Anda di halaman 1dari 2

Kortikosteroid (sering disinonimkan dgn glukokortikoid):

1. Glukokortikoid
2. Mineralokortikoid

Normalnya mengikuti irama sikardian, tapi kalo stres -> ^ rangsangan aksis HHA ->
produksi kortiko
Dimetabolisme di hati oleh CYP3A4
- prednison dimetabolisme > drpada prednisolon (13x lebih cepat)
- metabolisme kortiko^ kalo digunakan dgn fenobarbital, fenitoin dan rifampisin
- metabolisme as salisilat^ kalo dgn kortiko

Mekanisme kerja:
- kortiko lipofilik
-> lewat membran sel
-> terikat di reseptor glukokortikoid (GR): GR a (alfa), GR B (beta)
+ ada yg resisten steroid: kadar GR B tinggi dan antibodi thdp lipocortin-1
- kerja pada aksi genomik: terjadi pd dosis rendah dengan awitan ~30 menit
-> GR a aktifkan efek hormonal -> kortiko terikat di reseptor sitosolik di nukleus
-> kortiko lalu:
+ stimulasi transkripsi gen2 trtentu (lupocortin 1, endonuklease)
+ inhibisi sintesis NF-kappa B, activator protein (AP) dan sitokin (TNF a, IL-2,
IL-6)
+ hambat induksi nitrogen monoxide synthetase dan inducible COX-2 (iCOX-2)
- kerja pada aksi non-genomik: bila dosis lebih tinggi dgn awitan dini (1-2 menit)
-> feedback engatif hipotalamus thdp produksi ACTH
+ induksi apoptosis limfosit
+ hambat aktivitas membrane acssociated receptors (inositol trifosfat, protein
kinase)
+ pengaruhi kondisi psikokemikal membran
= inhibisi transpor Ca2+ dan Na+ -> stabilisasi membran dan kurangnya kepekaan
dan aktv sel

Efek:
- monosit/makrofag:
+ reduksi jumlah
+ berkurangnya paparan reseptor Fc dan molekul MHC kelas II
+ berkurangnya sintesis sitokin proinflamasi dan prostaglandin
- sel T:
+ V jumlah sel
+ V produksi IL-2
- granulosit
+ V eos dan baso
+ ^ netrofil
- fibroblas:
+ V permeabilitas vaskular, paparan molekul adesif
+ V produksi IL-1 dan PG
- endotel
+ V proliferasi
+ V produksi fibronektin dan PG

Pemakaian
1. Sistemik
- rematik: RA, SLE, vaskulitis, polimiositis, dsb
- umumnya perlu long term sbg terapi utama maupun bridging tx
- ES:
+ supresi aksis HHA (stlh pemberian 5-7 hari)
= utk kurangi ES HHA -> beri dostung waktu subuh (ikuti siklus sikardian
steroid)
+ osteoporosis: suplementasi Vit D dan Ca klo prednison >=7.5 mg or >=3 bln
+ miopati
+ retensi cairan, kadar lipid dan glu serum, buffalo and moon
+ rentan thdp infeksi
+ ulkus peptik, glaukoma dan katarak
+ psiki (depresi, insom, memori, psikosis)
+ hamil/janin:
= IUGR (bisa jg krna pykt rematiknya)
= prednison dan prednisolon ->> utk hamil/laktasi menurut American academy of
pediatrics
- utk kurangi ES:
+ dosis kurangi stlh aktivitas pykt mulai terkontrol
+ hati2 rebound dan defisiensi kortisol
- dosis
+ rendah: ~prednison 7.5 mg/hari; sebagian kasus rematik
+ sedang: ~prednison 7.5-30 mg/hari; tx inisial kondisi akut/subakut pykt rematik
+ tinggi: ~prednison 30-100 mg/hari
+ sangat tinggi: ~prednison >100 mg/hari
+ pulse therapy: ~ prednison 250 mg/hari; pykt berat ato potensi mengancam jiwa
- panduan pengurangan dosis
+ utk dosis prednison >40 mg/hari
= V 5-10 mg/1-2 minggu awal
= V 5 mg/1-2 minggu kalo sdh 20-40 mg/hari
= V 1-2.5 mg/2 minggu kao sdh <20 mg/hari
= pertahankan pada dosis terkecil yg bisa kontrol penyakit
- sparing agent (utk kontrol pykt dasar): azatioprin, mikofenolat, mtx
2. Lokal
- intraartikular, intralesi
- I: inflamasi persisten di satu/> tubuh
- cth:
+ triamsinolon acetonide/hexacetonide: separuh dosis metilpred
+ metilpred asetat 40-80 mg
- bagian yg disuntik istirahat >=48 jam
- max 3-4x dalam setahun
- ES: facial flushing, atrofi kulit/lemak, hipopigmentasi, ruptur tendon,
sinovitis drug induced, rusak saraf, perdarahan lokal