Anda di halaman 1dari 6

TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

Ditetapkan,
KARUMKIT BHAYANGKARA SESPIMMA POLRI

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL Tanggal terbit
(SPO) 04 Januari 2016
dr. RINI AFRIANTI, MKK
PEMBINA NIP. 1973041720022122003

Proses pemindahan pasien dari satu unit/instalasi pelayanan ke


PENGERTIAN unit/instalasi pelayanan lain didalam rumah sakit
1.pemindahan pasien untuk mendapatkan perawatan lanjutan diruang
rawat inap.
2.pemindahan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang
diagnostik.
TUJUAN 3.pemindahan pasien untuk mendapatkan pemantauan intensif dan
penatalaksaan khusus.
4.pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis definitif/
operatif
5.pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenasah
1. pemindahan pasien untuk mendapatkan perawatan Lanjutan diruang
Rawat inap
KEBIJAKAN a. pemindahan pasien keruang perawatan dilakukan kondisi pasien
stabil dan layak transfer.
b. kondisi pasien stabil harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal,status mental
mental kooperatif,sudah sudah mendapatkan terapi inisial/resusitasi
dan tidak menunjukkan tanda gejala perburukan dari keluhannya.
c. kondisi pasien layak transfer harus memenuhi kriteria sebagai
berikut: kondisi pasien pasien stabil setelah observasi maksimal 2
jam (ruang pemilihan OK,Kamar Bersalin) atau 4 jam (UGD),
tersedia sarana transfer (kursi roda/brankar) ke ruang perawatan,
petugas medis pengantar dan penerima pasien telah siap
melakukan pemindahan ,lembar transfer internal dan status rekam
rekam medis pasien telah lengkap,prosedur operasional
pengendalian risiko pasien jatuh telah dijalankan,dan sudah lengkap
administrasi untuk perawatan.
d.pemindahan pasien ke ruang perawatan harus diketahui dan mendapat
persetujuan dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP).
e. dokter penanggung jawab pasien (DPJP), adalah dokter umum, dokter
gigi ataudokter spesialis yang memberikan pelayanan medis kepada
pasien atau yang duiberikan kuasa untuk merawat pasien
f. DPJP dapat melakukan konsultasi,rawat bersama,atau alih rawat
pasiennya kepada dokter lain atas indikasi.
g. pemindahan pasien keruang perawatan harus didampingi dan terima
oleh petugas medis.
TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

h. petugas medis yang bertanggung jawab dan sarana medis yang


dibutuhkan dalam pemindahan pasien keruang perawatan ditunjuk
berdasarkan kriteria pasien yang ditransfer.
i. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
wajib melakukan pemeriksaan keadaan umum dan tanda vital sebelum
sesudah transfer
j. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
wajib melaporkan kondisi fisik atau temuan penunjang diagnostik
pasien yang mengalami deteriorasi (perburukan) sebelum dan
setelah transfer kepada DPJP
k. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
harus melengkapi lembar transfer internal
l. lembar transfer internal merupakan dokumen rekam medik mengenai
serah terimah tanggung jawab pelayanan dan perawatan pasien
antar unit /instalasi didalam rumah sakit yang sah.
m. pemindahan pasien ke ruang perawatan dilakukan apabila ruang
ruang rawat inap yang ditujuntelah siap untuk menerima pasien.

2. Pemindahan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang


Diagnostik.
a. pemindahan pasien untuk pemeriksaan penunjang dilakukan
setelah kondisi pasien stabil dan layak transfer
b. pemindahan pasien untuk pemeriksaan penunjang dapat berupa ra
pemeriksaan radiologi (Rontgen/USG)
c. pemindahan pasien untuk pemeriksaan laboratorium berlaku dua
arah tergantung kategori pasiennya.
d. kategori pasien rwat jalan atau kode hijau (tidak gawat tidak
darurat) dapat diarahkan langsung ke unit laboraturium atau
radiologi ( Rontgen/USG) dengan menyertakan lampiran
intruksi pemeriksaan laboratorium dan radiologi ( Rontgen/USG)
dari DPJP
e. kategori pasien UGD (kode kuning dan kode merah) atau pasien
kebidanan dalam kondisi inpartu ( normal/operasi) yang
memerlukan pemeriksaan laboratorium dapat diperiksa diruang
observasi/resusitasi UGD/Kamar bersalin dengan lampiran intruksi
pemeriksaan laboratorium dari DPJP diserahkan di UGD /kamar
bersalin.
f. kategori pasien perawatan inap yang memerlukan pemeriksaan
laboratorium dapat diperiksa diruang perawatan tanpa pasien
dipindahkan ke unit laboratorium.
g. pemindahan pasien untuk pemeriksaan radiologi (Rontgen/USG)
dilakukan diruang khusus yang tersedia fasilitas radiologi
(Rontgen/USG).
H. Pemindahan pasien untuk pemeriksaan penunjang dari ruang
Perawatan dilakukan oleh petugas medis.
i. Pemindahan pasien untuk pemeriksaan penunjang dari ruang
Perawatan menyertakan lembar intruksi pemeriksaan penunjang
Yang dimaksud (laboratorium/radiologi)
j. pemindahan pasien untuk pemeriksaan penunjang dari ruang
perawatan tidak memerlukan lembar transfer internal.
TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

k. petugas medis yang bertanggung jawab dan sarana medis


yang dibutuhkan dalam pemindahan pasien untuk pemeriksaan
penunjang disesuaiakan dengan kriteria pasien yang ditransfer.

3. Pemindahan pasien untuk mendapatkan pemantauan intensif dan


Penatalaksaan khusus..
a. pemindahan pasien untuk mendapatkan pemantauan intensif dan
penatalaksanaan khusus dilaksanakan atas indikasi dan layak
transfer.
b. indikasi pemindahan pasien untuk mendapatkan pemantauan
intensif dan penatalaksanaan khusus dilakukan apabila pasien
membutuhkan penanganan di unit perinatologi/NICU/HCU
c. Pemindahan pasien untuk mendapatkan pemantauan intensif dan
penatalaksanaan khusus harus diketahui dan mendapat persetujuan
dari DPJP/dokter jaga.
d. DPJP/dokter jaga wajib memeriksa pasien yang dipindahkan untuk
pemantauan intensif dan penatalaksanaan khusus untuk
selanjutnya diberikan terapi inisial/resusitasi.
e. DPJP/dokter jaga yang bertanggung jawab dalam pemantauaan
intensif dan penatalaksanaan khusu harus melakukan inform
consent dan mendapatkan persetujuan dari pasien /keluarga/
penanggung jawab pasien sebelum pemindahan pasien dilakukan
f. pemindahan pasien untuk pemantauan intensif dan
penatalaksanaan khusus harus didampingi dan diterima oleh
petugas medis
g. petugas medis yang bertanggung jawab dan sarana medis
yang dibutuhkan dalam pemindahan pasien untuk pemantauan
intensif dan penatalaksanaan khusus ditunjuk berdasarkan kriteria
pasien yang ditansfer
h. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
wajib melakukan pemeriksaan keadaan umum dan tanda vital
sebelum dan setelah transfer.
i. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan wajib
melaporkan kondisi fisik atau temuan penunjang diagnostik pasien
yang mengalami deteriorasi (perburukan) sebelum dan setelah
transfer kepada DPJP/dokter jaga atau jika ada instruksi khusus
dari dokter yang bersangkutan.
j. petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
harus melengkapi lembar transfer internal
k.petugas medis yang bertanggung jawab dalam pemindahan pasien
wajib mengingatkan DPJP/dokter jaga untuk memeriksa pasien yang
dipindahkan ke unit perinatologi/NICU/HCU.

4.Pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis


Definitif/operatif
a. pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis definitif/
operatif dilaksanakan atas indikasi,dalam kondisi pasien stabil,
dan layak transfer.
TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

b. indikasi pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan


medis definitif/operatif dilakukan apabila pasien membutuhkan
penanganan dikamar operasi/kamar bersalin/ruang tindakan
UGD atau perawatan.
c. pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis definitif/
operatif harus diketahui dan mendapat persetujuan dari
DPJP/dokter jaga.
d. DPJP/dokter jaga yang bertanggung jawab dalam tindakan
medis/operatif harus melakukan inform consent dan mendapatkan
persetujuan dari pasien/keluarga/penanggung jawab pasien
sebelum tindakan medis/operatif dilaksanakan.
e. DPJP/dokter jaga yang bertanggung jawab dalam tindakan medis/
operatif harus memastikan kondisi pasien tetap stabil selama
tindakan medis /operatif berlangsung
f. pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis definitif/
operatif harus didampingi dan diterima oleh petugas medis
g. petugas medis yang bertanggung jawab dan sarana medis
yang dibutuhkan dalam pemindahan pasien untuk mendapatkan
tindakan medis definitif/operatif ditunjuk berdasarkan kriteria
pasien yang ditransfer.
h. pemindahan pasien untuk mendapatkan tindakan medis definitif/
operatif dari ruang perawatan tidak memerlukan lembar transfer
internal.
i. pemindahan pasien kembali keruang perawatan setelah mendapat
tindakan medis definitif/operatif dilakukan apabila kondisi pasien stabil
setelah observasi maksimal 2 jam diruang pemulihan kamr operasi
atau setelah kala IV persalinan maksimal 2 jam dikamar bersalin
j. pemindahan pasien kembali ke ruang perawatan setelah mendapat
tindakan definitif/operatif antar unit/instalasi harus melengkapi lembar
transfer internal.

5.pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenasah


a. pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenazah dilakukan
apabila sudah dipastikan kondisi mati klinis dari DPJP/
dokter jaga
b. kondisi mati klinis harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
henti napas henti jantung yang tidak respon terhadap resusitasi
atau kondisi DoA ( Death on arrival),pupil dilatasi maksimal,dan
EKG flat.
c. pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenazah diteruskan
kekamar jenazah
d. pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenazah menyertakan
surat keterangan kematian.
e. pasien yanf diteruskan kekamar jenasah harus observasi minimal
30 menit dan maksimal 2 jam untuk memastikan tanda-tanda
Kematian (livor morits/rigor mrits).
f. pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenazah tidak memerlukan
lembar transfer internal.
g. pemindahan pasien untuk pemulasaraan jenazah tidsk memerlukan
TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

pendampingan petugas medis atau sarana transfer

A. Persiapan Alat
1. Obat-obatan yang akan diberikan
PROSEDUR 2. Formulir daftar obat pasien
3. Berkas Rekam medis
4. Alat tulis
B. Pelaksanaan
1. Siapkan alat-alat untuk pelaksanaan tindakan
2. Ucapkan salam
selamat pagi/siang/sore/malam, bapak/ibu
3. Sebutkan nama dan peran anda
Saya Zr .... ( nama), dari unit kerja ....
4. Informasikan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
Bapak/ibu sesuai instruksi dari dr .... bahwa bapak / ibu akan
dilakukan tindakan pemberian obat dan saya yang akan
melakukan tindakan tersebut.
5. Jelaskan maksud dan tujuan dilakukan identifikasi
Bapak / ibu sesuai prosedur keselamatan pasien, sebelum
dilakukan tindakan pemberian obat saya harus melakukan
konfirmasi ulang atas identitas bapak/ibu, dan mencocokkannya
dengan gelang pengenal bapak/ibu gunakan, dengan tujuan untuk
memastikan identitas bapak/ibu dengan benar.
6. Pastikan identitas pasien dengan benar sebelum dilakukan
tindakan dengan cara :
a) Minta pasien untuk meyebutkan nama lengkap dan tanggal
lahir.
bpk/ibu mohon sebutkan nama lengkap dan tanggal lahir
bapak / ibu?
b) Bandingkan nama dan tanggal lahir yang disebutkan pasien
dengan yang tercantum pada gelang pengenal yang
digunakan pasien.
c) Bandingkan identitas pasien yang ada pada gelang pengenal
dengan identitas yang ada pada berkas rekam medik pasien
(nama, tanggal lahir, no RM)
d) Setelah selesai konfirmasi ucapkan terimakasih pada pasien
Terima kasih bapak/ibu atas kesediaannya dalam
pelaksanaan konfirmasi identitas ini
7. Jika sudah selesai dilakukan konfirmasi ulang identitas dan data
TRANSFER PASIEN INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI SKP/ 02 /I/2016/RSBS 00 3 dari 3


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SESPIMMA

identitas sudah cocok, lakukan prosedur tindakan / pemeriksaan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan :
Bila terdapat > 2 pasien yang akan dilakukan tindakan, dengan
nama yang sama periksa ulang identitas pasien dengan melihat
pembeda nama berupa bin / binti pada nama pasien di lembar
rekam medis.
Bila data pasien tidak lengkap informasi lebih lanjut harus
diperoleh sebelum prosedur pemberian obat dilakukan.
1. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT 2. Instalasi Gawat Darurat
3. Instalasi Rawat Jalan
4. Instalasi Kamar Operasi
5. Perinatologi/NICU/HCU
6. Kamar Bersalin
7. Kamar Jenasah
8. Unit Pemeriksaan Penunjang