Anda di halaman 1dari 3

DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM

PUSKESMAS MATARAM
Jalan Catur Warga No.29A Mataram Telp. (0370) 638332
====================================================================

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE)


PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA

I. Pendahuluan
Program perbaikan gizi yang dikembangkan pemerintah semakin menuntut
ketersediaan data yang akurat dan berkesinambungan. Secara makro, pemantauan
secara berkala keadaan gizi masyarakat sangat diperlukan untuk mengevaluasi upaya
peningkatan sumber daya manusia.

II. Latar Belakang


Faktor gizi adalah determinan penting peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Kekurangan gizi berkorelasi dengan kematian bayi dan balita. Salah satu
kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung manajemen program gizi adalah
menjamin ketersediaan data status gizi balita yang berkesinambungan, melalui kegiatan
pemantauan status gizi (PSG). Pemantauan status gizi dilaksanakan setiap tahun.
Pemantauan status gizi balita menggunakan indeks BB/U, BB/TB dan TB/U.
Maka perlu dilakukan kegiatan Pemantauan Status Gizi Balita, sehingga
tercapai VISI dan MISI Puskesmas Mataram, yang dituangkan dalam tata nilai
Puskesmas Mataram yaitu memberikan pelayanan yang ramah dan sopan kepada
pelanggan, melaksanakan tugas sebagai satu kesatuan yang utuh, dengan tidak
membeda-bedakan masyarakat, serta melakukan semua pekerjaan dengan senang hati
sehingga dapat menyelesaikan semua tugas yang dipercayakan.

III. Tujuan Umum


Untuk menggambarkan distribusi masalah kurang gizi di wilayah Puskesmas
Mataram/tingkat kecamatan.

Tujuan Khusus
a. Memperoleh gambaran status gizi balita di wilayah Puskesmas Mataram/di tingkat
kecamatan
b. Memperoleh gambaran besaran masalah gizi pada balita dengan indeks pengukuran
BB/U, BB/TB dan TB/U.

IV. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


a. Penentuan sampel
Sampel yang ditentukan dengan sistem kluster. Seluruh balita pada setiap wilayah
harus mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel.
b. Data yang dikumpulkan
Identitas lokasi (nama kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan)
Pelaksanaan pengumpulan data (jumlah balita diukur/ditimbang, tanggal
penimbangan)
Identitas sampel (nama anak, jenis kelamin, tanggal lahir/umur, berat badan,
tinggi atau panjang badan)
c. Tenaga pengumpul data
Tenaga pengumpul data adalah tenaga pelaksana gizi (TPG) Puskesmas yang
dibantu oleh Kader dan disupervisi oleh petugas gizi Kabupaten/Kota
d. Cara pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan kunjungan rumah dan melakukan wawancara
e. Waktu pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan secara serentak di semua Kecamatan se-Nusa
Tenggara Barat pada bulan Oktober-November
f. Pengolahan dan analisa data
Pengolahan (entry data) dan analisis data dilakukan di tingkat Provinsi.

V. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Pemilihan sampel dengan sistem kluster. Untuk PSG unit kluster adalah kelurahan
2. PSG memilih balita sebagai sampel, karena balita merupakan kelompok penduduk
yang rawan terhadap perubahan pangan dan gizi
3. Menentukan titik kluster (kantor, masjid atau bangunan lainnya)
4. Mencatat daftar anak balita (0-59 bulan) yang bertempat tinggal di sekitar titik kluster
sampai dicapai jumlah sampel yang diperlukan di kluster tersebut
5. Pengumpulan data dilakukan dengan kunjungan rumah, melakukan wawancara
dengan panduan kuesioner, serta melakukan pengukuran antropometri (BB,TB)
balita dengan menggunakan dacin (ketelitian 0,1 kg), pengukuran panjang dan tinggi
badan menggunakan lengthboard dan mikrotoice (ketelitian 0,1 cm)
6. Pengolahan data dilakukan di tingkat kabupaten/kota

VI. Sasaran
Anak balita usia 0-59 bulan yang terpilih sebagai sampel.

VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pengumpulan data dilakukan secara serentak di semua Kecamatan se-

Nusa Tenggara Barat pada bulan Oktober-November setiap tahunnya.

VIII. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan

Kunjungan ke rumah sampel yang terpilih untuk dilakukan wawancara harus


disepakati terlebih dahulu dengan responden agar data yang dibutuhkan lengkap.
IX. Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan
a. Mengisi secara lengkap kuesioner yang ada berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan responden
b. Menyerahkan seluruh kuesioner ke Dinas Kesehatan Kab/Kota

X. Biaya
Biaya untuk melaksanakan Pemantauan Status Gizi Balita Gizi Buruk dan Gizi
Kurang dibebankan pada dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas
Kesehatan Kota Mataram.

Mengetahui, Mataram, 2015


Kepala Puskesmas Mataram Pelaksana Kegiatan

H.Turmuji, S.Sos, M.M.Kes Ni Nengah Setiawati, SST


NIP. 19650307 198703 1 015 NIP. 19670702 199103 2 010

Anda mungkin juga menyukai