Anda di halaman 1dari 1

Data Wawancara

1. Kepala Puskesmas
Bagaimana tatalaksana penderita diare di Puskesmas Kecamatan/Kelurahan?
Apakah terdapat kegiatan promosi kesehatan mengenai diare dan pelatihan kader
terkait program diare? Bila ada, apa kegiatan promosi kesehatan yang sudah
dilakukan? Bila tidak ada, mengapa tidak ada?
Apakah terdapat layanan rehidrasi oral? Bila ada, bagaiamana pelayanan yang
tersedia? Bila tidak ada, mengapa tidak ada?
Apakah terdapat media promosi kesehatan diare? Bila ada, media promosi apa yang
tersedia? Bila tidak ada, mengapa tidak ada?
Apakah terdapat rapat evaluasi program P2 Diare? Bila ada, apa saja hal yang
dibahas? Bila tidak ada, mengapa tidak ada?
Bagaimana kesehatan lingkungan yang berkaitan dengan diare di area kerja
puskesmas?
Apakah di area kerja puskesmas sering terjadi banjir?
2. Pemegang Program P2 Diare
Bagaimana pelaksanaan program P2Diare di Puskesmas Kecamatan/Kelurahan
(perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dana, pencatatan dan pelaporan,
pengawasan, dan evaluasi)?
Bagaimana peran serta keaktifan kader?
Apakah terjadi KLB diare di area kerja puskesmas selama lima tahun terakhir?
Apa saja kegiatan Program P2 Diare?
Apa kesulitan dalam pelaksanaan program P2 Diare?
Bagaimana pelayanan MTBS berkaitan dengan diare di puskesmas?
3. Bagian farmasi
Bagaimana perhitungan dan perencanaan pengadaan oralit dan zinc di puskesmas?
4. Masyarakat (3 orang)
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui tanda dan gejala diare?
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui tanda bahaya diare?
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui tatalaksana diare di rumah?
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui manfaat pemberian oralit?
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui cara pembuatan oralit?
Apakah pasien / orang tua pasien mengetahui manfaat pemberian zinc?
Apakah orang tua pasien mengetahui pentingnya menimbang penderita diare
balita?
Apakah orang tua pasien mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif pada balita <
2 tahun yang mengalami diare?
Bagaimana orang tua pasien menjamin kebersihan ketika mempersiapkan susu /
makanan untuk balita?