Anda di halaman 1dari 9

DETERMINAN STRUKTUR ORGANISASI

STRATEGI, BESARAN, TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN

Struktur organisasi
1. Pengertian struktur organisasi
Struktur organisasi adalah bagaimana tugas pekerjaan dibagi,dikelompokkan,dan
dikoordinasikan secara formal.
2. Unsure struktur organisasi
Spesialisasi kerja
Suatu derajat dimana tugas dalam organisasi dibagi-bagi dalam pekerjaan-pekerjaan yang
terpisah.
Depertamentalisasi
Dasar-dasar yang dipakai untuk mengelompokkan bersama sejumlah pekerjaan.
Rantai komando
Garis tidak putus dari wewenang yang menjulur dari puncak organisasi ke tingkat terbawah
dan memperjelas siapa melapor kepada siapa.
Rentang kendali
Jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif oleh seorang manager.
Sentralisasi dan desantralisasi
1) Sentralisasi
Keadaan dimana suatu keputusan dipusatkan pada satu titik tunggal dalam suatu organisasi.
2) Desantralisasi
Keadaan dimana suatu keputusan diambil dari karyawan tingkat bawah menuju tingkat yang
lebih tinggi.
Formalisasi
Keadaan dimana suatu keputusan atau pekerjaan menjadi suatu hal yang baku atau resmi
yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

DETERMINAN STRUKTUR ORGANISASI


STRATEGI

A. Pengertian strategi
Menurut Alfred Chandler: The determination of the basic long-term goals and objectives of
an enterprise, and the adoption of courses of action and the allocation of resources
necessary for carrying out these goals.
Menurut James Brian Quin : The pattern or plan that integrates an organizations major
goals, policies, and action squences into a cohesive whole.
Menurut Henry Mintzberg A pattern in a stream of decisions or actions.
Dikutip dari buku Pengantar Manajemen Strategik Kontemporer, Strategik di Tengah
Operasional / J. Hutabarat dan M. Huseini, Dalam bidang manajemen, definisi mengenai
strategi cukup beragam dan bervariasi dari beberapa ahli dan pengarangnya. Gerry Johnson
dan Kevan Scholes (dalam buku Exploring Corporate Strategy) misalnya mendefinisikan
strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan
keunggulan melalui konfigurasi sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk
mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak yang berkepentingan
(stakeholder).
Dari semua keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi adalah
penentuan dari jangka panjang rencana dan sasaran organisasi untuk mendapatkan
keunggulan dan untuk alokasi sumber-sumber yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan
perusahaan tersebut.
B. Macam-macam strategi
Strategi dibedakan menjadi dua yaitu:
Corporate Level Strategy :Yaitu strategi yang biasa digunakan dalam badan hukum yang
bertujuan untuk kebersamaan atau untuk bertujuan umum.
Business Level Strategy : Yaitu strategi yang digunakan dalam mencari keuntungan atau
bertujuan komersil.
C. Jenis-jenis strategi
Miles dan Snow: Empat tipe strategi yakni:
Reactor
Sedikit pertimbangan pada lingkungan, tidak fokus pada strategi.
Prospector
Menekankan inovasi dan fleksibilitas, struktur lepas, pembagian kerja rendah.
Analyzer
Strategi ini lebih mementingkam Stabilitas dan Efisiensi , Pengendalian terpusat, mulai fokus
pada perubahan
Defender
Stabilitas, Efisiensi, Konservatif, Terpusat dan Formalisasi Tinggi

Strategi Bersaing Porter


Cost-leadership strategy
Ketika organisasi ingin menjadi penghasil (menguasai pasar) dengan harga rendah, Jasa /
Produk harus sebanding dengan yang ditawarkan pesaing.
Differentiation strategy
Perusahaan ingin menjadi penghasil produk/jasa yang unik yang lbih mudah dikenal sehingga
dapat memebrikan keuntungan yang banyak karena produk atau jasa yang dihasilkan berbeda
atau unik dibanding dengan yang lain.
Focus strategy
Fokus pada segmen pasar yang lebih kecil artinya perusahaan tersebut hanya menjual barang
atau jasanya pada segmen pasar kecil seperti pasar tradisional atau paling besar adalah pasar
nasional.
Stuck in the middle
Perusahaan tanpa strategi yang jelas dalam artian perusahan tersebut tidak menetukan dengan
jelas strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.

kerangka Integrative Miller


Inovasi
Stratetegi yang menekankan pada pengenalan produk dan jasa baru yang lebih utama
Diferensiasi pasar
Memahami preferensi pelanggan. Strategi ini berjualan dengan mengepentingkan keinginan
pelanggan.
Breadth Inovation-Stability
Memilih Jajaran produk, layanan dan wilayah yang tepat, strategi ini berysaha untuk
menciptakan produk yang tepat dan menciptakan pelayanan yang baik serta berusaha
mungkin menjual produk yang dihasilkan ditempat yang tepat agar produk yang dihasilkan
dapat menguasai pasaran.
Kontrol Biaya
Strategi yang menekankan pada control biaya yang ketat, penghindaran pengeluaran inovasi
atau pemasaran yang tidak perlu dan penekanan harga.
Strategi imitasi
Strategi yang berupaya untuk pindah ke produk yang baru atau pasar baru hanya setelah
terbukti kebenarannya.

DETERMINAN STRUKTUR ORGANISASI


BESARAN

A. Pengertian besaran ( organisasi besar )


Besaran Organisasi adalah prediktor dari vertikal diferensiasi dalam organisasi.
Maksudnya adalah suatu organisasi dikatakan besar ketika jumlah karyawan dan asset yang
dimiliki begitu banyak.
Organisasi yang besar biasanya mempekerjakan karyawan dengan jumlah yang besar
sehingga terdapat banyak spesialisasi, lebih banyak departementalisasi, lebih banyak tingkat
hiraerki, dan lebih banyak aturan-aturan yang bersifat formal atau formalisasi.
Peningkatan formalisasi berhubungan erat dengan dengan peningkatan besaran
organisasi. Sementara hubungan besaran organisasi dan sentralisasi mempunyai hubungan
yang terbalik, namun penelitian memperlihatkan temuan yang bermacam-macam. Kajian
besaran diatas merujuk pada ukuran besaran organisasi menengah dan besar. Sementara pada
perusahaan kecil mereka menghadapi masalah yang berbeda dan mempunyai prioritas yang
berbeda. Selain itu ada fakta bahwa perusahaan kecil mempunyai karakter yang berbeda
dimana manajer mereka mempunyai pilihan struktural yang lebih terbatas.

B. Hubungan besaran dengan sentralisasi


Organisasi yang besar biasanya akan menggunakan sistem kerucut dalam menentukan
kinerjanya, dimana karyawan kecil akan bertanggung jawab pada pimpinan mereka, dan para
pimpinan akan bertanggung jawab pada pimpinan mereka yang lebih atas lagi. Dari sistem itu
semua akan ada pimpinan puncak yang bertanggung jawab pada keputusan perusahaan.
Dalam artian semakin besar suatu perusahaan semakin besar pula kemungkinan perusahaan
tersebut menggunakan metode sentralisasi.

C. Hubungan besaran dengan kompleksitas


Semakin besar organisasi, semakin nyata keberagaman divisi yang ada. Maksudnya adalah
suatu organisasi yang besar akan memiliki berbegai perkejaan yang banyak dan hal itu
membuat ketelitian serta pengawasan yang lebih, untuk itu perlu adanya pemecahan-
pemecahan dalam sebuah divisi atau departemen untuk mempermudah melakukan
pengawasan dalam bekerja dan untuk mempermudah dalam memberikan
pertanggungjawaban kerja. Selain itu kompleksitas juga mempermudah dalam mencari
pekerja baru karena akan sesuai dengan kemampuan setiap individu.

D. Hubungan besaran dengan formalisasi


Organisasi yang besar pasti diiringi dengan masalah yang besar pula contohnya seperti
ketidak samaan karyawan dalam bekerja atau perbedaan karakter karyawan, yang pada
akhirnya semua itu akan menimbulkan suatu aturan-aturan yang tidak baku dari para
pimpinan. Dari aturan yang tidak baku itu akhirnya akan ada karyawan yang mematuhi dan
ada beberapa karyawan yang tidak mematuhinya. Pada akhirnya peraturan-peraturan itu akan
dibakukan oleh pimpinan agar terjadi kesesuaian dan keselarasan dalam mencapai tujuan
perusahaan.

E. Masalah Umum pada Organisasi Besar


Birokrasi semakin kompleks
Kesulitan mengelola jika tersebar secara geografis
Kebutuhan mengumpulkan dan memproses informasi menjadi pengetahuan bersama
Waktu yang lebih panjang untuk melakukan sesuatu.

F. Mengatasi masalah pada organisasi besar


Outsourcing
Menyeimbangkan Sentralisasi dan Desentralisasi
Membagi organisasi menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola
Meyakinkan bahwa ada orang kunci pada bagian yang penting

DETERMINAN STRUKTUR ORGANISASI


TEKNOLOGI
Teknologi
Teknologi merujuk pada proses serta metode yang mengubah input menjadi output
dalam organisasi. Bebarapa ahli yang mengamati keterkaitan teknologi dan struktur
organisasi antara lain:
Joan Woodward: ia mengajukan tiga jenis teknologi produksi; unit, mass, dan process.
Kontribusi utamanya terletak pada pengidentifikasian hubungan yang mencolok antara kelas-
kelas teknologi itu dan struktur selanjutnya dari perusahan-perusahaan tersebut, dan
menunjukkan bahwa keefektifan perusahaan-perusahaann tersebut ada kaitannya dengan
kecocokan antara teknologi dan struktur.
Perrow: Ia berkesimpulan bahwa semakin rutin teknologi, maka semakin terstruktur
organisasinya.
Thompson: penelitiannya memperlihatkan bahwa saling ketergantungan yang
diciptakan oleh teknologi penting dalam menentukan struktur organisasi.
Kontribusi mereka menunjukkan bahwa teknologi rutin secara positif berhubungan
dengan kompleksitas yang rendah dan formalisasi yang tinggi. Teknologi rutin secara positif
berhubungan dengan sentralisasi, namun hanya jika formalisasinya rendah. Setiap organisasi
paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan
sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
DETERMINAN STRUKTUR ORGANISASI
LINGKUNGAN

1. Pengertian lingkungan

Lingkungan perusahaan diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern) dan faktor dalam
(intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan tidak langsung mempengaruhi
kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi perusahaan.

2. Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam:

A. Lingkungan eksternal
merupakan elemen-elemen di luar organisasi yang relevan tehadap kegiatan organisasi.
Organisasi memperoleh input dari lingkungannya (bahan baku, karyawan), memprosesnya
menjadi output (produk: barang/jasa).
B. Lingkungan internal.
Berada dalam organisasi, misal: karyawan, direksi, pemegang saham.

3. Lingkungan juga bisa dibedakan menjadi lingkungan yang mempunyai pengaruh


langsung (direct) terhadap organisasi dan yang tidak langsung (indirect). Lingkungan
yang berpengaruh langsung sering disebut sebagai lingkungan kerja (task
environment), sedangkan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung disebut
lingkungan umum (general environtment).

A. Lingkungan langsung (task environment)


Lingkungan langsung akan mempengaruhi nasib organisasi secara langsung. Karena itu
lingkungan tersebut juga sebagai stakeholder (pihak yang menentukan nasib organisasi). Ada
dua jenis lingkungan langsung yaitu eksternal dan internal.

a. Lingkungan Langsung Eksternal


Yang termasuk dalam lingkungan langsung eksternal
Konsumen
Konsumen membeli produk yang dihasilkan organisasi dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhannya. Dalam bahasa pemasaran, konsumen sering disebut sebagai pasar yang
diartikan sebagai orang yang mempunyai kebutuhan, uang, dan kesediaan untuk
membelanjakan uangnya. Konsumen tentu saja sangat menentukan nasib organisasi. Apabila
suatu organisasi gagal memenuhi kebutuhan, organisasi akan ditinggalkan oleh
konsumennya. Dengan demikian perusahaan harus mengenali perubahan selera atau
kebutuhan konsumen tersebut.
Pemasok
Pemasok merupakan pihak yang memberikan input ke perusahaan. Input dapat berupa bahan
baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan
organisasi.
Dalam sektor tertentu pemasok mempunyai kedudukan yang cukup kuat, sementara pada
sektor lainnya pemasok mempunyai kedudukan yang relatif lemah terhadap perusahaan.
Pemasok tunggal tentunya mempunyai kedudukan yang kuat dibanding dengan banyak
pemasok jamak. Hubungan yang erat dengan pemasok dapat mengefisienkan kegiatan
organisasi. Contoh: manajemen persediaan nol (just-in-time) yang sukses diterapkan di
Jepang sangat bergantung pada keeratan antara organisasi dengan pemasok.
Pesaing
Organisasi perusahaan akan berebut konsumen dengan pesaing. Pesaing memberikan produk
yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi
kebutuhan tertentu.
Pesaing memberikan produk yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan
organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Organiasasi juga akan bersaing dengan
organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing
memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari
universitas.
Oleh karena itu Manajer harus pandai menentukan mana pesaing dan bagaimana menghadapi
pesaing tersebut.

Pemerintah
Pemerintah mempunyai peranan penting dalam kehidupan organisasi. Pemerintah biasanya
berfungsi sebagai wasit dan memastikan aturan berjalan dengan semestinya. Dalam peran ini
pemerintah akan mengeluarkan aturan-aturan perundangan yang akan mempengaruhi
kehidupan organisasi.Melalui perusahaan negara (BUMN), pemeintah menjadi pesaing
langsung suatu organisasi yang kebetulan berada pada bidang usaha yang sama. Manajer juga
harus memahami proses pengambilan keputusan pemerintah. Meskipun pemerintah
diharapkan menjadi wasit yang adil, tetapi pengambilan keputusan akan diwarnai oleh
pembenturan kepentingan. Dengan demikian manajer dapat melakukan antisipasi yang tepat.

Lembaga Keuangan

Organisasi akan tergantung pada lembaga keuangan. Lembaga keuangan akan memberikan
input modal keuangan. Lembaga keuangan juga menjadi perantara bagi organisasi kepasar
keuangan. Pasar keuangan akan memperlancar aliran dana dari pihak surplus dana ke pihak
yang membutuhkan dana atau defisit dana. Manajer harus menentukan alternatif pendanaan
(hutang, obligasi, jual saham, leasing) yang paling murah dan fleksibel.
Kelompok-kelompok Lain
Selain kelompok-kelompok yang sudah disebutkan di atas, organisasi juga menghadapi
kelompok lainnya (yang belum disebutkan) dari lingkungannnya. Kelompok tersebut
biasanya tergantung pada jenis kegiatan organisasi. Organisasi perusahaan akan bergantung
pada organisasi Serikat Pekerja. Organisasi rumah sakit akan berurusan dengan organisasi
dokter atau juru rawat.

b. Lingkungan Langsung Internal


Lingkungan langsung internal berada dalam organisasi, bukan merupakan bagian dari
lingkungan eksternal. Lingkungan internal menjadi bagian dari lingkungan yang dihadapi
oleh manajer individual bukan organisasi secara keseluruhan.
(1) Pekerja
Pekerja merupakan sumber daya organisasi. Jika karyawan dan organisasi atau manajer
mempunyai tujuan yang sama maka organisasi akan berjalan dengan efektif. Tetapi kondisi
tersebut tidak mudah dijelaskan dan dilaksanakan. Akibatnya sering terjadi tarik menarik
kekuatan antara keduanya. Contoh: Manajemen tidak membayar upah sesuai upah minimum.
Beberapa alternatif dikembangkan untuk menyamakan kepentingan karyawan dan
manajemen. Salah satu cara adalah ESOP (Employee Stock Ownership Plan), dimana
karyawan, baik langsung maupun tidak langsung memiliki saham peusahaan di tempat
mereka bekerja.
(2) Dewan Komisaris
Komisaris ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemegang saham, biasa dijumpai pada
perusahaan dengan bentuk PT. Tugas pokok komisaris adalah mengawasi manajemen,
memastikan manajemen bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
(3) Pemegang Saham
Pemegang saham memberikan modal ke perusahaan dalam bentuk penyertaan. Dengan
demikian mereka memiliki peusahaan dan mempunyai hak dan kewajiban. Hak mereka
antara lain berbagi (share) keuntungan. Kewajiban mereka antara lain menanggung resiko
perusahaan.
(4) Jaringan Stakeholder
Pihak-pihak yang telah disebutkan, yang menentukan nasib perusahaan
(stakeholders), membentuk jaringan antar stakeholder dan dengan organisasi. Contoh,
pemegang saham menunjuk dewan komisaris, kemudian dewan
komisaris mengawasi kerja manajemen dan prestasi organisasi.
Stakeholder juga berperan ganda. Karyawan organisasi akan menjadi stakeholder sebagai
karyawan dan juga sebagai stakeholder konsumen. Disamping itu stakeholder yang berbeda
dapat bersatu apabila memperjuangkan hal yang sama. Contoh, konsumen yang
menginginkan informasi produk yang tidak menyesatkan maka mereka dapat bekerjasama
dengan pemerintah.
Kepentingan stakeholder tidak selalu sama, bahkan sering berbeda. Contoh, pemegang saham
menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi. Konsumen
menginginkan kualitas dengan harga murah.
C. Lingkungan tidak langsung
Lingkungan umum mempengaruhi organisasi melalui cara:
1. Sosial
(1) Demografi
Demografi menyangkut struktur kependudukan di lingkungan organisasi berada. Perubahan
demografi akan menyebabkan kesempatan sekaligus ancaman bagi organisasi tergantung
bagaimana organisasi mengantisipasi perubahan tersebut. Misalnya, perpindahan penduduk
dari desa ke kota. Gelombang organisasi ini menimbulkan bisnis tertentu.
(2) Gaya hidup
Gaya hidup merupakan manifestasi keluar yang nampak dari sikap dan nilai seseorang. Gaya
hidup suatu masyarakat akan berubah-ubah. Contoh, dengan semakin banyaknya pasangan
rumah tangga yang bekerja semua, memunculkan kesempatan penitipan bayi/anak kecil,
makanan siap saji (instant).
(3) Nilai social
Nilai sosial akan berpengaruh pada organisasi. Di setiap negara mempunyai nilai yang
berbeda beda. Masyarakat bisnis yang sukses di Amerika adalah yang mempunyai daya saing
individual yang tinggi, di Indonesia adalah mengandalkan pada jaringan kerjasama bisnis
yang berati membutuhkan ketrampilan sosial yang tinggi dan kurang menonjolkan gaya
kompetisi, dan di Jepang lebih menonjolkan kerjasama.
2. Variabel Ekonomi
Jika suatu perekonomian mengalami resesi, organisasi akan semakin sulit bergerak. Manajer
dapat melihat indikator-indikator ekonomi untuk melihat kondisi ekonomi yang ada,
diantaranya: tingkat inflasi, tingkat pengangguran, jumlah uang beredar, kurs rupiah terhadap
uang asing, tingkat bunga, RAPBN, dan devisa Negara.

3. Politik
Banyak peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi organisasi dihasilkan melalui
proses politik. Politik Internasional juga akan mempengaruhi kegiatan suatu organisasi.
Karena itu perubahan politik di negara partner perdagangan utama harus diperhatikan oleh
manajer.
4. Teknologi
Perubahan teknologi akan merubah cara kerja organisasi, dan juga memunculkan stakeholder
baru. Perubahan yang diakibatkan oleh teknologi lebih tenang dibandingkan
dengan perubahan yang terjadi oleh revolusi politik.
5. Dimensi Internasional
Dimensi internasional menjadi semakin penting di era globalisasi. Perekonomian negara-
negara di dunia menjadi semakin terbuka. Perusahaan dengan logika global akan mencari
sumberdaya dimana saja di dunia dengan tujuan mengopimalkan penggunaan sumberdaya.
Perusahaan mencari modal di eropa karena labih murah, mendirikan pabrik di Indonesia
karena tenaga kerja murah, menjual produknya di AS karena pasar yang besar. Persaingan
produk impor jelas akan mempengaruhi podusen lokal

BAB III
KESIMPULAN
Determinan struktur organisasi terbagi menjadi 4 hal yakni :
Strategi, : adalah penentuan dari jangka panjang rencana dan sasaran organisasi untuk
mendapatkan keunggulan dan untuk alokasi sumber-sumber yang dibutuhkan dalam
mencapai tujuan perusahaan tersebut. Yang dibedakan mnjadi beberapa hal menurut para
ahli yakni: Reactor, Prospector, Analyzer, Defender, Cost-leadership strategi, Differentiation
strategy, Focus strategy, Inovasi, Diferensiasi pasar , Breadth Inovation-Stability, Kontrol
Biaya, Strategi imitasi
besaran, : organisasi dikatakan besar ketika jumlah karyawan dan asset yang dimiliki begitu
banyak. Dalam hal ini besaran dihubungkan dengan sentralisasi, kompleksitas, dan
formalisasi.

teknologi : Teknologi merujuk pada proses serta metode yang mengubah input menjadi
output dalam organisasi. Bebarapa ahli yang mengamati keterkaitan teknologi dan struktur
organisasi antara lain:

lingkungan : Lingkungan perusahaan diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern) dan
faktor dalam (intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan tidak langsung
mempengaruhi kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi perusahaan.
Lingkungan dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan langsung dan lingkungan tidak
langsung.
Lingkungan langsung masih dibedakan menjadi dua lagi yaitu lingkungan langsung internal
dan lingkungan langsung eksternal.

DAFTAR PUSTAKA

Robbins, Stephen P. 2006. Organizational behavior : concept, controversies,


applications. Terj. Hadyana pujaatmaka. Jakarta : prenhaallindo

Handel, Michael J. 2002. The Sociology of Organizations: Classic, Contemporary


and Critical Reading. California: Sage Publication

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan


Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta.

Robbin, Stephen . 2008. Organizational Behavior. USA : Prentice Hall

Gibson, james L. Ivancevich. John M. 2000. Organizations, behavior, structure,


processes. USA : Internasional, Irwin. Mc GrawHill