Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM PERKERASAN JALAN

DAN TRANSPORTASI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
JURUSAN TEKNIK SIPIL - FAKULTAS TEKNIK
Alamat : Gd D9 Lt. 1 Kampus UM Jl Semarang 05 Malang Telp. 0341 587 082 | Laman : www.um.ac.id

BERAT JENIS BITUMAN DAN TER


(Spesific Gravity of Semi-Solid Bituminous Materials)
1. PENDAHULUAN
Berat jenis bitumen atau ter adalah perbandingan antara berat bitumen atau ter terhadap
berat air duling dengan isi yang sama pada suhu tertentu yaitu dilakukan dengan cara
menggantikan berat air denganvberat bitumen dan/ ter dalam wadah yang sama (yang sudah
diketahui volumenya berdasarkan konversi berat jenis air sama dengan satu). Berat jenis dari
bitumen sangat terganung pada nilai penetrasi dan suhu dari bitumen itu sendiri
Macam-macam berat jenis bitumen dan kisaran nilainya
a) Penetration grade bitumen dengan berat jenis antara 1.010 (untuk bitumen dengan
penetrasi 300) sampai dengan 1.040 (untuk bitumen dengan penetrasi 25);
b) Bitumen yang telah teroksidasi (oxidized bitumen) dengan berat jenis berkisar
antara 1.015 sampai dengan 1.035;
c) Hard grades bitumen dengan berat jenis berkisar antara 1.045 sampai dengan
1.065;
d) Cutback grades bitumen dengan berat jenis berkisar antara 0.995 sampai dengan
1.007;
Mencari berat jenis dapat dilakukan dengan melakukan perbandingan berat antara berat yang
diukur dengan berat benda tersebut didalam air. Perlu dibedakan antara berat volume dengan
berat jenis. Berat volume adalah dengan melakukan perbandingan langsung antara berat
dengan volume bersangkutan. Pengukuran ini sangat mudah dilakukan pada material yang
padat dan solid. Untuk material cair cara ini sulit, sehingga diperlukan pendekatan lain.
Besaran berat jenis merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam desain
perencanaan campuran aspal dan agregat. Penentuan berat jenis suatu material sebenarnya bisa
dilakukan secara kualitatif dengan visualisasi, yaitu dengan cara membandingkannya dengan

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
berat jenis air. Berat jenis material yang lebih kecil dari satu bisa mengapung, berat jenis
material yang sama dengan satu akan melayang didalam air dan berat jenis material yang lebih
dari satu akan tenggelam didalam air. tetapi cara ini hanya bisa dilakukan dengan material
suka air (hidrophilic). Akan halnya material yang takut air (hidropholic), hal ini tidak bisa
dilakukan. Untuk material seperti ini, harus dicari media lain sebagai pembanding, misalnya
minyak tanah.
2. Prosedur Pengujian
Perlatan :
a) Termometer;
b) Bak perendam yang dilengkapi pengatur suhu dengan ketelitian (25 0.1)C;
c) Piknometer dengan kapasitas 30ml.
Gambar picnometer :
a) Air suling sebanyak 1000 m3
b) Bejana gelas kapasitas 1000 ml
Persiapan benda uji :
a) Benda uji adalah contoh aspal pada sebanyak 100gr;
b) Panaskan contoh bitumen keras sampai menjadi cair dan aduklah untuk
mencegah pemanasan setempat. Pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit pada
suhu 56C diatas titik lembek;
3
c) Tuangkan contoh tersebut kedalam piknometer yang telah kering hingga terisi 4

bagian;
Langkah-langkah pengujian :
1) Isilah bejana dengan air suling sehingga diperkirakan bagian atas piknometer
yang terendam adalah 40 mm. Kemudian rendam dan jepitlah bejana tersebut
dalam bak perendam sehingga terendam sekurang-kurangnya 100 mm;
2) Aturlah suhu bak perendam pada suhu 25C;
3) Berishkan, keringkan dan timbanglah piknometer dengan ketelitian 1 mg (A);
4) Angkatlah bejana dari bak perendam dan isilah piknometer dengan air suling
kemudian tutuplah piknometer tanpa ditekan;

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
5) Letakkan piknometer ke dalam bejana dan tekanlah penutup hingga rapat,
kembalikan bejana berisi piknometer kedalam bak perendam. Diamkan bejana
tersebut didalam bak perendam selama sekurang-kurangnya 30 menit, kemudian
angkatlah piknometer dan keringkan dengan lap. Timbanglah dengan ketelitian
1 mg (B);
6) Tuangkan benda uji tersebut kedalam piknometer yang terlah kering hingga
3
terisi 4 bagian;

7) Biarkan piknometer sampai dingin, waktu tidak kurang dari 40 menit dan
timbanglah dengan penutupnya dengan ketelitian 1 mg (C);
8) Isilah piknometer yang berisi benda uji dengan air suling dan tutuplah tanpa
ditekan, diamkan agar gelembung-gelembung udara keluar;
9) Angkatlah bejana dari bak perendam dan latakkan piknometer didalamnya dan
kemudian tekanlah penutup hingga rapat. Masukkan dan diamkan bejana
kedalam bak perendam selama sekurang-kurangnya 30 menit;
10) Angkat, keringkan dan timbanglah piknometer (D).
3. Perhitungan dan Pelaporan
Hitunglah berat jenis dengan persamaan :
( )
=
( ) ( )
Dimana :
A. = berat piknometer (dengan penutup), (gram)
B. = berat piknometer berisi air, (gram)
C. = berat piknometer berisi bituman, (gram)
D. = berat piknometer berisi bituman dan air, (gram)
Laporkan berat jenis bitumen keras atau ter sampai tiga angka dibelakang koma.
4. Prosedur Pengujian Lain
AASHTO T 228 90 atau ASTM D 70-76
Prosedur praktikum menurut AASHTO T 228 90 pada dasarnya sama dengan diatas
hanya saja pada penyiapan sampel ada perbedaan perlakuan yaitu pemanasan untuk ter
pada suhu 56C diatas titik lembek sedangkan untuk aspal 111C diatas titik lembek.

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
5. Perhitungan dan Pelaporan
No Kegiatan Uraian
Contoh dipanaskan Pembacaansuhu oven
Pembukaan Benda
1. Mulai jam = 08.00 = C
Uji
Selesai Jam = ..
Didiamkan di suhuruangan
Mendinginkan
2. Mulai jam = ..
Benda Uji
Selesai Jam = ..
Direndam pada suhu 25C Pembacaan suhu
Mencapai Suhu
3. Mulai jam = .. waterbath
Pemeriksaan = C
Selesai Jam = ..

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
I. HASIL PENGAMATAN

LABORATORIUM PERKERASAN JALAN


DAN TRANSPORTASI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
Alamat : Gd D9 Lt. 1 Kampus UM Jl Semarang 05 Malang Telp. 0341 587 082 | Laman : www.um.ac.id
BERAT JENIS BITUMAN DAN TER
(Spesific Gravity of Semi-Solid Bituminous Materials)

Praktikum : Praktikum Perkerasan Jalan Tgl Uji :


: Lab. Perkerasan Jalan, Gedung
Lokasi Diuji Oleh : Kelompok
D9 T. Sipil UM

No. Kegiatan Uraian

1. Pembukaan Benda Uji Contoh dipanaskan Pembacaan suhu


Mulai Jam = 08.00 oven = 100C
Selesai Jam = 08.30
2. Mendinginkan Benda Uji Didiamkan di suhu ruangan
Mulai Jam = 08.30
Selesai Jam = 09.00
3. Mencapai Suhu Pemeriksaan Direndam pada suhu 25C Pembacaan suhu
Mulai Jam = 09.00 waterbath = 25C
Selesai Jam = 10.30

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
1.1 Data Hasil Pengujian Jenis Bitumen dan Ter

Penimbangan ke I (pikno) II (pikno + air) III (pic+asp) IV(gabungan)


Picnometer I 36,4 62,2 56,4 63,7
Picnometer II 36,4 41,8 38,0 42

Berat jenis bitumen keras dan ter (Specific gravity of semi-slid bituminous material)
1) Percobaan pertama

Berat piknometer + air = 62,2 gram


Berat piknometer = 36,4 gram
Berat air/isi piknometer = 25,8 gram

Berat piknometer + aspal = 56,4 gram


Berat piknometer = 36,4 gram
Berat aspal = 20 gram

Berat piknometer + air + aspal = 63,7 gram


Berat piknometer + aspal = 56,4 gram
Berat air = 7,3 gram
Isi bitumen = 18,5 gram

Berat jenis =

20
= gram/cm3
18,5
= 1,0811 gram/cm3
2) Percobaan kedua

Berat piknometer + air = 41,8 gram


Berat piknometer = 36,4 gram
Berat air/isi piknometer = 5,4 gram

Berat piknometer + aspal = 38 gram


Berat piknometer = 36,4 gram
Berat aspal = 2,4 gram

Berat piknometer + air + aspal = 42 gram


Berat piknometer + aspal = 38 gram
Berat air =4 gram

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
Isi bitumen = 1,4 gram

Berat jenis =

2,4
= gram/cm3
1,4
= 1,7143 gram/cm3

No. Jenis Pengujian Metode Pengujian Persyaratan


Penetrasi, 25 C, 100 gr, 5
1 SNI 06-2456-1991 60-70
(mm)
2 Titik lembek ( C) SNI 06-2434-1991 48
3 Indeks penetrasi - 1,0
Daktilitas pada 25
4 SNI 06-2432-1991 100
C(mm)
5 Titik Nyala ( C) SNI 06-2433-1991 232
6 Berat Jenis SNI 06-2441-1991 1,0
Pengujian Residu Hasil TFOT2,16
7 Berat yang Hilang (%) SNI 06-2440-1991 0,8
Penetrasi, 25 C, 100 gr, 5
8 SNI 06-2456-1991 54
(mm)
Daktilitas pada 25
9 SNI 06-2432-1991 100
C(mm)
Tabel 1. Spesifikasi Aspal Keras 60/70

II. KESIMPULAN

Dari pengujian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa hasil uji berat jenis
bitumen aspal PEN 60/70 yang diuji berat jenisnya untuk percobaan pertama sebesar 1,0811
gram/cm3 dan kedua 1,7143 gram/cm3.

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
Menurut SNI 06-2441-1991, mensyaratkan butimen yang didapat dari berat jenisnya
berkisar minimal 1,0. Jadi pengujian berat jenis aspal pada pengujian diatas memenuhi syarat
yakni percobaan pertama sebesar 1,0811 > 1,0 dan percobaan kedua sebesar 1,7143 > 1,0.

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945
Lampiran

Praktikum :Berat Jenis Bitumen dan Ter Reza Febrian Dwi P. - 150521604945