Anda di halaman 1dari 4

BAB II

LAPORAN KASUS

2.1 Identitas

Nama : Ny. S

TTL : 22 Juni 1975

Agama : Islam

Alamat : Tembelang-Jombang

Pendidikan : MA Pondok Pesantren

Pekerjaan : IRT

Nama orang tua : Tn. S

Pekerjaan orang tua : Wiraswasta Pedagang

No. RM : 27-68-75

2.2 Anamnesis

- Keluhan utama :

Benjolan di bibir vagina

- Riwayat penyakit sekarang :

Pasien datang ke poli kulit kelamin RSUD Jombang dengan keluhan

benjolan di bibir vagina sejak 1 minggu yll, benjolan terasa mengganjal sebesar telur

ayam jawa pada bagian kanan, nyeri (-), gatal (-), panas badan dsangkal, nyeri saat

buang air kecil (-), pasien terakhir melakukan hubungan seksual 1 tahun yang lalu,

adanya cairan yang keluar dari vagina di sangkal,perdarahan diluar haid disangkal.

Pasien sering menggunakan daun suruh sebagai air pembilas vagina.

- Riwayat penyakit dahulu:

15
Pasien tidak pernah mengeluhkan hal serupa

Riwayat DM dan HT (-)

Tidak ada riwayat alergi makanan dan obat

-Riwayat penyakit keluarga

Tidak ada yang sakit serupa

-Riwayat Alergi

Alergi makanan (-)

-Riwayat Pengobatan

(-)

2.3 Pemeriksaan Generalis

- Keadaan umum : Baik

- Kesadaran : Compos mentis

- Kepala : Tidak dilakukan

- Leher : Tidak dilakukan

- Thorax : Tidak dilakukan

- Abdomen : Tidak dilakukan

- Status dermatologis : regio labia mayor 1/3 inferior dextra

2.4 Pemeriksaan Lokalis

- Sifat efloresensi : nodul dengan diameter 6 cm, warna sedikit

hiperpigmentasi, terdapat fluktuasi pada perabaan, tanda-tanda radang negatif (-)

Lokasi: regio labia mayor 1/3 inferior dextra

2.5 Resume

16
Pasien datang ke poli kulit kelamin RSUD Jombang dengan keluhan benjolan

di bibir vagina sejak 1 minggu yll, benjolan terasa mengganjal sebesar telur ayam

jawa pada bagian kanan, nyeri (-), gatal (-), panas badan dsangkal, nyeri saat buang

air kecil (-), pasien terakhir melakukan hubungan seksual 1 tahun yang lalu, adanya

cairan yang keluar dari vagina di sangkal,perdarahan diluar haid disangkal.

Pada pemeriksaan fisik keadaan umum pasien tampak baik, kesadaran

kompus mentis. Pemeriksaan lokal dermatologis et regio labia mayor 1/3 inferior

dextra sebagai berikut : nodul dengan diameter 6cm, warna sedikit hiperpigmentasi,

terdapat fluktuasi pada perabaan, tanda-tanda radang negatif (-)

2.6 Diagnosis

Kista Bartholin

2.7 Diagnosis Banding


Bartholinitis

2.8 Planning

17
2.8.1 Planning Diagnosa

Tidak dilakukan

2.8.2 Planning Terapi

Oral :
Cefixime tablet 100 mg tablet 1 dd 1 400mg (single dose)
Doxycyclin 100 mg tablet 2 dd 1
Asam Mefenamat 500 mg tablet 2 dd 1

2.8.3 Planning Monitoring

Keluhan pasien
Efloresensi

2.8.4 Planning Edukasi

Memberitahukan kepada pasien tentang penyakit yang diderita


Mengajak pasangannya untuk memeriksakan diri apakah terinfeksi

PMS juga apabila terinfeksi sama-sama diobati sehingga tidak terus

menerus berulang dikemudian hari.


Tidak boleh berganti- ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
Menjaga kebersihan alat kelamin dan PH Vagina tetap normal salah

satunya dengan tidak menggunakan sabun kewanitaan.


Kontrol kembali 7 hari kemudian untuk mengetahui perkembangan

penyakitnya dan tingkat kesembuhannya.

2.9 Prognosis

Kista Bartolini memberikan respon yang cukup baik terhadap pengobatan

dalam beberapa hari. Perbaikan yang sangat memuaskan ditunjukkan ditunjukkan

10% pada kejadian abses yang rekuren pada masa yang akan datang. Sangat penting

menangani penyebab timbulnya abses seperti Gonorrhea, Chlamydia dan infeksi

bakteri lainnya.

18