
wesel bayar dengan tingkat bunga tetap (Fixed Rate Notes) dan berada dibawah pengawasan
(Custodian) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Hong Kong.

Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, utang tidak terjamin setelah restrukturisasi masing-
masing sebesar US$ 22.169.338, US$ 21.945.011 and US$ 21.077.129, yang terdiri dari utang pokok
US$ 18.670.630 ditambah dengan utang bunga yang dikapitalisasi masing-masing sebesar
US$ 3.498.708 pada tahun 2012, US$ 3.274.381 pada tahun 2011 dan US$ 2.406.499 pada tahun
2010.

Berdasarkan hasil rapat antara Perusahaan (Peminjam) dan The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited (Pemberi Pinjaman) pada tanggal 30 Januari 2009, Pemberi pinjaman setuju
untuk menunda tanggal angsuran pokok pinjaman atas utang tidak terjamin dan wesel bayar untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dengan mengganti tanggal angsuran pokok utang menjadi sebagai berikut :

78
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

24. UTANG TIDAK TERJAMIN DAN WESEL BAYAR (Lanjutan)


Tahun Tingkat Pengembalian
2012 5,00%
2013 17,50%
2014 17,50%
2015 17,50%
2016 20,00%
2017 22,50%

Kemudian, berdasarkan hasil rapat antara Perusahaan (Peminjam) dan The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited (Pemberi Pinjaman) pada tanggal 23 Desember 2011, Pemberi pinjaman
setuju untuk menunda kembali tanggal angsuran pokok pinjaman atas utang tidak terjamin dan wesel
bayar untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dengan mengganti tanggal angsuran pokok utang menjadi
sebagai berikut :
Tahun Tingkat Pengembalian
2015 5,00%
2016 17,50%
2017 17,50%
2018 17,50%
2019 20,00%
2020 22,50%

Seluruh utang tidak terjamin dan wesel bayar dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, beban bunga atas utang tidak
terjamin dan wesel bayar masing-masing sebesar US$ 885.278 dan US$ 861.026, dan disajikan
sebagai bagian dalam beban keuangan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (Catatan
43).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai
kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, dengan menggunakan metode suku
bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan
pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan
yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

25. PINJAMAN MODAL KERJA


2012 2011 2010
US$ US$ US$
Pihak yang berelasi :
Damiano Investments BV., Belanda 17.340.000 23.000.000 40.610.862
Dikurangi : Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun (17.340.000) (8.500.000) (4.333.000)
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 14.500.000 36.277.862

79
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

25. PINJAMAN MODAL KERJA (Lanjutan)

Berdasarkan Rencana Perdamaian yang telah disetujui oleh para kreditur, Damiano Investments BV.,
Belanda setuju untuk menyediakan pinjaman modal kerja sebesar US$ 15.000.000 kepada Perusahaan.
Suku bunga yang dibebankan atas pinjaman tersebut adalah 9% setahun sampai dengan
diimplementasikannya Rencana Perdamaian. Setelah Rencana Perdamaian diimplementasikan, tingkat
suku bunga dan pembayaran pokok pinjaman akan mengikuti surat utang baru atas pinjaman yang
direstrukturisasi. Namun, pinjaman modal kerja tersebut telah dilunasi penuh oleh Perusahaan pada
tahun 2011.

Disamping pinjaman modal kerja diatas, Damiano Investments BV., Belanda juga telah memberikan
tambahan pinjaman modal kerja sebesar US$ 10.687.669,23 kepada Perusahaan dengan suku bunga
sebesar 15% setahun. Bagian dari pinjaman modal kerja ini sebesar US$ 6.777.924,23 telah dilunasi
oleh Perusahaan pada tahun 2011, dan sisanya sebesar US$ 3.909.745 telah dilunasi oleh Perusahaan
pada tahun 2012.

Damiano Investments BV., Belanda juga memberikan pinjaman uang muka sebesar US$ 3.336.000.
Kemudian, berdasarkan perjanjian penghentian uang muka pada tanggal 1 Januari 2008, Damiano
Investments BV., Belanda setuju untuk memindahkan pinjaman uang muka tersebut ke dalam
perjanjian pinjaman modal kerja. Atas pinjaman modal kerja ini telah dilunasi oleh Perusahaan pada
tahun 2012.

Berdasarkan perjanjian penghentian uang muka pada tanggal 1 Januari 2008, Damiano Investments
BV., Belanda juga setuju untuk memindahkan jumlah pokok utang atas fasilitas prefinance dari Catora
International BV., Belanda beserta bunganya masing-masing sebesar US$ 4.000.000 dan
US$ 2.399.255 ke dalam perjanjian pinjaman modal kerja. Atas pinjaman modal kerja ini telah
dilunasi oleh Perusahaan pada tahun 2012.

Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 14 Agustus 2008 dan 19 September 2008, Perusahaan
mendapatkan tambahan pinjaman modal kerja dari Damiano Investments BV., Belanda masing-
masing sebesar US$ 700.000 dan US$ 155.000. Atas pinjaman modal kerja ini telah dilunasi oleh
Perusahaan pada tahun 2012.

Sepanjang tahun 2009, Damiano Investments BV., Belanda juga telah menyediakan pinjaman modal
kerja sebesar US$ 1.625.000 sebagai bagian dari Third Loan Agreement diatas. Sebagian dari
pinjaman modal kerja ini yaitu sebesar US$ 1.257.839 telah dibayarkan oleh Perusahaan pada tahun
2009 dan sisanya sebesar US$ 367.161 dibayarkan oleh Perusahaan pada tahun 2010.

Sepanjang tahun 2010, Damiano Investments BV., Belanda juga telah menyediakan pinjaman modal
kerja sebesar US$ 4.333.000 sebagai bagian dari Third Loan Agreement atas belanja barang modal.
Pinjaman ini telah dibayarkan secara bertahap sejak bulan Pebruari 2011 sampai dengan Juni 2011.

Sepanjang tahun 2011, Damiano Investments BV., Belanda juga telah menyediakan pinjaman modal
kerja sebesar US$ 8.500.000 sebagai bagian dari Third Loan Agreement atas belanja barang modal.
Bagian dari pinjaman modal kerja ini sebesar US$ 4.100.000 telah dilunasi oleh Perusahaan pada
tahun 2012, dan sisanya sebesar US$ 4.400.000 akan dilunasi oleh Perusahaan pada bulan
Desember 2013.

80
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

25. PINJAMAN MODAL KERJA (Lanjutan)

Sepanjang tahun 2012, Damiano Investments BV., Belanda juga telah menyediakan pinjaman modal
kerja sebesar US$ 12.940.000 sebagai bagian dari Third Loan Agreement untuk belanja barang modal.
Pinjaman ini akan dibayarkan oleh Perusahaan pada bulan Desember 2013.

Seluruh pinjaman modal kerja dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, beban bunga atas
pinjaman modal kerja dari Damiano Investment BV., Belanda masing-masing sebesar US$ 2.936,962
dan US$ 4.586.244, dan disajikan sebagai beban keuangan pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian (Catatan 43).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai
kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, dengan menggunakan metode suku
bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan
pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan
yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pada tahun 2012, 2011 dan 2010, pinjaman modal kerja dari Damiano Investments BV., Belanda
menggunakan piutang usaha, persediaan dan aset tetap Perusahaan sebagai jaminan (Catatan 7, 10 dan
16).

26. UTANG KREDIT PEMBIAYAAN


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Utang kredit pembiayaan :


PT Andalan Finance Indonesia 59.272 45.758 66.909
PT Astra Sedaya Finance 17.010 31.973 8.814
PT Staco Estetika Sedaya Finance 6.946 27.828 46.194
PT Toyota Astra Financial Service 36.958 8.404

Jumlah utang kredit pembiayaan 120.186 105.559 130.321

Dikurangi : Utang kredit pembiayaan yang jatuh


tempo dalam satu tahun
PT Andalan Finance Indonesia (33.586) (22.780) (20.758)
PT Astra Sedaya Finance (11.043) (13.834) (5.567)
PT Staco Estetika Sedaya Finance (6.946) (20.421) (18.155)
PT Toyota Astra Financial Service (13.076) (8.404)

Jumlah utang kredit pembiayaan yang jatuh


tempo dalam satu tahun (64.651) (57.035) (52.884)

Utang kredit pembiayaan setelah dikurangi


bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 55.535 48.524 77.437

81
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

26. UTANG KREDIT PEMBIAYAAN (Lanjutan)

Berdasarkan perjanjian tanggal 5 Agustus 2008, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Astra Sedaya Finance untuk membeli sebuah mobil (Honda All New CRV) dengan harga beli
sebesar Rp 200.200.000 dan suku bunga efektif sebesar 8,25% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 30 Agustus 2008 sampai dengan 30 Juli 2012. Pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar Rp Nihil,
Rp 29.195.845 (setara dengan US$ 3.219) dan Rp 79.245.841 (setara dengan US$ 8.814).

Berdasarkan perjanjian tanggal 28 Desember 2009, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Toyota Astra Financial Services untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 164.850.000 dan suku bunga efektif sebesar 6,00% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 30 Desember 2009 sampai dengan 30 Nopember 2011. Pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar
Rp Nihil, Rp Nihil dan Rp 75.556.250 (setara dengan US$ 8.404).

Berdasarkan perjanjian tanggal 24 Mei 2010, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Staco Estetika Sedaya Finance untuk membeli sebuah mobil (Toyota Fortuner) dengan harga beli
sebesar Rp 513.000.000 dan suku bunga efektif sebesar 12,83% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 28 Mei 2010 sampai dengan 28 April 2013. Pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar
Rp 67.160.963 (setara dengan US$ 6.946), Rp 252.341.940 (setara dengan US$ 27.828) dan
Rp 415.331.575 (setara dengan US$ 46.194).

Berdasarkan perjanjian tanggal 14 Desember 2010, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Andalan Finance Indonesia untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 137.547.400 dan suku bunga efektif sebesar 10,04% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 10 Desember 2010 sampai dengan 10 Nopember 2013. Pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar
Rp 46.118.818 (setara dengan US$ 4.769), Rp 91.836.615 (setara dengan US$ 10.127) dan
Rp 133.141.400 (setara dengan US$ 14.808).

Berdasarkan perjanjian tanggal 14 Desember 2010, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Andalan Finance Indonesia untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 137.547.400 dan suku bunga efektif sebesar 10,04% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 10 Desember 2010 sampai dengan 10 Nopember 2013. Pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar
Rp 46.118.818 (setara dengan US$ 4.770), Rp 91.836.615 (setara dengan US$ 10.128) dan
Rp 133.141.400 (setara dengan US$ 14.809).

Berdasarkan perjanjian tanggal 14 Desember 2010, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Andalan Finance Indonesia untuk membeli sebuah mobil (Toyota Fortuner) dengan harga beli
sebesar Rp 346.385.800 dan suku bunga efektif sebesar 10,03% setahun, yang dibayar secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 10 Desember 2010 sampai dengan 10 Nopember 2013. Pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar
Rp 116.130.040 (setara dengan US$ 12.009), Rp 231.261.986 (setara dengan US$ 25.503) dan
Rp 335.291.800 (setara dengan US$ 37.292).

82
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

26. UTANG KREDIT PEMBIAYAAN (Lanjutan)

Berdasarkan perjanjian tanggal 16 Juni 2011, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Astra Sedaya Finance untuk membeli sebuah mobil (Isuzu Elf) dengan harga beli sebesar
Rp 185.598.390 dan suku bunga efektif sebesar 10,24% setahun, yang dibayarkan secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 19 Juli 2011 sampai dengan 19 Juni 2014. Pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar Rp 99.884.706
(setara dengan US$ 10.329) dan Rp 158.471.324 (setara dengan US$ 17.476).

Berdasarkan perjanjian tanggal 20 Juni 2011, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Astra Sedaya Finance untuk membeli sebuah mobil (Toyota Avanza) dengan harga beli sebesar
Rp 119.640.000 dan suku bunga efektif sebesar 10,74% setahun, yang dibayarkan secara cicilan
setiap bulannya terhitung dari tanggal 22 Juli 2011 sampai dengan 22 Juni 2014. Pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang kredit pembiayaan masing-masing sebesar Rp 64.605.671
(setara dengan US$ 6.681) dan Rp 102.266.933 (setara dengan US$ 11.278).

Berdasarkan perjanjian tanggal 30 Juli 2012, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Toyota Astra Finance Services untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 232.700.000 dan suku bunga efektif sebesar 10,24% setahun, yang dibayarkan secara
cicilan setiap bulannya terhitung dari tanggal 24 Juli 2012 sampai dengan 24 Juni 2015. Pada tanggal
31 Desember 2012, saldo utang kredit pembiayaan sebesar Rp 160.872.118 (setara dengan
US$ 16.637).

Berdasarkan perjanjian tanggal 30 Juli 2012, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Toyota Astra Finance Services untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 284.250.000 dan suku bunga efektif sebesar 10,24% setahun, yang dibayarkan secara
cicilan setiap bulannya terhitung dari tanggal 24 Juli 2012 sampai dengan 24 Juni 2015. Pada tanggal
31 Desember 2012, saldo utang kredit pembiayaan sebesar Rp 196.507.062 (setara dengan
US$ 20.321).

Berdasarkan perjanjian tanggal 12 Nopember 2012, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Andalan Finance Indonesia untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 295.000.000 dan suku bunga efektif sebesar 9,14% setahun, yang dibayarkan secara
cicilan setiap bulannya terhitung dari tanggal 19 Nopember 2012 sampai dengan 19 Oktober 2015.
Pada tanggal 31 Desember 2012, saldo utang kredit pembiayaan sebesar Rp 208.935.649 (setara
dengan US$ 21.607).

Berdasarkan perjanjian tanggal 12 Nopember 2012, Perusahaan memperoleh kredit pembiayaan dari
PT Andalan Finance Indonesia untuk membeli sebuah mobil (Toyota Innova) dengan harga beli
sebesar Rp 214.600.000 dan suku bunga efektif sebesar 10,24% setahun, yang dibayarkan secara
cicilan setiap bulannya terhitung dari tanggal 3 Desember 2012 sampai dengan 3 Desember 2015.
Pada tanggal 31 Desember 2012, saldo utang kredit pembiayaan sebesar Rp 155.855.000 (setara
dengan US$ 16.117).

Jumlah beban bunga atas utang kredit pembiayaan yang telah dibayar untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp 118.812.998 (setara dengan
US$ 12.287) dan Rp 136.723.195 (setara dengan US$ 15.140), dan disajikan pada beban keuangan
pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (Catatan 43).

83
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

26. UTANG KREDIT PEMBIAYAAN (Lanjutan)

Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang utang kredit pembiayaan pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010 ditentukan dengan memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian, dengan menggunakan metorde suku bunga pasar yang efektif
tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan yang dinyatakan
sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

27. UTANG SEWA PEMBIAYAAN

Perusahaan Sewa Pembiayaan Jenis aset 2012 2011 2010


US$ US$ US$
PT Perjahl Leasing Indonesia Mesin 1.233.718
PT Piranti Mulia Bisnisindo Mesin 1.165.187
PT Hanil Bakrie Finance Corporation Mesin 970.270
PT Koexim Mandiri Finance Mesin 602.339
PT GE Astra Finance Mesin 329.467
Jumlah 4.300.981
Dikurangi : Utang sewa pembiayaan yang jatuh
tempo dalam satu tahun (4.300.981)

Utang sewa pembiayaan jangka panjang setelah


dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun

Pada tanggal 31 Desember 2010, suku bunga dan periode sewa pembiayaan adalah sebagai berikut :

Penyewa Suku bunga Jatuh tempo

PT Hanil Bakrie Finance Corporation SIBOR + 2 % 2007


PT Koexim Mandiri Finance SIBOR + 2,55% 2004
PT Perjahl Leasing Indonesia SIBOR + 2,8125% 2003
PT Piranti Mulia Binisindo SIBOR + 2% 2005
PT GE Astra Finance SIBOR + 4,75% untuk 2002
tahun 1999, SIBOR +
2,75% dari tahun
2000 sampai tahun 2002

Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa yang akan datang per 31 Desember 2012, 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut :

84
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

27. UTANG SEWA PEMBIAYAAN (Lanjutan)

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Jumlah pembayaran minimum 4.891.397


Dikurangi : Bunga sewa pembiayaan (590.416)

Utang sewa pembiayaan 4.300.981


Dikurangi : Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun (4.300.981)

Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian


yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pada tahun 2007, PT Koexim BDN Finance (dahulu PT Koexim Mandiri Finance) mengajukan
tuntutan kepada Pengadilan Tinggi Jakarta untuk pengembalian aset sewa pembiayaannya.

Pada tahun 2010, PT Hanil Bakrie Finance Corporation bersama dengan PT Koexim BDN Finance
(dahulu PT Koexim Mandiri Finance) mengajukan tuntutan pailit melalui Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat kepada Entitas Anak. Dan pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah
mengumumkan bahwa Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) telah dinyatakan pailit dan insolvensi.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan utang sewa pembiayaan dimana laporan
keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat Entitas
Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya (Catatan 45).

Nilai tercatat dari utang sewa pembiayaan tidak ditentukan secara individual karena nilai tercatatnya
dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya.

Rincian utang sewa pembiayaan menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Dolar Amerika Serikat 4.300.981

28. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG

Pada tanggal 20 Juni 2000, Menteri Tenaga Kerja menerbitkan Keputusan No. Kep-150/Men/2000
mengenai aturan besarnya kompensasi disertai ketentuan yang mendasari pemberian kompensasi
tersebut, yang mengharuskan entitas untuk membayar uang jasa dan kompensasi sehubungan dengan
pengunduran diri karyawan atas dasar jumlah tahun masa kerja dan gaji, apabila pengunduran diri
memenuhi ketentuan yang diatur dalam Keputusan tersebut.

85
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

28. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG (Lanjutan)

Kemudian pada bulan April 2003, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 menggantikan Keputusan No. KEP-150/Men/2000.

Perusahaan mempunyai perencanaan pension imbalan pasti yang melindungi seluruh karyawan tetap
yang mempunyai syarat. Saldo imbalan pasca kerja jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 2010 masing-masing sebesar US$ 10.274.737, US$ 8.561.749, dan US$ 8.189.736 dihitung
oleh aktuaris independen secara tahunan, seperti yang terdapat pada laporan aktuaris tertanggal
8 Maret 2013.

Jumlah yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 18.296.212 15.100.623 12.809.715
Biaya jasa lalu yang belum diakui (1.616.334) (1.955.813) (2.206.725)
Kerugian aktuarial yang belum diakui (6.405.141) (4.583.061) (2.413.254)
Liabilitas bersih 10.274.737 8.561.749 8.189.736

Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$
Saldo Awal 15.100.623 12.809.715 8.143.997
Entitas Anak yang tidak dikonsolidasi (1.652.239)
Selisih kurs translasi (940.080) (127.873) 370.470
Biaya jasa kini 1.387.440 1.273.683 1.179.859
Biaya bunga 960.116 962.304 722.058
Kerugian actuarial yang diakui 2.279.745 2.269.428 2.998.329
Pembayaran manfaat (491.632) (434.395) (604.998)
Saldo akhir 18.296.212 15.100.623 12.809.715

Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, seluruh liabilitas imbalan pasti tidak didanai
sehingga tidak terdapat nilai wajar dari aset yang direncanakan.

Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$
Biaya jasa kini 1.387.440 1.273.683 1.179.859
Biaya bunga 960.116 962.304 722.058
Biaya jasa lalu 217.721 232.174 185.221
Kerugian kurtailmen dan penyelesaian 172.350 79.129 48.942
Jumlah (Catatan 42) 2.737.627 2.547.290 2.136.080

86
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

28. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG (Lanjutan)

Mutasi liabilitas bersih di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut :

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Saldo awal 8.561.749 8.189.736 6.368.931


Saldo Entitas Anak yang tidak dikonsolidasi (1.652.239)
Selisih kurs translasi (533.007) (88.643) 289.723
Pembayaran manfaat (491.632) (434.395) (604.998)
Beban tahun berjalan 2.737.627 2.547.290 2.136.080

Saldo akhir 10.274.737 8.561.749 8.189.736

Perhitungan aktuaria tersebut di atas telah dihitung oleh aktuaris PT Sienco Aktuarindo Utama pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 dengan menggunakan asumsi sebagai berikut :

Tingkat diskonto : 6,10% setahun pada tahun 2012, 6,90% setahun pada tahun 2011, dan
8,90% setahun pada tahun 2010
Tingkat kenaikan gaji : 8.00% setahun pada tahun 2012, 2011 dan 2010
Tingkat mortalita : The 1980 Commissioners Standard Ordinary Mortality Table.
Usia pensiun normal : 10% pada usia 20 tahun dan menurun sampai dengan usia 54 tahun
Tingkat kemungkinan
pengunduran diri : 1% dari tingkat mortalita
Metode pendanaan : Projected Unit Credit

Asumsi yang berhubungan dengan pengalaman mortalitas masa depan ditentukan berdasarkan saran
aktuaris menurut statistic yang telah diterbitkan dan pengalaman setiap wilayah. Di Indonesia, asumsi
mortalitas yang digunakan adalah berdasarkan The 1980 Commissioners Standard Ordinary Mortality
Table.

Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah
memadai dan juga berpendapat bahwa provisi atas uang jasa telah memadai untuk menutup liabilitas
yang ditentukan oleh UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Sensitivitas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terhadap perubahan asumsi utama
sebesar 1% adalah sebagai berikut :

Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto


Deskripsi 5,10% 7,10%
US$ % US$ %

Nilai kini kewajiban pasti 20.202.437 10,42% 16.651.745 (8,99%)


Biaya jasa kini 1.562.980 12,65% 1.241.350 (10,53%)

87
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

28. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG (Lanjutan)

2012 2011 2010 2009 2008


US$ US$ US$ US$ US$

Nilai kini kewajiban imbalan pasti 18.296.212 15.100.623 12.809.715 8.143.997 7.347.382
Nilai wajar aset program

Defisit program 18.296.212 15.100.623 12.809.715 8.143.997 7.347.382

Penyesuaian pengalaman pada liabilitas


program 1.158.683 (65.731) 1.649.536 681.563 (65.020)

Penyesuaian pengalaman pada aset program

29. PERPAJAKAN

a. Pajak Dibayar Di Muka


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Lebih bayar atas pajak penghasilan badan


2008 104.455
2009 2.122.264
2010 3.997.374 4.018.172
2011 3.988.440 3.988.440
2012 4.911.387
Pajak pertambahan nilai 5.886.221 5.216.579 7.825.871

Jumlah pajak dibayar dimuka 14.786.048 13.202.393 14.070.762

b. Utang Pajak
2012 2011 2010
US$ US$ US$

Pajak penghasilan pasal 21 127.291 104.109 243.011


Pajak penghasilan pasal 23 61.260 64.596 121.927
Pajak penghasilan pasal 26 143.125 254.953 259.272
Pajak penghasilan pasal 4(2) 1.565
Pajak pertambahan nilai 1.419.419 1.513.650 1.680.596
Denda pajak 216.688

Jumlah utang pajak 1.751.095 1.937.308 2.523.059

88
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan

Rekonsiliasi antara rugi sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal yang dihitung oleh Perusahaan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:

2012 2011
US$ US$

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut


laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (41.759.997 ) (36.178.327 )
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan
Eliminasi dengan operasi yang dihentikan (122.068.657 )

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut


laporan laba rugi komprehensif Perusahaan (41.759.997 ) (158.246.984)

Penyesuaian fiskal terdiri dari:


Beda tetap :
Beban yang tidak diperkenankan
(penghasilan kena pajak final) :
Rugi (laba) bersih atas selisih kurs (50.856.056 ) 5.722.906
Perjamuan dan representasi 107.849 106.338
Sumbangan 12.719 19.725
Beban penyisihan penurunan nilai (30.499)
Beban pajak 920.620 2.493.421
Penghapusan utang (383.000 ) (349.556)
Penghasilan bunga (31.754 ) (21.064)

(50.229.622 ) 7.941.271

Beda waktu :
Beban penyusutan aset tetap 36.996.057 41.983.699
Amortisasi beban tangguhan (131.555 ) (138.478)
Aset tidak berwujud (12.750 )
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 1.712.988 2.057.666

38.564.740 43.902.887

Taksiran rugi fiskal tahun berjalan sebelum


kompensasi kerugian tahun sebelumnya (53.424.879 ) (106.402.826)
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (146.189.664 ) (39.786.838)

Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (199.614.543) (146.189.664)

89
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

2012 2011
US$ US$

Taksiran pajak penghasilan badan

Pajak dibayar dimuka :


Pajak penghasilan pasal 22 (4,903,200) (3,988,440)
Pajak penghasilan pasal 23 (8,187)

Jumlah pajak dibayar dimuka (4,911,387) (3,988,440)

Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (4,911,387) (3,988,440)

Rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang dilaporkan pada SPT
pajak penghasilan badan adalah sebesar Rp 981.369.261.111 (setara dengan US$ 107.902.063),
dan SPT tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan April 2012. Atas perbedaan
tersebut, Perusahaan tidak melakukan pembetulan SPT.

Rekonsiliasi jumlah estimasi rugi fiskal antara jumlah yang diperhitungkan berdasarkan mata
uang fungsional / penyajian dengan mata uang untuk tujuan perpajakan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut :

31 Desember 2012
Mata uang Mata uang Mata uang
Kurs
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak fungsional
Rp Rp US$ US$

Rugi sebelum pajak penghasilan


menurut laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian (800.263.385.084 ) (41.759.997 ) (41.759.997 )
Laba Entitas Anak sebelum
pajak penghasilan
Eliminasi dengan operasi yang
Dihentikan
Rugi sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi
komprehensif Perusahaan (800.263.385.084 ) (41.759.997 ) (41.759.997 )

90
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

31 Desember 2012
Mata uang Mata uang Mata uang
Kurs
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak fungsional
Rp Rp US$ US$

Penyesuaian fiskal terdiri dari:


Beda tetap :
Beban yang tidak
diperkenankan(penghasilan
kena pajak final) :
Laba bersih atas selisih kurs (50.856.056 ) (50.856.056 )
Perjamuan dan representasi 1.010.866.399 9.373 107.849 107.849
Sumbangan 120.247.500 9.454 12.719 12.719
Beban pajak 8.331.874.273 9.050 920.620 920.620
Penghapusan hutang (3.483.385.000 ) 9.095 (383.000 ) (383.000 )
Penghasilan bunga (299.613.563 ) 9.435 (31.754 ) (31.754 )
5.679.989.609 (50.229.622 ) (50.229.622 )

Beda waktu :
Beban penyusutan aset tetap 254.626.452.689 6.883 36.996.057 36.996.057
Amortisasi beban tangguhan (295.053.242 ) 2.243 (131.555 ) (131.555 )
Aset Tidak Berwujud (115.500.000 ) 9.059 (12.750 ) (12.750 )
Liabilitas imbalan pasca kerja
jangka panjang 21.718.769.343 12.679 1.712.988 1.712.988
275.934.668.790 38.564.740 38.564.740

Taksiran rugi fiskal Perusahaan


sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya (518.648.726.685 ) 9.708 (53.424.879 ) (53.424.879 )
Akumulasi rugi fiskal tahun
sebelumnya (1.407.879.574.216 ) 9.631 (146.189.664 ) (146.189.664 )
Jumlah taksiran akumulasi
rugi fiskal (1.926.528.300.901) (199.614.543) (199.614.543)

Taksiran pajak penghasilan badan

Pajak dibayar dimuka :


Pajak penghasilan pasal 22 (44.580.486.515) 9.092 (4.903.200) (4.903.200)
Pajak penghasilan pasal 23 (78.750.000) 9.618 (8.187) (8.187)
Jumlah pajak dibayar dimuka (44.659.236.515) (4.911.387) (4.911.387)

Taksiran lebih bayar pajak


Penghasilan badan (44.659.236.515) (4.911.387) (4.911.387)

91
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

31 Desember 2011
Mata uang Mata uang Mata uang
Kurs
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak fungsional
Rp Rp US$ US$

Rugi sebelum pajak penghasilan


menurut laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian (113.868.012.074 ) (36.178.327 ) (36.178.327 )
Laba Entitas Anak sebelum
pajak penghasilan
Eliminasi dengan operasi yang
Dihentikan (1.110.367.644.627 ) (122.068.657 ) (122.068.657 )
Rugi sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi
komprehensif Perusahaan (1.224.235.656.701 ) (158.246.984) (158.246.984)
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap :
Beban yang tidak
diperkenankan (penghasilan
kena pajak final) :
Laba bersih atas selisih kurs 5.722.906 5.722.906
Perjamuan dan representasi 933.029.594 8.774 106.338 106.338
Sumbangan 173.275.000 8.785 19.725 19.725
Beban penyisihan penurunan
nilai (274.213.845 ) 8.991 (30.499) (30.499)
Beban pajak 21.806.504.613 8.746 2.493.421 2.493.421
Penghapusan hutang (3.095.834.930 ) 8.857 (349.556) (349.556)
Penghasilan bunga (185.188.989 ) 8.792 (21.064) (21.064)
19.357.571.443 7.941.271 7.941.271

Beda waktu :
Beban penyusutan aset tetap 218.295.231.725 5.200 41.983.699 41.983.699
Amortisasi beban tangguhan (310.582.360 ) 2.243 (138.478) (138.478)
Liabilitas imbalan pasca
kerja jangka panjang 19.159.732.318 9.311 2.057.666 2.057.666
237.144.381.683 43.902.887 43.902.887

Taksiran rugi fiskal tahun berjalan


sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya (967.733.703.575 ) 9.095 (106.402.826) (106.402.826)
Akumulasi rugi fiskal tahun
sebelumnya (440.145.870.641 ) 11.063 (39.786.838) (39.786.838)

Jumlah taksiran akumulasi


rugi fiskal (1.407.879.574.216) (146.189.664) (146.189.664)

92
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

31 Desember 2011
Mata uang Mata uang Mata uang
Kurs
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak fungsional
Rp Rp US$ US$

Taksiran pajak penghasilan badan

Pajak dibayar dimuka :


Pajak penghasilan pasal 22 (36.167.173.650) 9.068 (3.988.440) (3.988.440)
Pajak penghasilan pasal 23

Jumlah pajak dibayar dimuka (36.167.173.650) (3.988.440) (3.988.440)

Taksiran lebih bayar pajak


Penghasilan badan (36.167.173.650) (3.988.440) (3.988.440)

d. Aset (liabilitas) Pajak Tangguhan

Perhitungan jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan dengan tarif pajak maksimal sebesar 25%
pada tahun 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut :

2 0 1 2
Dikreditkan
(dibebankan) pada
laporan laba rugi
Pada tanggal komprehensif Pada tanggal
31 Desember 2011 konsolidasian 31 Desember 2012
US$ US$ US$

Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:


Akumulasi rugi fiskal 36.547.416 13.356.200 49.903.636
Penyisihan Penilaian (36.547.416) (13.356.220) (49.903.636)
Beban Penyusutan Aset Tetap (9.402.121) 9.249.015 (153.106)
Amortisasi Beban Tangguhan 837.119 (32.889) 804.230
Aset Tidak Berwujud (3.187) (3.187)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Jangka Panjang 2.140.437 428.247 2.568.684

Total deferred tax assets (liabilities) (6.424.565) 9.641.186 3.216.621

93
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan (Lanjutan)

2 0 1 1

Dikreditkan
(dibebankan) pada
Pada tanggal laporan laba rugi Pada tanggal
31 Desember komprehensif Tidak 31 Desember
2010 konsolidasian dikonsolidasi 2011
US$ US$ US$ US$

Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:


Akumulasi rugi fiskal 9.946.710 26.600.706 36.547.416
Penyisihan Penilaian (9.946.710) (26.600.706) (36.547.416)
Beban Penyusutan Aset Tetap (19.898.045) 10.495.924 (9.402.121)
Amortisasi Beban Tangguhan 871.739 (34.620) 837.119
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Jangka Panjang 1.626.021 514.416 2.140.437

(17.400.285) 10.975.720 (6.424.565)

Entitas Anak :
TJ 14.552.116 (1.084.290) (13.467.826)
TGB 18.215 922 (19.137)

14.570.331 (1.083.368) (13.486.963)

Jumlah aset (liabilitas) pajak tangguhan (2.829.954) 9.892.352 (13.486.963) (6.424.565)

2 0 1 0
Dikreditkan
(dibebankan) pada
laporan laba rugi
Pada tanggal komprehensif Pada tanggal
31 Desember 2009 konsolidasian 31 Desember 2010
US$ US$ US$

Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:


Akumulasi rugi fiskal 22.669.329 (18.939.421) 3.729.908
Penyisihan Penilaian (22.669.329) 18.939.421 (3.729.908)
Beban Penyusutan Aset Tetap (30.759.842) 10.861.797 (19.898.045)
Amortisasi Beban Tangguhan 908.180 (36.441) 871.739
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Jangka Panjang 1.216.623 409.398 1.626.021

(28.635.039) 11.234.754 (17.400.285)

Entitas Anak :
TJ 16.323.874 (1.771.758) 14.552.116
TGB 17.422 793 18.215

16.341.296 (1.770.965) 14.570.331

Jumlah aset (liabilitas) pajak tangguhan (12.293.743) 9.463.789 (2.829.954)

94
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan (Lanjutan)

Tidak ada pajak penghasilan yang dibebankan/(dikreditkan) pada pendapatan komprehensif


lainnya selama tahun berjalan.

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan aset pajak tangguhan dimana laporan
keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat
Entitas Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya
(Catatan 45).

Pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah
berdasarkan perkiraan dari manajemen akan hasil di masa mendatang termasuk perkiraan atas
tingkat produksi dan harga komoditi atas produk Perusahaan dan Entitas Anak, waktu dan sifat
penyelesaian atas liabilitas pajak tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak serta strategi
perencanaan pajak. Berdasarkan perkiraan tersebut, manajemen berpendapat bahwa kemungkinan
besar Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat merealisasikan aset pajak tangguhannya yang
timbul dari rugi fiskal kumulatif. Oleh karena itu, manajemen membentuk penyisihan penilaian
yang masing-masing sebesar US$ 49.903.636, US$ 36.547.416, dan US$ 9.946.710 yang
dicadangkan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010.

Dasar rincian atas pengakuan dari aset pajak tangguhan ditelaah secara regular oleh manajemen.

Rekonsiliasi antara jumlah beban (penghasilan) dan jumlah yang dihitung dengan
menggunakan tarif pajak efektif terhadap laba (rugi) sebelum pajak penghasilan adalah
sebagai berikut :

2012 2011
US$ US$
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (41.759.997 ) (36.178.327 )
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan
Eliminasi dengan operasi yang dihentikan (122.068.657 )
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif Perusahaan (41.759.997 ) (158.246.984)
Keuntungan pajak pada tarif 25% (10.439.999 ) (39.561.746)
Rugi pajak pada tarif 25% 13.356.219 26.600.706
Pengaruh pajak atas beban yang tidak
diperkenankan (penghasilan kena pajak final) : (12.557.406) 1.985.320
Jumlah penghasilan pajak dari operasi normal (9.641.186) (10.975.720)
Jumlah beban pajak dari operasi yang
dihentikan (Catatan 45) 1.083.368
Jumlah penghasilan pajak (9.641.186) 9.892.352

95
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

e. Penghasilan (Beban) Pajak


2012 2011
US$ US$

Operasi yang dilanjutkan :


Beban pajak penghasilan kini :
Perusahaan
Entitas Anak


Penghasilan (beban) pajak tangguhan :
Perusahaan 9.641.186 10.975.720
Entitas Anak

9.641.186 10.975.720

Jumlah penghasilan pajak dari operasi normal 9.641.186 10.975.720


Jumlah beban pajak dari operasi yang dihentikan
(Catatan 45) (1.083.368)

Jumlah penghasilan pajak 9.641.186 9.892.352

f. Surat Ketetapan Pajak

a. Perusahaan

Pada tanggal 7 Nopember 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk bulan
Maret 2012. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00004/104/12/092/12,
Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 20.905.432. Atas utang pajak
tersebut telah dibayarkan pada tanggal 28 Nopember 2012.

Pada tanggal 5 September 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Agustus 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00028/407/11/092/12,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 17.500.076.809. Atas kelebihan
bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada tanggal 27 September 2012.

Pada tanggal 30 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000108/503/10/511/12, Perusahaan tidak
mempunyai tambahan utang pajak.

96
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 30 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000152/501/10/511/12, Perusahaan tidak
mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 30 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 4(2) untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000109/540/10/511/12, Perusahaan tidak
mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000075/504/10/092/12, Perusahaan tidak
mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00033/406/10/092/12, Perusahaan
mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 35.914.770.914. Atas kelebihan bayar pajak
tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan hutang pajak lainnya untuk
tahun fiskal 2010 dengan total sebesar Rp 2.740.502.844. Dan atas sisanya sebesar
Rp 33.174.268.070 telah diterima pada tanggal 27 Juni 2012.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00032/203/10/092/12, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 2.340.007.727. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2010.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00021/201/10/092/12, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 90.627.692. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2010.

97
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

b. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 4(2) untuk tahun 2010.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00016/240/10/092/12, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 236.944.163. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2010.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember
2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00013/277/10/092/12, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 10.742.872. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2010.

Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember
2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00278/207/10/092/12, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 55.069.976. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2010.

Pada tanggal 24 Nopember 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk periode
Nopember 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00058/407/10/092/11,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 10.359.423.414. Kelebihan
bayar pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Desember 2011 dengan
kekurangan bayar Pajak Pertambahan Nilai bulan Nopember 2010 sebesar Rp 48.621.160.
Dan sisa kelebihan bayar sebesar Rp 10.310.802.254 telah diterima pada tanggal
19 Desember 2011.

Pada tanggal 24 Nopember 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Oktober 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00026/207/10/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 48.621.160. Utang pajak
tersebut telah dikompensasikan pada bulan Desember 2011 dengan kelebihan bayar Pajak
Pertambahan Nilai pada bulan Nopember 2010.

98
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
September 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00051/407/10/092/11,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 8.767.928.486. Kelebihan bayar
pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan September 2011 dengan kekurangan
bayar pajak lainnya untuk tahun 2009 sejumlah Rp 8.712.581. Dan sisa kelebihan bayar
sebesar Rp 8.759.215.905 telah diterima pada tanggal 20 September 2011.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Agustus 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00021/207/10/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 26.108.522. Utang pajak
tersebut telah dilunasi pada tanggal 9 September 2011.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Juli 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00020/507/10/092/11,
Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Juni 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/507/10/092/11,
Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Mei 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/507/10/092/11,
Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 18 Mei 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
April 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00035/407/10/092/11,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 13.552.130.826. Kelebihan
bayar pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kekurangan
bayar Pajak lainnya untuk tahun 2010 sejumlah Rp 99.079.275. Dan sisa kelebihan bayar
sebesar Rp 13.453.051.551 telah diterima pada tanggal 9 Juni 2011.

99
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 18 Mei 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Maret 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00010/207/10/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 1.621.560. Utang pajak tersebut
telah dilunasi pada tanggal 9 Desember 2011.

Pada tanggal 28 April 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/501/09/511/11, Perusahaan
tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 28 April 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 23 untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/503/09/511/11, Perusahaan
tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 26 April 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 4(2) untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/540/09/511/11, Perusahaan
tidak mempunyai tambahan utang pajak.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00006/406/09/092/11, Perusahaan
mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 18.732.214.019. Kelebihan bayar pajak
tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kekurangan bayar Pajak
lainnya untuk tahun 2009 sejumlah Rp 4.445.402.669. Dan sisa kelebihan bayar sebesar
Rp 14.286.811.350 telah diterima pada tanggal 31 Mei 2011.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/201/09/092/11, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 175.063.304. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2009.

100
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 23 untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00011/203/09/092/11, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 247.399.209. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2009.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00005/204/09/092/11, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 1.470.055.683. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2009.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 4(2) untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/240/09/092/11, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 989.042.079. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2009.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk tahun
2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/277/09/092/11, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 29.348.684. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan
tahun 2009.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Desember 2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00112/207/09/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 6.453.266. Utang pajak tersebut
telah dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan
Badan tahun 2009.

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Pebruari 2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00111/207/09/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 12.784.716. Utang pajak
tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak
Penghasilan Badan tahun 2009.

101
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 28 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan
Januari 2009. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00110/207/09/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 1.332.826. Utang pajak tersebut
telah dikompensasikan pada bulan Mei 2011 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan
Badan tahun 2009.

Pada tanggal 16 Pebruari 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk periode
Pebruari 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00021/407/10/092/11,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 13.416.773.900. Kelebihan
bayar pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Pebruari 2011 dengan kekurangan
bayar Pajak lainnya untuk tahun 2010 sejumlah Rp 291.202.973. Dan sisa kelebihan bayar
sebesar Rp 13.125.570.927 telah diterima pada tanggal 25 Pebruari 2011.

Pada tanggal 16 Pebruari 2011, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk periode
Januari 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00003/207/10/092/11,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 66.860.404. Utang pajak
tersebut telah dikompensasikan pada bulan Pebruari 2011 dengan kelebihan bayar Pajak
Pertambahan Nilai bulan Pebruari 2010.

Pada tanggal 30 September 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak
Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk
tahun 2006. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00015/204/06/092/10,
Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 8.844.864.229. Selain itu,
Perusahaan juga menerima bunga sebesar Rp 4.245.534.829. Total sebesar
Rp 13.090.399.058 telah diterima pada tanggal 24 Nopember 2010. Direktorat Jenderal
Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan pengadilan. Jika
peninjauan kembali tersebut diterima dan disetujui, maka Perusahaan harus
mengembalikan jumlah diatas berikut denda keterlambatan untuk mengembalikannya.
Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

102
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan)

a. Perusahaan (Lanjutan)

Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk tahun
2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00014/204/08/092/10, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 20.552.395.501. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008.
Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada
Direktorat Jenderal Pajak. Kemudian, berdasarkan surat keputusan dari Pengadilan pajak
No. KEP-00127/WPJ.19/KP.0203/2012, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak
penghasilan pasal 26 sebesar Rp 20.544.225.183. Atas lebih bayar tersebut telah diterima
pada tanggal 31 Agustus 2012.

Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 23 untuk tahun
2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00023/203/08/092/10, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 2.019.141.457. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008.
Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada
Direktorat Jenderal Pajak. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat
ditentukan.

Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk tahun
2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/201/08/092/10, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 901.815.396. Utang pajak tersebut telah
dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008.
Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada
Direktorat Jenderal Pajak. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat
ditentukan.

g. Administrasi

Sebagai catatan, Pajak Pertambahan Nilai untuk periode September 2011 sampai dengan
September 2012 sedang dalam tahap pemeriksaan oleh Direktorat Jenderal Pajak., dan sampai
dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum ditentukan.

103
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

29. PERPAJAKAN (Lanjutan)

g. Administrasi (Lanjutan)

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,


menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang secara individu.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktur Jenderal Pajak (DJP)
dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk
tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh (10) tahun sejak saat
terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun 2008 dan
seterusnya, jangka waktunya adalah lima (5) tahun sejak saat terutangnya pajak.

Pada tanggal 23 September 2008, Pemerintah Republik Indonesia telah menyetujui perubahan
perundangan mengenai pajak penghasilan.yang efektif sejak tanggal 1 Januari 2009.
Perubahan tersebut meliputi diantaranya, perubahan tarif pajak dari 30% di tahun 2008
menjadi 28% di tahun 2009 dan menjadi 25% di tahun 2010. Sebagai tambahan, dampak
perubahan tarif pajak penghasilan pada tahun 2009, revisi juga akan dibuat pada pajak
tangguhan yang sebelumnya sudah ditetapkan untuk mencerminkan pengurangan dari tarif
pajak efektif tersebut.

Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak
telah patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada.

30. MODAL SAHAM

Berdasarkan akta notaris Januar Tirtaamidjaja, S.H., No. 22 tanggal 15 Pebruari 1984, modal dasar
Perusahaan adalah sebesar Rp 15.000.000.000 yang terdiri dari 600 lembar saham dengan nilai
nominal sebesar Rp 25.000.000 per lembar. Modal ditempatkan sebesar Rp 7.500.000.000 atau
sebanyak 300 lembar saham.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 100 tanggal
27 Desember 2002, para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana perubahan Modal Dasar
dari semula Rp 8.500.000.000.000 menjadi Rp 16.000.000.000.000 dan Modal Ditempatkan dan
Disetor dari semula Rp 2.196.960.000.000 menjadi Rp 4.174.224.000.000.

Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani, SH, No. 12 tanggal 4 Juli 2006 tentang perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan dan Rapat Luar Biasa Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H.,
No. 111 tanggal 21 Juni 2006, para pemegang saham telah menyetujui beberapa hal sebagai berikut :

Modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 serta modal ditempatkan dan disetor
penuh sebesar Rp 4.174.224.000.000.
Alokasi 83.484.480.000 lembar saham baru (seri C) dengan nilai nominal Rp 2 per saham
berdasarkan konversi utang menjadi modal. Saham baru sebesar 43.144.238.750 lembar untuk
kreditur tidak terjamin dan pemberi fasilitas modal kerja baru sedangkan sisanya sebanyak
40.340.241.250 lembar saham untuk kreditur terjamin.

104
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

30. MODAL SAHAM (Lanjutan)

Membukukan agio saham hasil konversi saham menjadi modal sebesar Rp 5.574.513.535.500
(setara dengan US$ 618.017.022).

Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan
keputusannya No. C-25038.HT.01.04.TH.2006 tanggal 28 Agustus 2006 dan telah didaftarkan di
Departemen Industri dan Perdagangan No. 233/BH-1/IX/2006 tanggal 1 September 2006.

Pada tanggal 31 Desember 2006, modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terdiri dari
247.145.100.800 lembar saham dengan pengelompokkan sebagai berikut :

17.000.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham.
146.660.620.800 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
83.484.480.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 2 per saham.

Dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 2.283.248.477.500 yang terdiri dari
4.393.920.000 lembar saham seri A dan 43.144.238.750 lembar saham seri C.

Pada bulan Pebruari 2008, Perusahaan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan
reverse stock yang dilakukan dengan rasio 20 berbanding 1. Dan menurut akta notaris Sutjipto, S.H.,
No. 91 tanggal 21 Pebruari 2008 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Modal saham
Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham dengan
pengelompokan sebagai berikut :

850.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 10.000 per saham.
7.333.031.040 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.
4.174.224.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 40 per saham.

Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan keputusannya No. AHU-10588.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 3 Maret 2008.

Modal ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya sebesar Rp 4.174.224.000.000 (26%) terbagi atas :

219.696.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000 per saham atau seluruhnya
sebesar Rp 2.196.960.000.000.
1.890.975.522 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau seluruhnya
sebesar Rp 1.890.975.522.000.
2.157.211.950 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per saham atau seluruhnya
sebesar Rp 86.288.478.000.

105
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

30. MODAL SAHAM (Lanjutan)

Dan susunan pemegang saham pada tanggal 21 Pebruari 2008 menurut akta notaris adalah sebagai
berikut :

Jumlah lembar Persentase Jumlah


Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$
%
Saham seri A 219.696.000 5,15 2.196.960.000.000 625.598.841
Saham seri B 1.890.975.522 44,30 1.890.975.522.000 209.642.519
Saham seri C 2.157.211.950 50,55 86.288.478.000 9.566.350

Jumlah 4.267.883.472 100,00 4.174.224.000.000 844.807.710

Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal
24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, No 91
tanggal 24 Maret 2009, Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal tanpa hak
memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan
Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) Tahap 1. Saham yang
dikeluarkan adalah sebanyak 5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor (sebanyak
118.845.397 lembar saham seri C). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0052619.AH.01.09.Tahun 2009
tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa Efek
Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini akan diimplementasikan pada periode
sebagai berikut :

Periode Periode Implementasi

I 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2009


II 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2009
III 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2010
IV 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2010
V 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2011
VI 5 (lima) hari bursa dimulai dari 3 Oktober 2011
VII 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Pebruari 2012

Berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 107 tanggal 23 Pebruari 2012, Pemegang
Saham setuju bahwa harga eksekusi saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui
pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan Tahap 1 adalah sebesar Rp 45 per
lembar saham. Dan pada tanggal 5 Maret 2012, Perusahaan telah mengeluarkan 118.845.397 lembar
saham seri C tersebut dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per lembar saham atau total sebesar
Rp 4.753.815.880 (setara dengan US$ 524.125). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0018443.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 29 Pebruari 2012.

106
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

30. MODAL SAHAM (Lanjutan)

Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 berdasarkan
catatan pemegang saham yang dikeluarkan oleh Kantor Administrasi Saham, PT Datindo Entrycom
adalah sebagai berikut :

2012
Jumlah lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$
%
Saham Seri A:

PT Multikarsa Investama 131.394.719 5,26 1.313.947.195.000 374.155.125


Publik (masing-masing
dibawah 5%) 88.301.281 3,54 883.012.805.000 251.443.716
219.696.000 8,80 2.196.960.000.000 625.598.841

Saham Seri B:

Saham Seri C:

Damiano Investments BV.,


Belanda 1.289.079.472 51,65 51.563.178.880 5.716.539
Kyoa Investment Limited 150.837.200 6,04 6.033.488.000 668.901
Lain-lain 653.500.693 26,19 26.140.027.720 2.895.102
Yang belum diambil 182.639.982 7,32 7.305.599.320 809.933

2.276.057.347 91,20 91.042.293.920 10.090.475

Jumlah 2.495.753.347 100,00 2.288.002.293.920 635.689.316

2011
Jumlah lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$
%
Saham Seri A:

PT Multikarsa Investama 131.394.719 5,53 1.313.947.195.000 374.155.125


Publik (masing-masing
dibawah 5%) 88.301.281 3,71 883.012.805.000 251.443.716
219.696.000 9,24 2.196.960.000.000 625.598.841

Saham Seri B:

107
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

30. MODAL SAHAM (Lanjutan)

2011
Jumlah lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$
%
Saham Seri C:

Damiano Investments BV.,


Belanda 1.282.035.520 53,93 51.281.420.800 5.685.301
Kyoa Investment Limited 145.175.700 6,11 5.807.028.000 643.795
Lain-lain 526.952.223 22,17 21.078.088.900 2.336.817
Yang belum diambil 203.048.507 8,55 8.121.939.800 900.437
2.157.211.950 90,76 86.288.477.500 9.566.350

Jumlah 2.376.907.950 100,00 2.283.248.477.500 635.165.191

2010
Jumlah lembar Persentase Total
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$
%
Saham Seri A:

PT Multikarsa Investama 131.394.719 5,53 1.313.947.195.000 374.155.125


Publik (masing-masing
dibawah 5%) 88.301.281 3,71 883.012.805.000 251.443.716
219.696.000 9,24 2.196.960.000.000 625.598.841

Saham Seri B:

Saham Seri C:

Damiano Investments BV.,


Belanda 1.282.035.720 53,93 51.281.428.800 5.685.303
Kyoa Investment Limited 154.175.500 6,49 6.167.020.000 683.705
Lain-lain 517.952.223 21,79 20.718.088.900 2.296.905
Yang belum diambil 203.048.507 8,55 8.121.939.800 900.437
2.157.211.950 90,76 86.288.477.500 9.566.350

Jumlah 2.376.907.950 100,00 2.283.248.477.500 635.165.191

Saham Seri C yang belum diambil merupakan saham baru yang belum ditukarkan oleh kreditur
(melalui The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Hong Kong custodian).
sehingga nama pemegang sahamnya belum didaftarkan di PT Datindo Entrycom (administrator
saham).

108
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

30. MODAL SAHAM (Lanjutan)

Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada
tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris
di Jakarta, No 88 tanggal 18 Juni 2012, Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah
saham yang ditempatkan dan disetor ) melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan
Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) Tahap 2. Berdasarkan
rencana Perusahaan yang telah dilaporkan kepada PT Bursa Efek Indonesia tanggal 17 Maret 2012,
program ini akan diimplementasikan pada periode sebagai berikut :

Periode Periode Implementasi

I Mulai tanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 22 Desember 2012


II Mulai tanggal 18 Juni 2013 sampai dengan tanggal 24 Juni 2013
III Mulai tanggal 18 Desember 2013 sampai dengan 24 Desember 2013
IV Mulai tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 24 Juni 2014

Sampai dengan tanggal pelaporan, program tersebut belum diimplementasikan karena Perusahaan
akan melakukan eksekusi tersebut pada period kedua (Juni 2013).

Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., Spn, No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, sebagian
saham PT Multikarsa Investama sebanyak 2.454.081.290 saham (atau 122.704.064 saham setelah
penggabungan saham) telah dijual kepada PT Bina Prima Perdana. Namun menurut catatan yang
dibuat oleh PT Datindo Entrycom masih terdaftar atas nama PT Multikarsa Investama.

Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, jumlah saham yang dimiliki oleh public termasuk
saham yang dimiliki oleh Direktur Perusahaan (Bapak Seeniappa Jegatheesan dan Bapak Peter
Vinzenz Merkle), dengan jumlah masing-masing sebesar 29,716,099 saham, 2.388 saham dan 2.388
saham.

31. TAMBAHAN MODAL DISETOR


2012 2011 2010
US$ US$ US$

Selisih antara nilai nominal dengan hasil


penjualan saham Perusahaan pada penawaran
umum kepada masyarakat di tahun 1990 13.571.804 13.571.804 13.571.804
Biaya emisi saham (7.263.223) (7.263.223) (7.263.223)

Subtotal 6.308.581 6.308.581 6.308.581

Selisih antara nilai nominal dari hasil


konversi utang ke modal di tahun 2006 618.017.022 618.017.022 618.017.022

109
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

31. TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)

2012 2011 2010


US$ US$ US$

Selisih antara nilai nominal dengan hasil


penjualan saham Perusahaan pada program
MESOP Tahap 1 pada tahun 2012 65.516
Biaya emisi saham (46.612)

Subtotal 18.904

Jumlah tambahan modal disetor 624.344.507 624.325.603 624.325.603

Menurut usulan restrukturisasi (Rencana Perdamaian), Perusahaan telah menerbitkan sebanyak


16.780.718.747 lembar saham seri C kepada para kreditur utang tidak terjamin dan 26.363.520.000
lembar saham seri C untuk Damiano Investments BV., Belanda, sehubungan dengan konversi utang
menjadi saham sebesar Rp 5.660.802.013.000.

Berdasarkan perubahan anggaran dasar Perusahaan tanggal 4 Juli 2006 melalui akta notaris Aulia
Taufani, S.H., No. 12, Perusahaan telah mencatat saham yang diterbitkan sebesar
Rp 5.660.802.013.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 86.288.477.500 dan
tambahan modal disetor sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).

Kemudian, melalui program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan
(Management Employee Stock Option Programme / MESOP) Tahap 1 pada tanggal 23 Pebruari 2012,
Perusahaan menerima sebesar Rp 5.348.042.865 untuk penerbitan saham sebanyak 118.845.397
lembar saham seri C dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per lembar saham. Rate konversi yang
digunakan adalah sebesar Rp 9.070.

32. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan


cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor
penuh.

Dan, berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum
dalam akta No. 351 tanggal 23 Juni 1997 dan akta No. 402 tanggal 24 Juni 1996 dari Adam
Kasdarmadji, S.H., notaris di Jakarta, disetujui penyisihan cadangan umum sebesar Rp 8.280.000.000
(setara dengan US$ 2.345.301) dari saldo laba, guna memenuhi ketentuan pasal 61 Undang-undang
No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Pada tahun 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan tidak
membuat tambahan cadangan karena akumulasi defisitnya.

110
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

33. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

Pada tahun 2011 dan 2010, kepentingan nonpengendali merupakan kepentingan nonpengendali atas
liabilitas bersih dari Entitas Anak yang terdiri dari :

Saldo per Bagian laba dari Penghapusan Saldo per


31 Desember, laba bersih karena hilang 31 Desember,
2010 Entitas Anak pengendalian 2011
US$ US$ US$ US$

Kepentingan nonpengendali
(8% kepemilikan di
PT Texmaco Jaya Tbk) (16.494.680) 112.005 16.382.675

Saldo per Bagian laba dari laba Saldo per


1 Januari 2010 Bersih Entitas Anak 31 Desember 2010
US$ US$ US$

Kepentingan nonpengendali
(8% kepemilikan di
PT Texmaco Jaya Tbk) (15.031.748) 1.462.932 (16.494.680)

Pengurangan pada tahun 2011 merupakan pengurangan kepentingan nonpengendali dimana laporan
keuangan Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) tidak dikonsolidasi pada tahun 2011 akibat Entitas
Anak dinyatakan pailit dan insolvensi sehingga Perusahaan kehilangan pengendaliannya. Sebagai
konsekuensinya, saldo kepentingan nonpengendali dihapuskan dari laporan posisi keuangan
konsolidasian dan dikoreksi ke saldo laba (akumulasi defisit).

34. LABA (RUGI) PER SAHAM

a. Laba (rugi) Per Saham Dasar

2012 2011
US$ US$

Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 2.443.876.388 2.388.317.108


Jumlah rugi komprehensif yang diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk (32.118.811 ) (8.952.775 )

Rugi Per Saham Dasar yang diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk (0,01 ) (0,00)

111
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

34. LABA (RUGI) PER SAHAM (Lanjutan)

b. Laba (Rugi) Per Saham Dilusian

2012 2011
US$ US$

Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 2.431.991.848 2.388.317.108


Jumlah rugi komprehensif yang diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk (32.118.811 ) (8.952.775 )

Rugi Per Saham Dilusian yang diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk (0,01 ) (0,00)

c. Rekonsiliasi laba (rugi) komprehensif yang digunakan dalam perhitungan laba (rugi) per saham

2012 2011
US$ US$

Jumlah rugi komprehensif yang diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk yang digunakan dalam
perhitungan laba (rugi) per saham dasar (32.118.811 ) (8.952.775 )
Penyesuaian dalam perhitungan laba (rugi) per saham
dilusian sehubungan dengan opsi saham

Jumlah rugi komprehensif yang diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk yang digunakan dalam
perhitungan laba (rugi) per saham dilusian (32.118.811 ) (8.952.775 )

d. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang digunakan sebagai penyebut.

2012 2011

Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang


digunakan sebagai penyebut dalam perhitungan
laba (rugi) per saham dasar sebelum opsi saham 2.443.876.388 2.376.907.950
Penyesuaian sehubungan dengan opsi saham 1,0048
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang
digunakan sebagai penyebut dalam perhitungan
laba (rugi) per saham dasar setelah opsi saham 2.443.876.388 2.388.317.108
Penyesuaian dalam perhitungan laba (rugi) per saham
dilusian sehubungan dengan opsi saham (11.884.540)

Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang


digunakan sebagai penyebut dalam perhitungan
laba (rugi) per saham dilusian 2.431.991.848 2.388.317.108

112
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

34. LABA (RUGI) PER SAHAM (Lanjutan)

e. Informasi terkait klasifikasi efek untuk laba per saham dilusian

Opsi yang diberikan kepada karyawan dianggap sebagai berpotensi saham biasa dan disertakan
dalam perhitungan saham dilusian hingga sejauh opsi-opsi tersebut berefek dilutif. Suatu
perhitungan telah dilakukan untuk menentukan jumlah lember saham yang dapat diperoleh pada
nilai wajar (ditentukan sebagai rata-rata tahunan harga pasar saham Perusahaan) berdasarkan nilai
moneter dari hak untuk memesan yang melekat pada opsi saham. Jumlah saham yang dihitung
seperti diatas, dibandingkan dengan jumlah saham yang akan diterbitkan apabilan opsi saham
tersebut dieksekusi.

Opsi tersebut tidak disertakan dalam perhitungan laba per saham dasar.

35. TRANSAKSI NON-CASH

Pada tahun 2012 dan 2011, transaksi non-cash yang penting adalah sebagai berikut :

a. Perolehan aset tetap melalui utang kredit pembiayaan sebagaimana yang telah dijabarkan dalam
Catatan 26.
b. Reklasifikasi hutang bunga dari biaya yang masih harus dibayar ke utang tidak terjamin dan wesel
bayar sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Catatan 24.

36. PENYELESAIAN ATAS KLAIM ASURANSI, BERSIH

Akun ini berkaitan dengan penyelesaian klaim asuransi atas persediaan yang rusak atau hilang.
Penyelesaian klaim tersebut telah diterima oleh Perusahaan pada tahun 2012 dan 2011 yang masing-
masing sebesar US$ 1.667.691 (equivalent to Rp 14.963.001.657) and US$ 86.182 (equivalent to
Rp 755.425.253).

37. PENDAPATAN BERSIH


2012 2011
US$ US$

Lokal
Yarn 220.424.369 217.436.772
Fibre 218.908.889 224.661.910
Chips 46.116.172 56.044.474
Fleece (Knitting) 10.298.045 2.065.550
Bonded (Coating) 67.368 196.869
Lain-lain 1.726.343 480.247

497.541.186 500.885.822

113
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

37. PENDAPATAN BERSIH (Lanjutan)


2012 2011
US$ US$

Ekspor
Yarn 75.079.171 104.401.090
Chips 17.048.390 11.920.054
Fibre 7.540.421 12.341.649
Fleece (Knitting) 877.827 1.351.748
PTA 4.569.273
Bonded (Coating) 65.082
Others 1.243.881

101.789.690 134.648.896

Jumlah penjualan bersih 599.330.876 635.534.718

Pada tahun 2012 dan 2011, total penjualan bersih fleece (knitting) dan bonded (coating) masing-
masing sebesar US$ 11.243.240 dan US$ 3.679.249 merupakan penjualan kepada pihak ketiga.
Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon.

Pada tahun 2012 dan 2011, tidak ada penjualan kepada pihak yang berelasi.

Pada tahun 2012 dan 2011, tidak terdapat penjualan pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
pendapatan usaha.

38. PENDAPATAN USAHA LAINNYA


2012 2011
US$ US$

Barang pembantu rusak 601.480 255.731


Produk tidak standar dan lainnya 599.395 277.313

Jumlah pendapatan usaha lainnya 1.200.875 533.044

Pada tahun 2012 dan 2011, pendapatan usaha lainnya dari fleece, bonded dan garment sebesar US$
83.216 dan US$ 108.278, yang merupakan pendapatan usaha lain dari pihak ketiga. Produk ini
diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan basis maklon.

Pada tahun 2012 dan 2011, tidak terdapat penjualan kepada pihak yang berelasi.

Pada tahun 2012 dan 2011, tidak terdapat pendapatan usaha lainnya yang diterima dari pihak ketiga
yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha.

114
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

39. BEBAN POKOK PENJUALAN


2012 2011
US$ US$

Bahan baku :
Pada awal tahun 28.114.454 10.605.240
Pembelian 384.877.731 436.498.322

Tersedia untuk digunakan 412.992.185 447.103.562


Pada akhir tahun (19.078.632) (28.114.454)

Bahan baku yang digunakan 393.913.553 418.989.108

Bahan pembantu :
Pada awal tahun 17.702.072 15.705.458
Pembelian 57.631.156 54.813.451

Tersedia untuk digunakan 75.333.228 70.518.909


Pada akhir tahun (20.014.977) (17.702.072)

Bahan pembantu yang digunakan 55.318.251 52.816.837

Upah buruh langsung 10.003.762 8.611.682


Beban pabrikasi (Catatan 40) 146.278.804 158.847.893

Jumlah beban produksi 605.514.370 639.265.520

Persediaan barang dalam proses


Pada awal tahun 6.781.122 4.824.283
Pada akhir tahun (6.073.039) (6.781.122)

Beban pokok produksi 606.222.453 637.308.681

Persediaan barang jadi


Pada awal tahun 35.079.711 19.839.474
Pembelian 120.120
Pada akhir tahun (34.787.985) (35.079.711)

Beban pokok penjualan 606.514.179 622.188.564

Pada tahun 2012 dan 2011, bahan baku dan bahan pembantu yang digunakan mencakup bahan baku
yang digunakan untuk produk fleece (knitting) dan bonded (coating) setelah dieliminasi dengan akun
intercompany masing-masing sebesar US$ 3.145.012 and US$ 1.248.113.

115
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

39. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan)

Pada tahun 2012 dan 2011, tidak ada pembelian dari pihak yang berelasi.

Pada tahun 2012, pembelian dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian :

2012
US$ Persentase

PT Cipta Karya Persada 147.310.623 33,29%


Kolmar Petrochemicals AG, Switzerland 95.991.285 21,69%
PT Polychem Indonesia 85.537.650 19,33%

Pada tahun 2011, pembelian dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian :

2011
US$ Persentase

PT Cipta Karya Persada 160.219.417 32,61%


Kolmar Petrochemicals AG, Switzerland 115.454.640 23,50%
PT Polychem Indonesia 113.266.628 23,05%

40. BEBAN PABRIKASI


2012 2011
US$ US$

Beban penyusutan aset tetap (Catatan 16) 69.574.411 86.134.534


Listrik dan gas 57.256.598 53.550.215
Pengangkutan 4.680.362 6.406.043
Biaya proses (jasa maklon) 3.003.021 2.796.071
Sewa 2.480.839 2.198.761
Perbaikan dan pemeliharaan 2.059.569 2.167.874
Gaji dan tunjangan lainnya 1.321.414 1.501.741
Asuransi 1.085.007 905.289
Lain-lain 4.817.583 3.187.365

Jumlah beban pabrikasi 146.278.804 158.847.893

Pada tahun 2012, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$ 3.003.021 merupakan biaya proses yang
dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) sebesar US$ 763.471, kepada PT Multikarsa
Investama sebesar US$ 2.223.148 dan kepada pihak ketiga sebesar US$ 16.402. Dan pada tahun 2011,
biaya proses (jasa maklon) sebesar US$ 2.796.071 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) sebesar US$ 219.918, kepada PT Multikarsa Investama sebesar
US$ 2.179.023 dan kepada pihak ketiga sebesar US$ 21.251 (Catatan 46).

116
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

40. BEBAN PABRIKASI (Lanjutan)

Pada tahun 2012 dan 2011, beban sewa yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya (dalam pailit)
masing-masing sebesar US$ 201.348 dan US$ 275.959 (Catatan 46)

41. BEBAN PENJUALAN


2012 2011
US$ US$

Beban ekspor 5.391.323 4.917.356


Pengangkutan 5.522,075 5.321.648
Pemasaran 2.794.758 2.965.769
Iklan dan promosi 20.796 18.712
Lain-lain 323.242 501.914

Jumlah 14.052.194 13.725.399

42. BEBAN UMUM DAN ADMINSTRASI


2012 2011
US$ US$

Gaji, upah dan tunjangan 8.601.313 7.843.534


Imbalan pasca kerja (Catatan 28) 2.737.627 2.547.290
Jasa profesional 1.815.789 885.210
Perjalanan bisnis 1.104.199 1.155.441
Sewa 877.955 761.530
Komunikasi 460.601 474.970
Sumbangan dan tanggung jawab sosial 300.344 244.009
Peralatan kantor 246.932 264.641
Perbaikan dan pemeliharaan 170.182 147.400
Perjamuan dan representasi 116.815 117.175
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 16) 95.849 91.527
Listrik dan air 65.664 80.398
Asuransi 36.620 18.094
Amortisasi aset tidak berwujud (Catatan 17) 497
Beban (penghasilan) pajak (235.419 ) 2.580.763
Lain-lain 1.448.678 1.514.840

Jumlah beban umum dan administrasi 17.843.646 18.726.822

117
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

43. BEBAN KEUANGAN


2012 2011
US$ US$

Beban keuangan :
Beban bunga dari pinjaman modal kerja (Catatan 25) (2.936.962) (4.586.244)
Beban bunga dari utang tidak terjamin dan wesel
Bayar (Catatan 24) (885.278) (861.026)
Beban bunga dari utang kredit pembiayaan
(Catatan 26) (12.287) (15.140)

Jumlah beban bunga (3.834.527) (5.462.410)


Fee atas utang bank (Catatan 20) (13.969.873) (10.433.384)
Administrasi bank (472.845) (440.611)

Jumlah beban keuangan (18.277.245) (16.336.405)

Pendapatan keuangan:
Pendapatan bunga dari jasa giro dan deposito
berjangka 31.754 21.064

Jumlah beban keuangan, bersih (18.245.491) (16.315.341)

44. PENDAPATAN LAIN-LAIN, BERSIH


2012 2011
US$ US$

Penghapusan utang 383.000 341.339


Denda atas pembatalan penjualan 179.000
Rabat atas pembelian kimia 157.044 172.179
Pendapatan dari sewa lahan 81.878
Penerimaan dari penurunan nilai tahun lalu (Catatan 8) 30.499
Lain-lain 78.985 238.028

Jumlah pendapatan lain-lain, bersih 879.907 782.045

45. OPERASI YANG DIHENTIKAN

Pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengumumkan bahwa PT Texmaco
Jaya Tbk (Entitas Anak) dalam kondisi pailit dan insolvensi. Dimana efektif pada tanggal tersebut,
Entitas Anak menjadi berada dibawah pengendalian Pengadilan, dan menyebabkan Perusahaan
kehilangan pengendaliannya atas Entitas Anak. Pengadilan juga sudah menunjuk Hakim Pengawas
dan tim Kurator untuk menjaga nilai aset pailit dan memonitor operasional serta arus kas dari Entitas
Anak.

118
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

45. OPERASI YANG DIHENTIKAN (Lanjutan)

Menurut PSAK No. 4 (Revisi 2009), ketika Entitas Induk kehilangan pengendalian atas suatu Entitas
Anak, maka Entitas Induk harus menghentikan pengakuan aset dan liabilitas pada Entitas Anak pada
nilai tercatat ketika pengendalian hilang, serta menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap
kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian.

Pendapatan dan beban, keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan operasi Entitas Anak yang
dihentikan dieliminasi dengan laba atau rugi Perusahaan dari operasi yang normal, dan disajikan
terpisah di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Laba operasi dari PT Texmaco Jaya
Tbk sampai dengan tanggal hilangnya pengendalian (19 Agustus 2011) adalah sebagai berikut :

2011
US$

Pendapatan usaha
Beban pokok penjualan (362.851)

Rugi kotor (362.851)

Beban usaha :
Beban penjualan (1.987)
Beban umum dan administrasi (632.133)

Jumlah beban usaha (634.120)

Rugi usaha (996.971)

Penghasilan (beban) lain-lain :


Penghasilan bunga 262
Laba kurs, bersih (3.010.884)
Beban penyusutan atas aset tetap yang tidak digunakan (Catatan 16) (1.224.418)
Beban bunga dan administrasi bank (83.904)
Pendapatan lain-lain, bersih 2.902

Jumlah penghasilan lain-lain, bersih (4.316.042)

Rugi sebelum pajak penghasilan (5.313.013)


Beban pajak (Catatan 29e) (1.083.368)

Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (6.396.381)

119
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

45. OPERASI YANG DIHENTIKAN (Lanjutan)

Nilai tercatat atas aset dan liabilitas pada PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) pada tanggal
19 Agustus 2011 adalah sebagai berikut :

As of August 19, 2011


US$

Aset lancar :
Kas dan setara kas 35.518
Piutang lain-lain 22.991
Persediaan 332.509
Uang muka pembelian 49.485
Pajak dibayar dimuka 39.670

Jumlah aset lancar 480.173

Aset tidak lancar :


Piutang kepada pihak berelasi 9.989.391
Rekening bank yang dibatas penggunaannya 770.196
Aset tetap 58.452.622
Aset pajak tangguhan 13.486.963

Jumlah aset tidak lancar 82.699.172

JUMLAH ASET 83.179.345

Liabilitas jangka pendek :


Pinjaman jangka pendek 36.716.382
Wesel bayar 20.467.597
Utang usaha 5.225.337
Utang pembelian aset tetap 30.476
Utang pajak 348.716
Biaya yang masih harus dibayar 23.287.008
Utang sewa pembiayaan yang jatuh tempo dalam satu tahun 4.300.981
Utang lancar lainnya 14.992.195

Jumlah liabilitas jangka pendek 105.368.692

Liabilitas jangka panjang :


Liabilitas imbalan pasca kerja 1.652.239

Jumlah liabilitas jangka panjang 1.652.239

JUMLAH LIABILITAS 107.020.931

JUMLAH LIABILITAS BERSIH (23.841.586)

120
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

45. OPERASI YANG DIHENTIKAN (Lanjutan)

Laporan keuangan PT Texmaco Jaya Tbk (Entitas Anak) untuk periode 1 Januari 2011 sampai dengan
19 Agustus 2011 disusun oleh Entitas Anak (Tidak Diaudit)

Karena Perusahaan hilang pengendalian pada Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk), maka Perusahaan
mengakui liabilitas bersih Entitas Anak sebesar Rp 656.593.951.279 (setara dengan US$ 23.841.586)
sebagai keuntungan dari pelepasan Entitas Anak, dan disajikan setelah pajak penghasilan pada laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian.

Sampai saat ini, yang telah dilakukan oleh tim kurator adalah menyelesaikan proses verifikasi utang
dan dalam waktu dekat akan melakukan tender untuk menjual aset tetap berupa mesin dan peralatan
pabrik yang berada di Pemalang dan Karawang.

Dengan kepailitan atau akan dilikuidasinya Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) hanya memiliki
pengaruh kecil terhadap operasional PT Asia Pacific Fibers Tbk (Entitas Induk), karena operasional
normal dari Entitas Anak telah berhenti sejak tahun 2004. Disamping itu, dengan adanya liabilitas
bersih Entitas Anak dan pelepasan Entitas Anak tersebut, PT Asia Pacific Fibers Tbk sebagai Entitas
Induk tidak mempunyai kewajiban atas penyelesaian utang kepada para kreditur dari Entitas Anak dan
juga Perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan atas pelepasan Entitas Anak ini di kemudian hari.

46. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Rincian sifat, hubungan dan jenis transaksi dengan pihak-pihak berelasi :

Nama pihak-pihak yang berelasi Sifat relasi Transaksi

Damiano Investments BV., Belanda Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham


PT Multikarsa Investama Pemegang saham Pinjaman, maklon
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) Perusahaan afiliasi Pinjaman, maklon
Kyoa Investment Limited Pemegang saham Pemegang saham

Transaksi dengan pihak yang berelasi

Dalam kegiatan normal usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan bisnis dan transaksi
keuangan tertentu dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi ini dilakukan pada harga dan kondisi normal
seperti yang dilakukan kepada pihak yang tidak berelasi. Transaksi tersebut meliputi antara lain :

Persentase terhadap
Total Aset/Liabilitas
/Beban
2012 2011 2012 2011
US$ US$ % %

Piutang usaha 27.789.291 29.634.147 6,89 6,55

121
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

46. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Transaksi dengan pihak yang berelasi (Lanjutan)

Persentase terhadap
Total Aset/Liabilitas
/Beban
2012 2011 2012 2011
US$ US$ % %

Piutang tidak lancar kepada


pihak berelasi 32.474.040 34.996.344 8,05 7,73

Utang bank 78.752.462 70.339.624 6,56 5,77

Utang terjamin 664.778.224 664.373.826 55,35 54,51

Utang usaha 7.150 0,00

Biaya yang masih harus dibayar 404.920 106.835 0,03 0,00

Pinjaman modal kerja 17.340.000 23.000.000 1,44 1,89

Beban pabrikasi 3.187.967 3.075.422 0,50 0,38

Imbalan berupa gaji yang diberikan kepada Komisaris dan Direktur untuk tahun tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp 6,940,860,309 dan
Rp 5.182.030.423. Tidak ada imbalan berupa manfaat pensiun, uang jasa karyawan dan manfaat
khusus lainnya yang diberikan selama tahun 2012 dan 2011.

47. PERJANJIAN PENTING

Perjanjian Maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)

Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dan maklon dengan PT Texmaco
Jaya Tbk untuk periode 12 bulan dan dapat diperbaharui. Perjanjian ini dibuat karena PT Texmaco
Jaya Tbk tidak mempunyai modal kerja yang cukup untuk melayani permintaan dari pelanggan.
Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya yang terdiri dari biaya maklon, sewa
gedung dan sewa mesin kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Biaya maklon diperhitungkan
berdasarkan hasil produksi.

Pada tanggal 3 Agustus 2009, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan
PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode tiga (3) bulan dan dapat diperbaharui. Berdasarkan perjanjian
ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard dengan hasil produksi
minimum sebesar 100.000 yards kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Dan pada tanggal
23 Oktober 2009, Perusahaan setuju untuk memperpanjang perjanjian maklon/sewa untuk periode
tujuh (7) bulan dari tanggal 1 November 2009 sampai dengan 30 Juni 2010.

122
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

47. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Perjanjian Maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) (Lanjutan)

Berdasarkan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk pada tanggal 15 Juli
2010, Perusahaan setuju untuk perpanjangan periode selama lima belas (15) bulan yang dimulai dari
tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2011 dan dapat diperbaharui. Berdasarkan
perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard untuk periode
tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2010 dan US$ 0,75 per yard untuk periode dari
tanggal 1 Oktober 2010 sampai dengan 30 September 2011.

Berdasarkan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk pada tanggal 10 Januari 2011,
Perusahaan setuju untuk perpanjangan periode selama lima (5) tahun yang dimulai dari tanggal
1 Januari 2011 sampai dengan 30 Desember 2016 dan dapat diperbaharui untuk periode tiga (3) tahun
kemudian. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 0,30
per kgs dan minimal sebesar US$ 50.000 setiap bulannya.

Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian maklon terakhir dengan PT Texmaco Jaya Tbk
(dalam pailit) pada tanggal 23 Maret 2012, Perusahaan setuju untuk membayar biaya maklon sebesar
US$ 0,03 per kgs dan dikenakan biaya minimum sebesar US$ 64.000 setiap bulannya.

Perjanjian sewa gudang dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)

Berdasarkan perjanjian sewa tanah tanggal 15 Juni 2009 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya
Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju untuk menyewa tanah yang digunakan untuk 950 meter saluran
pipa gas, 1.500 meter saluran pipa air, 800 meter untuk fasilitas air pompa dan 1.000 meter kabel
listrik. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu tiga puluh (30) tahun yang terhitung sejak tanggal
1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2040. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus
membayar biaya sewa sebesar Rp 100.000.000 setiap bulannya.

Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 30 Maret 2011 antara Perusahaan dengan PT Texmaco
Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju untuk menyewa gudang selama sepuluh (10) bulan yang
dimulai dari tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan 31 Desember 2011. Berdasarkan pembaharuan
tanggal 28 Juni 2012, Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa sewa gudang sampai dengan
tanggal 31 Desember 2012. Kemudian, pada tanggal 28 Desember 2012, perjanjian ini telah
diperbaharui sampai dengan tanggal 30 Juni 2013. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus
membayar biaya sewa sebesar Rp 43.200.000 setiap bulannya.

Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 17 Nopember 2011 antara Perusahaan dengan
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju untuk menyewa gudang selama tiga (3) bulan
yang dimulai dari tanggal 17 Nopember 2011 sampai dengan 17 Pebruari 2012. Berdasarkan
pembaharuan perjanjian tanggal 15 Pebruari 2012, Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa
sewa gudang selama enam (6) bulan yang dimulai pada tanggal 17 Pebruari 2012 sampai dengan
17 Agustus 2012. Kemudian, pada tanggal 16 Agustus 2012, perjanjian ini telah diperbaharui sampai
dengan tanggal 16 Pebruari 2013, dan pembaharuan kembalinya sedang dalam proses. Sebagai
konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 9.000.000 setiap bulannya.

123
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

47. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Perjanjian sewa gudang dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) (Lanjutan)

Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 2 Januari 2012 antara Perusahaan dengan PT Texmaco
Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju untuk menyewa mesin chiller selama satu (1) tahun yang
terhitung sejak tanggal 2 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012. Kemudian, berdasarkan
pembaharuan perjanjian tanggal 28 Nopember 2012, Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa
sewa gudang selama enam (6) bulan yang dimulai pada tanggal 1 Desember 2012 sampai dengan
31 Mei 2013. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 5.000.000
per bulan.

Perjanjian sewa gudang dengan PT Texmaco Taman Synthetics

Berdasarkan perjanjian sewa tanggal 1 Agustus 2011 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Taman
Synthetics, Perusahaan setuju untuk menyewa gudang guna menempatkan peralatan laboratorium
selama lima (5) tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2011 sampai dengan 31 Juli 2015.
Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 99.000.000 setiap
bulannya.

Perjanjian Gas Turbin dengan PT Wismakarya Prasetya

Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (WKP) secara operasional terintegrasi sebagai pemasok
listrik dan uap hanya untuk Perusahaan. Sejak tahun 2004, Perusahaan telah memberikan dukungan
modal kerja bagi WKP untuk pembayaran tunggakan PGN, PLN dan Pajak. Setelah perubahan
pemegang saham mayoritas Perusahaan pada tahun 2006, Perusahaan telah menandatangani
perjanjian dengan WKP untuk jual beli tenaga listrik, up dan gas pada tanggal 14 Agustus 2006.
Perusahaan telah menawarkan untuk menaikkan harga listrik dan uap sejalan dengan kenaikan harga
gas, melalui surat pada tanggal 22 April 2010. Selain itu, perusahaan juga harus menanggung biaya
pemeliharaan turbin sesuai dengan standar waktu perawatan. Perusahaan harus membayar tagihan
atas tenaga listrik, uap dan gas sesuai pemakaiannya. Sebagai tambahan, Perusahaan harus
menanggung biaya pemeliharaan turbin sesuai dengan jam yang digunakan sebagai bagian biaya
pembelian listrik. Perjanjian ini berlaku untuk periode lima (5) tahun, dan jatuh tempo pada tanggal
22 April 2015. Perusahaan juga telah sepenuhnya menyediakan jaminan bank berupa SBLC sebesar
US$ 5.170.094 dan Rp 16.498.800.000 pada bulan Maret 2013 yang setara dengan dua (2) bulan
pemakaian gas, seperti yang dipersyaratkan oleh Kontrak Pasokan Gas dari PGN. Perjanjian Jual Beli
Gas WKP dengan PGN akan berakhir pada bulan Maret 2013 untuk dapat dilakukan perpanjangan.

PT Asia Pacific Fibers Tbk dan PT Wismakarya Prasetya (WKP) masih membahas secara komersial
untuk menyelesaikan harga efektif yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013. WKP telah
menyampaikan klaim untuk periode sebelumnya yang tidak layak secara komersial. Guna
memperkuat klaim terhadap WKP yang timbul karena uang muka penjualan, Perusahaan telah
mengajukan gugatan hukum melalui Pengadilan Karawang dan mengeluarkan Pemberitahuan
wanprestasi untuk WKP melaui suratnya tertanggal 14 Desember 2012 yang mendasarkan pada
perjanjian ditandatangani antara Perusahaan (Polysindo/APF) dan WKP pada tanggal 16 November
2006. WKP juga telah memberikan konfirmasi atas kewajibannya kepada Perusahaan pada akhir
tahun 2012.

124
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

48. KOMITMEN

(a) Komitmen Modal

Pengeluaran modal yang telah diperjanjikan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar
US$ 14,000,000.

Jumlah tersebut sehubungan dengan komitmen yang dibuat oleh Perusahaan dalam rangka
ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi benang dan fiber Perusahaan. Komitment tersebut
harus direalisasi paling lambat tahun 2013.

(b) Komitmen Sewa Operasi

Perusahaan menyewa berbagai gudang dibawah perjanjian sewa operasi yang tidak dapat
dibatalkan. Masa sewa antara satu (1) tahun sampai dengan tiga puluh (30) tahun, dan mayoritas
perjanjian sewa dapat diperpanjang pada akhir masa sewa.

Berikut ini adalah pihak-pihak yang mengadakan perjanjian dengan Perusahaan :

Pihak dalam Perjanjian Item yang disewa Periode Perjanjian Jumlah (Rp)

PT Texmaco Jaya Tbk Sewa Gudang di January 1, 2013 Rp 43.200.000


(dalam pailit) Karawang June 30, 2013 per bulan

Sewa Gudang di August 16, 2012 Rp 9.000.000


Karawang February 16, 2013 per bulan

Sewa Gudang di 1 Desember 2012 Rp 5.000.000


Karawang 31 Mei 2013 per bulan

Sewa Lahan di 1 Januari 2010 1 Rp 100.000.000


Karawang Januari 2040 per bulan

PT Texmaco Taman Sewa Gudang di 1 Agustus 2011 Rp 99.000.000


Synthetics Semarang 31 Juli 2015 per bulan

Jumlah pembayaran sewa minimum di masa depan dalam perjanjian sewa operasi yang tidak dapat
dibatalkan adalah sebagai berikut :

2012 2011
US$ US$

Tidak lebih dari 1 tahun 278.201 331.172


Lebih dari 1 tahun namun tidak lebih dari 5 tahun 690.900 867.681
Lebih dari 5 tahun 2.730.093 3.043.670

Jumlah 3.699.194 4.242.523

125
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

49. KONTINJENSI

Direktorat Jenderal Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan
pengadilan pajak atas pengembalian sejumlah Rp 13.090.399.058 pada tanggal 24 Nopember
2010. Jika Peninjauan Kembali yang diajukan dimenangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, maka
Perusahaan harus mengembalikan jumlah terutang beserta bunga yang harus dibayarkan sampai
dengan tanggal pengembalian. Sampai dengan tanggal selesainya laporan, hasilnya belum dapat
ditentukan.

Efektif tanggal 19 Agustus 2011, Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) menjadi berada dibawah
pengendalian Pengadilan, dan menyebabkan Perusahaan kehilangan pengendaliannya. Pengadilan
juga sudah menetapkan Hakim Pengawas dan tim kurator untuk menjaga aset pailit dan
memonitor operasional dan arus kas Entitas Anak tersebut. Liabilitas bersih Entitas Anak pada
tanggal tersebut adalah sebesar Rp 656.593.951.279. PT Asia Pacific Fibers Tbk yang merupakan
Entitas Induk tidak ada kewajiban atas utang kreditur dari Entitas Anak tersebut.

Berdasarkan surat koresponden dengan PT Bina Prima Perdana tanggal 8 Agustus 2011, PT Bina
Prima Perdana mengajukan klaim terhadap Perusahaan selaku pemberi garansi atas beberapa
pinjaman yang diberikannya kepada Entitas Anak dari Bank Dharmala dan Bank Arya. Namun,
manajemen Perusahaan menyatakan bahwa garansi (promisory note) tersebut tidak pernah
didaftarkan oleh PT Bina Prima Perdana selama proses verifikasi utang yang dilakukan oleh
kurator PT Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka Perkasa Tbk) dalam proses pailit
pada tahun 2005, dan sebagai konsekuensinya, klaim dari PT Bina Prima Perdana tersebut adalah
tidak sah. Disamping itu, proses restrukturisasi hutang tidak terjamin PT Asia Pacific Fibers Tbk
telah selesai dilakukan.

Sertifikat tanah Perusahaan dengan HGB No. 13 dan HGB No. 14 yang berlokasi di Kiara pyung,
Kecamatan Klari, Karawang dijaminkan kepada PT Bank Negara Indonesia / PT Bina Prima
Perdana sehubungan dengan utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit). PT Bina
Prima Perdana telah mengajukan klaim kepada Perusahaan melalui suratnya tertanggal
21 Pebruari 2013 sebesar Rp 19 miliar untuk membebaskan jaminan tersebut. Hal ini sedang
dalam proses diskusi dengan PT Bina Prima Perdana (Catatan 16).

50. INFORMASI SEGMEN

Dewan Direksi adalah pengambil keputusan operasional Perusahaan.

Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan informasi yang ditelaah oleh Dewan
Direksi yang ditujukan untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja.

Dewan Direksi itu mempertimbangkan bisnis baik dari perspektif geografis maupun dari perspektif
produk. Secara geografis, manajemen mempertimbangkan kinerja di Indonesia, Asia, Amerika, Eropa,
Australia dan Afrika. Namun dari perspektif produk, manajemen secarar terpisah mempertimbangkan
bisnis segment sebagai berikut :

126
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

50. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

1. Industri kimia dan benang sintetis


2. Pertenunan dan perajutan

Walaupun segmen pertenunan dan perajutan tidak memenuhi batas kuantitatif yang diisyaratkan
PSAK 5 sebagai segmen yang dapat dilaporkan, manajemen menyimpulkan bahwa segmen ini harus
dilaporkan, karena dimonitor secara ketat oleh Dewan Direksi strategis sebagai segmen yang memiliki
ptensi pertumbuhan dan diharapkan akan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan
pendapatan Perusahaan di masa yang akan datang.

Industri kimia Pertenunan


dan benang Dan
2012 sintetis perajutan Lain-lain Eliminasi Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$

PENJUALAN SEGMEN :

Penjualan eksternal
Lokal 488.293.432 10.448.629 498.742.061
Ekspor
Asia 35.709.104 691.483 36.400.587
Amerika 28.909.074 28.909.074
Eropa 16.744.050 186.344 16.930.394
Australia 11.259.124 11.259.124
Afrika 8.290.511 8.290.511
Total Ekspor 100.911.863 877.827 101.789.690

Penjualan antar segmen 216.141.901 (216.141.901)

Jumlah penjualan segmen 805.347.196 11.326.456 (216.141.901) 600.531.751

Hasil segmen (8.447.903) 2.465.475 (5.982.428)

Beban yang tidak dapat dialokasikan (16.806.846) (725.232) (17.532.078)

Rugi usaha (25.254.749) 1.740.243 (23.514.506)

Beban keuangan (18.213.903) (31.588) (18.245.491)

Rugi sebelum pajak penghasilan (43.468.652) 1.708.655 (41.759.997)

Pajak penghasilan 9.641.186

Jumlah rugi bersih dari operasi


yang dilanjutkan (32.118.811 )

Operasi yang dihentikan

Jumlah rugi bersih tahun


berjalan (dipindahkan) (32.118.811 )

127
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

50. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

Industri kimia Pertenunan


dan benang Dan
2012 sintetis perajutan Lain-lain Eliminasi Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$

Jumlah rugi bersih tahun


berjalan (pindahan) (32.118.811 )

Pendapatan Komprehensif Lainnya,


setelah pajak

Jumlah Rugi Komprehensif


tahun berjalan (32.118.811 )

LAPORAN POSISI KEUANGAN :

Aset segmen (399.690.163) (3.541.552) (20,576) (403.252.291)

Liabilitas segmen 1.200.226.996 789.213 74,931 1.201.091.140

INFORMASI LAINNYA :

Pengeluaran modal (14.082.392) (145.391) (14.227.783)

Beban Penyusutan (69.656.131) (14.129) (69.670.260)

Industri kimia Pertenunan


dan benang Dan
2011 sintetis perajutan Lain-lain Eliminasi Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$

PENJUALAN SEGMEN :

Penjualan eksternal
Lokal 499.048.169 2.370.697 501.418.866
Ekspor
Asia 53.301.178 1.126.920 54.428.098
Amerika 39.201.161 39.201.161
Eropa 24.353.250 289.910 24.643.160
Australia 8.745.493 8.745.493
Afrika 7.630.984 7.630.984

Total Ekspor 133.232.066 1.416.830 134.648.896

Penjualan antar segmen 228.753.393 24.016 (228.777.409)

Jumlah penjualan segmen 861.033.628 3.811.543 (228.777.409) 636.067.762

128
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

50. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

Industri kimia Pertenunan


dan benang Dan
2011 sintetis perajutan Lain-lain Eliminasi Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$

RESULT :
Hasil segmen 11.864.104 2.015.094 13.879.198
Beban yang tidak dapat dialokasikan (33.504.268) (237.916) (33.742.184)
Rugi usaha (21.640.164) 1.777.178 (19.862.986)
Beban keuangan (16.303.683) (11.658) (16.315.341)
Rugi sebelum pajak penghasilan (37.943.847) 1.765.520 (36.178.327)
Pajak penghasilan 9.892.352
Jumlah rugi bersih dari operasi
yang dilanjutkan (26.285.975 )
Operasi yang dihentikan 17.445.205
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (8.840.770)
Pendapatan Komprehensif Lainnya,
setelah pajak
Jumlah Rugi Komprehensif
tahun berjalan (8.840.770 )
LAPORAN POSISI KEUANGAN :
Aset segmen (450.827,948) (1.786.788) (20,576 ) (452.635.312)
Liabilitas segmen 1.217.589,825 1.233.623 74,931 1.218.898.379
INFORMASI LAINNYA :
Pengeluaran modal (9.003.874) (2.107) (9.005.981)
Beban Penyusutan (86.220.674) (5.387) (86.226.061)

Tabel berikut ini menunjukkan bahwa nilai tercatat dari segmen aset tidak lancar dan penambahan aset
tetap berdasarkan area geografis dimana aset tersebut ditempatkan adalah sebagai berikut :

Nilai tercatat dari aset tidak lancar Penambahan aset tetap


31 Desember 31 Desember 1 Januari 31 Desember 31 Desember
2012 2011 2011 2012 2011
US$ US$ US$ US$ US$

Indonesia 129.407.396 184.837.123 262.057.203 14.227.783 9.005.981

129
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

51. ASET DAN LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING

Perusahaan dan Anak Perusahaan memilik aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:

2 0 1 2 2 0 1 1
Mata uang Setara dalam Mata uang Setara dalam
Asing US$ Asing US$
Aset :

Kas dan setara kas IDR 15.953.468.926 1.649.790 14.214.328.653 1.567.526


EUR 6.277 8.315 2.348 3.039
SGD 8.125 6.644 8.261 6.354
NOK 1.108 170 1.108 161
Piutang usaha :
Pihak ketiga IDR 2.019.778.766 208.871 102.616.673 11.316
Pihak berelasi IDR 268.722.447.174 27.789.291 268.722.447.174 29.634.147
Piutang lain-lain IDR 20.275.727.220 2.096.766 18.212.026.112 2.008.384
Aset keuangan lancar lainnya IDR 10.248.315.332 1.059.805 5.237.815.332 577.615
Piutang tidak lancar kepada
pihak berelasi IDR 339.799.791.085 35.139.585 341.518.009.452 37.661.889
Aset keuangan tidak lancar
Lainnya IDR 3.959.414.637 409.454 3.959.414.637 436.636
Jumlah aset 68.368.691 71.907.067

Liabilitas :
Utang Usaha :
Pihak ketiga IDR 30.425.613.348 3.146.392 35.088.919.356 3.869.532
YEN 4.780.473 55.368 3,779.861 48.770
SGD 27.904 22.817 32.654 25.113
GBP 16.660 25.665
EUR 284.392 376.738 136.455 176.648
SEK 5.128.579 789.041
Pihak berelasi IDR 69.142.248 7.150
Biaya yang masih harus dibayar IDR 413.168.541.805 42.726.840 411.036.714.332 45.328.266
Utang Terjamin IDR 1.344.552.714.414 139.043.714 1.344.552.714.414 148.274.450
EUR 15.688.978 20.783.207 15.688.978 20.310.187
YEN 3.001.711.400 34.756.139 3.001.711.400 38.664.463
CHF 45.902 50.302 45.902 48.779
Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya :
Pihak ketiga IDR 18.295.341.577 1.891.973 9.296.681.940 1.025.219
Utang kredit pembiayaan IDR 1.162.192.835 120.186 957.211.258 105.559
Imbalan Pasca Kerja
Jangka Panjang IDR 99.356.704.849 10.274.737 77.637.935.506 8.561.749
Jumlah liabilitas 254.044.60 266.464.400

Net liabilitas (185.675.913 ) (194.557.333 )

130
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

51. ASET DAN LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING (Lanjutan)

Aset dan liabilitas moneter diatas dijabarkan menggunakan kurs penutup Bank Indonesia per 31
Desember 2012 dan 2011.

52. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

Nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan dicatat ketika suatu instrumen dapat dipertukarkan dalam
transaksi antara pihak yang berkepentingan, tidak dalam penjualan akibat kesulitan keuangan atau
dipaksa likuidasi.

Metode dan asumsi dibawah ini digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap kelompok
instrumen keuangan yang digunakan :

Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara
kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih
harus dibayar, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas
keuangan ini dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya karena merupakan jangka pendek.

Instrument keuangan jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu (1) tahun. Nilai wajar dari
aset dan liabilitas keuangan ini diperhitungkan dengan menggunakan diskonto arus kas di masa
yang akan datang dengan menggunakan tingkat suku bunga yang dapat diobservasi pada pasar dari
transaksi instrumen dengan kondisi, risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang sama.

Tingkatan Nilai Wajar :

Aset dan liabilitas keuangan diukur sebesar nilai wajar dalam laporan keuangan konsolidasian
yang dikategorikan berdasarkan pada tingkatan nilai wajarnya. Tingkatan atas aset dan liabilitas
keuangan ini dibagi dalam tiga (3) tingkatan berdasarkan pada masukan signifikan yang digunakan
dalam mengukur nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan.

Tabel dibawah ini menganalisis instrumen keuangan yang dinilai pada nilai wajar, berdasarkan
pada metode penilaian. Metode teknik penilaian memaksimalkan penggunaan data pasar yang
dapat diobservasi yang tersedia dan dapat dipercaya dengan estimasi entitas yang spesifik.
Perbedaan dari setiap tingkatan ditentukan sebagai berikut :

a. Tingkat 1 : Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik.
b. Tingkat 2 : Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang
dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung maupun secara tidak
langsung.
c. Tingkat 3 : Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
diobservasi

Berdasarkan tingkatan nilai wajar yang berbeda dari diatas, table dibawah ini merupakan aset dan
liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang diukur pada nilai wajar pada tanggal 31
Desember 2012 dan 2011 :

131
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

52. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan)

31 Desember 2012
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan :
Aset Lancar :
Kas dan setara kas 9.793.989 9.793.989
Piutang usaha, bersih 85.777.319 85.777.319
Piutang lain-lain, bersih 3.300.907 3.300.907
Aset keuangan lancar lainnya 7.720.808 7.720.808
Aset tidak lancar :
Piutang tidak lancar kepada
pihak berelasi 32.474.040 32.474.040
Aset keuangan tidak lancar
Lainnya 1.113.711 1.113.711
Jumlah aset lancar 106.593.023 33.587.751 140.180.774
Liabilitas keuangan :
Liabilitas Lancar:
Utang usaha 22.949.484 22.949.484
Biaya yang masih harus dibayar 43.319.170 43.319.170
Utang bank 78.563.511 78.563.511
Utang terjamin 1.000.263.703 1.000.263.703
Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang :
Pinjaman modal kerja 17.034.668 17.034.668
Utang kredit pembiayaan 64.651 64.651
Liabilitas jangka pendek lainnya 4.150.965 4.150.965
Liabilitas tidak lancar:
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar 20.541.883 20.541.883
Utang kredit pembiayaan 55.535 55.535
Jumlah liabilitas keuangan 186.679.867 1.000.263.703 1.186.943.570

31 Desember 2011
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan :
Aset Lancar :
Kas dan setara kas 3.438.164 3.438.164
Piutang usaha, bersih 79.729.562 79.729.562
Piutang lain-lain, bersih 2.529.473 2.529.473
Aset keuangan lancar lainnya 6.067.345 6.067.345
Aset tidak lancar :
Piutang tidak lancar kepada
pihak berelasi 34.996.344 34.996.344
Aset keuangan tidak lancar
Lainnya 1.140.893 1.140.893
Jumlah aset lancar 91.764.544 36.137.237 127.901.781

132
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

52. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan)

31 Desember 2011
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$

Liabilitas keuangan :
Liabilitas Lancar:
Utang usaha 23.798.883 23.798.883
Biaya yang masih harus dibayar 45.606.299 45.606.299
Utang bank 70.110.366 70.110.366
Utang terjamin 1.012.928.220 1.012.928.220
Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang :
Pinjaman modal kerja 8.191.329 8.191.329
Utang kredit pembiayaan 57.035 57.035
Liabilitas jangka pendek lainnya 4.251.161 4.251.161
Liabilitas tidak lancar:
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar 20.019.949 20.019.949
Pinjaman modal kerja 14.389.581 14.389.581
Utang kredit pembiayaan 48.524 48.524

Jumlah liabilitas keuangan 186.473.127 1.012.928.220 1.199.401.347

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif ditentukan dengan
teknik penilaian dan dihitung berdasarkan nilai kini arus kas masuk/keluar bersih yang berasal dari
estimasi penjualan di kemudian hari. Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai
kini arus kas masuk/keluar ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga pasar dan premi risiko.
Teknik-teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi
apabila tersedua dan sedapat mungkin meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik
dari entitas. Jika seluruh input yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan
dapat diobservasi, instumen tersebut termasuk dalam Tingkat 2.

Jika satu atau lebih unput yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat
diobservasi, instrument ini termasuk dalam Tingkat 3.

Tabel dibawah ini merupakan mutasi dari instrumen tingkat tiga adalah sebagai berikut :
Piutang jangka Aset
panjang Keuangan
Kepada Tidak lancar Utang
Pihak berelasi Lainnya Terjamin Jumlah
US$ US$ US$ US$
Saldo awal 34.996.344 1.140.893 (1.012.928.220 ) (974.125.438)
Keuntungan (kerugian)
selisih kurs, bersih (121.304 ) (27.182 ) 12.664.517 12.516.031
Pelunasan biaya proses (2.401.000 ) (2.401.000)
Saldo akhir 32.474.040 1.113.711 (1.000.263.703 ) (964.010.407)

133
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Perusahaan memiliki beragam eksposur risiko yang berasal dari instrumen keuangan. Tipe utama
resiko yang ada adalah risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas.

Manajemen risiko dari Perusahaan memfokuskan secara aktif pada pengamanan atas arus kas jangka
pendek dan jangka menengah dengan meminimalkan risiko pada pasar keuangan.

Perusahaan tidak aktif berpartisipasi di dalam perdagangan aset keuangan untuk tujuan spekulasi atau
untuk mengambil pilihan. Risiko keuangan yang paling signifikan bagi Perusahaan akan diuraikan
dibawah ini.

a. Risiko pasar

Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko pasar melalui penggunaan instrumen keuangan dan
terutama pada risiko nilai tukar dan risiko suku bunga yang dihasilkan dari aktivitas operasional
dan aktivitas investasi.

(a) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing

Kebanyakan transaksi Perusahaan dilakukan dalam beberapa mata uang asing. Eksposur
terhadap nilai tukar mata uang asing timbul karena transaksi aktivitas operasional Perusahaan
yang didominasi dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya, selain Dolar Amerika
Serikat. Perusahaan juga mempunyai kas dan setara kas dalam mata uang Rupiah.

Perusahaan juga peduli terhadap risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar.
Manajemen telah menentukan kebijakan yang meminta Perusahaan untuk menjaga risiko nilai
tukar terhadap mata uang fungsional. Tidak ada perjanjian spesifik untuk mengurangi risiko
melalui instrumen derivatif dan lindung nilai. Risiko nilai tukar timbuk ketika transaksi
komersial dimasa mendatang terjadi atau pada saat pengakuan aset atau liabilitas yang
dinyatakan dalam mata uang selain mata uang fungsional.

Untuk mengurangi risiko Perusahaan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing, Perusahaan
selalu memonitor arus kas dalam mata uang asingnya. Aset dan liabilitas keuangan dalam
mata uang asing, dijabarkan ke Dolar Amerika Serikat dengan kurs tengah Bank Indonesia
yang telah dijabarkan dalam Aset dan Liabilitas Moneter dalam Mata Uang Asing (Catatan
51).

Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan pada dasarnya telah melakukan lindung nilai
terhadap risiko nilai tukar. Risiko ini diukur dengan menggunakan rencana arus kas dalam
analisis sensitivitas. Tabel dibawah ini merangkum analisis sensitivitas terhadap kemungkinan
perubahan kurs mata uang asing, dengan mempertimbangkan semua faktor lainnya adalah
konstan, terhadap laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012 :

134
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

a. Risiko Pasar (Lanjutan)

(a) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing (Lanjutan)

2012
US$
.
EUR meningkat 0,10% (20.563)
SEK meningkat 1,16% (9.140)
NOK menurun 0,39% 28
SGD menurun 1,05% 170
CHF menurun 1,58% 798
IDR menurun 0,20% 252.714
YEN menurun 5,83% 2.029.504

Bersih 2.253.511

Manajemen melakukan survey melalui bank untuk mendapatkan estimasi atas nilai tukar mata
uang asing sampai dengan tanggal pelaporan. Estimasi perubahan mata uang asing meningkat
sebesar 0,10% untuk Euro Eropa dan 1,16% untuk Krona Swedish. Sedangan estimasi
perubahan mata uang asing menurun sebesar 0,39% untuk Krone Norwegian, 1,05% untuk
Dolar Singapura, 1,58% untuk Franc Swiss, 0,20% untuk Rupiah dan 5,83% untuk Yen
Jepang jika dibandingkan dengan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012.

Kebijakan Perusahaan untuk mengelola aset keuangannya dalam mata uang asing dilakukan
dengan menyediakan dana untuk menyelesaikan liabilitas keuangan dalam mata uang asing.
Pada tanggal 31 Desember 2012, liabilitas keuangan dalam mata uang asing telah melebihi
jumlah aset keuangan yang masing-masing sebesar US$ 185.675.913. Hal ini disebabkan
karena adanya utang terjamin milik Perusahaan yang belum selesai direstrukturisasi. Jika
utang terjamin yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya selain US
Dollar tidak dipertimbangkan, maka tidak ada selisih lebih liabilitas keuangan diatas aset
keuangan. Jumlah ini menggambarkan nilai yang akan dibayarkan saat jatuh tempo.

(b). Risiko Tingkat Suku Bunga

Risiko tingkat suku bunga merupakan dampak dari perubahan suku bunga pada asset dan
liabilitas Perusahaan. Risiko tingkat suku bunga umumnya disebabkan karena perubahan suku
dari bunga tetap dan suku bunga mengambang. Ketika risiko tingkat suku bunga
dipertimbangkan, lindung nilai atas suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengurangi
risiko nilai wajar yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga tetap dan
risiko arus kas yang berhubungan dengan aset dan liabilitas suku bunga mengambang.

135
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

a. Risiko Pasar (Lanjutan)

(b). Risiko Tingkat Suku Bunga (Lanjutan)

Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan eksposur risiko arus kas pendanaan jangka
panjang. Bunga atas pinjaman jangka panjang biasanya dalam tingkat tetap (fixed interest
rates). Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan mempunyai bunga dengan
tingkat bunga tetap (fixed interest rates) atas pinjaman kepada pihak bank, pihak ketiga dan
pihak berelasi, dimana tidak ada risiko tingkat bunga pada Perusahaan. Tingkat suku bunga
dari kas dan setara kas serta piutang usaha dan lainnya adalah tidak signifikan.

b. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari
pelanggan. Eksposur Perusahaan terhadap risiko ini berasal dari beragam instrumen keuangan,
seperti jaminan atas piutang dan uang muka penjualan baik yang berasal dari pelanggan maupun
dari pihak yang berelasi.

Perusahaan terus memonitor pelanggan dan pihak lainnya yang kemungkinan gagal dalam
memenuhi liabilitasnya, dengan cara mengidentifikasi baik secara individu maupun secara grup,
serta berkaitan dengan ketersediaan informasi lainnya di dalam memonitor risiko kredit.
Perusahaan mempunyai kebijakan hanya akan melakukan kegiatan transaksi dengan pihak yang
yang mempunyai prospek di masa depan. Selain itu, beberapa penjualan dilakukan dengan
penerimaan uang muka terlebih dahulu dari pelanggan (prefinance).

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan sesuai dengan nilai tercatat pada aset keuangan di
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah
sebagai berikut:

2012 2011
US$ US$
Kas dan setara kas 9.773.413 3.417.588
Piutang usaha, bersih 85.777.319 79.729.562
Piutang lain-lain, bersih 3.300.907 2.529.473
Aset keuangan lancar lainnya 7.720.808 6.067.345
Piutang jangka panjang kepada pihak berelasi, bersih 32.474.040 34.996.344
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1.113.711 1.140.893
Jumlah aset keuangan 140.160.198 127.881.205

(a) Kas dan setara kas dan Aset keuangan lancar lainnya

Pertimbangan terhadap risiko kredit untuk kas dan setara kas serta investasi jangka pendek
dapat diabaikan, karena pihak yang terkait adalah bank yang mempunyai reputasi dengan
kualitas rating kredit eksternal yang tinggi. Perusahaan secara aktif memonitor saldo kas dan
setara kas secara mingguan.

136
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

b. Risiko kredit (Lanjutan)

(b) Piutang Usaha

Sehubungan dengan piutang usaha, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan
terhadap risiko kredit dari para pelanggan baik secara individual maupun secara grup. Piutang
usaha Perusahaan terdiri dari banyak pelanggan. Berdasarkan informasi historis, tingkat
kegagalan dalam pelunasan piutang dari para pelanggan adalah kecil karena pembayaran dari
pelanggan biasanya diterima oleh Perusahaan dalam batas waktu kredit. Lagipula, beberapa
penjualan ekspor dilakukan dengan penerimaan uang muka terlebih dahulu dari pelanggan
(prefinance). Dengan demikian, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa kualitas kredit
atas saldo piutang usaha tidak diperlukan adanya penurunan nilai.

(c) Piutang lain-lain

Dalam piutang lain-lain, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko
kredit dari para pelanggan baik secara individual maupun secara grup. Berdasarkan informasi
historis tentang tingkat kegagalan dari para pelanggan, manajemen mempertimbangkan
bahwa kualitas kredit dari piutang lain-lain, bersih tidak perlu dilakukan penurunan nilai.

(d) Piutang tidak lancar kepada pihak berelasi

Piutang dengan pihak berelasi disini merupakan piutang kepada PT Multikarsa Investama
(related party). Manajemen Perusahaan menyatakan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai
yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena PT Multikarsa
Investama sedang dalam proses restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan pada waktu restrukturisasi selesai.

(e) Aset keuangan tidak lancar lainnya

Manajemen Perusahaan menyatakan tidak ada indikasi penurunan nilai yang dapat diukur dari
estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena Perusahaan sedang dalam proses
restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan
disesuaikan pada waktu restrukturisasi.

c. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi saat Perusahaan tidak dapat memenuhi liabilitasnya
pada saat jatuh tempo. Perusahaan menjaga keperluan likuiditasnya dengan cara memonitor skedul
pembayaran dari liabilitas keuangan jangka pendek dan jangka panjang berdasarkan rencana kas
masuk dan keluar dari hari ke hari.

137
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

c. Risiko likuiditas (Lanjutan)

Entitas menggunakan analisa jatuh tempo dalam mengelola likuiditasnya, seperti ketika suatu
pihak memiliki pilihan kapan akan dibayarkan, liabilitas juga mencakup dasar dari tanggal yang
lebih awal yang dapat memperoleh pembayaran terlebih dahulu. Risiko bahwa Perusahaan tidak
mampu memenuhi liabilitasnya telah melekat di dalam operasional Perusahaan dan dapat
dipengaruhi oleh oleh institusi spesifik dan situasi pasar dunia.

Pada kondisi normal, Perusahaan mengelola kebutuhan likuiditasnya dengan cara memonitor
jadwal pembayaran utang jangka pendek secara hati-hati yang diakibatkan karena adanya bisnis
harian. Kebutuhan likuiditas di monitor di berbagai waktu, hari-demi-hari, minggu-demi-minggu,
berdasarkan proyeksi 90 harian.

Liabilitas keuangan lancar yang akan jatuh tempo termasuk utang bank untuk pengadaan bahan
baku telah sepenuhnya dicakup di dalam aset lancar Perusahaan yang dapat dikonversi menjadi
uang tunai dalam waktu singkat. Pinjaman jangka panjang lainnya memiliki tingkat suku bunga
dan jadwal pembayaran yang pasti, yang telah dianggarkan sepenuhnya dalam perkiraaan arus kas
tiga (3) bulanan. Perusahaan tidak memiliki liabilitas yang sudah jatuh tempo baik jangka pendek
maupun jangka panjang, kecuali utang berjamin yang sedang dalam proses restrukturisasi

Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, liabilitas keuangan Perusahaan secara kontraktual
disajikan sebagai berikut :

Lancar Tidak Lancar


dalam 6 sampai 1 sampai 5 Lebih dari
6 bulan 12 bulan tahun 5 tahun
US$ US$ US$ US$

31 Desember 2012 :
Utang usaha 22.949.484
Biaya yang masih harus dibayar 43.319.170
Utang bank 78.752.462
Utang terjamin 1.000.263.703
Pinjaman modal kerja 17.340.000
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar 8.867.735 13.301.603
Utang kredit pembiayaan 35.988 28.663 55.535
Liabilitas lancar lainnya 4.150.965

Jumlah 1.149.471.772 17.368.663 8.923.270 13.301.603

138
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

53. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

c. Risiko likuiditas (Lanjutan)

Lancar Tidak Lancar


Dalam 6 sampai 1 sampai 5 Lebih dari
6 bulan 12 bulan tahun 5 tahun
US$ US$ US$ US$

31 Desember 2011 :
Utang usaha 23.798.883
Biaya yang masih harus dibayar 45.606.299
Utang bank 70.339.624
Utang terjamin 1.012.928.220
Pinjaman modal kerja 8.500.000 14.500.000
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar 4.937.627 17.007.384
Utang kredit pembiayaan 29.379 27.656 48.524
Liabilitas lancar lainnya 4.251.161

Jumlah 1.156.953.566 8.527.656 19.486.151 17.007.384

54. KEBIJAKAN MANAJEMEN MODAL

Tujuan Perusahaan dan Entitas Anak dalam pengelolaan permodalan adalah ntuk mempertahankan
kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak guna memberikan umbal hasil keapda pemegang
saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal
untuk mengurangi biaya modal.

Perusahaan dan Entitas Anak secara teratur menelaah dan mengelola struktur modal untuk memastikan
struktur modal dan pengembalian yang optimal kepada pemegang saham. Dalam rangka
mempertahankan struktur modal yang optimal, Perusahaam dapat menyesuaikan jumlah dividen yang
dibayarkan kepada pemegang saham.

Konsisten dengan industri lain dalam industri yang sama, Perusahaan dan Entitas Anak memonitor
permodalan berdasarkan gearing ratio. Gearing ratio per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah
sebagai berikut :

2012 2011
US$ US$
Jumlah pinjaman 1.118.645.689 1.128.318.414
Dikurangi :
Kas dan setara kas (9.773.413) (3.417.588 )
Aset keuangan lancar lainnya (827.301) (330.834 )
Aset keuangan tidak lancar lainnya (1.113.711) (1.140.893 )
Liabilitas bersih (dipindahkan) 1.106.931.264 1.123.429.099

139
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

54. KEBIJAKAN MANAJEMEN MODAL (Lanjutan)

2012 2011
US$ US$

Liabilitas bersih (pindahan) 1.106.931.264 1.123.429.099

Jumlah defisiensi (797.838.849 ) (766.263.067 )

Gearing ratio (0,72 ) (0,68 )

Jumlah liabilitas mencakup jumlah utang terjamin yang belum direstrukturisasi sebesar
US$ 1.000.263.703. Perusahaan akan merestrukturisasi utang ini pada tingkat yang berkelanjutan
dimana tahap negosiasi dengan kreditur terjamin termasuk PPA/BPP sedang berlangsung. Jika usulan
Perusahaan mengenai konversi utang menjadi modal diterima, maka hal ini akan memperbaiki struktur
modal gearing Perusahaan.

55. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN LALU

Manajemen membuat penyesuaian untuk mengkoreksi beberapa hal dibawah ini :

a. Kekurangan atas nilai tercatat dari tanah di Bandung sebesar US$ 68.347.
b. Kekurangan atas nilai tercatat dan akumulasi penyusutan dari bangunan di Bandung yang masing-
masing sebesar US$ 96.441. Nilai buku dari bangunan tersebut adalah US$ Nihil.

Menurut PSAK No. 25, jumlah koreksi kesalahan sebesar US$ 68.347 yang berhubungan dengan
kesalahan tahun sebelumnya harus dilaporkan dengan mengkoreksi saldo awal dari saldo laba
(akumulasi defisit) yang tidak ditentukan penggunaannya dan merupakan bagian dari ekuitas yang
dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.

Ringkasan dari akun-akun yang disajikan kembali adalah sebagai berikut :

Dilaporkan
sebelumnya Disajikan kembali
US$ US$

Aset tetap :
Pada tanggal 1 Januari 2011 304.392.472 304.460.819
Pada tanggal 31 Desember 2011 184.768.776 184.837.123
Akumulasi deficit belum
ditentukan pengunaannya :
Pada tanggal 1 Januari 2011 (2.019.193.395) (2.019.125.048)
Pada tanggal 31 Desember 2011 (2.028.146.170) (2.028.077.823)

140
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

56. REKLASIFIKASI AKUN

Akun-akun tertentu pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang telah
sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK)
No. VIII.G.7, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Rincian akun-akun
signifikan yang direklasifikasi adalah sebagai berikut :

Sebelum Setelah
Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi
US$ US$ US$
Laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2011 :
Investasi jangka pendek 330.834 (330.834)
Aset lancar lainnya 5.736.511 (5.736.511)
Aset keuangan lancar lainnya 6.067.345 6.067.345
Rekening bank yang dibatasi
penggunaannya 1.140.893 (1.140.893)
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1.140.893 1.140.893
Utang lancar lainnya 4.251.161 (4.251.161)
Liabilitas keuangan lancar lainnya 4.251.161 4.251.161
Laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011 :
Pendapatan bunga 21.064 (21.064)
Beban bunga dan administrasi bank (16.336.405) 16.336.405
Beban keuangan (16.315.341) (16.315.341)
Laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2010 :
Investasi jangka pendek 111.222 (111.222)
Aset lancar lainnya 2.944.403 (2.944.403)
Aset keuangan lancar lainnya 3.055.625 3.055.625
Rekening bank yang dibatasi
penggunaannya 1.905.194 (1.905.194)
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1.905.194 1.905.194
Utang pembelian aset tetap 30.476 (30.476)
Utang lancar lainnya 17.313.465 (17.313.465)
Liabilitas keuangan lancar lainnya 17.343.941 17.343.941
Utang sewa pembiayaan 4.300.981 (4.300.981)
Liabilitas sewa pembiayaan 4.300.981 4.300.981

57. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
dan interpretasinya (ISAK) baik revisi maupun baru. Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
efektif untuk laporan keuangan konsolidasian yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2013:

141
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011

57. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (Lanjutan)

PSAK 38 Kombinasi Bisnis pada Entitas dibawah Pengendalian yang


sama
ISAK 21 Perjanjian untuk Konstruksi Real Estat

Saat ini Manajemen Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari beberapa standar akuntansi dan
interpretasinya yang baru terhadap laporan keuangan konsolidasian.

58. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

Perusahaan menerbitkan laporan keuangan konsolidasian. Informasi keuangan tambahan PT Asia


Pacific Fibers Tbk (Induk Perusahaan saja) pada lampiran 1 sampai dengan lampiran 6 disajikan untuk
tujuan analisa hasil usaha Entitas Induk saja. Informasi keuangan tambahan PT Asia Pacific Fibers
Tbk (Induk Perusahaan saja) berikut ini harus dibaca bersamaan dengan laporan keuangan
konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk dan Entitas Anak.

142
Lampiran -1

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 9.773.413 3.417.588 9.715.956
Piutang usaha, setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai sebesar US$ 15.657.945
pada tahun 2012 dan 2011 dan US$ Nihil
pada tahun 2010
Pihak ketiga 57.988.028 50.095.415 46.948.271
Pihak berelasi 27.789.291 29.634.147 45.679.979
Piutang lain-lain, setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai sebesar US$ 36.721.575
pada tahun 2012 dan 2011 dan
US$ 36.752074 pada tahun 2010
Pihak ketiga 3.300.907 2.529.473 457.727
Aset keuangan lancar lainnya 7.720.808 6.067.345 3.055.625
Persediaan 79.954.633 87.677.359 50.974.455
Uang muka pembelian 34.605.192 37.846.870 32.329.293
Pajak dibayar dimuka 14.786.048 13.202.393 13.891.922
Biaya dibayar dimuka 1.101.627 1.169.786 850.592

Jumlah Aset Lancar 237.019.947 231.640.376 203.903.820

ASET TIDAK LANCAR


Piutang jangka panjang kepada pihak berelasi
setelah dikurangi penyisihan penurunan
nilai sebesar US$ 111.997.893 pada
tahun 2012 dan 2011 dan US$ 5.587.181
pada tahun 2010 35.139.585 37.661.889 144.781.701
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1.113.711 1.140.893 1.144.632
Aset tetap, setelah dikurangi dengan
akumulasi penyusutan sebesar
US$ 1.658.522.816 pada tahun 2012,
US$ 1.588.852.556 pada tahun 2011, dan
US$ 1.502.626.495 pada tahun 2010 129.394.646 184.837.123 262.057.203
Aset tidak berwujud 12.750
Investasi pada Entitas Anak 31.170 31.170 16.175.401
Aset pajak tangguhan 3.216.621

Jumlah Aset Tidak Lancar 168.908.483 223.671.075 424.158.937

JUMLAH ASET 405.928.430 455.311.451 628.062.757


Lampiran -2

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI)

LIABILITAS LANCAR
Utang usaha
Pihak ketiga 22.942.334 23.798.883 19.845.244
Pihak berelasi 7.150 135.538
Biaya yang masih harus dibayar 43.319.170 45.606.299 54.650.270
Utang pajak 1.751.095 1.937.308 2.039.546
Utang bank 78.752.462 70.339.624 48.046.644
Utang terjamin 1.000.263.703 1.012.928.220 1.012.905.635
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang :
Pinjaman modal kerja 17.340.000 8.500.000 4.333.000
Utang kredit pembiayaan 64.651 57.035 52.884
Liabilitas keuangan lancar lainnya 4.076.034 4.176.230 4.813.702

Jumlah Liabilitas Lancar 1.168.516.599 1.167.343.599 1.146.822.463

LIABILITAS TIDAK LANCAR


Pinjaman dari institusi keuangan lain :
Utang tidak terjamin dan wesel bayar 22.169.338 21.945.011 21.077.129
Pinjaman modal kerja 14.500.000 36.277.862
Utang kredit pembiayaan 55.535 48.524 77.437
Imbalan pasca kerja jangka panjang 10.274.737 8.561.749 6.504.083
Liabilitas pajak tangguhan 6.424.565 17.400.285

Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 32.499.610 51.479.849 81.336.796


Lampiran-3

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011

31 Desember 31 Desember 1 Januari


2012 2011 2011
(Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
US$ US$ US$
LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI)

EKUITAS (DEFISIENSI)
Modal Saham
Modal dasar 12.357.255.040 saham
dengan nilai nominal Rp 10.000
per lembar saham untuk Seri A,
Rp 1.000 per saham untuk Seri B,
Rp 40 per saham untuk Seri C pada
tahun 2012, 2011 dan 2010
Modal ditempatkan dan disetor penuh
219.696.000 saham Seri A dan
2.276.057.347 saham Seri C pada
tahun 2012 dan 2.157.211.950
saham seri C pada tahun 2011
dan 2010 635.689.316 635.165.191 635.165.191
Tambahan modal disetor 624.344.507 624.325.603 624.325.603
Saldo laba (akumulasi deficit)
Ditentukan penggunaannya 2.345.301 2.345.301 2.345.301
Tidak ditentukan penggunaannya (2.057.466.903) (2.025.348.092) (1.861.932.597)

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan


Kepada Pemilik Entitas Induk (795.087.779) (763.511.997) (600.096.502)

JUMLAH LIABILITAS DAN


EKUITAS (DEFISIENSI) 405.928.430 455.311.451 628.062.757
Lampiran -4

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

2012 2011
(Disajikan Kembali)
US$ US$
Operasi yang dilanjutkan :
PENDAPATAN
Pendapatan bersih 599.330.876 635.534.718
Pendapatan usaha lainnya 1.200.875 533.044
Jumlah pendapatan 600.531.751 636.067.762
BEBAN POKOK PENJUALAN (606.514.179 ) (622.188.564 )

LABA (RUGI) KOTOR (5.982.428 ) 13.879.198

Beban penjualan (14.052.194 ) (13.725.399 )


Beban umum dan administrasi (17.843.646 ) (18.726.822 )
Penyelesaian atas klaim asuransi, bersih 1.667.691 86.182
Laba (rugi) selisih kurs, bersih 11.816.164 (2.158.190 )
Pendapatan (beban) lain-lain, bersih 879.907 (121.286.612 )

(17.532.078 ) (155.810.841 )

RUGI USAHA (23.514.506 ) (141.931.643 )

Beban keuangan (18.245.491 ) (16.315.341 )

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (41.759.997 ) (158.246.984 )

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK


Kini
Tangguhan 9.641.186 10,975,720

Jumlah pendapatan pajak 9.641.186 10,975,720


JUMLAH RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN (32.118.811 ) (147.271.264 )
Operasi yang dihentikan :
Kerugian dari pelepasan Entitas Anak (16.144.231 )
JUMLAH RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN (32.118.811 ) (163.415.495 )
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA,
SETELAH PAJAK
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (32.118.811 ) (163.415.495 )

Laba per Saham :


Dasar (0,01 ) (0,07 )
Dilusian (0,01 ) (0,07 )
Lampiran -5

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

Saldo laba
(akumulasi defisit) Jumlah
Tambahan Ditentukan Tidak ditentukan ekuitas
Modal Saham Modal Disetor penggunaannya Penggunaannya (defisiensi)

US$ US$ US$ US$ US$

Saldo per 1 Januari 2011


(Disajikan Kembali) 635.165.191 624.325.603 2.345.301 (1.861.932.597) (600.096.502)

Jumlah rugi bersih tahun berjalan (163.415.495 ) (163.415.495 )

Pendapatan komprehensif lain

Saldo per 31 Desember 2011


(Disajikan Kembali) 635.165.191 624.325.603 2.345.301 (2.025.348.092) (763.511.997)

Penerbitan modal saham 524.125 18.904 543.029

Jumlah rugi bersih tahun berjalan (32.118.811 ) (32.118.811 )

Pendapatan komprehensif lain

Saldo per 31 Desember 2012 635.689.316 624.344.507 2.345.301 (2.057.466.903) (795.087.779)


Lampiran -6

INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN

PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk


(ENTITAS INDUK SAJA)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011

2012 2011
(Disajikan Kembali)
US$ US$

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan dari pelanggan 634.181.470 646.901.210
Pembayaran kepada pemasok (107.539.191) (121.707.320)
Pembayaran gaji (16.579.363) (15.571.185)
Pembayaran kas operasi lainnya, bersih (61.251.557) (38.847.286)

Kas yang diperoleh dari operasi 448.811.359 470.775.419


Penghasilan bunga 31.754 21.064
Beban bunga dan administrasi bank (17.979.160) (15.781.720)
Penerimaan dan penyelesaian atas klaim asuransi 1.667.691 86.182
Pembayaran pajak penghasilan (4.911.388) (11.407.441)
Penerimaan hasil restitusi pajak 5.940.924 7.119.722

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 433.561.180 450.813.226

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Pembelian aset tetap (13.295.299) (9.005.981)
Penambahan aset keuangan lancar lainnya (521.237) (233.946)
Pembayaran piutang tidak lancar kepada pihak berelasi (2.224.168) (2.825.916)

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (16.040.704) (12.065.843)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penerimaan dari penerbitan saham 591.434
Pembayaran utang bank (404.619.673) (428.449.261)
Penerimaan pinjaman modal kerja 12.940.000 8.500.000
Pembayaran pinjaman modal kerja (18.600.000) (26.110.862)
Penerimaan utang kredit pembiayaan 83.316 35.069
Pembayaran utang kredit pembiayaan (68.689) (59.831)

Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (409.673.612) (446.084,885)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH


KAS DAN SETARA KAS 7.846.864 (7.337.502 )

PENGARUH SELISIH KURS (1.491.039) 1.039.134

SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3.417.588 9.715.956

SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 9.773.413 3.417.588