Anda di halaman 1dari 4

Nama : witri restya

Nim : 20154120908

1. Seseorang mengkonsumsi barbiturate bersama-sama dengan alkohol dan morfin lalu megalami
kematian padahal dosis barbiture yang dierikan jauh dibawah dosils letal . dariii segi hukum
kehakiman harus dicari kemungkinanadanya racun lain yang mempunyai sifat aditif sebelum
menyimpulkan bahwa kematian korban disebkan karena reaksi anafilaksi yang fatal . pada
contoh kejadian diatas , faktor yang mempengaru kerja racun adalah ...
a. Dosis dan adiksi
b. Anagonisme dan sinergisme
c. Adiksi dan sinergisme
d. Adiks dan antagonisme
e. Dosis dan konsentrasi
2. Berikut ini adalah gambarn kasus- kasus yang umum nya di negara maju memerlukan
pemeriksaan toksikologi forensik, kecuali....
a. Kematian akibat keracunan
b. Kecelakaan fatat maupun tidak fatal yang disebabkan oleh obat obatan
c. Penyalah gunaan narkoba dan kasus-kasuskeracunan yang terkait dengan akibat pemakaian
kosmetika, alatbkesehatan , dan bahan berbaya kimia lainnnya
d. Kasus forensik obat obatan
e. Kasus kecelakaan lalu lintas
3. Pada kasus jesica dan mirna , organ yang terlebih dalu diserang oleh toksik dari zat kimia sianda
adalah organ ..
a. Hati
b. Jantung
c. Paru-paru
d. Kulit
e. Lambung
4. Kasus keracunan dimna gejala racun itu muncul sesaatt setelah racun masuk kedalam tubuh
dan tubuh mengalami reaksi terhadap racun tersebut , berdasarkan waktu terjadinya kasus
tersebut tergolong kasus keracunan ?
a. Kronis
b. Akut
c. Self poisoning
d. Attempted poisoning
e. Hemocidal poisoning
5. Pada kasus keracunan karbondioksida dapat terpapar dalam tubuh melalui ...
a. Inhalasi
b. Oral
c. Permukaan kulit
d. Intravena
e. Makanan
6. Anak anak dan orang tua lebih sensitif teerhadap racun bila dibandingkan dengan orang
dewasa , hal ini merupakan pengaruh kaja racun berdasrkan ...
a. Umur
b. Antagonisme
c. Alergi
d. A dab B benar
e. Semua jawaban salah
7. Dibawah ini yang termasuk efek dari keracunan ringan obat obatn yabg di konsumsi sehari-hari
adalahh ...
a. alergi
b. deman
c. rematikan
d. hiperetensi
e. kelaparan
8. keracunan akibat menghirup udara yang mengalapi polusi dari asap-asap pabrik dan kendaraan
bermotor termasuk dalam ...
a. toksikologi forensik
b. toksikologi klinik
c. toksikologi lingkungan
d. keracunan melalui oral
e. toksikologi konvensional
9. tuan A dibawa kepuskesmas oleh istrinya setelah mkan tempe , istr tuan A mengatakan bahwa
suaminya muntah setelah memkan tempe bongkrek . kondisi tuan A mengalami penurunan
kesadaran , muntah , diare , pusing , dll . dari kasus tersebut dapat diketehui penyebab dari
keracunan tersebut adalah
a. bahan kimia
b. bakteri salmonella
c. toksin pada makanan
d. peptisida golongan organofosfat
e. mokroba
10. masuknya senyawa kimia dalam tubuh seseorang , yang kemudian menimbulkan efek
merugikan seperti , kerusakan jaringan , gangguan sirkulasi darah , gangguan pernafasan , mual ,
muntah , disebutt ...
a. intoksikasi
b. inhalasi
c. Toksin
d. Komplikasi
e. Iimflamasi
11. Peneyebab keracunan ada beberapa macam dan akbiat nya bisa mulai yang ringan sampai yang
berat , secara umum penyebab keracunan dibawah ini kecuali ...
a. Mikroba
b. Bahan kimia
c. Toksin
d. A,B,dan C benar
e. Daya tahan tubuh menurun
12. Dalam kehidupan sehari-hari keracunan dapat terjadi memlaui berbagai mekanisme , kindisi-
kondisi yang memungkinan terjadi nya keracunan dibawah ini kecuali .
a. Penyalahgunaan obat
b. Upaya bunuh diri
c. Upaya meracuni orang lain
d. Toksisitas obatvterapeutik
e. Ketepatan dosis obat
13. Senyawa- senyawa yang paling sering berhubungan dengan keracunan di Indonesia adalah
kecuali
a. Produk perawatan diri
b. Penggunaan antiseptik
c. Sediaan obat local
d. Produk makanan
e. Produk rumah tangga
14. Toksisitas terhadap bahan obat didalam tubuh dapat terjadi akibat hal dibawah ini kecuali ..
a. Cara pemberian obat yang salah
b. Adanya reaksi hipersensitif
c. Kerusakan organ hati dan ginjal
d. Adanya interaksi obat
e. Eliminasi obat
15. 1. Menjaga fungsi fsiologis normal tubuh
2. pengobatan toksisitas untuk melawan efek toksikologi racun pada sisi efektr
3. menekan konsentrasi racun seminimal mungkin dengan menghambat absorbsi dan
meningkatkan eliminasinya , melalui pengobatan toksisitas
Tindakan diatas merupakan ..
a. Pencegahan keracunan
b. Mengurangi resiko keracunan
c. Menangani keracunan
d. Dekontaminasi pasien keracunan
e. Interaksi obat dan racun
16. Melakukan latihan fisik , stress , dan makan dapat memperlambat pengosongan lambung
sehingga dapat mempengaruhi absorbs zat bercun lambung..
a. Memperlambat absorsi zat beracun
b. Mempercepat anbsorbsi zat beracun
c. Menghentikan absorsi zat beracun dalam
d. Tidak dapat mengabsori zat bercun
e. Konsentrasi zat beracun semangkin meningkat
17. Absorbs adalah perpindahan zat beracun dari tempat pemberian kedalam sirkulasi sistemik
Dibawah ini yang termasuk tempat absorsi muscular adalah
a. Otot
b. Mata
c. Hidung
d. Saluran cerna
e. Paru
18. Insektisida DDT bersifat toksik pada serangga ketika dismprotkan langsung pada eksoskeleton
nya karena sangat mudah dan cepat di absorbs melalui eksoskeletonnya. Namun, DDT relative
tidak toksik pada manusia jika disemprotkan karena absorsi pada kulit manusia tidak baik .
Pernyataan diatas absorbs dipengaruhi oleh factor
a. Rute pemberian
b. Konsentrasi insektisida
c. Lamanya kontak dengan tempat absorbs
d. Sifat fisika zat
e. Sifat kimia zat
19. Pasien penderita mengkonsumsi 2 jenis obat bersamaan , interaksi 2 jenis obat yang dikonsumsi
tersebutmepunyai ikatan kuat dengan protein plasma , sehingga obat yang dikonsumsi bersaing
mengikat tempat yang tersedia dan terjadi peninggkatan obat bebas dalam plasma dari salah
satu obat . obat bebas yang tidak terikat akan bekerja memberikan efek klinis, dan dapat
menyebabkan toksisitas . pernyataan diatas merupakan
a. Absorsi obat
b. Interaksi pada aksi terapeutik
c. Metabolism obat obtan
d. Interaksi iktan pada reseptor
e. Kompetensi obat dalam interaksi pada iktan protein
20. Toksisitas yang disebabkan karena interaksi langsung antara zat beracun atau metabolitnya
pada sel sasaran disebut..
a. Toksik ekstrasel
b. Toksik intrasel
c. Wujud efek toksik
d. Sifat efek toksik
e. Kondisi efek toksik