Anda di halaman 1dari 1

Terapi Ablasio Retina:

- Ablasio Retina Primer


o Menutup robekan retina dengan memroduksi chorioretinitis aseptik menggunakan
prosedur cryocoagulation, photocoagulation, diathermy.
o Drainase cairan subretina dengan jarum drainase melalui sklera dan koroid ke rongga
subretina.
o Mempertahankan posisi chorioretina dengan:
Tamponade eksternal, eksplan dengan jahitan matras secara radier atau
sirkurumferensial.
Retinopaksi pneumatik dengan injeksi gelombang gas sulphur hexafluoride (SF6)
atau perfluoropropane (C3F8) ke vitreus khususnya untuk kasus satu atau dua
lubang denagn durasi <2 jam.
Vitrektomi pars plana dimulai dengan vitrektomi, drainase cairan subretina,
pendataran retina, endolaser, dan tamponade internal.
o Profilaksis dengan fotokoagulasi laser atau cryotherapy di area robekan atau lesi
predisposisi lain.
- Ablasio Retina Eksudatif
o Terapi penyakit penyebab untuk kasus eksudatif karena transudat-eksudat atau
perdarahan untuk menciptakan absorpsi kembali cairan.
o Adanya tumor intraocular memerlukan enukleasi.
- Ablasio Retina Traksi
o Vitrektomi pars plana untuk memotong penhubung traksi vitreoretinal disertai
tamponade internal.

Status refraksi pada pseudofakia salah satunya myopia konsekutif yang disebabkan karena lensa
intraocular yang terimplan memiliki daya refraksi yang terlalu tinggi. Terapinya adalah dengan kacamata
koreksi untuk penglihatan jauh dengan atau tanpa perlunya koreksi penglihatan dekat.