Anda di halaman 1dari 2

SEDIAAN PARENTERAL VOLUME BESAR

Manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya obat. Karena berbagai macam penyakit selalu
mengincar manusia. Tak kenal usia maupun jenis kelamin. Baik tua muda, besar kecil, perempuan
maupun laki-laki, bahkan balita pun tak akan lepas dari incaran penyakit. Dan menyembuhkan suatu
penyakit itu hanya dengan cara diobati. Berbagai macam bentuk obat beredar di pasaran dengan berbagai
macam kegunaan dan khasiat untuk menahan rasa sakit atau mengobati. Dalam penggunaannya harus ada
resep dari dokter. Jadi setiap penggunaannya tidak asal dikonsumsi.

Sediaan parenteral adalah sediaan yang digunakan tanpa melalui mulut atau dapat dikatakan obat
dimasukkan ke dalam tubuh selain saluran cerna (langsung ke pembuluh darah) sehingga memperoleh
efek yang cepat dan langsung sampai sasaran. Misal suntikan atau insulin.

Injeksi dan infus termasuk semua bentuk obat yang digunakan secara parentral. Injeksi dapat berupa
larutan, suspensi, atau emulsi. Apabila obatnya tidak stabil dalam cairan, maka dibuat dalam bentuk
sediaan kering. Apabila mau dipakai baru ditambahkan aqua steril untuk memperoleh larutan atau
suspensi injeksi.

Sediaan Parenteral volume besar adalah injeksi dosis tunggal untuk intravena dan dikemas dalam wadah
bertanda volume lebih dari 100 ml (FI IV).

Tujuan Penggunaan

1. Bila tubuh kekurangan air, elektrolit dan karbohidrat maka kebutuhan tersebut harus cepat diganti.

2. Pemberian infus memiliki keuntungan karena tidak harus menyuntik pasien berulangkali.

3. Mudah mengatur keseimbangan keasam dan kebasaan obat dalam darah.

4. Sebagai penambah nutrisi bagi paseien yang tidak dapat makan secara oral ..

5. Berfungsi sebagai dialisa pada pasien gagal ginjal.

Syarat-syarat parenteral volume besar

Steril

Bebas Pirogen

Sediaan Parenteral Volume Besar harus steril dan bebas pirogen karena :

1. Sediaan diinjeksikan langsung kedalam aliran darah (i.v).

2. Sediaan ditumpahkan pada tubuh dan daerah gigi (larutan penguras).

3. Sediaan langsung berhubungan dengan darah (hemofiltrasi).

4. Sediaan langsung ke dalam tubuh (dialisa peritoneal).


5. Bebas dari bahan pertikulat jernih, karena dapat menyebabkan emboli.

6. Dikemas dalam wadah dosis tunggal

7. Tidak mengadung bahan baktersid karena volume cairan terlalu besar.

8. Isotonis dan isohidris