Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH STATISTIKA MULTIVARIAT

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan


Mengkonsumsi Air Mineral AQUA
(Studi Kasus Mahasiswa Prodi Staterkom Universitas Negeri Semarang)

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Statistika Multivariat yang diampu
oleh Putriaji Hendikawati, S.Si., M.Pd., M.Sc

Disusun Oleh:

1. Famia Dwi Nopti (4112314006)


2. Budi Prasetiyo (4112314030)
3. Nova As Samhah (4112314035)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang terpenting, karena untuk
hidup sehat manusia membutuhkan air bersih. Pada era modern ini sangat sulit
mendapatkan air bersih bila dibandingkan dengan era sebelumnya. Kebutuhan air
bersih siap minum menjadi sesuatu yang begitu penting saat ini. Salah satu cara
untuk mengatasi masalah perolehan air bersih, aman dan sehat terutama di
kotakota besar adalah melalui produksi minuman air mineral yang dibuat oleh
perusahaan air minum. Selain untuk tujuan kesehatan, bagi sebagian masyarakat
di kota-kota besar, minuman air mineral ini dirasa sangat menguntungkan karena
disamping harganya yang terjangkau masyarakat juga merasakan kepraktisan
dalam mengkonsumsinya sebab terdapat berbagai macam ukuran kemasan yang
sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan dalam mendapatkannya.
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan air
minum yang sehat semakin meningkat. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis air
minum semakin bertambah dan memperluas jaringan pemasarannya sehingga
menciptakan tingkat persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini menuntut setiap
perusahaan untuk berusaha keras dalam berinovasi, kreatif menciptakan dan
mengembangkan produk, ukuran dan kemasan yang berbeda sesuai dengan
kebutuhan konsumen, agar produknya disukai, dipercaya konsumen dan mampu
bersaing dalam pasar.
Untuk bisa disukai dan dipercayai oleh konsumen, bukanlah hal yang
mudah didapat oleh karena itu harus diusahakan terciptanya kepuasan yang akan
diperoleh konsumen dari produk yang bersangkutan. Ini tidak berarti bahwa
perusahaan hanya memaksimalkan kepuasan konsumen saja, tetapi perusahaan
harus berusaha mendapatkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada
konsumen. Dalam mewujudkan tujuan memberikan kepuasan itu, perusahaan
harus mempelajari terlebih dahulu tentang apa yang dibeli, bagaimana
kebiasaannya, dalam kondisi macam apa barang dan jasa dibeli oleh konsumen,
siapa yang akan dilayani, berapa yang dibutuhkan konsumen serta mengapa
konsumen memilih produk tertentu. Oleh karenanya, perusahaan yang ingin
merebut konsumen dalam pasar perlu memahami perilaku konsumennya. Dengan
memahami perilaku konsumen dalam membeli minuman air mineral, pihak
perusahaan dapat mengetahui dengan sebenarnya apa yang menjadi kebutuhan
konsumen dan keinginan konsumen. Selain itu perusahaan juga dapat mengetahui
adanya peluang pasar yang mungkin dapat dipenuhi oleh produk perusahaan.
Pemahaman tentang perilaku konsumen adalah sangat penting untuk mencapai
kesuksesan pemasaran. Dalam mempelajari perilaku konsumen, perusahaan perlu
memperhatikan faktor faktor yang dapat mempengaruhi perilaku itu sendiri,
baik yang berasal dari dalam diri manusia (faktor intern) maupun yang ada dari
luar manusia (faktor ekstern). Faktor intern antara lain : motivasi, sikap,
kepribadian, pengamatan dan proses belajar, ekonomi. Sedang faktor ekstern
antara lain: faktor kebudayaan, keluarga, kelompok referensi, peranan dan status.
Agar produk yang ditawarkan berhasil dalam pasar, manajemen pemasaran perlu
meneliti sikap konsumen terhadap produk dari merek mereka. Sikap ini dilakukan
konsumen berdasarkan pandangannya terhadap produk dan proses belajar baik
dari pengalaman ataupun dari yang lain. Sikap menyebabkan orang berperilaku
secara tetap terhadap suatu obyek yang sama. Berdasarkan alasan ini, sikap amat
sukar berubah dan cenderung bertahan dalam suatu pola yang tetap. Oleh karena
itu, sebuah perusahaan perlu menyesuaikan produk mereka dengan sikap yang
telah ada, daripada mencoba untuk mengubah sikap orangorang. Untuk
mengetahui sikap konsumen terhadap produknya, perusahaan perlu mengadakan
penelitian tentang faktorfaktor yang terdapat pada produk tersebut yang dapat
mendorong terciptanya suatu motif pembelian. Dengan menganalisa tanggapan
konsumen terhadap harga, kualitas, merek, promosi dan distribusi perusahaan
dapat menilai faktorfaktor mana yang belum sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen. Dari hasil penelitian tersebut perusahaan dapat
mengembangkan dan menyempurnakan produknya agar lebih memuaskan
konsumen. Dengan meneliti sikap konsumen, perusahaan dapat memperoleh
informasi yang berguna bagi manajemen pemasarannya. Sikap konsumen dalam
memilih produk Aqua pasti akan dipengaruhi oleh latar belakang mereka, salah
satunya dilatar belakangi oleh faktor pendididkan. Setiap orang yang berlatar
belakang pendidikan baik itu rendah ataupun tinggi akan mempersepsikan suatu
produk secara berbeda. Begitu pula dengan Mahasiswa, yang merupakan salah
satu bagian dari pendidikan tinggi, akan memilih produk dengan lebih
mempertimbangkan berbagai faktor terutama yang berhubungan dengan produk
tersebut. Dengan melihat latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian terhadap Mahasiswa Prodi Staterkom Universitas Negeri
Semarang, dengan judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Keputusan Mengkonsumsi Air Mineral Aqua (Studi Kasus Mahasiswa Prodi
Staterkom Universitas Negeri Semarang).

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Faktor apa saja yang menjadi alasan seseorang lebih suka mengkonsumsi
air mineral Aqua?
2. Bagaimana pengelompokan faktor-faktor yang menjadi alasan seseorang
lebih suka mengkonsumsi air mineral Aqua?
3. Bagaimana pengaruh variable dari pengklasifikasian factor dengan
banyaknya uang saku?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulis adalah sebagai
berikut :
1. Ingin mengetahui faktor apa saja yang menjadi alasan seseorang lebih
suka mengkonsumsi air mineral Aqua.
2. Ingin mengetahui pengelompokan faktor-faktor yang menjadi alasan
seseorang lebih suka mengkonsumsi air mineral Aqua.
3. Ingin mengetahui pengaruh variable dari pengklasifikasian factor dengan
banyaknya uang saku.
1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan di atas, maka manfaat dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Mengetahui faktor apa saja yang menjadi alasan seseorang lebih suka
mengkonsumsi air mineral Aqua.
2. Sebagai bahan evaluasi bagi produsen air mineral Aqua untuk lebih
meningkatkan kualitas produksi mereka.

1.5 Populasi dan Sampel


Dalam penelitian ini populasi yang ditentukan adalah mahasiswa prodi
Staterkom Universitas Negeri Semarang dan sampel yang diambil sebanyak
60 mahasiswa staterkom yang dipilih secara acak.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Statistika Multivariat

Analisis multivariat merupakan perluasan dari analisis univariat atau bivariat.


Analisis multivariat adalah analisis multi variabel dalam satu atau lebih hubungan.
Analisis ini berhubungan dengan semua teknik statistik yang secara simultan
menganalisis sejumlah pengukuran pada individu atau objek (Santoso, 2014: 7).
Analisis multivariat berasal dari kata multi dan variate, dua kata ini dapat
diartikan analisis lebih dari dua variabel. Analisis multivariat merupakan salah
satu analisis statistika yang berkaitan dengan analisis banyak variabel (Widarjono,
2015: 1). Menurut Hair, sebagaimana dikutip oleh Sarwono (2013: 1), analisis
multivariat mengacu pada semua teknik statistik yang secara bersamaan
menganalisis beberapa pengukuran terhadap individual atau objek dalam suatu
riset. Menurut Johnson, sebagaimana dikutip oleh Sarwono (2013: 1), analisis
multivariat mencakup analisis data penelitian yang menggunakan banyak variabel
yang dikenakan pengukuran secara bersamaan.

2.2 Analisis Faktor

Metode untuk menganalisis data dengan variabel yang lebih dari dua peubah
dikenal dengan analisis peubah ganda (analisis multivariat). Analisis multivariat
adalah salah satu metode dalam statistik yang digunakan untuk melakukan
analisis secara simultan (bersama-bersama) terhadap dua variabel atau lebih.
Analisis multivariat merupakan pengembangan dari analisis univariat atau
bivariat.
Teknik dalam analisis multivariat bisa dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar, yaitu analisis dependensi dan interdependensi. Dalam penelitian
ini akan dikaji tentang salah satu analisis interdependensi. Tujuan dari analisis
interdependen adalah menganalisis mengapa dan bagaimana variabel-variabel
yang ada saling berhubungan. Karena tidak bisa dipisahkan mana variabel
dependen dan mana variabel independen, maka pembagian metode interdependen
didasarkan pada jenis variabel yang ada yaitu apakah metrik atau non
metrik.Salah satu metode dari analisis interdependensi yang akan dibahas pada
penelitian ini adalah analisis faktor.
Analisis faktor adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mencari
faktor-faktor yang mampu menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai
indikator independen yang diobservasi. Analisis faktor merupakan perluasan dari
analisis komponen utama. Anaisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi
sejumlah faktor yang relatif kecil yang dapat digunakan untuk memjelaskan
sejumlah besar variabel yang saling berhubungan.
Sehingga variabel-variabel dalam satu faktor mempunyai korelasi yang
tinggi, sedangkan korelasi dengan variabel-variabel pada faktor lain relatif rendah.
Setiap kelompok dari variabel mewakili suatu konstruksi dasar yang disebut
faktor, untuk meningkatkan daya interpretasi faktor harus dilakukan transformasi
pada matriks loading. Transformasi dilakukan dengan merotasi matriks tersebut
dengan metode varimax, quartimax, equamax dan lain-lain.
Secara garis besar ada dua tipe analisa faktor, yaitu:1) Confirmatory
Factor Analysis, Model yang diasumsikan untuk menggambarkan, menjelaskan
atau menghitung data empirik. Konstruksi dari model ini berdasar pada informasi
yang apriori mengenai sifat dari struktur data atau isi dari teori (Joreskog &
Sorbon, 1989 dalam Crowley & Fan, 1997).2) Exploratory Factor Analysis,
Model yang diaplikasikan untuk mengeksplorasi data yang ada mengenai jumlah
karakteristiknya, sifat-sifat yang menarik dan hubungan-hubungan yang mungkin
ada. Exploratory Factor Analysisini berguna untuk tujuan menggenerasikan
struktur, model-model teoritis dan mengetes hipotesis (Gorsuch, 1983 dalam
Crowley & Fan, 1997). Pada penelitian ini yang digunakan adalah analisis faktor
eksploratori (exploratory factor analysis). Menurut Panter,dkk (1997) aplikasi
dari exploratory factor analysis adalah mengidentifikasi makna, konstrak atau
dimensi yang dievaluasi oleh kovarians yang diobservasi yang meliputi sifat yang
diobservasi, respon, tanda dan symton. Model ini secara umum dijelaskan sebagai
perilaku yang diobservasi yang dapat digambarkan dalam bentuk konstrak tertentu
dengan asumsi hanya pada kasus yang jarang yang dapat menjadi korespondensi
secara eksak antara indeks perilaku spesifik yang diobservasi tertentu yang
bervariasi atau operasionalisasi dan konstruks tertentu yang berhubungan.
Model-model dari analisa faktor mempunyai peranan penting didalam
memformulasikan model konsep didalam kepribadian dan untuk menguji secara
empiris berbagai instrumen yang mengukur kepribadian (Panter,dkk, 1997). Hal
ini didukung oleh pendapat Ozer dan Reise, 1994 (dalam Panter,dkk, 1997) bahwa
pendekatan analisa faktor didalam asesmen kepribadian mempunyai peran utama
didalam mengkontruksi skala dan mengetes teori dalam hal struktur kepribadian
dan perkembangannya. Banyak inventori-inventori kepribadian yang telah
dikonstruksi dengan menggunakan metode analisa faktor (Aiken, 1997).
Ada berbagai pengertian atau komponen yang penting dalam analisa
faktor, antara lain, unity atautotal variance, common variance, specific
variance dan error variance (Fruchter, 1954 & Mulaik, 1972). Berikut definisi
secara ringkas mengenai hal tersebut.1).Unity atau total variance merupakan suatu
ubahan yang terdiri dari tiga variance yaitu; common, specific dan error. Proporsi
besarnya unity atau variance total ini adalah 1,00. Gabungan antaracommon
variance dan specific variance akan merupakan suatu nilai yang biasanya
diindikasikan sebagai koefisien keandalan (reliabilitas). 2).Common variance atau
komunalitas merupakan bagian dari reliable variance yang berhubungan dengan
variabel lain. Komunalitas merupakan jumlah kuadrat dari common variancedan
dilambangkan dengan simbol h (Fruchter, 1954). Menurut Suryabrata (1982)
komunalitas menunjukkan proporsi varians variabel tertentu yang diterangkan
oleh faktor-faktor. Semakin tinggi h, berarti variabel-variabel tersebut makin
mempunyai kesamaan faktor.3). Specific variance merupakan bagian dari reliable
variance yang tidak berhubungan dengan variabel lain.4). Error
variance merupakan hasil dari kesalahan-kesalahan sampling, pengukuran,
kondisi tes yang tidak standar, pengaruh fisiologi atau pengaruh lain dalam diri
individu yang membuat tidak reliabel. Variance ini tidak berkorelasi
dengan reliable variance.
2.3 Faktor-faktor yang menjadi variabel
1. Harga
Harga Adalah sejumlah uang yang pelanggan bayar untuk mendapatkan produk
tertentu (Kotler, 1997: 82).

Harga merupakan satu-satunya elemen marketing mix yang menghasilkan


pendapatan. Dalam menetapkan harga harus mempertimbangkan berbagai
faktor dalam membuat kebijakan atas penetapan harga jual. Enam langkah
dalam menetapkan harga menurut (Kotler, 1993:121), yaitu:

a. Menentukan tujuan harga, berbagai macam tujuan harga adalah: bertahan


hidup, maksimalisasi laba jangka pendek, memaksimumkan pendapatan
jangka pendek, pertumbuhan penjualan maksimum, menyaring pasar
secara maksimum dan unggul dalam mutu produk.
b. Menentukan permintaaan, berbagai faktor yang mempengaruhi permintaan
adalah: keunikan, kesadaran akan pengganti, sulitnya membandingkan,
jumlah total pengeluaran, manfaat akhir, biaya bersama, investasi
tergabung, mutu harga, pengaruh sediaan.
c. Memperkirakan biaya
d. Menganalisis harga dan tawaran pesaing.
e. Memilih metode penetapan harga, diantaranya:
1) Murkup pricing/penetapan harga berdasar biaya.
2) Penetapan harga berdasar tingkat keuntungan sasaran.
3) Preceived value pricing/penetapan harga menurut persepsi nilai.
4) Going rate pricing/penetapan harga dengan mengikuti pasar yang ada.
5) Sealed-bid pricing/penetapan harga dalam sampul tertutup.
f. Menentukan harga akhir, dalam langkah ini perusahaan harus melihat lagi
beberapa pertimbangan tambahan antara lain: faktor psikologis, pengaruh
unsur-unsur bauran pemasaran lainnya terhadap harga, kebijakan
perusahaan dalam harga jual dan dampak harga pada pihakpihak lain.
2. Promosi
Promosi Adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk
mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan
pertukaran dalam pemasaran (Swastha, 1993: 237).

Dari definisi di atas dapat diartikan bahwa promosi merupakan arus informasi
yang berupa persuasi/ajakan atau himbauan yang diberikan oleh perusahaan
untuk mengarahkan dan menarik seseorang atau organisasi untuk mau
mengadakan pertukaran atau pembelian.

Promosi merupakan usaha untuk menarik konsumen untuk membeli suatu


produk tertentu, jadi promosi dapat dikatakan baik apabila dengan promosi
tersebut dapat mempengaruhi pembeli untuk membeli produk tersebut.
Penetapan promosi harus diperhitungkan secara matang karena tidak hanya
promosi bisa menarik konsumen saja tetapi ada beberapa faktor yang harus
dipertimbangkan seperti: biaya yang dikeluarkan dalam promosi dan
bagaimana cara pelaksanaannya. Setelah menetapkan bauran promosi yang
digunakan, maka perlu dilakukan tindakan pengukuran hasil dari promosi
tersebut atau dampaknya pada konsumen atau sasaran yang diharapkan. Hal ini
dapat dilakukan dengan memberikan berbagai pertanyaan konsumen yang
berhubungan dengan kegiatan promosi diantaranya adalah pertanyaan tentang:
apakah mereka mengenal atau memperhatikan promosi tersebut, apakah
promosi tersebut mudah diingat, frekuensi promosi, perasaan terhadap promosi
dan pengaruh promosi terhadap perilaku pembelian konsumen atau sasaran
(Kotler, 1993: 273).

Promosi dibagi menjadi 4 alat utama yaitu:

a. Iklan Adalah komunikasi non individu dengan sejumlah biaya melalui


berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba, serta
individu-individu (Swastha, 1996: 245) .
b. Promosi penjualan Adalah cara promosi yang penting yang digunakan
untuk mencapai tujuan usaha pemasaran, dilakukan dari jumlah orang
yang bekerja di bidang itu dan biaya yang dikeluarkan (Stanton, 1993:
163).
c. Publisitas Adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau
organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa
dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor (Swastha, 1996: 273).
d. Penjualan pribadi Adalah kegiatan-kegiatan pemasaran, diluar penjualan
perorangan, pengiklanan dan publisitas yang menstimulasi pembelian oleh
konsumen dan keefektifan dealer (Stanton, 1993: 202).

3. Distribusi
Distribusi Kebanyakan produsen bekerja sama dengan perantara pemasaran
untuk menyalurkan produk-produk mereka ke pasar. Perantara membentuk
saluran pemasaran (sering disebut saluran distribusi). Saluran distribusi terdiri
dari seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan (fungsi) yang
digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemilikannya dari produksi
ke konsumsi (Kotler, 1993: 167).

MacamMacam Saluran Distribusi

a. Saluran Distribusi Barang Konsumsi


Dalam penyaluran barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar
konsumen, terdapat lima macam saluran distribusi. Adapun macam
macam saluran distribusi barang konsumsi adalah:
1) Produsen Konsumen
2) Produsen Pengecer Konsumen
3) Produsen Pedagang Besar Pengecer Konsumen
4) Produsen Agen Pengecer Konsumen
5) Produsen Agen Pedagang Besar Pengecer Konsumen (Swastha,
1996: 207).
b. Saluran Distribusi Barang Industri
Dalam penyaluran barang industri ada empat macam saluran yang dapat
digunakan untuk mencapai pemakai industri. Ke empat macam saluran
distribusi tersebut adalah:
1) Produsen Pemakai Industri
2) Produsen Distributor Industri Pemakai Industri
3) Produsen Agen Pemakai Indistri
4) Produsen Agen Distributor Industri Pemakai Industri (Swastha,
1996: 209).

4. Kemasan
Kemasan adalah wadah atau pembungkus barang suatu produk untuk
mempertahankan mutu dan keamanan produk serta meningkatkan daya tarik
produk. Produk adalah keseluruhan yang mencakup isi dan kemasan barang.
Pengemasan adalah aktivitas yang mencakup keseluruhan konsep termasuk
kemasan langsung, bagian luar, pembungkus dan lain-lain, dan bagian
kemasannya berperan dalam pemasaran dan pemajangan.
Desain Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan
memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan
meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Tujuan utama
membuat kemasan yaitu:
1. Untuk melindungi produk dari kerusakan dan memudahkan pengiriman.
2. Untuk membedakan produk yang satu dengan yang lain.
3. Kemasan merupakan salah suatu cara untuk meningkatkan laba
perusahaan.Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik
mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat
dan menarik perhatian konsumen.
FUNGSI KEMASAN
1. Kemasan sebagai pelindung produk.
Kemasan dapat melindungi produk agar tetap bersih, terlindung dari
kotoran dan terkontaminasi, menjaga dari kerusakan fisik, perubahan
kadar air dan pengaruh sinar.
2. Kemasan sebagai sarana promosi dan informasi.
Secara tidak langsung, perwajahan suatu kemasan dapat menjadi iklan
gratis/promosi yang dapat meningkatkan penjualan produk.Semakin
menarik konsep desain kemasannya (baik bentuk, ukuran, warna serta
informasi-informasi yang ditampilkan pada kemasan) dan
peletakan/displaynya maka akan semakin memikat konsumen.
3. Kemasan Sebagai Alat Pemindahan.
Kemasan merupakan wadah produk yang berfungsi untuk memudahkan
dalam membuka/menutup produk, memudahkan dalam penanganan,
pengangkutan dan distribusi.
4. Kemasan Sebagai Brand Image / Citra Merek
Kemasan merupakan media untuk menancapkan citra merek kepada
konsumen sehingga konsumen mudah mengingat dan fanatik utntuk
memilih produk. Contoh: Dari jarak pandang yang jauh dan dalam
penempatan yang kurang sempurna botol Coca Cola akan tetap lebih
mudah dikenal.
JENIS-JENIS KEMASAN
1. Berdasarkan Fungsi
a. Kemasan Ritel;
o Kemasan Primer yaitu kemasan yang kontak langsung dengan
produk
o Kemasan Sekunder yaitu digunakan setelah kemasan primer
o Kemasan Tersier yaitu digunakan setelah kemasan sekunder
b. Kemasan Transport
o Merupakan kemasan terakhir setelah kemasan ritel dan juga
merupakan kemasan dalam jumlah yang besar misalnya kemasan
yang terbuat dari drum, karton gelombang.
2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian
a. Kemasan yang dipakai hanya satu kali ( disposable).
b. Kemasan semi dispoable, yaitu kemasan tidak digunakan lagi oleh
produsen tapi digunakan oleh konsumen.
c. Kemasan yang dipakai berulang-ulang (multi trip)
3. Berdasarkan Jenis Bahan
a. Kertas, Karton, Karton Bergelombang
Sifat fisik : memiliki gramatur, tebal, kuat tarik,regangan, kuat sobek,
ketahanan lipat,dan memiliki daya serap.
b. Kemasan Plastik Kaku
Biasanya dipakai untuk Kemasan primer, Contoh: kemasan air
minum,kemasan susu, tray biscuit,kemasan sari buah. Bahan Plastik
yang dipakai adalah PET dan HDPE.
c. Kemasan Fleksibel
Kemasan Multilayer adalah kemasan yang lapisanya lebih 1 lapis
(layer), dan bentuknya fleksible serta banyak digunakan untuk
kemasan makanan dan minuman. Bahan yang dipakai antara lain:
Plastik Film, printing, perekat, aluminium foil, metalize film, nylon,
kertas, karton, lembaran sealing (pe/pp).
d. Kemasan Logam
Biasanya dipakai untuk Kemasan primer misalnya ikan, daging,
susu,minuman, buah-buahan,susu, biscuit, kue.
e. Kemasan Gelas/Kaca
Biasanya dipakai untuk Kemasan primer dan Sekunder.
Keuntungannya kemasan dari bahan ini adalah: Sifat proteksi yang
baik, sifat fisik yang baik, bisa dipakai berulang-ulang dan aman
digunakan kembali. Kelemahan kemasan dari bahan ini adalah :
Mudah pecah, berat dan harganya mahal
f. Kemasan Goni dan Karung Plastik. (Biasanya dipakai untuk kemasan
primer dan sekunder)
g. Kemasan Tradisional (Contoh: daun pisang ,pandan, anyaman daun
pandan, dll).

5. Kesegaran
6. Keunggulan
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih
dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun
1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat
masyarakat Indonesia. Keunggulan AQUA antara lain:

a. Berasal dari sumber mata air terpilih dan terlindung, sehingga menjamin
bahwa segala kebaikan alam dari sumbernya tetap terjaga dalam setiap
tetesnya.
b. Sumber mata air dipilih setelah melalui proses yang penuh ketelitian dan
hati-hati.
c. Setiap tetes AQUA mengandung mineral alami yang seimbang,
menjadikannya sungguh baik untuk dikonsumsi setiap hari oleh seluruh
anggota keluarga. Keseimbangan mineral-mineral yang alami ini penting
fungsinya bagi kesehatan tubuh.
d. Setelah ditemukan, sumber mata air dan area sekitarnya juga senantiasa
dijaga dan dilindungi kelestariannya. Secara sistematis, AQUA melindungi
kelestarian lingkungan sumber airnya mulai dari area tangkapan air hujan
hingga lingkungan sekeliling sumber air. Dinding perlindungan bawah tanah
juga dibangun untuk mencegah rembesan.
e. Selain itu, AQUA berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber mata
airnya dengan tidak mengambil lebih dari apa yang diberikan oleh alam. Hal
ini dilakukan guna memastikan bahwa segala Kebaikan Alam tetap terjaga
dalam setiap tetes AQUA.
f. Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih.
g. Diproses dengan sistem proses terpadu yang menjamin bahwa tidak ada
apapun antara Anda dan kebaikan alam. Sistem proses terpadu ini
merupakan proses yang canggih namun sederhana dan dapat memastikan
bahwa tidak ada satupun mineral penting dari alam yang terbuang percuma.
h. Setiap tahapan dan titik proses ada kontrol kualitas yang menjamin kualitas
produk, sehingga menjamin bahwa segala kebaikan alam tetap terjaga dalam
setiap tetes AQUA.
7. Kesehatan
Air mineral aqua diambil langsung dari sumber mata air pegunungan dengan
proses yang higienis. Pengolahan dengan berbagai jenis perlengkapan canggih
akan membuat air mineral aqua mengandung berbagai jenis mineral yang
sangat baik untuk tubuh. Air mineral mengandung beberapa mineral asli dari
sumber mata air seperti kalsium, zat besi dan magnesium. Air mineral aqua
tidak mengandung bahan tambahan, bahan kimia maupun bahan pengawet. Ini
adalah salah satu keunggulan air mineral dibandingkan jenis air tanah yang
dimasak dan dikonsumsi secara langsung. Selain itu pengembangan dan
penelitian air mineral sudah dilakukan oleh para ahli sehingga sangat
menyehatkan untuk tubuh.

Aqua ternyata memiliki berbagai manfaat yang sangat penting untuk kesehatan
tubuh. Air mineral dari sumber alami pegunungan tidak hanya menghilangkan
rasa haus tapi juga bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan membantu
meningkatkan konsentrasi otak. Berikut ini adalah alasan, mengapa aqua
memang bermanfaat untuk tubuh

1) Aqua tidak mengandung natrium atau garam. air alami yang diambil
dengan kekayaan sumber mineral sangat baik dikonsumsi untuk anak-anak,
orang dewasa hingga orang lanjut usia. Bahkan semua kandungan aqua
juga tidak menyebabkan masalah pada tekanan darah yang biasanya
disebabkan karena tingginya kadar garam dalam air mineral.

2) Konsumsi aqua selama kehamilan bisa membantu tubuh dalam mencukupi


kebutuhan mineral dan air. Air mineral ini sangat aman dikonsumsi ibu
hamil dan sama sekali tidak menimbulkan efek samping.

3) Konsumsi aqua juga bisa mengurangi konsumsi minuman bersoda dan


berbagai jenis minuman yang mengandung bahan tambahan. Secara umum
aqua bisa membuat tubuh menjadi lebih segar.
2.4 Analisis Regresi
2.4.1 Analisis Regresi
Analisis regresi adalah bentuk persamaan matematik yang menyatakan
hubungan antar variable-variabel. Analisis regresi dipergunakan untuk
melihat hubungan satu arah antara variabel yang lebih khusus, dimana
variabel x berfungsi sebagai variabel bebas variabel yang
mempengaruhi, dan variabel y sebagai variabel terikat adalah variabel
yang dipengaruhi. Biasanya variabel x juga disebut sebagai variabel
independent atau variabel responden, dan variabel y sebagai variabel
dependent (Sukestiyarno, 2013 : 66).
2.4.2 Analisis Regresi Ganda
Menurut Sukestiyarno (2015:80) analisis yang memproses pengaruh
lebih dari satu variabel independent (X) terhadap sebuah variabel
dependent (Y) disebut analisis regresi ganda.

Model Regresi Ganda di definisikan sebagai berikut:

= 0 + 1 1 + 2 2 + + +

Keterangan:

=Variabel dependent (nilai yang diprediksikan)

1 , =Koefisien regresi (nilai peningkatan atau penurunan)

1 , 2 , = Variabel independent

0 = Konstanta

Pada regresi linier ganda terdapat beberapa uji asumsi klasik yang harus
di penuhi, antara lain :

Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali,
2013:160). Cara mendeteksi normalitas dapat dilakukan dengan uji
statistik Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS versi 21. Menurut
Ghozali (2013:164) uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis:
H0 : data berdistribusi normal
HA : data tidak berdistribusi normal
Pengambilan keputusan didasarkan pada nilai dari Kolmogorov-Smirnov.
Jika nilai dari Kolmogorov-Smirnov > 0,05 maka data tersebut
berdistribusi normal.
Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen (Ghozali,
2013:105). Cara mendeteksi adanya multikolonieritas dengan
menggunakan nilai variance inflaction factor (VIF) dan tolerance
melalui SPSSversi 21. Apabila variabel-variabel independen memiliki
nilai Tolerance 0,10 dan VIF 10 maka tidak terjadi gejala
multikolonieritas.
Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear
ada autokorelasi antara kesalahan penggunaan pada periode t dengan
kesalahan pengganggu pada periode t-1 (Ghozali, 2013:110).Cara
mendeteksi adanya autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin
Watson (DW) melalui SPSSversi 21. Menurut Sukestiyarno (2015:83)
jika -2 DW 2 tidak ada autokorelasi. Artinya bila nilai DW di luar
interval tersebut berarti terjadi kasus autokorelasi.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menurut Ghozali (2013:139) bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari
residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari
residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model
regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang tidak terjadi
Heteroskedastisitas. Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas
dapat dilihat dari uji Glejser yaitu probabilitas signifikansinya di atas
tingkat 5% maka model regresi tidak mengandung adanya
heteroskedastisitas (Ghozali, 2013:143).

2.5 Hasil Analisis


Uji Normalitas
1. Klik Analyze Descriptive Statistics Exploreakan muncul kotak
dialog Explore. Masukkan semua variabel ke dalam kotak
Dependent List:

2. Pada bagian Display, klik kotak Plots. Aktifkan kotak Normality


plots with tests, nonaktifkan pilihan steam and leaf pada bagian
Descriptives, pilih None pada bagian Boxplot, kemudian klik
Continue.
3. Tekan tombol OK.
Output :

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

lokasi minimarket ,145 100 ,000 ,946 100 ,000


pelayanan kasir ,131 100 ,000 ,910 100 ,000
pendingin ruangan atau AC ,112 100 ,004 ,974 100 ,043
kebersihan minimarket ,204 100 ,000 ,809 100 ,000
keleluasaan bergerak ,137 100 ,000 ,961 100 ,005
harga barang ,099 100 ,018 ,981 100 ,158
hadiah langsung ,105 100 ,009 ,984 100 ,249
diskon harga ,090 100 ,044 ,982 100 ,185
ketersediaan barang impor ,081 100 ,100 ,963 100 ,007

a. Lilliefors Significance Correction

Kriteria Pengujian :
Angka signifikansi (Sig.) > 0,05, maka data berdistribusi normal.
Angka signifikansi (Sig.)< 0,05, maka data tidak berdistribusi
normal.
Analisis :
Untuk valiabel LOKASI, karena angka Sig. adalah 0,000 yang jauh
di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Lokasi Minimarket adalah
tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel PELAYANAN, karena angka Sig. adalah 0,000 yang
jauh di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Pelayanan Kasir
adalah tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel AC, karena angka Sig. adalah 0,004 yang jauh di
bawah 0,05 maka distribusi data untuk Pendingin Ruangan atau AC
adalah tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel KEBERSIHAN, karena angka Sig. adalah 0,000 yang
jauh di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Kebersihan
Minimarket adalah tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel KELELUASAAN, karena angka Sig. adalah 0,000
yang jauh di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Keleluasaan
Bergerak adalah tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel HARGA, karena angka Sig. adalah 0,018 yang jauh
di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Harga Barang adalah tidak
normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel HADIAH, karena angka Sig. adalah 0,009 yang jauh
di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Hadiah Langsung adalah
tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel DISKON, karena angka Sig. adalah 0,044 yang
berada di bawah 0,05 maka distribusi data untuk Diskon Harga
adalah tidak normal atau tidak bisa dianggap normal.
Untuk valiabel IMPOR, karena angka Sig. adalah 0,100 yang jauh di
atas 0,05 maka distribusi data untuk Ketersediaan Barang Impor
adalah normal atau bisa dianggap normal.

Tahap Pertama : Menilai Variabel yang Layak


Pada tahap pertama ini akan dinilai mana saja variabel yang dianggap
layak (appropriateness) untuk dimasukkan dalam analisis selanjutnya.
Pengujian ini dilakukan dengan memasukkan semua variabel yang ada,
kemudian pada variabel-variabel tersebut dikenakan sejumlah pengujian.
Langkah-langkah :
1. Klik Analyze Dimesion Reduction Factor akan muncul
kotak dialog Factor Analysis. Masukkan semua variabel ke dalam
kotak Variables:

2. Klik Descriptives akan muncul kotak dialog baru bernama Factor


Analysis: Descriptives, pada bagian Correlation Matrix centang
KMO and Bartletts test of sphericity dan Anti-image lalu Continue
3. Klik OK dan akan keluar hasil analisis tersebut.

Output :
Hipotesis
Hipotesis untuk signifikansi adalah
H0 : sampel (variabel) belum memadai untuk dianalisis lebih lanjut
H1 : sampel (variabel) sudah memadai untuk dianalisis lebih lanjut

Kriteria Pengujian:
Angka sig. > 0,05 maka H0 diterima
Angka sig. < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima
Angka MSA (Measure of Sampling Adequacy) berkisar 0 sampai
1 dengan kriteria:
MSA = 1, variabel tersebut dapat diprediksi tanpa
kesalahan oleh variabel yang lain.
MSA > 0,5, variabel masih bisa diprediksi dan bisa
dianalisis lebih lanjut.
MSA < 0,5, variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa
dianalisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel
lainnya.

KMO and Bartlett's Test


Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,670
Approx. Chi-Square 164,914
Bartlett's Test of Sphericity df 36
Sig. ,000

Analisis:
Angka KMO dan Bartletts test adalah 0,670 dengan signifikansi

0,000; karena angka tersebut sudah di atas 0,5 dan signifikansi jauh
dibawah 0,05 (0,000 < 0,05), maka variabel dan sampel yang ada bisa
dianalisis dengan analisis faktor.
Berdasarkan tabel Anti-image Matrices khususnya pada angka korelasi yang
bertanda a (arah diagonal dari kiri atas ke kanan bawah. Seperti MSA untuk
variabel LOKASI MINIMARKET adalah 0,667, untuk variabel PELAYANAN
KASIR adalah 0,733, untuk variabel PENDINGIN RUANGAN adalah 0,687,
untuk variabel KEBERSIHAN MINIMARKET adalah 0,625, untuk variabel
KELELUASAAN BERGERAK adalah 0,662, untuk variabel HARGA BARANG
adalah 0,701, untuk variabel HADIAH LANGSUNG adalah 0,669, untuk variabel
DISKON HARGA adalah 0,649, dan untuk variabel BARANG IMPOR adalah
0,657. Angka MSA dari semua variabel memenuhi batas 0,5 maka semua
variabel dapat digunakan .

Tahap Kedua : Proses Factoring dan Rotasi


Pada tahap ini dilakukan penyaringan terhadap sejumlah variabel hingga
didapat variabel-variabel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Selanjutnya
dilakukan proses inti analisis faktor, yakni melakukan ekstraksi terhadap
sekumpulan variabel yang ada sehingga terbentuk satu atau lebih faktor.
1) Klik Analyze Dimesion Reduction Factor akan muncul kotak
dialog Factor Analysis. Masukkan variabel-variabel ke dalam kotak
Variables:(karena semua variabel telah memenuhi syarat pada proses
tahap pertama analisis faktor, maka semua variabel dimasukkan ke dalam
kotak Variables:).

2) Lalu klik Extraction akan muncul kotak dialog baru Factor Analysis:
Extraction. Pada bagian Method: pilih Principal components, digunakan
untuk pembuatan faktor (ekstraksi variabel). Pada bagian Analyze pilih
Correlation matrix. Pada bagian Display centang semua pilihan Unrotated
factor solution dan Scree plot, Unrotated factor solution digunakan untuk
menunjukkan hasil factoring sebelum dilakuka proses rotasi sedangkan
Scree plot digunakan untuk grafik yang menunjukkan dampak factoring
terhadap angkan eigenvalues. Pada bagian eigenvalues tetap pada angka 1
yag artinya jika terhadap angka eigenvalues kurang dari 1 maka akan
dikeluarkan. Lalu Klik Continue.

3) Klik kotak Rotation maka akan muncul kotak dialog baru Factor
Analysis: Rotation. Pada bagian Method pilih dan klik Varimax. Pada
bagian Display centang Rotated solution dan Loading plot(s). Rotated
solution merupakan tampilan faktor setelah dilakukan rotasi, yag
dibandingkan dengan proses tanpa rotasi (Principal component yang
belum dirotasi) sedangkan Loading plot digunakan untuk menyajikan
korelasi antara variabel tertentu dengan faktor yang terbentuk. Lalu klik
Coontinue.
4) Lalu terakhir klik OK dan akan muncul hasil output dari analisis pada
tahap kedua ini.

Communalities
Initial Extraction
lokasi minimarket 1,000 ,665
pelayanan kasir 1,000 ,437
pendingin ruangan atau AC 1,000 ,466
kebersihan minimarket 1,000 ,700
keleluasaan bergerak 1,000 ,630
harga barang 1,000 ,520
hadiah langsung 1,000 ,634
diskon harga 1,000 ,679
ketersediaan barang impor 1,000 ,594
Extraction Method: Principal Component Analysis.

Berdasarkan tabel Communalities, untuk variabel LOKASI


MINIMARKET angka adalah 0,665 berarti sekitar 66,5% varians dari variabel
LOKASI MINIMARKET dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Untuk
variabel PELAYANAN KASIR angka adalah 0,437 berarti sekitar 43,7% varians
dari variabel PELAYANAN KASIR dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
untuk variabel AC angka adalah 0,466 berarti sekitar 46,6% varians dari variabel
AC dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Untuk variabel KEBERSIHAN
angka adalah 0,700 berarti sekitar 70% varians dari variabel KEBERSIHAN dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Untuk variabel KELELUASAAN angka
adalah 0,630 berarti sekitar 63% varians dari variabel KELELUASAAN dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Untuk variabel HARGA angka adalah
0,520 berarti sekitar 52% varians dari variabel HARGA dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Untuk variabel HADIAH angka adalah 0,634 berarti sekitar
63,4% varians dari variabel HADIAH dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
Untuk variabel DISKON angka adalah 0,679 berarti sekitar 67,9% varians dari
variabel DISKON dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Dan untuk variabel
IMPOR angka adalah 0,594 berarti sekitar 59,4% varians dari variabel IMPOR
dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.

Berdasarkan tabel Total Variance Explained, ada 9 variabel (component)


yang dimasukkan dalam analisis faktor, yakni variabel LOKASI, PELAYANAN,
AC, KEBERSIHAN, KELELUASAAN, HARGA, HADIAH, DISKON, dan
IMPOR. Dengan masing-masing variabel memiliki varians 1, maka total varians
adalah 9 x 1 = 9. Sekarang jika kesembilan variabel tersebut diringkas menjadi
satu faktor, maka varians yang bisa dijelaskan oleh satu faktor tersebut adalah
29,50% untuk varians faktor pertama, untuk varians faktor kedua adalah 17,82%,
dan untuk varians faktor ketiga adalah 11,82%.
Eigenvalues menunjukkan kepentingan relatif masing-masing faktor untuk
menghitung varians kesembian variabel yang dianalisis. Jumlah angka
eigenvalues untuk kesembilan variabel adalah sama dengan total varians
kesembilan variabel atau 2,658 + 1,604 + 1,064 + 0,892 + 0,811 + 0,658 + 0,522
+ 0,414 + 0,382 = 9. Angka eigenvalues di bawah 1 tidak digunakan dalam
menghitung jumlah faktor yang terbentuk. Dari tabel di atas hanya 3 faktor yang
terbentuk dengan angka eigenvalues di atas 1.

Berdasarkan grafik Scree Plot, terlihat bahwa dari satu ke dua faktor (garis
sumbu component number = 1 ke 2), arah garis menurun dengan cukup tajam.
Kemudian dari angka 2 ke 3, garis masih menurun. Demikian pula dari angka 3 ke
4, namun kini dengan slope yang lebih kecil. Namun faktor 4 sudah di bawah
angka 1 dari sumbu Y (eigenvalues). Hal ini menunjukkan bahwa tiga faktor
adalah paling bagus untuk meringkas kesembilan variabel tersebut.

Rotated Component Matrix a


Component
1 2 3
lokasi minimarket -,076 ,761 ,282
pelayanan kasir ,096 ,312 ,574
pendingin ruangan atau AC ,493 -,014 ,471
kebersihan minimarket ,000 ,136 ,825
keleluasaan bergerak ,171 ,741 ,227
harga barang ,668 ,145 ,229
hadiah langsung ,793 ,060 ,036
diskon harga ,809 ,083 -,130
ketersediaan barang impor ,365 ,563 -,379
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 6 iterations.

Component matrix hasil dari proses rotasi (Rotated Component Matrix)


memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata.
Variabel LOKASI: variabel ini masuk faktor 2, karena faktor loading
dengan faktor 2 paling besar (0,761).
Variabel PELAYANAN: variabel ini masuk faktor 3, karena faktor
loading dengan faktor 3 paling besar (0,574).
Variabel AC: variabel ini masuk faktor 1, karena faktor loading dengan
faktor 1 paling besar (0,493).
Variabel KEBERSIHAN: variabel ini masuk faktor 3, karena faktor
loading dengan faktor 3 paling besar (0,825).
Variabel KELELUASAAN: variabel ini masuk faktor 2, karena faktor
loading dengan faktor 2 paling besar (0,741).
Variabel HARGA: variabel ini masuk faktor 1, karena faktor loading
dengan faktor 1 paling besar (0,668).
Variabel HADIAH: variabel ini masuk faktor 1, karena faktor loading
dengan faktor 1 paling besar (0,793).
Variabel DISKON: variabel ini masuk faktor 1, karena faktor loading
dengan faktor 1 paling besar (0,809).
Variabel IMPOR: variabel ini masuk faktor 2, karena faktor loading
dengan faktor 2 paling besar (0,563).
Dengan demikian, kesembilan variabel telah direduksi menjadi hanya terdiri
atas tiga faktor:
Faktor 1 terdiri atas AC, HARGA, HADIAH, dan DISKON
Faktor 2 terdiri atas LOKASI, KELELUASAAN, dan IMPOR
Faktor 3 terdiri atas PELAYANAN dan KEBERSIHAN

Component Transformation Matrix


Component 1 2 3
1 ,739 ,538 ,406
2 -,636 ,357 ,684
3 -,223 ,764 -,606
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

Berdasarkan tabel Component Transformation Matrix, angka-


angka yang ada pada diagonal, antara component 1 dengan 1, component 2
dengan 2, dan component 3 dengan 3. Terlihat angka yang diatas 0,5 yaitu
0,739 dan 0,606, namun angka 0,357 < 0,5. Hal ini membuktikan ketiga
faktor (component) yang terbentuk kurang tepat, karena ada yang
mempunyai korelasi rendah.

Interpretasi didasarkan pada skala angka yang sebelumnya diberikan ke


responden, yakni dari skala 1 sampai 5. Karena angka bergerak dari negatif
(angka 1 untuk sangat TIDAK SETUJU) ke positif (angka 5 untuk sangat
SETUJU), maka secara logika semakin angka output mendekati 5, semakin
responden berpersepsi positif terhadap variabel tertentu. Sebaliknya, semakin
kecil angka output, semakin responden berpersepsi negatif.
Faktor 1 terdiri atas AC, HARGA, HADIAH,dan DISKON. Faktor
tersebut diberi nama FAKTOR KEUNGGULAN. Hal ini berarti, ada sekelompok
konsumen yang lebih memilih berbelanja di minimarket karena harganya lebih
murah disebabkan adanya hadiah dan diskon yang sering diberlakukan dan udara
yang sejuk ketika berda didalamnya.
Faktor 2 terdiri atas LOKASI, KELELUASAAN, dan IMPOR. Faktor
tersebut diberi nama FAKTOR WILAYAH. Hal ini berarti, ada sekelompok
konsumen yang lebih memilih berbelanja di minimarket disebabkan lokasinya
yang terjangkau dengan mudah dan memiliki ruang gerak yang luas sehingga
memudahkan untuk memilih barang serta adanya produk impor yang mereka
sediakan.
Faktor 3 terdiri atas PELAYANAN dan KEBERSIHAN. Faktor tersebut
diberi nama FAKTOR KARYAWAN. Hal ini berarti, ada sekelompok konsumen
yang lebih memilih berbelanja di minimarket karena kebersihan dan kerapian
ruangan yang terjaga dengan baik serta pelayanan karyawan yang profesional
ketika melayani pelanggan.

Tahap Ketiga : Validasi Faktor


Validasi analisis faktor dimaksudkan untuk mengetahui apakah hasil analisis
faktor tersebut bisa digeneralisasikan pada populasi.
1) Akan dipecah (split) menjadi dua bagian, karena data berjumlah 100 maka
akan dibagi menjadi dua bagian sama besar, yakni Bagian I untuk kasus
nomor 1 sampai 50 dan Bagian II untuk kasus nomor 51 sampai 100.