Anda di halaman 1dari 5

PROFESI, Volume 13, Nomor 2, Maret 2016

SENAM AEROBIK LOW IMPACT INTENSITAS SEDANG TERHADAP


PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA
THE EFFECT OF MODERATE INTENSITY OF LOW IMPACT AEROBIC
GYMNASTICS ON THE CHANGES OF ELDERLY
BLOOD PRESSURE IN

Nyahmini Ambar Sari1, Siti Sarifah2


Prodi D III Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
sitis88@gmail.com

Abstrak
Hipertensi erat kaitannya dengan umur, lansia mempunya risiko terserang hipertensi. Aktivitas
fisik pada lansia dapat membantu menurunkan hipertensi, salah satunya adalah senam. Senam
aerobik low impact dapat menurunkan tekanan darah karena akan terjadi rileksasi pada
pembuluh-pembuluh darah. Senam aerobik low impact yang digunakan dalam penelitian ini
dengan intensitas sedang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low
impact intensitas sedang terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi di
Desa Pilangsari, Potronayan, Nogosari, Boyolali. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment
dengan rancangan penelitian one grup pretest-posttest. Penelitian dilakukan di Desa Pilangsari,
Nogosari, Boyolali. Teknik sampling dengan purposive sampling. Pelaksanaan latihan senam
aerobik low impact selama 2 minggu dengan 6 kali pertemuan yang dimulai pada bulan Maret
2015. Analisa data menggunakan uji t berpasangan (paired t test). Tekanan darah sistole sebelum
senam aerobik low impact intensitas sedang rata-rata dengan tekanan darah 152,23 mmHg dan
diastole dengan rata-rata tekanan darah 90,40 mmHg. Tekanan darah sistole setelah senam
aerobik low impact intensitas sedang rata-rata dengan tekanan darah 141,97 mmHg dan diastole
dengan rata-rata tekanan darah 87,40 mmHg. Hasil analisa data dengan niai t hitung sistole lebih
kecil dari t tabel (13,281 > 1,70 dan nilai hitung diastole lebih kecil dari t tabel (12,707 > 1,70, p
value dengan nilai = 0,000 yang berarti sangat signifikan. Keeratan dalam data ini dengan nilai
0,9 yang berarti pengaruh senam aerobik low impact sangat berpengaruh terhadap perubahan
tekanan darah pada lansia. Senam aerobik low impact intensitas sedang berpengaruh terhadap
perubahan tekanan darah pada lansia Desa Pilangsari, Nogosari, Boyolali.

Kata Kunci: Senam aerobik low impact, Tekanan Darah, Lansia

Abstract
Hypertension is closely associated with age, elderly at is risk of developing hypertension. Physical
activity in the elderly can help reduce hypertension, one of which is gymnastics. Low impact
aerobic gymnastics can lower blood pressure because there will be relaxation in blood vessels.
Low impact aerobic gymnastics used in this study was moderate intensity. The ain of this research
was to determine the effect of low impact aerobic gymnastics moderate intensity on the changes of
blood pressure in the elderly with hypertension in Pilangsari village, Potronayan, Nogosari,
Boyolali. The study was a quasy experimental research design with one group pretest-posttest. The
study was conducted in Pilangsari village, Nogosari, Boyolali. The samples were 30 elderly, the
age of 60-75 years. The research instrument were a measuring instruments spigmomamometer and
stethoscope. The implementation of the low impact aerobic gymnastics was conducted for 2 weeks
with six times of exercises. The first exercises was conducted in March 2015. The data were
analyzed by using paired t-test. The results before the implementation of low impact aerobic
gymnastics of moderate intensity, the average systolic blood pressure was 152.23 mmHg and the
average diastolic was 90.40 mmHg in blood pressure. After the implementation of low impact
aerobic gymnastics of moderate intensity, the average systolic blood pressure was 141.97 mmHg

50
PROFESI, Volume 13, Nomor 2, Maret 2016

and the average diastolic was of 87.40 mmHg in blood pressure. The data analysis t value =
12.707, and significant numbers (p) = 0,000. There was a significant effect of low impact aerobic
exercise of moderate intensity to changes in blood pressure in elderly Pilangsari village, Nogosari,
Boyolali (12.707 t> t table 1,70 or 0,00 p <0.05).

Keywords: Aerobic Gymnastics, Intensity, Blood Pressure, Elderly

PENDAHULUAN otot paha, sehingga akan membuat kerja jantung


Perubahan fisiologis pada lansia meliputi lebih efisien, baik saat olahraga maupun istirahat.
penurunan kemampuan saraf, indra pendengaran, Latihan fisik juga bermanfaat untuk menjaga
peraba, perasa, dan penciuman, yang akan meng- tekanan darah tetap stabil dalam batas normal.
akibatkan penurunanpada sistem pencernaaan, Senam aerobik Low impact merupakan salah satu
saraf, pernapasan, endokrin, kardiovaskuler,dan jenis olahraga yang direkomendasikan untuk
kemampuan muskuloskeletal. Perubahan manusia lansia dengan intensitas ringan-sedang, dengan
lanjut usia elasitas pembuluh darah menurun durasi 20-50 menit, dan frekunsi 3kali per
pada sekrosis gejala lain dapat menjadi penu- minggu (Mc Ardle, 2011). Aerobik bisa
runan aliran fungsi ginjal pada sistem dilakukan berkelompok atau secara individu, dan
kardiovaskuler keadaanya akan menyebabkan dapat dilakukan dirumah atau tempat kebugaran.
terjadi resiko hipertensi meningkat (Fatmah, Aerobik bukanlah sejenis tarian, gerakan-
2010). gerakannya tersusun (Brick, 2005).
Hipertensi merupakan kenaikan tekanan Selama kita bergerak atau aktifitas akan
darah diastolik maupun sistolik yang intermiten membutuhkan oksigen untuk bekerja secara
atau berlarut-larut. (Williams dan Wilkins, 2011). optimal. Semakin berat aktivitas maka kebutuhan
Sedangkan menurut Townsend (2010), hipertensi oksigen yang diperlukan akan meningkat juga,
adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sehingga dapat meningkatkan daya tahan jantung
seseorang pada angka di atas 140/90 mmHg. dan paru-paru, meningkatkan kekuatan otot,
Hipertensi tingkat satu sistolik 140-159 mmHg, meningkatkan kelenturan dan komposisi tubuh.
diastolik 90-99 mmHg, sedangkan hipertensi Saat tubuh berkeringat terjadi proses pembakaran
hipertensi tingkat dua sistolik >160 mmHg dan lemak dan kalori. Latihan aerobik dalam
sistolik >100 mmHg, Berdasarkan penyebab dari beberapa minggu dapat menurunkan tekanan
hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi darah, jantung akan memompa lebih banyak
primer dan hipertensi sekunder (Joint National darah untuk mentransfer oksigen pada otot-otot
Committe, 2003). yang bekerja.
Penatalaksanaan penderita hipertensi dengan Gerakan aerobik juga dapat menghindari
terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi kegemukan pada seluruh tubuh, gerakan aerobik
non farmakologi yang utama dengan mengubah dilakukan dengan intensitas yang rendah selama
pola hidup, sehingga menguntungkan untuk 30 menit dapat membakar kira-kira 250 kalori.
menurunkan tekanan darah. Pola hidup yang Aerobik dengan intensitas rendah sampai sedang
harus diperbaiki diantaranya adalah: menurunkan selama 20 menit atau lebih akan membakar
berat badan jika kegemukan, mengurangi meng- lemak, sedangkan pada intensitas tinggi dalam
konsumsi alkohol, meningkatkan aktivitas fisik waktu yang singkat(<20 menit) akan membakar
aerobik, mengurangi asupan garam, menciptakan gula dalam tubuh. (Brick, 2005).
keadaan yang rileks dengan melakukan meditasi Berdasarkan data di atas peneliti ingin
atau yoga, mempertahankan asupan kalsium dan melakukan penelitian dengan judulPengaruh
magnesium yang adekuat, menghentikan mero- Senam Aerobik Low Impact Intensitas Sedang
kok, mengurangi asupan lemak jenuh dan Terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Lansia
kolesterol serta menghindari stres. dengan Hipertensi di Desa Pilangsari.
Aerobik adalah latihan fisik dengan kapa-
sitas maksimal untuk menghirup, mengeluarkan, METODOLOGI PENELITIAN
dan menggunakan oksigen. (Sharkey, 2003). Rancangan ini menggunakan jenis peneli-
Menurut Fatmah (2010), aktivitas dalam aerobik tian quasi eksperiment dengan rancangan
ini lebih banyak menggunakan otot lengan dan penelitian one grup pretest-posttest. Lokasi

51
PROFESI, Volume 13, Nomor 2, Maret 2016

penelitian adalah di Desa Pilangsari, Nogosari, 2. Diastolik sebelum dan sesudah senam aerobic
Boyolali. Penelitian ini dilakukan pada lansia low impact intensitas sedang
yang menderita hipertensi. Pelaksanaan pene-
litian dilakukan selama dua minggu yang dimulai Tabel 2. Tekanan Darah Diastole Sebelum dan
pada bulan Maret 2015 dengan waktu yang telah Sesudah Senam Aerobik Low Impact
ditentukan dalam kalender jadwal penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia Hasil pengukuran Sebelum Sesudah
yang menderita hipertensi yang terdapat di Desa Nilai rata-rata 90,40 87,40
Pilangsari. Teknik sampling yang digunakan Nilai tertinggi 110 100
adalah Purposive Sampling yaitu pemilihan Nilai terendah 90 80
sampel dengan menetapkan subjek yang meme- Standar deviasi 4,94 4,54
nuhi kriteria penelitian. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah tekanan darah sebelum Tabel 2. menunjukkan pada tekanan darah
dilakukan senam aerobik low impact intensitas diastole sebelum senam aerobik low impact
sedang. Variabel terikat dalam penelitian ini intensitas sedang rata-rata dengan tekanan darah
adalah tekanan darah setelah dilakukan senam 90,40 mmHg, dengan nilai tertinggi 110 mmHg
aerobik low impact intensitas sedang. Instrumen dan nilai terendah 90 mmHg. Tekanan darah
dalam penelitian ini menggunakan alat ukur diastole setelah senam aerobik low impact
spigmoma-mometer dan stetoskop, alat ini intensitas sedang rata-rata dengan tekanan darah
merupakan alat untuk mengukur tekanan darah 87,40 mmHg, dengan nilai tertinggi 100 mmHg
serta instrumen senam aerobik low impact. dan nilai terendah 80 mmHg.
Analisa Data yang digunakan adalah Paired
Sample T-Test. Pengujian ini dilakukan untuk 3. Pengaruh senam aerobik low impact intensitas
mengetahui pengaruh senam aerobik low impact sedang terhadap tekanan darah lansia
dengan intensitas sedang terhadap perubahan
tekanan darah pada lansia hipertensi. Tabel 3 Hasil uji paired t test sistole
Nilai
HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel t hitung t tabel Signifikan
rata-rata
Hasil Penelitian Pre Test 152,23 13,281 1,70 0,000
1. Sistolik sebelum dan sesudah senam aerobic Pos Test 141,97
low impact intensitas sedang
Pada tabel di atas menunjukkan nilai rata-rata
Tabel 1. Tekanan Darah Sistol Sebelum dan tekanan darah sistole sebelum senam aerobik low
Sesudah Senam aerobic low impact impact intensitas sedang (pre test) sebesar 152,23
setelah dilakukan senam aerobik low impact
Hasil pengukuran Sebelum Sesudah intensitas sedang nilai rata-rata sistole (post test)
Nilai rata-rata 152,23 141,97 menurun menjadi 141,97. Hasil analisa data
diperoleh nilai t hitung sebesar 13,281, angka
Nilai tertinggi 170 160 signifikan sebesar 0,000 serta nilai t tabel pada
Nilai terendah 140 125 df 30 untuk taraf signifikansi 95% sebesar 1,70.
Standar deviasi 7,744 9,68 Berdasarkan hasil tersebut diketahuit hitung
(13,281) > t tabel (1,70) atau angka signifikan
(0,00 < 0,05) sehingga dapat diambil
Tabel 1 menunjukkan pada tekanan darah sistole
SIMPULAN Ho ditolak dan Ha diterima yang
sebelum senam aerobik low impact intensitas
berarti ada pengaruh signifikan senam aerobik
sedang rata-rata dengan tekanan darah 152,23
low impact intensitas sedang terhadap perubahan
mmHg, dengan nilai tertinggi 170 mmHg dan
tekanan darah sistole pada lansia.
nilai terendah 140 mmHg. Tekanan darah sistole
setelah senam aerobik low impact intensitas
sedang rata-rata dengan tekanan darah 141,97 Tabel 4. Hasil Uji paired T Test Diastole
mmHg, dengan nilai tertinggi 160 mmHg dan Variabel
Nilai rata-
t hitung
t
Signifikan
nilai terendah 125 mmHg. rata tabel
Pre Test 94,40 12,707 1,70 0,000
Pos Test 87,40

52
PROFESI, Volume 13, Nomor 2, Maret 2016

Pada tabel di atas menunjukkan nilai rata- ini terjadi karena pembuluh darah mengalami
rata tekanan darah diastole sebelum senam pelebaran dan relaksasi. Penurunan ini akan nyata
aerobik low impact intensitas sedang (pre test) sekali pada penderita hipertensi. Olahraga
sebesar 94,40 setelah dilakukan senam aerobik aerobik yang dilakukan berulang-ulang menye-
low impact intensitas sedang nilai rata-rata babkan penurunan tekanan darah, itulah sebabnya
diastole (post test) meningkat menjadi 87,40. latihan olahraga secara teratur akan dapat
Hasil analisa data diperoleh nilai t hitung sebesar menurunkan tekanan darah.
12,707, angka signifikan (p) sebesar 0,000 serta Senam aerobik low impact juga mempunyai
nilai t tabel pada df 30 untuk taraf signifikansi kelebihan, namun menurut Gilang (2007)
95% sebesar 1,70. Berdasarkan hasil tersebut mempunyai kekurangan antara lain adalah
diketahui t hitung (12,707) > t tabel (1,70) atau aerobik low impact tidaklah bebas sama sekali
angka signifikan (0,00 < 0,05) sehingga dapat dari kemungkinan mengalami cidera. Hal ini
diambil simpulan Ho di tolak dan Ha diterima terjadi karena mereka melakukan gerakan tangan
yang berarti ada pengaruh signifikan senam yang berlebihan, untuk memberikan kompensasi
aerobik low impact intensitas sedang terhadap pada gerakan kaki yang hanya sedikit, dan dapat
perubahan tekanan darah diastole pada lansia. pula terjadi cedera pada bahu.
Melakukan olahraga seperti senam aerobik
Pembahasan low impact ini mampu mendorong jantung beker-
Hasil penelitian menunjukkan setelah senam ja secara optimal, dimana olahraga untuk jantung
Aerobik low impact intensitas sedang terhadap mampu meningkatkan kebutuhan energi oleh sel,
perubahan tekanan darah pada lansia. Hal ini jaringan dan organ tubuh, dimana akibat pening-
dapat dilihat dari penurunan tekanan darah katan tersebutakan meningkatkan aktivitas perna-
sesudah senam aerobik low impact intensitas fasan dan otot rangka, dari peningkatan aktivitas
sedang, rata-rata dari 152,23/90,40 mmHg turun pernafasan akan meningkatkan aliran balik vena
menjadi 141,97/87,40 mmHg. sehingga menyebabkan peningkatan volume
Penurunan tekanan darah setelah senam ae- sekuncup yang akan langsung meningkatkan
robik menurun. Hal ini menurut Nafrialdi (2007), curah jantung sehingga menyebabkan tekanan
aktifitas fisik, terutama aerobik dapat meningkat- darah arteri meningkat sedang, setelah tekanan
kan aliran darah yang bersifat bergelombang darah arteri meningkat akan terjadi fase istirahat
yang mendorong produksi nitrit oksida (No) serta terlebih dahulu, akibat dari fase ini mampu
merangsang pembentukan pelepasan endothelial menurunkan aktivitas pernafasan otot rangka dan
derive relaxing factor (EDRF), yang merelaksasi menyebabkan aktivitas saraf simpatis meningkat,
dan melebarkan pembuluh darah. Jika pembuluh setelah itu akan menyebabkan kecepatan jantung
darah mengecil maka tekanannya akan meningkat menurun, volume sekuncup menurun, vasodilata-
dan sebaliknya jika pembuluh darah melebar ma- si arteriol vena, karena penurunan ini mengaki-
ka tekanan darah akan turun. Salah satu hasil la- batkan penurunan curah jantung dan penurunan
tihan fisik yang teratur adalah pelebaran darah, resistensi perifertotal, sehingga terjadi penurunan
sehingga tekanan darah yang tinggi akan menu- tekanan darah (Sherwood, 2005).
run. Pengaturan lain yang akan mempengaruhi Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t,
turunnya tekanan darah adalah terkendalinya pu- senam aerobik low impact intensitas sedang
sat pengaturan darah di dalam tubuh dan hormo- mempunyai pengaruh signifikan terhadap te-
nal yang biasa memacu tekanan darah semakin kanan darah sistole maupun diastole. Hal ini
sedikit dikeluarkan atau dipakai. Semua faktor di membuktikan secara teori senam aerobik low im-
atas memberi kontribusi turunnya tekanan darah. pact intensitas sedang efektif menurunkan tekan-
Berolahraga, seperti aktivitas aerobik, te- an darah pada lansia yang menderita hipertensi.
kanan darah akan naik cukup banyak. Misalnya, Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian
selama melakukan latihan-latihan aerobic yang yang dilakukan Fendi (2012) tentang efektifitas
keras, tekanan darah sistolik dapat naik menjadi senam lansia terhadap perubahan tekanan darah
150 - 200 mmHg dari tekanan sistolik ketika pada lansia yang menderita hipertensi di PSTW
istirahat sebesar 110 - 120 mmHg. Sebaliknya, Budhi Luhur Yogyakarta, dengan hasil terdapat
segera setelah latihan aerobik selesai, tekanan pengaruh pelaksanaan senam terhadap penurunan
darah akan turun sampai di bawah normal dan tekanan darah pada lanspenderita hiia penderita
berlangsung selama 30 - 120 menit. Penurunan hipertensi. Pada kelompok intervensi penurunan

53
PROFESI, Volume 13, Nomor 2, Maret 2016

tekanan darah sistolik sebesar 8,04 mmHg. Se- Brick, L. 2005. Bugar dengan Senam Aerobik.
dangkan untuk tekanan darah diastolik pada Jakarta: PT Rajagrafindo Persaja.
kelompok intervensi mengalami penurunan sebe- Fatimah. 2010. Gizi Usia Lanjut. Jakarta: PT.
sar 5,72 mmHg. Hasil penelitian lain oleh Erlangga.
Rokhmah (2014) tentang pengaruh senam aero-
bik low impact terhadap tekanan darah pada usia Kuswardhani, R. A. T. 2005. Penatalaksanaan
produktif penderita hipertensi di Kelurahan Hipertensi pada Lanjut Usia. Jurnal
Pringapus Kecamatan Pringapus Kabupaten Penyakit Dalam. Volume 7. Jakarta.
Semarang, dengan hasil ada pengaruh pemberian Maryam, R.S., dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut
senam aerobik low impact terhadap tekanan dan Perawatannya. Jakarta: Salemba
darah pada usia produktif penderita hipertensi di Medika.
Kelurahan Pringapus Kabupaten Semarang.
Tekanan darah pada kelompok intervensi setelah Nafrialdi. 2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5.
senam terjadi penurunan tekanan darah sistolik Jakarta: Departemen Farmakologi dan
sebanyak 13,24 mmHg dan tekanan darah Terapeutik. FKUI.
diastoliknya menurun 15 mmHg. Notoatmodjo, S. 2011. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
SIMPULAN Novi, K. 2011. Pengaruh Pemberian Latihan
1. Tekanan darah sistole sebelum senam aerobik Aerobik Intensitas Ringan dan Sedang
low impact intensitas sedang rata-rata dengan Terhadap Penurunan Kolesterol dalam
tekanan darah 152,23 mmHg, dengan nilai Darah di Aerobic and Fitness Center
tertinggi 170 mmHg dan nilai terendah 140 Fortuna. Universitas Muhammadiyah
mmHg. Surakarta.
2. Tekanan darah diastole sebelum senam aero-
bik low impact intensitas sedang rata-rata Prasetyo, Y. 2007. Olahraga Bagi Penderita
dengan tekanan darah 90,40 mmHg, dengan Hipertensi. http://radmarsyy.wordpress.
nilai tertinggi 110 mmHg dan nilai terendah com. Diakses tanggal 10 Januari 2014.
90 mmHg. Rilantono, L. I. 2005. Buku Ajar Kardiologi.
3. Tekanan darah sistole setelah senam aerobik Jakarta: FKUI.
low impact intensitas sedang rata-rata dengan
Sinta, A. H. 2011. Pengaruh Senam Aerobik
tekanan darah 141,97 mmHg, dengan nilai
tertinggi 160 mmHg dan nilai terendah 125 Intensitas Ringan Terhadap Kecemasan
Lansia. Surakarta: Universitas Muham-
mmHg.
madiyah Surakarta.
4. Tekanan darah diastole setelah senam aerobik
low impact intensitas sedang rata-rata dengan Stanley, M., Bare, P. G. 2006. Buku Saku
tekanan darah 87,40 mmHg, dengan nilai Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Pener-
tertinggi 100 mmHg dan nilai terendah 80 jemah: N. Junianti dan S. Kuraningsih.
mmHg. Jakarta: EGC.
5. Ada pengaruh signifikan senam aerobik low Subibdjo. 2007. Senam Aerobik Low Impact.
impact intensitas sedang terhadap perubahan Jakarta: EGC.
tekanan darah pada lansia Desa Pilangsari,
Nogosari, Boyolali (t hitung 12,707> t tabel Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian.
1,70 atau p 0,00 < 0,05). Jakarta: Alfabeta.
________. 2014. Statistika Untuk Penelitian.
REFERENSI Jakarta: Alfabeta.
Udjianti, W.J. 2010. Keperawatan Kardiovas-
Arief. 2008. Manfaat Pendinginan Setelah Olah-
kuler. Jakarta: Salemba.
raga. http://www.ariefboy,multyply. com.
Diakses tanggal 28 Januari 2015. Williams dan Wilkins. 2011. Nursing: Memahami
Berbagai Macam Penyakit. Jakarta:
Arif, M. 2009. Asuhan Keperawatan Klien
Indeks.
dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler.
Jakarta: Salemba Medika.

54