Anda di halaman 1dari 29

TUGAS KIMIA KELOMPOK 3

BAB 2
STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK
DISUSUN OLEH:

KETUA KELOMPOK: DINDA SEPHIA

ANGGOTA : DESI RATNA AYU

FASYADILLAH SUFTY ALAIKA

FARIS KURNIAWAN

FAIZAH WAHYU NINGSIH

FINA TARUNA
KATA PENGANTAR
ASSALAMUALAIKUM WR WB.

Segala puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah swt, karena atas berkat rahmat dan
hidayahnya, kami kelompok 3 dapat menyusun laporan ini sebaik mungkin dan
menyelesaikannya dengan sebagaimana mestinya. Shalawat beserta salam kita curahkan
kepada junjungan kita Nabi besar, Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas makalah kelompok 3, mata
pelajaran Kimia. Dalam makalah ini terdapat terdapat dua materi pokok yang telah diberikan
oleh pembimbing kami sendiri. Ucapan terima kasih kami tunjukan kepada pembimbing kami,
Ibu Melly Rahmawati, S.Pd. , yang telah memberikan arahan dalam menyelesaikan
penyusunan makalah mengenai Bab 2.

Makalah ini telah diusahakan untuk dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin.
Namun, kami menyadari bahwa makalah kami jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami
kelompok 3 mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini di lain waktu. Semoga makalah ini bermanfaat dan menjadi salah
satu referensi dalam ilmu pengetahuan bagi para pembaca dan penyusun sendiri.
HALAMAN JUDUL.............................................................................................i

KATA PENGANTAR.........................................................................................iii

DAFTAR ISI.....................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1

Latar Belakang..............................................................................................1

Pokok Permasalahan ...................................................................................2

Tujuan Penulisan..........................................................................................2

Manfaat Penulisan........................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................3

2. 1 Teori Atom............................................................................................3
2. 2 Struktur Atom dan perkembangan model atom..................................15

2. 3 Sistem Periodik...................................................................................20

BAB III PENUTUP .............................................................................................23

3.1 Kesimpulan .................................................................................................23

3. 2 Saran ...........................................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................24

LAMPIRAN ........................................................................................................25
1.1 LATAR BELAKANG

Atom merupakan bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut.
Sebagai contoh, logam emas jika dipotong potong sedemikian rupa, maka akan diperoleh suatu
bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dibagi lagi, namun masih memiliki sifat emas. Bagian inilah
yang disebut atom emas. Atom emas berbeda jenisnya dengan atom perak, atom aluminium, atau
atom besi. Menurut anda, apa yang membedakan atom-atom tersebut?

Atom-atom yang sejenis dapat tergabung membentuk molekul unsur. Contohnya, gas oksigen
adalah unsur yang terbentuk dari gabungan dua atom oksigen sedangkan gas hidrogen adalah unsur
yang terbentuk dari gabungan dua atom hidrogen. Akan tetapi, ada juga unsur yang berupa atom
tunggal, contohnya adalah logam emas. Unsur-unsur tersebut, baik yang ada dialam contohnya
adalah logam emas. Unsur-unsur tersebut, baik yang ada dialam maupun unsur buatan, disusun dan
dikelompokkan dalam tabel periodik unsur. Menurut pendapat anda, mengapa unsur-unsur tersebut
perlu dikelompokkan? Apa yang mendasari pengelompokkan unsur unsur ini, dalam tabel periodik
unsur.

1.2 POKOK PERMASALAHAN

1. Apa pengertian dari Atom?

2. Bagaimana teori tentang Atom?

3. Apa saja struktur dari atom dan bagaimana perkembangan modelnya?

4. Apa pengertian dari sistem periodik?

5. Apa saja tabel dari sistem periodik?

6. 1.2 Tujuan Penulisan

7. Makalah ini dibuat agar kita dapat mengetahui apa itu atom dan sistem periodik, lalu kita
dapat memahami isi-isi dari atom dan tabel dari sistem periodik. Kita akan dapat memahami
bagian dari atom dan sistem periodik, jika kita dapat mempelajarinya dengan baik, lalu
menjelaskannya.

8. 1.3 Manfaat Penulisan

9. Adapun manfaat dalam penulisan karya ilmiah ini, yaitu :

10. 1. Sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan dalam membuat suatu karya ilmiah.

11. 2. Sebagai referensi bagi penulis dalam pembuatan makalah berikutnya.

12. 3. Sebagai bahan bacaan.


A. Teori Tentang Atom

1. Democritus (500 SM)


Filsuf dari Yunani ini percaya bahwa semua materi (zat) tersusun dari partikel yang sangat
kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan atomos (tidak dapat dibagi)

2. John Dalton (1766 - 1844)


Seorang guru juga ilmuwan Inggris ini mendefinisikan bahwa benda terkecil penyusun materi
yang tidak dapat dibagi lagi sebagai "atom". Ia membuat hipotesis yang menjadi dasar
berkembangnya kimia modern. Berikut hipotesis yang telah dibuatnya :

Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan
atom

Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa, ukuran dan sifatnya
sama. Sedangkan atom dari unsur yang berbeda mempunyai massa, ukuran dan sifat yang
beda

Senyawa tersusun dari atom-atom yang terdiri dari dua unsur atau lebih dengan
perbandingan tetap dan tertentu

Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.


B. Struktur Atom

Sampai sekarang tak ada alat yang mampu untuk melihat bagaimana bentuk

dan susunan atom. Penyelidikan dilakukan dengan mengamati

fenomena yang ditimbulkannya. Setelah diamati ternyata atom

mempunyai sifat listrik.

Atom tersusun dari partikel-partikel penyusun

yang terdiri dari Elektron, Proton dan Neutron.

Elektron
Bermula dengan ditemukannya tabung sinar

katode oleh Karl Ferdinand Braun.

Ia mengamati aliran radiasi dari kutub negatif (katode) menuju kutub positif

(anode) yang disebut sinar katode.

Sifat sinar katode ini disempurnakan oleh Sir William Crookes.


Kemudian penelitian sinar katode disempurnakan oleh Joseph John Thomson. J.J Thomson
menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,76 x 1018 coulomb/gram.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan Robert A.Milikan dengan percobaan tetes minyak.
Milikan menyebutkan bahwa muatan 1 elektron adalah 1,6022 x 10-19 C
J.J Thomson kemudian menyebutkan atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan d
dalamnya tersebar muatan negatif elektron. Teori ini dikenal dengan teori roti kismis.

Inti Atom dan Proton


Tahun 1886, Eugene Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng
katodenya. Ia menemukan sinar yang menembus lubang katodenya yang disebut sinar kanal.
Selanjutnya, Wilhelm Wien menyebutkan bahwa sinar kanal tersebut disebut proton.
Untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel tersebut, Ernest Rutherford melakukan percobaan
dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Rutherford menyimpulkan bahwa atom
terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang
bermuatan negatif.
Neutron
Tahun 1932, James Chadwick menemukan kejanggalan

pada penelitian Rutherford.

Penelitiannya menunjukkan kesalahan pada perbandingan

massa atom hidrogen dan massa atom helium. Chadwick melakukan percobaan hamburan partikel
alfa terhadap boron dan parafin . Apabila partikel alfa ditembakkan pada lapisan logam boron,
ternyata logam tersebut memancarkan sinar yang serupa dengan gelombang elektromagnetik
berenergi tinggi. Sinar tersebut tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
Percobaan selanjutnya menunjukkan bahwa sinar tersebut merupakan partikel netral yang
mempunyai massa sedikit lebih besar daripada massa proton. Partikel ini diberi nama neutron

C. Tanda Atom

Nomor Atom (Z),

adalah jumlah proton terdapat dalam inti atom


Nomor Massa (A), adalah jumlah proton dan neutron.
secara umum :
A = nomor massa

= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

A = p+n=Z+n

1). ISOTOP

Adalah atom-atom dari unsur yang sama


(mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda

nomor massanya.

2). ISOBAR

Adalah atom-atom dari unsur yang

berbeda (mempunyai nomor atom berbeda)

tetapi mempunyai nomor massa yang sama.

3). ISOTON

Adalah atom-atom dari unsur yang

berbeda (mempunyai nomor atom berbeda)

tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.


D. Perkembangan Teori Atom

1). Model Atom Dalton


a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama
d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom

2). Model Atom Thomson


Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang
merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. Menurut Thomson :
a) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron (bagaikan
kismis dalam roti kismis)
b) Atom bersifat netral, yaitu muatan positif dan muatan negatif jumlahnya sama

3). Model Atom Rutherford


a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan
positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya
berasal dari massa intinya.
b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta
elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
c) Atom bersifat netral.
d) Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.

4). Model Atom Niels Bohr


Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas
hidrogen.
Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-
tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif

dan di sekitarnya beredar elektron-elektron

yang bermuatan negatif.


b) Elektron beredar mengelilingi inti atom

pada orbit tertentu dengan gerakan stasioner (tetap),

selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama

(kulit elektron)

yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).


c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner,

energinya akan tetap


d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner

yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika
elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.

Elektron-elektron yang mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut dengan
kulit elektron atau tingkat energi.

Elektron menempati mulai dari kulit pertama K (dekat atom), kulit kedua disebut L, kulit
ketiga disebut M, dan seterusnya.

Tiap tiap kulit elektron hanya dapat ditempati oleh maksimum 2n2, dengan n adalah nomor
kulit
Jumlah elektron yang menempati kulit terluar disebut elektron valensi. Contoh elektron
valensi K adalah 1, elektron valensi P adalah 5
5). Model Atom Modern ( Mekanika Kuantum )
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang;
diprakarsai oleh 3 ahli :
a) Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai
gelombang.
b) Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan
gelombang.
c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip
mekanika gelombang.

Teori tentang Model Atom Modern :


a) Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-
elektron bergerak mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang
membentuk kulit atom.
b) Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu
dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
c) Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.

Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu :

bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron

kemungkinan ditemukan.
Semakin rapat awan elektron maka semakin

besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.


E. Sistem Periodik Unsur

1. Perkembangan Sistem Periodik


1. Triade Dobereiner
menyatakan : Bila unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat dan diurutkan
nomor massa atomnya, maka disetiap kelompok terdapat tiga unsur dimana nomor massa
unsur yang di tengah merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi.- Dikemukakan oleh
Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).
- Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.
- Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.

No atom Li = 3, No atom K = 19, maka No. atom Na = (3+19)/2 = 11

Oktaf Newlands
menyatakan : Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka sifat unsur tersebut
akan berulang setelah unsur kedelapan

- Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).


- Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
- Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip
dengan unsur ke-2 dst.
- Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala
Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
Sistem Periodik Mendeleev

- Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada
prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.
- Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih
mengutamakan kenaikan massa atom.
- Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya :
jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang
secara periodik.
- Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut Golongan.
- Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya
dan disebut Periode.
Sistem Periodik Modern
- Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi
periodik dari nomor atomnya.
- Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya
(Ar).
- Pada lajur mendatar disebut periode, lajur tegak disebut golongan
2. Hubungan Konfigurasi Elektron dan Sistem Periodik

Jumlah kulit elektron menunjukkan letak periode.


Pada konfigurasi unsur-unsur periode ke-2 mempunyai jumlah kulit sebanyak 2 buah
Contoh :
9F :2,7 periode ke-2
12Mg :2,8,2 periode ke-3
31Ga : 2 , 8 , 18 , 3 periode ke-4

Jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan


Pada konfigurasi unsur-unsur golongan ke-2, elektron valensi golongan IIA mempunyai
elektron valensi sebanyak 2 elektron
Contoh : __
4 Be :22 |
12Mg :282 |----> golongan IIA
20Ca : 2 8 8 2 __|

3. Sifat-Sifat Keperiodikan

1). Jari-Jari Atom

Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.


Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.

Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit
elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin
bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti
terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari
atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

2). Jari-Jari Ion

Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika dibandingkan dengan jari-
jari atom netralnya.

Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan
negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom
netralnya.
3). Energi Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )

Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepaskan satu
elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1 (kation).

Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih
besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.

EI 1< EI 2 < EI 3 dst

-Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar
semakin mudah untuk dilepaskan.

-Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron
terluar semakin sulit untuk dilepaskan.

4). Afinitas Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam wujud gas apabila
menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif (anion).

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik
elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.
Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.

Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan
VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.


6). Sifat Logam dan Non Logam

Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk


melepaskan elektron membentuk kation.

Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi ( EI ).

Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang
sifat logamnya.

Sifat non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk
menarik elektron.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam
bertambah.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam
berkurang.

Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan unsur
non logam terletak pada bagian kanan-atas.

Unsur yang paling bersifat non logam adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA,
bukan golongan VIIIA.

Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam
disebut unsur Metaloid ( = unsur yang mempunyai sifat logam dan sekaligus non logam ).
Misalnya : boron dan silikon
7). Kereaktifan

Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron.

Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali).

Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen).

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun, kemudian semakin
bertambah hingga golongan VIIA.

Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak reaktif


D. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Meliputi :

1). Jari-Jari Atom

Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.

Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.

Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit
elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.

Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin
bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti
terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari
atom.

Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

2). Energi Ionisasi

Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan
satu elektron membentuk ion bermuatan +1.

Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang
lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.

EI 1< EI 2 < EI 3 dst

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar
semakin mudah untuk dilepaskan.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron
terluar semakin sulit untuk dilepaskan.
4). Keelektronegatifan

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila
menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik
elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.

Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan
VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

4). Keelektronegatifan

Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa
(dalam ikatannya).

Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs)
sampai 4 (keelektronegatifan F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan
akan membentuk ion negatif.

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan
akan membentuk ion positif.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.
4). Keelektronegatifan

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila
menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik
elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.

Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan
VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

4). Keelektronegatifan

Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa
(dalam ikatannya).

Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs)
sampai 4 (keelektronegatifan F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan
akan membentuk ion negatif.

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan
akan membentuk ion positif.
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan
elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton
yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang
tidak memiliki neutron).

Model atom Dalton memiliki kelebihan yaitu mulai membangkitkan minat terhadap penelitian
mengenai model atom. Namun terdapat pula kelemahan yaitu teori atom Dalton tidak dapat
menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal
dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak.

sistem periodik unsur, memuat :

perkembangan sistem periodik unsur

unsur-unsur dalam sistem periodik unsur

sifat-sifat unsur dalam sistem periodik

kecenderungan jari-jari unsur dalam sistem periodik

sifat keelektronegatifan unsur dalam sistem periodik

energi ionisasi unsur dalam sisitem periodik

sifat unsur dalam satu golongan dan satu periode

B. Saran
Bagi para pembaca makalah ini, sebaiknya tidak merasa puas, karena masih banyak ilmu-ilmu
yang didapat dari berbagai sumber. Sebaiknya mencari sumber lain untuk lebih memperdalam
materi mengenai Kimia Unsur Alangkah baiknya jika mempelajari juga unsur-unsur kimia yang
lain dalam tabel periodik.