Anda di halaman 1dari 7

Proses Penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan)

Banyaknya investasi proyek yang gagal, baik pada tahap pembangunan maupun tahap
operasi, membuat perlunya ketepatan dan ketelitian dalam tahap studi kelayakan proyek agar
risiko kegagalan seperti itu di kemudian hari dapat dikurangi dengan memperbaiki project
managemennya. Agar bisa mencapai tingkat perkembangan dan keuntungan usaha yang
optimal, hendaknya mengkaji lebih dulu bidang usaha yang akan dimasukinya melalui suatu
Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Dari pengkajian awal ini pula risiko kegagalan bisa
diantisipasi.

Tahapan suatu Studi Kelayakan Bisnis ini memiliki sasaran :


1. Pemilihan konsep sistem yang optimum dan efektif dengan beberapa alternatif biaya.
2. Mendemostrasikan kelayakan proyek dengan pembuatan desain dan analisis.
3. Definisi pemecahan teknis sampai penjabaran untuk menghasilkan kinerja yang realistis,
rencana, jadwal dan biaya untuk penahapan desain.

Perlu diketahui bahwa pembahasan dalam Studi Kelayakan, Meliputi :


1. Peluang pasar dan pemasaran
2. Aspek teknis dan teknologi.
3. Aspek organisasi dan manajemen.
4. Kelayakan aspek keuangan.
5. Identifikasi faktor kegagalan.

Manfaat yang diperoleh dari studi kelayakan proyek


Manfaat dari studi kelayakan proyek ini adalah hasil berupa laporan tertulis. Isi dari studi
kelayakan proyek ini mengungkapkan bahwa suatu rencana bisnis dapat direalisasikan.
Laporan tadi dapat digunakan sebagai masukan utama dalam rangka mengkaji ulang untuk
menyetujui atau sebaliknya menolak hasil studi kelayakan tadi. Laporan studi kelayakan
haruslah menyatakan manfaat sebagai berikut:
1. Memahami prosedur penyusunan studi kelayakan proyek yang profesional.
2. Mengetahui hal-hal yang perlu diteliti dalam rangka penilaian kelayakan investasi atau
usaha bisnis.
3. Mengetahui hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mempersiapkan pengamanan
investasi.
4. Memahami dasar-dasar penyusunan proyeksi dan evaluasi keuangan termasuk evaluasi
keuntungan proyek dengan metoda discounted cash flow, Internal Rate of Return (IRR) dan
Net Present Value (NPV).

1. Aspek pasar dan pemasaran


Dari aspek pasar dan pemasarannya perlu diketahu persis, segmen pasar yang dituju oleh
perusahaan, siapa-siapa pelanggan perusahaan, kemungkinan risiko akibat ketergantungan
perusahaan pada beberapa pelanggan saja, risiko menurunnya daya beli konsumen yang
dituju, kemungkinan pengembangan pasar di masa yang akan datang dan hambatan-hambatan
pemasaran produk serta faktor-faktor pemasaran lainnya.
Jangan hanya menawarkan harga murah, jika tidak menjual produk.
Dalam beberapa kasus, mungkin memasang harga tinggi pada produk yang ditawarkan. hal
ini terjadi karena tidak memposisikan diri untuk mempersembahkan produk yang bernilai

Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 1


tambah kepada konsumen. Dengan kata lain, berikan selalu nilai tambah pada produk yang
ditawarkan.

Temukan pasar sebelum menciptakan produk.


Sebelum memulai bisnis dengan sebuah pengembangan produk baru kemungkinan untuk
mencari pasarnya akan mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.
Temukan pasar dengan orang-orang yang telah siap untuk membeli sebuah produk.
Kebanyakan yang pertama kali dicari oleh pengusaha sukses adalah pasar baru kemudian
mengembangkan produk yang secara konstan dicari dan dibeli oleh konsumennya.

Temukan pasar yang sudah ada.


Jika mengalami kesulitan dalam mengggambarkan siapa prospek proyek ini yang sebenarnya,
maka kemungkinan akan menghadapi cobaan berat dalam menjual produk proyek ini.
Masuklah ke pasar yang telah siap untuk membeli produk yang ditawarkan.

Testing adalah kunci keberhasilan.


Sebuah iklan mungkin bisa bekerja 10 kali lebih efektif dengan iklan lain yang hampir mirip
untuk produk yang sama. Untuk itu,manajemen proyek harus selalu melakukan test untuk
tajuk iklan, penawaran, jaminan, dan metoda meningkatkan permintaan lainnya. Penjual yang
paling sukses tidak selalu yang paling pintar. Mereka adalah yang selalu melakukan test
untuk memperoleh metoda yang paling baik tanpa pernah menyerah.

Ambil pasar yang paling disukai.


Hindari mengambil pasar atau produk berdasarkan uang. Temukan sesuatu yang benar-benar
sesuai. Jika bersemangat dengan pasar yang disukai, maka temukan cara yang mudah untuk
menggelutinya sampai mencapai kesuksesan.

Temukan kesempatan yang paling mudah.


Jangan pilih produk yang berbiaya 500 juta yang memakan waktu 2 tahun untuk selesai,
terutama bila sedang memulai sesuatu. Cari proyek yang hanya memakan waktu satu bulan.
Memang cukup melelahkan bila sedang memulai, namun pastikan masih dalam jalur yang
benar.

Hindari tantangan ketika memilih bisnis


Tantangan yang sebenarnya akan muncul setelah selesai mendirikan suatu proyek. jadi,
temukan proyek yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu pendek. Kebanyakan pemula
tidak pernah dapat menyelesaikan proyek yang memakan waktu lebih sebulan.

Aspek teknis dan teknologi


Masalah Manajemen Operasional Adalah suatu fungsi atau kegiatan manajemen yang
meliputi perencanaan, organisasai, staffing, koordinasi, pengarahan dan pengawasan terhadap
operasi perusahaan. Tugas manajemen operasional diperusahaan adalah untuk mendukung
manajemen dalam rangka pengambilan keputusan masalah-masalah produksi/operasi.
Ada 2 masalah pokok yang akan di hadapi:

Masalah penentuan posisi perusahaan.


Penentuan posisi perusahaan dalam masyarakat bertujuan agar keberadaan perusahaan sesuai
dengan kebutuhan masyrakat, dan dapat dijalankan secara ekonomis efektif dan efisien. Oleh
karena itu, perlu diputuskan bagaimana hendaknya posisi perusahaan ditentukan. Keputusan
Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 2
meliputi, antara lain meliputi penentuan produk yang akan ditawarkan ke pasar, termasuk
menentukan kualitasnya.

Masalah operasional
Biasanya timbul pada saat proses produksi sudah berjalan. Untuk proses produksi yang
menghasilkan jasa, keputusan pada masalah operasional ini adalah, rencana produksi, rencana
persediaan bahan baku(komputer, koneksi internet, kabel data, listrik, dll), penjadwalan kerja
proses produksi, pengawasan dan monitoring kualitas dan pengawasan biaya produksi.

Masalah proses produksi dan operasi, Penentuan ide produk dan seleksi.
Ide produk yang akan dipasarkan diciptakan atas dasar masukan dari berbagai aspek, seperti
aspek pasar dan pemasaran, teknis dan keuangan. Aspek teknis berguna untuk mengetahui
apakah perusahaan mampu untuk membuat produk tersebut dengan segala sumber daya yang
dimiliki. Sedangkan dari aspek keuangan, adalah menilai apakah produk tersebut jika
dihasilkan akan mendatangkan keuntungan yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Perlu
adanya prototipe. Sebelum dijual atau dipasarkan misalnya software general ledger
(akuntansi) untuk produk ready in use, setelah dibuat contohnya perlu diuji dulu untuk
mengetahui apakah prototip ini sudah layak di implementasikan atau belum dan diuji lagi dan
seterusnya sehingga sesuai harapan sehingga akhirnya tercipta design software yang bisa di
implementasikan. Untuk mencoba menilai apakah produk sudah siap diproduksi yang akan di
tawarkan ke pasar memiliki masa depan yang baik.

Perencanaan letak lokasi


Letak lokasi sebagai tempat proses produksi perlu dianalisis secara teliti karena sangat
berpengaruh terhadap banyak aspek seperti biaya, ada 2 kemungkinan pertama, klien datang
ke lokasi perusahaan, seperti pasien mendatangi tempat praktek dokter. Kedua, penyedia
jasa/produk mendatangi klien, seperti mobil pemadam kebakaran mendatangi lokasi
kebakaran.
Dari hasil analisis elemen diatas, pada aspek teknis dan teknologi, akan di dapat suatu
pernyataan apakah rencana pengembangan proyek sudah dapat dianggap layak atau tidak
layak. Jika rencana aspek teknis dan teknologi sudah dianggap layak, studi akan dilanjutkan
ke aspek lain. Jika tidak layak untuk dikembangkan maka dapat dilakukan kajian ulang yang
lebih realistis dan positif agar kajian mungkin akan menjadi layak. Apabila memang sulit
untuk dianggap layak, sebaiknya rencana ini diakhiri saja.

Aspek organisasi dan manajemen


Sedangkan dari aspek organisasi dan manajemen, sebaiknya memiliki gambaran yang jelas
mengenai kapasitas terpasang serta kapasitas normal perusahaan, kemungkinan
pengembangan kapasitas produksi, teknologi serta risiko ketinggalan zaman dari teknologi,
bahan baku dan sumbernya (komputer, koneksi internet, server dll) serta risiko habisnya
bahan baku, kualitas serta kuantitas ketersediaan tenaga kerja, dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan operasional perusahaan.
Demikian juga pemahaman akan industri sangatlah penting, paling tidak kita mengetahui
sudah berada pada tahap mana produk perusahaan jika dipandang dari industrial life cycle
nya. Karena dasar penilaian adalah proyeksi dan prediksi kondisi perusahaan di masa yang
akan datang, maka kajian mengenai peluang dan ancaman yang berasal dari aspek makro
harus pula mendapat perhatian khusus dalam proses valuation ini.
Manajemen dalam pembangunan proyek bisnis maupun manajemen dalam implementasi
rutin bisnis adalah sama saja dengan manajemen lainnya. Yang berfungsi sebagai aktivitas-
Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 3
aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Pada sisi tingakatan
manajemen, perencanaan bila digolongkan ke dalam tingkatan manajemen akan terbagi dua,
yaitu perencanaan strategis dan perencanaan fungsional.Penjelasannya adalah sebagai
berikut:
Perencanaan strategis
Perencanaan ini merupakan bagian dari manajemen strategis, terfokus pada bagaimana
manajemen puncak menentukan visi, misi, falsafah, dan strategi perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan dalam jangka panjang.

Perencanaan fungsional
Merupakan bagian dari strategi operasional yang lebih mengarah pada bidang fungsional
perusahaan. Perencanaan ini juga berfungsi untuk memperjelas makna suatu strategi utama
dengan identifikasi rincian yang sifatnya spesifik. Penyusunan suatu perencanaan jangka
pendek dan penerapannya dalam bentuk program kerja perlu memperhatikan anggarannya.

Kelayakan aspek keuangan


Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan proyek adalah untuk
menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan
dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya
modal awal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang
telah ditentukan dan menilai apakan proyek akan dapat berkembang terus.Kebutuhan dana
dan sumbernya Untuk merealisasikan proyek yang dimaksud dibutuhkan dana untuk
investasi. Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu ditentukan
adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber
dana yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan.

Dana tersebut adalah aktiva tetap berwujud seperti:


1. Tanah
2. Bangunan
3. Kantor dan perangkat komputer hardware dan software

Dana Aktiva tetap tak berwujud seperti :


1. Hak Paten
2. Lisensi
3. Biaya-biaya pendahuluan
4. Biaya-biaya sebelum proses produksi

Selain untuk aktiva tetap, dana juga dibutuhkan untuk modal kerja, setelah dana yang di
perlukan diketahui, selanjutnya di tentukan dalam bentuk apa dana tersebut di dapat, melalui
sumber dana antara lain:
1. Modal pemilik perusahaan
2. Saham yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal
3. Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal
4. Dana kredit yang diterima dari bank
5. Sewa guna (leasing) dari lembaga non-bank

Penentuan aliran kas (cash flow)


Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan perubahan kas
selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut
Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 4
dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Pada
saat menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian.
Akibatnya, hasil perhitungan diatas kertas itu dapat menyimpang jauh dari kenyataannya.
Ketidakpastian itu dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk development proyek
tersebut dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Urutan prioritas
Apabila dijumpai beberapa proyek yang feasible atau layak untuk dilaksanakan, padahal
hanya akan melaksanakan satu atau sebagian aja dari usulan-usulan itu karena keterbatasan
sumber daya manusia dan dana, maka dapat dilakukan pengurutan prioritas (ranking) untuk
menentukan usulan proyek yang paling layak.
Dari hasil analisis terhadap elemen-elemen aspek keuangan nanti akan berupa suatu
pernyataan apakah rencana bisnis dianggap layak atau tidak layak.
Kajian mengenai biaya modal (Cost of Capital)
Cost of Capital bertujuan untuk menentukan berapa besar biaya riil dari masing-masing
sumber dana yang akan di pakai dalam berinvestasi. Untuk menghitung keseluruhan dana
yang di pakai, rincian analisis biaya dari sumber pembelanjaan ditentukan oleh:
1. Biaya utang
2. Biaya modal sendiri
3. Biaya laba yang ditahan
Dana pada kas akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan investasi sedangkan
operasional cash flow merupakan rencana pendanaan keluar-masuk arus kas jika proyek
sudah dioprasionalkan.

Analisis sensitivitas

Untuk menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita akan menghadapi ketidakpastian.
Hasil dari perhitungan akan menyimpang jauh dari kenyataannya, ketidakpastian ini akan
mempengaruhi kemampuan suatu proyek dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan laba
bagi suatu perusahaan.
Dari hasil penghitungan NPV (Net Present Value) dapat diketahui proyek tersebut cukup baik
atau tidak untuk dilanjutkan. Akan tetapi sebelum mengambil keputusan untuk
merealisasikan proyek ini tentunya pengambilan keputusan hendaknya mencari informasi
lain, misalnya informasi dari bagian pemasaran dengan analisis sensitivitas terhadap ukuran
pasar, pemasaran saham, dll.
Rencana penilaian bisnis melalui metode NPV, IRR dan BEP.
Apabila dalam periode yang sama terdapat beberapa rencana proyek yang ternyata layak
untuk direalisasikan, dan dengan dana yang tersedia tidak mencukupi, untuk mencari jalan
keluarnya adalah dengan melakukan urutan prioritas dari proyek-proyek tersebut, dapat
digunakan metode NPV, IRR dan BEP.

NPV (Net Present Value)


NPV adalah selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-
penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang perlu
ditentukan tingkat bunga yang relevan.

IRR (Internal Rate of Return)


Metode IRR ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang
dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan mengeluarkan
Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 5
investasi awal. Caranya, dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas suatu investasi
dengan menggunakan suku bunga yang wajar, misalnya 10 %. kemudian
dibandingkan dengan biaya investasi, jika nilai investasi lebih kecil, maka di coba lagi
dengan penghitungan suku bunga yang lebih tinggi demikian seterusnya sampai biaya
investasi menjadi sama besar. Apabila dengan suku bunga wajar tadi nilai investasi lebih
besar, maka harus di coba lagi dengan suku bunga yang lebih rendah sampai mendapatkan
nilai investasi yang sama besar dengan nilai sekarang.

BEP (Break Event Point)


BEP adalah suatu metoda analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar
beberapa variabel di dalam kegiatan perusahaan, seperti tingkat produksi yang dilaksanakan,
biaya yang dikeluarkan, serta pendapatan yang diterima perusahaan dari
kegiatannya.Pendapatan perusahaan merupakan penerimaan yang dihasilkan dari kegiatan
perusahaan sedangkan biaya operasionalnya merupakan pengeluaran yang juga
karenakegiatan perusahaan.
Dari biaya operasional diatas di bagi menjadi 3 bagian yaitu, biaya tetap, biaya variabel,
dan biaya semi variabel.Apabila suatu perusahaan sampai pada keadaan produksi di bawah
BEP, sehingga tentu saja perusahaan akan menderita kerugian. Apakah menutup proyek ini
merupakan hal yang baik? jawabnya perlu terlebih dahulu melakukan analisis sebab menutup
atau tidak melanjutkan proyek ini belum tentu merupakan jalan yang terbaik, bahkan dapat
mengakibatkan bertambah besarnya kerugian perusahaan. Jadi bila sejauh ini perusahaan
masih berada diatas titik BEP, maka perusahaan masih bisa mencari keuntungan dari pada
menutup proyek tersebut.

Identifikasi faktor kegagalan


Dalam studi kelayakan proyek, yang perlu adalah memandang dari sisi optimisnya saja, tetapi
bagaimana sisi pesimisnya?
Ada banyak resiko-resiko dari proyek ini yang dapat saja tejadi, Manajemen resiko adalah
suatu sistem pengawasan resiko dan perlindungan modal (harta benda), hak milik dan
keuntungan badan usaha atau perorangan terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena
suatu resiko dimana ketidakpastian ini dihubungkan dengan penghasilan perusahaan, arus kas
dan modal(harta benda) yang sudah tersedia atau yang akan dibutuhkan mendatang.
Hal ini dimaksudkan agar analisisnya menjadi berimbang.

Resiko-resiko yang mungkin terjadi adalah:


1. Resiko pada aspek SDM, meliputi :
a. Resiko pada para top eksekutif dan pekerja inti
b. Resiko pada karyawan
c. Resiko dalam hubungan industri dan perselisihan
d. Resiko stress dan kesehatan yang buruk dan resiko bila tak beretika
Sering kali hal diatas bukanlah merupakan resiko bisnis yang dapat menyebabkan,
perusahaan jatuh, tetapi jika manajemen gagal dalam mengendalikan perusahaan, maka
perusahaan akan berada pada kondisi yang berat untuk dapat bertahan, apalagi
berkembang.

2. Resiko pada aspek keuangan, Resiko pada aspek ini cukup tinggi mengenai :
a. Biaya produksi yang berlebihan
b. Biaya perusahaan
c. Utang
Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 6
d. Pinjaman yang berlebihan
Bila suatu perusahaan memiliki utang yang berlebihan hendaknya harus mencoba
untuk menguranginya.

3. Resiko pada aspek pemasaran


Dapat dijelaskan masalah-masalah di bidang pemasaran dapat mengakibatkan turunnya
jumlah penjualan serta rusaknya citra perusahaan, sales yang menurun, market share
yang mengecil, kurangnya promosi, merupakan bagian dari tanda-tanda kegagalan
pemasaran. Kegagalan pemasaran tidak lepas dari banyaknya permasalahan yang ada.
Seperti misalnya:
1. Perubahan permintaan pasar
2. Perang harga
3. Pemalsuan
4. Performance produk yang rendah
5. Promosi yang kurang baik dan efektif
6. Kegagalan dalam mengembangkan produk baru.
Dari kajian untuk resiko-resiko ini dapat dijadikan salah satu alasan, apakah rencana proyek
dapat dibatalkan, atau dilanjutkan karena dianggap layak untuk diteruskan. Dari kesemuanya
ini tergantung pada keberanian pengambilan keputusan untuk menerima atau menghindari
resiko.

Demikian pembahasan proses penyusunan Studi Kelayakan Bisnis dan faktor-faktor


penyebab kegagalan sebuah Studi Kelayakan Bisnis. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://jttcugm.com/feasibility-study-studi-kelayakan di akses 25 November 2015

Studi Kelayakan Bisnis modified by Zainul Muchlasd zainulmuchlas@gmail.com Page 7