Anda di halaman 1dari 3
Pengambilan, Penanganan dan Penyimpanan

Pengambilan, Penanganan dan Penyimpanan

 

Spesimen

 

No. Kode

: SPO/8.1.2.1/MJ/2015

Ditetapkan Oleh Kepala

 

Puskesmas Mantrijeron

 

Terbitan

: I

SPO

No. Revisi

:

0

 

Tgl. Mulai Berlaku : 6 Januari 2015

drg. Ambarwati Triwinahyu

 

Puskesmas

NIP: 196612212006042001

Mantrijeron

Halaman

: 1-3

1.Pengertian

Perlakuan terhadap spesimen yang akan dilakukan pemeriksaan dengan cara yang benar untuk menunjang analisis sehingga pemeriksaan teliti.

Proses kegiatan dan langkah-langkah penanganan specimen.

 

2.Tujuan

Spesimen memenuhi syarat untuk dilakukan analisis.

 

Menghindari tertukarnya sampel yang satu dengan yang lainnya.

3.Kebijakan

 

1. Setiap petugas harus mengetahui dan melaksanakan cara

pengambilan, pengiriman dan pengolahan spesimen dengan benar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun

2012).

2. Spesimen yang sudah diambil harus segera diperiksa, karena stabilitas spesimen dapat berubah (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013)

3.Referensi

1.

Permenkes

No.

37

tahun

2012

tentang

Penyelenggaraan

Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat

2.

Permenkes

No.

43

tahun

2013

tentang

Cara Penyelenggaraan

Laboratorium Klinik Yang Baik

 

3.Prosedur

I.

Pengambilan spesimen

 
  • a. Sebelum spesimen diambil petugas laboratorium memberikan

penjelasan kepada pasien mengenai persiapan dan tindakan yang hendak dilakukan.

  • b. Petugas laboratorium memeriksa kesesuaian antara spesimen yang diterima dengan formulir permintaan pemeriksaan. Spesimen yang tidak sesuai dan memenuhi persyaratan hendaknya ditolak.

  • c. Petugas laboratorium melaksanakan pengambilan spesimen dengan benar agar spesimen tersebut mewakili keadaan yang sebenarnya.

  • d. Petugas laboratoirum melakukan pengambilan darah vena (dengan cara plebotomi/menggunakan tabung vakum) :

-

Pasien posisi duduk atau berbaring dengan posisi lengan

pasien harus lurus, jangan membengkokkan siku. Pilih lengan

1

   

yang banyak melakukan aktivitas.

  • - Pasien diminta untuk mengepalkan tangan.

  • - Pasang torniquet ± 10 cm di atas lipat siku.

  • - Pilih bagian vena mediana cubiti.

  • - Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil darahnya dengan alkohol 70% dan biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.

  • - Tusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap ke atas dengan sudut kemiringan 15 derajat, tekan tabung vakum sehingga darah terisap ke dalam tabung. Selanjutnya lepas torniquet dan pasien diminta lepaskan kepalan tangan.

  • - Biarkan darah mengalir ke dalam tabung sampai selesai. Apabila dibutuhkan darah dengan antikoagulan yang berbeda dan volume lebih banyak, digunakan tabung vakum yang lain. Kemudian lepaskan tabung vakum.

  • - Tarik jarum, letakkan kapas kering pada bekas tusukan, setelah darah berhenti, plester bagian ini.

  • - Tabung vakum yang berisi darah dibolak-balik kurang lebih 5 kali atau sesuai yang dipersyaratkan sesuai warna tutup tabung vakum.

  • e. Pengambilan darah kapiler :

  • - Bersihkan bagian yang akan ditusuk dengan alkohol 70% dan biarkan sampai kering.

  • - Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang.

  • - Tusuklah dengan cepat memakai lanset steril. Pada jari tusuklah dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari. Pada daun telinga tusuklah pinggirnya, bukan sisinya. Tusukan harus cukup dalam supaya darah mudah keluar.

  • - Tetesan darah yang pertama keluar dibuang dengan memakai kapas kering, tetes darah berikutnya boleh dipakai untuk pemeriksaan.

II.

Penanganan spesimen

  • a. Petugas laboratorium memperlakukan setiap spesimen sebagai bahan infeksius.

  • b. Petugas laboratoirum menyimpan semua spesimen darah pada wadah yang memiliki konstruksi yang baik.

  • c. Petugas laboratoirum mengumpulkan spesimen dengan hati-hati guna menghindari pencemaran dari luar kontainer atau laboratorium.

  • d. Petugas laboratorium yang memproses spesimen darah dan cairan tubuh (contoh: membuka tutup tabung vakum) harus menggunakan sarung tangan dan masker.

  • e. Setelah memproses spesimen-spesimen tersebut, petugas laboratorium mencuci tangan dan mengganti sarung tangan.

2

 

III.

Penyimpanan spesimen

  • a. Petugas laboratorium menyimpan beberapa spesimen yang tidak langsung diperiksa dengan memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa, salah satunya adalah untuk pemeriksaan campak, apabila sampel diambil selain hari Senin dan Kamis,

maka sampel berupa serum disimpan di lemari es suhu 2-8C

  • b. Petugas laboratorium menyimpan spesimen dengan beberapa macam cara, antara lain :

  • - Disimpan pada suhu kamar.

  • - Disimpan dalam lemari es dengan suhu 0C - 8C.

  • - Dapat diberikan bahan pengawet.

  • - Penyimpanan spesimen darah dalam bentuk serum.

4. Distribusi

  • 1. Petugas Laboratorium

  • 2. Petugas unit BPU, KIA, BPG

5.Dokumen

  • 1. Form permintaan pemeriksaan laboratorium

Terkait

2.

Buku penerimaan spesimen

3