Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap makhluk hidup akan membutuhkan makanan untuk dapat tetap
bertahan hidup. Pada umumnya sebagian besar makhluk hidup akan merasa
lapar dan lemas apabila kekurangan makanan sehingga akan mengganggu
aktifitas sehari-hari terutama manusia. Hal ini disebabkan makanan
mempunyai fungsi untuk bisa dijadikan energi bagi tubuh. Selain itu juga
makanan akan difungsikan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan dan
perkembangan, misalnya untuk pertumbuhan badan dan otak. Namun tidak
sembarang makanan bisa dikonsumsi begitu saja, karena tubuh manusia
mempunyai kebutuhan dan kriteria bahan atau terdapat nilai gizi tertentu yang
harus dipenuhi.
Gizi dalam hal ini mempunyai peran yang sangat besar dalam membina dan
mempertahankan kesehatan seseorang, adalah merupakan kewajiban setiap
orang untuk memelihara kesehatannya, seperti yang disabdakan baginda
Rasulullah SAW Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu.
Maksudnya adalah merupakan kewajiban seseorang untuk memelihara
jasmani sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kehidupan yang sehat jasmani merupakan modal utama untuk bisa
melaksanakan pegabdian yang terbaik kepada Allah SWT, selaku hamba Allah
maupun insan sosial, guna memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan
akhirat. Kehidupan yang sehat jasmani dan rohani tersebut bisa diwujudkan
antara lain dengan memanfaatkan secara optimal hasil ciptaan Allah SWT
berupa buah-buahan dan sayuran alam sebagai konsumsi tubuh, sekaligus
penyembuh dan pengembali kondisi serta energi untuk beramal shaleh.
Makanan yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi sangat bervariasi
bentuknya, demikian juga dengan kadar gizi yang dikandungnya. Banyak
makanan yang sederhana bentuknya, namun memiliki mutu gizi yang tinggi.
Oleh karena itu perlu diperhatikan tatkala memilih makanan yang sehat dan
bergizi tinggi tanpa harus terkecoh dengan bentuk atau kemasan yang bagus

1
tetapi tidak memiliki kandungan gizi, apalagi sampai tidak memenuhi kriteria
makanan halal dan baik.
Namun bagaimana pandangan agama Islam mengenai makanan dan gizi
yang baik, hal inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana gizi makanan menurut pandangan Islam?
2. Bagaimana membedakan makanan yang baik dan halal dengan yang
diharamkan dalam Islam?

1.3 Tujuan
1. Untuk memahami gizi makanan dalam Islam yang sebenarnya.
2. Diharapkan mampu membedakan makanan yang baik dan halal dengan
yang diharamkan dalam agama Islam.

1.4 Manfaat
1. Menambah pemahaman mengenai makanan dan gizi dalam agama Islam.
2. Dapat mengetahui makanan yang halal dan baik menurut ajaran agama
Islam.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Makanan dan Gizi


Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk
hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat
membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan
dan otak. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein,
karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita
dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.
Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah
satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein
digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun
tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan
sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan
karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna
bagi tubuh saat kita membutuhkan energi.
Makanan adalah hasil dari proses pengolahan suatu bahan pangan yang
dapat diperoleh dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan adanya
teknologi. Makanan dalam ilmu kesehatan adalah setiap substrat yang dapat
dipergunakan untuk proses di dalam tubuh. Terutama untuk membangun dan
memperoleh tenaga bagi kesehatan sel tubuh.
Kata gizi berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti makanan. Ilmu
gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa
Inggris, food berarti makanan, pangan dan bahan makanan. Gizi adalah
elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara
langsung oleh tubuh. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih
pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang
balita yang berlangsung secara cepat, dibutuhkan makanan dengan kualitas
dan kuantitas yang tepat dan seimbang.
2.2 Makanan dan Minuman Dalam Islam

3
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. (QS
Al Baqarah (29.168))
Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali masalah
makanan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping
berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan rohani,
iman dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku.
Bagi seorang muslim makanan bukan sekedar penghilang lapar saja atau
sekedar terasa enak dilidah, tapi lebih jauh dari itu mampu menjadikan
tubuhnya sehat jasmani dan rohani sehingga mampu menjalankan fungsinya
sebagai "khalifah fil Ardhi". Rasulullah SAW pernah berkata dalam suatu
hadistnya "Seorang hamba Allah tidak akan berpindah dua kakipun pada hari
kiamat, sampai ia mampu menjawab empat hal yaitu umurnya bagaimana
dihabiskan, pengetahuan bagaimana diamalkan, hartanya bagaimana
dinafkahkan serta tubuhnya bagaimana digunakan atau diboroskan"
(HR.Tirmidzi).

Begitu banyak hasil penelitian para ahli yang menyatakan kesalahan dalam
mengkonsumsi makanan dapat mengganggu beberapa kerja tubuh, hingga
akhirnya baik langsung ataupun tidak langsung dalam jangka waktu tertentu
dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti penyakit kronis pada jantung,
paru-paru, darah tinggi (hypertenssion), diabetes, penyakit lambung dan usus
(peptic ulcer disease), kegemukan (obesity), depresi, tumor, kanker dsb. Hal
tersebut dapat terjadi kemungkinan besar dikarenakan manusia terlalu
berlebihan dalam berbagai hal. Seperti terlalu banyak garam, terlalu banyak
gula, terlalu banyak lemak dan kholesterol, terlalu banyak bahan makanan
tambahan (food additive), alkohol, merokok dsb. Padahal semua yang
berlebihan itu tidak disukai Allah SWT, seperti dalam firman-Nya :
"..., makan minumlah dan jangan berlebih-lebihan (melampaui batas yang
dibutuhkan tubuh dan batas-batas yang dihalalkan). Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS Al Araaf (7:31))

2.2.1 Makanan Halal

4
Hai manusia, makanlah dari apa yang terdapat di bumi, yang halal
dan yang thoyyib. Dan janganlah kamu menuruti jejak setan (yang
suka melanggar atau melampaui batas). Sesungguhnya setan itu
adalah musuh kamu yang nyata. (QS 2:128)
Diharamkan bagi kamu sekalian bangkai, darah, daging babi, dan
binatang yang disembelih dengan tidak atas nama Allah, binatang
yang tercekik, yang dipukul, yang terjatuh, yang ditanduk, yang
diterkam binatang buas kecuali kamu sempat menyembelihnya, dan
diharamkan juga bagimu binatang yang disembelih untuk
dipersembahkan kepada berhala. (QS 5:3)
Halal artinya dibenarkan, lawannya haram artinya dilarang, atau
tidak dibenarkan menurut syariat Islam. Sedangkan thoyyib artinya
bermutu dan tidak membahayakan kesehatan. Sebagai muslim,
diharuskan makan-makanan yang halal dan thoyyib, artinya harus
makan-makanan yang sesuai dengan tuntunan agama dan bermutu,
tidak merusak kesehatan. Dalam ajaran Islam, semua jenis makanan
dan minuman pada dasarnya adalah halal, kecuali hanya beberapa saja
yang diharamkan. Yang haram itupun menjadi halal bila dalam
keadaan darurat. Sebaliknya, yang halal pun bisa menjadi haram bila
dikonsumsi melampaui batas. Pengertian makanan dan minuman yang
halal meliputi :
1. Halal Secara Zatnya
Allah Maha Pemurah lagi Maha Pengasih. Terlalu banyak
bahkan hampir semua jenis makanan adalah halal dan dapat
dikonsumsi. Sebaliknya terlalu sedikit jenis makanan yang
diharamkan yang tidak boleh dikonsumsi. Hikmah pelarangan
tersebut jelas Allah yang Maha Mengetahui. Adapun kebaikan dari
adanya larangan tersebut jelas untuk kepentingan dan kebaikan
bagi manusia itu sendiri. Diantaranya, sebagai penguji ketaatannya
secara rohaniah melalui makanan dan minumannya dan agar
manusia tahu/mau bersyukur.
Bangkai, darah dan babi secara tegas diharamkan oleh
Allah. Selanjutnya semua binatang yang mati tidak melalui proses
penyembelihan hukumnya haram, disamakan dengan bangkai.

5
Termasuk binatang yang mati dalam pengangkutan, sekalipun baru
sebentar, tidak boleh ikut disembelih dan dikonsumsi oleh manusia.
2. Halal Cara Memprosesnya
Makanan yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang
tidak halal, maka menjadi haram. Memproses secara tidak halal itu
bila dilakukan :
a. Penyembelihan hewan yang tidak dilakukan oleh seorang
muslim, dengan tidak menyebut atas nama Allah dan
menggunakan pisau yang tajam.
b. Penyembelihan hewan yang jelas-jelas diperuntukkan atau
dipersembahkan kepada berhala (sesaji).
c. Karena darah itu diharamkan, maka dalam penyembelihan,
darah hewan yang disembelih harus keluar secara tuntas, serta
urat nadi leher dan saluran nafasnya harus putus dan harus
dilakukan secara santun, menggunakan pisau yang tajam.
d. Daging hewan yang halal tercemar oleh zat haram atau tidak
halal menjadi tidak halal. Pengertian tercemar disini bisa
melalui tercampurnya dengan bahan tidak halal, berupa bahan
baku, bumbu atau bahan tambahan lainnya. Bisa juga karena
tidak terpisahnya tempat dan alat yang digunakan untuk
memproses bahan tidak halal.
e. Adapun ikan baik yang hidup di air tawar maupun yang hidup
di air laut semuanya halal, walaupun tanpa disembelih,
termasuk semua jenis hewan yang hidup di dalam air.
f. Selain yang tersebut diatas, ada beberapa jenis binatang yang
diharamkan oleh sementara pendapat ulama namun dasarnya
masih mengundang perbedaan pendapat.
3. Halal Cara Memperolehnya
Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan
yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam
hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib, artinya makanan
yang sehat secara spiritual dan higienis. Mengkonsumsi makanan
yang diperoleh dengan cara yang tidak halal berarti tidak halal
secara spiritual akan sangat berpengaruh negatif terhadap
kehidupan spiritual seseorang. Darah yang mengalir dalam
tubuhnya menjadi sangar, sulit memperoleh ketenangan, hidupnya

6
menjadi beringas, tidak pernah mengenal puas, tidak pernah tahu
bersyukur, ibadah dan doanya sulit diterima oleh Allah.
2.2.2 Makanan Haram
1. Bangkai (Al Maitah)
Bangkai (al maitah) adalah setiap hewan yang matinya
tidak wajar, tanpa lewat penyembelihan yang syari. Contohnya
adalah :
a. Al munkhoniqoh : Hewan yang mati dalam keadaan tercekik.
b. Al mawquudzah : Hewan yang mati karena dipukul dengan
tongkat atau selainnya.
c. Al mutaroddiyah : Hewan yang mati karena jatuh dari tempat
yang tinggi.

d. An nathiihah : Hewan yang mati karena ditanduk.


e. Hewan yang diterkam binatang buas.
Jika hewan-hewan di atas ini masih didapati dalam keadaan
bernyawa, lalu disembelih dengan cara yang syari, maka hewan
tersebut menjadi halal karena Allah Taala berfirman,

Kecuali yang sempat kamu menyembelihnya
Yang termasuk bangkai adalah segala sesuatu yang
terpotong dari hewan yang masih hidup. Karena Nabi shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,

Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka
sesuatu tersebut adalah bangkai. (HR. Abu Daud no. 2858, At
Tirmidzi no. 1480, Ibnu Majah no. 3216, Ahmad 5/218. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami
no. 5652)
Namun ada dua bangkai yang dikecualikan keharamannya,
artinya bangkai tersebut halal yaitu bangkai ikan dan bangkai
belalang. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu
anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

7
Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai
tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut
adalah hati dan limpa. (HR. Ibnu Majah no. 3218. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
2. Darah yang Mengalir
Pengharaman hal ini berdasarkan Surat Al Maidah ayat 3 di
atas. Adapun darah yang jumlahnya sedikit semacam darah yang
masih menempel di urat daging sembelihan dan sulit dibersihkan,
maka itu dimaafkan.
3. Daging Babi

Selain pengharamannya dalam surat Al Maidah ayat 3 di


atas, Allah Taala juga berfirman

...

Katakanlah : "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang


diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang
hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau
darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua
itu kotor/binatang yang disembelih atas nama selain Allah. (QS.
Al Anam:145)
Shidiq Hasan Khon rahimahullah mengatakan, Yang
diharamkan dari babi adalah seluruh bagian babi. Sedangkan di sini
disebutkan dagingnya saja karena biasanya yang dimakan adalah
dagingnya.
4. Hewan yang disembelih Atas Nama Selain Allah
Dalil pengharamannya selain surat Al Maidah ayat 3 di
atas, Allah Taala juga berfirman,


Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak


disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya

8
perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS.Al
Anam:121)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang muslim untuk
memakan hasil sembelihan orang musyrik, majusi atau orang yang
murtad (non ahli kitab). Sedangkan untuk hasil sembelihan ahli
kitab (yaitu Yahudi dan Nashrani) itu dibolehkan untuk dimakan
selama tidak diketahui jika ia menyebut nama selain Allah.
Landasan dari hal ini adalah firman Allah Taala,

Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal


bagimu. (QS. Al Maidah:5)
Yang dimaksud dengan makanan dalam ayat ini adalah
hasil sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). Hal ini
sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Abu Umamah,
Mujahid, Said bin Jubair, Ikrimah, Atho, Al Hasan, Makhul,
Ibrohim An Nakhoi, As Sudi, dan Muqotil bin Hayyan.
5. Hewan yang disembelih Untuk Selain Allah
Seperti disembelih untuk berhala, qubur, dan orang yang
sudah mati seperti ditujukan pada Said Al Badawi. Hal ini
diharamkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 3
di atas.
2.2.3 Minuman Halal
Minuman yang halal ialah minuman yang boleh diminum menurut
syariat Islam. Adapun minuman yang halal pada garis besarnya dapat
dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
1. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi
kehidupan manusia baik membahayakan dari segi jasmani, akal,
jiwa maupun aqidah.
2. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya
telah memabukkan seperti arak yang telah berubah menjadi cuka.
3. Air atau cairan yang bukan berupa benda najis atau benda suci
yang terkena najis (mutanajis).

9
4. Air atau cairan yang suci itu didapatkan dengan cara-cara yang
halal yang tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam.
2.2.4 Minuman Haram
Semua jenis minuman yang memabukkan adalah haram. Termasuk
minuman yang tercemar oleh zat yang memabukkan atau bahan yang
tidak halal. Yang banyak beredar sekarang berupa minuman
beralkohol. Kebiasaan mabuk dengan minum-minuman keras itu
rupanya sudah ada sejak lama dan menjadi kebiasaan oleh hampir
semua bangsa di dunia. Pada jaman nabi Muhammad SAW,
masyarakat Arab juga mempunyai kebiasaan ini. Nabi memberantas
kebiasaan jelek ini secara bertahap.
Pertama, melarang orang melakukan sholat selagi masih mabuk
(QS 4:34). Berikutnya menyatakan bahwa khamar atau minuman
keras itu dosanya atau kejelekannya lebih besar dari manfaatnya atau
kebaikannya (QS 2:219). Terakhir baru larangan secara tegas,
menyatakan bahwa minuman keras itu adalah perbuatan keji, sebagai
perbuatan setan, karena itu supaya benar-benar dijauhi (QS 5:90)
Sedangkan baik ataupun tidaknya makanan yang dikonsumsi menurut
Shihab (1997; 148) bisa ditinjau dari segi sehat, proporsional, dan aman, yaitu
:

1. Makanan yang Sehat


Makanan yang sehat adalah makanan yang memiliki kandungan zat gizi
yang cukup dan seimbang, makanan yang sehat sangat diperlukan bagi
perkembangan dan pertumbuhan tubuh manusia. Salah satu makanan
yang sehat dianjurkan untuk dikonsumsi seperti binatang ternak (al-
anam). Sebagaimana firman Allah SWT Dan Dialah yang telah
menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang
menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan
(QS Al-Nahl ayat 5). Binatang ternak dalam ayat ini tercakup didalamnya
binatang unta, sapi, kambing, biri-biri. Di dalam daging hewan ternak
terkandung didalamnya protein-protein yang snagat diperlukan bagi tubuh
manusia.
2. Proporsional

10
Proporsional adalah makanan yang dimakan sesuai dengan kebutuhan,
dalam artian tidak berlebih-lebihan dari apa yang dibutuhkan oleh tubuh
dan tidak pula berkurangan. Allah SWT melarang umat manusia berlebih-
lebihan, termasuk dalam hal ini memakan sesuatu hendaknya sesuai
dengan yang diperlukan oleh tubuh, sebab jika berlebih-lebihan ataupun
berkurangan akan berakibat tidak bagus bagi tubuh. Terlalu banyak makan
menurut Saksono (1990; 133) bias mengakibatkan rusaknya organ
pencernaan, penyempitan pembuluh darah, menyebabkan seseorang
menjadi malas dan cenderung mengantuk yang secara langsung juga akan
mengganggu dalam berakitvitas dan beribadah sehari-hari. Berkaitan
dengan di atas, Rasulullah SAW mengecam mereka yang memenuhi
perutnya dengan makanan, sehingga tidak tersisa lagi untuk yang lain.
Beliau mengajarkan kepada ummatnya, bahwa perut selain diisi dengan
makanan juga disediakan untuk minuman dan bernapas. Sebagaimana
sabdanya Tiada tempat yang paling jelek untuk dipenuhi anak Adam,
selain perutnya, cukuplah untuk anak Adam beberapa suap makanan
untuk menegakkan (menguatkan) tulang sulbinya. Akan tetapi jika merasa
tidak cukup, maka aturannya sepetiga untuk makanan, sepertiga untuk
minuman dan sepertiga untuk bernapas. (Zakiyuddin, 1986; 136).
3. Aman
Aman adalah makanan yang suci dari kotoran dan terhindar dari segala
yang haram. Sebagaimana firman Allah SWT Dan makanlah makanan
yang halal lebih baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan
bertakwalah kepada Allah Yang kamu beriman kepada-Nya. (QS Al-
Maidah ayat 88) ayat ini menurut Shihab (1997; 150) menerangkakan
perintah makan yang disertai dengan perintah bertakwa yang pada intinya
agar manusia berusaha menghindarkan dirinya dari segala yang
mengakibatkan siksa dan terganggunya rasa aman. Di samping itu pula
makanan yang kotor dan haram akan menimbulkan penyakit jasmani dan
rohani.

2.3 Makanan yang Halalan Thayyiba


Dalam konteks mencari, memperoleh serta mengkonsumsi makanan
menurut ajaran Islam, manusia tidak bisa sebebasbebasnya ataupun seenak-

11
enaknya mengkonsumsi makanan hanya menuruti selera tanpa
memperhatikan aturan-aturan dalam mencari, memperoleh serta
mengkonsumsi makanan yang dibolehkan dalam ajaran Islam yaitu makanan
yang halal dan baik (halalan thayyiba). Kehalalan makanan sangat erat
kaitannya dengan masalah hukum boleh tidaknya makanan itu dikonsumsi.
Berikut ini gambar kombinasi untuk mendapatkan menu seimbang halalan
dan thayyiba.

Sumber : http://www.danonenutrindo.org/tentang_gizi_seimbang.php

Gambar 2.1 Gizi Seimbang

Pakar medis dan gizi mengajurkan program menu makanan yang


seimbang. Dewasa ini, konsumsi yang tidak benar, seperti kekurangan
makanan atau berlebihan menyebabkan terjangkitnya berbagai penyakit. Kini,
berlebihan dalam makan dan minum menimbulkan berbagai dampak
berbahaya bagi tubuh. Islam melarang berlebihan dalam makan dan minum,
dan menganjurkan untuk bersikap seimbang. Dalam Islam, keseimbangan
makan dan minum menyebabkan kesehatan fisik, terangnya hati dan
pemikiran serta meningkatkan kecenderungan ibadah kepada Allah. Namun
Islam juga tidak menganjurkan sedikit makan yang akan menyebabkan lapar
dan melemahkan fisik.

12
Allah Swt melarang manusia berlebihan dalam makan dan minum. Dalam
Al-Quran surat Al-Araf ayat 31, Allah berfirman, Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang berlebih-lebihan.
Untuk Itu Islam memerintahkan hidup sederhana dan tidak berlebih-
lebihan, serta mensyukuri karunia yang telah Allah anugerahkan kepada
manusia. Sebaliknya, Islam melarang umatnya bersikap rakus, kikir maupun
perbuatan lainnya yang menzalimi hak orang lain.
Dalam riwayat disebutkan bahwa berlebihan dalam makan dan minum
sebagai penyebab berbagai macam penyakit. Terkait hal ini, Rasulullah
bersabda, Obat terbaik adalah makan yang cukup.

2.4 Manfaat Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal


Seseorang yang sudah terbiasa mengkonsumsi makanan dan minuman
yang halal, maka dirinya akan memperoleh manfaat, di antaranya adalah :
1. Terjaga kesehatannya sehingga dapat mempertahankan hidupnya sampai
dengan batas yang ditetapkan Allah SWT.
2. Mendapat ridha Allah SWT karena memilih jenis makanan dan minuman
yang halal.
3. Memiliki akhlaqul karimah karena telah menaati perintah Allah SWT
sekaligus terhindar dari akhlak madzmumah (tercela). Makanan yang
dikonsumsi sehari-hari memberikan pengaruh pada diri seseorang, jika
yang dimakan berasal dari sumber yang halal dan baik, tentunya akan
memberikan pengaruh yang baik pula pada orang tersebut.
4. Melahirkan generasi yang kuat dan cerdas. Islam menganjurkan agar
pemeluknya melahirkan generasi penerus yang sehat dan kuat, anjuran
tersebut dapat ditemukan pada firman Allah SWT Dan hendaklah takut
kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang
mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
kesejahteraan mereka oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada
Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS
Al-Nisa ayat 8). Untuk merealisasikan anjuran ayat di atas, diperlukan
makanan yang bergizi, karena makanan yang bergizi sangat erat kaitannya

13
dengan membangun kekuatan jasmani dan kecerdasan seseorang, semakin
baik gizi yang dikonsumsinya akan menjadi kuat dan cerdaslah orang
tersebut, begitu pula sebaliknya makanan yang tidak mengandung gizi
yang baik, akan berakibat lemahnya fisik dan kedunguan orang tersebut.
5. Menjadikan doa mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Ibnu Abbas
menceritakan Saya membaca ayat, dihadapan Rasululah SAW, tiba-tiba
Saad berdiri dan berkata, wahai Rasulullah mohonkanlah kepada Allah
agar Dia menjadikan aku orang yang mustajab doanya. Rasulullah SAW
bersabda : Wahai Saad perbaikilah makananmu, makanlah dari makanan
yang baik-baik, niscaya kamu akan menjadi orang yang mustajab doanya.
(HR. Ath-Thabrani). Dilain hadits juga Rasulullah menyatakan :
perihal orang yang berambut kusut, berpakaian kumal, terlihat sangat
kelelahan (seolah berada dalam perjalanan jauh), makanannya haram,
pakaiannya haram, dan selalu mencari yang haram, kemudian mereka
mengangkat kedua tangan sambil berdoa, Ya Rabbku, Ya Rabbku, maka
bagaimana mungkin doa-doa mereka diterima oleh-Nya. (HR. Muslim).
Para sahabat sangat memperhatikan kejelasan halal haramnya suatu
makanan.

2.5 Hikmah Larangan Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Haram


Di antara nama Allah ialah Al-Latif (Yang Maha Lembut) dan Al-Hakim
(Yang Maha Bijaksana); oleh karena itu Allah menurunkan syariat dan
menetapkan hukum yang terbaik bagi kemaslahatan manusia. Daging babi
dan hewan-hewan lain yang haram dikonsumsi mengandung mudarat bagi
manusia, demikian juga dengan khamar yang merusak tubuh. Mudarat atau
bahaya dimaksud bisa jadi berdampak pada akhlak, jika bukan pada fisik,
sebab nutrisi yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap kejiwaan
manusia. Orang yang tidak pernah mengecap daging secara psikis akan
berbeda dengan orang yang selalu melahap daging. Demikian juga jenis
daging tertentu pun memiliki pengaruh tertentu dalam membentuk kejiwaan
seseorang. Bagi seorang muslim mematuhi rambu-rambu konsumsi nutrisi ini
merupakan suatu keharusan mutlak. Tanpa dipengaruhi oleh ada tidaknya
mudarat, bahwa semata diperintah Allah maka mematuhinya adalah
kewajiban, perintah Allah wajib dilaksanakan karena Dia-lah pemilik dan

14
penguasa sejati alam ini, oleh karena itu Dia berhak melarang manusia
berdasarkan kehendak-Nya semata sesuai dengan hikmah yang Dia ketahui.
2.6 Makanan dan Minuman Ditinjau dari Segi Kesehatan
1. Kurma
Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem keluarga Arecaceae
dari genus phoenix. Nama ilmiah kurma adalah dactylifera phoenix.
Kurma diyakini berasal dari tanah di sekitar tepi sungai Nil dan Efrat.
Kurma segar memiliki daging berserat lembut dan rasanya sangat manis,
seperti campuran sirup gula dan madu. Daging buah kurma berisi gula
sederhana seperti fruktosa dan dekstrosa yang mudah dicerna dan cepat
mengisi ulang energi tubuh. Kurma memiliki daftar panjang kandungan
nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Tabel di bawah menunjukkan

15
kandungan gizi dan unsur non-gizi yang ada pada kurma.

Gambar 2.2 Kandungan Gizi Kurma


Kurma matang mengandung gula sekitar 80%, sisanya terdiri dari protein,
lemak dan produk mineral termasuk tembaga, besi, magnesium dan asam
folat. Kurma kaya dengan serat dan merupakan sumber kalium yang
sangat baik. Lima butir kurma (sekitar 45 gram) mengandung sekitar 115

16
kalori, hampir semuanya dari karbohidrat. Berikut khasiat dari buah
kurma :
a. Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL
dalam usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi
selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan
kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
b. Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat
melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.
c. Kurma mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin
diketahui bersifat anti infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
d. Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat
antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga
diperlukan menjaga kulit tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami
yang kaya akan vitamin A diketahui membantu melindungi dari
kanker paru-paru dan rongga mulut.
e. Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah
komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang
menentukan daya dukung oksigen darah.
f. Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan
tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan
darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung
koroner dan stroke.
g. Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan
gigi, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan
darah dan konduksi impuls saraf.
h. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim
antioksidan superoksida dismutase.
i. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah.
j. Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
k. Kurma kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu piridoksin
(vitamin B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini
membantu tubuh dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Vitamin K sangat penting dalam pembekuan darah dan metabolisme
tulang.
l. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam,
seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik

17
untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena
meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah
dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan
dan telur.
m. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-
perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian
posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya.
Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang
menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses
kelahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu
fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan
dan menyusui.
2. Susu
Kandungan susu sapi tiap 100 gram :
Kalori (Kkal) 61,00
Protein (g) 3,20
Lemak (g) 3,50
Karbohidrat (g) 4,30
Kalsium (mg) 143,00
Fosfor (g) 60,00
Besi (g) 1,70
VitaminA (SI) 130,00
VitaminB1 (tiamin)(mg) 0,03
Vitamin C (mg) 1,00
Air (g) 88,33
Manfaat susu sapi sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Susu
mengandung zat gizi yang lengkap, dengan mengkonsumsi minimal
segelas setiap hari, banyak manfaat susu yang didapatkan tubuh, seperti :
a. Potasium, yang menggerakkan dinding pembuluh darah agar tetap
stabil, menghindarkan dari penyakit darah tinggi dan jantung.
b. Zat besi, tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi
terhadap kecantikan, yaitu untuk mempertahankan kulit tetap bersinar.
c. Tyrosine, mendorong hormon kegembiraan dan membuat tidur lebih
nyenyak.
d. Kalsium, menguatkan tulang.

18
e. Magnesium, menguatkan jantung dan sistem saraf sehingga tidak
mudah lelah.
f. Kandungan yodium dan leticinnya dapat meningkatkan secara drastis
meningkatkan kerja otak besar.
g. Kandungan seng pada susu sapi dapat membantu menyembuhkan luka
dengan cepat.
h. Vitamin B2 yang terkandung di dalam susu sapi dapat membantu
meningkatkan ketajaman penglihatan.
i. Susu juga penting bagi upaya menjaga kekebalan tubuh terhadap
penyakit, karena sebagian besar protein susu adalah casein yang
terdiri atas albumin dan globulin. Protein susu mempunyai nilai
biologi tinggi yang memberikan asam amino esensial yang tidak dapat
diproduksi secara alami oleh tubuh.
3. Daging babi
Kandungan dalam daging babi terdapat 118 kalori dalam potongan daging
babi (1 kecil atau potongan tipis). 54% lemak, 0% karbohidrat, 46%
protein. Berikut ini kandungan gizi dari daging babi.

19
Sumber : http://www.fatsecret.co.id

Gambar 2.3 Kandungan Gizi Daging Babi


Selain itu dalam dunia kesehatan daging babi juga mengandung cacing
pita/ Taenia solium dalam bentuk sistiserkus yang membahayakan saluran
pencernaan. Cacing ini akan tetap hidup bila daging babi tidak dimasak
secara benar. Tidak hanya menyerang saluran pencernaan tetapi juga
jaringan lainnya seperti jaringan subkutis, mata, jaringan otak, otot,otot
jantung dan sebagainya.
4. Bir/minuman alkohol
Bir adalah minuman beralkohol hasil fermentasi malt oleh yeast untuk
menghasilkan CO2 dan ethanol, dengan diberi flavor oleh bunga hops.
Gula malt diperoleh dari hasil pemecahan enzimatis pati (starch) malted
barley menjadi gula sederhana selama proses mashing. Komposisi zat gizi

20
yang terdapat dalam bir antara lain adalah karbohidrat, protein, vitamin,
CO2, water, mineral serta alkohol. Tingginya kandungan gizi dalam bir ini
sering membuat bir disebut "liquid bread". Berdasarkan material
penyusunnya tiap 1 liter bir terdiri dari 94% air, 4,5% alkohol, gula 2%,
flavor 0,1%, CO2 4,5%.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institute for
Cancer Research di Genoa, tampak bahwa telapak hop dan susunan
bunganya, yang biasa digunakan dalam proses pembuatan bir untuk
menambah rasa khas dan aroma minuman. Hop yang berisi berbagai jenis
flavonoid terprenilasi telah menunjukkan aktivitas antitumor pada
penelitian laboratorium system eksperimental.
Di antaranya zat yang paling berlimpah pada hop adalah xanthohumol
yang merupakan bahan bir yang bermanfaat. Dari penelitian yang
dilakukan, tampak bahwa xanthohumol mampu menghambat proliferasi
dan viabilitas sel tumor manusia karsinoma mammae, ovarium dan kanker
usus besar. Tidak hanya dalam penelitian ini saja, xanthohumol telah
menunjukkan kemampuan untuk menginduksi kematian sel apoptosis, sel
leukemia dan menghambat pertumbuhan sel endotel juga menghambat
angiogenesis, salah satu fenomena yang sering terjadi selama fase akut
pada pasien dengan leukemia. Tidak semua bir mengandung suatu
konsentrasi xanthohumol, namun yang terbaik adalah bir yang memiliki
kandungan hop tinggi, kemudian rasa pahit yang dilengkapi dengan busa
persisten (tanpa hop busa akan mudah menghilang).
Menurut penelitian di Spanyol, orang dewasa yang mengkonsumsi bir non
alkohol, dalam jumlah sedang memiliki efek imunomodulator, yang lebih
menonjol pada wanita dibandingkan pada pria. Jangan meremehkan efek
antioksidan bir non alkohol untuk polifenol, bir mencegah penuaan pada
kulit, bertindak melawan radikal bebas dan dengan demikian mencegah
timbulnya penyakit kardiovaskular. Tetapi memiliki bahaya bagi
kesehatan tubuh bila dikonsumsi. Sebuah studi menunjukkan bahwa
minum bir terlalu banyak meningkatkan risiko seseorang menderita
kanker usus besar. Selain itu, bir mengandung unsur seperti kobalt, yang

21
dikenal karena sifatnya memicu peradangan di kerongkongan dan perut.
Bir menghilangkan protein, lemak, karbohidrat dan unsur-unsur penting
yang baik untuk tubuh kita terutama potasium, magnesium dan vitamin C.
Kekurangan kalium dapat menyebabkan tubuh mengalami perubahan
irama jantung, kulit kering, dan nyeri di kaki. Sedangkan kekurangan
magnesium memicu gangguan tidur, mudah marah dan gugup.
Kekurangan vitamin C dalam tubuh juga menyebabkan masalah
kekebalan, penurunan konsentrasi dan ketidakseimbangan mental.

22
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu untuk manusia terutama dalam
hal makanan dan Allah SWT juga telah mengatur semuanya agar setiap
makanan yang dimakan bermanfaat bagi makhluk hidup dan terutama pada
manusia dalam ajaran agama Islam kita ini. Misalnya mengenai makanan
yang baik dan halal serta makanan yang diharamkan, kemudian juga
mengenai gizi yang terkandung dalam makanan.

3.2 Saran
1. Berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan sekarang, karena kita tidak
mengetahui bahan-bahan yang dicampurkan dalam sebuah produk
makanan terutama makanan yang dijual tanpa ada label halal.
2. Periksa kemasan makanan atau makanannya sebelum dibeli dan
dikonsumsi.
3. Pelajari makanan yang diperbolehkan dan yang diharuskan dalam Islam
agar kita selalu terjaga dalam memilih makanan karena makanan dan gizi
dalam Islam itu tidak lepas dari makanan sehat dan seimbang.

23
DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan Terjemahannya. Jakarta : Departemen Agama Republik Indonesia.


Al Hadist
al-Banteni, Nawawi. Tafsir Marah Labid Juz I, II. Toha Putra : Semarang
Fauzi, Muhammad. 1997. Hidangan Islam Ulasan Komprehensif Berdasarkan
Syariat dan Sains Modern Alih Bahasa Abdul Hayyi al-Kattanie. Gema
Insani Press : Jakarta
Iran Indonesian Radio. 2012. Islam, Gizi dan Kesehatan; Makanan Harus Halal,
Bersih dan Sehat
Mamduh, Syekh. 2014. PANGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM. Universitas
Brawijaya
Saksono, Lukman. 1996. Al-Quran Sebagai Obat dan Penyembuhan Melalui
Makanan. Al-Maarif : Bandung
Shihab, Quraish. 1997. Wawasan al-Quran Tafsir Maudhui Atas Pelbagai
Persoalan Ummat. Mizan : Bandung
Shihab, Quraish. 1997. Membumikan al-Quran Fungsi dan Peran Wahyu dalam
Kehidupan Masyarakat. Mizan : Bandung
Sudan. 1997. Al-Quran dan Panduan Kesehatan Masyarakat. Dana Bakti Prima
Yasa : Yogjakarta
Zakiyuddin. 1986. At-Taghrib wa Al-Tarhib min al-Hadits al-Syarif Jilid I. Dar el
Kutub el-Ilmiyah : Beirut
http://ariezetri.wordpress.com/2012/03/30/pengertian-gizi/

24