Anda di halaman 1dari 2

Aneurisma Aorta

Epid:
- paling sering abdominal, infra renal
- pria >60 thn, rokok
- risiko lain: emfisema, hpt, hiperlipid, riw keluarga

Ex:
1. Degeneratif (aterosklerosis)
- merusak tunika intima (ateroma/plak fibropati)
-> melemahkan tunika media -> kalsifikasi
2. nekrosis kistik medial
- pada sindrom marfan, Ehlers-Danlos tipe IV, sindrom Loeys-Dietz
- sebabkan degenerasi kolagen dan elastin dari tunika media
- sel medial diganti dgn bahan2 mukoid
3. Diseksi aorta kronis
4. Infeksi (sifilis, TB)
- inflamasi di peri dan mesoaorta jaringan elastin -> menipis dan melemah
- infeksi langsung/abses dari KGB hilus (TB)
- vaskulitis (takayasu arteritis, giant cell arteritis, dll)

5. Trauma:
- trauma benda tajam atau tumpul pada dada
- apalagi aorta desenden dekat insersi ligamentum arteriosum

Pato:
4 tahapan:
1. Degradasi proteolitik dinding aorta
- terjadi degradasi elastin (utk tunika media) dan kolagen (tunika adventitia)
- elastin cuma diproduksi sampe 40-70 thn
- kolagen utk kekuatan dan ketahanan dinding arteri, diproduksi seumur hidup
- metalloproteinase turut merusak dinding aorta, diinhibisi oleh:
+ TIMPS (tissue inhibitor of metaloproteinase)
+ alfa 2 makroglobulin
2. Inflamasi dan respons imun
- hasil dari respons inflamasi -> pengumpulan dan aktivasi lokal sel inflamasi ->
remodelling matriks
- sel2 imun produksi sitokin dan enzim:
+ rangsang reaksi inflamasi
+ degradasi matriks ekstraseluler
+ neovaskularisasi
- angiotensin II merangsang proinflamasi dinding vaskuler
- siklopilin A: memicu aktivasi MMP2 -> aneurisma aorta
3. Stres biomekanik dinding aorta
- tekanan oleh cairan pada dinding arteri dibagi:
a. tekanan hidrostatik
b. peregangan sirkumferensial -> tekanan longitudinal
c. stres akibat aliran darah
4. Faktor genetik
- lokasi kromosom 19q13 dan 4q31

Klasifikasi:
1. Fusiform/saccular
- fusiform: pelebaran simetris
- saccular: cuma sebagian dinding yg melebar
2. Berdasarkan lokasi
- torakalis
- abdominalis
An:
- torakalis
+ biasanya simtomatik;
+ efek penekanan trakea dan main bronkus: nyeri dada, sesak, batuk, wheezing
+ efek kompresi n. rekurens laring: serak
+ ruptur: nyeri dada hebat, leher, punggung, abdomen; syok
- abdominalis:
+ biasanya asimtomatik
+ nyeri abdomen, pinggang, skrotum, perut berdenyut
+ ruptur: nyeri abdomen akut, menjalar ke bokong, kaki; syok

PF:
- torakalis:
+ regurgitasi aorta
+ efek penekanan vena kava sup
- abdomen
+ masa berpulsasi, tdk nyeri

PP:
1. Ro: pelebaran bygn mediastinum, trakea terdorong, cabang bronkus kiri tergeser
2. Echo
3. USG abdomen
4. CT dgn kontras

Tx:
1. kontrol faktor2 risiko aterosklerosis:
- kolesterol
- hpt
- DM
2. invasif:
- endovascular aneurism repair (EVAR)
- open surgical

===============

Diseksi Aorta:

DeBakey
I Asenden + desenden
II Asenden
III Desenden

Stanford
A = DeBakey I+II
B = DeBakey III

Tx:
A: ada aorta asenden -> bedah 1st, medik 2nd
B: tdk ada aorta asenden -> medik 1st, bedah 2nd
- Farmako:
+ BB
+ CCB kalo KI BB
- Bedah:
+ open surgery
+ operasi endovaskular